1
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Tinjauan Terhadap Objek Studi
1.1.1. PT. Telekomunikasi Indonesia , Tbk
PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (Telkom Indonesia atau Telkom saja) (IDX: TLKM LSE: TKID NYSE: TLK) adalah perusahaan informasi dan komunikasi penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap di Indonesia. Telkom mengklaim sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia. Dengan jumlah pelanggan telepon tetap sebanyak 15 juta, dan pelanggan telepon seluler sebanyak 50 juta pelanggan pengguna sambungan seluler.
Telkom merupakan salah satu BUMN yang sahamnya saat ini dimiliki oleh Pemerintah Indonesia (51,19%) dan oleh publik sebesar 48,81%. Sebagian besar kepemilikan saham publik (45,58%) dimiliki oleh investor asing, dan sisanya (3,23%) oleh investor dalam negeri.
Telkom juga menjadi pemegang saham mayoritas di sembilan anak perusahaan yang dimilikinya, termasuk PT Telkomsel.
2
Visi PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk memiliki visi sebagai berikut :
Visi
To become a leading Telecommunication, Information, Media &
Edutainment (TIME) Player in the Region.
Menjadi pemain yang memimpin di daerah telekomunikasi, informasi, media, dan edutaiment
1.1.2 Misi PT.Telkom Indonesia, Tbk Misi
1. To Provide TIME Services with Excellent Quality & Competitive Price.
2. To be the Role Model as the Best Managed Indonesian Corporation.
1.1.3 Sasaran dan Strategi PT. PT.Telkom Indonesia, Tbk Tujuan
Menciptakan posisi unggul dengan memperkokoh bisnis legacy &
meningkatkan bisnis new wave untuk memperoleh 60% dari pendapatan industri pada tahun 2015.
3
Inisiatif Strategis
1. Mengoptimalkan layanan jaringan telepon tidak bergerak kabel / fixed wireline (“FWL”).
2. Memperkuat & mengembangkan bisnis jaringan tidak bergerak nirkabel / fixed wireless access ( “FWA”) dan mengelola portofolio nirkabel.
3. Melakukan investasi pada jaringan pita lebar (broadband).
4. Mengintegrasikan solusi enterprise dan berinvestasi di bisniswholesale.
5. Mengintegrasikan Next Generation Network (“NGN”).
6. Mengembangkan layanan teknologi informasi.
7. Mengembangkan bisnis media dan edutainment.
8. Merampingkan portofolio anak perusahaan.
9. Menyelaraskan struktur bisnis dan pengelolaan portofolio.
10. Melakukan transformasi budaya perusahaan
1.1.4 Logo
Gambar 1.1 Logo Perusahaan
Sumber : www.telkom.co.id
4
1) Lingkaran sebagai simbol dari kelengkapan produk dan layanan dalam portofolio bisnis baru Telkom yaitu TIME (Telecommunication, Information, Media & Edutainment).
Expertise.
2) Tangan yang meraih ke luar. Simbol ini mencerminkan pertumbuhan dan ekspansi ke luar. Empowering.
3) Jemari tangan. Simbol ini memaknai sebuah kecermatan, perhatian, serta kepercayaan dan hubungan yang erat. Assured.
4) Kombinasi tangan dan lingkaran. Simbol dari matahari terbit yang maknanya adalah perubahan dan awal yang baru.
Progressive.
5) Telapak tangan yang mencerminkan kehidupan untuk menggapai masa depan. Heart.
Selain itu warna-warna yang digunakan :
1) Expert Blue pada teks Telkom melambangkan keahlian dan pengalaman yang tinggi.
2) Vital Yellow pada telapak tangan mencerminkan suatu yang atraktif, hangat, dan dinamis.
3) Infinite sky blue pada teks Indonesia dan lingkaran bawah mencerminkan inovasi dan peluang yang tak berhingga untuk masa depan.
5
Struktur Organisasi PT
1.1.5 Telekomunikasi Indonesia,Tbk.
Gambar 1.2 Struktur Organisasi PT. Telkom Tbk.
Sumber : Annual Report PT. TELKOM Tbk. 2009
1.1.6 Produk PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk
Untuk menjalankan bisnisnya dan memberikan layanan telekomunikasi kepada masyarakat, PT. PT.Telkom memiliki tiga pilar bisnis, yaitu :
1. Fixed Phone a. TELKOM SLJJ
Merupakan layanan komunikasi jarak jauh antar pelanggan yang masih dalam satu wilayah negara. Pada umumnya, pelanggan- pelanggan tersebut berada dalam wilayah kode area yang berbeda.
6
b. TELKOMGlobal-01017
Layanan baru dari TELKOM yang berupa akses layanan untuk panggilan internasional ke mancanegara (253 tujuan panggilan).
c. TELKOM Lokal
Merupakan layanan komunikasi telepon antar pelanggan dalam jarak di bawah 30 km atau di dalam satu wilayah lokal.
d. TELKOM SLI
Panggilan telepon International Direct Dialing (IDD) dimana nomor telepon pemanggil dan nomor telepon yang dipanggil berbeda wilayah negara.
e. TELKOM SLI
Panggilan telepon International Direct Dialing (IDD) dimana nomor telepon pemanggil dan nomor telepon yang dipanggil berbeda wilayah negara.
2. Flexi (Fixed Wireless)
a. Flexi Classy
Flexi Classy adalah layanan Flexi dengan sistem pascabayar.
b. Flexi Trendy
Flexi Trendy adalah layanan Flexi dengan sistem prabayar berbasis kartu/simcard yang dapat diisi ulang.
c. Flexi Home
Flexi Home adalah layanan flexi untuk perumahan atau kantor dilayani menggunakan terminal fixed berbasis nomor esn, tarif aktivasi, abonemen dan biaya pemakaian/usage sama dengan tarif telepon rumah/pstn.
7
3. Internet a. Speedy
Merupakan layanan (internet service) berkecepatan tinggi dari PT.
TELKOM, berbasis teknologi akses Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL), yang memungkinkan terjadinya komunikasi data, voice dan video secara bersamaan.
b. TELKOMNet Instan (0809 8 9999)
Merupakan layanan akses internet dial-up secara mudah tanpa berlangganan (instan) dengan konsep layanan yang mudah dan sederhana.
c. TELKOMNet Flexi up to 64 kbps
TELKOMNet Flexi up to 64 kbps adalah akses komunikasi ke internet gateway dengan mode data paket pada network TelkomFlexi.
1.2 Latar belakang
Bisnis adalah suatu kegiatan yang terorganisasi dengan mengelola faktor- faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa yang mempunyai nilai tambah (value) bagi masyarakat dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan yang optimal. Didalam penelitian kali ini peneliti menyoroti PT. Telkom yang bergerak pada bisnis telekomunikasi di Indonesia. Karena bisnis pertelekomunikasian merupakan bisnis yang sangat penting di Indonesia serta merupakan salah satu bisnis yang paling cepat perkembangannya.
Pada teori linkungan external bisnis dapat terlihat jelas bahwa regulasi atau bidang hukum memiliki peranan besar mempengaruhi bisnis PT.Telkom karena berdasarkan (griffin,2004) mengenai pengaruh lingkungan external terdiri dari segala sesuatu di luar batas- batas organisasi yang mungkin mempengaruhi organisasi tersebut
8
seperti lingkungan ekonomi, sosial-budaya, teknologi, hukum, organisasi bisnis dan tadan peluang yang muncul. Dalam kasus ini dapat terlihat jelas kalau faktor hukum memiliki peranan yang sangat besar dalam perubahan yang terjadi.
Berjalannya waktu dunia mengalami perkembangan di dalam bidang teknologi telekomunikasi mengalami perkembangan yang membawa telekomunikasi ke tingkat selanjutnya. Di awali dengan kemunculannya telfon seluler yang dapat melakukan komunikasi secara mobile serta internet. Masuknya teknologi tersebut membuat perubahan pada regulasi telekomunikasi yang pada awalnya menggunakan UU no 3 tahun 1989 menjadi UU no 36 tahun 1999 yang terus digunakan sampai saat ini.
Indonesia merubah UU telekomunikasinya bukan hanya karena teknologi saja. Semua diawali dengan Indonesia yang memutuskan untuk melakukan globalisasi. Apabila sebuah negara melakukan globalisasi maka negara tersebut diharuskan untuk menghapus praktek monopoli. Peraturan mengenai monopoli ada pada UU no 5 tahun 1999. Melihat besarnya dampak yang dihasilkan oleh perkembangan kebutuhan akan komunikasi, dan perkembangan teknologi di Indonesia. Membuat pemerintah harus melakukan Perubahan regulasi telekomunikasi. Untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada.
Mengikuti keluarnya undang undang mengenai monopoli pemerintah mengeluarkan UU no 36 tahun 1999.
Perubahan kondisi pertelekomunikasiaan Indonesia sangat dipengaruhi oleh UU no 36 tahun 1999 yang menggantikan UU no 3 tahun 1989. Karena dengan munculnya UU tersebut bermunculan pesaing-pesaing yang selama ini tidak ada. Berikut ini adalah
9
perbedaan fundamental antara UU no 3 tahun 1989 dengan UU no 36 tahun 1999.
Table 1.1
perbedaan UU no 3 thn 1989 dan UU no 36 thn 1999 UU no 3 tahun 1989 UU no 36 tahun 1999 Pasar monopoli Pasar persaingan Kable tembaga Gelombang radio Hanya ada 1 operator
telekomunikasi
Ada banyak operator telekomunikasi.
Pemerintah berperan sebagai yang mengatur pasar telekomunikasi
Pemerintah hanya berperan sebagai pengawas pasar telekomunikasi
Tidak ada interkoneksi Ada kewajiban untuk interkoneksi
Sumber:Hadi Setia Tunggal (2000)
Akibat regulasi yang juga ikut berubah. PT.Telkom merupakan perusahan BUMN yang bergerak dibidang penyedia jasa telekomuniksai di Indonesia. Sebagai pemain tunggal di pasar telekomunkiasi Indonesia mau tidak mau harus mengalami perubahan.
Perubahan tersebut berdampak sangat besar kepada PT.Telkom yang awalnya dia merupakan pihak yang memonopoli pasar telekomunikasi di Indonesia. Perubahan dan perkembangan yang sangat signifikan bagi PT.Telkom.TBK.
Karena adanya perubahan yang sangat besar tentu saja PT.
Telkom merespon perubahan yang terjadi dengan berbagai strategi diantaranya, adalah mendirikan anak perusahaan yang bergerak pada
10
bidang Seluler. Perkembangan teknologi dan perkembangan permintaan dari masyarakan disertai dengan perubahan UU mengenai telekomunikasi di Indonesia membuat PT.telkom mengadakan perubahan di dalam core bisnisnya. Yang selama ini hanya memfokuskan pada sambungan fixed wiredline berubah menjadi komunikasi data dan juga komunikasi wireless. Regulasi juga menyebabkan PT.Telkom menghadapi pasar persaingan yang pada awalnya PT.Telkom sebagai pemonopoli di pasar telekomunikasi Indonesia.
Perubahan fokus bisnis ini disebabkan oleh tuntutan yang harus dipenuhi agar PT.Telkom dapat bertahan di era persaingan antar operator yang semakin ketat. Perubahan didalam PT. Telkom sangat dipengaruhi oleh keluarnya UU No 36 tahun 1999. Yang menyebabkan posisi PT.Telkom yang awalnya sebagai yang memonopoli pasar menjadi Incombent yang wajib memberikan sambungan interkoneksi kepada new enterance. Perubahan fokus bisnis ini tentu saja tidak semudah yang dipikirkan orang kebanyakan.
Perubahan yang terjadi karena regulasi yang berlaku. Membuat PT.Telkom harus merubah core bisnis yang sudah bertahan selama puluhan tahun. Semuanya bermulai ketika terjadinya perubahan kebutuhan. Jenis telekomunikasi yang pada awalnya hanya komunikasi suara menjadi komunikasi data. Serta perubahan didalam regulasi yang mengimbangi dari perubahan berdasarkan kebutuhan konsumen, dan juga pertembangan teknologi.
Perubahan kebutuhan PT.Telkom melakukan perubanan yang sangat besar dan mendasar. Perubahan tersebut dapat dilihat yaitu dengan TIME yang menjadi pusat bisnis dari Telkom. TIME
11
singkatan dari Telecommunication, Information, Media &
Edutainment. Hal ini disebabkan tuntutan kebutuhan konsumen yang haus akan informasi dan entertainment lewat media telekomunikasi data. TIME menjadi core bisnis dan serta menjadi identitas baru dari bisnis telekomunikasi PT.Telkom. Dalam konteks bisnis telekomunikasi-informatika di Indonesia.
Gambar 1.3
Gambaran latar belakang penelitian
12
Oleh karena itulah, Penulis tertarik melakukan penelitian mengenai dampak regulasi terhadap Telkom dengan judul.
“Peranan Regulasi Terhadap Perubahan Bisnis PT.Telkom”
1.3 Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang penelitian di atas maka perumusan masalahnya adalah:
Bagaimana dampak perubahan regulasi terhadap perubahan kebijakan bisnis PT.Telkom.?
1.4 Tujuan Penelitian
1) Mengidentifikasi penerapan kebijakan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah atas core bisnis PT.Telkom.
2) Mengetahui permasalahan apa yang dihadapi didalam PT.Telkom akibat perubahan kebijakan bisnis.
1.5 Batasan Penelitian
Untuk lebih fokus pada penelitian yang dilakukan, maka penulis melakukan penelitian dengan batasan sebagai berikut:
1) Penelitian hanya difokuskan kepada core bisnis Telkom yang baru yaitu TIME.core bisnis Telkom yang sekarang digunakan.
2) Penelitan hanya sebatas gambaran umum mengenai dampak regulasi terhadap core bisnis Telkom saja tidak mencakup bagaimana membuat core bisnis yang sesuai dengan regulasi.
13
1.6 Kegunaan Penelitian
1) Penulis
Mengetahui pengaruh Regulasi telekomunikasi terhadap Core bisnis Telkom secara personal. Selain itu juga untuk memperkaya pengetahuan penulis mengenai regulasi dan bisnis telekomunikasi.
2) Pihak lain
a. Sebagai bahan informasi yang berguna dalam melaksanakan penelitian yang serupa maupun studi lebih lanjut dan dapat memberikan sumbangan bagi pengembangan ilmu bisnis khususnya di bidang regulasi bisnis.
b. Penelitian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan gambaran dan pemahaman serta wawasan yang lebih luas mengenai pengaruh regulasi terhadap PT.Telkom.
c. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya dan melengkapi khazanah keilmuan, khususnya mengenai regulasi telekomunikasi.
3) Pihak Perusahaan Telekomunikasi
Sebagai salah satu acuan yang dapat digunakan oleh pihak manajemen organisasi atau perusahaan sebagai bahan masukan atau rekomendasi untuk pengelolaan perusahaan yang lebih baik.
14
1.7 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan ini disusun untuk memberikan gambaran umum tentang penelitian yang dilakukan. Dengan sistematika sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini membahas tentang latar belakang penelitian, obyek studi, ruang lingkup penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, kerangka pemikiran.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Pada bab ini berisi uraian umum tentang teori-teori yang digunakan dan literatur-literatur yang berkaitan dengan penelitian sebagai acuan perbandingan dalam masalah yang terjadi sehingga akan diperoleh gambaran yang cukup jelas.
BAB III METODA PENELITIAN
Pada bab ini menjelaskan tentang metode penelitian, variable penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisa data, langkah- langkah penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini menjelaskan tentang proses pencarian data pendukung, dan evaluasi mengenai data yang didapatkan. Selanjutnya menganalisa data yang dimiliki untuk mengambil kesimpulan mengenai data yang menjadi objek penelitian.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini akan menjelaskan mengenai kesimpulan terhadap hasil pembahasan dan memberikan masukan serta saran yang bisa diimplementasikan oleh perusahaan.