57 4.1 Analisa Masalah
Sistem pakar penyakit kejiwaan ini diperuntukan kepada psikolog, psikiater, ataupun orang awam yang mau mempelajari ilmu untuk mendiagnosa gangguan kejiwaan.
Penderita gangguan kejiwaan tidak mengetahui cara mencegah/mengobati gangguan kejiwaan yang terjadi serta penyebab gejala tersebut, apalagi ditambah dengan kondisi keuangan yang kurang mendukung untuk berkonsultasi ke psikolog gangguan kejiwaan.
Masalah yang dihadapi dalam kehidupan ini dapat mempengaruhi pola pikir manusia menjadi abnormal dan itu sangatlah menjadi penyakit yang harus diwaspadai dalam mengarungi kehidupan yang penuh dengan masalah dan apalagi hidup dalam bayang-bayang hutang ataupun kebutuhan ekonomi yang serba kekurangan, semua itu bisa juga mempengaruhi terjadinya gangguan kejiwaan.
Gangguan jiwa terjadi dikarenakan banyak yang tidak mengetahui gejala- gejalanya dan tidak ditangani langsung, sehingga gangguan kejiwaan yang semula hanya berupa gejala yang ringan bisa berubah menjadi penyakit yang mengerikan yang mempengaruhi fungsi ingatan pada otak dan membuat saraf-saraf otak menjadi terganggu sehingga otak tak mampu lagi untuk mengingat apapun yang berhubungan dengan hidup yang normal. Dampak bagi seseorang yang mengalami gangguan jiwa sungguh sangat besar sehingga masyarakat sekitarpun tidak mau mendekat, apalagi gangguan jiwa tersebut disertai dengan sikap yang mengancam, maka dipastikan tidak akan ada yang mau berdekatan dengannya.
Sungguh disayangkan jika seseorang yang mengalami gangguan jiwa ini bukannya mendapatkan support untuk bisa sembuh dari penyakitnya, terkadang keluarga sendiri pun tidak mau mengambil pusing, tidak mengakuinya sebagai bagian dari keluarga tersebut sedangkan penderita gangguan kejiwaan sangat membutuhkan dukungan moril yang bisa didapatkan dari keluarga.
58
1. Sistem dapat menampilkan informasi nama penyakit.
2. Sistem dapat menampilkan gejala penyakit.
3. Sistem dapat menampilkan informasi solusi terhadap penyakit yang diderita.
4. Sistem menyediakan fasilitas admin untuk menginput, mengubah, menghapus, nama penyakit.
5. Sistem menyediakan fasilitas admin untuk menginput, mengubah, menghapus nama penyakit.
6. Sistem menyediakan fasilitas admin untuk menghubungkan relasi penyakit dan gejala untuk menemukan solusi.
7. Sistem menyediakan fasilitas buku tamu.
Untuk menggambarkan functional requirement maka dibuat diagram use case diagram sehingga memperjelas input, process, output, dan data stored.
59
Gambar 4.1 Use Case Diagram
LIHAT DATA PENYAKIT MENAMBAH DATA
RELASI
MENGUBAH DATA GEJALA LIHAT
PERTOLONGAN
60
Source Use Case Login-001
Participating Actor Admin
Description Use case ini mendeskripsikan proses login yang dilakukan oleh admin untuk mengakses menu yang disediakan oleh sistem.
Precondition admin sudah terdaftar sebagai user Typical Course of event Langkah 1 :
admin memasukkan id dan password.
Langkah 2 :
Bila id dan password belum terdaftar, user dapat melakukan registrasi.Bila sudah terdaftar user dapat masuk ke sistem sesuai dengan hak aksesnya.
Langkah 3 :
User mengakses menu yang disediakan oleh sistem Langkah 4 :
Bila user adalah siswa, menu yang dapat diakses adalah mengerjakan soal evaluasi, melihat
nilai,mengisi pertanyaan konsultasi, melihat jawaban konsultasi.Bila user adalah guru, menu yang dapat diakses adalah mengisi soal evaluasi, mengedit soal evaluasi, menghapus soal evaluasi, melihat nilai evaluasi, menjawab pertanyaan konsultasi.
Alternate Course User melakukan registrasi.
Post Condition User mengakses menu yang disediakan oleh sistem
2. Use Case Naratif Menambah Data penyakit Use-Case Name Menambah Data Penyakit
Use-Case ID L-002
Priority Tinggi
Source Use Case Menambah Data Penyakit -002 Participating Actor Admin
Description Use case ini mendeskripsikan proses menambahkan data penyakit oleh admin
Precondition admin sudah terdaftar sebagai user Typical Course of event Langkah 1 :
admin memasukkan id dan password.
Langkah 2 :
Bila id dan password belum terdaftar, user dapat melakukan registrasi.Bila sudah terdaftar user dapat masuk ke sistem sesuai dengan hak aksesnya.
Langkah 3 :
61
nilai,mengisi pertanyaan konsultasi, melihat jawaban konsultasi.Bila user adalah guru, menu yang dapat diakses adalah mengisi soal evaluasi, mengedit soal evaluasi, menghapus soal evaluasi, melihat nilai evaluasi, menjawab pertanyaan konsultasi.
Alternate Course User melakukan registrasi.
Post Condition User mengakses menu yang disediakan oleh sistem 3. Use Case Naratif Menambah Data Gejala
Use-Case Name Menambah Data Gejala
Use-Case ID L-003
Priority Tinggi
Source Use Case Menambah Data Gejala -003 Participating Actor Admin
Description Use case ini mendeskripsikan proses menambahkan data Gejala oleh admin
Precondition admin sudah terdaftar sebagai user Typical Course of event Langkah 1 :
admin memasukkan id dan password.
Langkah 2 :
Bila id dan password belum terdaftar, user dapat melakukan registrasi.Bila sudah terdaftar user dapat masuk ke sistem sesuai dengan hak aksesnya.
Langkah 3 :
User mengakses menu yang disediakan oleh sistem Langkah 4 :
Bila user adalah siswa, menu yang dapat diakses adalah mengerjakan soal evaluasi, melihat
nilai,mengisi pertanyaan konsultasi, melihat jawaban konsultasi.Bila user adalah guru, menu yang dapat diakses adalah mengisi soal evaluasi, mengedit soal evaluasi, menghapus soal evaluasi, melihat nilai evaluasi, menjawab pertanyaan konsultasi.
Alternate Course User melakukan registrasi.
Post Condition User mengakses menu yang disediakan oleh sistem
62
Use-Case ID L-004
Priority Tinggi
Source Use Case Menambah Data Relasi -004 Participating Actor Admin
Description Use case ini mendeskripsikan proses menambhakan data Relasi oleh admin
Precondition admin sudah terdaftar sebagai user Typical Course of event Langkah 1 :
admin memasukkan id dan password.
Langkah 2 :
Bila id dan password belum terdaftar, user dapat melakukan registrasi.Bila sudah terdaftar user dapat masuk ke sistem sesuai dengan hak aksesnya.
Langkah 3 :
User mengakses menu yang disediakan oleh sistem Langkah 4 :
Bila user adalah siswa, menu yang dapat diakses adalah mengerjakan soal evaluasi, melihat
nilai,mengisi pertanyaan konsultasi, melihat jawaban konsultasi.Bila user adalah guru, menu yang dapat diakses adalah mengisi soal evaluasi, mengedit soal evaluasi, menghapus soal evaluasi, melihat nilai evaluasi, menjawab pertanyaan konsultasi.
Alternate Course User melakukan registrasi.
Post Condition User mengakses menu yang disediakan oleh sistem
5. Use Case Naratif Mengubah Data Gejala
Use-Case Name Menambah Data Gejala
Use-Case ID L-005
Priority Tinggi
Source Use Case Menambah Data Gejala -005 Participating Actor Admin
Description Use case ini mendeskripsikan proses menambahkan data gejala oleh admin
Precondition admin sudah terdaftar sebagai user Typical Course of event Langkah 1 :
admin memasukkan id dan password.
Langkah 2 :
Bila id dan password belum terdaftar, user dapat melakukan registrasi.Bila sudah terdaftar user dapat
63
Bila user adalah siswa, menu yang dapat diakses adalah mengerjakan soal evaluasi, melihat
nilai,mengisi pertanyaan konsultasi, melihat jawaban konsultasi.Bila user adalah guru, menu yang dapat diakses adalah mengisi soal evaluasi, mengedit soal evaluasi, menghapus soal evaluasi, melihat nilai evaluasi, menjawab pertanyaan konsultasi.
Alternate Course User melakukan registrasi.
Post Condition User mengakses menu yang disediakan oleh sistem
6. Use Case Naratif Lihat Data Penyakit
Use-Case Name Melihat Data Penyakit
Use-Case ID L-006
Priority Tinggi
Source Use Case Melihat Data Penyakit -006 Participating Actor Admin
Description Use case ini mendeskripsikan proses melihat data penyakit oleh admin
Precondition admin sudah terdaftar sebagai user Typical Course of event Langkah 1 :
admin memasukkan id dan password.
Langkah 2 :
Bila id dan password belum terdaftar, user dapat melakukan registrasi.Bila sudah terdaftar user dapat masuk ke sistem sesuai dengan hak aksesnya.
Langkah 3 :
User mengakses menu yang disediakan oleh sistem Langkah 4 :
Bila user adalah siswa, menu yang dapat diakses adalah mengerjakan soal evaluasi, melihat
nilai,mengisi pertanyaan konsultasi, melihat jawaban konsultasi.Bila user adalah guru, menu yang dapat diakses adalah mengisi soal evaluasi, mengedit soal evaluasi, menghapus soal evaluasi, melihat nilai evaluasi, menjawab pertanyaan konsultasi.
Alternate Course User melakukan registrasi.
Post Condition User mengakses menu yang disediakan oleh sistem
64
Use-Case ID L-007
Priority Tinggi
Source Use Case Melihat Data Gejala -007 Participating Actor Admin
Description Use case ini mendeskripsikan proses melihat data Gejala oleh admin
Precondition admin sudah terdaftar sebagai user Typical Course of event Langkah 1 :
admin memasukkan id dan password.
Langkah 2 :
Bila id dan password belum terdaftar, user dapat melakukan registrasi.Bila sudah terdaftar user dapat masuk ke sistem sesuai dengan hak aksesnya.
Langkah 3 :
User mengakses menu yang disediakan oleh sistem Langkah 4 :
Bila user adalah siswa, menu yang dapat diakses adalah mengerjakan soal evaluasi, melihat
nilai,mengisi pertanyaan konsultasi, melihat jawaban konsultasi.Bila user adalah guru, menu yang dapat diakses adalah mengisi soal evaluasi, mengedit soal evaluasi, menghapus soal evaluasi, melihat nilai evaluasi, menjawab pertanyaan konsultasi.
Alternate Course User melakukan registrasi.
Post Condition User mengakses menu yang disediakan oleh sistem
8. Use Case Naratif Lihat Data Penyakit
Use-Case Name Melihat Data Penyakit
Use-Case ID L-008
Priority Tinggi
Source Use Case Melihat Data Penyakit -008 Participating Actor Admin
Description Use case ini mendeskripsikan proses melihat data penyakit oleh user
Precondition admin sudah terdaftar sebagai user Typical Course of event Langkah 1 :
User mengakses menu yang disediakan oleh sistem Langkah 2 :
Bila user adalah siswa, menu yang dapat diakses adalah mengerjakan soal evaluasi, melihat
65
evaluasi, menjawab pertanyaan konsultasi.
Alternate Course User melakukan registrasi.
Post Condition User mengakses menu yang disediakan oleh sistem
9. Use Case Naratif Konsultasi
Use-Case Name Konsultasi
Use-Case ID L-009
Priority Tinggi
Source Use Case Konsultasi -009
Participating Actor Admin
Description Use case ini mendeskripsikan Konsultasi oleh user Precondition admin sudah terdaftar sebagai user
Typical Course of event Langkah 1 :
User mengakses menu yang disediakan oleh sistem Langkah 2 :
Bila user adalah siswa, menu yang dapat diakses adalah mengerjakan soal evaluasi, melihat
nilai,mengisi pertanyaan konsultasi, melihat jawaban konsultasi.Bila user adalah guru, menu yang dapat diakses adalah mengisi soal evaluasi, mengedit soal evaluasi, menghapus soal evaluasi, melihat nilai evaluasi, menjawab pertanyaan konsultasi.
Alternate Course User melakukan registrasi.
Post Condition User mengakses menu yang disediakan oleh sistem
10. Use Case Naratif Lihat Pertolongan
Use-Case Name Melihat Pertolongan
Use-Case ID L-010
Priority Tinggi
Source Use Case Melihat Pertolongan -010 Participating Actor Admin
Description Use case ini mendeskripsikan proses melihat pertolongan oleh user
Precondition admin sudah terdaftar sebagai user Typical Course of event Langkah 1 :
User mengakses menu yang disediakan oleh sistem Langkah 2 :
Bila user adalah siswa, menu yang dapat diakses
66
evaluasi, menghapus soal evaluasi, melihat nilai evaluasi, menjawab pertanyaan konsultasi.
Alternate Course User melakukan registrasi.
Post Condition User mengakses menu yang disediakan oleh sistem
11. Use Case Naratif Lihat info
Use-Case Name Melihat Info
Use-Case ID L-011
Priority Tinggi
Source Use Case Melihat Info -011 Participating Actor Admin
Description Use case ini mendeskripsikan proses melihat info oleh user
Precondition admin sudah terdaftar sebagai user Typical Course of event Langkah 1 :
User mengakses menu yang disediakan oleh sistem Langkah 2 :
Bila user adalah siswa, menu yang dapat diakses adalah mengerjakan soal evaluasi, melihat
nilai,mengisi pertanyaan konsultasi, melihat jawaban konsultasi.Bila user adalah guru, menu yang dapat diakses adalah mengisi soal evaluasi, mengedit soal evaluasi, menghapus soal evaluasi, melihat nilai evaluasi, menjawab pertanyaan konsultasi.
Alternate Course User melakukan registrasi.
Post Condition User mengakses menu yang disediakan oleh sistem
12. Use Case Naratif Lihat Buku Tamu
Use-Case Name Melihat Buku Tamu
Use-Case ID L-012
Priority Tinggi
Source Use Case Melihat Buku Tamu -012 Participating Actor Admin
Description Use case ini mendeskripsikan proses melihat buku tamu oleh user
Precondition admin sudah terdaftar sebagai user Typical Course of event Langkah 1 :
User mengakses menu yang disediakan oleh sistem
67
konsultasi.Bila user adalah guru, menu yang dapat diakses adalah mengisi soal evaluasi, mengedit soal evaluasi, menghapus soal evaluasi, melihat nilai evaluasi, menjawab pertanyaan konsultasi.
Alternate Course User melakukan registrasi.
Post Condition User mengakses menu yang disediakan oleh sistem
4.1.2. Non Functional Requirement
Dari aplikasi sistem pakar yang akan dibuat didefinisikan bentuk non functional requirement sebagai berikut :
NON FUNCTIONAL REQUIREMENTS Tipe Kebutuhan Penjelasan
Performance 1. Memiliki response time yang cepat
Information 1. Informasi yang ditampilkan akurat dan sesuai kebutuhan 2. Informasi dapat di-update sesuai kebutuhan
Economy 1. Sistem dapat menekan biaya pembelian buku dan pencetakan modul.
2. Sistem dapat diakses kapan saja dan dimana saja melalui komputer yang terhubung jaringan.
Control and Security
1. Sistem harus dapat melakukan kontrol terhadap
pengaksesan dengan adanya login
Efficiency 1. Penggunaan sistem dapat mendorong efisiensi pemakaian kertas
Service 1. Sistem berbasis Jaringan
2. Sistem harus mudah digunakan (user friendly)
3. Dokumentasi pembuatan sistem yang rapi dan
terstruktur
4. Sistem harus dapat meminimalisir human error
68
untuk mendiagnosa gangguan kejiwaan sehingga masyarakat mengetahui gejala- gejalanya sejak dini. Aplikasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan yang dimiliki oleh pakar yang keahliannya dituangkan dalam aplikasi ini.
Aplikasi ini dapat menjadi alternatif yang tepat bagi masyarakat untuk mengetahui rincian dari gangguan kejiwaan, dengan menggunakan aplikasi ini tidak usah lagi merasa malu dilihat masyarakat ataupun tetangga ketika pergi ke psikolog, karena aplikasi ini bisa digunakan dimana saja dan kapan saja sesuai kebutuhan pasien. Tetapi yang paling penting untuk mendapatkan kesembuhan jiwa tersebut adalah dukungan penuh keluarga dan kerabat terdekat, karena seseorang yang mengalami gangguan jiwa sesungguhnya sangat membutuhkan bantuan atau support terbesar dari keluarga dan kerabatnya.
Dibawah ini terdapat beberapa tabel dasar pengetahuan dari aplikasi sistem pakar diagnosa gangguan kejiwaan yang terdiri dari tabel nama-nama penyakit gangguan kejiwaan yang disertai dengan kode penyakitnya, serta tabel gejala yang berisi daftar gejala yang ada pada sistem pakar ini.
a. Tabel Dasar Gangguan jiwa
Kategori gangguan kejiwaan dapat dilihat pada tabel 4.1 dibawah ini.
Tabel 4.1
Tabel Dasar Penyakit Gangguan Jiwa
Kode penyakit Nama Gangguan
P1 Demensia
P2 Amnesia
P3 Gangguan akibat alkohol dan zat
P4 Skizofrenia
P5 Skizofrenia paranoid P6 Skizofrenia katatonik P7 Skizofrenia terdisorganisasi P8 Skizofrenia residual
P9 Skizotipal
P10 Gangguan waham menetap
P11 Gangguan waham induksi
P12 Depresi
69 P17 Gangguan Neurosis Depresi
P18 Gangguan campuran ansietas dan depresi P19 Gangguan obsesi-kompulsi
P20 Reaksi Stress berat P21 Gangguan penyesuaian P22 gangguan disosiatif
P23 Gangguan somatoform
P24 Gangguan Kepribadian khas P25 Gangguan Kepribadian paranoid
P26 Gangguan kepribadian emosional tak stabil tipe impulsive.
P27 Gangguan kepribadian anti social P28 Gangguan kepribadian schizoid P29 Gangguan kepribadian anankastis P30 Gangguan kepribadian histrionic P31 Gangguan kepribadian dependen P32 Gangguan kepribadian narsisistik P33 Gangguan kepribadian menghindar P34 Penyakit tidak ditemukan
b. Tabel Dasar Gejala Gangguan jiwa secara detail dapat dilihat pada tabel 4.2 dibawah ini.
Tabel 4.2
Tabel Dasar Gejala Gangguan Kejiwaan Kode
Gejala
Nama Gejala G001 Daya ingat jangka pendek terganggu G002 Orientasi memburuk
G003 Gangguan persepsi G004 Intelektual menurun
G005 Perubahan afek dan tingkah laku
G006 Kurang perduli terhadap akibat tingkah laku G007 Pasien tampak iritabel dan eksplosif
G008 Ketidakmampuan mempelajari hal baru G009 Orientasi orang tidak terganggu
G010 Daya ingat jangka panjang tidak terganggu G011 Daya ingat segera masih baik
G012 Perubahan kepribadian G013 Apatis
70 G018 Mengalami sakau
G019 isi pikiran diri sendiri yang berulang, walaupun isinya sama tapi kualitasnya berbeda
G020 Terbuka tentang isi pikirannya
G021 halusinasi yang dikendalikan oleh pemikiran yang bersifat mistik atau mukjizat
G022 halusinasi suara yang berkomentar (halusinasi auditorik) G023 halusinasi menetap yang menurut budaya sekitar tidak wajar G024 halusinasi menetap dari panca indera apasaja yang
mengambang disertai ide-ide berlebihan yang menetap
G025 arus pikiran terputus yang berakibat
inkoherensi/pembicaraan yang tidak nyambung G026 Gelisah
G027 jarang bicara
G028 menarik diri dari pergaulan social G029 tidak adanya gejala depresi
G030 Tidak ada gejala bicara terdisorganisasi G031 tidak ada gejala perilaku terdisorganisasi G032 tidak ada gejala afek yang datar
G033 imobilitas motorik seperti katalepsi atau stupor
71 Gejala
G034 Aktivitas motorik yang berlebihan G035 negativisme yang ekstrim atau mutisme G036 gerakan volunter yang aneh
G037 Bicara terdisorganisasi G038 Perilaku terdisorganisasi G039 Afek yang datar
G040 Tidak adanya waham/halusinasi G041 Bersikap acuh tak acuh
G042 Sikap/Perilaku aneh G043 Penampilan aneh
G044 Hubungan sosial yang buruk G045 Sikap Paranoid
G046 Pikaran obsesional yang berulang G047 Persepsi panca indera yang tak lazim G048 Pikiran yang samar-samar
G049 Ilusi
G050 Gangguan waham yang berlangsung lama adalah satu- satunya gejala yang paling mencolok dan tak tergolongkan G051 Dua orang atau lebih mengalami waham yang sama dan
saling mendukung keyakinan waham tersebut G052 Dua orang atau lebih mempunyai hubungan dekat
G053 Ada bukti waham diinduksi pada anggota pasif dari suatu pasangan atau kelompok melalui kontak dgn anggota yg aktif G054 afek depresi
G055 kehilangan minat dan kegembiraan
G056 energi yang lemah dan menurunnya aktifitas G057 konsentrasi berkurang
G058 harga diri rendah
G059 Merasa bersalah dan tidak berguna G060 pandangan masa depan suram/pesimistik G061 ingin bunuh diri
G062 tidur terganggu
G063 Nafsu makan berkurang
G064 ketidakstabilan menetap dari afek G065 banyak periode depresi ringan
G066 Afek depresi terjadi pada usia dini dari masa dewasa
G067 Sekurang-kurangnya afek depresi berlangsung beberapa tahun
72 Gejala
G068 Gemetar G069 Sakit kepala G070 Berkeringat G071 sesak nafas
G072 perasaan tercekik G073 perasaan tidak nyaman G074 Gangguan perut
G075 Palpitasi G076 Derealisasi
G077 Sifat menjadi gila G078 rasa takut mati
G079 parestesi(mati rasa atau sensasi geli) G080 Menggigil
G081 Gelisah
G082 Cemas
G083 hiperaktivitas otonom G084 Mudah tersinggung G085 Mudah kaget G086 perasaan muram G087 Murung
G088 Sedih
G089 perubahan nafsu makan G090 pola tidur berubah G091 hilangnya energy
G092 penurunan dorongan seksual G093 Obsesi terhadap kontaminasi
G094 obsesi keragu-raguan diikuti pengecekan kompulsi G095 pikiran obsesional yang mengganggu
G096 kebutuhan terhadap simetrisitas atau ketepatan G097 stressor (peristiwa yang menimbulkan stress)
G098 Perubahan besar dalam kehidupan yang menimbulkan kondisi tidak nyaman dan berkelanjutan
G099 perilaku suka menyerang G100 kebut-kebutan saat berkendara G101 minum berlebihan
G102 tidak bertanggung jawab
G103 kehilangan sebagian atau seluruh integrasi normal (dibawah kendali kesadaran)
G104 Keluhan gejala fisik yang berulang dan disertai pemeriksaan medik, walaupun sudah ditegaskan hasilnya negative
G105 pola perilaku abnormal berlangsung lama
73 Gejala
G106 pola perilaku abnormalnya pervasive dan jelas maladaftif terhadap berbagai keadaan pribadi dan sosial yang luas G107 perilaku abnormal sudah muncul pada masa kanak-kanak
atau remaja dan berlanjut sampai dewasa G108 Kecurigaan
G109 kepekahan berlebihan
G110 cendrung menyimpan dendam
G111 menyalahartikan tindakan orang lain G112 mempertahankan gigi hak pribadinya
G113 kecurigaan berulang tentang kesetiaan pasangan G114 merasa paling penting
G115 dirundung perasaan persekongkolan tanpa bukti G116 ketidak stabilan emosional
G117 kekurangan pengendalian impuls (dorongan hati) G118 ledakan kekerasan
G119 tidak peduli dengan perasaan orang lain G120 tidak mampu mempertahankan hubungan G121 mudah frustasi
G122 Agresif
G123 Tidak mampu menerima kesalahan dan belajar dari pengalaman
G124 cendrung menyalakan orang lain G125 emosi dingin
G126 kurang mampu menyatakan kehangatan, kelembutan, atau kemarahan terhadap orang lain
G127 Bersikap cuek
G128 kurang tertarik menjalin hubungan seksual G129 selalu menyendiri
G130 perasaan ragu dan hati-hati
G131 keterpakuan terhadap rincian,peraturan,daftar,perintah,atau jadwal
G132 sikap perfeksionalisme G133 ketelitian berlebihan
G134 kecendrungan yang tidak semestinya untuk menciptakan kesenangan dan hubungan interpersonal
G135 kaku dan keras kepala
G136 pemaksaan secara tidak masuk akal terhadap orang lain G137 ekspresi emosi yang mendramatisasikan sendiri
G138 mudah dipengaruhi
G139 terus menerus mencari kepuasan dan perhatian
G140 kegairahan yang tidak pantas dalam penampilan dan perilaku
74
Tabel Dasar Gejala Gangguan Kejiwaan (lanjutan) Kode
Gejala
Nama Gejala
G142 membiarkan orang lain untuk mengambil sebagian besar keputusan tentang dirinya
G143 mementingkan kebutuhan orang lain
G144 keengganan menuntut secara layak kepada orang tempat dia bergantung
G145 tidak mampu mengurus diri sendiri
G146 terpaku pada ketakutan terhadap ditinggal orang terdekat G147 keterbatasan membuat keputusan sehari-hari
G148 perasaan tidak berdaya G149 tidak kompeten
G150 menanggapi kritik dengan sangat buruk G151 pura-pura simpati untuk kepentingan sendiri G152 memiliki harga diri yang rapu
G153 rentan depresi
G154 perasaan tegang dan takut menetap G155 tidak percaya diri
G156 kekhawatiran yang berlebihan
G157 tidak mau terlibat dengan orang lain kecuali dia yakin akan disukai
G158 pembatasan keamanan hidup dengan alasan keamanan fisik G159 menghindari aktifitas sosial karena takut dikritik, tidak
didukung, atau ditolak
c. Tabel Dasar Solusi Gangguan Kejiwaan
Solusi dari penyakit-penyakit serta kodenya dapat dilihat pada tabel 4.3.
75 Penyakit
P001 Secara umum, terapi pada demensia adalah perawatan medis yang mendukung,memberi dukungan emosional pada pasien dan keluarganya, serta farmakoterapi untuk gejala yang spesifik. Terapi sistomanik meliputi diet, latihan fisik yang sesuai, terapi rekreasional dan aktivitas, serta penanganan terhadap masalah-masalah lain. Sebagai farmakoterapi, benzodiazepine diberikan untuk ansietas dan insomnia,antidepresan untuk depresi, serta antipsikotik untuk gejala waham dan halusinasi.
P002 Terutama ditujukan kepada penyakit yang mendasarinya. Pendekatan bersifat suportif yang berkaitan dengan waktu dan tempat akan sangat membantu pasien dan mengurangi rasa cemasnya.
Setelah episode amnesia teratasi, beberapa jenis psikoterapi (kognitif, psikodinamik, atau suportif) mungkin dapat membantu pasien.
P003 Pendekatan pengobatan untuk penyalahgunaan zat bervariasi menurut zat, pola penyalahgunaan, tersedianya sistem pendukung dan ciri individual pasien. Tujuan utama pengobatan adalah abstinensi zat serta mencapai kesehatan fisik psikiatrik dan psikososial.
Pendekatan pengobatan awal dapat dilakukan dengan rawat inap atau rawat jalan. Pengobatan rawat inap diindikasikan pada adanya gejal medis atau psikiatri yang parah, suatu riwayat gagalnya pengobatan rawat jalan, tidak adanya dukungan psikososial, atau riwayat penggunaan zat yang parah atau berlangsung lama.
76 P004 s/d P011 Prinsip umum:
1. Pendekatan per individu.
2. farmakoterapi (antipsikotik) harus ditunjang oleh psikoterapi.
3. Satu macam pendekatan terapi tidak cukup.
Tujuan utama perawatan di RS adalah ikatan efektif antara pasien dan sistem pendukung masyarakat.
Indikasi rawat :
1. Keperluan diagnosis dan terapi.
2. Keamanan pasien karena ide-ide bunuh diri atau homosidal.
3. Disorganisasi yang jelas dan perilaku inappropriate, termasuk hendaya dalam fungsi pribadi.
Khusus gangguan skizotipal (p012), seringkali pasien juga menderita depresi dan asietas yang perlu ditangani.
Psikoterapi pada umumnya bersifat suportif dan edukatif dengan tujuan rehabilitasi sosial.
P012 s/d P014 Prinsip umum:
1. Keamanan pasien harus terjamin.
2. Pemeriksaan diagnotik yang lengkap harus dilakukan.
3. Rencana pengobatan harus disusun untuk mengatasi semua gejala yang diperkirakan akan muncul.
4. Terapi harus menurunkan jumlah dan keparahan stresor pada pasien.
5. Strategi pengobatan harus disampaikan kepada keluarga pasien.
6. Pengobatan yang paling efektif adalah kombinasi antara farmakoterapi dan psikoterapi.
Indikasi rawat :
1. Perlu prosedur diagnotik.
2. Ada resiko bunuh diri atau membunuh 3. Ada penurunan kemampuan dasar yang jelas.
4. Riwayat gejala yang berkembang dengan pesat dan hancurnya sistem pendukung pasien.
Tiga jenis psikoterapi jangka pendek yang dapat dilakukan adalah terapi kognitif, terapi interpersonal, dan terapi perilaku.
77
P015 Penatalaksanaan meliputi farmakoterapi dan psikoterapi. Perlu diketahui bahwa gejala panic baru tampak berkurang setelah minum obat 2-4 minggu.
Psikoterapi meliputi terapi kognitif dan perilaku. Terapi psikososial lain yang dapat digunakan adalah terapi keluarga dan psikoterapi berorientasi tilikan. Perhatian khusus ditujukan kepada makna yang tak disadari terhadap panik.
P016 Pengobatan yang tepat adalah kombinasi psikoterapi, farmakologi, dan pendekatan suportif.
Pendekatan psikoterapi utama adalah terapi kognitif perilaku, suportif, dan berorientasi tilikan. Dua obat utama adalah buspiron dan benzodiazepine.
P017 Kombinasi farmakoterapi dan terapi kognitif maupun perilaku mungkin merupakan pengobatan yang paling efektif untuk gangguan ini.
P018 Pendekatan psikoterapi dapat berupa terapi kognitif atau modifikasi perilaku.
Farmakoterapi dapat termasuk obat antiansietas atau obat anti depresan atau keduanya.
Diantara obat
P019 Penatalaksanaan meliputi farmakoterapi dan psikoterapi.
Pengobatan farmakoterapi standar adalah dengan obat spesifik serotinom seperti klomipramin atau penghambat ambilan kembali serotonim spesifik (SSRI) seperti sfuoksetin. Bila terapi gagal, terapi dapat diperkuat dengan menambahkan litium atau penghambat monoamin oksidase (MAOI), khususnya fenelzin.
Psikoterapi meliputi terapi perilaku dengan desensitisasi dan terapi keluarga bela terdapat factor disharmoni keluarga yang mempengaruhi timbulnya gangguan tersebut.
P020 Terapi
Pendekatan utama adalah mendukung, mendorong untuk mendiskusikan peristiwa, dan pendidikan tentang berbagai mekanisme mengatasinya.
Uji klinik menyatakan imipramin dan imitriptilin baik.
Obatlain yang mungkin berguna adalah SSRI, MAOI, dan anti konvulsan.
78 Penyakit
P021 Psikoterapi tetap merupakan pengobatan terpilih untuk gangguan penyesuaian. Terapi kelompok dapat sangat berguna. Tipe terapi singkat, intervensi krisis ditujukan untuk membantu orang dengan gangguan penyesuaian memecahkan situasi dengan cepat dengan teknik suportif, sugesti, penentraman, modifikasi lingkungan, dan bahkan perawatan dirumah sakit. Fleksibilitas penting dalam pendekatan ini.
Pasien mungkin berespon terhadap obat antiansietas atau antidepresan, tergantung jenis gangguan. Bila cemas berat mungkin dapat digunakan dosis kecil medikasi antipsikotik.
Pasien dengan manifestasi menarik diri mungkin mendapat manfaat dari medikasi psikostimulan singkat.
P022 Penatalaksanaan dengan menggali kondisi fisik dan neurologiknya. Bila tidak ditemukan kelainan fisik/neurologic, perlu dijelaskan pada pasien dan dilakukan pendekatan psikologik terhadap penanganan gejala-gejala yang ada.
P023 Gangguan somatisasi ditatalaksana dengan ikatan terapeutik, perjanjian teratur, dan intervensi kritis.
Penatalaksanaan untuk gangguan konversi adalah sugesti dan persuasi dengan berbagai teknik . strategi penatalaksanaan pada hipokondriasis meliputi pencacatan gejala, tinjauan psikososial, dan psikoterapi.
Gangguan dismorfik tubuh diterapi dengan ikatan terapeutik, menentukan kembali tujuan terapi, dan pemberian antidepresan.
P024 s/d P033 Pada umumnya tidak mudah, karena berawal pada usia dini. Pola perilaku, sikap, hubungan interpersonal dan keterbatasan fungsinya sudah berakar mendalam dan pada umumnya egosistonik. Tidak jarang orang itu justru bangga.
Upaya terapi mula-mula ditujukan agar pasien menyadari bahwa gangguan kepribadianmengakibatkanterjadinya disfungsi bagi dirinya, khususnya dalam hubungan sosialnya.
P034 Penyakit tidak ditemukan, maka tidak ada solusi.
79 4.3.1 Mesin Inferensi
Mesin inferensi adalah otak dari proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang diketahui atau diasumsikan. Inferensi adalah konklusi logis (logical conclusion) atau implikasi berdasarkan informasi yang tersedia. Dalam sistem pakar, proses inferensi dilakukan dalam suatu modul yang disebut inference Engine (Mesin inferensi).
4.3.1.1 Pemilihan Teknik Inferensi
Pemilihan teknik inferensi untuk pembuatan sistem pakar ini menggunakan metode inferensi runut maju yang berarti menggunakan himpunan aturan kondisi-aksi. Dalam metode ini, data digunakan untuk menentukan aturan mana yang akan dijalankan, kemudian aturan tersebut dijalankan. Mungkin proses menambahkan data ke memori kerja. Proses diulang sampai ditemukan suatu hasil (Wilson ,1998).
Metode inferensi runut maju cocok digunakan untuk menangani masalah pengendalian (controlling) dan peramalan (prognosis) (Giarattano dan riley, 1994). Untuk memudahkan pemahaman mengenai metode ini, akan diberikan ilustrasi kasus pembuatan sistem pakar sebagai berikut:
Ingin diperoleh konklusi yang ada berdasarkan premis-premis dalam aturan dan fakta yang diberikan oleh user. Berikut ini adalah daftar aturan:
Aturan 9 :
Jika Premis 1 Dan Premis 2 Dan Premis 3 Maka Konklusi 1 Aturan 10 :
Jika Premis 1 Dan Premis 3
80 Jika Premis 2
Dan Premis 3 Dan Premis 5 Maka Konklusi 3 Aturan 12
Jika Premis 1 Dan Premis 4 Dan Premis 5 Dan Premis 6 Maka Konklusi 4
Jika aturan ini kita gambarkan sebagai sebuah graph yang memetakan antara premis-premis dan konklusi-konklusi akan tampak seperti gambar 4.1
Penelusuran maju pada kasus ini adalah untuk mengetahui apakah suatu fakta yang dialami oleh pengguna itu termasuk konklusi 1, konklusi 2, konklusi 3, atau konklusi 4 atau bahkan bukan salah satu dari konklusi tersebut, yang artinya sistem belum mampu mengambil kesimpulan karena keterbatasan aturan.
81
82
dialami dengan memilih dengan memilih satu atau beberapa dari daftar premis yang tersedia. Berarti daftar premisnya adalah
Premis 1, Premis 2, Premis 3, Premis 4, Premis 5 dan Premis 6
Berdasarkan premis-premis yang dipilih, maka sistem akan mencari aturan yang sesuai, sehingga akan diperoleh konklusinya.
Seandainya user memilih Premis 1, Premis 2 dan Premis 3 maka aturan yang terpilih adalah aturan 1 dengan konklusinya adalah konklusi 1.
Seandainya user memilih Premis 1 dan Premis 6, maka sistem akan mengarah pada aturan 4 dengan konklusinya adalah konklusi 4, tetapi karena aturan tersebut premisnya adalah premis 1, premis 4, premis 5 dan premis 6.
Maka premis-premis yang dipilih oleh user tidak cukup untuk mengambil kesimpulan konklusi 4 sebagai konklusi terpilih.
4.3.2 Tabel Keputusan
Tabel keputusan disusun berdasarkan relasi dari setiap atributnya. Tabel keputusan yang akan dibentuk terdiri dari dua jenis berdasarkan relasinya, yaitu relasi antara tabel penyakit dengan tabel gejala serta relasi antara tabel gejala dengan tabel solusi.
83
Penyakit G1 G2 G3 G4 G5 G6 G7 G8 G9 G10 G11 G12 G13 G14 G15 G16 G17 G18 G19 G20
P1 √ √ √ √ √ √ √
P2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
P3 √ √ √
P4 √ √
P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11
P12 √
P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19
84
Penyakit G1 G2 G3 G4 G5 G6 G7 G8 G9 G10 G11 G12 G13 G14 G15 G16 G17 G18 G19 G20 P20
P21 P22 P23 P24 P25 P26 P27 P28 P29 P30 P31 P32 P33 P34
85
Penyakit G21 G22 G23 G24 G25 G26 G27 G28 G29 G30 G31 G32 G33 G34 G35 G36 G37 G38 G39 G40 P1
P2 P3
P4 √ √ √ √ √ √ √ √ √
P5 √ √ √ √
P6 √ √ √ √
P7 √ √ √
P8 √ √ √
P9 √
P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19
86
Penyakit G21 G22 G23 G24 G25 G26 G27 G28 G29 G30 G31 G32 G33 G34 G35 G36 G37 G38 G39 G40 P20
P21 √
P22 P23 P24 P25 P26 P27
P28 √
P29
P30 √
P31 P32 P33 P34
87
Penyakit G41 G42 G43 G44 G45 G46 G47 G48 G49 G50 G51 G52 G53 G54 G55 G56 G57 G58 G59 G60 P1
P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8
P9 √ √ √ √ √ √ √ √ √
P10 √
P11 √ √ √
P12 √ √ √ √ √ √ √
P13
P14 √
P15 P16
P17 √ √
P18 √
P19
88
Penyakit G41 G42 G43 G44 G45 G46 G47 G48 G49 G50 G51 G52 G53 G54 G55 G56 G57 G58 G59 G60 P20
P21 √
P22 P23
P24 √
P25 P26 P27 P28 P29 P30 P31 P32 P33 P34
89
Penyakit G61 G62 G63 G64 G65 G66 G67 G68 G69 G70 G71 G72 G73 G74 G75 G76 G77 G78 G79 G80 P1
P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12
P13 √ √
P14 √ √
P15 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
P16 √ √ √
P17 P18 P19
90
Penyakit G61 G62 G63 G64 G65 G66 G67 G68 G69 G70 G71 G72 G73 G74 G75 G76 G77 G78 G79 G80 P20
P21 P22 P23 P24 P25 P26 P27 P28 P29 P30 P31 P32 P33 P34
91
Penyakit G81 G82 G83 G84 G85 G86 G87 G88 G89 G90 G91 G92 G93 G94 G95 G96 G97 G98 G99 G100 P1
P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12 P13 P14 P15
P16 √ √ √ √ √
P17 √ √ √ √ √ √ √
P18 √
P19 √ √ √ √
92
Penyakit G81 G82 G83 G84 G85 G86 G87 G88 G89 G90 G91 G92 G93 G94 G95 G96 G97 G98 G99 G100
P20 √ √
P21 √ √ √ √
P22 P23 P24 P25 P26 P27 P28 P29 P30
P31 √
P32 P33 P34
93
penyakit G101 G102 G103 G104 G105 G106 G107 G108 G109 G110 G111 G112 G113 G114 G115 P1
P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19
94
penyakit G101 G102 G103 G104 G105 G106 G107 G108 G109 G110 G111 G112 G113 G114 G115 P20
P21 √ √
P22 √
P23 √
P24 √ √
P25 √ √ √ √ √ √ √ √
P26
P27 √
P28 P29 P30 P31
P32 √
P33 P34
95
penyakit G116 G117 G118 G119 G120 G121 G122 G123 G124 G125 G126 G127 G128 G129 G130 P1
P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19
96
penyakit G116 G117 G118 G119 G120 G121 G122 G123 G124 G125 G126 G127 G128 G129 G130 P20
P21 P22 P23 P24 P25
P26 √ √ √
P27 √ √ √ √ √ √
P28 √ √ √ √ √
P29 √
P30 P31 P32 P33 P34
97
penyakit G131 G132 G133 G134 G135 G136 G137 G138 G139 G140 G141 G142 G143 G144 G145 P1
P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19
98
penyakit G131 G132 G133 G134 G135 G136 G137 G138 G139 G140 G141 G142 G143 G144 G145 P20
P21 P22 P23 P24 P25 P26 P27 P28
P29 √ √ √ √ √ √
P30 √ √ √ √ √
P31 √ √ √ √
P32 P33 P34
99
penyakit G146 G147 G148 G149 G150 G151 G152 G153 G154 G155 G156 G157 G158 G159 P1
P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19
100
penyakit G146 G147 G148 G149 G150 G151 G152 G153 G154 G155 G156 G157 G158 G159 P20
P21 P22 P23 P24 P25 P26 P27 P28 P29 P30
P31 √ √ √ √
P32 √ √ √ √
P33 √ √ √ √ √ √
P34
101
Gejala S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19
G1 √ √
G2 √ √
G3 √
G4 √
G5 √
G6 √
G7 √
G8 √
G9 √
G10 √
G11 √
G12 √
G13 √
G14 √
G15 √
G16 √
G17 √
G18 √
G19 √
G20 √
102
Gejala S20 S21 S22 S23 S24 S25 S26 S27 S28 S29 S30 S31 S32 S33 S34
G1 G2 G3 G4 G5 G6 G7 G8 G9 G10 G11 G12 G13 G14 G15 G16 G17 G18 G19 G20
103
Gejala S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19
G21 √
G22 √ √ √
G23 √
G24 √
G25 √
G26 √
G27 √
G28 √
G29 √
G30 √ √
G31 √ √
G32 √
G33 √
G34 √
G35 √
G36 √
G37 √
G38 √
G39 √
G40 √
104
Gejala S20 S21 S22 S23 S24 S25 S26 S27 S28 S29 S30 S31 S32 S33 S34
G21 G22 G23 G24 G25 G26 G27
G28 √ √
G29 G30 G31 G32 G33 G34 G35 G36 G37 G38
G39 √
G40
105
Gejala S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19
G41 √
G42 √
G43 √
G44 √
G45 √
G46 √
G47 √
G48 √
G49 √
G50 √
G51 √
G52 √
G53 √
G54 √ √
G55 √
G56 √ √
G57 √
G58 √ √
G59 √
G60 √
106
Gejala S20 S21 S22 S23 S24 S25 S26 S27 S28 S29 S30 S31 S32 S33 S34
G41 G42 G43 G44 G45 G46 G47 G48 G49 G50 G51 G52 G53
G54 √
G55 G56 G57 G58 G59 G60
107
Gejala S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19
G61 √
G62 √
G63 √
G64 √
G65 √
G66 √
G67 √
G68 √ √
G69 √ √
G70 √
G71 √ √
G72 √
G73 √
G74 √
G75 √
G76 √
G77 √
G78 √
G79 √
G80 √
108
Gejala S20 S21 S22 S23 S24 S25 S26 S27 S28 S29 S30 S31 S32 S33 S34
G61 G62 G63 G64 G65 G66 G67 G68 G69 G70 G71 G72 G73 G74 G75 G76 G77 G78 G79 G80
109
Gejala S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19
G81 √
G82 √ √
G83 √
G84 √
G85 √
G86 √
G87 √
G88 √
G89 √
G90 √
G91 √
G92 √
G93 √
G94 √
G95 √
G96 √
G97 G98 G99 G100
110
Gejala S20 S21 S22 S23 S24 S25 S26 S27 S28 S29 S30 S31 S32 S33 S34
G81
G82 √
G83 G84 G85 G86 G87 G88 G89 G90 G91 G92 G93 G94 G95 G96
G97 √ √
G98 √
G99 √
G100 √
111
Gejala S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19 G101
G102 G103 G104 G105 G106 G107 G108 G109 G110 G111 G112 G113 G114 G115 G116 G117 G118 G119 G120
112
Gejala S20 S21 S22 S23 S24 S25 S26 S27 S28 S29 S30 S31 S32 S33 S34
G101 √
G102 √ √
G103 √
G104 √
G105 √
G106 √
G107 √
G108 √
G109 √
G110 √
G111 √
G112 √
G113 √
G114 √ √
G115 √
G116 √
G117 √
G118 √
G119 √
G120 √
113
Gejala S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19 G121
G122 G123 G124 G125 G126 G127 G128 G129 G130 G131 G132 G133 G134 G135 G136 G137 G138 G139 G140
114
Gejala S20 S21 S22 S23 S24 S25 S26 S27 S28 S29 S30 S31 S32 S33 S34
G121 √
G122 √
G123 √
G124 √
G125 √
G126 √
G127 √
G128 √
G129 √
G130 √
G131 √
G132 √
G133 √
G134 √
G135 √
G136 √
G137 √
G138 √
G139 √
G140 √
115
Gejala S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19 G141
G142 G143 G144 G145 G146 G147 G148 G149 G150 G151 G152 G153 G154 G155 G156 G157 G158 G159
116
Gejala S20 S21 S22 S23 S24 S25 S26 S27 S28 S29 S30 S31 S32 S33 S34
G141 √
G142 √
G143 √
G144 √
G145 √
G146 √
G147 √
G148 √
G149 √
G150 √
G151 √
G152 √
G153 √
G154 √
G155 √
G156 √
G157 √
G158 √
G159 √
117 Gambar 4.3
Pohon keputusan bagian awal
118
119
jenis penyakitnya yang dapat dilihat pada tabel 4.6.
Tabel 4.6
Kaidah Produksi Sistem Pakar Diagnosis Gangguan Kejiwaan Rule 1
IF Gejala : Daya ingat jangka pendek terganggu.
AND Orientasi memburuk.
AND Gangguan persepsi.
AND Intelektual menurun.
AND Perubahan afek dan tingkah laku.
AND Kurang perduli terhadap akibat tingkah laku.
AND Tampak Iritabel dan eksplosif.
THEN Gangguan Demensia (S1) Rule 2
IF Gejala : Daya ingat jangka pendek terganggu.
AND Orientasi memburuk.
AND Ketidakmampuan mempelajari hal baru.
AND Orientasi orang tidak terganggu .
AND Daya ingat jangka panjang tidak terganggu.
AND Daya ingat segera masih baik.
AND Perubahan kepribadian.
AND Apatis.
AND Kurang inisiatif.
AND Kebingungan.
THEN Amnesia (S2)
120
IF Gejala : Penggunaan zat/alcohol sudah mempengaruhi kehidupan.
AND beraktifitas mencari zat.
AND Sakit perut.
AND Mengalami sakau.
THEN Gangguan akibat alcohol dan zat (S3) Rule 4
IF Gejala : Isi pikiran diri sendiri yang berulang, walaupun isinya sama tapi kualitasnya berbeda.
AND Terbuka tentang isi pikirannya.
AND Syok anafilaktik.
AND Halusinasi yang dikendalikan oleh pemikiran yang bersifat mistik atau mukjizat.
AND Halusinasi suara yang berkomentar (halusinasi auditorik).
AND Halusinasi menetap yang menurut budaya sekitar tidak wajar.
AND Halusinasi menetap dari panca indera apasaja yang mengambang disertai ide-ide berlebihan yang menetap.
AND Harus pikiran terputus yang berakibat inkoherensi/pembicaraan yang tidak nyambung.
AND Gelisah AND Jarang bicara.
AND Menarik diri dari pergaulan social.
AND Tidak adanya gejala depresi.
THEN Skizofrenia (S4)
121 Rule 5
IF Gejala : halusinasi suara yang berkomentar (halusinasi auditorik).
AND Tidak ada gejala bicara terdisorganisasi.
AND Tidak ada gejala perilaku terdisorganisasi.
AND Tidak ada gejala afek yang datar.
THEN Skizofrenia Paranoid (S5) Rule 6
IF Gejala : imobilitas motorik seperti katalepsi atau stupor.
AND Aktivitas motorik yang berlebihan.
AND Negativisme yang ekstrim atau mutisme.
AND Gerakan volunter yang aneh.
THEN Skizofrenia katatonik (S6) Rule 7
IF Gejala : Bicara terdisorganisasi.
AND perilaku terdisorganisasi.
AND Afek yang datar.
THEN Skizofrenia terdisorganisasi (S7) Rule 8
IF Gejala : Tidak ada gejala bicara terdisorganisasi.
AND tidak adanya waham/halusinasi.
AND Tidak ada gejala perilaku terdisorganisasi.
THEN Skizofrenia residual (S8)
122 Rule 9
IF Gejala : halusinasi suara yang berkomentar (halusinasi auditorik).
AND Bersikap acuh tak acuh.
AND Sikap/Perilaku aneh.
AND Penampilan aneh.
AND Hubungan sosial yang buruk.
AND Sikap Paranoid.
AND Pikaran obsesional yang berulang.
AND Persepsi panca indera yang tak lazim.
AND Pikiran yang samar-samar.
AND Ilusi.
THEN Skizotipal (S9) Rule 10
IF Gejala : Gangguan waham yang berlangsung lama adalah satu-satunya gejala yang paling mencolok dan tak tergolongkan.
THEN Gangguan waham menetap (S10) Rule 11
IF Gejala : dua orang atau lebih mengalami waham yang sama dan saling mendukung keyakinan waham tersebut.
AND dua orang atau lebih mempunyai hubungan dekat.
AND ada bukti waham diinduksi pada anggota pasif dari suatu pasangan atau kelompok melalui kontak dgn anggota yg aktif.
THEN Gangguan waham induksi (S11) Rule 12
IF Gejala : Daya ingat jangka pendek terganggu.
AND Afek depresi.
AND Kehilangan minat dan kegembiraan.
THEN Depresi (S12)
123 Rule 13
IF Gejala : halusinasi suara yang berkomentar (halusinasi auditorik).
AND Ketidakstabilan menetap dari afek.
AND Banyak periode depresi ringan.
THEN Siklotimia (S13) Rule 14
IF Gejala : Gangguan waham yang berlangsung lama adalah satu-satunya gejala yang paling mencolok dan tak tergolongkan.
AND afek depresi terjadi pada usia dini dari masa dewasa.
AND Sekurang-kurangnya afek depresi berlangsung beberapa tahun.
THEN Distimia (S14) Rule 15
IF Gejala : gemetar AND sakit kepala.
AND Berkeringat.
AND sesak nafas AND perasaan tercekik AND perasaan tidak nyaman AND gangguan perut
AND Palpitasi AND derealisasi
AND Sifat menjadi gila AND rasa takut mati
AND parestesi(mati rasa atau sensasi geli) AND menggigil.
THEN Gangguan panik (S15)
124 Rule 16
IF Gejala : Gemetar.
AND Sakit kepala.
AND Sesak nafas.
AND Gelisah AND Cemas
AND hiperaktivitas otonom AND mudah tersinggung AND mudah kaget
THEN Gangguan Cemas menyeluruh (S16) Rule 17
IF Gejala : Energi yang lemah dan menurunnya aktifitas.
AND harga diri rendah.
AND Perasaan muram.
AND Murung.
AND Sedih.
AND Perubahan nafsu makan.
AND Pola tidur berubah.
AND hilangnya energi.
AND penurunan dorongan seksual.
THEN Gangguan neurosis Depresi (S17) Rule 18
IF Gejala : afek depresi.
AND Cemas.
THEN gangguan campuran ansietas dan depresi (S18)