• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

(Studi pada Perusahaan Sub Sektor Properti dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2017-2020)

Peneliti:

Muhammad Kemal Rashif

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya [email protected]

Dosen Pembimbing :

Dr. Siti Aisjah, SE., MS., CSRS., CFP.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Profitabilitas, Leverage, dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan sub sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2017-2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan sub sektor properti dan real estate periode tahun 2017- 2020 yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan masing-masing website perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling.

Sampel terdiri dari 8 perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi berganda dengan bantuan software IBM SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Profitabilitas, Leverage, dan kebijakan Dividen berpengaruh secara signifikan terhadap Nilai perusahaan. Penelitian ini menyarankan agar perusahaan dapat mempertahankan atau meningkatkan tingkat Profitabilitas, Leverage, dan Kebijakan Dividen untuk mempertahankan atau meningkatkan Nilai perusahaan.

Kata Kunci: Profitabilitas, Leverage, Kebijakan Dividen, Nilai Perusahaan.

(2)

PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

(Studi pada Perusahaan Sub Sektor Properti dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2017-2020)

Peneliti:

Muhammad Kemal Rashif

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya [email protected]

Dosen Pembimbing :

Dr. Siti Aisjah, SE., MS., CSRS., CFP.

ABSTRAK

The study aims to determine and analyze the impact of Profitability, Leverage, and Dividend Policy on the Firm Value of the property and real estate companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2017-2020 period. The type of research used in this study is quantitative research. The data used in this study is secondary data in the form of financial statements of the property and real estate sub-sector companies for the period 2017-2020 published on the Indonesia Stock Exchange (IDX) on each company’s website. The sampling technique used the purposive sampling method. The sample consists of 8 companies. This study uses multiple regression analysis methods using IBM SPSS version 26 software. The results show that Profitability, Leverage, and Dividend Policy have a significant effect on firm value. This study suggests that the company can maintain or increase the level of Profitability, Leverage, and Dividend Policy to maintain or increase the value of the company.

Keywords: profitability, leverage, dividend policy, firm value.

PENDAHULUAN

Pada era modern saat ini persaingan bisnis antar perusahaan tidak lepas dari perkembangan ekonomi, sosial politik, budaya, serta kemajuan teknologi.

Perusahaan merupakan penyatuan antara berbagai kepentingan pemegang saham (shareholders) dan manajemen yang bertujuan memaksimalkan nilai perusahaan.

Itu berarti memaksimalkan nilai kekayaan

para pemegang saham adalah tujuan akhir dari suatu perusahaan. Peningkatan nilai perusahaan mengindikasikan meningkatnya kekayaan pemegang saham (Mangantar &

Ali, 2015).

Setiap perusahaan memiliki tujuan jangka pendek dan tujuan jangka Panjang, tujuan jangka pendeknya adalah perusahaan dapat memperoleh keuntungan yang semaksimal mungkin dengan pemanfaatan sumber daya

(3)

yang dimiliki oleh perusahaan, sedangkan tujuan jangka panjangnya adalah memaksimalkan nilai perusahaan (Novari &

Lestari, 2016).

Dengan adanya tujuan perusahaan untuk memaksimalkan nilai perusahaan, berarti menuntut perusahaan dalam pengambilan keputusan untuk juga selalu memperhitungkan akibatnya terhadap nilai atau harga sahamnya. Bagi manajemen, nilai suatu perusahaan dapat memberikan petunjuk mengenai apa yang dipikirkan oleh investor atas kinerja perusahaan di masa lalu serta prospek perusahaan di masa yang akan datang (Febrianti, 2012).

Optimalisasi nilai perusahaan yang merupakan tujuan perusahaan dapat dicapai dengan melaksanakan fungsi manajemen keuangan yaitu keputusan pendanaan, keputusan investasi, dan kebijakan dividen.

Semua perusahaan yang terdaftar di BEI tentunya ingin agar harga saham perusahaannya yang dijual memiliki potensi harga tinggi dan menarik minat para investor untuk membeli saham perusahaan tersebut.

Setiap perusahaan yang sudah go public tentunya ingin memperlihatkan kepada para investor bahwa perusahaan mereka salah satu alternatif investasi yang tepat. Maka dari itu, manajemen keuangan yang efektif sangat penting untuk kelangsungan dan pertumbuhan perusahaan (Putra & Lestari, 2016).

Nilai perusahaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya profitabilitas, leverage, dan kebijakan dividen. Penelitian- penelitian terkait dengan nilai perusahaan telah banyak dilakukan diantaranya dilakukan oleh Dewi (2019), Septariani (2017), Putra dan Putu (2016), Novari dan

Putu (2016), Hernomo (2017), Martha (2018), Palupi (2018), dan Ramadhan (2018) yang memperoleh hasil yang cukup beragam.

Penelitian ini dilakukan karena nilai perusahaan berhubungan dengan karakteristik objektif perusahaan.

Profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan memperoleh laba atau ukuran efektivitas pengelolaan manajemen. Laba yaitu cerminan yang dapat digunakan perusahaan dalam melihat bagaimana kinerja perusahaannya. Laba merupakan komposisi perusahaan yang paling menjadi perhatian pemegang saham, karena dengan angka laba yang cukup tinggi dapat mempresentasikan bahwa perusahaan memiliki kinerja yang baik. Laba bersih adalah pendapatan bersih yang tersedia untuk pemegang saham biasa, yang sama dengan pendapatan dikurangi biaya, pajak, dan dividen preferen, umumnya laba bersih biasa disebut juga dengan pendapatan, laba, atau laba akuntansi (Brigham & Daves, 2018, hal. 239).

Disamping profitabilitas sebagai salah satu faktor penentuan nilai perusahaan, Leverage atau disebut dengan hutang juga merupakan salah satu faktor perusahaan dalam penentuan nilai perusahaan. Ketika perusahaan memiliki hutang, perusahaan tersebut memiliki kewajiban untuk membayarkan pokok dan bunganya.

Memegang hutang meningkatkan risiko perusahaan. tidak seperti sumber modal lain, hutang membawa ancaman penyitaan serta kebangkrutan jika pendapatan tidak memenuhi proyeksi. Baik calon investor dan kreditor perlu mengevaluasi posisi hutang perusahaan. Seorang kreditor potensial mungkin menemukan bahwa jumlah hutang dan persyaratan pembayaran hutang

(4)

perusahaan membuatnya terlalu berisiko untuk memberikan kredit lebih lanjut.

Demikian pula, perusahaan mungkin terlalu berisiko bagi beberapa calon investor. Rasio leverage dapat membantu individu untuk mengevaluasi kemampuan membawa hutang perusahaan (Mowen, Hansen, & Heitger, 2017, hal. 853).

Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama yaitu hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen (Bursa Efek Indonesia, 2021).

Kebijakan dividen yang optimal harus mencapai keseimbangan antara dividen saat ini dan pertumbuhan masa depan yang memaksimalkan harga saham (Brigham &

Houston, 2019, hal. 497).

Dividen erat dikaitkan dengan laba yang diterima oleh perusahaan, karena pada dasarnya pembagian dividen juga dipertimbangkan dari seberapa banyak laba yang diterima oleh perusahaan, hal ini juga berkaitan dengan strategi perusahaan untuk mengelola laba sehingga dapat terpenuhi kedua tujuan yaitu mensejahterakan pemegang saham dan pembiayaan perusahaan untuk masa yang akan datang.

Keputusan pembagian dividen harus sangat dipertimbangkan oleh manajer supaya laba ditahan perusahaan cukup untuk membiayai operasional perusahaan di tahun yang akan

datang, dengan demikian apabila kinerja perusahaan naik di tahun berikutnya, dividen payout juga akan semakin meningkat.

Beberapa studi empiris menyatakan pembayaran dividen tidak relevan terhadap kinerja perusahaan karena nilai perusahaan tidak ditentukan oleh besar kecilnya rasio pembayaran dividen, tetapi ditentukan oleh laba bersih sebelum pajak dan risiko perusahaan namun beberapa studi empiris yang lain menyatakan pembayaran dividen relevan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Dewi (2019) membuktikan bahwa kebijakan dividen berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan. Namun penelitian tersebut bertolak belakang dengan penelitian Hernomo (2017) yang menyatakan bahwa kebijakan dividen berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Penelitian ini menggunakan perusahaan dari sektor properti, real estate, dan konstruksi bangunan dengan sub-sektor properti dan real estate sebagai objek penelitian. Perusahaan properti, real estate, dan konstruksi bangunan adalah sektor perusahaan yang cukup besar yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Sedangkan sub- sektor properti dan real estate merupakan sub-sektor yang menarik, karena perusahaan pada sub-sektor ini menyuplai kebutuhan utama terutama pada aspek hunian masyarakat. Periode penelitian selama 4 tahun dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2020. Penelitian 4 tahun dengan asumsi semakin besar jumlah sampel yang diamati dan semakin panjang periode penelitian tersebut, maka hasil penelitian yang diharapkan semakin akurat.

(5)

KAJIAN PUSTAKA Nilai Perusahaan

Nilai menurut suharli (2006) adalah perspektif pasar, pasar mendikte tingkat nilai pengembalian. Nilai bervariasi tergantung dari kemampuan perusahaan di dalam menggeneralisasi arus kas prospektif, kecuali di dalam keadaan yang tidak lazim dimana aktiva bersih yang dilikuidasi mempunyai nilai yang lebih besar. Maka dapat membantu investor dalam menentukan nilai perusahaan.

Untuk mengerti nilai yang sesungguhnya, seorang penilai harus mempunyai pandangan jangka Panjang.

Nilai perusahaan merupakan hal yang sangat diperhatikan oleh investor.

Kemakmuran pemegang saham atau investor tersebut merupakan ukuran kinerja manajer keuangan. Keown (2020) mengatakan bahwa nilai perusahaan adalah nilai pasar atas surat berharga hutang dan ekuitas perusahaan yang beredar. Dengan memaksimumkan nilai perusahaan maka pemilik perusahaan akan menjadi lebih Makmur. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai perusahaan adalah nilai pasar seluruh komponen keuangan perusahaan yang bersedia dibayar oleh calon pembeli jika perusahaan dijual yang tercermin dari harga sahamnya. Dengan kata lain, nilai perusahaan juga bisa disebut sebagai persepsi investor atau masyarakat umumnya terhadap perusahaan yang sering dikaitkan dengan harga saham.

Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba.

Semakin tinggi tingkat profitabilitas yang dimiliki perusahaan dapat mencerminkan bahwa kinerja keuangan perusahaan dalam

kondisi yang baik, sehingga dapat menarik minat investor untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut dan harga saham pun akan menjadi meningkat kemudian nilai perusahaan pun akan menjadi tinggi (Dewi &

Sudiartha, 2017). Berdasarkan uraian di atas maka peneliti mengajukan hipotesis penelitian sebagai berikut:

H1 : Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV) pada perusahaan sub-sektor properti dan real estate.

Leverage terhadap Nilai Perusahaan Menurut Modigliani dan Miller (2017), untuk mempertimbangkan antara besarnya risiko yang timbul akibat penggunaan hutang dengan tingkat return yang didapatkan karena manfaat dari hutang tersebut, maka manajer harus melakukan penilaian trade-off antara risiko dan return. Penentuan kebijakan hutang berkaitan dengan struktur modal karena hutang merupakan salah satu komposisi dalam struktur modal. Dimana struktur modal dapat mempengaruhi nilai saham perusahaan. Berdasarkan uraian di atas maka peneliti mengajukan hipotesis penelitian sebagai berikut:

H2 : Leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV) pada perusahaan sub-sektor properti dan real estate.

Kebiajakn Dividen terhadap Nilai Perusahaan

Perusahaan yang dapat memberikan dividen tinggi juga akan mendapatkan nilai kepercayaan yang tinggi dari para investor, karena investor lebih menyukai kepastian tentang returns investasinya dan mengantisipasi risiko ketidakpastian tentang

(6)

kebangkrutan perusahaan. Dividen yang tinggi akan membuat para investor tertarik sehingga meningkatkan permintaan saham.

Permintaan saham yang tinggi akan membuat para investor menghargai nilai saham lebih besar dari pada nilai yang tercatat pada neraca perusahaan, sehingga PBV perusahaan tinggi dan nilai perusahaan pun tinggi. Dengan demikian maka kebijakan dividen memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan (Purnama, 2016). Berdasarkan uraian di atas maka peneliti mengajukan hipotesis penelitian sebagai berikut:

H3 : Kebijakan Dividen berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV) pada perusahaan sub-sektor properti dan real estate

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif.

Sifat penelitian ini adalah penelitian replikasi, dimana dalam penelitian ini bentuk replikasi yang dilakukan dengan mengadopsi variabel, indikator, atau alat analisis yang sama dengan peneliti sebelumnya. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah dalam hal objek serta periode tahun penelitian yang lebih baru yaitu tahun 2017- 2020. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder yaitu laporan keuagan dan laporan tahunan perusahaan sub sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan perusahaan sektor properti, real estate, dan konstruksi bangunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang seluruhnya berjumlah 79 perusahaan.

Pemilihan sampel dalam penelitian ini

menggunakan metode purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang berdasarkan atas pertimbangan- pertimbangan tertentu dari peneliti (Sugiyono, 2017). Dari hasil purposive sampling dihasilkan 8 perusahaan yang akan menjadi sampel dalam penelitian ini.

Tabel 1 Sampel Penelitian

Sumber: www.idx.co.id, 2021

Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

Variabel Independen (X) yaitu variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (Y).

Profitabilitas

Profitabilitas dalam penelitian ini diukur dengan ROE yang merupakan hasil pengembalian atas ekuitas atau kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba bersih setelah pajak dengan menggunakan ekuitas.

𝑅𝑂𝐸 =𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑆𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑎𝑗𝑎𝑘 𝐸𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠

Leverage

Leverage diukur dengan DER yang merupakan seberapa banyak penggunaan

No. Nama

1. PT. Ciputra Development Tbk 2. PT. Puradelta Lestari Tbk 3. PT. Jaya Real Property Tbk 4. PT. Metropolitan Kentjana Tbk 5. PT. Metropolitan Land Tbk 6. PT. PP Properti Tbk

7. PT. Pudjiadi Prestige Tbk 8. PT. Roda Vivatex Tbk

(7)

hutang oleh perusahaan sebagai pendanaannya. Jadi besarnya hutang yang digunakan perusahaan dapar dilihat pada nilai DER perusahaan. Nilai DER dapat dicari dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

𝐷𝐸𝑅 = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐸𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠 Kebijakan Dividen

Kebijakan dividen dukur dengan Dividend Payout Ratio (DPR). Karena kualitas saham suatu perusahaan tidak bisa dijamin dari tiap lembar saham yang dibagikan kalua menggunakan DPS, serta agar pengukuran bisa dibandingkan antar perusahaan dalam tiap tahunnya. Kebijakan dividen dirumuskan sebagai berikut:

𝐷𝑃𝑅 =𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛𝑑 𝑃𝑒𝑟 𝑆ℎ𝑎𝑟𝑒 𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑃𝑒𝑟 𝑆ℎ𝑎𝑟𝑒

Nilai Perusahaan

Nilai perusahaan dalam penelitian ini diukur dengan Price Book Value (PBV) karena berkaitan dengan pertumbuhan modal sendiri yang membandingkan nilai pasar dengan nilai bukunya. PBV adalah suatu rasio yang sering digunakan untuk menentukan nilai perusahaan dan mengambil keputusan investasi denganc cara membandingkan harga pasar saham akhir tahun dengan niali buku perusahaan. Dalam penelitian PBV dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

𝑃𝐵𝑉 = 𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑆𝑎ℎ𝑎𝑚

𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝐵𝑢𝑘𝑢 𝑃𝑒𝑟 𝐿𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟 𝑆𝑎ℎ𝑎𝑚 HASIL DAN PEMBAHASAN

Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 32

Normal Parametersa,,b Mean .0000000

Std. Deviation .73499269

Most Extreme Differences Absolute .081

Positive .081

Negative -.077

Kolmogorov-Smirnov Z .460

Asymp. Sig. (2-tailed) .984

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

(8)

Besarnya nilai test statistic Kolmogorov- Smirnov adalah 0,460 dan signifikansi pada 0,984 atau lebih besar dari 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa keseluruhan data yang diperoleh telah memiliki distribusi normal. Oleh karena itu, data yang digunakan dalam penelitian ini dapat digunakan dan memenuhi syarat dalam melakukan uji regresi linear berganda.

Uji Autokorelasi

Model Summaryb

Model Durbin-Watson

1 1.988a

a. Predictors: (Constant), DPR, DER, ROE

b. Dependent Variable: PBV

Dari table di atas menunjukkan nilai D-W sebesar 1,988, dengan jumlah predictors sebanyak 3 buah (k=3) dan sampel sebanyak 32 data perusahaan (n=32), berdasarkan tabel D-W dengan tingkat signifikansi 5%, maka dapat ditentukan nilai (du) adalah 1,57358 dan (4-du) adalah sebesar 2,42642 dengan demikian nilai du < D-W < 4-du yaitu 1,57358<1,988<2,42642 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat autokorelasi positif dan negatif dalam model regresi. Sehingga dapat

disimpulkan bahwa dalam penelitian ini bebas dari adanya autokorelasi.

Uji Multikolinearitas

Coefficientsa

Model

Collinearity Statistics Tolerance VIF

1 ROE .939 1.065

DER .984 1.017

DPR .927 1.079

a. Dependent Variable: PBV

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa data dalam penelitian ini tidak terdapat multikolinearitas atau tidak terdapat hubungan antara variabel independen dalam penelitian ini. Hal ini dapat dilihat dari VIF, semua variabel berada di kisaran 1 hingga 10 yaitu variabel profitabilitas sebesar 1,065, variabel leverage sebesar 0,017, dan variabel kebijakan dividen sebesar 1,079. Selain itu nilai tolerance setiap variabel lebih besar dari 0,1 yaitu variabel profitabilitas sebesar 0,939, variabel leverage sebesar 0,984, dan variabel kebijakan dividen sebesar 0,927. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah multikolinearitas dalam penelitian ini.

Uji Heteroskedastisitas

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) .420 .172 2.443 .021

ROE .016 .012 .251 1.358 .185

DER -.032 .104 -.057 -.311 .758

DPR -.004 .078 -.010 -.052 .959

a. Dependent Variable: absresid

(9)

Berdasarkan table di atas, terlihat bahwa profitabilitas memiliki nilai signifikansi 0,185, leverage memiliki nilai signifikansi 0,758, dan kebijakan dividen memiliki nilai signifikansi 0,959. Berdasarkan nilai tersebut terlihat bahwa semua variabel memiliki nilai signifikansi lebih dari 0,05 yang artinya tidak

ada satupun variabel independen yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen nilai absolut residual. Jadi dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengandung adanya heteroskedastisitas.

Regresi Linear Berganda

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) -.344 .458 -.752 .458

ROE .104 .033 .460 3.138 .004

DER .603 .275 .303 2.190 .037

DPR .015 .006 .353 2.356 .026

a. Dependent Variable: PBV

Hasil model analisis regresi berganda adalah sebagai berikut:

Y = -0,344+ 0,104 X1 + 0,603 X2 + 0,015 X3

Konstanta a memiliki nilai sebesar -0,344 yang berarti bahwa nilai dari variabel dependen yaitu Nilai Perusahaan sebesar - 0,344

Koefisien b1 memiliki nilai sebesar 0,104 yang berarti bahwa setiap terdapat kenaikan atau penurunan Profitabilitas (X1), maka Nilai Perusahaan (Y) akan mengalami kenaikan ataupun penurunan, dengan asumsi nilai dari variabel lainnya tetap.

Koefisien b2 memiliki nilai sebesar 0,603 yang berarti bahwa setiap terdapat kenaikan atau penurunan Leverage (X2), maka Nilai Perusahaan (Y) akan mengalami kenaikan ataupun penurunan, dengan asumsi nilai dari variabel lainnya tetap.

Koefisien b3 memiliki nilai sebesar 0,015 yang berarti bahwa setiap terdapat kenaikan atau penurunan Kebijakan Dividen (X3), maka Nilai Perusahaan (Y) akan mengalami kenaikan ataupun penurunan, dengan asumsi nilai dari variabel lainnya tetap.

Koefisien Determinasi

Model R R Square

Adjusted R Square

1 .700a .490 .435

Pada tabel memperlihatkan Adjusted R Square adalah sebesar 0,435 atau 43,5%. Jadi dapat dikatakan bahwa sebesar 43,5% nilai perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2020 disebabkan oleh profitabilitas, leverage, dan kebijakan dividen. Sedangkan sisanya sebesar 56,5%, nilai perusahaan disebabkan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

(10)

Uji t

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) -.344 .458 -.752 .458

ROE .104 .033 .460 3.138 .004

DER .603 .275 .303 2.190 .037

DPR .015 .006 .353 2.356 .026

a. Dependent Variable: PBV

Uji t antara X1 (Profitabilitas) dengan Y (Nilai Perusahaan) menghasilkan t hitung sebesar 3,138 dan nilai signifikansi sebesar 0,004. Sementara itu, diperoleh data t tabel dalam penelitian ini sebesar 2,037 (α = 0,05).

Berdasarkan data tersebut, nilai t hitung variabel Profitabilitas lebih besar dibandingkan dengan nilai t tabel, dan nilai signifikansi berada di bawah 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel Profitabilitas secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Nilai Perusahaan, sehingga H1 diterima.

Uji t antara X2 (Leverage) dengan Y (Nilai Perusahaan) menghasilkan t hitung sebesar 2,190 dan nilai signifikansi sebesar 0,037.

Sementara itu, diperoleh data t tabel dalam penelitian ini sebesar 2,037 (α = 0,05).

Berdasarkan data tersebut, nilai t hitung variabel Leverage lebih besar dibandingkan

dengan nilai t tabel, dan nilai signifikansi berada di bawah 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel Leverage secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Nilai Perusahaan, sehingga H2 diterima.

Uji t antara X3 (Kebijakan Dividen) dengan Y (Nilai Perusahaan) menghasilkan t hitung sebesar 2,356 dan nilai signifikansi sebesar 0,026. Sementara itu, diperoleh data t tabel dalam penelitian ini sebesar 2,037 (α = 0,05). Berdasarkan data tersebut, nilai t hitung variabel Kebijakan Dividen lebih besar dibandingkan dengan nilai t tabel, dan nilai signifikansi berada di bawah 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel Kebijakan Dividen secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Nilai Perusahaan, sehingga H3 diterima.

Uji F

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 39.723 3 13.241 8.967 .000a

Residual 41.344 28 1.477

Total 81.067 31

a. Predictors: (Constant), DPR, DER, ROE b. Dependent Variable: PBV

(11)

Tabel menunjukkan hasil keseluruhan variabel memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,000. Tingkat signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05 yang berarti H1 diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa profitabilitas, leverage, dan kebijakan dividen berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

KESIMPULAN

1. Diketahui bahwa Profitabilitas memiliki pengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi Profitabilitas yang dihasilkan oleh perusahaan, dapat meningkatkan Nilai Perusahaan.

2. Diketahui bahwa Leverage memiliki pengaruh terhadap Nilai Perusahaan.

Hal ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi Leverage perusahaan, dapat meningkatkan Nilai Perusahaan.

3. Diketahui bahwa Kebijakan Dividen memiliki pengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi dividen yang dibagikan oleh perusahaan, dapat meningkatkan Nilai Perusahaan.

4. Secara serentak profitabilitas (ROE), leverage (DER), dan kebijakan dividen (DPR) berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV).

5. Pengaruh profitabilitas (ROE), leverage (DER), dan kebijakan dividen (DPR) terhadap nilai perusahaan sebesar 43,5% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak masuk dalam model penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

Brigham, E. F., & Daves, P. R. (2018).

Intermediate Financial Management, Thirteen Edition. Boston: Cengage.

Brigham, E. F., & Ehrhardt, M. C. (2017).

Financial Management: Theory &

Practice, Fifteenth Edition. Boston:

Cengage Learning.

Brigham, E. F., & Houston, J. F. (2019).

Fundamentals of Finance Management: Concise, Tenth Edition.

Boston: Cencage.

Bursa Efek Indonesia. (2021, Juni 21).

Diambil kembali dari Bursa Efek

Indonesia Website:

http://www.idx.co.id/

Deitiana, T. (2012). Pengaruh Rasio keuangan dan Pertumbuhan penjualan terhadap Dividen dan Implikasinya pada Harga Saham. Jurnal Akuntansi, Vol. 16, No. 2, 191-208.

Dewi, D. A., & Sudiartha, G. M. (2017).

Pengaruh Profitabilitas, Ukuran perusahaan, dan pertumbuhan Aset terhadap Struktur Modal dan nIlai Perusahaan. E-Jurnal manajemen Unud, Vol. 6, No. 4, 2222-2252.

Febrianti, M. (2012). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan pada Industri Pertambangan di Buraa Efek Indonesia. Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 14 No. 2, 141-156.

Hermuningsih, S. (2012). Pengaruh Profitabilitas, Size terhadap Nilai Perusahaan dengan Struktur Modal

(12)

sebagai Variabel Intervening. Jurnal Siasat Bisnis Vol. 16 No. 2, 232-242.

Mangantar, M., & Ali, M. (2015). An Analysis of the Influence of Ownership Structure, Investment, Liquidity, and Risk to Firm Value:

Evidence from Indonesia. American Journal of Economics and Business Administration, 166-176.

Mowen, M. M., Hansen, D. R., & Heitger, D.

L. (2017). Managerial Accounting:

The Cornerstone of Business Decision making, Seventh Edition.

Boston: Cengage Learning.

Novari, P. M., & Lestari, P. V. (2016).

Pengaruh Ukuran Perusahaan, Leverage, dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan pada Sektor Properti dan Real Estate. E-Jurnal Manajemen Unud Vol. 5 No. 9, 5671-5694.

Purnama, H. (2016). Pengaruh Profitabilitas, Kebijakan Hutang, Kebijakan Dividen, dan Keputusan Investasi terhadap Nilai Perusahaan (Studi Kasus Perusahaan manufaktur yang Go Publik di Bursa Efek Indonesia Peiode 2010 - 2014). Jurnal Akuntansi, Vol. 4, No. 1, 11-21.

Putra, A. N., & Lestari, P. V. (2016).

Pengaruh Kebijakan Dividen, Likuiditas, Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan. E-Jurnal Manajemen Unud Vol. 5, No. 7, 4044-4070.

Samrotun, Y. C. (2015). Kebijakan Dividen dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jurnal Paradigma, Vol. 13, No. 1, 92-103.

Gambar

Tabel 1 Sampel Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pengaruh Ukuran Perusahaan, Kebijakan Dividen, Profitabilitas, Pertumbuhan Perusahaan, Struktur Modal Terhadap Nilai

Penelitian Rahmanita (2013) yang berjudul Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Likuiditas dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Kebijakan Dividen Pada Perusahaan Manufaktur Yang

PERTUMBUHAN PENJUALAN, LEVERAGE, KEBIJAKAN DIVIDEN DAN LIKUIDITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan yang Bergerak di Sektor Aneka Industri

Ima Andriyani, SE., M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan Pengaruh Profitabilitas Dan Leverage Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kebijakan Dividen Sebagai

Pengaruh Rasio Likuiditas, Rasio Profitabilitas, Rasio Leverage, Ukuran Perusahaan, dan Asset Growth terhadap Kebijakan Dividen Studi Kasus pada Perusahaan Industri Manufaktur Sub

Pengaruh Kebijakan Hutang, Profitabilitas, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kebijakan Dividen Sebagai Variabel Moderating Pada Perusahaan Manufaktur Sektor

1190 No Peneliti Tahun Variabel Bebas+Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan Kebijakan Dividen Likuiditas Leverage Profitabilitas 2015 6 Himawan dan

PENGARUH KEBIJAKAN DIVIDEN, PROFITABILITAS, DAN KEBIJAKAN LEVERAGE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN INDEKS LQ45 YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2015-2019