PEMANFAATAN RUANG PERAIRAN DAN ALUR PELAYARAN DI INDONESIA
Pemerhati dan praktisi transportasi laut dan tata ruang
HARRY BOEDIARTO
Agustus 2020
Perkembangan Transportasi Laut dan Lingkungan Strategis Di Dunia
Pertanyaan yang jadi pekerjaan rumah bagi kita contoh diatas, ada 3
ALKI di perairan Indonesia, bagaimana melayani olah gerak kapal
– kapal internasional yang melintas di ALKI tersebut ???
Pengaturan Klasifikasi alur pelayaran di negara kita belum ada dan klasifikasinya tentang alur pelayaran belum dilakukan dan saat ini terminologinya masih sebatas alur pelayaran saja padahal masih ada beberapa jenis alur pelayaran ( analogi seperti transportasi darat yang sudah dibahas diatas )
Jadi Pekerjaan rumah kita masih banyak dan itu merupakan peluang juga bagi para swasta/ Private karena tidak semua pekerjaan harus di selenggarakan oleh pemerintah dimana pemerintah dapat bekerjasama dengan Badan Usaha ( Secara aturan penyelenggaraan alur pelayanran sudah ditetapkan ).
Nah gambar diatas fakta bahwa kapal – kapal internasional lewat menerobos laut jawa apakah hal tersebut merupakkan pelanggaran terhadap kedaulatan negara karena ALKI sudah ditetapkan dan kapal – kapal
internasional yang melintas seharusnya lewat ALKI dan pertanyaannya apakah juga kita mengetahui hal tersebut
??
Gambar diatas ( akumulasi data dari Automatic Information System / AIS yang ditangkap oleh AIS receiver di darat dan juga termonitor oleh satelit ) yang juga merupakan rute kapal – kapal internasional yang lalu lalang di perairan NKRI,
1) Pertanyaan apakah kita mengetahuinya ?
2) Apa keuntungan dan kerugiannya bagi bangsa kita
3) Untuk menarik manfaat/ keuntungan bagi bangsa ini dan karena batas perairan teritolial sudah disepakati oleh badan – badan dunia seharusnya bangsa ini mengatur tentang tata cara berlalu lintas diperairan NKRI
4) Ini merupakan pekerjaan besar yang harus melibatkan semua pihak ( pemerintah dan swasta ) tetapi secara ruang perairan dan secara aturan tentang alur pelayaran ( aturannya sudah ada ) dan harus segera ditetapkan karena alokasi ruang untuk alur pelayaran merupakan hal penting dan berpengaruh besar pada kehidupan negara kepulauan terbesar di dunia.
Banyaknya kapal – kapal internasional yang melintas di perairan NKRI merupakan
konsekuensi dari letak geografis NKRI yang berada dalam posisi seperti diatas
Hb November 2004
1.160 Alur Pelayaran di RI Belum Diatur
Masih ada 1.160 alur pelayaran umum dilaut indonesia yang sampai sekarang belum diatur.
Dan ini bisa menjadi kendala bagi otoritas pelabuhan sewaktu melakukan penindakan jika terjadi pelanggaran hukum.
Dari 1200 alur pelayaran, baru diatur 40 alur pelayaran.
Berikutnya kami targetkan 50
alur pelayaran segera
dikeluarkan aturannya. Kami
akan melakukan pemantauan
dan atur navigasi pelayaran dan
rambu – rambu suar.
Gambar – gambar yang memperlihatkan adanya fairway dan pengaturan lokasi labuh kapal – kapal sesuai dengan peruntukannya di pelabuhan Singapura yang bisa kita tiru dan diaplikasikan di NKRI Apabila kita bisa membuat atau menyediakan suatu lokasi di dekat alur pelayaran perlintasan yang sudah kita tetapkan yang dapat berfungsi untuk semacam rest area seperti di jalan tol yang bisa melayani keperluan kapal – kapal yang melintas seperti “ Tempat crew change, bunker, temporary ship repair, lokasi area untuk Ship chandling, dll” sehingga menjadi pendapatan tambahan lain lagi bagi kesejahteraan bangsa ini.
Masih banyak pertanyaan – pertanyaan lain yang harus di jawab yang terkait masalah alur laut kepulauan indonesia tersebut maupun alur – alur yang klasifikasinya lebih rendah dari ALKI tersebut seperti ; Se lane ( dalam bahasa inggris )
1
Alur Pelayaran NasionalAlur Pelayaran Regional ( Kalau didarat analoginya antar kota antar propinsi )
2
Alur pelayaran lokal ( didarat antar kabupaten antar kota )
Alur pelayaran dari ? Ke pelabuhan dalam bahasa inggris dikenal sebagai acces channel yang bisa terbagi dua yaitu :
- Acces channel dari/ ke pelabuhan / terminal khusus yang karena panjang alurnya bisa melebihi batas Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan dan Daerah Lingkungan kepentingan pelabuhan ( DLKR dan DLKP
- Acces Channel darii/ Ke pelabuhan / terminal khusus yang masih berada dalam DLKR dan DLKP Pelabuhan
Alur Pelayaran untuk berolahgerak kapal – kapal dari satu areal labuh ke areal lain yang masih berada dalam areal pelabuhan ( dalam bahasa inggris disebut Fairway )
3
4
5
Lebar ALKI kiri dan kanan berjarak 25 mil dari titik tengah ALKI tersebut ( Sesuai aturan yang ada), bagaimana memonitor kapal – kapal internasional yang melintas dan apa yang harus dilakukan bila kapal – kapal internasional keluar jalur alur laut kepulauan tersebut ??? Pertanyaan lainnya juga apakah kita mengetahuinya?
Dan apa yang harus dilakukan serta institusi yang mana yang harus memberikan pengarahan terhadap kapal kapal tersebut, pakai peralatan apa dalam pemberian pengarahannya, agar kapal – kapal itu mendengar dan bisa melihat dan harus ada SOP yang mengaturnya?
Bagaimana Jika kapal – kapal internasional tersebut tidak mematuhi pengarahan tersebut ? Apa tindakan dari negara kita terhadap kapal – kapal tersebut??
Apakah sudah ada tanda – tanda di peta maupun di sepanjang ALKI agar memudahkan kapal – kapal tersebut berolahgerak dan berlayar di ALKI dan tidak keluar atau menyelonong keluar dari jalur ALKI tersebut??
Bagaiman menetapkan tata cara berlalu lintas kapal – kapal itu.
Bagaimana pengaturan batas kecepatan kapal pada tempat tempat tertentu dan harus dibatasi kecepatannya terutama pada tikungan atau tempat – tempat crossing dengan jalur pelayaran lainnya ( ditransportasi moda darat ada ditambahkan traffic light, klo di moda laut pada peta laut ada tanda precaution area, dll) dan seterusnya.
40 % Kargo Dunia Numpang Lewat Laut NKRI, RI Dapat Untung ?
Jakarta, CNBC Indonesia,
Perairan Indonesia punya peran Vital sebagai jalur perdagangan dunia.Hal ini diakui Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan ( Kemenhub
)
“ Hampir 50% atau sekitar 40 % perdagangan di dunia itu melalui laut yang bersinggungan dengan indonesia.Betapa tidak, lalu lintas pengiriman barang di dunia memang di dominasi melalui laut. 90%
angkutan kargo di dunia dikirimkan melalui pelayaran.
90 % diangkut melalui laut, 40 % nya akan lewat perairan Indonesia. Ini luarbiasa bagaimana kita bisa menangkap peluang ini sebaik – baiknya.
Menyadari hal itu, Kemenhub belakangan gencar mengambil kebijakan diantaranya dengan penetapan bagan pemisah lalu lintas atau Traffic separation Scheme ( TSS) di selat Sunda dan selat Lombok resmidiberlakukan sejak 1 JULI 2020 lalu.
Bangsa ini sementara masih berkutat /terfokus pada upaya penyelenggaraan / pengelolaan kepelabuhanan saja dimana NKRI terdapat sekitar 1.321 pelabuhan umum ( dimana 111 pelabuhan merupakan pelabuhan yang diusahakan oleh BUMN dan sisanya yang lain oleh Ditjen Hubla), dan masih ada juga yang terminal khusus yang diselenggarakan oleh swasta untuk mendukung kepentingan sendii ( industri, perkebunan, dll), sedangkan untuk menyelenggarakan / mengelola alur pelayaran hampir terlupakan /terlewatkan
Gambar diatas untuk salah satu cara pengaturan untuk pelaporan kapal – kapal yang hendak masuk di jalur TSS/ Traffic Separation Scheme ada tanda bulat dan arah panah itu artinya kapal ketika akan masuk jalur TSS harus melaporkan posisinya ke stasiun VTS = Vessel Traffic , System/
Service atau VTIS = Vessel Traffic Information System yang ditetapkan. Tanda bulat dan tanda kotak segiempat di dalamnya merupakan tanda dimana lokasi tersebut pandu naik ke kapal untuk membantu/ assist nahkoda dalam menuntun kapal.
Gambar diatas merupakan pengaturan pelaporan kapal – kapal yang berada di Jalur TSS dan dari/ke atau crossing jalur TSS di selat singapura
Gambar diatas memperlihatkan tempat/ lokasi dimana kapal – kapal yang
berolahgerak di perairan pelabuhan singapura harus melaporkan posisinya
kepada station VTS setempat seperti tanda – tanda yang tercantum dalam peta
diatas
Pertanyaan yang mendasar apakah tanda – tanda tersebut di peta laut yang mengindikasikan tempat pelaporan, tempat pandu naik, dll sudah ada di dalam peta laut yang akan dijadikan peta dasar dan pedoman bagi pelaut dalam menggerakan dan berolah gerak kapal di perairan pelabuhan maupun perairan perlintasan ???
Jawabannya belum ada/ hampir tidak ada dan ini juga merupakan
salah satu pekerjaan besar bangsa kita yang sangat mendasar,
sehingga bisa sama – sama kita kerjakan.
ANTRIAN KAPAL DARI DAN MENUJU PELABUHAN
TANJUNG PERAK
Bagan alir tentang maritime summit on crew change yang diinisiasi oleh Menteri Perhubungan Inggris dan di ikuti oleh Indonesia, ini juga merupakan salah satu peluang untuk melayani crew change di wilayah NKRI yang terkait juga dengan penyelenggaraan alur pelayaran sehingga peluang bisnis lain bisa timbul dari penyelenggaraan alur pelayaran yang saat ini bisnis itu hanya ada di pelabuhan/
simpul saja padahal dalam pengertian transportasi secara umum harus juga ada di jaringan/ alur pelayaran.
Disamping alur pelayaran juga dapat disediakan areal/ tempat labuh untuk melayani kapal – kapal yang dalam kondisi emergency dimana kapal – kapal harus berlabuh seperti yang dilakukan di jalan tol mobil mogok harus di bahu jalan atau ditarik keluar di pintu terdekat dari jalan tol, sama juga dengan kapl kapal yang dalam kondisi emergency dilarang anchorage di alur pelayaran jadi harus disediakan tempat atau areal labuh di tempat – tempat yang strategis.
Pekerjaan Rumah di perairan NKRI adalah tuntunan masyarakat terhadap
keberadaan alur pelayaran yang harus ditetapkan oleh pemerintah sesuai pasal 3,
PM 129 tahun 2016, yang harus segera direalisasikan.
Sektor – sektor lain yang kegiatannya juga ikut memanfaatkan perairan saat ini juga telah berkembangh sangat pesat seperti adanya KKP, kementerian ESDM ( untuk meletakkan pipa energi, kabel listrik,dll), Kementerian kominfo ( untuk meletakkan kabel komunikasi), Kemnterian Pariwisata (untuk kegiatan wisata bahari), dll. Selain itu juga karena bertambahnya jumlah kapal – kapal di NKRI baik yang milik National Flag maupun yang melintas diperairan NKRI maupun yang berbendera internasional. Serta bertambahnya frekuensi kapal yang berlalu lalang di perairan NKRI juga dengan adanya kebijakan Pemerintah untuk tidak selalu membangun di pulau Jawa saja (desentralisasi pembangunan keluar pulau jawa) membuat kepadatan lalu lintas kapal diperairan semakin bertambah yang membuat keselamatan pelayaran bertambah resikonya.
Selain itu juga ketertiban lalu lintas kapal harus terjaga untuk mengurangi resiko terjadinya dampak pada keselamatan pelayaran ketika berlayar diperairan NKRI.
Untuk semakin tertibnya lalu lintas kapal maka semua kapal yang sedang berlayar dan berolah gerak di perairan NKRI harus dimonitor dan diarahkan untuk mengurangi resiko terjadinya dampak pada keselamatan pelayaran ketika berlayar di perairan NKRI.
Untuk semakin tertibnya lalu lintas kapal maka semua kapal yang sedang dan beroleh gerak
diperairan NKRI harus dimonitor dan diarahkan untuk mengurangi resiko terjadinya
dampak seperti diatas. Yang terakhir karena perairan NKRI dilintasi oleh ALKI maka untuk
pelaksanaan lintas damai kapal – kapal asing diperairan NKRI juga harus difadilitasi agar
semua kapal – kapal asing yang berlayar bisa dimonitor, diawasi, sehingga kapal – kapal itu
tetap berlayar dengan aman di alur pelayaran di perairan NKRI
Berada di Alur Pelayaran ( sesuai tata ruang perairan )
Izin provinsi setempat
PBM