• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1. Logo Telkomsel Sumber: Telkomsel (2020)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1. Logo Telkomsel Sumber: Telkomsel (2020)"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

Telkomsel merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang bergerak dibidang telekomunikasi telepon bergerak seluler dengan sistem GSM (Global System for Mobile Communication). Telkomsel memiliki 4 merk kartu perdana yang dipasarkan di Indonesia yaitu 1 merk kartu pasca bayar yaitu kartuHalo dan 3 merk prabayar yaitu simPATI, Kartu As, Loop, serta produk terbarunya by.U. Perusahaan Telkomsel didirikan sejak 26 mei 1995 oleh PT. Telkom.

Telkomsel saat ini telah menghubungkan lebih dari 170 juta pelangga n Telkomsel di seluruh penjuru tanah air hal ini dapat dibuktikan dengan adanya 209 ribu BTS telkomsel di seluruh Indonesia Kegiatan utama PT. Telkomse l berada di kantor pusat PT. Telkomsel beralamat di Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.

52. Jakarta Selatan Telkomsel Smart Office. (Telkomsel, 2020)

Gambar 1.1 Logo Telkomsel Sumber: Telkomsel (2020)

Laporan yang dirilis oleh OpenSignal kualitas jaringan 4G yang disediakan oleh operator-operator seluler di Indonesia. Laporan tersebut diolah datanya berdasarkan performa operator-operator tersebut di tahun 2019 ini. Diketahui bahwa ada lima operator yang diuji yakni Indosat, XL, Smartfren, Telkomsel, dan juga 3. Dalam laporan tersebut, Telkomsel menjadi yang paling terlihat keuanggulannya di tahun 2019 versi OpenSignal. Berdasarkan hasil laporan

(2)

2

Telkomsel berhasil mengungguli beberapa kategori seperti streaing video, voice app experience, download and upload speed, pengalaman latency, dan juga pengalaman cakupan 4G. Hal tersebut yang membuatnya menjadi operator terbaik di tahun 2019. (Indozone, 2019).

1.2 Latar Belakang Penelitian

Indonesia merupakan negara kepulauan yang tentunya membutuhka n koneksi internet agar setiap pulau dapat bertukar informasi lebih cepat dari sebelumnya dari satu pulau kepualau lainnya. Pengguna internet di Indonesia berdasarkan laporan terbaru dari We Are Social, pada tahun 2020 disebutkan pengguna internet di Indonesia mencapai 175,4 juta. Dibandingkan tahun sebelumnya, mengalami peningkatan 17% atau 25 juta pengguna internet di negeri ini. Berdasarkan total populasi Indonesia yang berjumlah 272,1 juta jiwa, maka itu artinya 64% setengah penduduk RI telah merasakan akses Internet. Persentase pengguna internet berusia 16 hingga 64 tahun yang memiliki masing- masing jenis perangkat, di antaranya mobile phone (96%), smartphone (94%), non-smartpho ne mobile phone (21%), laptop atau komputer desktop (66%), table (23%), konsol game (16%), hingga virtual reality device (5,1%) (Detiknet,2020).

Gambar 1.2

Jumlah pengguna internet Indonesia Tahun 2020 Sumber: We Are Social (2020)

(3)

3 Kondisi ini menjadikan Indonesia sebuah pasar yang menjanjikan bagi sector bisnis di bidang telekomunikasi. Mengakses internet tentu saja ada beberapa pilihan, kita dapat (Detikinet, 2020) menggunakan wi-fi untuk di kantor atau di rumah, dan dapat menggunakan kartu provider atau penyedia kartu layanan internet. Dalam laporan dari We Are Social diketahui bahwa saat ini masyarakat Indonesia yang terhubung melalui ponsel sebanyak 338,2 juta. Berdasarkan data yang ada terdapat 160 juta pengguna aktif media sosial. Hal ini membukt ika n bahwa penggunaan mobile internet melebihi jumlah penduduk yang memungkinkan satu orang memiliki lebih dari 1 handphone. Dalam penggunaa n mobile internet tentu saja memerlukan pembelian karto provider penyedia layanan internet terleih dahulu.

Indonesia Saat ini Indonesia memiliki tujuh operator seluler yaitu PT.

Hutchison 3 Indonesia (Tri), PT. XL Axiata (XL), PT. Indosat (Indosat), PT.

Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (Net1), PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT. Smartfren (Vidyantina Heppy A., 2018) tentu dari semua operator seluler yang ada di Indonesia terus bersaing untuk menjadi penyedia layanan terbaik, pada desember 2019 OpenSignal merilis laporan pengalaman jaringan seluler per Desember 2019. Hasilnya, Telkomsel dinobatkan menjadi operator seluler terbaik Indonesia karena mampu memenangkan enam kategori dari tujuh kategori terkait kualitas jaringan seluler. Dalam laporannya, OpenSigna l menyatakan bahwa mereka membuat 7 kategori yang meliputi ketersediaan 4G, pengalaman video, voice app experience, pengalaman kecepatan download, pengalaman kecepatan upload, pengalaman latency, dan cakupan 4G. Dalam laporan tersebut, OpenSignal meneliti terkait kualitas jaringan yang dimiliki oleh lima operator di Indonesia yakni Indosat Ooredoo, XL Axiata, Smartfren, Telkomsel dan Hutchison 3 Indonesia. Hasilnya, Telkomsel berhasil menjadi operator seluler terbaik dengan memenangkan enam kategori yakni pengalama n video, voice app experience, pengalaman kecepatan download, pengalama n kecepatan upload, pengalaman latency, dan cakupan 4G (Mamduh, 2019).

Telkomsel menjadi operator terbaik di buktikan dengan jumlah pelangga n Menurut Harry M. Zen, Direktur Keuangan PT Telkom Indonesia, jumlah

(4)

4

pelanggan Telkomsel pada kuartal III-2019 tercatat ada sebanyak 170,9 juta (Pratomo, 2019), sampai akhirnya sebuah statement dari mentri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir mengatakan selama ini deviden PT Telkom Indonesia sebagian besar disumbang oleh Telkomsel. Untuk itu, menurutnya, Telkom lebih baik tidak ada dan Telkomsel dijadikan sebagai BUMN (Liputan6, 2020) dalam hal ini membuktikan bahwa Telkomsel sangat serius dalam bidang telekomunika s i sehingga selalu menuai prestasi.

Telkomsel mempertahankan kinerja tentu ada hubungan dengan supplier yang membantu kegiatan bisnisnya dalam hal ini kita dapat banyak belajar betapa pentingnya memilih supplier yang tepat agar tidak menghambat kinerja kita. Cara- cara telkomsel berkomunikasi dan standarisasi terhadap supplier-nya perlu di teliti agar dapat menerapkannya dalam bisnis kita nanti.

Persaingan bisnis telekomunikasi di Indonesia semakin hari semakin kompetitif. Seluruh Seluruh perusahaan selalu dituntut menggunakan strategi yang tepat agar dapat bertahan di tengah persaingan. Dalam upaya meningkatkan daya saing setiap perusahaan pasti menjaga dan meningkatkan kualitas dari layanan mereka di tengah kompetisi yang ada agar terus sustain dalam persaingan menjadi yang terbaik.

Saat ini permintaan akan quota internet yang murah dan stabil, startegi pembangunan infrastruktur tower BTS dan proses bisnis harus terus meningk at.

Tanpa adanya kesediaan barang untuk memenuhi kegiatan bisnis perusahaan akan menghadapi resiko dimana pada suatu waktu tidak dapat memenuhi kebutuhan para pelangganya. Menimbang saat ini jika terjadi kerusakan Pada tower BTS yang mengakibatkan kehilangan sinyal pada suatu wilayah akan mendapat pandangan buruk dari pengguna jika proses penanganannya di nilai lambat.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan salah satu karyawan telkomsel, masalah keterlambatan pemenuhan kebutuhan sering terjadi, hal ini terjadi akibat ketidak tersediaan barang, kelalaian supplier, dan salah satu yang sering terjadi adalah hambatan regulasi negara yang membuat barang sulit masuk karna di impor dari luar negeri. Keterlibatan penanggung jawab atas perusahaan supplier dengan telkomsel suka sering terjadi kesalahan penangkapan

(5)

5 informasi dikarnakan kurang profesionalnya penanggung jawab yang ditugaskan oleh pihak perusahaan yang menimbulkan keterhambatan komunikasi dan menurunkan kepercayaan.

Kecepatan menanggani kerusakan dan menjaga kualitas sinyal yang menjangkau seluruh daerah di Indonesia menjadi prioritas Telkomsel karena keterlambatan Telkomsel saat mengalami kerusakan didapat dari suppliernya yang kurang cepat tanggap untuk melakukan pemeliharaan, karna kondisi sinyal lah yang menjadi hal utama dalam bisnis telekomunikasi. Tidak adanya ketepatan memilih supplier yang memiliki kualitas terbaik suatu waktu akan merugikan perusahaan dalam skala besar. Ada banyak cara untuk menciptakan persediaan yang efektif dan efisien dengan menerapkan teknologi sistem informasi persediaan yang berbasiskan komputer dan meninkatkan supplier relationship management dalam aspek knowledge sharing.

Meningkatkan kinerja supplier relationship management merupakan salah satu cara untuk menciptakan persediaan yang efektif dan efisien. supplier relationship management meliputi Proses yang mendefinisikan bagaimana sebuah perusahaan berinteraksi dengan pemasok, hanyalah salah satu bagian penting dari proses manajemen rantai pasok secara keseluruhan. As[ek yang di kembangkan adalah knowledge sharing karena dampaknya sangat memiliki pengaruh terhadap proses perencanaan project dan produksi. pada penelitian Zimmermann et al.

(2018) knowledge sharing merupakan cara perusahaan untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman dan metode - metode dengan seluruh suppliernya. Selain itu knowledge sharing juga bertujuan untuk meningkatkan kerja sama antara perusahaan dan meningkatkan kemampuan untuk mencapai tujuan organisas i.

Menurut Zimmermann et al (2018) proses Knowledge sharing memberika n kontribusi yang signifikan terhadap proses supply chain management dan supplier relationship management. Pada penelitian ini penulis menduga adanya pengaruh oleh 4 variable bebas yaitu tie strength, network stablity, shared understanding dan trust terhadap Knowledge sharing.

Menurut Zimmermann et al. (2018) tie strength memiliki fungsi yang sangat penting untuk proses produksi. dengan selalu berinteraksi dan menjaga hubunga n

(6)

6

kepada sesama supplier. Hal ini dapat meningkatkan kerjasama antara sesama supplier dengan memainkan perannya masing- masing agar tidak terjadi kesalah pahaman. Dalam menjaga hubungan jangka panjang (network stabilit y), perusahaan sudah selalu memenuhi kewajibannya. Dengan perusahaan membuat membuat kontrak kerja sama yang saling menguntungkan antara perusahaan dengan suppliernya. Saat merencanakan proses produksi, perusahaan harus mendiskusikannya dengan suppliernya. Proses berbagi pemahaman (shared understanding) ini harus sering dilakukan perusahaan. Hal ini dilakukan untuk menyamakan pemahaman antara perusahaan dengan suppliernya dan selalu berkoordinasi dan meminimalisir salah paham antara perusahaan dengan suppliernya. Dari 4 variabel yang mempengaruhi knowledge sharing, trust merupakan variabel penting bagi perusahaan dengan supplier. Hal ini dapat dibuktikan dengan temuan-temuan di lapangan bahwa turunnya rasa percaya perusahaan kepada suppliernya yang dinilai tidak konsisten dalam menjalin kerja sama.

Pada penelitian ini, penulis mengambil objek penelitian Telkomse l, Telkomsel memiliki divisi Infrastructure Buyer tentu memiliki mitra kerja dalam perihal pengadaan sumber daya atau yang bisa kita bilang supply chain yang melakukan support kepada perusahaan telkomsel untuk mengelola dan menjalankan kegiatan bisnisnya hingga dapat terus memiliki rekam jejak yang baik dalam bidang telekomunikasi. Bertahan nya suatu perusahaan tentunya mereka memiliki supply chain management yang baik. Dalam hubungan supply chain yang baik terdapat aspek sosial pengadaan yang baik dengan adanya hal tersebut hubungan antar supplier dan konsumen terjadi knowledge sharing pada para supplier telkomsel.

Oleh karna itu penting dirasa untuk melakukan penelitian agar memperolehkepastian bahwa network stability berpengaruh pada proses knowledge sharing. Oleh karena itu pada penelitian ini akan dilakukan dengan penelitian yang berjudul “PENGARUH ASPEK SOSIAL PENGADAAN TERHADAP KEBERLANGSUNGAN SHARING KNOWLEDGE PADA PARA SUPPLIER TELKOMSEL”.

(7)

7 1.3 Perumusan Masalah

Berlandaskan dari permasalahan yang dihadapi oleh Telkomsel kualitas pelayanan koneksi menjadi prioritas utama dari Telkomsel, karena keterlambata n dalam penanganan kejadian kerusakan Base Transceiver Station (BTS) terkadangang memberikan ketidak konsistenan supplier dalam memberika n layanan terbaik dan komunikasi yang kurang cepat tanggap dari inividu yang dikirim oleh supplier untuk berhubungan dengan telkomsel. Menunjukan ketidak konsistenan supplier dalam memberikan persediaan dan kualitas yang menurut penelitian (Zimmermann at al., 2018) bisa disumberkan dikarenakan kurangnya penerapan knowledge sharing yang dapat dipengaruhi oleh tie strength, network stability, shared understanding, dan trust.

Studi kelayakan pada penelitian terkait yang ditulis oleh Zimmermann at al (2018) terkait tentang tie strength didasarkan pada skala Chiu et al.s (2006) yang menghubungkan kedekatan hubungan dan frekuensi komunikasi. Network stability pada hal ini didasarkan dari stabilitas hubungan yang terjadi saat ini seperti hubungan jangka panjang, tingkat kesulitan kerja sama yang menjadi pengaruh terhadap stabilitas hubungan. Pemahaman shared understanding didasarkan pada skala Goo et al.s (2009) yang berfokus pada pemahaman penyedia layanan tentang klien dan sebaliknya. Terkait trust penelitian ini memeriksa dalam hal keyakinan tentang kebijakan, integritas, dan kejujuran.

Berdasarkan studi kelayakan terkait variabel yang mempengar uhi knowledge sharing maka muncul perumusan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana gambaran tie strength, network stability, shared understanding, trust dan knowledge sharing di Telkomsel.

2. Apakah tie strength memiliki pengaruh terhadap knowledge sharing suppliers Telkomsel?

3. Apakah network stability memiliki pengaruh terhadap knowledge sharing suppliers Telkomsel?

4. Apakah shared understanding memiliki pengaruh terhadap knowledge sharing suppliers Telkomsel?

(8)

8

5. Apakah trust memiliki pengaruh terhadap knowledge sharing suppliers Telkomsel?

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan uraian perumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelit ia n ini yaitu sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui bagaimana tie strength, network stability, shared understanding, trust dan knowledge sharing di Telkomsel.

2. Untuk mengetahui apakah tie stremgth berpengaruh positif dan signifika n terhadap knowledge sharing suppliers Telkomsel.

3. Untuk mengetahui apakah network stability berpengaruh positif dan signifikan terhadap knowledge sharing suppliers Telkomsel.

4. Untuk mengetahui apakah shared understanding berpengaruh positif dan signifikan terhadap knowledge sharing suppliers Telkomsel.

5. Untuk mengetahui apakah trust berpengaruh positif dan signifikan terhadap knowledge sharing suppliers Telkomsel.

1.5 Manfaat Penelitian 1.5.1 Manfaat Teoritis

Penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengena i knowledge sharing yang dapat diaplikasikan pada proses supply chain management perusahaan Telekomunikasi.

1.5.2 Manfaat Praktis

Penelitian ini dapat menjadi bahan kajian dan pertimbangan untuk Telkomsel dalam menyelesaikan masalah yang terjadi pada proses distribus i.

Dengan mengetahui proses knowledge sharing dapat digunakan oleh perusahaan untuk memperkuat variabel apa saja yang mempengaruhi knowledge sharing.

1.6 Sistematika Penulisan Tugas Akhir

Adapun sistematika penulisan tugas akhir untuk mempermudah pembaca dalam memahami isi yang terdapat pada penelitian ini, adalah sebagai berikut:

(9)

9 a. BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini dipaparkan tentang gambaran umum objek penelitian, latar belakang permasalahan, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, dan sistematika penulisan tugas akhir.

b. BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LINGKUP PENELITIAN Pada bab ini dipaparkan tentang penjelasan dari literatur penelitian yang berkaitan dengan teori penelitian yang mendukung solusi permasalahan, penelitian terdahulu, dan kerangka pemikiran.

c. BAB III METODE PENELITIAN

Pada bab ini dipaparkan tentang metode penelitian yang meliputi jenis penelitian yang dilakukan yaitu variabel, jenis dan sumber data, populasi dan sampel, metode pengumpulan data, dan teknik analisis data.

d. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini dipaparkan secara kronologis dan sistematis sesuai dengan perumusan masalah serta tujuan penelitian. Sistematika dalam uraian ini akan tampak jelas dan setiap aspek pembahasan dimulai dari analisis data, kemudian diinterpretasika n, dan selanjutnya diikuti dengan penarikan kesimpulan.

e. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini dipaparkan tentang penafsiran dan pemaknaan peneliti terhadap analisis penelitian, yang disajikan dalam bentuk kesimpulan dan saran penelit ia n.

Kesimpulan disajikan secara sistematis sesuai dengan perumusan masalah yang mengacu pada hasil penelitian, dan pembahasan, sedangkan saran dirumuska n secara konkrit sebagai implikasi dari kesimpulan dan alternatif pemecahan masalah penelitian.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian dengan judul “Motivasi Menjadi Jurnalis Dalam Rubrik Swara Kampus di Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat (Studi Kualitatif Terhadap Motivasi Mahasiswa

Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang dapat diberikan oleh social media marketing pada Instagram memberi dampak pada brand image

Larva udang galah GIMacro II memiliki kemampuan untuk dapat bertahan hidup pada lingkungan media payau, namun setiap organisme akuatik memiliki kendala yang sama yaitu upaya

Konsep nilai waktu dari uang (time value of money) pada dasarnya menjelaskan bahwa uang dalam jumlah yang sama yang diterima hari ini nilainya lebih besar dari nilainya di masa

Sitorus, S.H, selaku Anggota Kesatuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kotamadya Medan, Kemudian studi kepustakaan saya berusaha untuk mendapatkan data sekunder atau data yang

 Responden di Kalimantan cenderung untuk berubah opini menjadi setuju pencabutan subsidi BBM setelah menerima informasi terkait daripada responden di Jawa & Bali (21,3%).

(2) Tarif layanan untuk KSO dengan pihak lain selain sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini, ditetapkan dalam

penelitian pada siklus III sebagai berikut : 4 siswa mendapatkan skor 75, 12 siswa mendapat.. Jurnal Refleksi Pembelajaran Vol. Refleksi, Berdasar hasil analisis dari