BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yaitu yang relevan dengan judul, terkait penawaran dan pemintaan, elastisitas

14  Download (0)

Full text

(1)

7 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Penelitian Terdahulu

Beberapa penelitian terdahulu adalah hal yang dibutuhkan dalam mendukung hasil penelitian. Penelitian yang perlu digunakan dalam mendukung penelitian ini yaitu yang relevan dengan judul, terkait penawaran dan pemintaan, elastisitas permintaan, elastisitas penawaran, elastisitas harga serta keseimbangan permintaan dan penawaran. Maka dari itu perlu dilakukan pengkajian jurnal, skripsi ataupun thesis terkait judul yang sesuai. Berikut beberapa penelitian terdahulu yang dijadikan acuan dalam penelitian ini :

Penelitian (Agustian & Friyatno, 2014) dengan judul penelitian “Analisis Permintaan dan Penawaran Komoditas Kedelai di Indonesia”. Latar belakang dari penelitian tersebut yaitu karena kedelai memiliki posisi penting sebagai komoditas pangan penghasil protein nabati yang kaya akan gizi, aman dikonsumsi dan relatif lebih murah dibanding sumber protein hewani. Kedelai sudah menduduki tempat strategis karena sebagai bahan baku pembuatan tahu dan tempe yang telah menjadi makanan pokok yang dikonsumsi setiap hari. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengestimasi parameter dari peubah-peubah yang mempengaruhi permintaan dan penawaran kedelai, (2) Melakukan proyeksi permintaan dan penawaran komoditas kedelai, dan (3) Menganalisis prospek penawaran dalam memenuhi permintaan komoditas kedelai. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data sekunder berupa data agregat time series selama

(2)

periode tahun 1985-2011. Pada analisis model simultan penelitian ini, dijelaskan dengan perilaku secara sistem antara faktor-faktor penawaran, permintaan, dan harga masing-masing komoditas. Sistem (atau blok persamaan) yang dikembangkan diseimbangkan dengan suatu persamaan identitas. Perbedaan dari penelitian tersebut dan penelitian akan dilakukan yaitu terletak pada variabel- variabel dan komoditas tanaman yang digunakan serta lokasi penelitian.

Penelitian (Barus, A., Lubis, S.N., & Ayu, 2012) yang berjudul “Analisis Permintaan dan Penawaran Kedelai di Sumatera Utara”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran kedelai di Sumatera Utara, sehingga diperoleh keseimbangan pasar kedelai. Data yang digunakan adalah data sekunder periode tahun 1997-2012 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Sumatera Utara dan berbagai sumber lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi liniear berganda dengan alat bantu SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga kedelai, harga pakan ternak dan harga daging ayam berpengaruh tidak significant terhadap permintaan kedelai.

Permintaan kedelai dipengaruhi oleh permintaan kedelai tahun sebelumnya; harga daging ayam tahun sebelumnya dan penawaran kedelai tahun sebelumnya.

Penawaran kedelai dipengaruhi oleh harga kedelai tahun sebelumnya;

keseimbangan pasar penawaran dan permintaan kedelai adalah konvergen atau mengarah pada titik keseimbangan. Kondisi konvergen ini tidak merugikan petani karena petani dapat mengendalikan produksinya agar tidak terjadi produksi kedelai yang berlebihan. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh harga terhadap penawaran tidak terlalu besar sehingga penambahan produksi sebagai respon atas kenaikan

(3)

harga tidak berlebihan dan harga kedelai tetap stabil atau berada pada titik keseimbangan yang diharapkan petani kedelai. Perbedaan dari penelitian ini dan penelitian yang akan dilakukan yaitu terletak pada komoditas dan variabel yang digunakan, serta lokasi penelitian

Penelitian (Chairia, Salmiah, 2014) dengan judul penelitian “Analisis Permintaan dan Penawaran Cabai Merah di Provinsi Sumatera Utara” memiliki tujuan yakni untuk menganalisis berapa besar pengaruh variabel harga cabai merah, jumlah penduduk dan pendapatan terhadap permintaan cabai merah di Provinsi Sumatera Utara, untuk menganalisis berapa besar pengaruh variabel harga cabai merah, harga pupuk (Urea, ZA, SP-36) dan luas panen cabai merah terhadap penawaran cabai merah di Provinsi Sumatera Utara, dan untuk menganalisis bagaimana keseimbangan permintaan dan penawaran cabai merah di Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa variabel yang berpengaruh positif terhadap permintaan cabai merah di Provinsi Sumatera Utara adalah pendapatan perkapita. Variabel bebas (harga cabai merah, jumlah penduduk dan pendapatan) mampu menjelaskan variabel terikat (permintaan cabai merah) sebesar 87,9%; Variabel yang berpengaruh positif terhadap penawaran cabai merah adalah luas panen cabai merah. Variabel bebas (harga cabai merah, harga pupuk Urea, harga pupuk ZA, harga pupuk SP-36 dan luas panen cabai merah) mampu menjelaskan variabel terikat (penawaran cabai merah) sebesar 94,1%; Penawaran dan permintaan cabai merah di Provinsi Sumatera Utara adalah konvergen atau menuju titik keseimbangan. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang saya buat yaitu terdapat pada variabel yang digunakan, dan lokasi penelitian

(4)

Penelitian (Zuhriyah, 2010) dengan penelitiannya yang berjudul “Analisis Permintaan dan Penawaran Susu Segar di Jawa Timur”. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi permintaan dan penawaran susu segar, juga untuk mengetahui persamaan harga dari susu segar di Jawa Timur. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode ekonometrik dengan persamaan simultan menggunakan model reduced form.

Model persamaan simultan dalam penelitian ini terdiri dari tiga persamaan yaitu dua persamaan struktural dan satu persamaan identitas. Hasil dari penelitian ini yaitu jika diuji secara parsial pengaruh faktor-faktor terhadap permintaan susu segar di Jawa Timur diperoleh hasil bahwa harga susu segar, konsumsi susu perkapita dan pendapatan perkapita berpengaruh nyata secara signifikan terhadap permintaan susu segar di Jawa Timur dengan membandingkan hasil nilai t hitung lebih besar daripada t tabel. Sedangakan pada penawaran susu segar faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran secara signifikan yaitu produksi susu segar dan impor susu.

Penelitian (Purba, 2013) yang berjudul “Analisis Permintaan Bawang Merah (Allium ascalonicum) di Kota Medan Provinsi Sumatera Utara. Tujuan penelitian tersebut yaitu untuk menganalisis permintaan bawang merah, menganalisis faktor pendapatan, faktor harga, faktor jumlah tanggungan yang mempengaruhi permintaan bawang merah serta menganalisis elastisitas permintaan bawang merah di daerah penelitian. Pengambilan sampel konsumen menggunakan metode accidental yaitu konsumen yang sedang membeli bawang merah dan besar sampel diukur dengan menggunakan rumus slovin. Metode analisis data yang digunakan

(5)

yaitu menggunakan analisis regresi linier berganda dengan aplikasi SPSS untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan bawang merah dan mengetahui faktor dominannya, sedangkan untuk mengetahui elastisistasnya peneliti menggunakan analisis regresil linier berbentuk LN (Logaritma Natural).

Hasil dari pengujian didapatkan bahwa pendapatan, harga bawang merah dan jumah tanggungan keluarga berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan bawang merah di Kota Medan dengan didapatak hasil R2 sebesar 0,732 yang artinya menjelaskan varians sebesar 73,2% berpengaruh nyata, dan sisanya 26,8%

dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya yang tidak diteliti.

2.2 Landasan Teori 2.2.1 Bawang Merah

Tanaman bawang merah dapat tumbuh dengan baik di daerah yang tergolong dataran rendah maupun dataran tinggi dengan suhu yang kering. Tanah yang digunakan dalam penanaman hendaknya tanah bertekstur tanah lempung yang mengandung pasir, gembur dan mudah menyerap air.

Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif. Komoditas sayuran ini termasuk ke dalam kelompok rempah tidak bersubstitusi yang berfungsi sebagai bumbu penyedap makanan serta obat tradisonal. Komoditas ini juga merupakan sumber pendapatan dan kesempatan kerja yang memberikan kontribusi cukup tinggi terhadap perkembangan ekonomi wilayah (Balitbang Pertanian, 2005).

Selain fungsinya sebagai bumbu dapur penyedap masakan, bawang merah juga bermanfaat bagi kesehatan diantaranya untuk menyembuhkan sembelit,

(6)

mengontrol tekanan darah, menurunkan kolestrol, menurunkan resiko diabetes, mencegah pertumbuhan sel kanker, dan mengurangi resiko gangguan hati (Wibowo, 2001). Bawang merah merupakan salah satu dari bahan pokok yang penting bagi masyarakat Indonesia. Bawang merah dapat dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat. Peningkatan kebutuhan dalam mengkonsumsi makanan akan cenderung meningkat permintaan bawang merah. Sebagian besar permintaan terhadap bawang merah adalah konsumsi rumah tangga.

2.2.2 Kandungan Bawang Merah

Bawang merah umumnya dimanfaatkan sebagai bumbu penyedap rasa makanan. Bawang merah menghasilkan aroma khas dan cita rasa gurih, karena adanya kandungan minyak atsiri yang terkandung di dalamnya. Selain memberikan cita rasa, kandungan minyak atsiri juga berfungsi sebagai pengawet karena bersifat bakterisida dan fungisida untuk bakteri dan cendawan tertentu. Umbi bawang merah juga berkhasiat untuk mengobati luka dan penyakit panas atau demam (Rahayu dan Berlian, 2004).

Beberapa kandungan senyawa yang penting dari bawang merah antara lain kalori, karbohidrat, lemak, protein, dan serat makanan. Serat makanan dalam bawang merah adalah serat makanan yang larut dalam air, disebut oligcfruktosa.

Kandungan vitamin bawang merah adalah vitamin B1 (tiamin), dan vitamin C.

Bawang merah juga memiliki kandungan mineral diantaranya adalah: belerang, besi, klor, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, natrium, silikon, iodium, oksigen, hidrogen, nitrogen, dan zat vital non gizi yang disebut air. Bawang merah juga memiliki senyawa kimia non-gizi yang disebut flavonglikosido dan saponi (Irianto,

(7)

2009). Tanaman ini juga mengandung zat pengatur tumbuh alami berupa hormon auksindan giberelin

2.2.3 Teori Permintaan

Suatu barang dihasilkan oleh produsen karena dibutuhkan oleh konsumen serta karena konsumen bersedia membelinya. Konsumen mau membeli barang- barang yang mereka perlukan itu bila harganya sesuai dengan keinginan mereka dan bila barang tersebut berguna bagi mereka (Sugiarto, 2000). Menurut (Bangun, 2007) teori permintaan suatu barang berkaitan dengan jumlah permintaan ke atas suatu barang pada tingkat harga tertentu. Konsumen dapat menentukan jumlah barang yang dikonsumsi tergantung pada harga barang tersebut. Pada umumnya semakin tinggi harga suatu barang, maka semakin sedikit jumlah permintaan ke atas suatu barang tersebut. Sebaliknya semakin rendah harga suatu barang, maka semakin banyak jumlah permintaan ke atas barang tersebut, apabila faktor lain tidak berpengaruh (cateris paribus). Berikut kurva dari teori permintaan :

Gambar 2.1. Kurva Permintaan P

500 400 300 200 100

O Q

500 1000 1500 2000

(8)

Permintaan seseorang atau masyarakat terhadap suatu barang atau jasa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantara faktor-faktor tersebut yang terpenting adalah :

1. Harga barang itu sendiri

2. Harga barang-barang lain (merupakan barang substitusi atau barang komplementer)

3. Pendapatan rata-rata masyarakat 4. Selera masyarakat

5. Jumlah penduduk

6. Ramalan keadaan di masa mendatang.

Permintaan terhadap suatu barang atau jasa terutama dipengaruhi oleh harga barang atau jasa itu sendiri. (Nuraini, 2006)

Hubungan antara kedua variabel, yaitu antara harga dengan jumlah permintaan ke atas suatu barang, dapat dilihat melalui kurva permintaan. Kurva permintaan (demand kurve) adalah suatu kurva atau garis yang menghubungkan antara harga dengan jumlah permintaan ke atas suatu barang. Pada kurva permintaan terjadi perubahan jumlah permintaan ke atas suatu barang pada berbagai tingkat harga tertentu. Sebagai ciri dari kurva permintaan antara lain, garis tersebut turun dari kiri atas ke kanan bawah, dan berslop negatif yang menggambarkan bahwa kedua variabel tersebut berhubungan secara terbalik

2.2.4 Teori Penawaran

Penawaran adalah banyaknya komoditas pertanian yang ditawarkan oleh produsen atau penjual (Sugiarto, 2000). Penawaran ialah banyaknya jumlah barang

(9)

yang dijual pada suatu pasar tertentu pada berbagai tingkat harga selama satu periode tertentu. Faktor-faktor yang menentukan tingkat penawaran adalah harga jual barang yang bersangkutan, serta faktor-faktor lainnya yang dapat disederhanakan sebagai faktor non harga (Rahardja dan Manurung, 2004). Berikut adalah kurva dari teori penawaran :

Gambar 2.2. Kurva Penawaran

Menurut (Nuraini, 2006) dalam menawarkan barang dan jasa di pasar, penjual biasanya akan memperhatikan beberapa faktor, diantaranya :

1. Harga barang itu sendiri 2. Harga barang-barang lain

3. Biaya untuk memperoleh faktor-faktor produksi 4. Teknologi yang digunakan

5. Intervensi pemerintahan, termasuk pajak 6. Tujuan-tujuan dari perusahaan tersebut 7. Keadaan alam

Hukum penawaran pada dasarnya menjelaskan sifat hubungan antara harga barang atau jasa dengan jumlah barang atau jasa yang ditawarkan. Hukum

5000 4000 3000 2000 1000

0 Q (jumlah)

2 4 6 8 10 P (harga)

S (penawaran)

(10)

penawaran mengatakan bahwa “apabila harga suatu barang meningkat maka jumlah barang yang ditawarkan akan bertambah, sebaliknya apabila harga suatu barang menurun maka jumlah barang yang ditawarkan akan berkurang” (dengan asumsi cateris paribus)

Skedul penawaran output dapat dinyatakan dengan kurva yang disebut dengan kurva penawaran, kurva penawaran sendiri dapat dibedakan antara kurva penawaran produsen individual dan kurva penawaran pasar. Kurva penawaran pasar adalah penjumlahan secara horizontal kurva-kurva penawaran produsen individual. Apabila masing-masing produsen individual sama besarnya, maka permintaan pasar dapat diperoleh dengan mengalihkan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen tipikal individual dengan banyaknya produsen.

2.2.5 Elastisitas Permintaan dan Penawaran

Hukum permintaan menyatakan bahwa para pembeli akan membeli dalam kuantitas lebih banyak pada harga lebih rendah, akan tetapi derajat respon para konsumen pembeli yang dinyatakan dengan kuantitas yang diminta berbeda diantara berbagai produk dan pada berbagai tingkat harga untuk barang yang sama.

Respon yang dinyatakan dalam perubahan jumlah yang diminta terhadap perubahan harga disebut dengan elastisitas permintaan. Permintaan akan suatu barang adalah elastisitas bila para pembeli secara relatif responsif terhadap perubahan harga, dengan kata lain perubahan harga menyebabkan perubahan besar dalam jumlah yang diminta pada barang tersebut, dan apabila respon jumlah yang diminta mungkin lemah atau kecil terhadap perubahan harga, ini dapat dikatakan bahwa permintaannya kurang elastis (Faried, 1999)

(11)

Menurut (Made, 2018) elastisitas permintaan dan penawaran dapat dianalisis berdasarkan nilai koefisien regresi dari masing-masing variabel bebas pada mode regresi linier berganda logaristma natural (ln) yang dihasilkan. Elastisitas permintaan dan penawaran yang dianalisis adalah elastisitas harga, elastisitas silang, dan elastisitas pendapatan.

1. Elastisitas Harga

Analisis elastisitas harga berdasarkan nilai koefisien regresidiawali dengan melakukan pengujian untuk membuktikan bahwa koefisien elastisitas bernilai signifikan. Pengujian dilakukan dengan membandingkan hasil dari (bi – 1)/Sbi dengan nilai t-tabel, jika hasil perhitungan (bi – 1)/Sbi >t-tabel, maka pengujian tersebut signifikan, jika hasil perhitungan (bi – 1)/Sbi <nilai t-tabel, maka pengujian tersebut non signifikan. Penggolongan elastisitas harga adalah sebagai berikut

a. EP> 1 artinya permintaan bersifat elastis.

b. EP< 1 artinya permintaan bersifat inelastis.

c. EP = 1 artinya permintaan bersifat unitary elastis d. EP = ∞ artinya permintaan bersifat elastis sempurna.

e. EP = 0 disebut inelastis sempurna.

2. Elastisitas silang, dengan penggolongan sebagai berikut

a. Ec bernilai positif berarti dua jenis barang merupakan barang substitusi.

b. Ec bernilai negatif berarti dua jenis barang merupakan barang komplementer.

c. Ec = 0 berarti dua jenis barang tidak saling berkaitan.

(12)

3. Elastisitas pendapatan, dengan penggolongan sebagai berikut

a. EI bernilai positif berarti suatu barang merupakan barang normal, dimana penggolongannya dapat dibedakan menjadi dua pengertian sebagai berikut ;

EI < 1 berarti suatu barang merupakan barang kebutuhan pokok EI > 1 berarti suatu barang merupakan barang mewah.

b. EI bernilai negatif berarti suatu barang merupakan barang inferior.

c. EI = 0 berarti suatu barang bersifat inelastis terhadap pendapatan.

2.3 Kerangka Pemikiran

Menurut (Usman & Akbar, 2011) kerangka pemikiran adalah suatu konsep yang tersusun secara logis, sistematis, analitis serta didukung oleh teori-teori yang reevan untuk melakukan penelitian. Kerangka pemikiran juga merupakan penjelasan sementara terhadap objek permasalahan pada penelitian. Kerangka pemikiran disusun berdasarkan kajian pustaka dan hasil penelitian terdahulu.

Komoditas pertanian merupakan sarana yang sangat penting demi menunjang kebutuhan masyarakat, bahkan komoditas pertanian ini merupakan penyumbang inflasi suatu negara, salah satunya yaitu bawang merah. Hal itu tidak terlpeas dari permintaan dan penawaran terhadap barang tersebut. Permintaan dan penawaran berhubungan dengan harga, karena dengan mengetahui harga barang, masyarakat akan mudah dalam pengambilan keputusan terhdap seberapa besar jumlah yang akan dibeli. Tidak hanya konsumen, para produsen pun akan mampu mengambil keputusan untuk menambah tingkat produksinya.

(13)

Meningkatnya jumlah permintaan suatu barang tidak hanya dipengaruhi oleh fluktuasi harga bawang merah itu sendiri. Namun meningkatnya jumlah penduduk suatu wilayah juga mempengaruhi jumlah konsumsi bawang merah di Jawa Timur. Faktor lain yang mempengaruhi ialah harga cabai rawit sebagai harga barang komplementer dari bawang merah. Penawaran bawang merah di Jawa Timur dipengaruhi oleh beberapa factor, diantaranya yaitu luas panen komoditas bawang merah dan harga bawang merah tahun sebelumnya diduga juga mempengaruhi tingkat produksi barang yang ditawarkan oleh petani.

Kerangka pemikiran Analisis Permintaan dan Penawaran Bawang Merah di Jawa Timur tahun 2009-2018 dapat dilihat pada Gambar di bawah ini :

Gambar 2.3. Kerangka Pemikiran Faktor-faktor yang

mempengaruhi permintaan :

 Harga barang komplementer (X1)

 Jumlah penduduk (X2)

 Harga bawang merah (X3)

Faktor-faktor yang

mempengaruhi penawaran :

 Luas panen (X1)

 Harga bawang merah tahun sebelumnya (X2)

 Analisis regresi linier berganda

 Analisis Elastisitas

Permintaan Penawaran

Adanya kesenjangan antara konsumsi dan produksi bawang merah

(14)

2.4 Hipotesis

Berdasarkan rumusan masalah dan kerangka pemikiran yang telah dibuat, maka hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut :

1. Diduga faktor barang komplementer (cabai rawit), jumlah penduduk, dan harga bawang merah berpengaruh secara nyata terhadap permintaan bawang merah di Jawa Timur

2. Diduga faktor luas panen, harga bawang merah tahun sebelumnya, dan tingkat konsumsi bawang merah berpengaruh secara nyata terhadap penawaran bawang merah di Jawa Timur

3. Diduga terjadi elastisitas terhadap permintaan dan penawaran bawang merah di Jawa Timur

Figure

Gambar 2.1. Kurva Permintaan P 500 400 300 200 100 O Q           500   1000   1500   2000

Gambar 2.1.

Kurva Permintaan P 500 400 300 200 100 O Q 500 1000 1500 2000 p.7
Gambar 2.2. Kurva Penawaran

Gambar 2.2.

Kurva Penawaran p.9
Gambar 2.3. Kerangka Pemikiran Faktor-faktor yang

Gambar 2.3.

Kerangka Pemikiran Faktor-faktor yang p.13

References

Related subjects :

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in