• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

9

BAB III

PELAKSANAAN KERJA MAGANG

3.1. Kedudukan dan Koordinasi

Selama proses kerja magang, penulis didampingi oleh pembimbing lapangan, yaitu Reza Mohammad Iqbal, selaku Head of Graphics. Beliau membantu memberikan arahan bila kebingungan mengenai teknis pengerjaan. Namun, beliau juga sering bekerja dari rumah (WFH), sehingga seringkali pembimbing lapangan tidak berada di tempat. Penulis lebih sering berinteraksi bersama produser – produser karena mereka yang memberikan job. Sebagai Motion Graphic Artist, penulis membantu produser bila memerlukan aset – aset ataupun animasi grafis. Penulis juga bekerja bersama Calvin dan Zuhayr, yang merupakan sesama rekan tim.

1. Kedudukan

Selama proses kerja magang di Sunny Side Up, penulis berada di divisi GFX atau grafis, dimana divisi ini bertugas untuk membuat, menggerakkan ataupun memisahkan aset grafis yang diminta oleh produser. Aset tersebut dapat berbentuk produk, supers, maupun elemen grafis lainnya. Supers merupakan istilah dalam dunia iklan yang berarti teks. Divisi GFX bertugas untuk membantu online editor ketika mereka membutuhkan segala hal yang terkait dengan grafis.

(2)

10 2. Koordinasi

Koordinasi di divisi GFX secara umum berkooperasi dengan produser. Setelah produser mendapatkan klien, maka akan diminta storyboard untuk diberikan ke bagian offline editing untuk dibuat line test-nya. Line test merupakan istilah untuk editing kasar yang memberikan gambaran secara keseluruhan dari awal sampai akhir.

Bila line test tidak di-approve, maka akan direvisi terlebih dahulu sebelum akhirnya diteruskan ke bagian editing lainnya.

Setelah disetujui, maka produser akan menyampaikan brief dan materi mengenai proyek tersebut ke divisi lainnya. Produser akan memberikan materi lewat server SSU atau lewat aplikasi WhatsApp. Setelah mendapatkan materi, penulis akan diminta untuk membuat, menggerakkan, atau memisahkan materi, tergantung keinginan produser dan dengan ekstensi, klien. Kunci komunikasi antar divisi ada pada produser, sehingga bila ada yang kebingungan atau membutuhkan sesuatu, yang dicari pertama adalah produser yang bersangkutan. Produser menjadi jembatan antar divisi. Dalam hal ini, produser biasanya meneruskan informasi yang diberikan oleh klien atau divisi lainnya kepada orang yang bersangkutan. Bila produser sedang tidak ada, terkadang bagian online editor atau offline editor datang langsung ke ruang GFX untuk meminta secara langsung kepada motion graphic artist.

Hasil yang di-output secara umum berupa .mp4, .mov, dan .targa. File tersebut akan ditaruh di server SSU untuk diambil oleh divisi lainnya. Penamaan

(3)

11 folder sangat penting untuk menghindari kebingungan. Output render-an akan ditaruh di folder pribadi penulis dan di folder online editor yang bersangkutan. Setelah berada di folder dengan nama orang terkait, susunan berikutnya adalah folder import, tahun, nama klien serta bulan proyek tersebut, folder GFX, tanggal renderan dibuat, kemudian penomoran 01, 02, 03, dst untuk revisi.

Bila produser atau penulis bekerja dari rumah (WFH), maka akan menggunakan aplikasi WhatsApp untuk komunikasi. Namun, seringkali pula produser akan menggunakan WhatsApp dari pada datang langsung ke ruang GFX, karena produser sedang berada di ruangan online editor. Produser memakai Google Drive untuk meminta output render yang telah dibuat penulis.

Gambar 3.1. Bagan Alur Koordinasi (Dokumentasi Pribadi, 2021)

(4)

12 3.2. Tugas yang Dilakukan

Berikut adalah proyek – proyek yang penulis lakukan selama kerja magang di Sunny Side Up Post Production Studio.

Tabel 3.1. Detil Pekerjaan yang Dilakukan Selama Magang

Minggu Tanggal Proyek Keterangan

1. 8 – 11 Februari 2021

- COCA COLA - PANTENE - MANDIRI

 Menggerakkan aset grafis Coca

Cola untuk end scene-nya sebagai opsi tambahan.

 Tracing logo Pantene di Adobe

Illustrator dikarenakan materi logo yang diberi klien adalah .psd yang menyebabkan pecah bila di scale up.

 Menambal background untuk proyek Mandiri menggunakan Adobe Photoshop.

 Menambah durasi animasi pop up kubus untuk proyek Mandiri.

 Revisi renderan kubus dari 24 fps

(5)

13 menjadi 25 fps.

2. 15 – 18 Februari 2021

- MANDIRI - GILLETTE

 Present Mandiri, revisi supers menjadi “Nikmati biaya transaksi gratis”.

 Revisi Mandiri, menggerakkan

supers agar masuk ke safe area.

 Re-edit dari ending scene Gillette,

treatment animasi dibuat seperti sebelumnya. Revisi Rp 8000 diganti menjadi Rp 10.000

 Revisi output render dikarenakan kurang 1 frame.

3. 22 – 26 Februari 2021

Dari Produser Isti  Render 26 item .mov menjadi targa

4. 1 – 7 Maret 2021

- COCA COLA - SASA

- McD

 Membuat opsi animasi untuk iklan Coca Cola.

 Membuat subtitle untuk Sasa durasi 15s, 30s, dan 60s.

 Membuat efek glitch untuk 2

(6)

14 scene dari Sasa.

 Menganimasikan logo ultah McD ke 30th.

 Revisi beberapa bahasa untuk

subtitle, treatment font disamakan dengan Zuhayr.

 Membuat cutdown Coca Cola

untuk versi 6s, 15s, dan 30s dengan ratio 1080x1920 &

1080x1080.

 Membuat animasi interface aplikasi McD sama seperti di handphone. Kemudian membuat tampilan interface video chat dan aset yang diperlukan di Adobe Illustrator.

5. 8 – 12 Maret 2021

- McD  Revisi user interface McD, diganti dengan materi baru.

 Memisahkan interface video chat beserta dengan icon – icon-nya.

(7)

15 6. 15 – 19

Maret 2021

- NESCAFE - KRAFT - EMINA

 Mengerjakan Nescafe 1080x1350,

revisi supers dari 2 baris menjadi 1 baris. Scale produk dikecilkan agar tidak menabrak dengan logo Tokopedia.

 Membuat line test untuk Kraft,

supers diminta 3D look alike.

 Membuat cutdown versi 6s Emina

untuk ukuran 1080x1080, repositioning & rescaling supers dan superless.

7. 22 – 28 Maret 2021

- KRAFT - CITRA - SSU

 Memisahkan materi Kraft untuk

diberikan ke online editor.

 Membuat animasi dengan treatment sederhana untuk end frame Kraft 2 detik.

 Revisi animasi end frame &

memberikan 2 opsi.

 Membuat 2 supers tambahan untuk Citra dengan treament

(8)

16 seperti yang dibuat Supervisor Reza.

 Membuat animasi pada logo SSU.

 Mengerjakan 6s Kraft (WFH), direction 2 & 4.

8. 29 Maret – 2 April 2021

- KRAFT - CITRA

 Revisi pack Kraft, treatment

supers, disclaimer, dan jumlah asterisk.

 Membuat 3 ring glow yang

mengelilingi serum untuk proyek Citra.

9. 5 – 9 April 2021

- CITRA - AICE

- MIE SEDAAP

 Membuat 4 supers tambahan untuk Citra.

 Revisi supers Citra, treatment animasi diminta still saja.

 Menghilangkan watermark foto

ladang untuk proyek AICE yang akan diberikan ke offline editor.

 Memisahkan materi Mie Sedaap untuk diberikan ke online editor.

(9)

17

 Membuat opening, ending, dan

supers dari 30s offline proyek Mie Sedaap.

 Revisi Mie Sedaap.

10. 12 – 16 April 2021

- FRESH NATURAL - AICE - EMINA - GOPAY

 Mengedit warna dan brightness

produk dan background untuk proyek Fresh Natural yang akan diberikan ke offline editor.

 Membuat supers baru Emina

dengan treatment seperti sebelumnya.

 Membuat transition vertikal Instagram dan swipe up Instastory untuk Emina.

 Membuat Gopay versi vertikal

dengan treatment sama seperti sebelumnya.

11. 19 – 23 April 2021

- EMINA - GOPAY - GURIBEE

 Revisi supers Emina.

 Revisi supers Gopay.

 Me-rotoscope snack untuk

(10)

18 keperluan offline proyek Guribee.

12. 26 – 30 April 2021

- EMINA - SANITER - CITRA - POISE

 Tambahan supers untuk Emina.

 Mengerjakan Saniter, treatment

supers diminta sederhana saja.

 Revisi supers Emina & Citra.

 Revisi Saniter, glowing diganti

menggunakan effect, sebelumnya blending mode. Treatment bubble diminta bergerak ke atas, sebelumnya pop.

 Mengerjakan Poise, treatment supers diminta mengikuti guide.

13. 3 – 7 Mei 2021

- EMINA - SANITER

 Output final Emina.

 Revisi supers Saniter, kemudian diminta 2 opsi untuk ending.

 Present Saniter, revisi font &

posisi supers.

14. 10 Mei 2021

– –

(11)

19 3.3. Uraian Pelaksanaan Kerja Magang

Penulis menjadi seorang motion graphic artist selama kerja magang di Sunny Side Up Post Production Studio. Tugas dari pekerjaan ini ialah meng-handle segala hal yang berkaitan dengan grafis. Tidak hanya menggerakkan atau menganimasikan, penulis juga dapat diminta untuk memisahkan materi pack produk, atau membuat aset grafis yang diperlukan.

3.3.1. Proses Pelaksanaan

Penulis bekerja menggunakan Mac milik kantor. Pada hari pertama, penulis cukup kebingungan dan gugup karena masih belum familiar dengan cara kerja serta pekerjaan yang harus dilakukan di industri ini. Penulis pun belajar seiring waktu berjalan, seperti penamaan folder, cara render targa, cara connect ke server, dan lainnya. Penulis menggunakan aplikasi Adobe After Effects, Adobe Illustrator, dan Adobe Photoshop.

Setiap proyek pada umumnya diberikan deadline. Namun, SSU bersedia memberikan tambahan waktu apabila klien bersedia membayar lebih. Untuk deadline mengenai pekerjaan penulis sendiri, setiap pekerjaan harus kelar di hari itu juga, karena biasanya akan dioper ke divisi lain atau ke klien. Namun hitungan hari di dunia iklan ini dimulai dari jam 10 atau 11 siang. Sehingga seringkali penulis harus bekerja sampai subuh demi kelarnya pekerjaan. Disini penulis akan menjelaskan beberapa proyek yang cukup meninggalkan kesan terhadap penulis.

(12)

20 1. Proyek KRAFT

Kraft merupakan produk makanan berupa keju. Produser dari proyek ini adalah Irene.

Penulis diminta oleh Irene untuk memisahkan materi pack Kraft. Penulis diminta untuk memecah materi tersebut menjadi 4 file terpisah, yaitu logo susu, tulisan Cheddar, logo kraft, kemudian full keseluruhan pack kotak. File tersebut di-output menjadi targa, dimana online editor akan menggunakan pisahan ini.

Gambar 3.2. Materi Pack Kraft (Dokumentasi Pribadi, 2021)

Penulis menggunakan Adobe Photoshop untuk meng-crop dan menyeleksi bagian yang dibutuhkan dengan magic wand tool dan quick selection tool. Namun, ada bagian yang susah diseleksi secara sempurna, seperti logo susu tersebut. Bentuk

(13)

21 dari cairan susunya membuat rumit seleksinya. Sehingga penulis menggunakan brush tool untuk menambal warna atau bagian yang terpotong. Kemudian penulis save menjadi targa, namun pada awalnya penulis agak kesulitan menjadikannya targa, sebab tidak muncul di pilihan save as. Setelah penulis coba telusuri, save as menjadi targa muncul ketika menggunakan preset HDTV untuk Film & Animation, namun bila custom size, pilihan tersebut tidak muncul. Alhasil, penulis membuat document baru dengan preset HDTV, memindahkan seluruh bagian yang telah di-crop ke document tersebut, dan akhirnya dapat save as menjadi targa.

Produser Irene juga menyuruh penulis dan rekan penulis untuk membuat line test Kraft. Oleh karena ini line test, maka sebenarnya tidak perlu sangat rapi. Klien meminta agar tulisannya terlihat seperti 3D. Sebelumnya, penulis tidak pernah membuat teks dengan tampilan 3D di After Effects, sehingga penulis menonton tutorial di Youtube terlebih dahulu. Supers yang diminta adalah “KALSIUM”,

“PROTEIN”, dan “VITAMIN D”.

(14)

22 Gambar 3.3. Line Test Kraft

(Dokumentasi Pribadi, 2021)

Klien ingin tulisannya muncul satu per satu ketika susunya dituang. Untuk warna supers-nya, klien ingin warna putih untuk “KALSIUM” dan “PROTEIN”, untuk mencerminkan warna tulang, sedangkan warna kekuningan untuk “VITAMIN D” untuk mencerminkan warna susu. Akan tetapi, karena ini masih line test, susu tersebut belum di color grading. Sehingga warna supers “VITAMIN D” belum dapat dikatakan final. Line test ini dilakukan oleh penulis dan Zuhayr, dan yang akhirnya terpilih adalah milik Zuhayr.

Penulis juga diminta untuk membuat animasi end frame yang berdurasi 2 detik. Treatment animasi diminta oleh Irene yang sederhana saja. Oleh karena itu, penulis hanya menggerakan rotasi dari tiap bintang, swing kiri dan kanan untuk lampion, pop up supers “NUTRISI KRAFT, SEMANGATKAN RAMADAN” dari kecil ke besar.

(15)

23 Gambar 3.4. End Frame Kraft

(Dokumentasi Pribadi, 2021)

Pada awalnya, rotasi tiap bintang berbeda – beda. Namun, Irene meminta untuk disamakan saja semua kecepatan bintangnya. Kemudian, Irene juga meminta untuk ditambahkan light sweep di logo Keju No.1 dan di supers. Irene meminta untuk dibuat 2 opsi, dan yang akhirnya terpilih adalah light sweep di bagian logo. Penulis kemudian diminta untuk memisahkan seluruh aset grafis menjadi renderan terpisah untuk diberikan ke online editor. Output render selalu ProRes 4444 dengan setting channels RGB + alpha.

(16)

24 Gambar 3.5. Renderan Pisahan

(Dokumentasi Pribadi, 2021)

Terakhir, penulis mengerjakan Kraft Bumper bersama dengan Zuhayr. Irene membagikan 4 board (Direction 1, 2, 3, dan 4) yang kemudian diberikan kepada kami berdua. Penulis memegang Direction 2 & 4. Awalnya, penulis merasa teringankan sebab masing – masing dari kami memegang 2 board. Namun, yang membuat rumit di sepanjang jalan adalah notes dari board yang mengharuskan frame 3 dan 4 untuk sama persis. Sebab, setiap ada revisi terkait frame 3 atau 4, mengharuskan kami untuk terus menerus mengirimkan renderan baru hanya untuk menempel bagian akhir tersebut. Frame 3 milik penulis dipilih oleh klien, sedangkan frame 4 terpilih milik Zuhayr.

(17)

25 Gambar 3.6. Board Kraft Bumper

(Dokumentasi Pribadi, 2021)

Treatment animasi yang diberikan untuk frame 1 dan 2 cukup sederhana.

Awalnya, untuk frame 1 penulis menganimasikan seluruh supers. Namun, karena alasan keterbacaan, akhirnya penulis hanya menggerakkan supers “KRAFT CHEDDAR” dari kecil ke besar. Untuk frame 2, penulis membuat supers “TANPA”

di frame 2 melebar menggunakan tracking. Namun, Irene meminta mengganti treatment tersebut karena takut tidak terbaca, sehingga treatment yang diberikan sama seperti frame 1.

(18)

26

Gambar 3.7. Treatment Pop Up Animasi Frame 1 (Dokumentasi Pribadi, 2021)

Jumlah revisi yang dihasilkan kurang lebih sekitar 12 kali. Hal yang direvisi mencakup perubahan treatment animasi, perubahan lagu, perubahan dan perbaikan disclaimer beserta asterisk-nya, font type, positioning, dan replacement materi pack.

Proyek Kraft ini mulai tanggal 17 Maret, berakhir tanggal 1 April.

2. Proyek EMINA

Proyek ini diproduseri oleh Isti. Emina merupakan sebuah produk kecantikan. Proses pengerjaan Emina sangat melelahkan dikarenakan revisi yang tak kunjung kelar.

Sebelumnya, yang memegang proyek Emina adalah Supervisor Reza. Namun proyek ini dilemparkan ke penulis karena telah melewati jadwal yang ditentukan. Klien memanfaatkan jasa SSU yang dapat memperpanjang harinya. Pada awalnya, penulis disuruh mengerjakan versi cutdown 6s untuk ukuran 1080x1080 (square), dimana tugas penulis me-repositioning & rescaling supers. Ada 3 produk yang perlu dibuat cutdown-nya, yaitu face wash, generic, & serum. Secara teknis, hal ini tidak begitu rumit karena hanya mengubah posisi supers dan video.

(19)

27 Gambar 3.8. Produk Emina versi Face Wash

(Dokumentasi Pribadi, 2021)

Aset dan materi pun sudah ada, karena cutdown hanya memotong materi berdurasi 60s menjadi 6s, 15s, atau 30s. Produser Isti kemudian memberikan revisi dari klien, dimana ada supers baru, versi baru 15s, 30s, 60s, dan vertikal instastory.

Penulis diminta untuk membuat treatment animasi supers yang sama seperti sebelumnya. Ada 7 supers yang harus dibuat. Masing – masing supers ditujukan untuk produk yang berbeda, kecuali Mid Line. Dimulai dari 2nd/3rd tier, Existing User, First User, Korean Lover, Mid Line, Outdoor, dan Social Butterfly.

(20)

28 Gambar 3.9. Mid Line

(Dokumentasi Pribadi, 2021)

Mid Line akan ada di tengah – tengah video setiap produk. Animasi dari treatment supers sangat bouncy dan wavy. Pada awalnya, penulis mengetik satu per satu huruf agar bisa digerakkan manual. Namun, seiring berjalannya waktu dengan revisi yang terus – menerus berganti, penulis menemukan bahwa dapat menggunakan script untuk mendapatkan efek animasi yang serupa. Namun pada akhirnya, klien memutuskan untuk dibuat still saja, sebab durasi scene yang cepat membuat keterbacaan beberapa supers menjadi kurang terbaca. Hanya treatment Mid Line yang dibiarkan tetap ada.

Secara teknis pengerjaan, penulis tidak begitu tersulitkan. Hanya perlu memakan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan treatment animasinya.

(21)

29 Ditambah dengan jumlah produk yang banyak, supers yang terus berganti, elemen – elemen grafis, membuat waktu pengerjaan ini sangat lama. Revisi – revisi yang diberikan minor namun dilakukan selama berhari – hari sehingga cukup menyulitkan penulis.

Gambar 3.10. Contoh Revisi yang Diberikan (Dokumentasi Pribadi, 2021)

Revisi yang diberikan seperti tidak konsisten. Ada kejadian dimana klien memutuskan untuk menggunakan revisi yang sebelumnya, sehingga revisi yang telah dibuat sia – sia. Revisi yang diberikan minor namun banyak seperti perubahan posisi, skala dan tulisan supers; penghilangan aset grafis; pembesaran video; pergantian

(22)

30 audio; pergantian shot; dan perubahan end scene. Proyek Emina yang ini dimulai tanggal 12 April, dan berakhir tanggal 5 Mei.

Gambar 3.11. Feedback Revisi Terakhir (Dokumentasi Pribadi, 2021)

3. Proyek SASA

Sasa merupakan perusahaan produk makanan. Produser dari proyek ini adalah Irene.

Penulis diminta oleh Irene untuk membuat subtitle untuk SASA ANTHEM. Namun, karena ada miskomunikasi produser dengan rekan grafis penulis Zuhayr, Zuhayr sempat membuat subtitle yang harusnya penulis buat. Dikarenakan sudah terlanjur dibuat versi full-nya, maka penulis membuat versi cutdown yakni 15s, 30s, dan 60s.

Hal ini merepotkan penulis, karena penulis harus menyocokkan versi cutdown dengan

(23)

31 versi master-nya. Hal ini termasuk font type, font size, font color, dan positioning.

Sesungguhnya yang merepotkan adalah ketika revisi, karena revisi terus menerus maka subtitle harus di-adjust lagi.

Gambar 3.12. Project File SASA ANTHEM (Dokumentasi Pribadi, 2021)

Awalnya, penulis mengikuti waveform audio sebagai panduan untuk pergantian teks. Akibatnya, subtitle tersebut kadang overlap di 2 scene berbeda.

Namun, Irene tidak mempermasalahkannya karena dengan demikian klien akan sadar bahwa audio dengan footage-nya tidak sinkron. Setelah menunggu revisi, ternyata klien menginginkan konsep tiap scene untuk menggunakan bahasa daerah mereka, sehingga penulis ubah timing subtitle-nya untuk mengikuti dengan perubahan scene.

(24)

32 Gambar 3.13. Guide dari Klien

(Dokumentasi Pribadi, 2021)

Penulis mengikuti petunjuk guide dan hanya meng-copy paste teks di guide ke dalam After Effects. Kemudian untuk bahasa tertentu, font-nya disesuaikan. Setelah mengirimkan preview pertama, beberapa hari kemudian klien mengirimkan feedback.

Klien meminta untuk dibuat sing along, sehingga ada subs berwarna kuning dan putih. Ketika belum ada nyanyian, subtitle berwarna putih. Ketika sudah ada nyanyian, subtitle berwarna kuning mengikuti dari kiri ke kanan.

(25)

33 Terdapat revisi sebanyak 2 kali, revisi tersebut mencakup pergantian font untuk bahasa Jepang. Kemudian subtitle-nya diubah yang Bahasa Indonesia menjadi Bahasa Inggris. Ada juga pergantian audio agar lirik dengan video tidak begitu jauh perbedaannya. Beberapa teks juga ada yang diubah dan dihilangkan. Proyek ini cukup berkesan karena merupakan proyek pertama dimana penulis pulang subuh selama 2 hari berturut – turut.

Selain subtitle, penulis juga diminta oleh Krisma yang merupakan seorang online editor untuk membuat glitch effect untuk 2 shot. Penulis menggunakan set channels untuk pengaturan warnanya, displacement map dan wave warp untuk efek glitch-nya. Proyek Sasa ini dimulai tanggal 2 Maret, berakhir tanggal 5 Maret.

Gambar 3.14. Proyek Glitch Effect SASA (Dokumentasi Pribadi, 2021)

(26)

34 3.3.2. Kendala yang Ditemukan

Pada bulan Maret, Mac milik kantor yang penulis pakai rusak. Akibatnya seluruh data, termasuk data proyek milik penulis terhapus. Proyek tersebut adalah Coca Cola, Mandiri, dan Gillette di bulan Februari. Selama Mac-nya rusak, penulis terpaksa menggunakan laptop pribadi. Selama penulis menggunakan laptop pribadi, penulis tidak dapat me-render menjadi Apple ProRes 4444 dikarenakan menggunakan lisensi yang berbayar. Sedangkan semua output final diminta dalam format Apple ProRes 4444 tersebut. Selain itu, perbedaan versi After Effects antara milik penulis dengan milik kantor menyulitkan bila ingin mentransfer data proyek. Versi penulis adalah CC 2017, dan milik kantor adalah versi CC 2020.

Kendala lain yang ditemukan selama di kantor yaitu, penulis sudah terbiasa menggunakan Windows, sehingga butuh adaptasi OS ke Mac. Ketika penulis sudah lumayan terbiasa menggunakan Mac, Mac milik kantor tersebut rusak, sehingga harus penyesuaian habit lagi ke Windows. Alhasil, penulis harus gonta – ganti antara Mac dan Windows untuk keperluan render dan pengerjaan revisian proyek. Hal tersebut membuat penulis suka salah shortcut di keyboard dan mengganggu efisiensi kerja.

Kendala terakhir yakni terjadi miskomunikasi dengan produser apabila menggunakan WhatsApp. Informasi yang disampaikan dari chat kadang tidak lengkap atau kurang jelas. Hal tersebut mengakibatkan penulis untuk banyak bertanya di WhatsApp. Namun, pertanyaan penulis seringkali lama untuk dibalas atau dijawab.

(27)

35 3.3.3. Solusi Atas Kendala yang Ditemukan

Penulis menggunakan laptop pribadi, meskipun performa laptop sudah menurun tapi masih dapat digunakan untuk mengerjakan pekerjaan magang. Beberapa kendala seperti tidak bisa render karena memory kehabisan dibantu oleh produser Irene. Irene mencari tahu penyebabnya dan menyarankan untuk clear media cache. Oleh karena penulis tidak bisa render di laptop pribadi yang disebabkan perlunya membayar lisensi Apple ProRes 4444, penulis harus men-transfer projek penulis dari laptop ke Mac yang digunakan Zuhayr. Transfer tersebut pun menggunakan Hard Disk pribadi milik Zuhayr. Penulis sempat bingung cara men-transfer seluruh proyek agar tidak ada missing files, kemudian Supervisor Reza memberitahu cara untuk men-transfer seluruh data yang digunakan dalam proyek dengan Collect Files.

After Effects milik penulis adalah versi CC 2017, sedangkan Mac milik kantor adalah versi CC 2020. Bila penulis ingin membuka file proyek di laptop penulis, maka proyek harus di-downgrade terlebih dahulu. Hal tersebut juga cukup merumitkan karena After Effects hanya bisa downgrade 2 versi sebelumnya.

Sehingga penulis harus downgrade menggunakan versi CC 2019 untuk dapat diakses di laptop pribadi yang menggunakan CC 2017. Untungnya, Mac milik kantor memiliki versi CC 2019 pula.

(28)

36 Solusi untuk mengatasi perbedaan OS memang harus penyesuaian seiring berjalannya waktu. Di bulan April, penulis mulai tidak tertukar dalam membedakan shortcut yang digunakan ketika memakai Mac atau pun Windows.

Untuk mengatasi miskomunikasi yang terjadi, bila sudah terlanjur miskomunikasi, biasanya produser akan datang langsung ke ruangan GFX atau menelpon via WhatsApp, untuk memperjelas bagian yang miss.

Gambar

Gambar 3.1. Bagan Alur Koordinasi  (Dokumentasi Pribadi, 2021)
Tabel 3.1. Detil Pekerjaan yang Dilakukan Selama Magang
Gambar 3.2. Materi Pack Kraft  (Dokumentasi Pribadi, 2021)
Gambar 3.7. Treatment Pop Up Animasi Frame 1  (Dokumentasi Pribadi, 2021)
+5

Referensi

Dokumen terkait

Tingkat pengetahuan ibu hamil berdasarkan definisi kebudayaan, terutama pada pertanyaan tentang kehamilan merupakan proses alamiah sebagai kodratnya sebagai perempuan,

Hasil model prediksi hujan dari anggota ensemble menggunakan 5 variabel prediktor (SST, CAPE, PW, U850 dan V850) menunjukkan pola curah hujan yang dapat mengikuti pola

Dalam pelaksanaan praktik kerja magang, penulis diberikan tugas di bagian Product Marketing dengan fokus pembuatan creative ideas dan creative messages untuk materi

Istilah citra atau image yang pada umumnya digunakan dalam bidang pengolahan citra diartikan sebagai suatu fungsi kontinu dari intensitas cahaya f(x,y) dalam bidang dua dimensi

Dalam penelitian ini akan dikaji sifat-sifat yang dimiliki oleh fungsi f yang didefinisikan dengan domain dan kodomain bilangan real tidak negatif, agar jika dikomposisikan

Apakah dengan citra merek global pada suatu merek produk tertentu, dan adanya positive word of mouth tentang produk, serta pengaruh persepsi kualitas dari negara

3.2 Profil karakter morfo-agronomis padi yang diamati 12 3.3 Analisis ragam karakter kuantitatif pada 93 aksesi padi warna lokal 16 3.4 Keragaman karakter kualitatif pada 93

Penulis mendapat kesimpulan laporan ini merupakan hal terpenting untuk latihan proses pelaksanaan kerja magang desain grafis yang nyata di masa depan hingga lulus menjadi