• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB 3 METODE PENELITIAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

19

METODE PENELITIAN

3.1 Metodologi Penelitian

Metodologi yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif. Metode kualitatif merupakan metode dimana seorang peneliti menjadi instrument kunci.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipasi, yaitu peneliti terlibat sepenuhnya dalam kegiatan informan kunci yang menjadi obyek penelitian dan sumber informasi penelitian. Peneliti kualitatif percaya bahwa “kebenaran”

(truth) adalah dinamis dan dapat ditemukan hanya melalui penelaahan terhadap orang-orang dalam interaksinya dengan situasi sosial kesejarahan (Ardianto, 2011:58).

3.2 Metode Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dimana dekriptif kualitatif sangat berguna untuk melahirkan teori-teori tentatif. Ciri lain metode deskriptif kualitatif ialah menitikberatkan pada observasi dan suasana alamiah. Peneliti terjun langsung ke lapangan, bertindak sebagai pengamat. Membuat kategori perilaku, mengamati gejala, dan mencatatnya kedalam buku observasi (Ardianto, 2011:60).

3.3 Metode Pengumpulan Data

Metode-metode pengumpulan data yang terbagi menjadi dua yakni data primer dan data sekunder, dibawah ini merupakan pembahasan peneliti mengenai teknik pengumpulan data sebagai berikut:

3.3.1 Data Primer

Data primer yang digunakan oleh peneliti sebagai berikut:

(2)

1. Observasi lapangan: kegiatan yang setiap saat dilakukan dengan kelengkapan panca indra yang dimiliki untuk memahami lingkungan (Ardianto, 2011:179).

Dalam pengumpulan data primer ini, peneliti akan melakukan observasi ke PT.GMF (Garuda Maintenance Facility) AeroAsia. Obyek penelitian yang akan diobservasi adalah:

- Proses pengelolaan majalah GMF News sebagai media internal untuk melihat langsung proses pengambilan data serta pengelolaan media internalnya.

- Perilaku karyawan dalam memanfaatkan majalah GMF News

2. Wawancara Semistruktur: pewawancara biasanya mempunyai daftar pertanyaan tertulis tapi memungkinkan untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan secara bebas yang terkait dengan permasalahan (Kriyantono, 2010:101). Dalam wawancara semistruktur ini peneliti akan mewawancarai tiga narasumbe yakni:

a) Nama: Bpk.Mochammad Aviv

Jabatan: General Manager Corporate Communications

Alasan: karena bpk.Aviv mempunyai peranan penting dalam membuat serta mempertahankan majalah GMF News sebagai saluran komunikasi antar perusahaan dengan karyawan. Peneliti ingin mengetahui informasi-informasi seputar GMF News dimana setiap keputusan yang terkait dengan majalah GMF News diambil oleh bpk.Aviv.

b) Nama: Ibu.Novi

Jabatan: Head Pengelola GMF News

Alasan: karena ibu novi bekerja untuk menyiapkan dan menyajikan informasi kedalam tulisan untuk majalah GMF News. Selain itu ibu novi juga bertugas dalam mengelola dan menerbitkan majalah GMF News. Sehingga mempermudah peneliti untuk mengetahui proses pembuatan majalah GMF News

c) Nama: Bpk.Darojatul Ula Jabatan: Pengelola GMF News

(3)

Alasan: karena dalam membuat majalah diperlukannya pengambilan data serta pengelolaan data dari narasumber untuk dimasukkan kedalam majalah GMF News. Sehingga memudahkan peneliti untuk mengetahui proses pengelolaan majalah GMF News baik mencari narasumber maupun mewawancarai narasumber yang terkait.

3. Focus group discussion: merupakan metode pengumpulan data atau riset untuk memahami sikap dan perilaku khalayak. Biasanya terdiri dari 6-12 orang yang secara bersamaan dikumpulkan, diwawancara dengan dipandu oleh moderator.

Moderator memimpin peserta diskusi tentang topik yang dipersiapkan melalui diskusi yang tidak terstruktur (Kriyantono, 2010:120). Infroman yang dipilih oleh peneliti sebagai berikut:

a) 1 orang dari unit Corporate Strategic Management Office b) 1 orang dari unit Corporate Communications

c) 1 orang dari unit Accounting

d) 1 orang dari unit Treasury Management e) 1 orang dari unit Internal Audit & Control f) 1 orang dari unit Human Capital Management

Dalam pengumpulan data ini peneliti bertugas sebagai moderator dan akan mewawancarai 1 orang dari 6 divisi yang berbeda-beda. alasan peneliti memilih informan-informan seperti diatas karena informan diatas merupakan pembaca dan menerima majalah GMF News setiap bulannya. Sehingga peneliti ingin mengetahui apakah dari informan diatas sering membaca GMF News dan untuk mengetahui manfaat apa saja yang telah tersampaikan kepada informan (karyawan) terkait dengan majalah GMF News.

(4)

3.3.2 Data Sekunder

1. Studi Pustaka: merupakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan buku- buku, artikel, internet serta data tertulis dari perusahaan sebagai pendukung dari tugas akhir. Setelah membaca beberapa data diatas, penulis kemudian mengutip, meringkas, menganalisa, dan membuat kesimpulan dari seluruh data yang didapat.

3.4 Metode Analisis Data

Menurut Nasution (dalam Ardianto, 2011:216-217), analisis data dalam penelitian kualitatif harus dimulai sejak awal. Data yang diperoleh dalam lapangan harus segera dituangkan dalam bentuk tulisan dan dianalisis. Salah satu cara yang dapat dianjurkan ialah dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

1. Mereduksi data

data yang diperoleh dalam lapangan ditulis dalam bentuk uraian atau laporan yang perinci. Laporan ini akan terus menerus bertambah. Bila tidak segera dianalisis sejak awal, akan menambah kesulitan. Laporan-laporan itu perlu direduksi,dirangkum, dipilih hal-hal yang pokok, difokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema atau polanya. Jadi, laporan lapangan sebagai bahan “mentah”

disingkatkan direduksi, disusun lebih sistematis, ditonjolkan pokok-pokok yang penting, diberi susunan yang lebih sistematis sehingga lebih mudah dikendalikan.

Data yang direduksi memberi gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamata, juga mempermudah peneliti untuk mencari kembali data bila diperlukan.

2. Men-display data

Agar dapat melihat gambaran keseluruhannya atau bagian tertentu dari penelitian itu, harus diusahakan membuat berbagai macam matriks, grafik, network, dan charts. Dengan demikian, peneliti dapat menguasai data dan tidak tenggelam dalam tumpukan detail.

3. Mengambil kesimpulan dan verifikasi

Selama penelitian kesimpulan senantiasa harus diverifikasi. Verifikasi dapat singkat dengan mencari data baru, dapat pula lebih mendalam bila penelitian dilakukan oleh satu tim untuk mencapai intersubjective consensus, yakni persetujuan bersama agar lebih menjamin validitas atau confirmability.

(5)

4. Menganalisis data

Menganalisis data sewaktu pengumpulan data antara lain akan menghasilkan lembar rangkuman dan pembuatan kode pada tingkat rendah, menengah (kode pola) dan tingkat tinggi (memo).

5. Membuat lembar rangkuman

Untuk memperoleh inti data, peneliti dapat bertanya, siapa, peristiwa atau situasi apa, tema atau masalah apa yang dihadapinya dalam lapangan, hipotesis apa yang timbul dalam pikirannya.

6. Menggunakan matriks dalam analisis data

Matriks dapat memberi bantuan yang sangat berguna dalam mengolah dan menganalisis data yang banyak, yang terdiri dari membentuk matriks, memasukan data ke dalam matriks, menganalisa data matriks.

3.5 Keabsahan Data

Dalam penelitian ini, peneliti mengukur kualitas yang terletak pada keaslian atau validitas data yang dikumpulkan selama penelitian berlangsung. Uji validitas data yang digunakan oleh peneliti adalah trianggulasi dengan melakukan analisis jawaban subjek dengan meneliti kebenarannya dengan data empiris yang tersedia.

Trustworthiness ini mencakup dua hal yaitu (dalam Kriyantono, 2010:72):

1. Authenticity, yaitu memeperluas konstruksi personal yang dia ungkapkan. Periset memberi kesempatan dan memfasilitasi pengungkapan konstruksi personal yang lebih detail, sehingga mempengaruhi mudahnya pemahaman yang lebih mendalam.

2. Analisis Triangulasi, yaitu menganalisis jawaban subjek dengan meneliti kebenarannya dengan data empiris (sumber data lainnya) yang tersedia.

Menurut Dwidjowinoto (dalam Kriyantono, 2010:72) ada beberapa triangulasi, yaitu:

- Triangulasi Sumber

Membandingkan atau mengecek ulang derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh dari sumber yang berbeda.

(6)

- Triangulasi Waktu

Berkaitan dengan perubahan suatu proses dan perilaku manusia, karena perilaku manusia dapat berubah setiap waktu.

- Triangulasi Teori

Memanfaatkan dua atau lebih teori untuk diadu atau dipadu. Untuk itu diperlukan rancangan riset, pengumpulan data dan analisis data yang lengkap supaya hasilnya komprehensif.

- Triangulasi Periset

Menggunakan lebih dari satu periset dalam mengadakan observasi atau wawancara. Karena masing-masing periset mempunyai gaya, sikap dan persepsi yang berbeda-beda dalam mengamati fenomena maka hasil pengamatannya dapat beda meski fenomenanya sama.

- Triangulasi Metode

Usaha mengecek keabsahan data atau mengecek keabsahan temuan riset.

Triangulasi metode dapat dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu teknik pengumpulan data untuk mendapatkan yang sama.

Trianggulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Trianggulasi sumber yaitu peneliti membandingkan atau mengecek ulang derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh dari sumber yang berbeda. Sedangkan triangulasi metode adalah usaha peneliti mengecek keabsahan data atau mengecek keabsahan temuan riset. Triangulasi metode dapat dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu teknik pengumpulan data untuk mendapatkan yang sama.

3.6 Tahapan Riset

Tahapan atau proses riset bukanlah sebuah proses yang sederhana, melainkan proses yang memerlukan beberapa tahapan kegiatan. Menurut Gerald E.Miller dan

(7)

Henry Nicholson (dalam Kriyantono, 2010:75-77) menemukan tiga tahap riset:

pertama adalah menanyakan pertanyaan (asking question), tahap ini merupakan tahap yang menyertai seluruh proses periset. Tahap kedua adalah observasi, dimana peneliti melakukan pengamatan terhadap suatu objek. Tahap ketiga adalah mengkonstruksi jawaban (constructing answer), upaya mengkosntruksikan jawaban ini selain mengacu dan menguji pada teori yang pada akhirnya dapat menghasilkan pengetahuan atau teori baru.

Gambar 3.1 Tahapan dalam riset Sumber: Kriyantono,2010:76

Question

Theory Observation

(8)

Tahapan riset kualititatif yang digunakan peneliti adalah:

Gambar 3.2 Tahapan riset Sumber: Kriyantono,2010:77

Perumusan masalah Konseptualisasi

apa arti dari konsep dan variabel yang

ingin diteliti

Metode penelitian:

Kualitatif - deskriptif

Penelitian informan &

Narasumber - Observasi lapangan - Wawamcara

semistruktur - FGD Konsep yang

digunakan:

- Media internal - Pemanfaatan

media internal - Penilaian

karyawan terhadap media internal - Peran Public

Relations dalam mengelola media internal

Pengambilan data

Memproses data yang telah diambil Menganalisis data

Mengimplementasikan data

Evaluasi

Apakah berhasil atau tidak? Dan bagaimana dapat terjadi

Gambar

Gambar 3.1 Tahapan dalam riset  Sumber: Kriyantono,2010:76
Gambar 3.2 Tahapan riset  Sumber: Kriyantono,2010:77

Referensi

Dokumen terkait

bermacam bentuk, seperti gerakan separatis dan lain-lain, antara lain: Gerakan Separatis dengan lepasnya Timor Timur dari Indonesia yang dimulai dengan

Pewangi Laundry Rejang Lebong Beli di Toko, Agen, Distributor Surga Pewangi Laundry Terdekat/ Dikirim dari Pabrik BERIKUT INI TARGET MARKET PRODUK NYA:.. Kimia Untuk Keperluan

Shinto juga tidak memilik kitab suci, simbol ataupun nabi sebagai penemu atau penyebar agama pertama kali, jadi Shinto lahir dan berkembang secara alami dalam masyarakat,

Press, 2012, h.. b) Menurut hubungan perkawinan, yaitu ahli waris yang timbul karena adanya ikatan perkawinan antara pewaris dengan ahli waris, ahli waris ini meliputi

Dengan ini saya menyatakan bahwa Tugas Akhir dengan judul RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING LANGKAH KAKI DENGAN SENSOR MPU6050 BERBASIS ANDROID beserta seluruh isinya

Model fluida mosaik mengusulkan bahwa protein integral membran memiliki gugus R asam amino yang bersifat hidrofobik pada permukaan protein yang akan

Perbedaan pengeluaran wisatawan nusantara pada setiap kota atau kabupaten di Daerah istimewa Yogyakarta dapat dilihat dari pengeluaran berdasarkan daya tarik wisata

Hasil analisis data menjelaskan bahwa responden pasien yang menyatakan kualitas keperawatan onkologi: kenyamanan baik sebesar 68% terhadap perawat dengan tingkat