• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA AL WASHLIYAH 2021

(2)

i

KATA PENGANTAR

Penulisan buku panduan penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memberikan arahan bagi mahasiswa dan juga para pembimbing dalam membuat proposal dan laporan tugas dengan benar dan seragam. Buku ini juga diharapkan dapat memberikan petunjuk secara umum, sehingga pola pikir dalam melaksanakan rangkaian kegiatan penulisan skripsi dapat lebih terarah sehingga dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan jadwal akademik yang telah ditetapkan.

Buku Panduan skripsi ini secara berkala akan direvisi sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan kondisi perkembangan. Penyusunan buku panduan ini membutuhkan waktu dan pemikiran yang mendalam, oleh karena itu kritik dan saran dari berbagai pihak akan sangat bermanfaat guna penyempurnaan dimasa mendatang.

Apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang telah turut berpartisipasi dalam penyusunan dan penyempurnaan buku ini.

Semoga buku ini dapat memberikan manfaat

Medan, Juni 2017 Tim Penyusun

(3)

ii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

BAB I : PENDAHULUAN ... 1

BAB II : ATURAN PENULISAN SKRIPSI ... 7

BAB III : PETUNJUK ISI SUB BAB PROPOSAL/SKRIPSI ... 13

BAB IV : PETUNJUK TEKNIS ... 21

DAFTAR PUSTAKA ... 37

LAMPIRAN A : Cover Proposal Skripsi ... 38

LAMPIRAN B : Lembar Pengesahan Seminar Proposal ... 39

LAMPIRAN C : Isi Seminar Proposal ... 40

LAMPIRAN D : Cover Skripsi ... 42

LAMPIRAN E : Tanda Persetujuan Skripsi ... 43

LAMPIRAN F : Daftar Isi Skripsi ... 44

(4)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Pengantar

Kemajuan peradaban manusia sangat dipengaruhi oleh majunya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) karena dengan adanya ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia dapat memanfaatkan sumber daya alam ciptaan Allah SWT dengan sebaik-baiknya. Dengan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi akan menyebabkan terjadinya globalisasi kehidupan manusia karena dapat mengatasi dimensi ruang dan waktu dalam kehidupannya. Negara-negara yang telah memiliki ilmu pengetahuan dan teknlogi akan lebih mudah melakukan percepatan pembangunan di berbagai bidang ke berbagai Negara.

Ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dikembangkan melalui serangkaian pengetahuan yang digali, disusun, dan dikembangkan secara sistematis dengan menggunakan pendekatan tertentu dan dilandasi oleh metodologi ilmiah, baik yang bersifat kuantitatif, kualitatif maupun eksploratif. Untuk itu kemampuan penguasaan metodologi penelitian dan penulisan karya ilmiah merupakan realisasi dari Tridharma Perguruan Tinggi sebagaimana yang telah diamanatkan melalui Pendidikan, Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Selain itu, untuk memperkuat Penelitian di Indonesia Pemerintah telah mengeluarkan UU RI Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembagan dan Penerapan Ilmua Pengetahuan dan Teknologi dengan menempatkan Perguruan tinggi sebagai salah satu unsur Kelembagaan Sistem Nasional

(5)

2

Penelituan sebagaiman tercantum dalam bagian kedua Pasal 7 yaitu: “Perguruan Tinggi sebagai salah satu unsur kelembagaan dalam system Nasional Penelitian, Pengembangan, dan penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berfungsi membentuk sumber daya manusia ilmu pengetahuan dan teknologi”.

Berdasarkan hal tersebut maka para mahasiswa dan dosen merupakan kelompok masyarakat ilmiah yang tugas utamanya adalah kemampuan penguasaan, pemanfaatan dan memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan penelitian serta penulisan karya ilmiah. Mahasiswa sebagai salah satu unsur perguruan tinggi harus memiliki kemampuan membuat karya ilmiah, baik berupa hasil penelitian, konseptual teori, ide, gagasan maupun hasil pengembangan atau pembahasan atau bentuk lain yang ditulis atau dikerjakan sesuai dengan konvensi ilmiah yang dilandasi kejujuran ilmiah. Kegiatan penulisan karya ilmiah dalam strata penilaian kualitas suatu perguruan tinggi memiliki bobot yang sangat tinggi. Oleh sebab itu, kegiatan ini dijadikan salah satu tugas pokok perguruan tinggi seperti yang dijabarkan dalam bentuk Tridharma Perguruan Tinggi.

Suatu karya tulis memerlukan pedoman yang baik agar dapat menciptakan format yang seragam sebagai salah satu ciri khas suatu lembaga. Pedoman penulisan karya ilmiah ini dibatasi sebagai pedoman penulisan skripsi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan bagi komunitas akademik Fakultas Ekonomi Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah. Oleh sebab itu, pedoman ini dijadikan sebagai panduan penulisan skripsi mahasiswa Fakultas Ekonomi di Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah.

(6)

3

1.2 Pengertian Karya Ilmiah

Karya Ilmiah adalah suatu karya tulis yang menganalisis/meneliti, memuat, mengungkapkan suatu permasalahan, gejala, fenomena tertentu, atau temuan baru dalam suatu bidang IPTEK, dan seni yang dapat memberi sumbangan baru kepada khasanah ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dengan menggunakan kaidah-kaidah keilmuan. Pengertian kaidah-kaidah keilmuan adalah bahwa karya ilmiah menggunakan metode ilmiah di dalam membahas permasalahan, menyajikan kajiannya dengan menggunakan bahasa baku dan tata tulis ilmiah, serta menggunakan prinsip-prinsip keilmuan yang lain, yakni bersifat objektif, logis, empiris, sistematis, lugas, jelas, dan konsisten.

Karya tulis ilmiah pada awalnya adalah tulisan yang didasarkan atas suatu penelitian ilmiah saja. Namun dalam pengertian yang lebih luas, karya tulis ilmiah dapat berupa hasil penelitian, hasil suatu kajian terhadap suatu masalah, suatu konseptual teori, ide dan gagasan, atau suatu isu baru yang dianalisis dengan menggunakan metode atau prosedur ilmiah yang cukup tepat.

Pandangan terakhir menggambarkan bahwa suatu karya tulis dianggap ilmiah apabila dilihat dari ketepatan/kesesuaian penggunaan metode ilmiah dalam menelaah suatu permasalahan dan kemuktkhirannya.

Pengertian karya ilmiah dalam pedoman ini dibatasi sebagai suatu karya tulis penelitian, hasil kajian kepustakaan atau pembahasan, gagasan dan hasil pengembangan yang mengungkapkan suatu temuan baru serta memberi sumbangan baru kepada khasanah ilmu pengetahuan yang ditulis sesuai dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disetujui

(7)

4

dan ditetapkan disertai prinsip kejujuran ilmiah serta dipresentasikan secara cermat, sistematis, logis, konsisten, serta memiliki kejujuran ilmiah. Karya ilmiah ditulis menggunakan bahasa Indonesia atau Inggris yang baik, teratur, konsistensi dan efektif, menggunakan kaidah bahasa baku, dan menghindari penonjolan pribadi penulis.

1.3 Pengertian Skripsi

Skripsi diartikan sebagai karya ilmiah resmi (tugas akhir) yang ditulis mahasiswa dalam menyelesaikan jenjang pendidikan strata satu (S-1). Skripsi merupakan bukti kemampuan akademik seorang mahasiswa dalam memahami, menidentifikasi, dan memecahkan suatu permasalahan yang berhubungan dengan bidang studi/bidang keahlian yang ditekuni melalui penelitian atau pembahasan suatu masalah. Oleh karena itu, skripsi disusun sesuai dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati atau ditetapkan.

Pada tahap akhir, isi yang dituliskan dalam skripsi tersebut dipertahankan oleh mahasiswa dalam suatu ujian skripsi sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Ekonomi pada FE Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah.

1.4 Tujuan Penulisan Skripsi

Penulisan secara umum dimaknai sebagai pelatihan bagi mahasiswa untuk mengekpresikan ide/gagasannya ke dalam bentuk sebuah karya ilmiah. Dengan penulisan skripsi, maka mahasiswa diharapkan dapat mengakumulasi pengetahuan

(8)

5

dan keterampilan yang diperolehnya dalam perkuliahan dan dituangkan sebagai gagasan tertulis.

Adapun tujuan penulisan suatu karya tulis ilmiah atau skripsi oleh mahasiswa adalah:

1. Sebagai pengalaman kepada mahasiswa untuk membuktikan kemampuannya dalam menghasilkan suatu sumbangan mandiri dengan menerapkan ilmu yang telah dimilikinya dari kuliah-kuliah, KKA/KKM, KKN dan kegiatan lainnya setelah mengamati berbagai fenomena sosial bidang pendidikan.

2. Mengembangkan kemampuan calon sarjana dalam mengidentifikasi, menganalisis dan memecahkan permasalahan sesuai dengan bidangnya.

3. Meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam berfikir dan bersikap ilmiah, menelaah pemikiran dan fenomena serta mengkomunikasikan pemikiran yang dimiliki secara tertulis.

4. Sebagai penilaian terhadap kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah secara ilmiah atas topik yang sesuai dengan aturan program studi masing-masing.

5. Untuk menilai keterampilan dan kemampuan mahasiwa dalam menerapkan metode penelitian secara benar.

6. Untuk menilai kemampuan mahasiswa dalam melakukan penalaran dan menuangkannya secara sistematis dan terstuktur.

7. Sebagai pelengkap tugas akhir dan memenuhi salah satu syarat dalam mencapai gelar sarjana

(9)

6

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan skripsi adalah:

(1) relevan dengan jurusan dari mahasiswa yang bersangkutan, (2) mempunyai pokok permasalahan yang jelas, dan

(3) masalah dibatasi, sesempit mungkin.

Selanjutnya, norma-norma akademik yang harus ditaati oleh mahasiswa dalam menulis skripsi sebagai tugas akhir adalah:

1. Orisinalitas (Keaslian) yaitu mahasiswa dapat menghargai hasil kerja sendiri sehingga mahasiswa mampu menghargai hak cipta secara umum.

2. Kepatuhan, yaitu mahasiswa diharuskan untuk mengikuti yang telah ditentukan dalam penulisan skripsi.

3. Keterpaduan, yaitu mahasiswa mampu memahami keterpaduan materi- materi kuliah sesuai dengan kurikulum pendidikan yang diperoleh.

4. Kedalaman, yaitu mahasiswa memiliki keahlian dalam suatu bidang keilmuan yang dimilikinya.

5. Kebermanfaatan, yaitu mahasiswa dapat memberikan kontribusi teoritis ataupun praktis baik pada bidang ilmu yang ditekuni ataupun bagi masyarakat yang lebih luas.

(10)

7 BAB II

ATURAN PENULISAN SKRIPSI

2.1. Syarat Akademik bagi Mahasiswa yang akan Menulis Skripsi

Syarat akademik bagi mahasiswa untuk dapat mengajukan usulan (proposal) penulisan skripsi apabila telah memenuhi sebagai berikut:

1. Mahasiswa aktif dan terdaftar (aktif) pada semester yang sedang berjalan.

2. Telah lulus mata kuliah metode penelitian dengan nilai minimal C

3. Telah lulus minimal 120 SKS dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 2,75.

4. Wajib menjadi peserta proposal penelitian sekurang-kurangnya 3 kali penyajian.(pengajuan judul), 5 kali (seminar proposal), 8 kali (meja hijau).

2.2. Pengajuan Proposal Skripsi

Dalam mengajukan proposal mahasiswa perlu memperhatikan langkah- langkah yakni:

1. Konsultasi dilakukan oleh mahasiswa dengan dosen Penasehat Akademik yang ditunjuk oleh Ketua Program Studi untuk penetapan topik masalah/judul skripsi yang berkaitan dengan bidang akuntansi atau manajemen sesuai dengan program studi yang ditempuh.

2. Pengajuan permohonan persetujuan topik masalah/judul skripsi oleh mahasiswa kepada Ketua Program Studi dan Dekan FE UMN Al-Washliyah.

3. Penunjukan Pembimbing oleh Dekan untuk mahasiswa yang bersangkutan berdasarkan usulan Ketua Program Studi.

4. Penulisan proposal oleh mahasiswa dengan bimbingan Dosen Pembimbing.

(11)

5. Bagi proposal yang telah disetujui oleh Dosen Pembimbing maka dapat diajukan ke Dekan melalui ketua Prodi untuk diseminarkan.

6. Dekan/Ketua Prodi menetapkan jadwal seminar proposal skripsi mahasiswa dengan mengundang Dosen Pembimbing dan Dosen Penguji, serta mahasiswa yang akan seminar proposal mengundang mahasiswa lain minimal semester 6 sebagai pendengar (audience).

2.3 Proposal Skripsi

Sebelum melakukan penulisan skripsi maka mahasiswa melakukan penyusunan usulan penelitian atau disebut dengan Proposal Skripsi atau juga Proposal Penelitian. Proposal penelitian di Fakultas Ekonomi UMN Al Washliyah terdiri dari: Bab I Pendahuluan, Bab II Tinjauan Pustaka, Bab III Metode Penelitian, dan Daftar Pustaka.

Bab I Pendahuluan terdiri dari (1) latar belakang masalah, (2) identifikasi masalah, (3) batasan masalah, (4) rumusan masalah, (5) tujuan penelitian (6) manfaat penelitian

Bab II Tinjauan Pustaka, mencakup variabel-variabel penelitian, teori-teori yang berhubungan dengannya, konsepsi calon peneliti tentang masalah yang dibahas dan penelitian sebelumnya. Dengan uraian tersebut diharapkan calon peneliti akan mengetahui tentang variabel-variabel yang diteliti, hubungan antar variabel serta mampu membuat instrumen yang tepat untuk pengumpulan data penelitiannya.

(12)

Bab III Metode penelitian mencakup: (1) Desain penelitian, (2) populasi dan sample/ subjek dan objek penelitian (jika penelitian inferensial) (3) Lokasi dan Waktu penelitian (4) Variabel dan Indikator (5) Instrumen penelitian (6)teknik pengumpulan data, dan (7) teknik analisis data.

Penting untuk diperhatikan konsistensi dan jumlah sumber referensi yang menjadi acuan peneliti. Jumlah daftar pustaka yang memadai dan relevansinya terhadap topik/materi penelitian juga akan memperkuat tingkat keilmiahan karya tulis yang akan dihasilkan.

2.4 Seminar Proposal

Pelaksanaan seminar proposal penelitian mahasiswa penting untuk dilakukan dengan tujuan agar dapat tercapainya penguasaan mahasiswa tentang penelitian yang akan dilakukan. Format dan teknik penulisan sepenuhnya merupakan tanggungjawab mahasiswa dan dosen pembimbing, yang harus tetap mengacu pada aturan karya ilmiah sebagaimana dituangkan dalam pedoman penulisan. Jadi, dalam seminar proposal ini, sajian mahasiswa difokuskan pada:

(1) judul, (2) latar belakang masalah (harapan, kenyataan, pentingnya masalah dituntaskan, tinjauan kemungkinan penyebab masalah, rencana tindakan untuk menuntaskan masalah), (3) rumusan masalah, (4) tinjauan pustaka, (5) Kerangka Konseptual dan hipotesi, (6) Desain peneltian, (7) Populasidan sampel/ Subjek dan Objek penelitian, (8) Variabel dan Indikator, (9) teknik pengumpulan data, dan (10) teknik analisis data.

(13)

2.5 Bagian Inti Skripsi

Setelah peneliti memperoleh data penelitian dari lokasi atau dari sumber data seperti novel, puisi, atau sumber tertulis lainnya, maka peneliti harus merubah proposal penelitian menjadi skripsi, yaitu melengkapinya dengan Bab IV dan Bab V. Bab IV adalah hasil penelitian dan pembahasan sedangkan bab V adalah kesimpulan dan saran.

2.6 Pembimbing Skripsi

Penentuan masalah/topik dan penulisan proposal/skripsi, mahasiswa dibantu oleh Pembimbing skripsi. Pembimbing skripsi adalah tenaga pengajar tetap FE Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah yang memiliki wawasan pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam disiplin ilmu yang berhubungan dengan masalah/topik skripsi mahasiswa yang dibimbingnya.

Ketentuan mengenai pembimbing skripsi diatur sebagai berikut.

1. Pembimbing skripsi ditetapkan dengan Surat keputusan Dekan FE melalui usulan Ketua Program Studi/Ketua Jurusan.

2. Pembimbing skripsi untuk setiap mahasiswa adalah satu orang

3. Persyaratan yang harus terpenuhi oleh calon pembimbing adalah mempunyai jabatan akademik.

Tugas-tugas Pembimbing adalah:

1. Memberikan arahan tentang penyusunan proposal, sistematika dan materi skripsi.

(14)

2. Mempertajam fokus rumusan masalah, tujuan penelitian dan hal-hal lain yang menyangkut dengan metodologi penelitian.

3. Menelaah dan memberikan rekomendasi tentang prosedur, dan alat pengumpulan data yang akan digunakan.

4. Memberikan persetujuan akhir terhadap naskah skripsi yang diajukan ke sidang sarjana

Di samping itu terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan yaitu:

1. Baik pembimbing maupun penguji dapat ditunjuk dari staf pengajar di luar program studi dengan syarat bidang keahliannya sesuai dengan masalah yang dibahas dalam skripsi tersebut.

2. Jika terdapat perubahan atau pergantian pembimbing, maka perubahan atau pergantian dapat dilakukan tanpa harus menggantikan judul ataupun perubahan total terhadap materi skripsi yang telah dikerjakan oleh mahasiswa bersama pembimbing sebelumnya.

3. Bila ada sesuatu dan lain hal yang menyebabkan proses bimbingan tidak berjalan dengan baik, pergantian pembimbing dapat saja dilakukan melalui pengusulan kembali oleh Ketua Prodi kepada Dekan Fakultas Ekonomi 2.7. Bimbingan Penulisan Skripsi Mahasiswa

Bimbingan dalam penulisan skripsi diatur dengan ketentuan-ketentuan berikut ini:.

1. Proses bimbingan harus dilaksanakan sebaik-baiknya dan menyeluruh dengan memperhatikan keterampilan, proses, dan prinsip keilmuan

(15)

2. Skripsi dapat disahkan oleh pembimbing apabila perbaikan telah dilakukan sesuai dengan arahan pembimbing

3. Skripsi yang telah selesai proses pembimbingannya, dapat disahkan oleh pembimbing. Selanjutnya mahasiswa menyerahkan kepada Ketua Program Studi untuk menentukan jadwal ujian skripsinya.

4. Ketua Program Studi mengusulkan kepada Dekan untuk dapat menetapkan jadwal ujian sidang meja hijau.

2.8 Beberapa Petunjuk dalam Menulis

Pada umumnya, suatu topik yang ditulis harus dapat menjawab tiga hal, yaitu apa, mengapa atau untuk apa, dan bagaimana. Tulisan disajikan dalam beberapa paragraf. Setiap paragraf berisi beberapa kalimat, yang jika dirinci paling tidak memuat kalimat inti atau gagasan utama atau pokok pikiran, dilanjutkan dengan beberapa kalimat penjelas berupa ilustrasi.

Suatu paragraf dalam tulisan yang ideal hendaknya memuat:

1. Kalimat Topik/ Inti (main idea) 2. Kalimat Penjelas (kalimat spesifik) 3. Pendukung seperti contoh (support) 4. Kesimpulan

(16)

13 BAB III

PETUNJUK ISI SUB BAB PROPOSAL/SKRIPSI

3.1 Pendahuluan

3.1.1 Latar Belakang Masalah

Latar belakang berisi tentang fenomena dan permasalahan yang terjadi sesuai dengan variabel yang akan diteliti. Dalam latar belakang terdapat grafik atau tabel yang menceritakan kondisi terkini variabel yang diteliti. Latar belakang masalah menguraikan adanya perbedaan antara harapan (das sollen) dan kenyataan (das sain). Dengan adanya masalah ini maka perlu dilakukan penelitian yang mencakup bidang akuntansi. Misalnya, jika seorang mahasiswa menganalisis laoran keuangan, maka penulis harus menjelaskan pentingnya peneltian tersebut.

Perlu diperhatikan bahwa masalah yang dipaparkan merupakan penyebab masalah (akar masalah) dalam penelitian sehingga perlu dilakukan tindakan untuk mengatasi masalah. Dalam latar belakang tidak ada menguraikan pengertian atau definisi dari teori.

3.1.2 Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah bermanfaat untuk memperjelas dan menspesifikasikan masalah di dalam latar belakang masalah. Perbedaan masalah dalam latar belakang masalah dengan masalah dalam identifikasi masalah adalah di dalam latar belakang masalah, masalah dijelaskan berserta dengan harapan sedangkan di dalam identifikasi masalah, masalah diuraikan sebagai pernyataan.

(17)

14

3.1.3 Batasan Masalah

Batasan masalah membahas hal-hal atau faktor-faktor yang ada dalam penelitian. Jelaskanlah, bagian permasalahan mana yang akan diteliti jika ada masalah yang teridentifikasi sebelumnya dan bagian permasalahan mana pula yang tidak akan diteliti. Masalah penelitian perlu untuk dibatasi agar tidak pembaca mengetahui secara jelas konsentrasi masalah yang akan diteliti.

3.1.4 Rumusan Masalah

Rumusan masalah menyatakan pertanyaan penelitian yang ingin dicari jawabannya. Secara harfiah, rumusan masalah secara singkat, padat, jelas dan tegas ditulis dalam kalimat Tanya dan tidak bermakna ganda (ambigu).

3.1.5 Tujuan Penelitian

Sejalan dengan rumusan masalah, suatu penelitian bertujuan untuk dapat menjawab masalah penelitian. Tujuan penelitian harus disejajarkan atau disesuaikan dengan masalah penelitian. Jika terdapat dua rumusan masalah penelitian maka akan ada dua tujuan penelitian karena pada dasarnya setiap penelitian mempunyai tujuan untuk dapat menjawab rumusan masalah dalam penelitian tersebut.

3.1.6 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian berkaitan dengan peneliti, pengelola, instansi atau lembaga tempat penelitian dilakukan, organisasi profesi, pengembangan ilmu dan pelaksanaan pembangunan secara luas. Dengan tercapainya tujuan penelitian maka tujuan ini dapat digunakan oleh siapa saja sebagai pengguna hasil penelitian

(18)

15

dan untuk kebutuhan. Manfaat penelitian ditujukan kepada penelit, perusahaan/instansi tempat penelitian, Universitas dan peneliti selanjutnya.

3.2 Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka menjelaskan kajian kepustakaan sebagai landasan penelitian yang akan dilaksanakan. Dalam bagian ini juga dijelaskan penelitian terdahulu bersumber dari acuan pustaka terpercaya seperti buku, jurnal, slide, kaset, peta, maupun media elektronik yang mempunyai standar ilmiah.

Tinjauan pustaka berisikan uraian sistematis tentang fakta, teori, konsep, persepsi atau pendekatan terbaru yang diperoleh peneliti terdahulu, yang berhubungan dengan penelitian yang akan dilakukan dengan mempertimbangkan kerelevanan dan kemutakhirannya. Fakta dan teori yang digunakan sebaiknya diperoleh dari sumber primer (asli).

3.2.1 Kerangka Teori

Kerangka teori berisi tentang teori – teori yang digunakan dalam menunjang penelitian sesuai dengan variabel yang diteliti.

3.2.2 Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu berdasarkan dari jurnal – jurnal penelitian sesuai dengan judul penelitian. Dalam penelitian terdahulu dibuat dalam bentuk tabel seperti dibawah ini:

(19)

16

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

No Nama dan Tahun Variabel Penelitian Hasil Penelitian 1

2 ...

dst

Penelitian terdahulu terdiri dari minimal 5 jurnal nasional dan minimal 2 jurnal internasional. Dibawah penelitian terdahulu, terdapat adanya originalitas penelitian dengan mengambil 1 penelitian terdahulu yang paling mendekati dengan judul penelitian skripsi mahasiswa. Kemudian dibuat persamaan dan perbedaan antara penelitian mahasiswa dengan penelitian terdahulu dalam bentuk narasi.

3.2.3 Kerangka Konseptual/Kerangka berpikir

Kerangka konseptual/ Kerangka berpikir merupakan kerangka penelitian sesuai dengan variabel yang diteliti berdasarkan teori yang ada. Kerangka konseptual untuk penelitian kuantitatif, sedangkan kerangka berpikir untuk penelitian kualitatif

3.2.4 Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara dari penelitian berdasarkan variabel - variabel yang diteliti.

(20)

17

3.3. Metodologi Penelitian 3.3.1 Desain Penelitian

Desain penelitian adalah jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian.

Jenis penelitian yang digunakan ada yang sifatnya kuantitatif dan kualitatif.

3.3.2 Populasi dan sampel/ Subjek dan Objek Penelitian

Populasi penelitian adlah jumlah seluruh data yang digunakan dalam penelitian sedangkan sampel penelitian adalah sebagian jumlah populasi berdasarkan teknik pemilihan sampling. Subjel penelitian adalah tempat penelitian sedangkan objek penelitian adalah data yang digunakan/ diambil dari tempat penelitian. Populasi dan sampel untuk jenis penelitian kuantitatif, sedangkan subjek dan objek untuk jenis penelitian kualitatif.

3.3.3. Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian adalah tempat melakukan penelitian yang dilengkapi dengan alamat perusahaan/ instansi. Waktu Penelitian adalah jangka waktu penyelesaian skripsi dimulai dari pengajuan judul sampai sidang meja hijau.

Waktu penelitian dibuat dalam bentuk tabel.

3.3.4 Variabel dan Indikator

Variabel penelitian yang digunakan baik dependen maupun independen dalam penelitian dimana masing – masing variabel disertai dengan indikator pengukuran. Indikator pengukuran bersumber dari teori yang ada.

3.3.5 Instrumen Penelitian

Yang menjadi instrumen atau alat penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri. Seorang peneliti kualitatif sebagai human instrument,

(21)

18

mempunyai fungsi untuk menetapkan fokus penelitian, memilih sumber data, mengumpulkan data, menilai kualitas data, menganalisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas temuannya (Sugiyono.2018:305-306). Oleh karena itu dalam penelitian ini penelitilah yang menjadi kunci dalam segala proses penelitian

3.3.6 Teknik Pengumpulan Data

Penelitian mempunyai tujuan utama yaitu untuk mendapatkan data.

Berdasarkan sumber datanya, pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data dan sumber sekunder merupakan sumber yang memberikan data secara tidak langsung kepada pengumpul data, sebagai contoh lewat orang lain atau lewat dokumen (Sugiyono. 2018: 308-309).

Teknik pengumpulan data dalam penelitian yaitu Observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi.

3.3.7 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data adalah cara-cara yang dilakukan terhadap data.

Teknik pengolahan data dapat menggunakan metode deskriptif dengan penjelasan secara kualitatif. Adapun metode analisis data penelitian adalah dengan cara mengidentifikasi masalah dari sebuah penelitian dan menguraikan atau menjelaskan hasil identifikasi.Teknik analisis data sesuai dengan jenis penelitian baik kualitatif maupun kuantitatif.

(22)

19

3.4 Hasil Penelitian dan Pembahasan 3.4.1 Hasil penelitian

Hasil penelitian adalah bagian yang menyajikan hasil temuan penelitian. Cara penulisan hasil penelitian adalah dengan menjelaskan secara spesifik dan bukti agar hasil temuan penelitian dapat diterima dan diyakini kebenarannya.

3.4.2 Pembahasan penelitian

Pembahasan penelitian menceritakan tentang hasil penelitian yang kemudian dibandingkan dengan teori yang ada dan hasil penelitian terdahulu.

3.5 Kesimpulan dan Saran 3.5.1 Kesimpulan

Kesimpulan berisikan abstraksi hasil penelitian yang dituliskan secara berurutan sesuai dengan tujuan penelitian. Dengan demikian maka jika sebuah penelitian mempunyai tiga tujuan maka akan ada tiga kesimpulan penelitian 3.5.2 Saran

Penulisan saran penelitian dilakukan secara berurutan berdasarkan pada manfaat penelitian.

3.6 Daftar Pustaka

Daftar pustaka merupakan daftarsumber yang digunakan dalam penelitian.

Daftar pustaka ada yang bersumber dari buku, jurnal, sumber berita online maupun cetak serta lainnya.

(23)

20

3.7 Lampiran

Lampiran terdiri dari blanko sidang, lampiran data primer ( berupa kuesioner, daftar wawancara serta tabulasi), lampiran data skunder (berupa data yang diambil langsung dari perusahaan serta tabulasi), Hasil olahan data, Dokumentasi dari informan, dan surat balasan riset penelitian dari perusahaan/

instansi terkait.

(24)

21 BAB IV

PETUNJUK TEKNIS

3.4 Kertas dan Margin

Kertas Skripsi yang digunakan berupa A4 putih minimal 80 mg ukuran A4. Bidang pengetikan berjarak 4 cm dari tepi kiri dan tepi atas kertas, 3 cm dari tepi kanan dan tepi bawah kertas, Jadi,

Batas atas atau top margin: 4 cm atau 1.4”

Batas kiri atau left margin: 4 cm atau 1.6”

Batas kanan atau right margin: 3 cm atau 1.2”

Batas bawah atau bottom margin: 3 cm atau 1.2”

Penulis perlu melakukan spacing before 0 pt dan spacing after 0 pt agar jarak antar paragraf maupun antara baris rincian tidak melebihi spasi ganda.

3.5 Pengetikan

Jenis huruf (fonta) dalam skripsi adalah huruf pika sehingga setiap baris skripsi dapat memuat 58 sampai 65 karakter. Ketikan komputer menggunakan program Microsoft Word, fonta Times New Roman ukuran 12 dengan Character spacing 100%.

Alinea atau paragrap skripsi dimulai 1,2 dari margin kiri atau pada karakter keenam. Penggunaan tanda penghubung (-) hendaknya rapat (tidak menggunakan spasi) dengan kata yang mendahului dan mengikutinya. Dalam pengetikan juga dianjurkan untuk mencetak miring (italic) istilah asing yang

(25)

22

digunakan Penulis, sedangkan bab, judul bab, judul subbab, dan teks yang dianggap penting dicetak tebal (bold) dan numbering.

3.6 Ruang Lingkup Penelitian

Sebuah laporan penelitian yang disusun ke dalam bentuk skripsi sebaiknya mencakup bagian pengantar, inti dan pelengkap/lampiran. Bagian pengantar, yang terdiri dari halaman judul (sampul dalam), tanda persetujuan, kata pengantar, daftar isi, daftar gambar (bila ada), daftar tabel (bila ada), daftar lampiran (bila ada), dan abstrak.

Bagian inti, terdiri dari pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, simpulan dan saran, dan daftar pustaka. Bila urutan dalam bagian inti memerlukan tabel, gambar/grafik atau bagan, maka penulisan dan penomorannya harus mengikuti ketentuan berikut:

a. Tabel

(1) Tabel dengan nomor tabel (diurut dengan angka Romawi) ditulis dengan huruf kapital dan cetak tebal (bold) serta ditempatkan simetris ditengah baris;

(2) Dua spasi dibawahnya, judul tabel ditulis dengan huruf capital dan cetak tebal (bold) serta ditempatkan simetris ditengah baris.

Jika judul tabel lebih dari satu baris, maka jarak antar baris dibuat satu spasi dan disusun membentuk piramida terbalik (centering horizontal);

(26)

23

(3) Dua spasi berikutnya adalah tabel, ditulis dengan jarak baris satu spasi;

(4) Jarak tabel dengan teks berikutnya adalah tiga spasi Contoh:

Tabel 1.1 KONVERSI JUMLAH SKOR MENJADI NILAI HURUF DALAM UJIAN AKHIR SEMESTER

No. Rentangan Skor Nilai Keterangan

1. ≤ 49 E

2. 50 – 54 D

3 55 – 59 C

4. 60 – 64 C -

5. 65 – 69 C+

6. 70 – 74 B -

7. 75 – 79 B

8. 80 – 84 B +

9. 85 – 89 A -

10. 90 – 100 A

b. Gambar/Grafik atau Bagan

(1) Jarak antara gambar/grafik atau bagan dengan teks sebelumnya adalah tiga spasi;

(2) Dua spasi dibawah gambar/grafik atau bagan, simetris di tengah baris ditulis “Gambar n: judul gambar/grafik atau bagan”(n adalah nomor gambar/grafik atau bagan yang diurut mengikuti angka arab);

(3) Jarak “Gambar n: judul gambar/grafik atau bagan” dengan teks berikutnya adalah tiga spasi.

(27)

24

Contoh:

Gambar 5.1 Grafik Histogram Sumber :Data sekunder diolah, Tahun 2019

3. Bagian Pelengkap atau lampiran

Dokumen yang digunakan dalam penelitian dilampirkan untuk keabsahan penelitian. Dokumen yang dianjurkan untuk dilampirkan antara lain: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Alat pengumpul data, Data yang terkumpul, dan sebagainya. Lampiran ditulis dengan mengurutkannya secara alphabetis dengan huruf kapital.

4.4 Penjelasan Bagian Pengantar

4.4.1 Kata Pengantar (Acknowledgement)

a. Judul “KATA PENGANTAR’’ ditulis dengan semua huruf kapital dan di tempatkan di tengah baris pertama;

b. Tiga spasi berikutnya adalah isi;

c. Isi kata pengantar adalah maksud penulisan skripsi dan ucapan terima kasih penulis kepada pihak yang benar-benar terkait

(28)

25

(membantu/berjasa) dalam penelitian dan penulisan serta diawali dengan tulisan surat ash shaff ayat 10-11 beserta artinya;

d. Jarak antara baris adalah dua spasi;

e. Empat spasi setelah isi, kata pengantar diakhiri dengan mencantumkan di bagian kanan halaman: tempat penulisan dilakukan, tanggal, bulan dan tahun. Di bawahnya ditulis “Penulis” dan di bawahnya lagi dibuat tanda tangan dan nama lengkap penulis;

f. Nomor halaman ditulis di tengah baris dibawah teks dengan penulisan angka Romawi kecil, dimulai dengan iii dan times new roman

g. Kata pengantar maksimum dua halaman.

4.4.2 Daftar Isi

a. Judul “ DAFTAR ISI’’ ditulis dengan semua huruf kapital dan di tempatkan di tengah baris pertama;

b. Tiga spasi berikutnya, di ujung kanan baris ditulis “halaman”;

c. Bab, nomor bab (dalam angka Romawi) dan judul bab, ditulis dengan huruf kapital, dilengkapi dengan titik sampai 5 karakter sebelum margin kanan dan diakhiri dengan nomor halaman bab berada;

d. Judul subbab ditulis sebagaimana dalam isi skripsi (Title case), dimulai tepat di bawah judul bab;

e. Jarak antara baris adalah dua spasi;

f. Nomor halaman ditulis ditengah baris bawah teks dengan penulisan angka Romawi kecil.

(29)

26

4.4.3 Daftar Gambar, Tabel dan Lampiran

a. Penulisannya sama seperti daftar isi, hanya penomoran perlu disesuaikan dengan nomor yang didaftarkan;

b. Judul gambar, tabel atau lampiran ditulis seperti penulisan judul subbab daftar isi (Title case).

4.4.4 Abstrak

a. Judul “ABSTRAK”ditulis dengan semua huruf kapital dan ditempatkan di tengah baris pertama;

b. Dua spasi berikutnya, simetris ditengah baris, judul skripsi ditulis dengan semua huruf kapital, berjarak satu spasi dan dalam bentuk piramida terbalik;

c. Dua spasi di bawah judul, juga simetris di tengah baris, adalah nama Penulis, yang ditulis dengan semua huruf kapital;

d. Tiga spasi berikutnya adalah isi abstrak dengan jarak antar baris satu spasi, e. Awal setiap paragraph diketik mulai batas kiri (tidak maju 1,2)

f. Abstrak merupakan cakupan isi seluruh skripsi, yang diuraikan secara singkat, tetapi mewakili seluruh isi. Karena itu, abstrak harus berisikan:

masalah yang menjadi awal penelitian, simpulan utama dan saran yang paling penting;

g. Isi abstrak tidak lebih dari 250 kata.

(30)

27

4.5 Penomoran Judul

Penomoran (numbering) judul uraian dalam skripsi mulai dari bab, subab, subsubbab dan rincian lainnya mempunyai aturan tertentu. Meskipun perguruan tinggi lain menganut suatu aturan, namun khusus di Fakultas Ekonomi UMN Al- Washliyah harus mengikuti aturan sebagai berikut:

a. Nomor bab menggunakan angka Romawi besar (I, II, II, dan seterusnya), bab ditulis dengan huruf besar (kapital) semua dan diatur simetris kiri – kanan (center) tanpa diakhiri dengan titik (dicetak tebal).Bab disebut judul peringkat I.

b. Untuk subbab Untuk subbab, nomor yang digunakan adalah angka arab dari bab diikuti dengan nomor urut dari subbab dengan dipisahkan titik (contoh: 1,1, 1,2, dan seterusnya), semua kata dimulai dengan huruf besar, kecuali kata sambung dan kata depan, tanpa diakhiri dengan titik (dicetak tebal).

c. Untuk sub-subbab, nomor yang digunakan angka arab dari bab, nomor subbab diikuti dengan nomor urut dari sub-subbab dengan dipisahkan titik (contoh: 1.1.1, 1.1.2, dan seterusnya), semua kata dimulai dengan huruf besar, kecuali kata sambung dan kata depan, tanpa diakhiri dengan titik.

d. Untuk anak sub-sub bab, nomor yang digunakan adalah angka arab dari bab, nomor sub bab, nomor sub-subbab diikuti dengan nomor urut dari anak sub-subbab dengan dipisahkan titik (contoh: 1.1.1.1, 1.1.1.1 dan

(31)

28

seterusnya), semua kata dimulai dengan huruf besar, kecuali kata sambung dan kata depan, tanpa diakhiri dengan titik.

e. Untuk pasal, nomor yang digunakan adalah angka arab dari bab, nomor Sub bab, nomor sub-subbab, nomor anak sub-subbab diikutidengan nomor urut dari pasal dengan dipisahkan titik (contoh: 1.1.1.1.1.1.1.1.1 2, dan seterusnya), semua kata dimulai dengan huruf besar,kecuali kata sambung dan kata depan, tanpa diakhiri dengan titik.

f. Untuk ayat, nomor yang digunakan angka arab dari bab, nomor subbab, nomor sub-subbab, nomor anak sub-subbab, nomor pasal, diikuti dengan nomor urut dari ayat dengan dipisahkan titik (contoh: 1.1.1.1.1.1, 1.1.1.1.1.2, dan seterusnya), semua kata dimulai dengan huruf besar, kecuali kata sambung dan kata depan, tanpa diakhiri dengan titik.

Rincian yang masuk dalam teks, boleh diberi nomor angka arab dalam kurung biasa atau huruf dalam kurung biasa. Ketentuan ini tidak berlaku untuk rincian yang ada dalam kutipan langsung, karena sajian kutipan langsung harus sesuai teks aslinya.

4.6 Nomor dan Jumlah Halaman

Pada bagian inti skripsi, nomor halaman (page number) dimulai dari awal pendahuluan ditulis dengan angka Arab. Setiap nomor halaman bagian inti skripsi ditulis dengan angka Arab. Setiap nomor halaman bagian inti skripsi ditulis di sudut kanan atas kecuali awal setiap bab yang ditulis di bawah teks tepat di

(32)

29

tengah. Nomor halaman bagian lampiran mengikuti nomor halaman bagian inti skripsi dan di tulis di sudut kanan atas. Nomor halaman bagian pengantar menggunakan angka Romawi kecil ditulis di tengah baris bagian bawah halaman, dimulai dari awal kata pengantar (Acknowledgment) dengan nomor halaman i.

Jumlah halaman minimum untuk proposal minimal 30 halaman, sedangkan skripsi minimal 60 halaman.

4.7 Rujukan

4.7.1 Penulisan Sumber Rujukan

a. Perujukan mencantumkan nama akhir penulis, tahun terbit dan halaman

b. Jika ada dua penulis sumber rujukan, maka nama akhir kedua penulis tersebut harus di sebutkan;

c. Jika penulis sumber rujukan lebih dari dua orang, maka nama akhir penulis pertama disebutkan dan setelah koma ditulis et al atau dkk;

d. Jika tidak diketahui nama penulis sumber rujukan, maka cantumkan lah nama lembaga yang menerbitkan

e. Untuk karya terjemahan, cantumkanlah nama penulis asli dan dalam kurung tulis “terjemahan dari nama penerjemah”.

(33)

30

4.7.2 Menulis Rujukan

4.7.2.1 Kutipan Langsung Kurang Dari 40 Kata

Jika karya tulis berupa makalah, skripsi menggunakan kutipan langsung dari sumber tertentu, maka isi, bahan, ejaaan, maupun tanda bacanya harus sama dengan aslinya. Jika kutipan langsung berisi kurang dari 40 kata (kurang dari lima baris), maka kutipan tersebut ditulis di antara tanda kutip (“. . .”) sebagai bagian yang terpadu dalam teks utama. Penulisan format kutipan yaitu APA Style.

Contoh:

Nasution (2013: 3) menyimpulkan “pembelajaran pada dasarnya adalah interaksi antara stimulus dari guru dan respon dari siswa”. Pendapat lain menyatakan “belajar haruslah menimbulkan perubahan pada diri subjek belajar” (Khalid, 2015: 303)

4.7.2.2 Kutipan Langsung 40 Kata atau Lebih

Jika kutipan langsung berisi 40 kata atau lebih (lima baris atau lebih), maka kutipan tersebut ditulis dalam spasi tunggal tanpa tanda kutip.

Penempatannya terpisah 2 spasi dari teks sebelum dan sesudah kutipan, serta dengan menggosongkan 1,2 cm dari margin kiri maupun margin kanan.

Sumber kutipan ditulis sebelum kutipan.

Contoh:

Kartolo (2010:15) dalam penelitiannya menarik simpulan sebagai berikut:

(34)

31

Berdasarkan konstruktivisme yang mempersyaratkan terjadinya interaksi untuk negosiasi makna dalam proses penciptaan makna atau proses belajar, maka proses belajar tidak dapat dirancang dengan guru berperan sebagai penceramah dan penyampai materi pelajaran, sementara siswa duduk dengan pasif mendengarkan, atau mencatat materi pelajaran yang disampaikan oleh guru, dan menerima mata pelajaran sebagai bingkisan yang sudah terkotak- kotak. Jika kutipan tersebut lebih dari satu paragraph, maka setiap paragraph baru dimulai 2,4 cm dari margin kiri.

4.7.2.3 Kutipan yang Sebagian Teks Dihilangkan

Bila di dalam kutipan langsung ada beberapa kata yang dihilangkan, maka kata-kata yang dihilangkan tersebut diganti dengan tiga titik di antara spasi bar.

Misalnya :

Menurut Dalimunthe (2013: 9): “Peneliian bermula dari adanya masalah, yaitu kesenjangan antara harapan dan kenyataan… Harapan merupakan sikap yang terjadi dalam jangka waktu panjang setelah tindakan/perlakuan tertentu pada sekelompok subjek.”

Bila dalam kutipan langsung ada kalimat yang dihilangkan, maka kalimat yang dihilangkan tersebut diganti dengan empat titik diantara spasi bar.

(35)

32

4.7.2.4 Kutipan tidak langsung

Seorang peneliti dapat menggunakan kutipan tidak langsung untuk karya tulis, yaitu mengutip hanya substansinya dari sumber. Untuk kalimat, ejaan dan tanda baca disusun sendiri oleh Pengutip (Penulis).

Dalam kutipan tidak langsung tidak digunakan tanda kutip. Nama Penulis sumber kutipan beserta tahun terbit dan halaman ditulis seperti dalam contoh berikut :

Piaget (dalam Hunt & Ellis 1999) dan Sternberg & Rifkin (1979) menyatakan bahwa kemampuan penalaran anak di bawah 12 tahun (usia SD) masih terbatas, termasuk bila mereka ditanya bagaimana cara pemecahan yang dilakukan sehingga sampai pada suatu jawaban. Ini bukanlah berarti bahwa untuk anak usia SMP kemampuan penalarannya sudah tidak bermasalah, apabila potensi penalaran internal siswa tidak ditumbuhkembangkan secara optimal. Kemampuan siswa ini tidak dapat berkembang dengan baik.

Bila kutipan berasal dari sumber, maka peneliti menuliskan sumber kutipan tersebut pada awal atau akhir kutipan. Jika sebelum kutipan dinyatakan nam penulis sumber kutipan (cukup nama akhir saja), maka sesudah nama penulis tersebut, sebagai pernyataan sumber, dicantumkan dalam kurung tahun terbit dan halaman sumber.

Bila sebelum kutipan tidak dinyatakan nama penulis sumber kutipan, maka sebagai pernyataan sumber tetap harus dicantumkan dalam kurung: nama akhir penulis, tahun terbit dan halaman, ditempatkan sesudah kutipan. Jadi, penulisannya adalah (Nama, Tahun: Halaman).

(36)

33

Bila kutipan bukan dari sumber aslinya, tapi mengutip dari kutipan penulis lain, maka peneliti harus menuliskan sumber kutipan tersebut pada awal kutipan dengan menyebut nama akhir penulis asli, kemudian di dalam kurung ditulis (dalam “nama akhir pengutip”: tahun terbit,halaman).

4.8 Daftar Pustaka

Di dalam skripsi, semua sumber yang menjadi acuan harus dimasukkan ke dalam daftar pustaka. Sumber itu boleh jadi merupakan buku yang diterbitkan, jurnal, makalah yang disajikan pada suatu pertemuan ilmiah, majalah, surat kabar, atau artikel di web/blok yang penulisannya asli dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penulisan daftar pustaka melalui insert citation dari Microsoft Word dengan format APA style.

4.8.1 Jurnal sebagai Sumber

Jika jurnal dijadikan sumber dalam penelitian maka penulisannya mengikuti urutan; nama belakang koma nama depan penulis (disingkat) titik spasi tahun penerbitan titik spasi judul artikel (ditulis di antara tanda petik) titik spasi judul jurnal dengan huruf miring/digarisbawahi dan ditulis penuh titik spasi nomor volume dengan angka Arab dan digarisbawahi tanpa didahului dengan singkatan

“vol” titik spasi penerbitan (jika ada) dengan angka Arab dan ditulis diantara tanda kurung titik spasi nomor halaman dari nomor halaman pertama sampai dengan nomor halaman terakhir tanpa di dahului singkatan “p” atau “h”.

Contoh:

Barret- Lennard,G-T. 1983. “The Empthy Cycle; Refinenement of Nuclear Concept”.Journal of Conseling Psychology.28, (2),91-100.

(37)

34

4.8.2 Buku Sebagai Sumber

Jika buku dijadikan sebagai sumber penelitian maka urutan penulisannya adalah: nama belakang penulis koma spasi nama depan (dapat disingkat) titik spasi tahun penerbitan titik spasi judul buku dengan huruf miring/digarisbawahi titik spasi edisi titik spasi kota asal titik dua spasi penerbit.

a. Jika ditulis oleh satu orang, contoh:

Pym, Anthony.2003. A Theory of Cross-Culturural Communication. Spain:

Interculturla Studies Group.

b. Jika ditulis oleh dua atau tiga orang, maka semua nama ditulis.

c. Jika ditulis oleh lebih dari tiga orang, maka ditulis nama belakang penulis pertama koma spasi nama depan (dapat disingkat) koma spasi et al/dkk (dicetak miring atau digarisbawahi) sebagai pengganti penulis lain, dan seterusnya. Contoh:

Gardner, et. al. 1985. Asian Americans; Growth, Change and Diversity.

Washington DC: Reference Berau Inc.

d. Jika penulis sebagai penyunting, contoh:

Philip, H.W.S. dan Simpson G.L. (Eds). 1981. Australia in the world of Education Today and Tomorrow. Canberra: Australian National Commision.

e. Jika sumber merupakan karya tulis seseorang dalam suatu kumpulan tulisan banyak orang, contoh:

Pujianto. 1984. “Etika Sosial dalam Sistem Nilai Bangsa Indonesia” dalam Dialog Manusia, Falsafah, Budaya, dan Pembangunan. Malang: YP2LPM.

f. Jika buku itu berupa edisi, contoh:

Gabriel. 1970. Children Growing Up: Development of Children (Third Edition).

London: University of London Press.

(38)

35

4.8.3 Sumber Kutipan dari Luar Jurnal dan Buku

Terdapat beberapa sumber kutipan penelitian yang berasal dari luar jurnal dan buku yaitu:

a. Publikasi Departemen sebagai Sumber Kutipan

Departemen publikasi Departemen dan Kebudayaan. 1998. Petunjuk Pelaksanaan Beasiswa dan Dana Bantuan Operasional. Jakarta:

Depdikbud

b. Publikasi Dokumen sebagai Sumber Kutipan

Proyek Pengembangan Pendidikan Guru.1983. Laporan Penilaian Proyek Pengembangan Pendidikan Guru. Jakarta: Depdikbud.

c. Makalah sebagai Sumber Kutipan

Kartadinata, S. 1989. Kualifikasi Profesional Petugas Bimbingan Indonesia:

Kajian Psikologi. Makalah pada konveni7 IPBI Denpasar

d. Suratkabar sebagai Sumber Kutipan

Sanusi, A. 1986. Menyimak Mutu Pendidikan dengan Konsep Takwa dan Kecerdasan, Meluruskan Konsep Belajar dalam arti Kualitatif. Pikiran Rakyat (8 September 1986).

4.8.4 Internet sebagai Sumber Kutipan

Ada beberapa cara penulisan jika internet dijadikan sumber kutipan yaitu:

a. Cara penulisan sumber kutipan untuk karya perorangan:

pengarang/penyunting titik spasi tahun titik spasi judul (edisi) titik spasi (Jenis medium) titik spasi Tersedia alamat di internet titik spasi (tanggal diakses). Contoh:

(39)

36

Thomson, A. 1998. The Adult and the Curriculum. (Online). Tersedia:

http://www.ed.uiuc.edu/EPS/PES-Yearbook/1998/thompshon. html (30 Maret 2000) 20:30

b. cara penulisan sumber kutipan untuk karya kolektif : Pengarang/penyunting titik spasi Tahun titik spasi Dalam sumber (edisi) titik spasi (Jenis media) Penerbit titik spasi Tersedia alamat di internet titik spasi (tanggal diakses).

Contoh:

Daniel, R,T.1995. The History of Western Music. InBritanica online Macropedia (Online) Tersedia: http://www.eb.Com:180/cgibin/g: DocF=

macro/5004/45/0. html (28 Maret 2000): 20/02/2017.17.30 WIB.

c. Artikel dalam jurnal, maka contoh cara penulisannya:

Supriadi, D. 1999. Restructuring the school book Provision Systemin Indonesia:

Some Recent Initiatives. Dalam Educational Policy Analysis Archives (online),Vol 7(7) 12 halaman. Tersedia: http://epaa.asu. edu./epaa/ v7n7.

html/(17Maret2000)

d. Artikel dalam majalah, maka contoh cara penulisannya:

Goodstein, C. 1991, September. Healers from thr deep. American Health.(CD- ROM), 60-64. Tersedia : 1994SIRS/SIRS1992Life Sciense/Article08A (13Juni 1995)

e. Artikel di surat kabar, maka contoh cara penulisannya:

Cipto, B. 2000, 27 April. Akibat Perombakan Kabinet Berulang Fondasi Reformasi Bisa Runtuh. Pikiran Rakyat (Online), halaman 8. Tersedia:

http://www.(pikiranrakyat.com)(9Maret2000)

f. Bila pesan dari e-mail, maka cara penulisannya: Pengirim (alamat e-mail pengirim) titik spasi Tahun, tanggal, bulan titik spasi Judul pesan titik dua spasi E-mail kepada penerima (alamat e-mail penerima).

Contoh:

(40)

37

Musthafa, Bachrudin ([email protected]). (2000, 25 April). Bab V Laporan Penelitian. E-mail kepada Dedi Supriadi ([email protected]).

(41)

38

DAFTAR PUSTAKA

Hasibuan, Ahmad Laut. Dkk.1996. Pedoman Penulisan dan Penyusunan Skripsi dan Laporan Penelitian. Medan. Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah.

Tim Fakultas Ekonomi Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah. 2019.

Pedoman Penulisan Skripsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi UMN Al- Washliyah. Medan: FE

Tim Pascasarjana Unimed.2010. Pedoman Administrasi dan Penulisan Tesis &

Disertasi. Medan: Program Pascasarjana Unimed

(42)

39

Lampiran A: Cover Proposal

JUDUL PENELITIAN

Oleh NAMA NPM. ...

PROGRAM STUDI ...

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA AL-WASHLIYAH MEDAN

2021

(43)

40

Lampiran B: Contoh Lembar Pengesahan Seminar Proposal KOP EKONOMI

LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL PENELITIAN SKRIPSI

NAMA :

NPM :

FAKULTAS :

PROGRAM STUDI :

JENJANG PENDIDIKAN :

JUDUL :

Disetujui oleh, Mengetahui,

Ka.Prodi... PEMBIMBING

Debbi Chyntia Ovami, S.Pd, M.Si Ratna Sari Dewi, SE, MSi

NIDN.0110039001 NIDN.0115119401

(44)

41

Lampiran C: Daftar Isi Seminar Proposal

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah 1.2 Identifikasi Masalah 1.3 Batasan Masalah 1.4 Rumusan Masalah 1.5 Tujuan penelitian 1.6 Manfaat Penelitian BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kerangka Teori 2.2 Penelitian Terdahulu 2.3 Kerangka Konseptual 2.4 Hipotesis

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian

3.2 Populasi dan sampel penelitian/ Subjek dan Objek penelitian (pilih salah satu sesuai dengan jenis penelitian)

3.3 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.4 Variabel dan indikator

(45)

42

3.5 Instrumen penelitian 3.6 Teknik Pengumpulan data 3.7 Teknik Analisis data DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(46)

43

Lampiran D: Cover Skripsi

JUDUL PENELITIAN

Diajukan Guna memenuhi pesyaratan memperoleh Gelar Sarjana ....

Program Studi...

Oleh NAMA NPM. ...

PROGRAM STUDI ...

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA AL-WASHLIYAH MEDAN

2021

(47)

44

Lampiran E: Contoh Tanda Persetujuan Skripsi

UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA AL-WASHLIYAH FAKULTAS EKONOMI

TANDA PERSETUJUAN

NAMA :

NPM :

JURUSAN :

PROGRAM STUDI :

JENJANG PENDIDIKAN : Strata Satu (S-1)

JUDUL :

PEMBIMBING I PEMBIMBING II

Shita Tiara, SE, Ak, M.Si Ratna Sari Dewi, SE, MSi

NIDN.0120126503 NIDN.0115119401

Diuji Pada Tanggal : Judicium :

PANITIA UJIAN

KETUA SEKRETARIS

Hardi Mulyono Anggia Sari Lubis

(48)

45

Lampiran F: Daftar Isi Skripsi

DAFTAR ISI

ABSTRAK

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah 1.2 Identifikasi Masalah 1.3 Batasan Masalah 1.4 Rumusan Masalah 1.5 Tujuan penelitian 1.6 Manfaat Penelitian BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kerangka Teori 2.2 Penelitian Terdahulu 2.3 Kerangka Konseptual 2.4 Hipotesis

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian

3.2 Populasi dan sampel penelitian/ Subjek dan Objek penelitian (pilih salah satu sesuai dengan jenis penelitian)

3.3 Lokasi dan Waktu Penelitian

(49)

46

3.4 Variabel dan indikator 3.5 Instrumen penelitian 3.6 Teknik Pengumpulan data 3.7 Teknik Analisis data BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.2 Pembahasan Penelitian

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Hasil Penelitian

5.2 Pembahasan Penelitian DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(50)

47

Contoh : Format Penulisan Abstrak

ABSTRAK

Abstraksi merupakan pemadatan dari hasil penelitian / tulisan. Ditulis 1 spasi dengan jumlah maksimum 250 kata (maksimum 1 halaman). Isi abstraksi mencakup tujuan atau pertanyaan yang ingin dijawab oleh peneliti, metode penelitian / penulisan, dan kesimpulan yang diperoleh dari penelitian.

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

…………

Kata kunci : Tingkat Kecukupan Modal, Likuiditas dan Profitabilitas

(51)

48

Contoh : Format Daftar Tabel

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1 Hasil Penjualan Produk periode 20XX 28 Tabel 3.2 Jumlah Bahan Baku selama Th 20XX 29 Tabel 4.1 Biaya Overhead Pabrik per Departemen 30 Tabel 4.2 Daftar Tenaga Kerja Langsung 35 Tabel 4.3 Daftar Staf Bagian Pabrik 38

Catatan : Tabel 4.1 menunjukkan tabel yang terletak pada Bab IV dengan urutan tabel No 1

Contoh : Format Daftar Gambar

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Biaya Tetap (Fixed Cost) 13 Gambar 2.2 Biaya Variabel (Variable Cost) 14

Gambar 4.1 Proses Produksi 34

Gambar 4.2 Proses Pembuatan Produk 35 Gambar 4.3 Struktur Organisasi Pabrik 38

Catatan : Gambar 4.3 menunjukkan gambar yang terletak pada Bab IV dengan urutan gambar No 3

(52)

49

Contoh : Format Halaman Pernyataan

SURAT PERNYATAAN

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : LILI INDRIATI

NPM : 123224056

Program Studi : Akuntansi

Judul Penelitian : “Pengaruh Tingkat Kecukupan Modal dan Likuiditas terhadap Profitabilitas Pada PT. BPR NBP 20 Delitua, Medan”.

Dengan ini saya menyatakan bahwa :

1. Penelitian yang saya lakukan dengan judul diatas belum pernah diteliti di Fakultas Ekonomi Universitas Muslim Nusantara dan di Universitas lain.

2. Penelitian ini saya lakukan sendiri tanpa ada bantuan dari pihak manapun dengan kata lain penelitian ini tidak saya tempahkan (dibuat) oleh orang lain dan juga tidak tergolong plagiat.

3. Apabila point 1 dan 2 diatas saya langgar maka saya bersedia untuk dilakukan pembatalan terhadap penelitian tersebut dan saya bersedia mengulang kembali mengajukan judul penelitian yang baru dengan mengulang seminar kembali.

Demikian surat pernyataan ini saya perbuat tanpa ada paksaan dari pihak manapun juga, dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya

Medan, April 2014

Diketahui oleh Hormat saya

Ketua Program Studi Akuntansi, Pembimbing I, Yang membuat pernyataan,

Debbi Chyntia Ovami, S.Pd, M.Si SRI WARDANY SE, M.Si LILI INDRIATI NIDN.0110039001 NIDN. 0123106501 NPM. 123224017

(53)

50

Gambar

Tabel 2.1   Penelitian Terdahulu
Tabel 1.1   KONVERSI JUMLAH SKOR MENJADI NILAI HURUF   DALAM UJIAN AKHIR SEMESTER
Gambar 5.1 Grafik Histogram  Sumber :Data sekunder diolah, Tahun 2019

Referensi

Dokumen terkait

20 Dalam perkara kepailitan, upaya hukum kasasi dapat diajukan oleh Debitor atau Kreditor yang merupakan pihak pada persidangan tingkat pertama dan Kreditor lain

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa mem- punyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan, artinya budaya organisasi yang merupakan hasil dari interaksi

Berdasarkan masalah bagian kasir, admin personalia, akuntansi, dan direktur kesulitan dalam melakukan proses pencarian data hutang karyawan, perhitungan gaji, data tunjangan,

Dari dasar inilah peneliti mengambil topik penelitian tentang “Analisis Pengaruh Sistem Kompensasi, Motivasi, dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan di Direktorat

Λιγότερα αρσενικά εκδήλωναν προτίμηση για τις κόκκινες σφαίρες και ελάχιστα αρσενικά εκδήλωσαν σεξουαλικό κάλεσμα πάνω στη μπλε σφαίρα (0.03, 0.06

Dari beberapa pendapat dapat disimpulkan bahwa sikap nrima (menerima) yaitu membuat orang Jawa sadar untuk tidak iri terhadap orang lain dan sadar akan keadaan

Faktor-faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa akuntansi dalam pemilihan karir diukur dengan variabel penghargaan finansial, pengakuan profesional, pertimbangan pasar

Padahal dengan melihat penelitian yang dilakukan oleh John Snow dan Wood yang memanfaatkan peta persebaran kasus epidemiologi, dapat dilakukan analisis secara lebih