• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Sumber daya manusa saat ini sangat dituntut untuk berkinerja yang baik, efektif, efisien dan berkompeten. Sumber daya manusia atau sering disebut dengan (SDM) merupakan sumber daya utama di dalam suatu organisasi dimana manusia

mampu memberikan bakat, keahlian, pengetahuan, dan pengalaman untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi. Faktor - faktor yang

memengaruhi kinerja organisasi seperti motivasi, budaya organisasi, kompensasi, kepemimpinan, kepuasan kerja, kedisiplinan, lingkungan kerja dan komitmen organisasi.

Menurut Riniwati (2011:50), kinerja merupakan catatan outcome yang dihasilkan dari pegawai tertentu atau yang dilakukan pada periode waktu tertentu. Kinerja juga merupakan sejauh mana seseorang mampu melaksanakan kegiatan sesuai tujuan dan strategi organisasi.

Instansi pemerintahan di Indonesia saat ini sangat mebutuhkan sumber daya manusia yang mampu bertanggung jawab atas segala tugas yang diberikan, mamapu menyelesaikan sesuai prosedur yang ada, mampu berkontribusi lebih terhadap kemajuan instansi serta kemajuan pemerintahan di Indonesia. Oleh karena itu, kinerja dari para karyawan di sebuah instansi perlu di perhatikan dan dipantau pekerjaannya agar apa yang dihasilkan dari instansi beranfaat baik bagi karyawan, masyarakat dan lingkungan.

Selain itu beberapa faktor yang memengaruhi kinerja karyawan salah satunya yang pertama adalah kompensasi. Dimana kompensasi yang diberikan oleh perusahaan atau instansi harus disesuaikan dengan pekerjaan setiap karyawan di dalamnya. Kompensasi yang dapat berupa kompensasi langsung dan tidak langsung akan mampu membangun semangat tersendiri dari karyawan untuk bekerja lebih keras lagi agar mengahasilkan pendapatan yang sesuai diinginkan.

(2)

Faktor yang kedua berupa motivasi kerja dimana instansi atau perusahaan harus mampu memberikan motivasi kerja guna membangun semangat kerja yang timbul dari karyawan sehingga menghasilkan kinerja yang baik dan bermanfaat bagi dirinya sendiri juga bagi perusahaan. Jika motivasi kerja yang diberikan perusahaan kurang maka akan memengaruhi kinerja dari karyawan itu sendiri. Maka perusahaan harus secara teliti melihat apa yang menjadi motivasi dari karyawan.

Faktor yang ketiga salah satunya adalah komitmen organisasi dimana setiap individu anggota dalam sebuah instansi atau perusahaan harus memiliki komitmen terhadap organisasi, guna membangun tanggung jawab penuh kepada setiap apa yang dikerjakan untuk kemajuan pencapaian tujuan organisasi, oleh karena itu perusahaan atau instansi harus mampu memberikan komunikasi kepada setiap anggota organisasi agar mereka mampu berkomitmen lebih kepada perusahaan dan loyal terhadap perusahaa.

Ketiga factor diatas merupakan permasalahaan yang terjadi di sebuah instansi, salah satunya terjadi pada Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (DJK), yang merupakan instansi pemerintahan yang bergerak dibindang sumber daya dan menangani persoaalan ketenagalisistrikan di Indonesia. Karena, Permasalahan yang terjadi pada karyawan di instansi DJK adalah kurangnya semangat bekerja dari karyawan dan tanggung jawab atas segala tugas yang diberikan oleh perusahaan. Hal ini memunculkan kinerja kerja yang menurun pada setiap bulan dan tahunnya.

Penurunan kinerja kerja terlihat dari produktivitas karyawan yang menurun dari sisi tingkat kehadiran, dan penyelesaian hasil tugas tim yang telah dilaksanakan oleh karyawan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (DJK).

(3)

Gambar 1.1 Tingkat Kehadiran Karyawan

Sumber : Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (DJK).

Tabel 1.1 Total Tugas Tim Karyawan

Tahun Total Tugas Tim

2012 15

2013 14

2014 12

2015 7

Sumber: Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (DJK).

Berdasarkan hasil survei terhadap populasi karyawan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (DJK) yang pada saat ini berjumlah 304 orang, terjadi permasalahan sehinga terjadi penurunan terhadap kinerja karyawan yang terlihat dari tabel kehadiran dan penyelesaian tugas tim beberapa tahun terakhir dimulai dari tahun 2013 hingga 2015. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemasukan yang di dapatkan oleh karyawan terkait dengan sistem kompensasi dimana sistem kompensasi yang belum sesuai dengan keingingan karyawan seperti pemberian gaji telat dan tunjangan kesehatan yang kurang memuaskan. Penurunan dari motivasi kerja juga dapat dilihat dari kurangnya semangat kerja karyawan dalam penyelesaian tugas – tugas pribadi maupun tugas tim yang diberikan oleh instansi. Komitmen

(4)

organisasi yang ditunjukan oleh karyawan juga menurun terlihat dari tanggung jawabnya sebagai karyawan untuk mentaati peraturan seperti terlambat masuk dan pulang cepat.

Melihat dari fenomena yang terjadi, Tentu keadaan ini akan menjadi masalah serius bila tidak segera diperbaiki oleh instansi pemerintahan, karena pada instansi ini yang menghasilkan suatu informasi dan manfaat bagi rakyat indonesia, produktivitas kerja instansi merupakan salah satu indikator kesuksesan perusahaan tersebut. Maka instansi perlu memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kinerja karyawan yang dilihat dari faktor – faktor tersebut, sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan yang bertujuan untuk kemajuan dari instansi yang berkualitas baik.

Pentingnya sistem kompensasi terhadap kinerja seperti yang dikemukakan oleh peneliti sebelumnya, sebaiknya perusahaan mengetahui bagaimana persepsi karyawan tentang pemberian kompensasi yang sesuai kepada karyawan. Pemberian Kompensasi lebih di dalam instansi dapat meningkatkan motivasi karyawan dan komitmen kerja organisasi yang dapat berpengaruh terhadap kinerja karyawan itu sendiri sehingga, hal ini dapat bermanfaat untuk perusahaan dalam meningkatkan kinerja karyawan yang akan berpengaruh terhadap hasil kerja yang akan bermanfaat bagi lingkungan. Apabila nyatanya pemberian kompensasi belum diberikan secara sesuai oleh instansi, hal ini dapat membuat karyawan tidak merasa adanya perhatian khusus terhadap keseimbangan hidup karyawan yang akan mengakibatkan turunnya motivasi untuk bekerja dan akan berakibat pada turunnya kinerja karyawan setiap tahunnya. Bila kinerja karyawan terus menurun setiap tahunnya, instansi akan sulit mencapai tujuannya. Tentu hal ini akan merugikan instansi terlebih lagi, apabila hal ini terus dibiarkan maka instansi pemerintahan yang seharusnya menjadi contoh dan bermanfaat bagi kepentingan lingkungan masyarakat Indonesia makin menunjukan kinerja yang buruk dari pemerintahan di Indonesia.

Dari dasar inilah peneliti mengambil topik penelitian tentang “Analisis Pengaruh Sistem Kompensasi, Motivasi, dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (DJK)”, dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam usaha perbaikan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (DJK).

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan di atas maka pokok permasalahan yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini yaitu :

(5)

1. Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara Sistem Kompensasi (X1) terhadap Kinerja Karyawan (Y) di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (DJK)?

2. Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara Motivasi (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y) di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (DJK)?

3. Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara Komitmen Organisasi (X3) terhadap Kinerja Karyawan (Y) di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (DJK)?

4. Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara Sistem Kompensasi (X1), Motivasi (X2), dan Komitmen Organisasi (X3) terhadap Kinerja Karyawan (Y) di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (DJK)?

1.3 Ruang Lingkup

Guna menghindari lingkup penelitian yang terlalu luas, maka dalam penelitian ini dibuat batasan masalah. Batasan masalah yang akan diteliti adalah sebagai berikut:

1. Variabel yang akan diteliti hanya terbatas pada sistem kompensasi, motivasi, dan komitmen organisasiyang memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan. 2. Data yang diambil bersifat primer

Data primer diambil dan dikumpulkan langsung dari lapangan sedangkan data sekunder diambil dari institusi research.

3. Objek penelitian terfokus pada karyawan unit organisasi Sekertariat Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Setditjen).

5. Cakupan wilayah yang diteliti adalah kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (DJK) Jakarta Selatan.

(6)

1.4 Tujuan Penelitian

Sesuai dengan identifikasi masalah yang telah diuraikan diatas, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara Sistem Kompensasi (X1) terhadap Kinerja Karyawan (Y) di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (DJK). 2. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara Motivasi

(X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y) di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral(DJK).

3. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara Komitmen Organisasi (X3) terhadap Kinerja Karyawan (Y) di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral(DJK

4. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara Sistem Kompensasi (X1), Motivasi (X2), dan Komitmen Organisasi (X3) terhadap Kinerja Karyawan (Y) di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (DJK).

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari hasil penelitian ini sebagai berikut :

Manfaat Akademis :

1. Penelitian ini diharapkan dapat berguna dalam menambah pengetahuan dalam dunia pendidikan sehingga dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya.

2. Dapat mengetahui dan meningkatkan pemahaman pada kualitas kerja kinerja karyawan dalam perusahaan.

Manfaat Praktis :

1. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan yang bermanfaat bagi perusahaan mengenai pentingnya Kompensasi, Motivasi, dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan.

(7)

2. Penelitian ini dapat dijadikan sumber informasi bagi Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (DJK) dalam mengetahui kinerja serta kepuasan kerja karyawan pada umumnya. Manfaat Umum :

1. Sebagai sumber informasi mengenai manajemen sumber daya manusia dalam suatu organisasi.

2. Sebagai sumber informasi melihat pengaruh pentingnya Sistem Kompensasi, Motivasi, Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan dalam perusahaan.

3. Sebagai referensi untuk penelitian lebih lanjut mengenai variabel pentingnya Sistem Kompensasi, Motivasi, Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan.

1.6 Sistematika Pembahasan

Dalam penelitian ini akan dibahas dari beberapa hal. Dan terdapat pada lima bab dan masing-masing bab terdiri dari beberapa sub bab yang menguraikan isi penelitian ini. Sistematika pembahasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini akan diuraikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian serta sistematika penelitian yang berhubungan dengan kinerja karyawan, budaya organisasi, motivasi dan komitmen organisasi.

BAB II LANDASAN TEORI

Isi dari bab ini berisi tentang teori - teori yang digunakan untuk melakukan analisis dalam penelitian ini, serta kerangka, model penelitian dan penelitian terdahulu.

(8)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Dalam bab ini menjabarkan mengenai pemilihan objek penelitian, data yang akan dihimpun, teknik pengumpulan data, teknik pengolahan data, teknik pengujian hipotesis dan operasional variabel.

BAB IV HASIL PENELITIAN

Bab ini akan membahas dan lebih spesifik menjelaskan gambaran umum objek penelitian, pembahasan hasil penelitian, kesesuaian dengan teori, argumentasi penelitian, dan membandingkan hasil penelitian dengan penelitian terdahulu.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini akan disimpulkan mengenai ringkasan dari bab – bab terdahulu, jawaban atas rumusan masalah, dan kemudian diberikan saran -saran.

Gambar

Gambar 1.1 Tingkat Kehadiran Karyawan

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian yang dilakukan di TK AndiniSukarame Bandar Lampung betujuan meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan melalui media gambar pada usia

Ketersediaan informasi lokasi rumah sakit, fasilitas dan layanan yang tersedia di rumah sakit dan tempat kejadian dapat tersedia secara jelas dan terkini sehingga penentuan

Alhamdulillahirobbil’alamin segala puji syukur dan sembah sujud, penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat, hidayah, dan kasih sayang-Nya sehingga penyusun

H1: (1) Terdapat perbedaan produktivitas kerja antara karyawan yang diberi insentif dengan karyawan yang tidak diberi insentif (2) Terdapat perbedaan

7.4.4 Kepala LPPM menentukan tindakan perbaikan yang harus dilakukan pada periode Pelaporan Hasil Pengabdian kepada masyarakat berikutnya.. Bidang Pengabdian kepada masyarakat

Ketika orang-orang dari budaya yang berbeda mencoba untuk berkomunikasi, upaya terbaik mereka dapat digagalkan oleh kesalahpahaman dan konflik bahkan

Dengan cara yang sama untuk menghitung luas Δ ABC bila panjang dua sisi dan besar salah satu sudut yang diapit kedua sisi tersebut diketahui akan diperoleh rumus-rumus

Dari teori-teori diatas dapat disimpulkan visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan-tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk