• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 2 DATA DAN ANALISA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Bab 2 DATA DAN ANALISA"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Bab 2

DATA DAN ANALISA

2.1 Tinjauan Umum A. Buku / Majalah

Design for Emotion (Trevor van Gorp dan Edie Adams) Hurufontipografi (Surianto Rustan)

Mendesain Logo (Surianto Rustan) Layout (Surianto Rustan)

Periklanan Promosi (Shimp)

Power Branding (A.B. Susanto dan Himawan Wijanarko)

B. Data Elektronik/Internet

http://wisatakuliner.com/kuliner/pusat-oleh-oleh/item/roti-unyil-venus.html

http://ceppi-prihadi.blogspot.com/2014/02/roti-unyilsi-mungil-nan-lezat-dari-bogor.html

Penulis dan pecinta kuliner yang sejak 2009 sudah menuangkan hasil menjelajah dunia kuliner untuk di informasikan ke pembaca, awalnya hanya penulis dari sebuah blog yang akhirnya banyak bisa memberikan informasi kuliner.

http://kuliner.panduanwisata.id/indonesia/roti-unyil-roti-mungil-khas-bogor/ Website yang isinya dunia kuliner yang secara detail kuliner jajanan yang biasanya menjadi pusat tujuan wisatawan mengujungi tempat tertentu yang dikategorikan eat together fat together dan ada beberapa pilihan kota ada juga di luar Indonesia yang secara lengkap bisa langsung mengunjugi website tersebut.

http://www.banyumurti.net/2013/07/kuliner-bogor-roti-unyil-venus.html Penulis dan pecinta kuliner yang menuangkan hasil menjelajah dunia kuliner untuk di informasikan ke pembaca, awalnya hanya penulis dari sebuah blog yang akhirnya banyak bisa memberikan informasi kuliner.Daerah yang khusus menjadi bahasan di blog tersebut dengan lokasi di jawa barat.

(2)

C. Narasumber/Wawancara

Pemilik Roti Unyil Venus (Pak Hendra & Bu Giok) Sumber informasi wawancara Yosi

2.1.1 Sejarah Singkat

2.1.1.1 Definisi Bakery

Bakery berasal dari bahasa Inggris yang berarti toko kue dan roti. Bakery dibagi menjadi beberapa kategori, sesuai dengan klarifikasi produk makanan yang dijual yaitu:

• Bakery Traditional, menyediakan kue, makanan tradisional dan roti-roti yang telah dikenal sebagai roti Indonesia.

• Bakery Pastry, biasanya terdapat dihotel-hotel berbintang di kota-kota besar, menyediakan roti-roti berstandar Internasional, seperti : French Bread, Ciabatta , Foccacia, Breakfast atau Dinner roll, dan lain sebagainya.

Bakery berdasarkan standar permodalannya, yaitu:

• Bakery Individual, yaitu permodalan awalnya berasal dari suatu individu atau keluarga, hanya sesuai dengan kapital yang disediakan oleh individu atau keluarga tersebut yang tidak mengikuti suatu standar tertentu. Contoh : Holland Bakery, AJ Bakery, dan lain sebagainya. • Franchise Bakery : yang permodalannya harus sesuai dengan suatu

standar laba tertentu, yang kebanyakan sekarang masih berasal dari luar negri. Contoh : Bread Talk (Taiwan), Bread and Butter (Indonesia), Eaton (Singapore).

(https://chefcelebrity.wordpress.com/2012/05/13/pengertian-dasar-pastry-bakery/)

2.1.1.2 Sejarah Unyil

Cerita si unyil lahir sekitar tahun 1960an atas gagasan Bapak Kurnain Suhardiman.Yaitu berupa cerita berkisar si Unyil dimajalah Suluh Pelajar.Tahun 1965 PERNAS membuat cerita Film boneka karya Kurnaian Suhardiman, ternyata bentuk yang ditampilkan berupa tokoh si Unyil.Gagasan

(3)

Film boneka si Unyil muncul di Televisi Republik Indonesia (TVRI) atas persetujuan PPFN, tanggal 5 April 1981 dengan sutradara Kurnaian Suhardiman, hingga pada tahun 1991 Film si Unyil selesai ditanyangkan di TVRI. Si Unyil merupakan anak desa yang hidup dijaman modern, memiliki karakter mungil, cerdik menjadikan dirinya paling menonjol diantara teman-temannya.(Berdasarkan hasil wawancara dengan Yosi pada tanggal 11 Januari 2015).

2.1.1.3 Sejarah Venus

Venus merupakan bintang paling terang setelah matahari dan bulan, karena itu manusia telah mengenalnya sejak lama. Venus memiliki terang yang tak tertandingi baik waktu pagi maupun malam, kebalikan dari planet-palet lain. Venus sangat panas suhu permukaannya mencapai 4620C (8400F).Selain itu, atmosfer Venus memiliki lapisan asam setebal beberapa kilometer.Tidak ada satupun makhluk hidup yang dapat hidup disana walau sedetik. (http://space-facts.com/venus/)

2.1.1.4 Sejarah Roti Unyil Venus

Usaha keluarga yang mulai dirintis pada tahun 1992, oleh dua orang bersaudara yaitu Ny.Giok dan Hendra pemilik perusahaan keluarga roti unyil Venus, yang saat ini semua tanggung jawab diserahkan kepada Bapak Hendra sebagai kepala perusahaan. Awalnya ukuran roti yang dibuat berukuran standar roti, tetapi karena keinginan membuat bentuk dan rasa roti yang beda dari biasanya dua bersaudara ini mencoba membuat roti aneka rasa dengan ukuran kecil tidak lebih dari 5 cm, dengan memiliki lima orang pegawai awalnya keberadaan roti unyil mulai diketahui oleh masyarakat Bogor waktu itu, sampai akhirnya dengan promosi produk yang dilakukan melalui pelanggan tetap (mulut ke mulut) roti unyil menjadi salah satu makanan siap saji yang mulai diakui keberadaanya. Melihat penjualan roti unyil yang terus meningkat bahan dasar pembuatan roti mulai dilirik oleh para sponsor seperti Bogasari pada tepung terigu dan Kraft single untuk rasa roti keju.(Berdasarkan hasil wawancara dengan Yosi pada tanggal 11 Januari 2015).

(4)

Visi dan Misi perusahaan :

• Visi, memberikan yang terbaik kepada pelanggan, dengan tetap mempertahankan kulitas rasa.

• Misi, menjadi perusahaan roti yang dapat berkembang lebih luas lagi, menjadi terdepan dan nomor satu.

2.1.1.5 Identitas Visual Roti Unyil Venus

Roti Unyil Venus adalah nama yang diberikan kepada produk sebuah roti dengan ukuran kecil, adapun maksud dari pemberian nama roti unyil venus adalah :

Unyil , adalah metafora yang menjadi sebuatan untuk sesuatu yang berbentuk kecil, nama Unyil sendiri berasal dari nama tokoh film rakyat anak Indonesia yang popular pada tahun 1980an karakter unyil identik dengan kecil, mungil, unik, lucu, anak-anak. Karakter yang dimiliki oleh tokoh Unyil memiliki kesamaan dengan karakter produk yang dibuat, yaitu kecil, setiap bentuknya unik, yang kemudian dijadikan nama roti oleh perusahaan untuk jenis roti kecil, pemakaian nama unyil juga dipakai agar nama produk lebih mudah diingat karena mengambil dari nama tokoh film yang tidak asing lagi ditelinga masyarakat.

Venus , menjadi nama perusahaan sekaligus nama produk. Typografi yang dipakai berjenis sanserif(huruf yang tidak memiliki kait pada bagian ujungnya). Nama venus diambil kerena venus adalah bintang paling terang setelah matahari dan bulan. Seperti venus, perusahaan ini ingin selalu lebih terlihat, bercahaya, terdepan dengan kualitas produk yang lebih baik. Warna identitas produk dan perusahaan yaitu merah yang memiliki artinya semangat, berani, menarik perhatian, perusahaan ingin terus berkembang lebih besar lagi.(Berdasarkan hasil wawancara dengan Yosi pada tanggal 11 Januari

(5)

2015).

Berdasarkan logo Roti Unyil Venus yang lama saya berpendapat jika diperlukannya Re-brandingkarena logo awal untuk sebuah perusahaan yang bergerak dibidang bakerytidak menarik minat konsumen, dari keterbacaan untuk yang tidak mengerti akan sulit terbaca. Logo lama yang memiliki warna dan styleyang sudah tidak modern.Ada juga kata yang digunakan kurang cocok untuk produk makanan yaitu kata obat pengawet yang padahal jika ingin menekankan produk tersebut sehat alangkah lebih baik tidak menggunakan kata obat karena secara gambaran kata obat itu terkandung berbagai bahan kimia. Untuk perkembangan semakin maju maka desain yang baik danmodernselain untuk persaingan dengan produk yang sama dari bakerylain secara brand akan memberikan kesan baru dan diharapkan secara penjualan akan semakin meningkat.

2.1.1.6 Produk dan Servis

Terdapat aneka rasa yang disediakan oleh toko bakery yang satu ini, ada jagung susu, sosis keju, susu keju, abon, daging asap (ayam/ sapi), cokelat keju, kacang keju, pisang keju, pisang cokelat, keju manis, kelapa, kismis, nanas, srikaya, double cokelat dan masih banyak lagi yang lainnya.

Bentuknya yang kecil dengan beraneka pilihan rasa yang memberi keunikan tersendiri saat menyantap setiap rasa yang berbeda. Selain roti unyil, mereka juga menjual roti lain yang ukurannya lebih besar dan oleh-oleh khas Bogor lainnya, seperti asinan buah dan sayur. Harga yang mereka tawarkan juga cukup murah, untuk roti unyil dibandrol 1.500/ pieces.

(6)

Dengan 25 Varian rasa yaitu :

Saat ini harga persatu Rp.1500,- , tidak menutup kemungkinan harga akan naik jika bahan baku untuk pembuatan roti naik harganya.

Roti Unyil Venus terletak di pusat kota Bogor di Jl. Pajajaran Komplek V Point No. 1,Bogor. Tempatnya cukup strategis karena berada di samping plaza Ekalokasari dan mudah ditemukan oleh wisatawan yang baru berkunjung ke Bogor.Phone (0251) 8364008.Suasana di dalam toko ini tampak sibuk karena pembeli yang selalu datang-pergi dan

(7)

pelayan-pelayannya yang lalu-lalang melayani pembeli sambil mengangkat roti yang sudah matang dari oven untuk segera dipajang di etalase.

Varian rasa Roti Unyil : abon, asap ayam, baso, coklat manis, coklat isi, coklat kacang, asap daging, jagung, keju isi, keju batang, keju coklat parut, keju donat, keju manis, keju pisang, keju sosis, kelapa, kentang, kismis, nanas, pisang, pisang coklat, sosis, srikaya, strawberry, susu. Produk Roti Unyil Venus juga sudah mendapatka izin Dinkes dengan nomor izin P-IRT 306327101686.

Gambar : ruko Venus Bakery

Sumber : Hasil survey langsung

Toko roti unyil Venus buka mulai pukul 05:30, tutup sampai dengan pukul 21:00. Buka setiap hari, pada hari libur khususnya, mulai pagi hari sudah terlihat antrian panjang pelanggan untuk mendapatkan Roti Unyil Venus, ada juga “calo” yang sengaja menawarkan jasanya untuk mempermudah mendapatkan Roti Unyil Venus.

2.1.1.7 Target Market

Target Primer

Segmentasi Demografi

- Jenis kelamin : laki-laki dan perempuan

- Usia : 25-35 tahun

Segmentasi Geografi

(8)

- Penduduk :urban (ibu kota, kota besar

Psikografis

- Kelas sosial : menengah keatas

- Gaya hidup : modern, sehat, masa kini

- Kepribadian : gaya masa kini, simpel, suka hal yang baru. Target Sekunder

Segmentasi Demografi

- Jenis kelamin : laki-laki dan perempuan

- Usia :18-24 tahun

Segmentasi Geografi

- Daerah :wisatawan, warga bogor - Penduduk : urban (ibu kota, kota besar) Psikografis

- Kelas sosial : menengah keatas

- Gaya hidup : modern, sehat, masa kini

- Kepribadian :gaya masa kini, simpel, suka hal yang baru.

2.1.1.8 Keunggulan Produk

• Variasi rasa yang lebih banyak • Fresh from the oven

• Memiliki rasa dan aroma yang istimewa • Tanpa bahan pengawet

• Bentuk roti yang unik

• Sudah menjadi brand image untuk wisatawan bogor

2.1.1.9 Kompetitor

• Roti Unyil J’s Cheese (Jumbo) • Zamrud Bakery

• Roti Mungil

• Roti Unyil Joss Bakery • G Roti Unyil

(9)

• Roti O Disney Roti Unyil

2.2 Tinjauan Khusus

2.2.1Definisi Visual

Arti kata Visual dalam kamus besar Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Balai Pustaka-Jakarta (1988) adalah dapat dilihat dengan indra penglihatan (mata), berdasarkan penglihatan. Indra yang paling sensitif dalam bahasa visual, piktorial, adalah mata.Tapi jika kita membangkitkan kepekaan, piktorial bisa didengar (musik/bunyi-bunyian), dicium (bau-bauan), dijilat (cita rasa), bahkan disentuh (tekstur) dan diolah menjadi satu dalam perasaan kita.

Visual tentu dibutuhkan sebagai alat bantu untuk penjualan. Desain grafis dengan konsep jelas, taktis, dan strategis didukung dengan visual Elemen-elemen desain grafis (garis, bentuk, tekstur, warna, kontras nilai). 2.2.2 Definisi Brand

Arti kata Brand dalam kamus Inggris - Indonesia menurut penerbit M2S Bandung (2000) adalah merek dagang.Definisi merek menurut A.B Susanto dan Himawan Wijarnako dalam bukunya Power Branding adalah nama atau simbol yang diasosiasikan dengan produk atau jasa yang menimbulkan arti psikologis atau asosiasi. Nama produk musti memiliki sejumlah nilai, termasuk unsur pembeda, mudah diingat, kesesuaian dengan bisnis, mudah dibaca, punya kekuatan stimulasi, kekuatan untuk dibayangkan secara visual, dan memiliki kekuatan hukum sebagai sebuah trademark.

Merek adalah nama, tanda, simbol, atau desain atau kombinasi dari keseluruhan yang dimaksud untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari penjual atau sekelompok penjualan agar dapat dibedakan dari pesaingnya (Shimp. 2005. Periklanan Promosi: Hal.62). Brand didefinisikan sebagai emosi atau perasaan yang timbul terhadap sebuah produk, jasa, atau perusahaan. Intinya, brand bisa dirasakan efeknya di benak masyarakat konsumen. Pada akhirnya merek bukanlah apa yang dibuat dipabrik, tercetak dalam kemasan, atau apa yang diiklankan oleh pemasar. Merek adalah apa

(10)

yang ada dipikiran konsumen.

Produk yang diluncurkan dipersiapkan dengan matang dan diberi nama yang sesuai agar dapat diterima oleh pasar. Berdasarkan hasil segmentasi, penempatan posisi merek (brand positioning).Merek yang mewakili produk ini diposisikan di benak konsumen.Merek diberi identitas (brand identity) yang didukung dengan kepribadian (strategic brand personality) agar mengena di hati konsumen yang menjadi sasarannya.Konsumen akhirnya mengenal merek itu (brand awareness) dan kemudian mempunyai kesan tertentu terhadapnya (brand image).Jika seorang konsumen telah mengenal sebuah merek, maka ia akan mengasosiasikannya dengan serangkaian atribut dan meletakannya dalam ingatan mereka. (A.B. Susanto dan Himawan Wijanarko. 2004. Power Branding: Membangun Merk Unggul).

2.2.3 Definisi Logo

Logo yaitu huruf yang khas yang merupakan suatu ciri merek produk (trademark). Logo merupakan lambang yang dapat memasuki alam pikiran/suatu penerapan image yang secara tepat dipikiran pembaca ketika nama produk tersebut disebutkan (dibaca), logo harus mempunyai gambaran mengenai produk yang diwakilinya, logo biasanya diletakan diatas dengan maksud untuk mempermudah pelanggan atau pembaca untuk mengidentifikasinya.

Logo banyak sekali dikategorikan dalam kalimat yang berbeda oleh para ahli seni dan desain, dalam kamus besar bahasa Indonesia pengertian logo adalah satu huruf atau lambang yang mengandung makna tertentu, terdiri dalam satu huruf atau lebih sebagai lambang atau nama perusahaan. Untuk mencapai pada rancangan logo yang sempurna maka perlu adanya prinsip visual logo modern, sifat-sifat logo, pendekatan utama, aspek yang menunjang dan yang berguna bagi idealisasi, perkembangan, dan analisis. (Rustan. 2009. Mendesain Logo).

2.2.4 Teori Bentuk

Bentuk juga bisa digunakan untuk menarik respon dari khalayak. Penggunaan bentuk yang efektif secara psikologis akan memotivasi,

(11)

menginspirasi, dan memberikan tantangan kepada khalayak, terkadang tanpa mereka sadari mengapa hal tersebut dapat memberikan motivasi. (http://faculty.petra.ac.id/dwikris/docs/desgrafisweb/hurufwarna/bentukdasar.h tml).

Tabel : Teori bentuk

Sumber :

http://faculty.petra.ac.id/dwikris/docs/desgrafisweb/hurufwarna/bentuk dasar.html

2.2.4.1 Tata Letak

Tata letak adalah meramu semua unsur grafis, meliputi wama, bentuk, merek, ilustrasi, tipografi, manjadi suatu kesatuan baru yang disusun secara utuh dan terpadu.Hukum Keseimbangan (balance) Penataan unsur-unsur untuk mencapai suatu kesan visual dengan penyebaran yang menyenangkan.

(12)

Aplikasi unsur-unsur desain pada suatu komposisi yang menyesuaikan diri pada keseimbangan :

• Simetris

Cara meletakan bentuk dan ukuran serta jarak yang sama antara bagian kiri dan bagian kanan.

• Asimetris

Meletakan unsur yang satu lebih besar dan mungkin jaraknya jauh lebih besar dari unsur yang lain, akan tetapi nilai keseimbangan masih tetap dirasakan, cara ini lebih terasa artistik, dinamis dan hidup. • SegiTiga

Disebut keseimbangan segitiga karena keseimbangan ini menyerupai segitiga sama kaki atau segi tiga sama sisi.

• Central

Keseimbangan ini diciptakan secara memusat di tengah-tengah bidang (berpusat di satu titik).

2.2.4.2 Warna

Warna merupakan elemen grafik yang sangat kuat dan propokatif.

1. Merah, kerap kali digambarkan dalam pengertian aktif, merangsang, energik, dan penuh vitalitas.

2. Orange, adalah warna yang kerap kali diasosiasikan dengan makanan. 3. Kuning, adalah warna yang hangat, memberi pengaruh keceriaan bagi

para konsumen.

4. Hijau, berkonotasi kekayaan, ketenangan, dan ketentraman. 5. Biru, mengarah pada kesegaran dan rasa dingin.

(http://www.dumetschool.com/blog/Dasar-Dasar-Desain-atau-Unsur-Rupa) 2.2.4.3 Teori Supergraphic

Supergraphic adalah elemen-elemen visual yang digunakan dalam segala bentuk pengaplikasian logo. Segala bentuk elemen-elemen visual ini

(13)

(bentuk, warna, dan proporsi) merupakan pengembangan dari logo perusahaan. Supergraphic diaplikasikan untuk semua stationary.

( https://surianto.wordpress.com/tag/supergraphic/)

2.2.4.5 Teori Kemasan

Kemasan berperan sangat besar dalam persaingan produk, sehingga mengemas produk bukan hanya sekedar membungkus rapi. Tetapi melalui kemasan dapat membawa konsumen agar memberikan jawaban tanpa mereka rasakan, dalam arti kemasan merupakan hal pertama yang dapat menarik konsumen untuk melihat dan membelinya, sehingga diharapkan dapat menjadi konsumen tetap dari produk tersebut. Dan pada akhirnya akan dapat menaikkan tingkat penjualan produk tersebut. (50 trade secret of great design packaging, Stafford Cliff / Rockport / 1999).

2.2.5 P.O.P (Point Of Purchase)

Point of purchase atau poin pembelian memiliki banyak hasil bagi berlangsungnya pengenalan sebuah produk, hasil untuk produsen adalah dapat menjaga nama perusahaan dan nama merek sebelum konsumen melakukan penguatan kembali citra merek yang telah dibangun sebelumnya melalui iklan. Sedangkan nilai tersendiri bagi konsumen adalah dapat informasi bermanfaat serta mempermudah dalam memilih keputusan untuk menentukan produk yang akan dibeli.

Tiga kategori material P.O.P:

P .O.P Permanen : Material P.O.P permanen mencakup display dan tanda-tanda yang sengaja digunakan untuk jangka waktu enam bulan atau lebih.

P.O.P Temporer : Material P.O.P Temporer mencakup display dan tanda-tanda yang sengaja digunakan kurang dari enam bulan.

Media In-Store : Media in-store (di dalam toko) mencakup material iklan dan promosi didalam toko.

(14)

2.2.6 Konsep Branding

Branding menjadi kelebihan strategi saat suatu merek mampu menentukan dan mengeksploitasi operational excellence, customer intimacy atau kepemimpinan produk dalam kaca mata konsumen. Dimasa kini branding adalah suatu upaya untuk melekatkan ikatan emosional kepada produk dan perusahaan.Pembuktian awal atas konsep branding yang dilakukan musti dilakukan untuk mengetahui apakah konsep tersebut mampu mengena pada target sasaran.Banyak ragam pengelompokan merek, tetapi secara garis besar merek dapat dikelompokan menjadi tiga jenis, yaitu:

• Merek fungsional (Functional Brands), terutama berkaitan dengan manfaat fungsional (functional benefit), sehingga sangat terkait dengan penafsiran yang dikaitkan dengan atribut - atribut fungsional.

• Merek Citra (Image Brands), merek citra terutama untuk memberikan manfaat ekspresi diri (self expression benefit) dalam proses mengambil keputusan konsumen memiliki keterlibatan yang tinggi (high involvement).

• Merek Eksperiensial (Experiental Brands), Merek eksperiensial terutama memberikan manfaat emosional.

(A.B.Susanto. 2004. Power Branding).

2.2.7 Perilaku Konsumen

Setiap individu memiliki karakteristik tersendiri yang unik.Sekumpulan karakteristik perilaku yang dimiliki oleh individu dan bersifat permanen biasanya disebut sebagai kepribadian.Secara lebih jelas, kepribadian didefinisikan sebagi pola prilaku yang konsisten dan bertahan lama (enduring).Gaya hidup secara luas didefinisikan sebagai cara hidup yang didefinisikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktifitas), apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya (ketertarikan), dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia sekitaranya (pendapat).

Beberapa perubahan gaya hidup yang terjadi di Amerika (dan mungkin saja di Indonesia) adalah sebagai berikut:

(15)

1. Perubahan peran pembelian dari pria ke wanita.

2. Mempunyai perhatian yang besar pada masalah kesehatan dan gizi. 3. Gaya hidup yang konsevatif dan lebih tradisional terutama diantara

baby boomer dan baby buster. 4. Lebih menyadari diri sendiri.

5. Meningkatkan penekanan pada kesenangan hidup. 6. Kesadaran lingkungan yang lebih besar.

7. Menggunakan karakteristik gaya hidup dalam Strategi.

Pemasaran terdapat empat manfaat yang bisa diperoleh oleh pemasar dari pemahaman gaya hidup konsumen.

• Pertama, pemasar dapat menggunakan gaya hidup konsumen untuk melakukan segmentasi pasar sasaran.

• Kedua, pemahaman gaya hidup konsumen juga akan membantu dalam memposisikan produk di pasar dengan menggunakan iklan.

• Ketiga, jika gaya hidup telah diketahui, maka pemasar dapat menempatkan iklan produknya pada media-media yang paling cocok.

• Keempat, mengetahui gaya hidup konsumen, berarti pemasar bisa mengembangkan produk sesuai dengan tuntunan gaya hidup.(Sutisna. 2011. Buku Perilaku Konsumen dan Pemasaran).

2.2.8 Teori Perilaku Konsumen

Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang melakukan pembelian terhadap suatu produk.Manajemen perlu mempelajari faktor-faktor tersebut agar program pemasarannya dapat lebih berhasil.Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah faktor ekonomi, psikologis, sosiologis dan antropologis.Alasan mengapa seseorang membeli produk tertentu atau alasan mengapa membeli pada penjual tertentu akan merupakan faktor yang sangat penting bagi perusahaan dalam menentukan desain produk, harga, saluran distribusi, dan program promosi yang efektif, serta beberapa aspek lain dari

(16)

program pemasaran perusahaan. Adapun beberapa teori perilaku konsumen adalah sebagai berikut:

• Teori Ekonomi Mikro. Teori ini beranggapan bahwa setiap konsumen akan berusaha memperoleh kepuasan maksimal. Mereka akan berupaya meneruskan pembeliannya terhadap suatu produk apabila memperoleh kepuasan dari produk yang telah dikonsumsinya, di mana kepuasan ini sebanding atau lebih besar dengan marginal utility yang diturunkan dari pengeluaran yang sama untuk beberapa produk yang lain.

• Teori Psikologis. Teori ini mendasarkan diri pada faktor-faktor psikologis individu yang dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lingkungan. Bidang psikologis ini sangat kompleks dalam menganalisa perilaku konsumen, karena proses mental tidak dapat diamati secara langsung.

• Teori Antropologis. Teori ini juga menekankan perilaku pembelian dari suatu kelompok masyarakat yang ruang lingkupnya sangat luas, seperti kebudayaan, kelas-kelas sosial dan sebagainya.

Pengertian Pemasaran menurut Stanton adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial (Stanton, 1997). Pengertian pemasaran menurut Kotler (2000: 8), pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk dengan pihak lain. Dalam hal ini pemasaran merupakan proses pertemuan antara individu dan kelompok dimana masing-masing pihak ingin mendapatkan apa yang mereka butuhkan/inginkan melalui tahap menciptakan, menawarkan, dan pertukaran. (Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya Dalam Pemasaran).

(17)

Analisa Kasus

A. Faktor Pendukung

Dengan perancangan identitas visual Roti Unyil yang baru diharapkan dapat membuat Roti Unyil semakin terpercaya sebagai pusat jajanan atau oleh-oleh wajib dari kota Bogor.

B. Faktor Penghambat

Adanya kompetitor yang mengangkat konsep sejenis roti unyil, dan juga kompetitor lain di bidang bakery yang memiliki identitas visual yang sama kuatnya dan sedikit lebih modern.

2.2.9 Faktor SWOT Kekuatan (Strength)

• Variasi rasa yang lebih banyak. • Fresh from the oven.

• Memiliki rasa dan aroma yang istimewa. • Tanpa bahan pengawet.

• Bentuk roti yang unik.

• Sudah menjadi brand image untuk wisatawan Bogor.

Kelemahan (Weakness)

• Produk hanya bertahan tiga hari.

• Tidak memiliki hak cipta pada nama jenis produk.

• Banyak yang meniru dari warna dari logo sampai model garis kemasan.

Peluang (Opportunity)

• Semakin banyaknya jumlah komunitas pecinta jajanan/kuliner. • Semakin berkembangnya budaya kuliner di kota Bogor.

Ancaman (Threat)

• Semakin banyak kompetitor yang dapat mengancam keberadaan produk. • Tidak adanya perlindungan hak cipta terhadap merek.

(18)

Referensi

Dokumen terkait

No. Tingkat kemudahan teknologi diaplikasikan pada industry kecil; 4. Bahan baku yang digunakan dalam merakit teknologi;.. Kemudahan dalam skala investasi dan

Layer Proses Bisnis Layer Arsitektur Sistem Informasi Layer Arsitektur Infrastruktur Teknologi Informasi Manajemen & Organisasi SI/TI Organization’s - Vision & Mission

KEGIATAN PRIORITAS Pelayanan Dasar di Daerah tertinggal dan Kawasan Perbatasan Negara PROYEK PRIORITAS Pembangunan Infrastruktur Pengelolaan Air Bersih Pembangunan/rehabilitasi

Sedangkan sistem PLL diskret yang dirancang dapat mengunci sinyal masukan pada rentang frekuensi 10Hz ~ 200kHz, dengan tegangan amplitudo sinyal masukan antara

Mengunjungi ruangan setiap hari untuk memonitor kejadian infeksi yang terjadi di lingkungan kerjanya, baik rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan.b.

Peran perpustakaan sebagai penyedia ruang (space) yang nyaman, dengan berbagai fasilitas yang diperlukan, seperti akses internet, layar LCD, printer, dan scanner akan

Yaitu pengorganisasian pelayanan atau asuhan keperawatan untuk satu atau beberapa klien oleh satu orang perawat pada saat bertugas atau jaga selama periode waktu tertentu

1. Pengujian panjang butir, yakni mendeteksi panjang butir beras berdasarkan analisa panjang antar koordinat piksel sudut tepi citra. Setiap titik pada tepi citra digunakan