15
III. METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan tempat
Penelitian ini dilaksanakan pada 28 Desember 2021- 7 April 2021 di laboratorium agroteknologi universitas Muhammadiyah Malang dan di Perumahan landungsari asri blok E22
3.2. Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kacang hijau varietas vima 4 (yang baru dipanen),plastic vakum ukuran 80 mikron dan 280 mikron , karung goni, glangsing, kemasan aluminium foil, silica gel, kalsium sulfat, kalsium klorida ,arang aktif, aquadest, label , plastic dan kertas
Alat yang digunakan timbangan, gunting , cutter , bak plastic, jarum, oven , germinator, cawan petri , pinset, sprayer, thermometer, alat pemvacum plastik dan alat tulis.
3.3. Metode Penelitian 3.3.1. Rancangan Percobaan
Penelitian ini di lakukan di Lab.Agroteknologi, Penelitian ini merupakan percobaan factorial yang disusun oleh rancangan acak lengkap (RAL) factor pertama perlakuan desikan :
P0 = kontrol
P1 = kalsium sulfat (10gr) P2 = kalsium klorida (10gr)
P3 = Silika Gel (10gr) P4 =Arangaktif (10gr)
Factor kedua adalah jenis wadah (T) yang terdiri 5 macam jenis yaitu:
T1 = Plastik vakum 80 mikron
T2 = Plastik vakum embos 280 mikron
T3 = Karung goni (yang terbuat dari serat rami) T4 = Alumium foil
T5 = Glangsing
Tabel 1. Kombinasi dari ke 2 faktor perlakuan
P/T P0 P1 P2 P3 P4
T1 P0T1 P1T1 P2T1 P3T1 P4T1
T2 P0T2 P1T2 P2T2 P3T2 P4T2
T3 P0T3 P1T3 P2T3 P3T3 P4T3
T4 P0T4 P1T4 P2T4 P3T4 P4T4
T5 P0T5 P1T5 P2T5 P3T5 P4T5
Total ada 25 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan di ulang 3 kali 3.4 Denah Percobaan
Gambar 1. Denah Percobaan
Keterangan:
1. P0T1 = Tanpa desikan, plastik vakum 80 µ
2. P0T2 = Tanpa desikan, plastik vakum embos 280 µ 3. P0T3 = Tanpa desikan, karung Goni
4. P0T4 = Tanpa desikan, aluminium Foil 5. P0T5 = Tanpa desikan, karung plastik 6. P1T1 = Kalsium sulfat, plastik vakum 80 µ
7. P1T2 = Kalsium sulfat, plastik vakum embos 280 µ 8. P1T3 = Kalsium sulfat, karung goni
9. P1T4 = Kalsium Sulfat + Aluminium Foil 10. P1T5 = Kalsium Sulfat + Karung plastik 11. P2T1 = Kalsium Klorida + Plastik vakum 80 µ
12. P2T2 = Kalsium Klorida + Plastik vakum embos 280 µ 13. P2T3 = Kalsium Klorida + Karung Goni
14. P2T4 = Kalsium Klorida + Aluminium Foil 15. P2T5 = Kalsium Klorida + Karung plastik 16. P3T1 = Silica Gel + Plastik vakum 80 µ
17. P3T2 = Silica Gel + Plastik vakum embos 280 µ 18. P3T3 = Silica Gel + Karung Goni
19. P3T4 = Silica Gel + Aluminium Foil 20. P3T5 = Silica Gel + Karung plastik 21. P4T1 = Arang Aktif + Plastik vakum 80 µ
22. P4T2 = Arang Aktif + Plastik vakum embos 280 µ
23. P4T3 = Arang Aktif + Karung Goni 24. P4T4 = Arang Aktif + Aluminium Foil 25. P4T5 = Arang Aktif + Karung plastik 3.5. Pelaksanaan penelitian
3.5.1. Persiapan 1. Persiapan benih
Benih yang digunakan dalam penelitian ini adalah benihkacang hijau varietas vima 4, yang telah mengalami proses pengolahan yang meliputi perontokan, pemberisihan, pemilihan dan pengeringan.
2. Persiapan wadah simpan
Persiapan wadah simpan yaitu yang pertama menyiapkan wadah simpanya yang berupa plastic vacuum 80 mikron, plastic vakum 280 mikron , aluminium foil, karung goni dan glangsing. Pada karung goni dan glangsing dilakukan persiapan yaitu yang pertama menggunting karung goni dan glangsing dengan ukuran 20x10cm dan dibentuk kotak-kotak lalu di jahit dengan menggunakan benang. Untuk plastic vacuum dan aluminium foil tidak ada persiapan khusus karena bentuknya sudah sesuai saat pembelian.
3. Persiapan desikan
Pada persiapan desikan , yang pertama menyiapkan 5 macam desikan yaitu silika gel, kalsium klorid , kalsium sulfat dan arang aktif. Untuk silika gel tidak ada persiapan khusus karena kemasan sudah sesuai dan untuk kalsium klorid , kalsium sulfat dan arang aktif dilakukan persiapan yaitu dengan
memasukan desikan tersebut menggunkan wadah kantong teh dengan berat 2 gram setiap perlakuan.
3.5.2 Pelaksanaan Penelitian 1. Penyimpanan
Benih yang sudah dilakukan pengeringan, dikemas kedalam wadah sesuai perlakuan , masing-masing wadah diisi dengan 50 gram benih kacang hijau lalu diberi tambahan perlakuan desikan di setiap wadahnya. Selanjutnya benih disimpan didalam Gudang penyimpanan dengan lama penyimpanan sesuai dengan lama penyimpanan.
2. Pengamatan
Pengamatan dilakukan pada bulan 1,2 dan 3 yaitu meliputi mengamatan suhu dan kelembaban serta 3 bulan setelah penyimpanan yaitu melakukan pengamatan kadar air, presentase kerusakan benih ,daya kecambah benih dan indek s vigor benih pada semua perlakuan
3. Variable penelitian
Gambar 2. Kriteria benih kecambah normal dan abnormal
Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi:
a. Mutu Benih
Variable yang diamati : 1. Daya berkecambah
Pengamatan daya berkecambah dilakukan dengan cara menghitung jumlah kecambah normal mulai hari pertama sampai hari ke tujuh. Selanjutnya daya berkecambah benih dihitung dengan rumus:
𝐷𝑎𝑦𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑒𝑐𝑎𝑚𝑏𝑎ℎ = .Σ 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑐𝑎𝑚𝑏𝑎ℎ 𝑛𝑜𝑟𝑚𝑎𝑙
Σ𝑏𝑒𝑛𝑖ℎ 𝑘𝑒𝑐𝑎𝑚𝑏𝑎ℎ x 100%
Pada uji daya berkecambah menggunakan metode ukddp (uji kertas digulung didirikan dengan plastic)
Metode UKDdp dilakukan dengan Langkah-langkah sebagai berikut :
• Menyiapkan kertas, aquades dan benih yang telah selesai disimpan
• Melembapkan 5 lembar kertas buram dengan menggunakan aquades
• Menempatkan 1 lembar plastic di bawah 3 lembar kertas stensil lembap
• Menanam sebanyak 25 butir benih pada kertas
• Menutup kertas yang telah ditanami benih kacang hijau dengan menggunakan 2 lembar kertas sisanya
• Menggulung kertas dengan rapi dan menyimpan pada alat germinator (alat perkecambahan) sesuai dengan waktu pengamatan
• Melakukan pengamatan selama 7 hari
2. Keserempakan berkecambah
Keserempakan benih berkecambah diukur dengan menghitung jumlah kecambah normal sampai heri ke empat. Keserempakan berkecambah dihitung dengan rumus :
Σ Kecambah normal hari ke − 4
Σ benih dikecambahkan 𝑥 100%
3. kecepatan tumbuh berkecambah
Waktu berkecambah diamati mulai dari hari 1-hari ke 7 Hst. Dengan rumus berikut :
𝐾𝑐𝑡 =
[𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑐𝑎𝑚𝑏𝑎ℎ 𝑛𝑜𝑟𝑚𝑎𝑙 𝑥 100%]
𝑒𝑡𝑚𝑎𝑙 (𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑎𝑚𝑎𝑡𝑎𝑛) 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑒𝑛𝑖ℎ 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑎𝑛𝑎𝑚
4. bobot benih setelah penyimpanan
Bobot benih diukur dengan cara menimbang dari masing-masing perlakuan setelah penyimpanan tiga bulan.
5. Kadar air
Menghitung kadar air yaitu dengan cara berikut:
• Menimbang botol kosong dengan tutupnya (M1). berat dinyatakan dalam gram dengan ketelitian 3 desimal.
• Memasukan benih kedalam wadah tersebut dengan rata sehingga menutup dasar wadah dan timbang (M2)
• Meletakan botol yang berisi benih kedalam oven 120oC. botol dengan keadaan terbuka
• Lama pemanasan selama 1 jam pemanasan terhitung saat mencapai suhu yang diinginkan
• Setelah botol di keluarkan dalam oven dan ditutup secepatnya, didinginkan 10-20 menit dalam desikator
• Setelah botol dingin ditimbang Kembali (M3)
• Penetapan kadar air dengan menggunakan rumus berikut :
𝐾𝐴 =(𝑀2−𝑀3)
(𝑀2−𝑀1) 𝑋 100%
6. Hama dan penyakit
Pengamatan ini dilakukan saat benih pada masa penyimpanan , dilakukan pengamatan 2 hari sekali dan memperhatikan hama apa saja yang menyerang ,serta melakukan pengendalian hama dengan cara membersihkan hama tersebut.
3.6 Pengambilan Data
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, observasi digunakan untuk mengamati perkecambahan benih kacang hijau selama 7 hari.
Observasi eksperimen yang dilakukan dalam penelitian ini adalah parameter daya berkecambah benih, kecepatan tumbuh berkecambah, indeks vigor , keserempakan tumbuh berkecambah , berat bobot benih setelah simpan dan kadar air benih.
3.7. Metode Analisis Data
Pengamatan utama diuji dengan uji F taraf 5% dan 1%, jika perlakuan berbeda nyata maka akan dilakukan uji lanjut dengan uji Tukey taraf 5% dengan menggunakan Microsoft Excel .
3.8. Jadwal Penelitian Tabel 2.Jadwal penelitian
No Uraian kegiatan
Desember Januari Februari Maret Minggu ke… Minggu ke.. Minggu ke.. Minggu ke..
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Persiapan alat dan
bahan
2 Penyimpanan Benih 3 Pengamatan benih
hasil penyimpanan 4 Penanaman benih 5 Pengamatan mutu
benih