BAB III
ANALISA SISTEM BERJALAN
3.1 Tinjauan Perusahaan
3.1.1 Sejarah Institusi/Perusahaan
BPJS Kesehatan bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan yang sebelumnya bernama Jamsostek, adalah program Asuransi Kesehatan Nasional pemerintah yang diresmikan pada 31 Desember 2013. Untuk BPJS Kesehatan mulai beroperasi sejak 1 Januari 2014, sementara BPJS Ketenagakerjaan mulai beroperasi sejak 1 Juli 2014.
Sejarah BPJS Kesehatan mencakup 4 (empat) periode, yaitu :
1. 1968 - Pemerintah Indonesia menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 1 Tahun 1968 dengan membentuk Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan (BPDPK). Badan ini mengatur pemeliharaan kesehatan bagi pegawai negara (PNS) dan penerima pensiun beserta keluarganya.
2. 1984 – Pemerintah menerbitkan peraturan pemerintah Nomor 22 dan 23 Tahun 1984. BPDPK mengubah statusnya dari badan di Kementerian Kesehatan menjadi BUMN, yaitu Perum Husada Bhakti (PHB). Tugas PHB adalah menyediakan asuransi kesehatan untuk pegawai negeri sipil, pensiunan pegawai negeri sipil, veteran, perintis kemerdekaan, dan anggota keluarga.
3. 1992 – PHB berubah status menjadi PT Askes (Persero) melalui peraturan pemerintah Nomor 6 Tahun 1992. PT Askes (Persero) mulai menjangkau karyawan BUMN melalui Program Komersial Askes. Pada bulan Januari 2005, PT Askes (Persero) dipercaya oleh pemerintah untuk mengimplementasikan
4. Program Asuransi Kesehatan bagi Masyarakat Miskin (PJKMM). Program ini kemudian dikenal sebagai Program Askeskin, menargetkan 60 juta orang miskin serta kurang mampu yang akan dibiayai oleh pemerintah.
5. 2014 – Pada tanggal 1 Januari 2014, BPJS Kesehatan mulai resmi beroperasi. Ini dimulai pada 2004 ketika pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan menunjuk PT Askes (Persero) sebagai penyelenggara program jaminan sosial di sektor kesehatan. Sehingga PT Askes (Persero) berubah menjadi BPJS Kesehatan.
VISI dan MISI
Setiap perusahaan memiliki visi dan misi untuk mencapai suatu tujuannya, berikut adalah visi dan misi dari kantor BPJS Kesehatan :
VISI
Terwujudnya jaminan kesehatan yang berkualitas tanpa diskriminasi.
MISI
1. Memberikan layanan terbaik kepada peserta dan masyarakat.
2. Memperluas kepesertaan program jaminan kesehatan mencakup seluruh penduduk indonesia.
3. Bersama menjaga kesinambungan finansial program jaminan kesehatan.
3.1.2 Struktur Organisasi dan Fungsi
Gambar III.1. Struktur Organisasi Sumber : Dokumen Kantor BPJS Kesehatan
Fungsi (Job Description) : A. Kepala Cabang
1. Memimpin, memotivasi dan membina pegawai bawahannya.
2. Merencanakan dan mengamankan Sumber Daya Manusia (SDM), alat dan sarana fisik dalam unit kerja yang dipimpinnya
3. Melakukan kerjasama dengan unit kerja lain di perusahaan.
B. Ka. Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan
1. Menjalankan kegiatan operasional dari bidang kepesertaan di BPJS Kesehatan 2. Melakukan koordinasi dengan unit kerja terkait lainnya
3. Memberikan layanan dan total solusi kepada peserta
C. Ka. Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta
1. Melayani peserta secara langsung
2. Memberikan informasi dengan jelas dan lengkap kepada peserta 3. Melaksanakan tugas lainnya yang ditunjuk atasan
D. Ka. Bidang Penjaminan Manfaat Primer
1. Mengelola hubungan kemitraan dengan fasilittas kesehatan primer 2. Kegiatan sosialisasi dan edukasi ke faskes primer
3. Mengindikasi fraud and abuse terhadap PPK tingkat 1 E. Ka. Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan
1. Mengelola hubungan kemitraan dengan fasilitas kesehatan rujukan 2. Kegiatan sosialisasi dan edukasi langsung ke faskes rujukan 3. Menganalisa kebutuhan fasilitas kesehatan tingkat lanjutan F. Ka. Bidnag Penagihan dan Keuangan
1. Bertanggung jawab atas penerimaan dan pengeluaran uang kas perusahaan 2. Membuat laporan harian kas dan membuat memorial berikut buktinya 3. Bertanggung jawab penggunaan cek, materai, perangko serta laporannya G. Ka. Bidang SDM, UMUM, dan Komunikasi Publik
1. Mengamati serta membandingkan pelaksanaan dengan rencana dan mengoreksinya 2. Mengarahkan para pegawai agar dapat bekerja secara efisien dan efektif
3. Menyelidiki dan melaporkan apabila terjadi kecelakaan pada salah satu karyawan untuk kepentingan asuransi
H. IT Help Desk
1. Mencatat, sampaikan, dan selesaikan masalah sesuai prosedur 2. Membuat laporan tertentu (rekapitulasi) penyelesaian masalah 3. Menangani beberapa akun pengguna atau member perusahaan
3.2 Prosedur Sistem Berjalan
1. Prosedur Pendaftaran Peserta Autodebet
Peserta mendatangi kantor BPJS Kesehatan membawa persyaratan pendaftaran autodebet, lalu peserta mengisi formulir pendaftaran autodebet, setelah diterima oleh customer service, formulir tersebut di cek terlebih dahulu.
2. Prosedur Rekap Harian
Customer service merekap formulir autodebet tersebut dan diberikan kepada bagian penagihan dan keuangan. Setelah menerima formulir pendaftaran autodebet, bagian penagihan dan keuangan memonitoring berkas tersebut.
3. Prosedur Pembuatan Laporan
Bagian penagihan dan keuangan membuat laporan berita acara berdasarkan data dari customer service, lalu diserahkan kepada bank untuk proses penginputan.
3.3 Activity Diagram
Gambar III.2. Activity Diagram 3.4. Spesifikasi Dokumen Masukan
1. Formulir Pendaftaran Autodebet
Nama Dokumen : Formulir Pendaftaran Autodebet Sumber : Pihak BPJS Kesehatan
Fungsi : Kelengkapan Persyaratan
Frekuensi : Setiap Pihak yang akan Mengajukan Autodebet
Rangkap : 1
Tujuan : Bidang Pelayanan Bentuk : Cetakan Kertas
Mengisi Formulir Pendaftaran Rekening Autodebet
mulai
Melengkapi Persyaratan Pendaftaran
Mengecek Persyaratan Pendaftaran
Merekap Data Peserta Pendaftar Autodebet Menerima Persyaratan Pendaftaran Rekening Autodebet
Memonitoring Data Peserta Autodebet
Membuat Berkas Berita Acara Menerima Data Peserta Autodebet
Menerima Berkas Berita Acara
Menginput Peserta Pendaftar Autodebet selesai Bank Penagihan & Keuangan
Customer Serv ice Peserta
2. Kartu Keluarga
Nama Dokumen : Kartu Keluarga
Sumber : Pihak yang mengajukan Autodebet Fungsi : Kelengkapan Persyaratan
Frekuensi : Setiap Pihak yang akan Mengajukan Autodebet
Rangkap : 1
Tujuan : Bidang Pelayanan Bentuk : Cetakan Kertas
3. KTP
Nama Dokumen : KTP
Sumber : Pihak yang mengajukan Autodebet Fungsi : Kelengkapan Persyaratan
Frekuensi : Setiap Pihak yang akan Mengajukan Autodebet
Rangkap : 1
Tujuan : Bidang Pelayanan Bentuk : Cetakan Kertas
4. Copy Buku Rekening Bank
Nama Dokumen : Copy Buku Rekening Bank
Sumber : Pihak yang mengajukan Autodebet
Fungsi : Kelengkapan Persyaratan
Frekuensi : Setiap Pihak yang akan Mengajukan Autodebet
Rangkap : 1
Tujuan : Bidang Pelayanan Bentuk : Cetakan Kertas
3.5 Spesifikasi Dokumen Keluaran
1. Berkas Rekapan Peserta Autodebet
Nama Dokumen : Berkas Rekapan Peserta Autodebet Sumber : Pihak BPJS Kesehatan
Fungsi : Penyerahan Berkas Rekapan Peserta Autodebet Frekuensi : Setiap akan melakukan Penyerahan Berkas Rekapan
Rangkap : 1
Tujuan : Pihak Bank
Bentuk : Cetakan Kertas
2. Berkas Berita Acara
Nama Dokumen : Berkas Berita Acara Sumber : Pihak BPJS Kesehatan
Fungsi : Penyerahan Berkas Surat Kuasa
Frekuensi : Setiap akan melakukan Penyerahan Berkas Surat Kuasa
Rangkap : 1
Tujuan : Pihak Bank
Bentuk : Cetakan Kertas
3. Dokumen Serah Terima
Nama Dokumen : Dokumen Serah Terima
Sumber : Pihak Bank
Fungsi : Penyerahan Dokumen Serah Terima
Frekuensi : Setiap akan melakukan Penyerahan Dokumen
Rangkap : 1
Tujuan : Pihak BPJS Kesehatan Bentuk : Cetakan Kertas
3.6 Permasalahan Pokok
Setelah melakukan analisis terhadap Sistem Pendaftaran Peserta Autodebet pada BPJS Kesehatan KC Tasikmalaya, penyusun dapat menyimpulkan bahwa masih terdapat permasalahan yang ada pada sistem tersebut. Salah satu kelemahan sistem yang sedang berjalan, diantaranya :
1. Proses pendaftaran peserta autodebet dilakukan dengan cara manual sehingga peserta harus kesana kemari dalam pengumpulan berkas pendaftaran dan peserta sering terjadi pulang pergi dalam proses pendaftaran peserta autodebet sehingga memerlukan waktu yang cukup lama.
2. Sering terjadi kesalahan berkas dalam proses pendaftaran peserta autodebet pada BPJS Kesehatan KC Tasikmalaya.
3. Kurangnya pengetahuan peserta mengenai prosedur pendaftaran peserta autodebet sehingga banyak peserta yang keliru pada saat pendaftaran.
3.7. Pemecahan Masalah
Melihat masalah yang terjadi diatas, penyusun mencoba memberikan solusi mengenai permasalahan tersebut, diantaranya :
1. Menggunakan sistem berbasis web, karena itu akan mempermudah peserta maupun pegawai untuk melakukan proses pendaftaran peserta autodebet.
2. Pihak BPJS Kesehatan terus menerus melakukan sosialisasi mengenai pentingnya asuransi kesehatan diri kepada masyarakat luas dan menjelaskan secara detail mengenai bagaimana prosedur pendaftaran peserta autodebet pada BPJS Kesehatan KC Tasikmalaya.
3. BPJS Kesehatan membuat sistem pendaftaran peserta autodebet secara online sehingga peserta tidak perlu pulang pergi ke kantor dalam proses pengumpulan berkas, jadi peserta hanya mengupload semua persyaratan secara online pada sistem yang sudah dibuat oleh BPJS Kesehatan tanpa harus datang ke kantor dan tidak perlu menunggu antrian panjang. Selain itu, waktu yang diperlukan sangat efektif.