RSB. RS. Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015 - 2019 32 BAB III
ARAH DAN PRIORITAS STRATEGI
Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi sebagai satunya – satunya rumah sakit vertikal non pendidikan tipe B yang dengan kekhususan pelayanan di bidang penyakit stroke, arah strategis bisnis rumah sakit 5 (lima) tahun ke depan adalah ikut berperan dalam pencapaian rencana strategi Kementerian Kesehatan RI 2015 -2019 yaitu meningkatkan akses pelayanan kesehatan rujukan yang berkualitas.
Untuk mencapai arah bisnis strategis perlu dilakukan pemilihan prioritas – prioritas strategis bisnis Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi 5 (lima) tahun ke depan. Prioritas strategis terdiri dari 1) Peningkatan status kelembagaan Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi dan 2) Peningkatan mutu pelayanan Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi: 3) peningkatan kualitas dan jumlah SDM, 4) peningkatanan sarana prasarana rumah sakit serta perlunya 5) melakukan kerjasama dengan institusi pendidikan, organisasi profesi dan pemerintah daerah. Arah prioritas strategis bisnis dalam rangka mewujudkan visi, misi serta nilai-nilai Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi.
Adapun sasaran atau program dan kegiatan yang dimiliki oleh Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi adalah sebagai berikut :
No Indikator Status Awal Target 2019
1 Terwujudnya Staf Medis Yang Memiliki Kompetensi Komprehensif
Persentase Staf Medis Yang Memiliki Kompetensi sesuai Kekhususan
Persentase Staf Keperawatan yang memiliki kompetisi sesuai
Persentase Staf Non Keperawatan yang memiliki kompetisi sesuai
Persentase Staf Administrasi
70%
60%
30%
30%
90%
90%
75%
75%
RSB. RS. Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015 - 2019 33
No Indikator Status Awal Target 2019
yang memiliki kompetisi sesuai
Terwujudnya kehandalan sarana prasarana medis dan non medis
Tingkat kehandalan sarana dan prasarana medis sesuai best practise /OEE
Tingkat kehandalan sarana dan prasarana non medis sesuai best practise /OEE
. 60%
60%
85%
85%
3 Terwujudnya Sistem Informasi yang Terintegrasi
Level IT yang terintegrasi 25% 95%
4 Terwujudnya indeks budaya kinerja
Persentase karyawan yang berkinerja
70% 95%
5 Terwujudnya proses bisnis terpadu
Indikator Kinerja Area Klinis Rumah sakit
Indikator Kinerja Area Manjerial Rumah sakit
70%
70%
85%
85%
6 Terwujudnya pelayanan khusus stroke yang mendukung wisata kesehatan
Jumlah inovasi pelayanan 1 1
7 Terwujudnya sistem jaringan pelayanan dan pendidikan menuju RSSN sebagai pusat rujukan stroke wilayah Sumatera
Persentase fasilitas kesehatan yang di bina
0% 75%
8 Terwujudnya pelayanan stroke yang terpadu
Persentase kasus stroke yang ditangani secara terpadu
0% 100%
RSB. RS. Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015 - 2019 34
No Indikator Status Awal Target 2019
9 Terwujudnya akreditasi rumah sakit
Akreditasi rumah sakit versi 2012
Akreditasi rumah sakit versi JCI
30%
0%
100%
70%
10 Terwujudnya pelayanan rumah sakit sesuai harapan pelanggan
Tingkat kepuasan pelanggan
Tingkat kepuasan karyawan
Tingkat kepuasan peserta didik
50%
50%
50%
75%
75%
75%
11 Terwujudnya surplus RS
ROA
ROE
POBO
10%
7%
65%
20%
20%
72%
3.1. Rumusan Pernyataan Visi, Misi dan Tata Nilai
VISI : “ Menjadi Rumah Sakit Terdepan Dalam Pelayanan, Pendidikan dan Penelitian Stroke wilayah Sumatera tahun 2019 ”.
MISI :
a. Menyediakan pelayanan komprehensif stroke yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan.
b. Menyelenggarakan pendidikan, pelatihan, penelitian stroke sesuai dengan kemajuan IPTEKDOK.
c. Mengembangkan jejaring pelayanan stroke secara nasional, regional, dan internasional.
d. Mengembangkan inovasi pelayanan stroke terpadu yang mendukung wisata kesehatan.
RSB. RS. Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015 - 2019 35 NILAI – NILAI
a. Kebersamaan.
b. Profesionalisme.
c. Kejujuran.
d. Keterbukaan.
e. Disiplin.
3.2. Aspirasi Stakeholder
Aspirasi Stakeholder Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi berupa harapan dan kekhwatiran dari masing-masing stakeholder periode 5 (lima) tahun kedepan dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 3.2.1
Aspirasi Stakeholder Berupa Harapan & Kekhawatiran
Stakeholder Harapan Kekhawatiran
Dirjen BUK Kemenkes RI
1. Akses pelayanan yang luas dengan pelayanan unggulan yang
berkualitas
1. Lingkup pelayanan yang terbatas
2. Penerapan sistim manajemen kinerja RS 3. Integrasi RS dengan
Institusi pendidikan yang ada
4. Peran serta RS dalam pengembangan pelayanan fasilitas kesehatan tingkat lanjutan dan primer Fakultas
Kedokteran dan Institusi
pendidikan lainnya
1. RS Pendidikan yang terakreditasi
1. Birokrasi yang rumit 2. Kemudahan birokrasi
dan administrasi Peserta Didik 1. RS Pendidikan yang
terakreditasi
1. Birokrasi yang rumit 2. Kemudahan birokrasi
dan administrasi PEMDA 1. Terlayaninya semua
masyarakat
1. RS Vertikal sebagai pesaing RS daerah
RSB. RS. Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015 - 2019 36
Stakeholder Harapan Kekhawatiran
2. Mitra kerja PEMDA dalam bidang kesehatan khususnya wisata kesehatan
dalam pelayanan kesehatan
Mitra kerja /asosiasi profesi
1. Sebagai pusat penelitian dan pengembangan ilmu kedokteran dan
kesehatan khususnya neurologi dan disiplin ilmu lainnya yang terkait
1. Potensi RS yang tidak termanfaatkan
Penyedia barang dan jasa /supplier
1. RS semakin berkembang dengan sarana dan prasarana medis dan non medis yang lengkap
1. Persaingan usaha yang belum sehat
3.3. Tantangan Strategi
Tantangan strategis adalah berupa harapan masing-masing Stakeholder untuk diwujudkan oleh Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi. Tantangan strategis tahun 2015 - 2019 adalah :
1. Meningkatan akses pelayanan
2. Mengimplementasikan sistem manajemen kinerja yang baik 3. Mengembangkan layanan unggulan.
4. Meningkatkan mutu layanan dan patient safety
5. Meningkatkan kerja sama Antar lembaga dalam pengembangan layanan RS.
6. Menjadi pusat pendidikan dan penelitian
7. Menyediakan sarana dan prasarana sesuai standar
8. Mewujudkan sistem informasi Rumah Sakit yang terintegrasi 9. Meningkatkan SDM yang kompeten dan berkomitmen 10. Mewujudkan sistem penganggaran berbasis kinerja 11. Mewujudkan sistem pemasaran yang terpadu
RSB. RS. Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015 - 2019 37 3.4. Benchmarking
Tabel 3.4.1
Benchmarking RSSN Bukittinggi
Benchmarking RS Stroke Nasional Bukittinggi
RSUP Adam Malik Medan
RSUP Dr. M.
Djamil Padang
Tipe dan Klas RS Khusus B Umum A pendidikan
Umum B pendidikan SDM Medis
kekhususan
Kurang Cukup Cukup
Sarana dan prasarana Kekhususan
Lengkap Lengkap Kurang Lengkap
SIRS Belum
Terintegrasi
Terintegrasi Belum Terintegrasi Akreditasi 5 Jenis
Pelayanan
16 Jenis Pelayanan
16 Jenis Pelayanan
Berdasarkan benchmarking diatas Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi dibandingkan dengan Rumah Sakit lain masih bisa bersaing dengan pelayanan kekhususan neurologi dan sarana prasarana yang lengkap.
3.5. Analisa SWOT
Analisis SWOT adalah suatu intrumen strategis yang klasik.
Dengan menggunakan kerangka kerja kekuatan dan kelemahan dan peluang dan ancaman, instrumen ini memberikan cara sederhana untuk memperkirakan cara terbaik untuk melaksanakan sebuah strategi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini
RSB. RS. Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015 - 2019 38 Tabel 3.5.1
Faktor – faktor yang membentuk Kekuatan dan Kelemahan
FAKTOR KEKUATAN FAKTOR KELEMAHAN
1. Brand image yang bagus 1) Budaya Kinerja belum maksimal 2. Sarana peralatan medis penunjang
stroke yang memadai
2) Masih kurangnya SDM Medis 3. Cost recovery yang meningkat 3) Pembinaan jejaring belum
optimal 4. Sebagai satu-satunya RS khusus
stroke di Sumatra
4) Tata ruang (lay out) RS belum memadai karena terbatasnya lahan
5. Pelayanan rehabilitasi medik yang komprehensif
5) Belum terakreditasi versi 2012 dan JCI
6) Belum optimalnya sistem manajemen RS
7) SIRS yang belum terintegrasi
Tabel 3.5.2
Faktor – faktor yang membentuk Peluang dan Ancaman
FAKTOR PELUANG FAKTOR ANCAMAN
1. Adanya Program BPJS / JKN 1) Masih banyaknya minat pasien yang berobat ke Luar Negeri 2. Fleksibilitas dalam KSO / IKS 2) Image masyarakat yang masih
rendah terhadap pelayanan RS Pemerintah
3. Bukittinggi sebagai kota wisata 3) Globalisasi 4. Meningkatnya Pola penyakit
degeneratif
5. Tingginya minat institusi pendidikan dan profesi untuk bekerjasama
3.6. Diagram Kartesius Pilihan Prioritas Strategi
Untuk menggambarkan posisi daya saing Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi, digunakan diagram kartesius 4 (empat) kuadran.
Diagram kartesius dinyatakan dalam sumbu X dan sumbu Y. Sumbu X
RSB. RS. Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015 - 2019 39 menggambarkan resultante dari total nilai kekuatan dan total nilai kelemahan. Sumbu Y menggambarkan resultante dari total nilai peluang dan ancaman.
Untuk menentukan posisi nilai total peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan dapat dilakukan dengan cara berikut ini :
Tabel 3.6.1
Penilaian Faktor-Faktor Kekuatan RSSN Bukittinggi
FAKTOR KEKUATAN BOBOT
RATING (0 SAMPAI
100)
NILAI TERBOBOT
1. Brand image yang bagus
2. Sarana peralatan medis penunjang stroke yang memadai
3. Cost recovery rate meningkat 4. Sebagai satu – satunya RS khusus
stroke di Sumatra
5. Pelayanan rehabmedik yang komprehensif
0,3 0,15
0,15 0,2
0,2
50 40
60 50
50
15 6
9 10
10
JUMLAH 1,00 50
Tabel 3.6.2
Penilaian Faktor-Faktor Kelemahan RSSN Bukittinggi
FAKTOR KELEMAHAN BOBOT
RATING (0 sampai
100)
NILAI TERBOBOT
1. Budaya kinerja belum maksimal 2. Masih kurangnya SDM Medis 3. Pembinaan Jejaring belum optimal 4. Belum terakreditasinya versi 2012 dan
JCI
5. Tata ruang (lay out) RS yang belum terstandar karena terbatasnya lahan
0,20 0,15 0,15 0,20
0,1
60 60 60 70
30
12 9 9 14
3
RSB. RS. Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015 - 2019 40 6. Belum optimalnya sistem manajemen
RS
7. SIRS yang belum terintegrasi
0,1
0,1
50
50
5
5
JUMLAH 1,00 57
Tabel 3.6.3
Penilaian Faktor-Faktor Peluang RSSN Bukittinggi
Tabel 3.6.4
Penilaian Faktor-Faktor Ancaman RSSN Bukittinggi
FAKTOR PELUANG BOBOT
RATING (0
SAMPAI 100)
NILAI TERBOBOT
1. Adanya program JKN
2. Fleksibilitas dalam KSO / IKS 3. Bukittinggi sebagai Kota Wisata 4. Meningkatnya pola penyakit
degeneratif
5. Tingginya minat institusi pendidikan dan profesi untuk bekerjasama
0,2 0,1 0,3 0,3
0,1
60 50 70 70
50
12 5 21 21
5
JUMLAH 1,00 64
FAKTOR ANCAMAN BOBOT
RATING ( 0
SAMPAI 100)
NILAI TERBOBOT
1. Masih banyaknya pasien yang berobat ke Luar Negeri
2. Image masyarakat yang masih rendah terhadap pelayanan RS pemerintah 3. Globalisasi
0,3
0,5
0,2
50
70
40
15
35
8
JUMLAH 1,00 58
RSB. RS. Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015 - 2019 41
(-7.0 - 6 )
Sumbu Y
Kuadran II Kuadran I
Kuadran III Kuadran IV
W
T
S 0
Berdasarkan hasil di atas dapat ditentukan untuk masing – masing sumbu X dan sumbu Y sebagai berikut:
Nilai Sumbu X = total nilai terbobot kekuatan dikurangi total nilai kelemahan = 50 – 57 = - 7.0
Nilai Sumbu Y = total nilai bobot peluang dikurangi total nilai ancaman = 64 - 58 = 6
Dengan demikian, titik koordinat (sumbu X, sumbu Y) adalah (-7.0 ; 6).
Kondisi ini menunjukkan posisi Rumah Sakit Stroke adalah di Kuadran II, yang mengindikasikan bahwa Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi mempunyai posisi bersaing dengan kondisi kelemahan lebih menonjol daripada kekuatan organisasinya, namun mempunyai peluang usaha yang masih lebih tinggi dari ancamannya. Berdasarkan total nilai peluang usaha yang lebih tinggi dari pada total nilai ancaman, kondisi ini menggambarkan bahwa Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi dinilai masih mempunyai peluang usaha yang masih terbuka lebar.
Gambar 3.6.1
Diagram Kartesius RS Stroke Nasional Bukitinggi
RSB. RS. Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015 - 2019 42 3.7. Analisa TOWS
Sasaran strategis yang diidentifikasi diperoleh melalui analisa TOWS. Sasaran strategis menggambarkan upaya strategis yang akan diwujudkan dalam rangka merealisasikan Visi Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi.
Tabel 3.7.1
Matrik TOWS RSSN Bukittinggi
Matriks TOWS
FAKTOR INTERNAL
Kekuatan (S) Kelemahan ( W ) 1. Brand image yang
bagus
2. Sarana peralatan medis penunjang stroke yang memadai
3. Cost recovery rate meningkat
4. Sebagai satu – satunya RS khusus stroke di Sumatra 5. Pelayanan rehabilitasi
medik yang komprehensif
1. Budaya kinerja belum maksimal
2. Masih kurangnya SDM Medis
3. Pembinaan Jejaring belum optimal
4. Tata ruang (lay out) RS belum memadai karena terbatasnya lahan.
5. Belum terakreditasinya versi 2012 dan JCI 6. Belum optimalnya
sistem manajemen RS 7. SIRS yang belum
terintegrasi
RSB. RS. Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015 - 2019 43
Peluang (O) SO Strategi WO Strategi
F A K T O R
E K S T E R N A L
1. Adanya program JKN
2. Fleksibilitas dalam KSO / IKS
3. Bukittinggi sebagai Kota Wisata 4. Meningkatnya pola
penyakit degeneratif 5. Tingginya minat
institusi
pendidikan dan profesi untuk bekerjasama
1. Terwujudnya Surplus RS
2. Terwujudnya pelayanan khusus stroke yang mendukung wisata kesehatan
3. Terwujudnya Kehandalan sarana prasarana medis dan non medis
1. Terwujudnya proses bisnis terpadu 2. Terwujudnya sistem
jejaring
3. Terwujudnya akreditasi RS
4. Terwujudnya SDM yang kompeten
5. Terwujudnya RS Khusus Klas A pendidikan
Ancaman (T) ST Strategi WT Strategi
1. Masih banyaknya pasien yang berobat ke Luar Negeri.
2. Image masyarakat yang masih
rendah terhadap pelayanan RS pemerintah 3. Globalisasi
1. Terwujudnya
pelayanan RS sesuai harapan pelanggan 2. Terwujudnya
pelayanan stroke yang komprehensif dan akuntable
1. Terwujudnya budaya kinerja
2. Terwujudnya sistim manajemen yang profesional
RSB. RS. Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015 - 2019 44
RSB. RS. Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015 - 2019 45
RSB. RS. Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015 - 2019 46
RSB. RS. Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015 - 2019 47
RSB. RS. Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015 - 2019 48 3.8. Rancangan Peta Strategi Balanced Score Card
Gambar 3.8.1
Rancangan Peta Strategi RSSN Bukittinggi
PETA STRATEGIS
Menjadi RS Terdepan Dalam Pelayanan, Pendidikan dan Penelitian Stroke Wilayah Visi 2019 Sumatera Tahun 2019Perspektif Finansial
Terwujudnya Surplus Rumah Sakit
Perspektif Stake Holder
Perspektif BPI
Perspektif L & G Terwujudnya Pelayanan, RS
Sesuai Harapan Pelanggan
Terwujudnya Akreditasi Rumah Sakit
Terwujudnya Pelayanan Khusus Stroke Yang Mendukung Wisata Kesehatan
Terwujudnya Sistim Jejaring Terwujudnya RS
Khusus Kelas A Pendidikan
Terwujudnya Proses Bisnis Terpadu
Terwujudnya Indek Budaya Kinerja
Terwujudnya Staf Yang Memiliki Kompetensi
Komprehensif
Terwujudnya Sistim Informasi RS yang
Terintegrasi Kehandalan sarana &
prasarana medis dan non medis
Terwujudnya Pelayanan Stroke Yang Terpadu
Perspektif :
Learning and Growth :
1. Terwujudnya staf yang memiliki kompetensi komprehensif
2. Terwujudnya kehandalan sarana prasarana medis dan non medis 3. Terwujudnya sistim informasi rumah sakit yang terintegrasi
4. Terwujudnya indek budaya kinerja
Terwujudnya sistem jaringan pelayanan
dan pendidikan menuju rssn sebagai
pusat rujukan stroke wilayah sumatera
Terwujudnya Sistim Informasi Manajemen RS
yang Terintegrasi Terwujudnya
Kehandalan sarana &
prasarana medis dan non medis
RSB. RS. Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015 - 2019 49 Perspektif :
Process Bisnis Internal :
1. Terwujudnya proses bisnis terpadu
2. Terwujudnya pelayanan khusus stroek yang mendukung wisata kesehatan 3. Terwujudnya RS Khusus Kelas A Pendidikan
4. Terwujudnya sistim jejaring
5. Terwujudnya pelayanan stroke yang terpadu 6. Terwujudnya akreditasi rumah sakit
Customer :
1. Terwujudnya pelayanan rumah sakit sesuai harapan pelanggan
Financial :
1. Terwujudnya surplus rumah sakit