• Tidak ada hasil yang ditemukan

6.Silabus Pendidikan Agama Buddha dan BP SD versi 120216

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "6.Silabus Pendidikan Agama Buddha dan BP SD versi 120216"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

SILABUS MATA PELAJARAN

SEKOLAH DASAR

(SD)

MATA PELAJARAN

PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

JAKARTA, 2016

SILABUS MATA PELAJARAN

SEKOLAH DASAR

(SD)

MATA PELAJARAN

PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

JAKARTA, 2016

SILABUS MATA PELAJARAN

SEKOLAH DASAR

(SD)

MATA PELAJARAN

PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

JAKARTA, 2016

SILABUS MATA PELAJARAN

SEKOLAH DASAR

(SD)

MATA PELAJARAN

PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI

(2)
(3)

i

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

i

I. PENDAHULUAN

1

A. Rasional

1

B. Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama Buddha dan

Budi Pekerti di Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

2

C. Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama Buddha dan

Budi Pekerti di Sekolah Dasar

3

D. Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama

Buddha dan Budi Pekerti Sekolah Dasar

4

E. Pembelajaran dan Penilaian

7

F. Kontekstualisasi Pembelajaran Sesuai dengan Kondisi Lingkungan

dan Peserta Didik

8

II. KOMPETENSI DASAR, MATERI, DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

10

A. Kelas I

10

B. Kelas II

11

C. Kelas III

13

D. Kelas IV

14

E. Kelas V

16

(4)
(5)

1

I.PENDAHULUAN

A. Rasional

Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang dapat menghasilkan insan

Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, melalui penguatan sikap,

keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Hal tersebut

diwujudkan melalui proses pembelajaran pada satuan pendidikan yang

diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang,

dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta

memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan

kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta

psikologis peserta didik.

Dalam pendidikan agama Buddha, pendidikan diartikan suatu hal yang

dilatih untuk menghasilkan kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan

sesuai dengan ajaran agama Buddha. Dalam melaksanakan pendidikan

pasti memiliki tujuan, baik tujuan dalam menjalankan hidup maupun

tujuan dari pendidikan agama Buddha itu sendiri.

Pendidikan berasal dari istilah latihan (

sikkh

), tersirat bahwa

pendidikan merupakan proses belajar, latihan pelajaran, mempelajari,

mengembangkan, dan pencapaian penerangan. Pada istilah ini termasuk

juga disiplin moral (

s la

), konsentrasi (

sam dhi

), dan kebijaksanaan

(

pañña

) yang dilaksanakan untuk mengikis keserakahan, kebencian, dan

kebodohan batin sehingga dapat mencapai

nibb na.

Disiplin moral

dilakukan terus menerus dengan perhatian pendidikan sebagai sifat

fungsional dari latihan, praktik, dan kemajuan setahap demi setahap.

Dengan demikian pendidikan agama Buddha berperan aktif dalam

mengikis sifat intoleran, radikalisme, fanatisme sempit, dan

eksklusivisme. Sebaliknya, agama Buddha menekankan pengembangan

tolerensi, inklusif, dan pluralis.

Pendidikan dalam agama Buddha didasarkan pada empat kebenaran

mulia

(catt riariya

sacc ni),

yaitu

mengidentifikasi

adanya

dukkha, sebab dukkha,

terhentinya dukkha,

dan

jalan menuju

terhentinya dukkha. Dari rumusan ini Buddha memberikan petunjuk

bagaimana sebaiknya mengatasi masalah secara sistematis. Mengatasi

masalah secara sistematis menunjukkan ada suatu nilai pendidikan

yaitu

dari

mengidentifikasi

adanya

penderitaan,

asal

penderitaan, terhentinya penderitaan dapat dihasilkan pengalaman

mengatasi penderitaan. Pengalaman mengatasi penderitaan ini, bisa

diartikan sebagai ilmu atau pengalaman baru dari proses pembelajaran

mengatasi penderitaan.

Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti dilakukan

dalam rangka mencapai kompetensi sikap spiritual, sikap sosial,

pengetahuan, dan keterampilan. Sikap spiritual dan sikap sosial

dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran pembelajaran langsung

(direct teaching)

maupun tidak langsung (

indirect teaching)

.

(6)

2

pengembangan sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran,

pembiasaan, keteladanan, dan pembudayaan untuk mengembangkan

karakter peserta didik lebih lanjut. Sekolah sebagai taman yang

menyenangkan untuk tumbuh berkembangnya sikap, pengetahuan, dan

keterampilan, peserta didik yang menempatkan pengetahuan sebagai

perilaku (

behavior

), tidak hanya berupa hafalan atau verbal.

Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang

sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru.

Penyederhanaan format dimaksudkan agar penyajiannya lebih efisien,

tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak

berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (

sequence

) materi

dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip

keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah

diajarkan oleh guru (

teachable

); mudah dipelajari oleh peserta didik

(

learnable

);

terukur

pencapaiannya

(

measurable

);

bermakna

(

meaningfull

); dan bermanfaat untuk dipelajari (

worth to learn

) sebagai

bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan peserta didik.

Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan memberikan kesempatan

kepada guru untuk mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran,

serta mengakomodasi keungulan-keunggulan lokal. Atas dasar prinsip

tersebut, komponen silabus mencakup kompetensi dasar, materi

pemebelajaran, dan kegiatan pembelajaran. Uraian pembelajaran yang

terdapat dalam silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang

berbasis aktivitas. Pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan

inspiratif sehingga guru dapat mengembangkan berbagai model yang

sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran. Dalam

melaksanakan silabus ini guru diharapkan kreatif dalam pengembangan

materi, pengelolaan proses pembelajaran, penggunaan metode dan model

pembelajaran, yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat

serta tingkat perkembangan kemampuan peserta didik.

B. Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama Buddha dan Budi

Pekerti di Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti di sekolah diharapkan

dapat menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengembangakan sikap,

pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut ini.

2

pengembangan sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran,

pembiasaan, keteladanan, dan pembudayaan untuk mengembangkan

karakter peserta didik lebih lanjut. Sekolah sebagai taman yang

menyenangkan untuk tumbuh berkembangnya sikap, pengetahuan, dan

keterampilan, peserta didik yang menempatkan pengetahuan sebagai

perilaku (

behavior

), tidak hanya berupa hafalan atau verbal.

Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang

sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru.

Penyederhanaan format dimaksudkan agar penyajiannya lebih efisien,

tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak

berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (

sequence

) materi

dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip

keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah

diajarkan oleh guru (

teachable

); mudah dipelajari oleh peserta didik

(

learnable

);

terukur

pencapaiannya

(

measurable

);

bermakna

(

meaningfull

); dan bermanfaat untuk dipelajari (

worth to learn

) sebagai

bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan peserta didik.

Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan memberikan kesempatan

kepada guru untuk mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran,

serta mengakomodasi keungulan-keunggulan lokal. Atas dasar prinsip

tersebut, komponen silabus mencakup kompetensi dasar, materi

pemebelajaran, dan kegiatan pembelajaran. Uraian pembelajaran yang

terdapat dalam silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang

berbasis aktivitas. Pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan

inspiratif sehingga guru dapat mengembangkan berbagai model yang

sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran. Dalam

melaksanakan silabus ini guru diharapkan kreatif dalam pengembangan

materi, pengelolaan proses pembelajaran, penggunaan metode dan model

pembelajaran, yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat

serta tingkat perkembangan kemampuan peserta didik.

B. Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama Buddha dan Budi

Pekerti di Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti di sekolah diharapkan

dapat menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengembangakan sikap,

pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut ini.

2

pengembangan sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran,

pembiasaan, keteladanan, dan pembudayaan untuk mengembangkan

karakter peserta didik lebih lanjut. Sekolah sebagai taman yang

menyenangkan untuk tumbuh berkembangnya sikap, pengetahuan, dan

keterampilan, peserta didik yang menempatkan pengetahuan sebagai

perilaku (

behavior

), tidak hanya berupa hafalan atau verbal.

Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang

sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru.

Penyederhanaan format dimaksudkan agar penyajiannya lebih efisien,

tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak

berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (

sequence

) materi

dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip

keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah

diajarkan oleh guru (

teachable

); mudah dipelajari oleh peserta didik

(

learnable

);

terukur

pencapaiannya

(

measurable

);

bermakna

(

meaningfull

); dan bermanfaat untuk dipelajari (

worth to learn

) sebagai

bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan peserta didik.

Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan memberikan kesempatan

kepada guru untuk mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran,

serta mengakomodasi keungulan-keunggulan lokal. Atas dasar prinsip

tersebut, komponen silabus mencakup kompetensi dasar, materi

pemebelajaran, dan kegiatan pembelajaran. Uraian pembelajaran yang

terdapat dalam silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang

berbasis aktivitas. Pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan

inspiratif sehingga guru dapat mengembangkan berbagai model yang

sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran. Dalam

melaksanakan silabus ini guru diharapkan kreatif dalam pengembangan

materi, pengelolaan proses pembelajaran, penggunaan metode dan model

pembelajaran, yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat

serta tingkat perkembangan kemampuan peserta didik.

B. Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama Buddha dan Budi

Pekerti di Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti di sekolah diharapkan

dapat menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengembangakan sikap,

pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut ini.

2

pengembangan sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran,

pembiasaan, keteladanan, dan pembudayaan untuk mengembangkan

karakter peserta didik lebih lanjut. Sekolah sebagai taman yang

menyenangkan untuk tumbuh berkembangnya sikap, pengetahuan, dan

keterampilan, peserta didik yang menempatkan pengetahuan sebagai

perilaku (

behavior

), tidak hanya berupa hafalan atau verbal.

Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang

sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru.

Penyederhanaan format dimaksudkan agar penyajiannya lebih efisien,

tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak

berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (

sequence

) materi

dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip

keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah

diajarkan oleh guru (

teachable

); mudah dipelajari oleh peserta didik

(

learnable

);

terukur

pencapaiannya

(

measurable

);

bermakna

(

meaningfull

); dan bermanfaat untuk dipelajari (

worth to learn

) sebagai

bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan peserta didik.

Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan memberikan kesempatan

kepada guru untuk mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran,

serta mengakomodasi keungulan-keunggulan lokal. Atas dasar prinsip

tersebut, komponen silabus mencakup kompetensi dasar, materi

pemebelajaran, dan kegiatan pembelajaran. Uraian pembelajaran yang

terdapat dalam silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang

berbasis aktivitas. Pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan

inspiratif sehingga guru dapat mengembangkan berbagai model yang

sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran. Dalam

melaksanakan silabus ini guru diharapkan kreatif dalam pengembangan

materi, pengelolaan proses pembelajaran, penggunaan metode dan model

pembelajaran, yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat

serta tingkat perkembangan kemampuan peserta didik.

B. Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama Buddha dan Budi

Pekerti di Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

(7)

3

C. Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama Buddha dan

Budi Pekerti di Sekolah Dasar

Kompetensi Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti di

Sekolah Dasar seperti terlihat pada Tabel 1 berikut ini.

Tabel 1. Kompetensi Pendidikan Agama Buddha dan

Budi Pekerti di Sekolah Dasar

Kelas I III Kelas IV VI 1. Memiliki pengetahuan tentang

keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

1. Menumbuhkan keyakinan

terhadap Tuhan Yang Maha Esa

2. Memiliki keyakinan terhadap Triratna, Arahat, Bodhisattva, dan Nibb na

2. Menumbuhkan keyakinan terhadap Triratna, Arahat, Bodhisattva, dan Nibb na 3. Memiliki kemampuan dasar

tentang hukum kebenaran

sebagai hukum alam yang bersifat mutlak

3. Memiliki pemahaman tentang hukum kebenaran sebagai hukum alam yang bersifat mutlak

4. Menirukan puja bakti dan

membaca kitab suci serta mengerti artinya dengan baik dan benar

4. Melakukan puja bakti dan

membaca kitab suci serta mengerti artinya dengan baik dan benar

5. Memiliki kemampuan dasar untuk 5. Memiliki kemampuan untuk

3

C. Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama Buddha dan

Budi Pekerti di Sekolah Dasar

Kompetensi Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti di

Sekolah Dasar seperti terlihat pada Tabel 1 berikut ini.

Tabel 1. Kompetensi Pendidikan Agama Buddha dan

Budi Pekerti di Sekolah Dasar

Kelas I III Kelas IV VI 1. Memiliki pengetahuan tentang

keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

1. Menumbuhkan keyakinan

terhadap Tuhan Yang Maha Esa

2. Memiliki keyakinan terhadap Triratna, Arahat, Bodhisattva, dan Nibb na

2. Menumbuhkan keyakinan terhadap Triratna, Arahat, Bodhisattva, dan Nibb na 3. Memiliki kemampuan dasar

tentang hukum kebenaran

sebagai hukum alam yang bersifat mutlak

3. Memiliki pemahaman tentang hukum kebenaran sebagai hukum alam yang bersifat mutlak

4. Menirukan puja bakti dan

membaca kitab suci serta mengerti artinya dengan baik dan benar

4. Melakukan puja bakti dan

membaca kitab suci serta mengerti artinya dengan baik dan benar

5. Memiliki kemampuan dasar untuk 5. Memiliki kemampuan untuk

3

C. Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama Buddha dan

Budi Pekerti di Sekolah Dasar

Kompetensi Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti di

Sekolah Dasar seperti terlihat pada Tabel 1 berikut ini.

Tabel 1. Kompetensi Pendidikan Agama Buddha dan

Budi Pekerti di Sekolah Dasar

Kelas I III Kelas IV VI 1. Memiliki pengetahuan tentang

keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

1. Menumbuhkan keyakinan

terhadap Tuhan Yang Maha Esa

2. Memiliki keyakinan terhadap Triratna, Arahat, Bodhisattva, dan Nibb na

2. Menumbuhkan keyakinan terhadap Triratna, Arahat, Bodhisattva, dan Nibb na 3. Memiliki kemampuan dasar

tentang hukum kebenaran

sebagai hukum alam yang bersifat mutlak

3. Memiliki pemahaman tentang hukum kebenaran sebagai hukum alam yang bersifat mutlak

4. Menirukan puja bakti dan

membaca kitab suci serta mengerti artinya dengan baik dan benar

4. Melakukan puja bakti dan

membaca kitab suci serta mengerti artinya dengan baik dan benar

5. Memiliki kemampuan dasar untuk 5. Memiliki kemampuan untuk

3

C. Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama Buddha dan

Budi Pekerti di Sekolah Dasar

Kompetensi Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti di

Sekolah Dasar seperti terlihat pada Tabel 1 berikut ini.

Tabel 1. Kompetensi Pendidikan Agama Buddha dan

Budi Pekerti di Sekolah Dasar

Kelas I III Kelas IV VI 1. Memiliki pengetahuan tentang

keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

1. Menumbuhkan keyakinan

terhadap Tuhan Yang Maha Esa

2. Memiliki keyakinan terhadap Triratna, Arahat, Bodhisattva, dan Nibb na

2. Menumbuhkan keyakinan terhadap Triratna, Arahat, Bodhisattva, dan Nibb na 3. Memiliki kemampuan dasar

tentang hukum kebenaran

sebagai hukum alam yang bersifat mutlak

3. Memiliki pemahaman tentang hukum kebenaran sebagai hukum alam yang bersifat mutlak

4. Menirukan puja bakti dan

membaca kitab suci serta mengerti artinya dengan baik dan benar

4. Melakukan puja bakti dan

membaca kitab suci serta mengerti artinya dengan baik dan benar

(8)

4

Kelas I III Kelas IV VI mengenal meditasi melalui

nilai-nilai luhur dalam bertutur, berbuat dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari

menumbuhkan meditasi melalui nilai-nilai luhur dalam bertutur, berbuat dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari

6. Memiliki kemampuan dasar berpikir logis, kritis, dan kreatif untuk memecahkan masalah

6. Memiliki kemampuan menumbuh kan berpikir logis, kritis, dan kreatif untuk memecahkan masalah

7. Mengetahui sifat, sikap,

kepribadian, kehidupan Buddha dan para siswa utama Buddha dalam mewujudkan toleransi beragama, bermasyarakat dan berbangsa.

7. Meneladan sifat, sikap,

kepribadian, kehidupan Buddha dan para siswa utama Buddha dalam mewujudkan toleransi beragama, bermasyarakat dan berbangsa.

8. Mengenal sejarah perkembangan dan lambang-lambang agama Buddha

8. Memahami sejarah perkembangan dan lambang-lambang agama Buddha

9. Memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan untuk melanjutkan pendidikan di SMP

D.Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Buddha dan

Budi Pekerti Sekolah Dasar

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti diberikan sejak SD

sampai SMA/SMK sebagai mata pelajaran, dan nilai-nilainya

terintegrasi dalam proses pembelajaran di sekolah. Nilai-nilai tersebut

diperkuat melalui pengkondisian aktivitas peserta didik di lingkungan

sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pada jenjang SD, kurikulum

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti dikembangkan untuk

meletakkan dasar-dasar agama dan budi pekerti peserta didik.

Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama dan Budi

Pekerti Sekolah Dasar Kelas I s.d. VI mengikuti elemen pengorganisasi

Kompetensi Dasar yaitu Kompetensi Inti. Kompetensi Inti pada kelas I

s.d. VI seperti terlihat pada Tabel 2 berikut ini.

Tabel 2. Kompetensi Inti SD

Kompetensi Inti

Kelas I Kompetensi IntiKelas II Kompetensi IntiKelas III 1. Menerima dan

menjalankan ajaran agama yang

dianutnya

1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang

dianutnya

1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang

dianutnya 2. Menunjukkan

perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam

berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru

2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam

berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru

2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam

(9)

5

Kompetensi Inti

Kelas I Kompetensi IntiKelas II Kompetensi IntiKelas III 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di

rumah dan di sekolah

3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di

rumah dan di sekolah

3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di

rumah dan di sekolah 4. Menyajikan

pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang

mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia Kompetensi Inti

Kelas IV Kompetensi IntiKelas V Kompetensi IntiKelas VI 1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya 1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. 1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam

berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan

tetangganya serta cinta tanah air.

2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam

berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan

(10)

6

Kompetensi Inti

Kelas I Kompetensi IntiKelas II Kompetensi IntiKelas III benda-benda yang

dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain

Tuhan dan

kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain

ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain 4. Menyajikan

pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang

mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

4. Menyajikan

pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

4. Menyajikan

pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

Ruang lingkup Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti adalah

ajaran mengenai cara-cara memahami penderitaan dan mengakhirinya

yang tercermin dalam empat kebenaran mulia yang mencakup ajaran

tentang cara-cara memahami:

a. Hubungan manusia dengan

Triratna

;

b. Hubungan manusia dengan dirinya sendiri;

c. Hubungan manusia dengan sesama manusia; dan

d. Hubungan manusia dengan makhluk lain dan lingkungan alam.

Ruang lingkup Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti meliputi

aspek-aspek sebagai berikut: (1) keyakinan (

saddh

); (2) perilaku/moral

(

s la

); (3) meditasi (

sam dhi

); (4) kebijaksanaan (

pañña

); (5) kitab suci

agama Buddha Tripitaka

(Tipitaka

); dan (6) sejarah.

Keenam aspek di atas merupakan kesatuan yang terpadu dari materi

pembelajaran agama Buddha yang mencerminkan keutuhan ajaran

Buddha dalam rangka mengembangkan potensi spiritual peserta didik.

Aspek keyakinan yang mengantar ketakwaan, moralitas, dan

spiritualitas maupun penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan

dan budaya luhur akan terpenuhi.

Peta Materi Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti di Sekolah

Dasar pada kelas I sd VI seperti terlihat pada Tabel 3 berikut ini.

Tabel 3. Peta Materi Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti

Kelas I

Kelas II

Kelas III

1. Mengenal cara

menghormat 2. Mengenal salam

agama Buddha 3. Menghormat yang

patut dihormati

1. Kelahiran Pangeran Siddharta

2. Masa kanak-kanak Pangeran Siddharta 3. Kisah Kasih sayang 4. Kisah kejujuran

1. Semangat belajar dan masa

bersekolah

Pangeran Siddharta 2. Pengorbanan

(11)

7

Kelas I

Kelas II

Kelas III

4. Mengenal

simbol-simbol agama Buddha

5. Mengenal doa agama Buddha

6. Aku dan agamaku 7. Aku dan keluarga

tercinta

8. Mengenal keluarga Pangeran Siddharta

5. Kisah persahabatan 6. Hidup teratur di

keluarga

7. Hidup teratur di sekolah

8. Perbuatan baik 9. Perbuatan buruk

3. Hari raya Waisak dan Asadha 4. Hari raya Kathina

dan Magha Puja 5. Kewajiban anak

terhadap orangtua 6. Kewajiban siswa

terhadap guru 7. Mengakui

kesalahan dan memperbaiki diri 8. Meminta dan

memberi maaf

Kelas IV

Kelas V

Kelas VI

1. Masa berumah

tangga Pangeran Siddharta

2. Pelepasan agung Pangeran Siddharta 3. Pertolongan sejati 4. Tahu berterima kasih 5. Puja dalam

kehidupan sehari-hari

6. Brahma vihara

7. Candi-candi buddhis di Indonesia

8. Melestarikan candi dan hari Waisak

1. Masa bertapa

Pangeran Siddharta 2. Petapa Siddharta

menyiksa diri 3. Memahami

kehidupan 4. Delapan kondisi

duniawi 5. Berdana

6. Indahnya berdana 7. Empat macam jalan

kesuksesan 8. Empat macam

teman sejati

1. Keajaiban pencapaian penerangan sempurna 2. Dasa p ramit

3. Kisah rumah terbakar 4. Kisah

perumpamaan panah beracun 5. Kisah

perumpamaan kembalinya anak hilang

6. Meditasi pernafasan 7. Meditasi cinta

kasih

8. Pencapaian alam surga

9. Nibb na

E. Pembelajaran dan Penilaian

1. Pembelajaran

Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti dapat

dilakukan dengan menggunakan berbagai pendekatan yang

disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan materi.

Pendekatan-pendekatan pembelajaran tersebut adalah:

a. Pendekatan pembelajaran yang diterapkan oleh Buddha, yang

terdiri dari pendekatan bertahap (

gradual approach

), pendekatan

adaptasi

(adaptation approach),

pendekatan ilustratif (

illustrative

approach

), pendekatan analitis (

analytical approach

), dan

pendekatan eksperimen (

experimental approach

).

b. Pendekatan ilmiah

(scientific),

yang terdiri dari proses mengamati,

menanya, mengumpulkan informasi, menalar/mengasosiasi, dan

mengomunikasi

c. pembelajaran kontekstual

(contextual teaching and learning)

d. pembelajaran kooperatif

(cooperative learning)

e. Pembelajaran langsung

(direct learning)

(12)

8

g. Pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian

(discovery/inquiry

learning)

Guru diharapkan menggunakan pembelajaran berbasis teknologi

informasi dan komunikasi (ICT).

2. Penilaian

Penilaian mencakup tiga ranah yaitu ranah sikap, pengetahuan dan

keterampilan. Penilaian sikap spiritual antara lain: (1) ketaatan

beribadah (puja bakti); (2) berperilaku puas dengan apa yang dimiliki;

(3) berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, makan, tidur,

bepergian; dan (4) toleransi dalam beribadah; (5) konsentrasi/sadar

penuh (duduk hening sebelum dan sesudah pembelajaran, serta

konsentrasi saat proses pembelajaran).

Penilaian sikap sosial: (1) jujur (jujur dalam ucapan, perbuatan,

mengerjakan ulangan atau ujian); (2) disiplin (disiplin melaksanakan

tata tertib sekolah, belajar, puja bakti); (3) tanggung jawab (tanggung

jawab dalam belajar, mengerjakan pekerjaan rumah, melaksanakan

piket kelas); (4) santun (hormat terhadap orang yang patut dihormati,

sopan dalam perkataan dan perbuatan, menerima dan memberi

dengan sopan, serta berterima kasih); (5) peduli (meminjamkan alat

tulis, menjenguk teman yang sakit, membantu teman yang susah,

membantu guru, membuang sampah pada tempatnya); (6) percaya diri

(percaya diri saat tampil di kelas, diskusi, menjawab pertanyaan,

percaya diri dalam ujian).

Penilaian pengetahuan pada Sekolah Dasar (SD) mencakup

pengetahuan faktual, dan konseptual tentang ajaran Buddha antara

lain: (1) keyakinan (

saddh

); (2) perilaku/moral (

s la

); (3) meditasi

(

sam dhi

); (4) kebijaksanaan (

pañña

); (5) kitab suci agama Buddha

Tripitaka

(Tipitaka

); dan (6) sejarah.

Penilaian keterampilan mencakup dua aspek yaitu keterampilan

abstrak dan keterampilan konkret. Keterampilan abstrak adalah

bentuk keterampilan belajar berupa kemampuan dalam hal

mengamati,

menanya,

mengumpulkan

informasi/data,

menalar/mengasosiasi, dan mengomuniksikan. Keterampilan konkret

adalah kemampuan persepsi, dan gerak yang dapat diamati seperti:

(1) melakukan puja bakti; (2) mewarnai gambar; (3) menyanyi lagu

buddhis; (4) membaca paritta; (5) membaca Dhammapada; (6)

membuat puisi; (7) membuat bagan/skema/diagram; (8) memberi

penghormatan (

añjali, namaskara, utthana,

dan

pradaksina

).

F.

Kontekstualisasi Pembelajaran Sesuai dengan Kondisi Lingkungan dan

Peserta Didik

(13)

9

Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti memanfaatkan

berbagai sumber belajar seperti buku teks yang tersedia dalam bentuk

buku guru dan buku siswa. Sesuai dengan Karakteristik Kurikulum 2013,

buku teks bukan satu-satunya sumber belajar. Guru dapat menggunakan

buku pengayaan atau referensi lainnya dan mengembangkan bahan ajar

sendiri seperti LKS (Lembar Kerja Siswa). Dalam pembelajaran Pendidikan

Agama Buddha dan Budi Pekerti, LKS bukan hanya kumpulan soal.

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti diajarkan pada peserta didik

dengan memperhatikan keungulan lokal dan kebutuhan daerah.

Keunggulan lokal sebagai realisasi peningkatan nilai berupa potensi

setempat sehingga menjadi karya yang bernilai tinggi, mengandung

keunikan/kekhasan serta potensi dalam pengembangan spiritual. Dalam

masyarakat Buddha terdapat beberapa budaya yang bercirikan buddhis

seperti upacara/puja bakti, bentuk penghormatan, bahasa dalam puja

bakti (Pali, Jawa, Sansekerta, Mandarin). Peran guru Pendidikan Agama

Buddha dan Budi Pekerti mengakomodasi budaya tersebut sebagai

potensi kontekstual Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti

.

Landasan dalam mengembangkan kemampuan peserta didik yang

berbasis keunggulan lokal diajarkan Buddha kepada peserta didik-Nya.

Dalam membabarkan ajaran di tempat yang berbeda dengan

memperhatikan dialek/bahasa setempat. Buddha mengajarkan dalam

Aranavibhanga Sutta bahwa seseorang seharusnya tidak memaksakan

bahasa setempat dan tidak mengabaikan penggunaan umum (

M.III.236

).

Pemahaman ajaran ini akan melepas pandangan bahwa hanya ini yang

benar, dan yang lainnya adalah salah. seperti sebuah piring di tempat

yang berbeda diucapkan

pãti

dan

plate

. Bagi peserta didik dapat

mengunakan budaya lokal seperti bahasa setempat sebagai sarana

pembelajaran

aku mengizinkan kalian, wahai bhikkhu, untuk

mempelajari kata-kata Buddha dalam dialek masing-masing

(Vin.II.139)

.

Pembelajaran kontekstual yang memperhatikan keunggulan dan

kebutuhan daerah dalam Pendidikan Agama Buddha dapat

memanfaatkan juga berbagai sumber dari peninggalan sejarah seperti

candi-candi Buddha. Guru berperan dalam pelestarian budaya bercorak

buddhis (kearifan lokal) melalui pembelajaran di sekolah seperti

dharmayatra. Buddha berpesan kepada Bhikkhu Ananda, para siswa yang

berbakti menyatakan sujud dengan penuh hormat mengunjungi tempat

suci setelah kehidupan ini akan terlahir di alam surga (

sagga loka

)

(

D.II.142

)

(14)

10

II. KOMPETENSI DASAR, MATERI PEMBELAJARAN, DAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN

A. Kelas

I

Alokasi Waktu: 4 jam pelajaran/minggu

Kompetensi

Dasar PembelajaranMateri PembelajaranKegiatan 1.1 Menerima cara-cara

menghormat, salam, dan simbol-simbol agama Buddha 2.1 Menunujukkan

perilaku santun setelah memahami cara-cara

menghormat, salam, dan simbol-simbol agama Buddha 3.1 Memahami

cara-cara menghormat, salam, dan simbol-simbol agama Buddha

4.1 Menyajikan cara-cara menghormat, salam, dan simbol-simbol agama Buddha

• Cara

menghormat

• Salam agama

Buddha

• Hormat

menghormati

• Simbol-simbol

agama Buddha

• Mengamati

gambar-gambar dan dan membaca buku teks tentang cara-cara menghormat, salam, dan simbol-simbol agama Buddha

• Menganalisis informasi

yang terdapat dari sumber tertulis, gambar, dan atau internet serta sumber lainnya untuk

mendapatkan kesimpulan tentang cara-cara

menghormat, salam, dan simbol-simbol agama Buddha

• Memajangkan atau

memamerkan hasil mewarnai gambar cara-cara menghormat, salam, dan simbol-simbol agama Buddha

1.2 Menjalankan doa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan sehari-hari

2.2 Menunjukkan

perilaku bertanggung jawab untuk berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan sehari-hari

3.2 Menerapkan doa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan sehari-hari

4.2. Melaksanakan doa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan sehari-hari

•Doa agama

Buddha • Mengamati gambar-gambar dan demonstrasi cara-cara berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan sehari-hari

• Memperagakan

sikap-sikap doa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan sehari-hari

• Menyampaikan dalam

bentuk lisan/tertulis dengan bahasa sederhana tentang doa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan sehari-hari

1.3 Menerima tempat ibadah, rohaniawan, kitab suci, hari raya, dan Guru Agung Agama Buddha 2.3 Menunjukkan

perilaku peduli terhadap tempat ibadah dan hari raya, santun terhadap rohaniawan, kitab

•Aku dan agamaku • Mengamati

gambar-gambar dan menyimak informasi dari guru tentang tempat ibadah, rohaniawan, kitab suci, hari raya, dan Guru Agung Agama Buddha

• Mewarnai gambar tempat

(15)

11

Kompetensi

Dasar PembelajaranMateri PembelajaranKegiatan suci dan Guru Agung

Agama Buddha 3.3 Memahami tempat

ibadah, rohaniawan, kitab suci, hari raya, dan Guru Agung Agama Buddha 4.3 Menyajikan

pengetahuan faktual tentang tempat ibadah, rohaniawan, kitab suci, peristiwa hari raya dan Guru Agung agama Buddha

Agung Agama Buddha.

• Memajangkan atau

memamerkan gambar tempat ibadah,

rohaniwan, kitab suci, hari raya, dan Guru Agung Agama Buddha hasil mewarnai

1.4 Menerima keluarga sendiri dan keluarga Pangeran Siddharta 2.4 Menunjukkan

perilaku percaya diri setelah mengenal keluarga sendiri dan keluarga Pangeran Siddharta

3.4 Memahami keluarga sendiri dan keluarga Pangeran Siddharta 4.4 Menyajikan silsilah

keluarga sendiri dan keluarga Pangeran Siddharta

•Aku dan keluarga

tercinta

•Keluarga

Pangeran Siddharta

• Membaca dan mengamati

gambar dari berbagai sumber/media, serta menyimak informasi guru tentang keluarga sendiri dan keluarga Pangeran Siddharta

• Melengkapi bagan

keluarga sendiri dan keluarga Pangeran Siddharta

• Mewarnai gambar dan

menceritakan gambar keluarga sendiri dan keluarga Pangeran Siddharta

• Menyajikan bagan dan

gambar keluarga sendiri dan keluarga Pangeran Siddharta

B. Kelas II

Alokasi Waktu: 4 jam pelajaran/minggu

Kompetensi

Dasar PembelajaranMateri PembelajaranKegiatan 1.1 Menerima cerita

kelahiran dan masa kanak-kanak

Pangeran Siddharta 2.1 Menunjukkan

perilaku percaya diri setelah mengenal cerita kelahiran dan masa kanak-kanak Pangeran Siddharta 3.1 Mengenal sejarah

kelahiran dan masa kanak-kanak

Pangeran Siddharta 4.1 Menceritakan

• Kelahiran

Pangeran Siddharta

• Masa

kanak-kanak Pangeran Siddharta

• Mengamati gambar /video

cerita kelahiran dan masa kanak-/kanak Pangeran Siddharta

• Berdiskusi, membaca, dan

mengumpulkan informasi tambahan tentang

kelahiran dan masa kanak-kanak Pangeran Siddharta

• Menyampaikan dengan

(16)

12

Kompetensi

Dasar PembelajaranMateri PembelajaranKegiatan kembali peristiwa

kelahiran dan masa kanak-kanak

Pangeran Siddharta

Siddharta

1.2 Menerima kisah kasih sayang, kejujuran, dan persahabatan 2.2 Menunjukkan

perilaku kasih sayang, jujur dan bersahabat

3.2 Menunjukkan kisah kasih sayang,

kejujuran, dan persahabatan 4.2 Menyajikan

pengetahuan faktual kisah kasih sayang, kejujuran, dan persahabatan

• Kisah Kasih

sayang

• Kisah kejujuran • Kisah

persahabatan

• Membaca berbagai

sumber tentang kisah kasih sayang, kejujuran, dan persahabatan

• Bertukar pendapat

tentang kisah-kisah Jataka tentang -kasih sayang, kejujuran, dan persahabatan

• Menyampaikan hasil

diskusi dalam bentuk lisan atau tertulis tentang kisah kasih sayang, kejujuran, dan persahabatan

1.3 Menerima dan menjalankan macam-macam peraturan dalam keluarga dan sekolah. 2.3 Menunjukkan

perilaku disiplin dan tanggung jawab dalam menjalankan macam-macam peraturan keluarga dan sekolah.

3.3 Memahami macam-macam peraturan dalam keluarga dan sekolah. 4.3 Menjalankan

macam-macam peraturan dalam keluarga dan sekolah.

• Hidup teratur di

keluarga

• Hidup teratur di

sekolah

• Mencermati gambar dan

membaca buku tentang bermacam-macam

peraturan dalam keluarga dan sekolah

• Mengunjungi kantor,

kelas, tempat ibadah, dan ruangan lain untuk

mendapatkan informasi tambahan tentang

macam-macam peraturan di sekolah.

• Menyampaikan dalam

bentuk lisan dengan bahasa sederhana tentang bermacam-macam

peraturan dalam keluarga dan sekolah

1.4 Menjalankan

perbuatan baik dan menghindari

perbuatan buruk 2.4 Menunjukkan

perilaku baik dan menghindari perilaku buruk

3.4 Mengetahui

perbuatan baik dan buruk

4.4 Melaksanakan perbuatan baik dan

• Perbuatan baik • Perbuatan buruk

• Mengamati gambar orang

yang sedang melakukan perbuatan baik

• Membut daftar perbuatan

baik dan perbuatan buruk

• Menyampaikan hasil

dalam bentuk tulisan tentang

(17)

13

Kompetensi

Dasar PembelajaranMateri PembelajaranKegiatan menghindari

perbuatan buruk

C.

Kelas III

Alokasi Waktu: 4 jam pelajaran/minggu

Kompetensi

Dasar PembelajaranMateri PembelajaranKegiatan 1.1 Meneladan semangat

belajar Pangeran Siddharta pada masa bersekolah dan pengorbanan

bodhisattva

2.1 Menunjukkan perilaku percaya diri setelah mengenal

semangat belajar Pangeran

Siddharta pada masa bersekolah dan pengorbanan

bodhisattva

3.1 Mengetahui semangat belajar Pangeran

Siddharta pada masa bersekolah dan pengorbanan

bodhisattva

4.1 Menceritakan kembali semangat belajar Pangeran Siddharta pada masa bersekolah dan pengorbanan

bodhisattva

• Semangat belajar

dan masa bersekolah Pangeran Siddharta

• Pengorbanan bodhisattva

• Mengamati gambar dan

membaca berbagai

sumber tentang semangat belajar Pangeran

Siddharta pada masa bersekolah dan

pengorbanan bodhisattva • Mendiskusikan semangat

belajar Pangeran Siddharta pada masa bersekolah dan

pengorbanan bodhisattva dengan bahasa sendiri

• Menyajikan dalam bentuk

tulisan/lisan tentang semangat belajar

Pangeran Siddharta pada masa bersekolah dan pengorbanan bodhisattva

1.2 Menerima hari-hari raya agama Buddha 2.2 Menunjukkan

perilaku

bertanggung jawab dalam

melaksanakan hari-hari raya agama Buddha 3.2 Memahami

hari-hari raya agama Buddha

4.2 Melaksanakan hari-hari raya agama Buddha

• Hari raya Waisak

dan asadha

• Hari raya Kathina

dan Magha Puja

Mencermati tayangan peringatan hari-hari raya agama Buddha

• Menyanyikan lagu-lagu

tentang hari-hari raya agama Buddha

• Membuat kartu ucapan

selamat hari-hari raya agama Buddha

• Menyampaikan hasil

analisis dalam bentuk tulisan/lisan tentang hari-hari raya agama Buddha

1.3 Menjalankan kewajiban anak terhadap orang tua dan guru

• Kewajiban anak

terhadap orangtua

• Kewajiban siswa

• Mengamati melalui

membaca berbagai

(18)

14

Kompetensi

Dasar PembelajaranMateri PembelajaranKegiatan 2.3 Menunjukkan

perilaku

bertanggung jawab dalam

menjalankan kewajiban anak terhadap orang tua dan guru

3.3 Memahami kewajiban anak terhadap orang tua dan guru

4.3 Menjalankan kewajiban anak terhadap orang tua dan guru

terhadap guru dan kewajiban siswa terhadap guru

• Menyanyikan lagu-lagu

Buddhis tentang

kewajiban anak terhadap orang tua dan kewajiban siswa terhadap guru

• Menyimpulan tentang

kewajiban anak terhadap orang tua dan kewajiban siswa terhadap guru

• Menyampaikan hasil

analisis dalam bentuk tulisan/lisan/ praktik tentang kewajiban anak terhadap orang tua dan kewajiban siswa terhadap guru

1.4 Menerima kesalahan,

memperbaiki diri, meminta dan memberi maaf 2.4 Menunjukkan perilaku jujur dalam mengakui kesalahan,

memperbaiki diri, meminta dan memberi maaf 3.4 Memahami

kesalahan,

memperbaiki diri, meminta dan memberi maaf 4.4 Mengakui

kesalahan,

memperbaiki diri, meminta dan memberi maaf

• Mengakui

kesalahan dan mem-perbaiki diri

• Meminta dan

memberi maaf

• Mengamati melalui

membaca dan

mendemonstrasikan cara-cara mengakui kesalahan, memperbaiki diri,

meminta dan memberi maaf

• Menceriterakan

pengalaman tentang mengakui kesalahan, memperbaiki diri, meminta dan memberi maaf

D. Kelas IV

Alokasi Waktu: 4 jam pelajaran/minggu

Kompetensi

Dasar PembelajaranMateri PembelajaranKegiatan 1.1 Menerima sejarah

masa berumah

tangga dan pelepasan agung Pangeran Siddharta

2.1 Menunjukkan perilaku percaya diri setelah mengenal masa berumah tangga dan pelepasan

• Masa berumah

tangga Pangeran Siddharta

• Pelepasan agung

Pangeran Siddharta

• Mengamati gambar dan

membaca buku teks tentang masa berumah tangga dan pelepasan agung Pangeran Siddharta

• Mendiskusikan masa

berumah tangga dan pelepasan agung Pangeran Siddharta

• Menyampaikan hasil

(19)

15

Kompetensi

Dasar PembelajaranMateri PembelajaranKegiatan agung Pangeran

Siddharta

3.1 Memahami masa berumah tangga dan pelepasan agung Pangeran Siddharta

4.1 Menceritakan kembali masa berumah tangga dan pelepasan agung Pangeran Siddharta

tulisan tentang masa berumah tangga dan pelepasan agung Pangeran Siddharta.

1.2 Menjalankan pertolongan tanpa pamrih dan tahu berterima kasih 2.2 Menunjukkan

perilaku menolong tanpa pamrih dan tahu berterima kasih

3.2 Memahami

pertolongan tanpa pamrih dan tahu berterima kasih 4.2 Melakukan

pertolongan tanpa pamrih dan tahu berterima kasih

• Pertolongan

sejati

• Tahu berterima

kasih

• Mengamati melalui

membaca berbagai sumber tentang

pertolongan tanpa pamrih dan tahu berterima kasih

• Mendemontrasikan

pertolongan tanpa pamrih dan tahu berterima kasih

• Menyampaikan laporan

tertulis atau

lisanpertolongan tanpa pamrih dan tahu berterima kasih

1.3 Menerima brahma vihara dan puja bakti

2.3 Menunjukkan perilaku santun setelah memahami brahma vihara dan puja bakti

3.3 Memahami

brahma vihara dan puja bakti

4.3 Menyajikan pengetahuan tentang brahma vihara dan puja bakti

• Puja dalam

kehidupan sehari-hari

• Brahma vihara

• Mengamati gambar dan

membaca buku teks pelajaran tentang puja dalam kehidupan sehari-hari dan brahma vihara

• Memperhatikan gambar

umat Buddha yang sedang melaksanakan puja dalam kehidupan sehari-hari

• Bernyanyi lagu buddhis

yang terkait dengan puja dalam kehidupan sehari-hari dan brahma vihara

• Menyampaikan hasil

analisis dalam bentuk tulisan/praktk tentang puja dalam kehidupan sehari-hari dan brahma vihara

1.4 Menghargai candi-candi agama Buddha di Indonesia dan candi yang dipergunakan perayaan Waisak 2.4 Menunjukkan

perilaku peduli

• Candi-candi

buddhis di Indonesia

• Candi dan hari

Waisak

• Mengamati gambar dan

membaca buku teks tentang candi-candi agama Buddha di

Indonesia dan candi yang dipergunakan perayaan Waisak dan

melestarikannya

(20)

16

Kompetensi

Dasar PembelajaranMateri PembelajaranKegiatan terhadap

candi-candi agama Buddha di Indonesia dan candi yang dipergunakan perayaan Waisak 3.4 Mendeskripsikan

candi-candi agama Buddha di

Indonesia dan candi yang dipergunakan perayaan Waisak 4.4 Menyajikan

pengetahuan faktual tentang candi-candi agama Buddha di

Indonesia dan candi yang dipergunakan perayaan Waisak

terkait dengan candi-candi agama Buddha di

Indonesia dan candi yang dipergunakan perayaan Waisak

• Memamerkan gambar

hasil mewarnai tentang candi-candi agama Buddha di Indonesia dan candi yang dipergunakan perayaan Waisak.

E. Kelas V

Alokasi waktu: 4 jam pelajaran/minggu

Kompetensi Dasar PembelajaranMateri PembelajaranKegiatan 1.1 Menerima kisah

Petapa Siddharta pada masa bertapa dan gangguan mara

2.1 Menunjukkan perilaku percaya diri setelah memahami masa bertapa dan gangguan mara 3.1 Memahami masa

bertapa dan gangguan mara 4.1 Menyajikan

pengetahuan faktual tentang masa bertapa dan gangguan mara

• Masa bertapa

Pangeran Siddharta

• Petapa Siddharta

menyiksa diri

• Mencermati gambar dan

membaca buku teks

tentang masa bertapa dan gangguan mara

• Menganalisis informasi

yang terdapat dari sumber tertulis dan atau internet serta sumber lainnya untuk mendapatkan kesimpulan tentang masa menyiksa diri dan

gangguan mara

• Mendiskusikan masa

menyiksa diri dan gangguan mara

• Membuat kesimpulan dan

menyajikan masa menyikasa diri dan gangguan mara 1.2 Menghargai

delapan kondisi duniawi dan

hakikat perbedaan kehidupan

menurut ajaran Buddha

2.2 Menunjukkan perilaku jujur

• Delapan kondisi

duniawi

• Hakikat

perbedaan kehidupan

• Mencermati materi

tentang delapan kondisi duniawi dan hakikat perbedaan kehidupan menurut ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari

• Mendiskusikan delapan

(21)

17

Kompetensi Dasar PembelajaranMateri PembelajaranKegiatan dalam menghadapi

delapan kondisi duniawi dan

hakikat perbedaan kehidupan

menurut ajaran Buddha

3.2 Memahami delapan kondisi duniawi dan

hakikat perbedaan kehidupan

menurut ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari

4.2 Menyajikan pengetahuan faktual tentang delapan kondisi duniawi dan

hakikat perbedaan kehidupan

menurut ajaran Buddha

hakikat perbedaan kehidupan menurut ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari

• Menghubungkan antara

perbedaan delapan kondisi duniawi dan hakikat perbedaan kehidupan menurut ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari

• Menyampaikan hasil

analisis dalam bentuk tulisan atau bentuk lain tentang delapan kondisi duniawi dan hakikat perbedaan kehidupan menurut ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari

1.3 Menjalankan cara-cara berdana yang baik dan benar 2.3 Menunjukkan

perilaku peduli dalam berdana yang baik dan benar

3.3 Memahami cara-cara berdana yang baik dan benar 4.3 Mempraktikkan

cara-cara berdana yang baik dan benar

• Berdana • Indahnya

berdana

• Mengamati gambar dan

mencermati cara-cara berdana yang baik dan benar

• Menyampaikan hasil

analisis dalam bentuk tulisan tentang cara-cara berdana yang baik dan benar

1.4 Menerima empat macam jalan kesuksesan dan empat macam teman sejati dalam kehidupan sehari-hari

2.4 Menunjukkan percaya diri

setelah memahami empat macam jalan kesuksesan dan empat macam teman sejati dalam kehidupan sehari-hari

3.4 Memahami empat macam jalan kesuksesan dan

• Empat macam

jalan kesuksesan

• Empat macam

teman sejati

• Memperhatikan tampilan

gambar dari berbagai sumber empat macam jalan kesuksesan dan empat macam teman sejati

• Mendiskusikan empat

macam jalan kesuksesan dan empat macam teman sejati

• Menyimpulkan empat

macam jalan kesuksesan dan empat macam teman sejati

• Menyampaikan hasil

(22)

18

Kompetensi Dasar PembelajaranMateri PembelajaranKegiatan empat macam

teman sejati

4.4 Menyajikan empat macam jalan kesuksesan dan empat macam teman sejati

empat macam teman sejati

F. Kelas VI

Alokasi Waktu

Kompetensi

Dasar PembelajaranMateri PembelajaranKegiatan 1.1 Menerima kisah

keajaiban-keajaiban saat Petapa Gotama mencapai penerangan sempurna 2.1 Menunjukkan

perilaku santun setelah memahami

keajaiban-keajaiban saat Petapa Gotama mencapai penerangan sempurna 3.1 Memahami

keajaiban-keajaiban saat Petapa Gotama mencapai penerangan sempurna 4.1 Menyajikan

pengetahuan faktual tentang keajaiban-keajaiban saat Petapa Gotama mencapai penerangan sempurna

• Keajaiban

pencapaian penerangan sempurna

• Mengamati melalui

membaca dari berbagai sumber tentang keajaiban saat Petapa Gotama mencapai penerangan sempurna

• Menyampaikan keajaiban

saat Petapa Gotama mencapai penerangan sempurna

1.2 Menerima sepuluh kesempurnaan (dasa p ramit ) dan kisah perumpamaan populer tentang perilaku bijaksana 2.2 Menunjukkan

perilaku peduli setelah memahami sepuluh

kesempurnaan (dasa p ramit )

• Dasa p ramit • Kisah rumah

terbakar

• Kisah

perumpamaan panah beracun

• Kisah

perumpamaan kembalinya anak hilang

• Membaca dan mencermati

gambar-gambar tentang sepuluh kesempurnaan (dasa p ramit ) dan kisah perumpamaan populer tentang perilaku bijaksana

• Mendiksikan dan

menyimpulkan sepuluh kesempurnaan (dasa p ramit ) dan kisah perumpamaan populer tentang perilaku bijaksana

(23)

19

Kompetensi

Dasar PembelajaranMateri PembelajaranKegiatan dan kisah

perumpamaan populer tentang perilaku bijaksana 3.2 Memahami

sepuluh

kesempurnaan (dasa p ramit ) dan kisah perumpamaan populer tentang perilaku bijaksana 4.2 Menyajikan

pengetahuan faktual tentang sepuluh

kesempurnaan (dasa p ramit ) dan kisah perumpamaan populer tentang perilaku bijaksana

an diskusi dalam bentuk tulisan tentang sepuluh kesempurnaan (dasa p ramit ) dan kisah perumpamaan populer tentang perilaku bijaksana

1.3 Menjalankan cara meditasi

pernafasan dan cinta kasih 2.3 Menunjukkan

perilaku disiplin dalam

melaksanakan meditasi

pernafasan dan cinta kasih 3.3 Memahami cara

meditasi

pernafasan dan cinta kasih 4.3 Mempraktikkan

meditasi

pernafasan dan cinta kasih

• Meditasi • Meditasi

pernafasan

• Meditasi cinta

kasih

• Mengamati melalui

membaca dari berbagai sumber tentang meditasi pernafasan dan cinta kasih

• Mendiskusikan meditasi

pernafasan dan cinta kasih

• Menyampaikan dalam

bentuk tulisan/bentuk lainnya tentang meditasi pernafasan dan cinta kasih

1.4 Menerima tujuan akhir umat Buddha 2.4 Menunjukkan

perilaku

bertanggung jawab terhadap tujuan akhir umat Buddha

3.4 Memahami tujuan akhir umat

Buddha 4.4 Menyajikan

pengetahuan konseptual tentang tujuan akhir umat Buddha

• Pencapaian alam

surga

Nibb na

• Membaca dari berabagai

sumber tentang tujuan akhir umat Buddha

• Bercurah pendapat

tentang tujuan akhir umat Buddha.

• Menyampaikan dalam

Gambar

Tabel 1. Kompetensi Pendidikan Agama Buddha danTabel 1. Kompetensi Pendidikan Agama Buddha danTabel 1
Tabel 2. Kompetensi Inti SD
Tabel 3. Peta Materi Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti

Referensi

Dokumen terkait

 Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan

 Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan

 Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang

menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang

Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang

faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang.. mencerminkan perilaku anak beriman

faktualdalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman

Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan