• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

21

BAB III

METODE PENELITIAN

Pada bab ini akan menjelaskan metode dan teknik dalam melakukan penelitian mulai dari pendekatan penelitian, jenis penelitian, kerangka rancangan penelitian, definisi operasional, kebutuhan data, teknik sampling, teknik pengumpulan data, serta teknik analisis data. Bab ini lebih mengarah ke apa saja yang dilakukan peneliti guna menjawab rumusan masalah dan mencapai sasaran penelitian.

3.1 Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian ini dilakukan secara deduktif yaitu penelitian yang diawali oleh sebuah hipotesis. Bersifat menguji hipotesis-hipotesis, teori-teori, maupun variabel yang kemudian dikaitkan dengan kondisi realita. Pendekatan deduktif merupakan pendekatan penelitian yang membahas dari hal-hal umum menjadi hal-hal khusus. Hal umum disini yaitu berupa kerangka berpikir dari teori, konsep dan generalisasi tersebut lalu dianalisis menjadi hal khusus yang sesuai dengan keberadaan fenomena atau isu (Suryana, 2010).

Teori-teori sudah lebih dulu dijelaskan diawal untuk dijadikan pedoman dalam penelitian ini. Teori pertama yang dibahas adalah mengenai definisi peri urban dari para ahli yang kemudian dicari karakteristiknya melalui sintetis teori agar dapat digunakan sebagai kriteria dalam mendelineasi kawasan. Teori selanjutnya adalah teori morfologi kota. Dari teori ini, didapatkan komponen morfologi yang kemudian dijadikan variabel dalam penelitian.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa peneliti akan melakukan penelitian dengan berangkat dari teori untuk terjun ke lapangan dalam melakukan pencarian data yang dibutuhkan. Setelah data diperoleh kemudian data diolah melalui analisis penelitian sehingga menghasilkan pola morfologi Kota Surakarta dan wilayah peri urban di sekitarnya.

3.2 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif. Menurut (Sugiyono, 2010) metode diskriptif berusaha menggambarkan dan menginterpretasikan objek sesuai dengan keadaan yang ada. Penggunaan metode ini dirasa tepat karena dapat menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan subjek yang diteliti secara tepat.

3.3 Kerangka Rancangan Penelitian

Kerangka rancangan penelitian merupakan gambaran langkah-langkah yang harus dilakukan oleh peneliti selama penelitian dimulai hingga berakhir menghasilkan kesimpulan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ditentukan. Dalam penelitian ini terdapat dua tahap

(2)

22

penelitian yaitu persiapan dan pelaksanaan. Berikut merupakan penjelasan dari tiap tahap tersebut:

a. Tahap Persiapan Penelitian

Tahap ini adalah tahap yang dilakukan sebelum melakukan penelitian. Tahap ini diawali dengan mementukan tema, topik, dan juga judul dari penelitian ini yang berasal dari isu penelitian. Identifikasi isu penelitian dapat dilakukan melalui penelusuran fakta atau fenomena lapangan, berita dan kebijakan yang sedang berlaku. Kemudian dilakukan observasi awal melalui studi literatur mengenai gambaran dan isu yang terkait penelitian yang akan dilakukan untuk menyusun latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan, dan sasaran penelitian. Kemudian dilakukan penggalian teori untuk mendapatkan variabel yang akan diteliti disertai dengan merumuskan metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini. Perumusan variabel ini dilakukan dengan cara kajian pustaka berbagai literatur dan kebijakan yang ada terkait penelitian. Literatur dan kebijakan yang dikaji berkaitan dengan teori peri urban dan teori morfologi kota. Dari teori morfologi kota didapatkan sintesis komponen morfologi kota yang kemudian dijadikan variabel penelitian. Setelah variabel didapat maka dilakukan penyusunan metode penelitian. Metode penelitian ini terdiri atas penentuan pendekatan, jenis, kerangka rancangan, definisi operasional, kebutuhan data, teknik pengumpulan data, teknik analisis serta jadwal dari penelitian. Semua tahap persiapan ini nantinya akan disusun menjadi proposal penelitian.

b. Tahap Pelaksanaan Penelitian

Pada tahap ini akan dibagi lagi dalam beberapa tahapan yaitu dimulai dari tahap pengumpulan dan pengolahan data, kemudian menganalisis data yang sudah didapat, dan menyusun hasil penelitian.

i. Tahap Pengumpulan dan pengolahan data

Tahap pengumpulan data ini dilakukan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara survei data primer dan data sekunder, dengan pencarian data-data sekunder kepada instansi pemerintahan terkait yang dianggap memiliki data yang dibutuhkan. Sebelum dilakukan pengumpulan data ini akan dipersiapkan instrumen survei terlebih dahulu. Pengolahan data dapat berupa disusun dengan melakukan tabulasi, deskripsi, pemberian ilustrasi gambar, atau pemetaan yang kemudian akan digunakan sebagai bahan dasar analisis.

ii. Tahap Analisis Data

Tahap ini bertujuan untuk mencari jawaban dari rumusan masalah yang sudah diidentifikasi pada tahap persiapan penelitian. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis

(3)

23

deskriptif dengan mengidentifikasi pola morfologi permukiman wilayah peri urban bagian barat Kota Surakarta.

iii. Tahap Penyusunan Hasil Penelitian

Setelah didapatkan hasil dari analisis akan dilakukan penyusunan laporan penelitian yang merupakan keseluruhan dari tahap persiapan penelitian hingga tahap pelaksanaan penelitian. Diakhir laporan nanti akan ditarik kesimpulan yang merupakan jawaban dari rumusan masalah dan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.

Gambar 3.1 Skema Kerangka Rancangan Penelitian Sumber: Peneliti, 2018

Pra Penelitian

• mengidentifikasi isu • studi pendahuluan • merumuskan masalah

• merumuskan tujuan dan sasaran • menentukan ruang lingkup

penelitian

• merumuskan variabel • menyusun kebutuhan data • menyusun metode penelitian

Penelitian

• melakukan survei primer dan

sekunder

• mengumpulkan dan mengolah

data

• menganalisis data

Penarikan Kesimpulan

• kesimpulan

• kritik atau saran

(4)

24

3.4 Variabel Penelitian

Variabel merupakan suatu atribut atau nilai atau sifat dari objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010).

Tabel 3.1 Variabel

Variabel Bentuk Indikator Sumber

Penggunaan Lahan

Bujur sangkar - Penggunaan lahan pada pusat berupa perdagangan dan jasa, sisanya permukiman

Yunus (2000) Gurita - Penggunaan lahan beragam memiliki

fungsi lebih kompleks dibandingkan kawasan lainnya disepanjang jalan Terpecah - Areal pertanian mengelilingi kawasan Berantai - Lahan terbangun dan non terbangun

dipisahkan jalur transportasi Terbelah - Dibelah oleh perairan cukup lebar Stellar - Terdapat beberapa sub kawasan Pola jaringan

jalan

Bujur sangkar - Radial konsentris - Grid

Yunus (2000) Empat persegi

panjang

- Liniear atau grid Kipas - Radial konsentris

- Grid

Bulat - Radial konsentris (ke segala arah)

Pita - Grid

Gurita - Radial konsentris - Grid

Tidak berpola - Radial konsentris - Grid

- Tidak berpola Terpecah - Radial konsentris

Berantai - Radial konsentris atau grid Terbelah - Tidak berpola (ke segala arah) Stellar - Radial konsentris

Pola Bangunan

Bujur sangkar - Homogen, kerapatan merata Yunus (2000), Tyas et al (2013) Empat persegi

panjang

- Tersebar dengan pola

memanjang(homogen), kerapatan tersebar

Kipas - Tersebar ke berbagai arah(homogen), kerapatan seimbang

Bulat - Homogen, persebaran seimbang Pita - Heterogen, kerapatan tidak teratur Gurita - Heterogen, kerapatan terpusat tinggi Tidak berpola - Heterogen, kerapatan tidak beraturan Terpecah - Homogen, kerapatan tidak beraturan

Berantai - Heterogen

Terbelah - Heterogen, kerapatan menyebar bervariasi

Stellar - Heterogen, kerapatan terpusat

Sumber: Yunus (2000), Tyas et al (2013)

(5)

25

3.5 Kebutuhan Data

Kebutuhan data disusun untuk memudahkan dalam pencarian data-data yang dibutuhkan dalam proses penelitian dan juga merupakan instrumen penelitian. Kebutuhan data disusun berdasarkan variabel penelitian dan sasaran penelitian. Hal tersebut dikarenakan sasaran merupakan indikator dalam penelitian ini dan variabel merupakan analisis yang akan dilakukan, sehingga kebutuhannya menyesuaikan. Berikut data yang dibutuhkan dalam penelitian pola morfologi Kota Surakarta dan wilayah peri urban di sekitarnya.

Tabel 3.2 Kebutuhan Data

Sasaran Variabel Data

JENIS DATA BENTUK DATA

METODE SUMBER

DATA TAHUN

Primer Sekunder Peta Tabel Foto Deskripsi Identifikasi wilayah peri urban Kota Surakarta -  Luas penggunaan lahan terbangun  Jumlah penduduk  Kepadatan penduduk V V V Studi literatur BPS Terbaru Identifikasi komponen karakteristik morfologi Penggunaan lahan  Penggunaan lahan eksisting  Prosentase penggunaan lahan

V V V V Observasi Wilayah studi Terbaru

Pola jaringan jalan

 Jaringan jalan

 Dimensi jalan (arah dan lebar) V V V V Observasi, studi literatur Dishub, DPU,

wilayah studi Terbaru

Pola bangunan  Pola sebaran V V V V Observasi, Wilayah studi Terbaru

Sumber : Peneliti, 2018

(6)

26

3.6 Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data disesuaikan dengan kebutuhan data. Secara garis besar ada dua jenis pengumpulan data yaitu pengumpulan data primer dan pengumpulan data sekunder.

3.6.1 Pengumpulan Data Primer

Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan cara observasi. Teknik observasi dilakukan dengan cara melakukan survey lapangan secara langsung untuk mengetahui kondisi serta fenomena yang ada di lapangan. Observasi dilakukan untuk mendapatkan data yang tidak tersedia di instansi terkait serta untuk mengamati secara langsung terkait komponen morfologi yaitu penggunaan lahan, pola jaringan jalan, dan pola bangunan pada penelitian ini.

3.6.2 Pengumpulan Data Sekunder

Sedangkan teknik pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara studi literatur yaitu cara pengumpulan data yang berasal dari teori-teori, buku, dokumen, serta penelitian lain sejenis. Pengumpulan data biasanya dilakukan dengan meminta data yang terlampir pada tabel kebutuhan data kepada dinas/instansi terkait.

3.7 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang punya karakter tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk kemudian dipelajari dan diteliti kesimpulannya (Sugiyono, 2010). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bentuk morfologi ditinjau dari bentuk fisiknya pada wilayah penelitian. Pada penelitian ini menggunakan populasi dikarenakan kajiannya adalah kenampakan fisik kawasan yang ditinjau secara menyeluruh atau tidak dapat menggunakan sampel.

3.8 Teknik Analisis Data

Pada penelitian ini ada beberapa tahapan analisis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan dan sasaran penelitian, yaitu untuk mengetahui pola morfologi Kota Surakarta dan wilayah peri urban di sekitarnya. Ada beberapa tahapan analisis yang akan dilakukan, tahapan analisis akan dijabarkan sebagai berikut:

3.8.1 Identifikasi wilayah peri urban Kota Surakarta

Identifikasi wilayah peri urban Kota Surakarta dilakukan dengan mendelineasi kawasan sesuai dengan kriteria yang didapatkan dari sintesis teori karakteristik peri urban. Delineasi kawasan dilakukan dengan overlay peta dan didapatkan ruang lingkup wilayah penelitian sebagai batasan wilayah penelitian.

(7)

27

Kriteria pertama didapatkan sembilan kecamatan dari tiga kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kota Surakarta, namun skala terkecil yang digunakan adalah kelurahan. Kriteria kedua didapatkan dari data kecamatan dalam angka yang kemudian dituangkan ke dalam peta dengan ketentuan lebih tinggi dari wilayah lain di dalamnya tetapi tidak melebihi kepadatan Kota Surakarta sebagai kota induk. Kriteria ketiga didapatkan dari data kecamatan dalam angka berupa data luas sawah dan bukan sawah, apabila luas bukan sawah yang diasumsikan menjadi luas lahan terbangun lebih dari 75% luas wilayah, maka kelurahan tersebut masuk kedalam delineasi. Dan pada kriteria keempat atau terakhir didapatkan dari data kecamatan dalam angka dari tahun 2013 hingga tahun 2018 untuk melihat perubahan jumlah penduduk. Perubahan yang dimaksud adalah terjadinya peningkatan jumlah penduduk dengan skala sedang hingga tinggi.

3.8.2 Identifikasi karakteristik komponen morfologi

Identifikasi komponen morfologi wilayah peri urban bagian barat Kota Surakarta dengan mengidentifikasi ketiga variabel yang menjadi dasar pembahasan dalam penelitian yaitu penggunaan lahan, pola jaringan jalan dan bangunan. Identifikasi ini dapat dilakukan dengan cara menggambarkan melalui diagram, grafik serta peta. Ketiga komponen ini dilihat dari kondisi terkini atau data eksisting. Kemudian setelah didapatkan semuanya, baru dilihat bagaimana korelasi antara satu komponen dengan komponen lainnya yang menghasilkan pola morfologi.

3.8.3 Analisis pola morfologi Kota Surakarta dan wilayah peri urban di sekitarnya

Analisis pola morfologi dilakukan dengan metode deskriptif dimana setiap komponen morfologi yaitu penggunaan lahan, pola jaringan jalan dan bangunan akan ditinjau dari wilayah peri urban yang telah teridentifikasi melalui overlay peta guna mengetahui pola morfologi yang terbentuk dari ketiga komponen tersebut. Untuk peninjauan pola morfologi, didasarkan dari teori yang sudah dijelaskan sebelumnya dan digambarkan secara spasial. Analisis dilakukan dengan mendeskripsikan peta yang terbentuk dari data-data hasil observasi dan dicocokan dengan indikator pola morfologi.

Analisis pola dilakukan dengan melihat peran setiap komponen morfologi pada wilayah peri urban. Dan juga hubungan satu komponen dengan komponen lainnya dalam membentuk suatu pola morfologi. Pada kondisi eksisting tersebut, akan ditinjau melalui teori yang sudah dijabarkan pada bab sebelumnya. Dengan melihat pola mana yang memiliki kesesuaian dengan kondisi eksisting.

(8)

28

3.9 Kerangka Analisis

Gambar 3.2 Kerangka Analisis Sumber: Peneliti, 2018

INPUT PROSES OUTPUT

a. Wilayah yang

berada di luar batas administrasi kota

b. Kawasan yang

memiliki kepadatan lebih rendah dari kota resmi, namun lebih tinggi diantara wilayah didalamnya

c. Luas penggunaan

lahan terbangun

lebih dari 75% dari luas wilayah d. Peningkatan jumlah penduduk dalam jangka waktu tertentu Identifikasi wilayah peri urban Kota

Surakarta

Wilayah peri urban Kota Surakarta yang merupaka salah satu

ruang lingkup penelitian

Penggunaan lahan

Pola jaringan jalan

Bangunan

Identifikasi karakteristik komponen morfologi

Penggunaan lahan Kota surakarta dan wilayah peri urban

Pola jaringan jalan Kota surakarta dan wilayah peri urban

Pola bangunan Kota surakarta dan wilayah peri urban

Penggunaan lahan Kota surakarta dan wilayah peri urban

Pola jaringan jalan Kota surakarta dan wilayah peri urban

Pola bangunan Kota surakarta dan wilayah peri urban

Analisis pola morfologi Kota

Surakarta dan wilayah peri urban di

sekitarnya

Bentuk kompak & tidak kompak

Kompak : Bujur sangkar Empat persegi panjang

Kipas Bulat Pita Gurita Tidak berpola Tidak Kompak : Terpecah Berantai Terbelah Stellar digilib.uns.ac.id

Gambar

Gambar 3.1 Skema Kerangka Rancangan Penelitian  Sumber: Peneliti, 2018
Tabel 3.1 Variabel
Tabel 3.2 Kebutuhan Data
Gambar 3.2 Kerangka Analisis  Sumber: Peneliti, 2018

Referensi

Dokumen terkait

(1) Cara untuk mendapatkan nilai TFP adalah dengan cara meregresikan variabel modal dan tenaga kerja kemudian akan diperoleh nilai residu dalam penelitian tersebut, nilai

Pewarnaan untuk opening dibuat dengan kesan cinematic agar lebih masuk ke dalam suasana Film Dokumenter Sampah Visual, dan untuk pewarnaan isi Film Dokumenter Sampah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kestabilan tegangan dan arus antara DSSC yang menggunakan counter electrode jelaga dan grafit pensil,mengetahui

Berdasarkan data insidens serangan FOC yang dikelompokkan menurut ketinggian tempat seperti disajikan pada Tabel 1, di Kecamatan Sambungmacan, Sragen dan Tawangmangu

Pertumbuhan ekonomi AS pada triwulan III 2016 mencapai 2.9% SAAR, utamanya didorong peningkatan pertumbuhan ekspor dan investasi yang lebih besar dari penurunan pertumbuhan

Pengaruh tidak langsung antara konflik terhadap kepuasan kerja melalui kepercayaan yang berarti bahwa konflik yang terjadi pada perusahaan akan menurunkan

Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia menyerap unsur dari pelbagai bahasa lain, baik dari bahasa daerah maupun bahasa asing seperti Sansekerta, Arab, Portugis, Belanda,

Studi yang dilakukan oleh Schwenk dkk (1998) dengan memakai parameter BIA pada pasien sepsis mendapatkan adanya perubahan pada komposisi cairan tubuh, dimana terjadi perpindahan