• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. panel Provinsi Jawa Timur Bagian Selatan tahun , dengan mengambil

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. panel Provinsi Jawa Timur Bagian Selatan tahun , dengan mengambil"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

32 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Sumber Data

Riset ini memakai metode pendekatan kuantitatif dan memakai data populasi panel Provinsi Jawa Timur Bagian Selatan tahun 2015-2019, dengan mengambil data dari Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS) karena BPS ialah instansi pemerintah non-kementerian yang berkewajiban sebagai pengumpul data statistik.

Data statistik survei dari BPS maupun instansi lainnya yang akan dijadikan sebagai data sekunder. Semua data resmi mengenai Jalan, Listrik, dan Air dapat ditelusuri melalui situs resmi Badan Pusat Statistik yaitu www.bps.go.id.

B. Populasi Penelitian

Populasi dalam penelitian ini meliputi 5 kabupaten di Jawa Timur Bagian Selatan yaitu Kabupaten Pacitan, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang yang memilik karakteristik geografis yang sama, seperti kawasan bukit, gunung dan pesisir pantai. Pembangunan infrastruktur adalah bagian dari pembangunan ekonomi. Dengan adanya pembangunan infrastruktur diharapakan mampu meningkatkan daya beli masyarakat dan meningkatkan nilai output sehingga pertumbuhan ekonomi dapat tercapai dengan baik. Oleh karena itu, dengan melihat persoalan yang ada maka fokus penelitian ini mengenai bagaimana pengaruh Realisasi Anggaran Jalan, Listrik dan Air terhadap Pertumbuhan Ekonomi 5 kabupaten di Provinsi Jawa Timur Bagian Selatan.

(2)

33 C. Definisi Operasional Variabel

Di riset berikut ada beberapa hal yang berdampak dalam pertumbuhan ekonomi.

Agar mempermudah penjelasan maka penulis akan memberi batasan variabel yaitu:

1. Variabel Dependen/Terikat (Y)

Variabel ini ialah faktor yang dipengaruhi oleh variabel independen/variabel independen. Di riset ini, ada variabel dependen yakni Pertumbuhan Ekonomi (Y).

Pertumbuhan ekonomi ialah salah satu parameter makro untuk mengamati performa perekonomian dengan riil di sebuah daerah.

2. Variabel Independen (X)

Variabel ini yang mengontrol sehingga jadi alasan munculnya variabel dependen. Variabel independen ini bisa mengontrol variabel yang lain. Pada riset ini, ada 3 variabel dependen yakni:

a. Jalan (Triliun)

Realisasi anggaran biaya pengadaan jalan yang dibayarkan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur 5 Kabupaten di Provinsi Jawa Timur Bagian Selatan padan kurun waktu 2015-2019, dengan satuan Triliun Rupiah.

b. Listrik (Miliar)

Realisasi anggaran biaya pengadaan listrik yang dibayarkan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur 5 Kabupaten di Provinsi Jawa Timur Bagian Selatan padan kurun waktu 2015-2019, dengan satuan Miliar Rupiah.

c. Air (Miliar)

(3)

34

Realisasi anggaran biaya pengadaan air bersih yang dibayarkan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur 5 Kabupaten di Provinsi Jawa Timur Bagian Selatan padan kurun waktu 2015-2019, dengan satuan Miliar Rupiah.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik yang diterapkan untuk mengumpulkan data adalah dengan cara teknik dokumentasi. Data yang diperlukan dalam analisis ini melalui tahapan dokumentasi yang mempunyai tujuan untuk mengumpulkan data terkait dengan penelitian ini.

Pada riset studi ini teknik yang ditetapkan ialah dengan mengambil data di BPS, instansi bersangkutan dan sumber yang membantu riset.

E. Teknik Analisis Data

Untuk melaksanakan riset “Infrastruktur Perencanaan Wilayah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi 5 Kabupaten di Provinsi Jawa Timur Bagian Selatan” maka digunakanlah analisis regresi data panel.

1. Data Panel

Data panel mempunyai 2 dimensi yakni crossection & waktu/timeseries.

Keunggulan bentuk ini ialah bisa mendukung keberagaman setiap perorangan dengan jelas. Penyatuan antara crossection dan timeseries mengahasilkan data panel lebih bervariatif, efisen, informatif dan mengecilkan kolinearitas menaikkan taraf bebas. Crosssection dalam penelitian ini menggunakan Tahun 2015-2019 di 5 Kabupaten Provinsi Jawa Timur Bagian Selatan.

(4)

35

Adapula 2 software yang digunakan pada pengujian ini yaitu Ms Excel dan Eviews 9. Ms Excel untuk memasukkan data yang kemudian dites oleh Eviews 9.

Persamaan analisis data panel yang dipakai pada riset yakni:

𝑌𝑖𝑡 = ɑ +1𝐿𝑜𝑔𝑋1𝑖𝑡+2𝐿𝑜𝑔𝑋2𝑖𝑡+3𝐿𝑜𝑔𝑋3𝑖𝑡+ 𝑒𝑖𝑡

Keterangan:

Y = Pertumbuhan Ekonomi

α = Konstanta

X1 = Realisasi Anggaran Jalan

X2 = Realisasi Anggaran Listrik

X3 = Realisasi Anggaran Air

b (1…3) = Koefisien regresi masing-masing variabel independen

e = error term

t = Waktu

i = Kabupaten

2. Metode Model Regresi Panel

Beberapa versi yang bisa dipakai untuk data panel yaitu:

a. Common Effect Model

(5)

36

Model versi ini adalah versi sangat simpel yang mengartikan bahwasannya tidak terdapat keberagaman per individu yang tidak terobservasi (intersep sama), dikarenakan seluruh keberagaman telah dijabarkan sama variabel independen.

Perkiraan parameter pooled model ini memanfaatkan teknik OLS. Persamaan regresi versi ini yaitu:

𝑌𝑖𝑡 = ɑ +𝑛𝑋𝑛𝑖𝑡+ 𝑢𝑖𝑡

Keterangan:

𝑌𝑖𝑡 : Variabel terikat individu ke-i pada waktu ke-i

𝑋𝑖𝑡: Variabel bebas ke-j Individu ke-i pada waktu ke-t

𝛽(1,2,3,…𝑁) : Koefisien regresi masing-masing variabel independen

i: Kabupaten

t: Waktu

𝑢𝑖𝑡: Komponen Error individu ke-i pada waktu ke-t

b. Fixed Effect Model

Berpendapat bahwasannya ketidaksamaan antara individu bisa diakomodasi berdasarkan beda intesepnya. Untuk memperkirakan data panel model fixed effect memakai metode variabel dummy. Versi perkiraan ini biasanya dikenal least square dummy variabel (LSDV).

𝑌𝑖𝑡 = ɑ +𝑛𝑋𝑛𝑖𝑡+ 𝑢𝑖𝑡

(6)

37 Keterangan:

𝑌𝑖𝑡 : Variabel terikat individu ke-i pada waktu ke-i

𝑋𝑖𝑡: Variabel bebas ke-j Individu ke-i pada waktu ke-t

𝛽(1,2,3,…𝑁) : Koefisien regresi masing-masing variabel independen

i: Kabupaten

t: Waktu

𝑢𝑖𝑡: Komponen Error individu ke-i pada waktu ke-t

c. Random Effect Model

Model ini akan mengestimasi data panel dimana variabel gangguan mungkin saling berhubungan antar waktu dan individu. Keuntungan model ini yakni menghilangkan heterokedastisitas. Model ini juga disebut dengan Error Component Model (ECM) atau Teknik Generalized Least Square (GLS).

𝑌𝑖𝑡 = ɑ +𝑛𝑋𝑛𝑖𝑡+ 𝑢𝑖𝑡

Keterangan:

𝑌𝑖𝑡 : Variabel terikat individu ke-i pada waktu ke-i

𝑋𝑖𝑡: Variabel bebas ke-j Individu ke-i pada waktu ke-t

𝛽(1,2,3,…𝑁) : Koefisien regresi masing-masing variabel independen

(7)

38 i: Kabupaten

t: Waktu

𝑢𝑖𝑡: Komponen Error individu ke-i pada waktu ke-t

3. Pemilihan Model

Saat menentukan versi akurat antara Common Effect, Fixed Effect & Random Effect yakni dengan ketetapan untuk menunjuk jenis versi mana yang akan

diterapkan dalam analisis panel didasari oleh 3 uji, yaitu Uji Chow, Hausman dan LM Bruesch Pagan (Mahulette,2016). Dalam Uji Chow dipakai untuk menetapkan

apakah memakai Common Effect atau Fixed Effect kemudian ketetapan untuk memakai Fixed Effect atau Random Effect dipastikan dengan Uji Hausman, dan Uji LM Bruesch Pagan agar memastikan Common Effect atau Random Effect.

a. Uji Chow

Teknik pengujian Chow dipakai untuk menunjuk versi paling baik diantara Common Effect & Fixed Effect. Untuk memeriksanya dijabarkan sebagai berikut

ini:

H0 = Model Common Effect lebih baik H1 = Model Fixed Effect lebih baik

Pertama dikerjakan adalah melakukan perbandingan P Value (prob>F) dengan alpha (α) 0,05. Jika P Value prob>F lebih besar dari 0,05 maka diterima H0, maksudnya versi tepat untuk dipakai adalah Common Effect.

(8)

39 b. Uji Hausman

Teknik pengujian ini dipakai untuk menunjuk versi paling tepat antara Random Effect atau Fixed effect. Untuk memeriksanya dijabarkan seperti dibawah ini:

H0 = Random Effect lebih baik H1 = Model Fixed Effect lebih baik

Pertama dikerjakan adalah membandingi P Value (prob>F) dengan alpha (α) 0,05. Jika P Value prob>F lebih besar daripada 0,05 maka H0 diterima, artinya versi yang tepat untuk dipakai adalah Random Effect.

c. Uji Lagrange Multiplier Bruesch Pagan

Teknik pengujian Lagrange Multiplier Bruesch Pagan dipakai untuk menunjuk versi paling baik diantara Common Effect dan Random Effect. Untuk memeriksanya dijabarkan seperti dibawah ini:

H0 = Random Effect Model lebih baik

H1 = Common Effect Model lebih baik

Pertama dikerjakan adalah melakukan perbandingan P Value (prob>F) dengan alpha (α) 0,05. Jika P Value prob>F lebih besar dari 0,05 maka diterima H0.

Sehingga Random Effect adalah model yang baik untuk dipakai.

(9)

40 4. Pengujian Hipotesis

a. Uji Determinasi

Koefisien determinasi mempunyai fokus menghitung kemampuan model/versi saat menjelaskan varian variabel dependen. Guna riset ini agar menemukan dampak infrastruktur perencanaan wilayah terhadap pertumbuhan ekonomi 5 Kabupaten di Provinsi Jawa Timur Bagian Selatan. Angka koefisien determinasi antara 0 & 1.

Angka R2 yang kecil menjelaskan kegunaan seluruh var. bebas saat menjabarkan varian var. terikat sangat terbatas, padahal angka yang hampir satu memperlihatkan beberapa variabel independent yang memberi hampir seluruh info yang diperlukan untuk memperkirakan variabel terikat (Kuncoro, 2003).

b. Uji Statistik F

Pengujian ini dipakai agar memastikan apabila seluruh variabel independen yang diinput kedalam model versi mempunyai dampak secara serentak terhadap variabel dependen (Kuncoro, 2003). Pada riset kali ini uji F dipakai agar menemukan apakah variabel tingkat mempengaruhi infrastruktur perencanaan wilayah terhadap pertumbuhan ekonomi 5 Kabupaten di Provinsi Jawa Timur Bagian Selatan.

Pengambilan keputusan didasari oleh nilai probabilitas: Jika probabilitas < 0,05 maka bisa ditetapkan jika semua variabel independen mempunyai dampak bersama terhadap variabel dependen.

(10)

41 c. Uji Statistik T

Pengujian ini bermaksud untuk memastikan sejauh mana dampak sebuah variabel penjelas secara individual saat menjelaskan varian variabel dependen (Kuncoro, 2003). Saat pemungutan keputusan didasari oleh hasil prob. yaitu jika hasil prob. <

0,05 jadinya variabel independen signifikan memberi dampak variabel dependen.

Begitupula apabila angka prob. > 0,05 maka var. independen berdampak tidak signifikan bagi variabel dependen.

Referensi

Dokumen terkait

Di antaranya adalah: (1) asuransi sosial yang ditujukan bagi usia lanjut, orang cacat, orang sakit, ibu yang hamil atau melahirkan; (2) providen, yaitu berupa dana yang

Penelitian IV untuk mengetahui dosis/level tepung daun beluntas dan lama pemberian pakan perlakuan terhadap performa itik betina tua (berumur 12 bulan), kandungan gizi

• Mol: jumlah zat suatu sistem yang mengandung sejumlah besaran elementer ( atom, molekul,.. partikel dsb) sebanyak atom yang terkandung dalam 12 gr tepat

P2KP membawa paradigma baru bahwa untuk menanggulangi kemi- skinan secara berkelanjutan diperlukan suatu pendekatan yang berbasis pada prinsip-prinsip pemberdayaan komunitas

adalah perusahaan perbankan merupakan salah satu perusahaan yang menyediakan jasa keuangan dan penghubung antar pihak yang memiliki modal dengan pihak yang tidak

Multi metodologi dapat juga diartikan sebagai penelitian yang menggunakan penelitian kuantitatif setepat-tepatnya untuk menilai ukuran dan frekuensi dari suatu konsep dan

Berikut merupakan ayat perbualan di antara seorang guru pendidikan khas dengan murid beliau.. Guru: &#34;Jadi, Fakruddin buat

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketebalan kain taffeta tipis (0,07 mm), sedang (0,08 mm) dan tebal (0,17 mm) terhadap hasil jadi lengan belimbing