• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN UMUM PDAM TIRTA KAMUNING

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II TINJAUAN UMUM PDAM TIRTA KAMUNING"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN UMUM PDAM TIRTA KAMUNING

2.1 Sejarah Berdirinya PDAM TIRTA KAMUNING

Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan adalah satu-satunya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang mempunyai tugas memberikan pelayanan air bersih untuk masyarakat Kabupaten Kuningan, yang didirikan berdasarkan Peraturan Daerah (PERDA) Nomor: XVII tahun 1977 dan disahkan dengan keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat No.

510/HK/011/SK/77 serta diubah terakhir kalinya melalui Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2005.

Secara administratif, wilayah pelayanan PDAM Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan meliputi 3 daerah otonom yaitu:

Gambar 2.1 Wilayah pelayanan PDAM Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan

Sumber :lensakuningan.com

Sebagai salah satu pemicu perkembangan ekonomi masyarakat diharapkan PDAM Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan dapat dijadikan salah satu parameter peningkatan Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Kuningan pada sektor Kesehatan dan peningkatan taraf hidup masyarakat melalui pelayanan air minum.

2.1.1 Visi, Misi, dan PDAM Tirta Kamuning Visi Perusahaan:

Profesional, Handal, dengan pelayanan prima menjadi PDAM Termaju.

Kabupaten Bandung 56%

Kota Cimahi 27%

Kabupaten Bandung Barat 16%

(2)

1. Pelayanan Prima

Dengan tenaga kerja (Sumber Daya Manusia) yang profesional dan ditunjang dengan sarana dan prasarana yang handal, perusahaan diharapkan dapat memberikan pelayanan yang maksimal dan prima sehingga tingkat kepuasan pelanggan dapat tercapai dengan baik.

2. Handal

Ditekankan pada sistem produksi dan distribusi serta sarana pendukungnya. Agar handal, sarana dan prasarana harus terawat dan terpelihara dengan baik agar dapat memberikan output yang maksimal sehingga dapat meminimalkan tingkat gangguan.

3. Profesional

Ditekan pada SDM harus benar-benar profesional dalam menjalankan tugas pelayanan kepada pelanggan.

4. PDAM Termaju

Kualifikasi PDAM yang sehat di kelasnya secara operasional, financial, dan marketing.

Misi Perusahaan:

Memberikan pelayanan air minum secara baik dengan mengacu pada kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas yang memadai dengan harga terjangkau sehingga dapat memberikan peningkatan derajat kesehatan masyarakat pengguna air minum dan mampu memberikan kesejahteraan kepada stakeholder secara proposional.

1. Kualitas

Peningkatan kualitas SDM, operasi, pelayanan dan sumber daya lainnya.

2. Kuantitas

Berusaha memberikan jaminan ketersediaan air bersih guna meningkatkan cakupan pelayanan.

(3)

3. Kontinuitas

Memberikan pelayanan 24 jam sebagai komitmen terhadap pelanggan dan meningkatkan sistem pemeliharaan yang terintegrasi.

4. Profitabilitas

Meningkatkan Return on Investment / Return on Equity dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

5. Dinamis

Meningkatkan pola dinamis terhadap perubahan tuntutan zaman untuk bidang operasi, manajemen dan organisasi.

6. Sistem Informasi

Meningkatkan teknologi informasi guna menunjang kemudahan, kecepatan dan efisiensi terhadap biaya dan waktu.

2.1.2 Tujuan

1. Meningkatkan penjualan dan Coverage 2. Melaksanakan kerjasama pihak ke 3

3. Manajemen kualitas Sumber Daya Manusia 4. Pengembangan Produk

5. Peningkatan Pelayanan

6. Penurunan Tingkat Kehilangan Air 7. Mendorong kerjasama antar daerah 8. Pemanfaatan IT untuk Proses Bisnis 2.1.3 Paradigma

“Tanpa ada air, Kehidupan akan Berakhir”

2.1.4 Makna Bentuk, dan Warna Logo

Logo mencerminkan identitas dari PDAM Tirta Kemuning

Gambar 2.1.4.A Logo PDAM Tirta Kamuning

Sumber :lensakuningan.com

(4)

Bentuk

1) Adanya tetesan air menegaskan bahwa PDAM Tirta Kamuning bergerak dibidang pelayanan air bersih sebagai pengelola, pengawas, penyokong, pelaksana dan penanggung jawab

2) Gelombang air melambangkan ketersediaan air bersih yang melimpah di Kuningan

3) Cipratan air bermakna manfaat air yang akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Kuningan.

4) Gunung Ciremai sebagai sumber daya alam yang menghasilkan air dengan kualitas terbaik di Kuningan

5) Kuda putih melambangkan si Windu yang menjadi ciri khas Kuningan yang menandakan PDAM Kuningan tidak kenal lelah dalam mengabdi dan melayani masyarakannya dalam memfasilitasi ketersediaan sarana air bersih

6) Siluet dua manusia menyimbolkan manusia yang bahagia dan hidup sehat sebagai dampak positif dari pemanfaatan air bersih

Warna

Biru tua, Biru muda, Hijau, dan Putih

“Semoga dengan proses dan tahapan yang terus menerus digali, dikembangkan, PDAM bisa terus tumbuh dan maju”.

(5)

2.1.5 Struktur Organisasi

Gambar 2.1.5 Struktur Organisasi PDAM Tirta Kamuning Sumber: Data Pribadi

2.2 Lokasi dan Luas Wilayah PDAM Tirta Kamuning

Instalasi Pengolahan Air PDAM Tirta Kamuning yang salah satunya adalah memanfaatkan waduk Darma memiliki luas 427 hektar dengan mampu menampung sekitar 38 juta meter kubik air disaat musim penghujan, saat ini rata-rata diambil sekitar 80 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Hampir sepanjang 9,5 km pipa ukuran besar dari Waduk Darma dibentangkan sampai Kuningan, termasuk untuk memenuhi kebutuhan warga Ciawigebang.

Lebih dari 1,2 juta jiwa penduduk Kabupaten Kuningan yang tersebar di 32 kecamatan, baru 20.106 sambungan saja yang bisa dilayani PDAM meliputi 103 desa di 18 kecamatan. Pada tahun 2010 Pemkab Kuningan menerima

(6)

bantuan hibah dari Australia sebesar Rp 3,5 miliar untuk pembangunan 2.650 sambungan, diantaranya diproyeksikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Desa Sukaraja Ciawigebang.

2.3 Komponen Utama dan Prinsip Kerja

Komponen-komponen utama PDAM Tirta Kamuning adalah:

1. Unit Intake

Berfungsi untuk menyadap air baku dari sumber untuk dialirkan ke instalasi pengolahan. Perlengkapan dan aksesoris terdiri dari:

a. Pompa Submersible

b. Manometer untuk mengukur tekanan pompa c. Gate Valve Ø 150mm sebanyak 3 buah d. Check Valve Ø 150mm sebanyak 3 buah e. Reducer Ø 250x150mm sebanyak 1 buah f. Reducer Ø 150x100mm sebanyak 3 buah g. Tee y Ø 250x150mm sebanyak 2 buah h. Flexible Joint

2. Bak Koagulasi

Berfungsi untuk mencampurkan air baku dengan koagulan / chemical sehingga terbentuk campuran yang homogen dalam bentuk flok- flok. Koagulan yang dipakai adalah Alum, dimana proses pencampurannya adalah:

Al2(SO4)3.18H2O+6H2O→2Al(OH)3+H2SO4+18H2O H2SO4+3Ca/Mg(HCO3)2→3Ca/MgSO4+H2CO3+CO2

Al2(SO4)3.18H2O+3Ca/Mg(HCO3)2→2Al(OH)3+CO2+H2CO3+3Ca/MgSO4

+18H2O

Dalam unit ini terjadi juga pembubuhan kaporit atau sering disebut dengan proses prechlorinasi yang tujuannya untuk menurunkan kadar organik yang cukup tinggi.

(7)

Dimensi dari bak koagulasi ini adalah : - Panjang : 6,4 meter - Lebar : 1,2 meter - Tinggi : 2,1 meter

Kelengkapan yang ada dalam bak koagulasi : - Pipa inlet Ø 250 mm

- Alat Ukur, menggunakan Cipoletti

- Tangki pembubuh koagulan yang terbuat dari fiber glass berkapasitas 500 liter

- Pipa Ø 1” untuk Alum - Pipa Ø ¾” untuk air bersih - Pipa outlet Ø 250 mm

Sistem pencampuran pada bak koagulasi dilakukan dengan sistem hidraulic jump/terjunan dengan menggunakan alat ukut Cipoletti dan seterusnya masuk ke unit flokulasi melalui pipa Ø 250 mm.

3. Bak Flokulasi

Berfungsi sebagai bak pembentuk flok-flok dari hasil pencampuran partikel koloid dan koagulan pada unit koagulasi.

Proses yang terjadi pada unit flokulasi yaitu pembentukan flok-flok dengan berat jenis tertentu sehingga dapat diendapkan pada unit sedimentasi dan dalam pengoperasiannya nanti tidak menggunakan pengaduk melainkan dengan cara mengalirkan air dari atas kebawah.

Jumlah bak pada proses flokulasi ini ada 5 buah dengan bentuk segi enam (hexagonal), dimana panjang masing-masing sisi adalah 90 cm dengan tinggi 4 meter.

Kelengkapan yang ada pada bak flokulasi

- Pipa inlet Ø 250 mm sebanyak 1 buah berfungsi untuk mengalirkan air dari bak pencampur.

- Check valve.

(8)

- Pipa outlet Ø 250 mm berfungsi untuk mengalirkan air ke bak pengendap.

4. Bak Pengendap

Bak pengendap yang ada pada instalasi pengolahan air bersih Waduk Darma ini berjumlah 2 buah dengan bentuk persegi panjang.

Dimana tiap bak pengendap dilengkapi tube settler, gutter, saluran pengumpul dan pipa penguras. Dibawah bak pengendap ini terdapat ruang lumpur/hopper yang berfungsi untuk menampung endapan lumpur.

Dimensi dari bak pengendap ini adalah:

- Panjang : 6 meter - Lebar : 4,5 meter - Tinggi : 6,5 meter

Proses yang terjadi pada bak pengendap ini digunakan dengan proses sedimentasi yaitu pemisahan flok-flok hasil proses flokulasi secara gravitasi dengan aliran keatas (up flow), karena alirannya keatas, didalam proses sedimentasi ini berlangsung juga proses flokulasi yaitu penggabungan flok.

Hal ini terjadi karena ukuran flok yang beragam maka flok dengan ukuran kecil mempunyai kecepatan naik lebih besar sehingga bergabung dengan flok yang berukuran lebih besar. Semakin besar ukuran flok maka kecepatan naik flok semakin kecil dan pada saat kecepatan naik flok keatas sama dengan kecepatan turun flok akibat gaya gravitasi mengakibatkan flok melayang. Semakin banyak flok yang melayang-layang pada akhirnya akan terjadi “Sludge Blanket” yang berfungsi sebagai filter bagi flok yang naik bersama effluent, dengan demikian diharapkan proses sedimentasi dapat berlangsung degan semakin baik (air menjadi lebih jernih). Waktu detensi, sedimentasi sangat mempengaruhi proses pengendapan. Parameter lain yang mempengaruhi tadi dan sifat aliran selain besar aliran juga luas permukaan.

Jika masih ada flok yang lolos dari sludge blanket, maka tube settler yang berada diatas sludge blanket akan mengendapkannya. Air yang keluar dari tube settler diharapkan sudah cukup jernih. Dari sini effluent masuk ke saluran pengumpul dan selanjutnya dialirkan ke bak filter untuk proses

(9)

filtrasi. Flok yang ada disekeliling tepi bak pengendap akan jatuh kedalam ruang lumpur (sludge hopper). Semakin banyak jumlah flok yang jatuh maka lumpur yang terbentuk ini harus dikeluarkan secara periodik. Didalam sludge hopper ini terdapat pipa penguras yang berfungsi untuk membuang endapan lumpur yang terbentuk.

Kelengkapan yang ada pada bak pengendap - Pipa pembawa

Berupa pipa baja Ø 500 mm yang dilengkapi dengan lubang Ø 100 mm.

Asesoris yang digunakan adalah bend 90°, flexible joint dan pudle flange Ø 500 mm.

- Pipa penguras

Terbuat dari pipa baja Ø 200 mm dan dilengkapi dengan all flange gate valve

- Gutter

Terbuat dari plat baja dengan ketebalan 8 mm. Jumlah gutter untuk setiap bak pengendap adalah 3 buah

- Tube settler

Pada awalnya tube settler ini berbentuk lembaran yang terbuat dari fiber glass yang dirangkaikan satu sama lain dengan cara di lem / di keling sehingga tube settler ini berbentuk segi enam (hexagonal) dan dipasang dengan kemiringan 60°.

Tube settler ini berfungsi untuk mengatur aliran air agar laminer sehingga efisiensi pemisahan flok menjadi tinggi.

Untuk penempatan tube settler ini harus benar-benar diperhatikan, karena pemasangan tube settler dengan kemiringan yang tidak sama akibatnya ada flok-flok yang tidak terendapkan dan akan meningkatkan beban pengolahan pada unit selanjutnya yaitu filter sehingga pada unit filter back wash harus sering dilakukan dan ini akan mempengaruhi efisiensi pelayanan.

- Saluran pengumpul

Berfungsi untuk mengalirkan air yang melimpah dari gutter menuju bak filter.

(10)

5. Filter / SPC (Saringan Pasir Cepat)

Filter berfungsi untuk menyaring flok-flok yang tidak dapat diendapkan pada unit sebelumnya yaitu bak pengendap, terutama flok-flok yang mempunyai berat jenis lebih kecil dari berat jenis air. Selama proses tersebut air akan membaik dan penyisihan sebagian materi yang tersuspensi serta pengurangan jumlah bakteri dan mikroorganisme lain. Jenis filter yang digunakan adalah saringan pasir cepat (rapid sand filter).

Filter yang ada berjumlah 5 buah dengan bentuk persegi panjang dengan dimensi :

- Panjang : 3,2 meter - Lebar : 2,08 meter - Tinggi : 7,55 meter

Setiap filter dilengkapi dengan 2 media penyaring dan 1 media penyangga, beton, precast inlet, outlet dan pipa penguras. Proses yang terjadi di unit filter dinamakan proses filtrasi yaitu proses pemisahan bentuk padat dan cair melalui suatu media berpori, dimana cairan dimasukkan kedalam media tersebut sehingga air terbebas dari kekeruhan dan zat organik. Dalam unit filter ini terjadi terjadi proses mekanis, dimana media yang digunakan adalah media pasir karena mempunyai ukuran pori-pori yang cukup kecil. Dengan demikian partikel yang mempunyai ukuran butir lebih besar dan pori-pori media pasir dapat tertahan, sehingga ruang antar butir akan lebih kecil. Air dari bak pengendap akan masuk ke bak filter dan partikel yang masih terbawa dari proses sedimentasi akan tertahan oleh media filter yang ada.

Kelengkapan yang ada dalam bak filter - Inlet

Berupa floor valve Ø 250 mm dan menggunakan penstock operated 2060 x 750 mm.

- Pipa penguras

Berupa floor valve Ø 250 mm dan menggunakan penstock operated 2060 x 750 mm dengan stang valve yang dilindungi pipa Ø 75 mm dan terbuat dari baja.

(11)

- Media

Pasir dan antrasit sebagai media penyaring serta kerikil sebagai media penyangga.

- Beton Precast

Berfungsi sebagai penahan media yang ada. Didalam beton ini terdapat pipa PVC Ø 100 mm.

- Outlet

Berupa pintu air yang terbuat dari plat baja dengan ketebalan 8 mm, pintu ini dilengkapi dengan penstock operated Ø 2060 x 750 mm dengan stang valve yang dilindungi pipa Ø 75 mm dan terbuat dari baja.

- Pipa drain

Berfungsi untuk mengalirkan kotoran yang masih tersisa pada dasar filter. Pipa terbuat dari baja Ø 100 mm dan untuk pengoperasiannya pipa dilengkapi dengan gate valve Ø 100 mm.

Media yang digunakan dari atas ke bawah adalah : - Antrasit

Media antrasit merupakan media yang paling atas yaitu berada diatas lapisan pasir. Hal ini dikarenakan media lebih kecil dari pasir. Tebal dari lapisan 45 cm dengan Ø 1,66 mm. Selain berfungsi untuk menyaring, antrasit juga menyerap senyawa yang dikandung oleh air.

- Pasir

Media pasir yang digunakan untuk filter harus berbebas dari lumpur, kapur dan unsur organik. Untuk menghindari pengikisan yang terlalu besar maka pasir yang digunakan harus keras yaitu pasir silika. Ukuran pasir juga harus sesuai karena pasir yang terlalu halus akan lebih cepat tersumbat (clogging). Sedangkan pasir silika yang terlalu besar dapat menyebabkan partikel halus dapat lolos. Tebal lapisan pasir ini 25 cm dengan Ø 0,8 mm.

- Kerikil

Merupakan media penyangga yang berfungsi sebagai penyangga kotoran yang masih lolos dari kedua filter diatas. Penempatan diameter dari atas ke bawah semakin besar. Diameter kerikil yang digunakan

(12)

untuk lapisan paling atas 1,2 – 5 mm. Lapisan tengan 5 – 12 mm dan lapisan bawah 12 -25 mm dengan tebal tiap lapisan 10 cm.

6. Reservoir

Berfungsi sebagai tempat untuk menampung air hasil olahan dari unit sebelumnya yang telah memenuhi syarat untuk didistribusikan ke daerah pelayanan.

Reservoir yang ada berbentuk ground reservoir dengan kapasitas 1400 m3 dengan dimensi :

- Panjang : 26 meter - Lebar : 12 meter - Tinggi : 4,4 meter Kelengkapan yang ada pada ground reservoir

 Pipa inlet

Berupa pipa baja Ø 300 mm.

 Pipa outlet

Berupa pipa berbentuk silinder Ø 350 mm dan Ø 100 mm

 Pipa penguras Ø 150 mm

 Pipa distribusi, terbagi menjadi 2

- Pipa Ø 350 mm untuk daerah pelayanan Kuningan kota dan desa Garawangi

- Pipa Ø 100 mm untuk daerah pelayanan desa Darma dan sekitarnya

 Water meter

Saluran bypass Ø 250 mm yang berfungsi sebagai pengaliran air apabila masalah pada pipa distribusi

Proses yang terjadi pada ground reservoir ini adalah air yang telah jernih dan telah dibubuhi dengan desinfektan yaitu kaporit yang bertujuan untuk menghilangkan bakteri patogen di unit sebelumnya, maka air dari ground reservoir ini langsung dialirkan / didistribusikan secara gravitasi karena kondisi yang memungkinkan pengaliran secara gravitasi.

(13)

UNIT-UNIT TAMBAHAN

 SUMPWELL

Adalah bak penenang yang berada diantara intake dan flokulator. Bak sumpwell pada instalasi ini berbentuk bak persegi panjang yang mempunyai fungsi sebagai penampung air baku dari intake.

Dimensi dari bak sumpwell ini:

- Panjang : 6,4 meter - Lebar : 1,2 meter - Dalam : 1,1 meter

 CLEARWELL

Merupakan suatu bak yang berfungsi untuk menampung aie bersih yang keluar dari unit filter. Air bersih dari clear well ini sebagian dialirkan ke ground reservoir dan sebagian lagi digunakan sebagai pencampur bahan kimia untuk proses koagulasi. Bak ini berjumlah 5 buah dengan bentuk persegi empat.

Dimensi :

- Panjang : 2,8 meter - Lebar : 1,5 meter - Dalam : 6,5 meter

(14)

2.4 Standar Operasional Prosedur

Tidak

Catatan: Lakukan S.O.P Instalasi Pengolahan Air Waduk Darma pada jam masuk dan jam pulang kerja bersama-sama dengan petugas berikutnya untuk koordinasi.

Cek koordinasi, pelajari control room dari data

petugas sebelumnya

Cek pompa dalam keadaan beroperasi atau tidak, catat data

1.Cek perbandingan bahan kimia Polu Aluminium Chloride dengan air dari data petugas sebelumnya, lihat hasil JARTEST, catat data.

2.Cek volume campuran bahan kimia Polu Aluminium Chloride dan air di ruang kimia, harus dalam keadaan penuh, catat data.

3.Cek volume campuran bahan kimia Polu Aluminium Chloride dan air Instalasi pengolahan, harus dalam keadaan penuh, catat data.

4.Cek hasil flok di bak flokulator, semakin besar flok semakin baik kualitas instalasi pengolahan air, catat data.

5.Cek hasil air di bak settler, harus dalam keadaan jernih, catat data.

6.Cek kualitas bak settler, harus dalam keadaan bersih, catat data.

7.Cek semua valve inlet dan outlet instalasi pengolahan, catat data;

a.Debit cipollety.

b.Valve flokulator keadaan terbuka disesuaikan kebutuhan dan kapasitas bak flokulator (penuh).

c.Valve inlet bak pasir dalam keadaan terbuka penuh.

d.Valve outlet backwash dalam keadaan tertutup penuh.

e.Valve outlet bak pasir dalam keadaan terbuka penuh.

f. Valve inlet instalasi pengolahan 1 dan 2 dalam keadaan terbuka penuh.

g.Valve inlet reservoir dalam keadaan terbuka penuh.

h.Valve outlet reservoir (Valve Distribusi) terbuka disesuaikan dengan kebutuhan distribusi air atas koordinasi dari Ka.Sub.Bag. Trandis.

8. Cek level reservoir harus dalam keadaan penuh, catat data.

- Cek debit distribusi air, catat data.

- Lakukan JARTEST, hasil di korelasikan dengan S.O.P. No.3

- Catat kesimpulan hasil pengolahan.

Koordinasi dengan Ka.Sub.Bag Trandis.

- Lakukan seperti pada S.O.P.

No.8 pada semua point terkecuali point

“d” dan “g”.

- Catat kesimpulan hasil pengolahan.

STOP, Isi Kontrol Room

(15)

2.4.1 Proses Penjernihan

Proses instalasi air minum terdiri dari:

A. Air Baku

Air baku pada instalasi Waduk Darma merupakan jenis air danau yang secara kuantitas sangat tergantung pada debit sumber air asal, luas dan sifat daerah tangkapan, presipitasi dan infiltrasi air kedalam tanah dan secara kuantitas atau sifat yaitu komposisi zat-zat tergantung dari asal sumber dan tingkat pencemaran yang terjadi pada air danau, komposisi zat dan kekeruhan dapat berubah tergantung pada musim, akibat adanya stratifikasi atau lapisan-lapisan yang disebabkan oleh perbedaan temperatur pada kedalaman air serta keadaan air yang relatif diam, memungkinkan proses

Sarana Penyadap Air Penyediaan Air Baku

Proses Koagulasi- Flokulasi

Proses Sedimentasi

Proses Filtrasi

Proses Stabilisasi

Proses Desinfeksi

Selesai

(16)

fotosintesis berjalan dengan baik, sehingga mengakibatkan air pada permukaan banyak ditumbuhi lumut.

Air baku tersebut dalam proses penjernihan ditangkap melalui sarana penyadap air (intace).

B. Sarana Penyadap Air

Sarana penyadap air adalah merupakan bagian terpenting dari seluruh sistem penyediaan air bersih apabila bagian ini tidak berfungsi, maka keseluruhan sistem tidak dapat berfungsi.

Fungsi dari sarana penyadap air adalah menyediakan air baku secara terus menerus untuk memenuhi 3 faktor penting yang harus dipenuhi oleh sistem penyediaan air yaitu kualitas, kuantitas dan kontinuitas.

Sarana Penyadap air terdiri dari 3(tiga) bagian yaitu:

1. Kontruksi

a. Bangunan penyadap air b. Bak Pengumpul

c. Stasiun rumah Pompa 2. Mekanik

a. Pompa

b. Pipa Transmisi 3. Elektrik

a. Sumber daya listrik b. Panel

Air baku yang ditangkap melalui bangunan penyadap dialirkan melalui Bangunan Instalasi pengolahan dengan melalui proses Koagulasi dan proses Flokulasi.

(17)

C. Proses Koagulasi-Flokulasi (Unit Pengaduk Cepat dan Lambat) 1. Fungsi Pengaduk Cepat

Pengadukan cepat pada proses koagulasi adalah penting untuk mendistribusikan secara koagulan secara merata kedalam air.

Kontak pertama koagulan dengan air adalah periode waktu yang sangat kritis dari seluruh koagulasi, disebabkan oleh reaksi koagulan dengan air (reaksi hidrolisa) hanya terjadi dalam beberapa detik, oleh karena itu penyebaran koagulan harus dilakukan dengan cepat dengan tujuan destabilisasi muatan negatif partikel, oleh karena itu diperlukan pengadukan cepat sehingga koagulan yang dibubuhkan dapat menyebar secara merata dalam waktu ±5 menit.

2. Fungsi Pengaduk Lambat

Bahwa unit pengaduk lambat atau bisa disebut flokulator yang berfungsi sebagai tempat dimana flok tumbuh menjadi ukuran yang lebih besar dan efektif untuk diendapkan pada unit sedimentasi.

Pada unit ini kecepatan dan waktu kontak antar flok memegang peranan penting.

Setelah air melalui proses koagulasi-flokulasi (pengaduk lambat- pengaduk cepat) dialirkan melalui sistem sedimentasi.

D. Proses Sedimentasi 1. Tujuan dan Sasaran

Tujuan proses sedimentasi (pengendapan) ini adalah pemisahan air dan suspensi dimana air menjadi bentuk yang lebih jernih dan suspensi menjadi larutan yang lebih pekat.

2. Pengertian Sedimentasi

Sedimentasi dan flotasi adalah suatu proses penjernihan air, dimana air yang akan diolah berada pada suatu bak pada periode waktu yang dipertimbangkan. Proses sedimentasi adalah proses penghilangan

(18)

sebagian besar padatan yang terkandung dalam air dengan pengendapan secara gravitasi dan dalam waktu tertentu.

Dengan area penampang melintang pada unit sedimentasi, kecepatan aliran dirancang rendah, menimbulkan kondisi tanpa gerak. Oleh karena itu pengaruh gaya gravitasi, partikel dengan densitas (berat jenis) lebih besar dari densitas cairan di sekelilingnya akan bergerak kebawah (mengendap) sedangkan partikel dengan densitas yang lebih kecil akan bergerak keatas (flotasi). Dengan pengertian ini air baku akan bertahan baik pada lapisan busa di permukaan atau pada lapisan endapan pada dasar bak, pada akhirnya air meninggalkan bak ini berada pada kondisi jernih.

Air yang sudah melalui proses Sedimentasi, maka air yang jernih akan masuk pada proses Filtrasi.

E. Filtrasi

Filtrasi dalam sistem pengolahan air bersih adalah proses penghilangan partikel-partikel/flok-flok halus yang lolos dari unit sedimentasi, dimana partikel-partikel/flok-flok tersebut akan tertahan pada media penyaring selama air melewati media tersebut.

1. Filter (Penyaring)

Penyaring terdiri dari bak penyaring, media penyaring dan perlengkapan lain untuk operasional penyaringan.

2. Media Filter (Media Penyaring)

Media filter adalah bahan yang digunakan untuk filtrasi dan merupakan bagian dari filter yang menyebabkan efek filtrasi. Media filter terdiri dari material yang mengisi atau yang tersusun didalam filter, dimana media filter dipasang diantara aliran masuk (inlet) dan aliran keluar (outlet).

Supaya air dapat melewati media filter, maka media filter harus mempunyai sistem pori terbuka. Sistem pori itu disebut sebagai permukaan luar media filter. Sebagian dari pori-pori media filter

(19)

diisi dengan air tidak mengalir, dimana bagian itu disebut permukaan dalam.

3. Lapisan Media Filter

Semua partikel dan butiran yang ada didalam satu lapisan media filter tertentu dan berat atau densitas kerapatan tertentu disebut sebagai lapisan media filter.

Komposisi Bidang Penyaring:

- Antrasit : 0,6 s/d 1,6mm dengan Berat Jenis 1,5 - Pasir Silika : 0,4 s/d 0,8mm dengan Berat Jenis 2,6 - Kerikil : 2 s/d 3mm dan 5 s/d 7mm

Setelah air melewati proses Filtrasi dialirkan ke proses Stabilisasi atau Netralisasi.

F. Proses Stabilisasi

1. Pengertian Stabilisasi/Netralisasi

Adalah air yang diolah serta ditetapkan dari apakah air tersebut bersifat korosif atau membentuk kerak, dimana keadaan ini tergantung dari beberapa karakteristik kimiawi. Masalah yang ditimbulkan dari air yang tidak stabil tergantung kepada berbagai faktor material yang terlibat, beberapa karakteristik kimiawi dan biologis air serta karakteristik elektrik material dan lingkungannya.

Faktor-faktor tersebut saling berhubungan secara kompleks seperti halnya proses korosi atau penggerakan. Karakteristik-karakteristik tersebut perlu dimengerti untuk mengontrol stabilitas dan untuk memahami prinsip-prinsip dasar korosi dan pembentukan kerak untuk memudahkan pemilihan metode Stabilisasi.

2. Tujuan dan Sasaran

Tujuan proses stabilisasi adalah untuk mengontrol kecenderungan air bersih korosif atau membentuk kerak sebelum air tersebut masuk ke jaringan pipa distribusi, untuk menghindari masalah-masalah

(20)

yang akan timbul. Air yang didistribusikan jika tidak stabil akan menyebabkan masalah yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat, estetika dan ekonomi.

3. Prinsip

Prinsip proses Stabilisasi pada sistem penyediaan air bersih adalah upaya pencegahan penggerakan pada perlengkapan Instalasi dan Jaringan distribusi.

Stabilisasi air yang diolah tergantung dari beberapa karakteristik kimiawi baik pada proses korosi maupun pembentukan kerak.

Air telah melalui proses Stabilisasi dibubuhi dengan bahan kimia Kaporit

G. Proses Desinfeksi 1. Prinsip Kerja

Mengalirkan larutan kaporit dengan debit tertentu dari tangki pembubuh yang diletakkan pada tempat yang lebih tinggi ke titik pembubuhan dengan cara gravitasi yaitu mengandalkan beda tinggi permukaan larutan didalam tangki dengan titik pembubuhan.

2. Tujuan/Batasan

Melaksanakan sistem pembubuhan kaporit yang spesifik untuk mendapatkan pembubuhan kaporit yang kontinu, akurat sehingga proses dapat berlangsung dengan baik dan akurat.

Bahan/Zat Kimia yang diperlukan: - Kalsium hipoklorit (Kaporit), Ca (OCl0)2

Air sudah siap untuk dialirkan ke konsumen dengan air yang berkualitas secara fisika, Kimia dan Bakteriologik sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No:

416/MENKES/PER/IX/1990

Gambar

Gambar 2.1 Wilayah pelayanan PDAM Tirta Kamuning Kabupaten  Kuningan
Gambar 2.1.4.A Logo PDAM Tirta Kamuning
Gambar 2.1.5 Struktur Organisasi PDAM Tirta Kamuning  Sumber: Data Pribadi

Referensi

Dokumen terkait

PEKERJAAN : PEMBANGUNAN BOSTER PUMP STATION SUNGAI LILIN JAYA BERIKUT PEMASANGAN PIPA DI DESA MEKAR JADI DAN SUMBER REJEKI.. LOKASI : DESA MEKAR JADI DAN SUMBER

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat terhadap penggunaan obat tetes mata yang baik dan benar,yaitu: (1) Cuci tangan terlebih dahulu,

Perancangan sign yang benar dan baik secara visual dapat menghasilkan suatu kesatuan dari suatu tempat atau wilayah, sehingga penempatan signage akan sangat

Poly Aluminium Chlorida dengan arti vital yang kuat mengumpulkan setiap zat-zat yang tersuspensi atau yang secara koloidal tersuspensi dalam air, membentuk flok-flok

Koagulan adalah zat kimia yang digunakan untuk pembentukan flok pada. proses pencampuran ( koagulasi -

Mempunyai meja tempat penjualan dengan permukaan yang rata dengan kemiringan cukup sehinnga tidak menimbulkan genangan air dan tersedia lubang pembuangan air, setiap sisi

Bila jaman dahulu keterlibatan kedua mempelai sebagai orang yang melaksanakan dan mengalami hal tersebut kurang diperhatikan, dan ada tujuan yang lebih besar dan penting

2.1.6 Bahan Kimia Koagulan Koagulan berfungsi sebagai penggumpal partikel padat tersuspensi, zat warna, koloid untuk membentuk gumpalan yang lebih besar atau disebut dengan flok,