• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan zaman, tanpa kita sadari kebutuhan manusia semakin banyak. Industri-industri baru bermunculan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Seperti halnya bisnis properti yang berlomba-lomba mencipatkan hunian untuk tempat tinggal. Dengan berkembangnya bisnis properti ini maka tanpa kita sadari berdampak langsung pada permintaan industri mebel. Industri mebel merupakan bidang usaha yang mempunyai prospek yang sangat baik. Industri mebel merupakan resource base industri, dimana bahan baku utamanya berasal dari sumber daya alam lokal yang berupa kayu maupun rotan. Bahan-bahan tersebut kemudian dipadukan dengan kerajinan dan hasil budaya Indonesia maka akan mempunyai nilai jual yang tinggi.

Saat ini peran Indonesia di dunia mebel global kurang dari 1% dari porsi pasar global industri mebel yang mencapai US$ 440 miliar (tahun 2013), dibandingkan dengan Brazil, Vietnam dan Polandia yang masing-masing mencapai 2% dari porsi pasar global. Bahkan Cina mampu menyumbang 31% produksi mebel dunia di tahun 2011. Selain itu, pemerintah pun mendukung upaya ASMINDO sebagai asosiasi mebel dan kerajinan Indonesia dengan 2.000 perusahaan produsen mebel sebagai anggotanya. Pemerintah mengharapkan 5 tahun ke depan, Indonesia mampu menghasilkan nilai ekspor produk lebih dari 2% produksi mebel global yang bernilai sekitar US$ 8-10 miliar per tahunnya dan dalam 10 tahun ke depan mampu men-supply 5% dari pangsa pasar mebel dunia.

(2)

Tabel 1.1 Nilai Ekspor Kelompok Hasil Industri No. Kelompok Hasil

Industri 2012 (US$) 2013 (US$) 2014 (US$)

1. Pengolahan Kelapa/Kelapa Sawit

23.396.998.187 20.660.402.210 23.711.550.465

2. Besi Baja, Mesin-mesin dan Otomotif

15.029.612.806 14.684.401.500 15.813.518.294 3. Tekstil 12.446.506.596 12.661.681.508 12.720.312.060 4. Elektronika 9.444.056.939 8.520.124.647 8.066.889.542 5. Pengolahan Karet 10.818.624.881 9.724.133.106 7.497.549.404 6. Kimia Dasar 4.870.521.468 5.083.494.825 5.703.382.618 7. Makanan dan Minuman 4.652.902.475 5.379.821.652 5.554.396.593

8. Pulp dan Kertas 5.517.965.818 5.643.997.372 5.498.591.201 9. Pengolahan Kayu 4.539.877.317 4.727.650.015 5.202.156.290 10. Pengolahan Tembaga,

Timah dll.

5.049.455.277 4.843.484.653 4.886.370.585

11. Kulit, Barang Kulit dan Sepatu/Alas Kaki

3.561.683.101 3.933.060.116 4.090.311.532

12. Peng. Emas, Perak, Logam Mulia, Perhiasan dll. 2.185.993.514 2.031.240.428 3.671.788.964 13. Alat-alat Listrik 3.084.974.047 3.188.670.057 3.060.765.055 14. Barang-barang Kimia lainnya 2.035.001.499 2.099.699.105 1.852.937.671 15. Plastik 1.457.981.861 1.465.245.943 1.511.010.803

(3)

Lanjutan

No. Kelompok Hasil

Industri 2012 (US$) 2013 (US$) 2014 (US$) 16. Alat Olah Raga,

Musik, Pendidikan dan Mainan

1.098.401.215 1.184.450.430 1.217.668.238

17. Rokok 732.537.409 834.266.121 942.271.844

18. Keramik, Marmer dan Kaca 885.864.150 855.714.236 868.068.116 19. P u p u k 1.027.965.781 1.038.610.872 849.438.079 20. Pengolahan Aluminium 820.569.062 777.229.482 774.890.901 21. Makanan Ternak 625.819.540 737.356.771 772.923.937 22. Produk Farmasi 485.594.695 492.247.879 570.617.738 23. Komoditi lainnya 466.187.387 457.399.964 431.191.137 24. Barang-barang Kerajinan lainnya 379.916.623 400.528.010 418.115.320 25. Kosmetika 361.488.129 392.019.158 398.927.158 26. Pengolahan Tetes 320.929.557 367.794.319 397.390.652 27. Minyak Atsiri 222.972.203 212.085.781 260.894.363 28. Kamera dan Alat-alat

Optis

220.978.686 218.610.510 239.018.176

29. Pengolahan Rotan Olahan

286.722.512 264.106.856 214.331.225

30. Semen dan Produk dari Semen 53.895.286 107.422.212 87.144.398 31. Pengolahan Hasil Hutan Ikutan 43.139.745 42.989.549 45.433.810 (Sumber: http://www.kemenperin.go.id/statistik/peran.php?ekspor=1)

Dari Tabel 1.1 menunjukkan bahwa industri mebel di Indonesia masuk ke dalam sepuluh kelompok hasil industri dengan nilai ekspor terbesar, dimana industri mebel menempati posisi ke-9. Selain itu dari tabel 1.1 terjadi peningkatan nilai

(4)

ekspor industri setiap tahunnya. Oleh karena itu, masih terbuka peluang besar bagi industri mebel Indonesia untuk bisa tumbuh dan berkembang menjadi lebih besar.

PT. New Inti Furnindo adalah perusahaan yang ikut serta dalam industri mebel Indonesia. Produk yang dihasilkan berbahan dasar particle board. Particle board adalah serbuk bekas penggergajian kayu yang dipadatkan dan diberi perekat agar menjadi bentuk seperti papan kayu, biasanya seluruh permukaannya dilapisi dengan bahan sejenis kertas ataupun PVC agar terlihat lebih indah dan kuat. Dalam penggunana particle board ini terdapat beberapa kelebihan seperti dapat dibentuk bermacam-macam model yang menarik dibandingkan dengan furniture berbahan kayu, selain itu mudah dipindahkan, dibongkar pasang dan juga harga yang lebih murah dibandingkan mebel yang terbuat dari kayu. Namun terdapat beberapa kekurangan seperti mudah hancur/rusak bila lembap atau terkena air, berpotensi terkena serangan jamur pada ruangan lembap, dan juga penggunaanya harus lebih hati-hati karena particle board mudah rusak bila terbentur dengan keras.

Tabel 1.2 Nilai Ekspor Kelompok Hasil Industri Pengolahan Kayu No. Sub Kelompok

Hasil Industri 2012 (US$) 2013 (US$) 2014 (US$)

1. Kayu lapis (Plywood) 2.011.518.152 2.176.212.892 2.372.470.895 2. Meubel kayu 1.186.407.763 1.207.430.383 1.282.247.673 3. Komponen Furniture 515.090.354 508.961.539 616.507.994 4. Pepabricated Building of Wood 324.200.816 334.997.317 345.998.600 5. Chip Wood (Particles) 117.195.666 159.549.695 219.960.988

(5)

Lanjutan.

No. Sub Kelompok

Hasil Industri 2012 (US$) 2013 (US$) 2014 (US$) 6. Hard/Soft Board 54.007.435 58.882.512 85.790.253 7. Patung dan

Perhiasan lain dari Kayu

54.495.497 74.867.731 80.490.978

8. Kayu gergajian 56.309.010 64.319.837 51.888.140 9. Bingkai Kayu untuk

Lukisan

61.735.789 51.485.428 48.787.979

10. Veener 33.905.745 31.446.328 30.274.349 11. Barang Kayu untuk

keperluan R.T./Dapur

77.526.078 27.164.222 28.498.900

12. Peti, Gelondong- Kabel & Pelet Kayu

Tong/Tahang Kayu

13.239.081 12.548.405 15.130.214

13. Serbuk Kayu (Wood Flour) 8.307.561 5.167.907 11.344.108 14. Barang-barang dari Kayu lainnya 21.391.551 11.860.675 10.432.215 15. Particle Board 2.240.498 1.486.527 1.312.929 16. Bahan Bangunan

dari Serat kayu dan lainnya

2.018.867 1.162.913 928.535

17. Gabus dan Barang-barang dari gabus

287.454 105.704 91.54

(Sumber:http://www.kemenperin.go.id/statistik/peran_kelompok.php?kel=1&e kspor=1)

Dari Tabel 1.2 menunjukkan bahwa nilai ekspor hasil industri pengolahan kayu dalam sub kelompok particle board mengalami penurunan setiap tahunnya. Menurut Sekjen Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI) Abdul Sobur, penyebab

(6)

penurunan nilai ekspor tersebut dikarenakan pelaku usaha kesulitan untuk mendapatkan bahan baku. Sehingga para pelaku usaha harus mengimpor kayu yang berasal dari Amerika Serikat, Eropa, dan selandia baru. Perkiraan perhitungan, anggota AMKRI yang sebanyak 600 perusahaan membutuhkan 5 juta meter kubik kayu gergajian per tahun dimana sekitar 30%-nya diimpor. Sedangkan berdasarkan pendiri sekaligus Presiden Direktur PT. Cahaya Sakti Furintraco (Olympic) Au Bintoro mengatakan bahwa perusahannya masih mengimpor kayu particle board dari Malaysia dan negara lainnya dengan jumlah yang diimpor sekitar 15 ribu kubik setiap bulannya. Selain itu menurut Bintori mengatakan bahwa ada pelaku industri lokal yang mengolah bahan baku serbuk gergaji dan ranting menjadi particle board.

Namun, produksinya tidak mencukupi. (Sumber :

http://www.kemenperin.go.id/artikel/9651/Bahan-Baku-Sulit-Impor-pun-Jadi). Namun dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun 2016 ini, kedepannya akan berdampak pada arus perdagangan barang atau jasa yang lebih terbuka. Sehingga diharapkan kedepannya pelaku usaha industri particle board akan lebih mudah dalam mendapatkan bahan bakunya. Selain itu dengan adanya MEA ini diharapkan kedepannya pasar ekspor industri pengolahan kayu sub

kelompok particle board akan lebih luas. (Sumber :

https://www.selasar.com/ekonomi/apa-itu-mea-masyarakat-ekonomi-asean)

Dengan adanya peluang yang besar dan mempunyai prospek yang baik, PT. Arjuna Maha Sentosa ikut serta dalam bisnis industri pengolahan kayu tanah air maupun luar negeri. PT. Arjuna Maha Sentosa ini mempunyai anak perusahaan yang bernama PT. New Inti Furnindo. PT. New Inti Furnindo ini mempunyai tugas khusus dalam pengiriman produk mebel dalam negeri, dimana produk mebel ini berasal dari hasil produksi PT. Arjuna Maha Sentosa. PT. New Inti Furnindo mendistribusikan produknya ke seluruh wilayah Indonesia. Pada penelitian ini, wilayah yang diteliti hanya wilayah Serang dan Cilegon dikarenakan wilayah tersebut mempunyai jadwal pengiriman yang rutin dan permintaannya yang stabil. Sistem penjadwalan dan pengiriman dari satu lokasi ke beberapa lokasi lainnya memiliki peranan yang penting dalam perusahaan untuk mengurangi biaya logistik dan distribusi, serta dapat meningkatkan tingkat efektivitas dan efisiensi proses pendistribusian. Kecepatan dan ketepatan distribusi akan meningkatkan tingkat pelayanan terhadap konsumen. Selain itu perusahaan pun harus menjamin ketepatan pengiriman produk baik dari segi waktu pengiriman ke konsumen, kualitas dan jumlah produk ke konsumen harus

(7)

sesuai dengan pesanan konsumen, dan pemilihan rute dan transportasi yang digunakan dalam pengiriman.

Sehingga distribusi dan logistik berkontribusi dalam perkembangan perusahaan PT. New Inti Furindo. Distribusi dan logistik digunakan perusahaan dalam mengirimkan produknya kepada konsumen. Dalam distribusi dan logistik suatu perusahaan memiliki sebuah jaringan distribusi yang terdiri dari produsen ke konsumen. Distribusi dan logistik yang berhasil adalah mengirimkan barang dengan jumlah, kondisi dan waktu yang tepat dengan biaya yang efisien. Ketidakoptimalan pendistribusian akan berpengaruh terhadap besarnya biaya pengiriman dan mempengaruhi kepuasan konsumen. Salah satu jenis permasalahan dalam transportasi adalah Vehicle Routing Problem (VRP), yaitu merancang rute kendaraan dengan biaya terkecil dimana tiap kendaraan bermula dan berakhir di depot (gudang), selain itu setiap konsumen hanya dilayani sekali oleh sebuah kendaraan, serta total permintaan yang dibawa kendaraan tersebut tidak melebihi kapasitas kendaraan.

Secara umum masalah yang dihadapi oleh perusahaan terletak pada pengiriman barang dimana kuantitas pengiriman yang berbeda-beda untuk setiap pelanggan, waktu yang terbatas dalam pengiriman, kertebatasan kapasitas, lokasi konsumen, serta permintaan yang tidak stabil atau fluktuatif. Selama ini dasar pertimbangan perusahaan dalam melakukan pengiriman hanya berdasarkan kapasitas, permintaan, dan lokasi. Perusahaan tidak pernah mempertimbangkan apakah jarak tempuh rute tersebut sudah optimal atau belum. Penjadwalan pengiriman di PT. New Inti Furnindo dilakukan berdasarkan datangnya pemesanan dari konsumen. Konsumen melakukan pemesanan dalam jumlah serta waktu yang tidak tetap, maka keadaan yang terjadi adalah kapasitas kendaraan tidak mencukupi maupun kapasitas kendaraan tidak terisi secara optimal. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah perancangan supply chain network yang baik supaya perusahaan dapat melakukan proses bisnisnya dengan lebih efektif dan efisien yang bertujuan untuk meminimalkan biaya pendistribusian produknya.

Sehingga untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh PT. New Inti Furnindo, penulis menggunakan metode yang akan digunakan untuk meminimalisasi jarak, waktu dan biaya pengiriman. Metode yang akan digunakan yaitu metode Clarke & Wright Savings.

(8)

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaiamana penyelesaian masalah rute distribusi menggunakan metode Clarke & Wright Savings pada PT. New Inti Furnindo ?

2. Apakah rute distribusi PT. New Inti Furnindo sudah efektif dan efisien ? 3. Rekomendasi rute distribusi apa yang dapat diberikan kepada PT. New Inti

Furnindo ? 1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penilitian ini sebagai berikut:

1. Merancang rute distribusi dengan biaya transportasi yang paling optimal. 2. Mengetahui efektivitas dan efisiensi dari sistem distribusi PT. New Inti

Furnindo

3. Memberikan rekomendasi rute distribusi yang optimal pada PT. New Inti Furnindo.

1.4 Manfaat Penilitian

1. Bagi perusahaan, dapat memberikan informasi mengenai rute distribusi yang lebih optimal.

2. Bagi penulis, dapat membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi PT. New Inti Furnindo dan dapat memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan tugas akhir.

3. Bagi pembaca, sebagai referensi dan acuan yang bisa digunakan untuk penilitian lanjutan serta dapat menjadi sumber wawasan tambahan.

1.5 Ruang Lingkup Penilitian

Batasan masalah pada penilitian ini adalah sebagai berikut :

1. Penelitian berada di PT. New Inti Furnindo yang berlokasi di Komplek Pergudangan Taman Semanan Megah kav.15 km.18 Jakarta Barat, Indonesia

2. Penilitian dilakukan terhadap konsumen yang berada di kota Serang dan Cilegon.

3. Pengiriman dilakukan dengan jenis Truck engkel tunggal 4ban. Kondisi semua armada dianggap dalam keadaan baik dan jumlahnya tetap untuk satu periode.

(9)

4. Setiap konsumen hanya dikunjungi satu kali oleh satu kendaraan. 5. Barang yang dikirim memiliki kubikasi dan berat yang berbeda-beda. 6. Pengaturan posisi barang dalam kendaraan tidak masuk kedalam kendala. 7. Jarak tempuh dari konsumen yang satu ke konsumen lainnya dan

sebaliknya adalah sama.

8. Penentuan dan pengukuran jarak rute yang dilalui menggunakan Google Map diasumsikan jalur dua arah.

1.6 State Of Art (Tinjauan Pustaka)

Tabel 1.3 State of Art

No Nama Jurnal Judul Jurnal Penulis Kesimpulan 1 The ScientificWorld Journal 2013,2013,1 A Heuristic Approach Based on Clarke-Wright Pichpibul dan Kawtummachai

Metode improvisasi dari Clarke-wright yang digunakan untuk menyelesaikan Open Vehicle Routing Problem. Di jurnal ini rumus Clarke-wright

dimodifikasi dengan menggunakan open-route construction, two-phase selection, dan post improvement yang bertujuan untuk mendapatkan solusi terbaik.

(10)

Lanjutan.

No Nama Jurnal Judul Jurnal Penulis Kesimpulan 2 Engineering, Technology & Applied Science Research 2013,3,413 An Improved Clarke and Wright Algorithm to Solve the Capacitated Vehicle Routing Problem Caccetta, Alameen, dan Abdul-Niby

Metode Clarke dan Wright dapat digunakan kepada instansi kecil ataupun besar yang mana

berguna untuk

memberikan solusi yang akurat untuk masalah penentuan rute. 3 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional 2014,1, No.4, Vol. 01 Usulan Rute Pendistribusian Air Mineral Dalam Kemasan Menggunakan Metode Nearest Neighbour dan Clarke & Wright Savings (Studi Kasus di PT. X Bandung) Kurniawan, Susanty, dan Adianto Metode Nearest

Neighbour dan Clarke & Wright Savings adalah pemilihan lokasi pelanggan berdasarkan jarak terdekat dari lokasi terakhir dan penentuan pelanggan berdasarkan nilai penghematan jarak terbesar sehingga dihasilkan rute pendistribusian yang efektif dan efisien.

(11)

Lanjutan.

No Nama Jurnal Judul Jurnal Penulis Kesimpulan 4 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional 2013,1.1 Usulan Rute Distribusi Roti dengan Menggunakan Metode Clarke–Wright Algorithm Chrystianto, Adianto, dan Rispianda

Mengatasi masalah rute distribusi yang yang melibatkan sekumpulan rute kendaraan-kendaraan yang berbasiskan pada depot untuk melayani pelanggan yang tersebar secara geografis dengan permintaannya

masing-masing dengan

pendekatan model. Model yang dapat digunakan sebagai pendekatan untuk menyelesaikan

permasalahan yang distribusi dengan rute dan sejumlah kendaraan angkut adalah Vehicle Routing Problem (VRP). Metode yang digunakan yaitu Clarke–Wright Algorithm, algoritma ini merupakan algoritma heuristik yang digunakan sebagai pendekatan masalah Vehicle Routing Problem (VRP).

(12)

Lanjutan.

No Nama Jurnal Judul Jurnal Penulis Kesimpulan 5 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional 2014,2,2 Pembentukan Rute Distribusi Menggunakan Algoritma Clarke & Wright Savings dan Algoritma Sequential Insertion Octora, Imran, dan Susanty

Total jarak dan total waktu menggunakan Algoritma Sequential Insertion lebih baik dibandingkan dengan Algoritma Clarke & Wright Savings.Setiap tur

yang terbentuk

menghasilkan total waktu ± 8 jam, sehingga satu kendaraan digunakan untuk menyelesaikan satu tur per hari dan dilanjutkan dengan tur lainnya pada hari selanjutnya. 6 Carpathian Logistics Congress 2012.11,7 Methodology For Optimization Of Transport Plans In Tesco Distribution Center Presov Straka, Greskovicova, Lenort, dan Besta Metodologi yang dirancang berdampak pada peningkatan efisiensi dalam proses distribusi. Manfaat pengoptimalan distribusi, yaitu jarak tempuh lebih rendah. Hasil metodologi dari kondisi dan kemungkinan yang ada di DC Presov, tapi melalui modifikasi kecil dapat digunakan untuk mengoptimalkan

(13)

Gambar

Tabel 1.1 Nilai Ekspor Kelompok Hasil Industri
Tabel 1.2 Nilai Ekspor Kelompok Hasil Industri Pengolahan Kayu
Tabel 1.3 State of Art

Referensi

Dokumen terkait

Bintang Samudra Raya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa pengiriman barang (ekspedisi), dalam meningkatkan pendapatan telah berupaya dan

Namun waktu yang sempit, kuota yang terbatas dan pembicara yang terbatas membuat informasi yang disampaikan tidak merata menjadi masalah untuk melakukan sosialisasi (CNN, 2018,

Kinerja pelaksanaan kegiatan di kecamatan selama tahun 2016 secara umum dari sisi kuantitas (% realisasi output) cukup baik, namun dari sisi kualitas terdapat beberapa

Tampilan website yang berbeda-beda ketika proses mencari jadwal keberangkatan bus merupakan alasan munculnya gagasan untuk membuat sebuah website yang menyediakan informasi

(iDEA dan Taylor Nelson Sofres, https://industri.kontan.co.id). Persaingan dalam bisnis pengiriman barang tampak ketat dan semakin terbuka lebar, hal tersebut dilatar

Tujuan dari Supply Chain Management adalah untuk pengiriman produk menjadi tepat waktu dan juga mengurangi biaya yang dikeluarkan perusahaan.. Supply Chain

Tahapan Distribusi dan Pengiriman produk dilakukan dengan menganalisis proses distribusi yang akan dilakukan, misalnya apakah pesanan produk pelanggan yang satu dan yang

Penggunaan konsentrasi yang berbeda-beda pada bentonit sebagai clay mineral akan mempengaruhi sediaan masker wajah ekstrak buah stroberi (Fragaria vesca L.) bentuk