• Tidak ada hasil yang ditemukan

gambar 2.1. Contoh Keramik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "gambar 2.1. Contoh Keramik"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

2. LANDASAN TEORI

2.1. Lantai

Secara umum semua lantai yang ada sekarang ini berasal dari batu-batuan alam, kecuali kayu. Batu-batuan tersebut adalah bentukan solid dari satu atau beberapa gabungan mineral yang telah ditambang pada penambangan- penambangan sejak jaman dahulu selama berabad-abad.

Sebagian besar mineral ini dapat diidentifikasi dengan melihat warnanya, kekerasan dan bentuk formasi kristalnya. Kristal ini memiliki bentuk dan ukuran yang beranekaragam, sehingga oleh karena keberagaman ini kadang menyulitkan untuk diidentifikasi.

Batu alam didunia dibagi menjadi 4 golongan besar yaitu, batuan sedimen, batuan metamorfis, batuan ignaius dan batu buatan. Setiap golongan mempunyai karakteristik yang berbeda-beda dan elemen pembentuknya yang berbeda pula, karakteristik masing-masing batu itu adalah :

• Batuan sedimen

Batu yang tersusun dari elemen organik seperti sungai, angin, laut dan tanaman. Potongan-potongan sedimen yang berasal dari bahan organik ini ada yang terpisah menjadi partikel-partikel kecil kemudian berakumulasi membetuk sebuah bentukan batu yang besar setelah terkumpul dan mengalami tekanan yang besar selama beribu-ribu tahun lamanya.

• Batuan metamorfis

Batu yang berasal dari batu alami biasa yang bermutasi menjadi bentuk yang lain oleh karena kombinasi dari panas, tekanan serta penambahan dan penguranan sususan mineral. Perubahan itu memungkinkan terbentuknya formasi-formasi kristal yang baru, perubahan tekstur dan perubahan warna.

• Batuan ignaius

Batu yang terbentuk dari bahan-bahan yang terdapat pada gunung berapi seperti magma. Cairan magma yang keluar dari gunung membeku dan mengeras, kemudian gas-gas dan cairan-cairan mineral terpenetrasi

(2)

kedalam batu tersebut dan akhirnya membentuk sebuah formasi kristal yang baru dengan warna yang beraneka ragam.

• Batuan buatan

Batu yang terbuat dari campuran bahan-bahan yang tidak alami seperti resin atau semen yang dicampur dengan potonga-potongan batu.

2.1.1. Keramik

Para arkeolog telah meneliti bahwa keramik yang telah digunakan oleh penduduk zaman kuno berasal dari kreativitas bangsa Mesir sejak 4700 tahun sebelum masehi adalah bahan lantai yang tahan lama pada saat itu. Keramik pada jaman itu terbuat dari tanah lempung tipis yang dibakar kemudian dihias dengan ukir-ukiran.

Pada awal 4000 tahun sebelum masehi keramik juga diketemukan dipakai di Mesopotamia, keramik disana bermotif garis-garis biru dan putih dan berkembang menjadi lebih bervariatif disana.

Di Cina keramik mengalami perkembangan yang sangat besar sehingga Cina disebut sebagai pusat kesenian keramik dunia terbesar pada zaman dinasti Shang Yin (tahun 1523-1028 sebelum masehi).

Dalam perjalanannya, keramik bermotif banyak mengalami perkembangan, seperti contoh pada masa kejayaan Islam, metode pembuatan dan motif keramik dikembangkan di Persia kemudian sampai di Portugal keramik dibuat dengan motif mosaik, ranaisan di Italia, ikonograf di Belanda dan lain-lain.

Sekarang keramik tidak lagi merupakan produk yang pengerjaannya secara total menggunakan tenaga tangan manusia dalam hal pendekorasiannya dan pemrosesannya tetapi telah dikerjakan dengan mesin-mesin otamatis secara penuh, serta keramik telah menjadi produk yang umum diseluruh dunia dan kualitasnya semakin berkembang pula, apabila dahulu bentuknya kasar dan

gambar 2.1. Contoh Keramik

(3)

monoton, sekarang telah menjadi halus, mengkilat, bercorak menarik dan memiliki daya tahan terhadap air meskipun harganya relatif murah.

2.1.2. Kayu

Kayu juga telah digunakan pada zaman dahulu (sekitar 1000-2000 tahun sebelum masehi), menurut Alkitab, kediaman Salomo sudah berlantaikan batu yang kemudian dilapisi oleh kayu. Kayu pertama yang digunakan pada saat itu sebagai lantai disebut sebagai pancheon, pancheon terbuat dari balok kayu yang dibelah, diratakan dan pada msing-masing ujungnya dibuat siku dengan kapak atau beliung.

Sejak diketemukannya gergaji pada abad ke delapan belas untuk memotong kayu dengan mudah menjadi potongan-potongan papan, kayu menjadi bahan utama dalam membuat lantai pada zaman koloni di seluruh Amerika.

Kemudian pamor kayu menjadi surut oleh karena kekurangan-kekurangannya seperti mudah menyerap air, warna yang cepat berubah dan lain-lain, baru sekitar tahun 1920 sejak diketemukannya pernis yang mampu membuat warna kayu menjadi lebih mengkilat, tahan air, tidak mudah pudar dan mengalami pemrosesan lebih lanjut sehingga menjadi lebih keras, kayu mulai banyak digunakan oleh masyarakat luas sebagai lantai lagi hingga sekarang.

2.1.3. Marmer

Marmer terbentuk dari lapisan batu-batuan yang mengalami tekanan dan panas yang sangat kuat dan dalam waktu yang lama, sehingga menjadi batu- batuan metamorfis yang terdiri dari butiran kristal yang sangat padat serta bertekstur mosaik, marmer ini termasuk dalam katagori batu metamorfis.

Marmer pada zaman dahulu dipergunakan manusia untuk bagunan- bangunan khusus mereka karena keindahannya, beberapa para ahli setuju bahwa

gambar 2.2. Contoh Marmer

(4)

marmer onyx dari Algeria yang terkenal itu telah digunakan oleh bangsa Mesir dalam istana Firaun sekitar tahun 475 sebelum masehi. Marmer tersebut juga digunakan pada sebagian besar bangunan penting di kota kuno Afrika Utara.

Marmer ini bercorak awan dengan kombinasi warna coklat dan oranye serta telah banyak digunakan oleh masyarakat Mediterania dan akhirnya digunakan pada gedung utama Roma kuno.

Fakta sejarah berbicara bahwa masyarakat Hindu, Yunani dan Roma menggunakan marmer untuk tempat-tempat khusus mereka, Alkitabpun menulis bahwa marmer juga dgunakan raja Salomo dalam bangunan kuil di Yerusalem dan di kerajaannya sekitar tahun 1500-1000 sebelum zaman Yesus, hal ini disebabkan motif marmer yang menarik.

Industri marmer umum muncul pertamakali bersamaan dengan masa kejayaan arsitektur kerjaan Roma dan sebanyak 42 model marmer telah diproduksi, tetapi hanya dua model marmer yang pada masa sekarang masih digunakan. Tambang marmer tertua Italia adalah pertambangan Porta Santa di Chiass yang beroperasi pada tahun 660 sebelum masehi. Marmer dari tambang ini digunakan pada stadion Palatine, Julian Basilica dan Basillica St Peter dan St Paul.

Marmer adalah bahan yang sangat indah dan cukup kuat (dibandingkan dengan kayu dan keramik), tetapi terdapat 50 % atau lebih marmer dalam penambangan tidak dapat digunakan sebagai lantai karena rusak sehingga membuat harga marmer menjadi sangat mahal. Setelah beberapa lama dalam memikirkan kegunaan marmer yang terbuang, akhirnya marmer yang tidak laik untuk dibuat lantai ini dapat digunakan sebagai trazo untuk memperindah bangunan rumah dan debu marmer yang masih dapat dipergunakan untuk keperluan lain.

2.1.4. Granit

gambar 2.3. Contoh Granit

(5)

Granit sebenarnya berasal dari magma gunung berapi yang membeku sehingga membatu dalam waktu yang lama kemudian mengkristal oleh karena tekanan. Warna batu ini adalah abu-abu gelap, jingga, merah muda, merah, biru, hijau dan hitam, setiap warnanya terdapat variasi mulai dari warna cerah hingga gelap. Seperti batu-batuan alami lainnya, granit tidak dapat dipergunakan sebagai lantai tanpa pemrosesan lebih lanjut, karena kebanyakan batu alam memiliki permukaan yang mengkilat dan kilat itu akan dapat memudar hingga hilang karena terkikis dengan gesekan kaki secara terus menerus, maka granit perlu dibakar dengan suhu yang tinggi terlebih dahulu. Granit secara umum tersusun dari Quartz (35 %), Feldspar (45%) dan Potassium dan berwarna gelap. Granit adalah bahan yang sangat keras dan lebih mudah diproses dari pada marmer.

Granit adalah batu alam yang terkeras, oleh karena kekerasannya menjadi sangat susah untuk dikerjakan dan diproses, sehingga hasil dari potongan granit ini menjadi paling mahal diantara benda lain yang dapat dipergunakan sebagai lantai. Granit memiliki komposisi yang sangat cocok untuk digunakan sebagai bahan bangunan luar gedung seperti monumen karena granit tidak berpengaruh terhadap asam yang terdapat pada jeruk, air hujan serta tidak mudah tergores.

(6)

Har dnes s Miner al Us ed Other

Common I tems Floor ing Mater ial

10 Diamond - -

9 Cor undum S apphir e

Ruby S ome Por celain T ile

8 T opaz Har dened S teel

Emer ald

S ome Por celain T ile

7 Quar tz S teel

S ome Glas s Gr an it e Por celain T ile 6 Or thoclas e S ome Glas s

Felds par Gr an it e

S ome S late

5 Apatite Knife Blade

S ome I r on S ome Mar ble S ome Cer amic

S ome S late

4 Fluor ite Platinum

S ome I r on S ome Mar ble S ome Cer amic

3 Calcite Copper Penny Limes tone

T r aver tine Mos t Mar ble

2 Gyps um Fingernail (2.5) Cer amic

1 T alc S oaps tone

Tabel 2.1 Kekerasan Mineral, sumber : Canadian Truckers

2.2. Gambar

Kata gambar mempunyai makna tiruan gambar (orang, binatang, tumbuhan) yang dibuat dengan coretan pensil dan sebagainya pada kertas dan sebagainya4. Definisi image menurut kamus Webster adalah “an imitation or

4 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta : Balai Pustaka, 1991), p.288.

Ceramic

(7)

representation of a person or thing, drawn, painted, photographed (1)”5. Gambar sering sekali digunakan pada dunia seni, iklan dan kemasan, karena gambar mempunyai daya tarik yang cukup kuat dalam menarik perhatian apabila diolah dengan baik.

Menurut Dendi Sudiana, dalam bukunya yang berjudul Komunikasi Periklanan Cetak6, gambar pada iklan mempunyai banyak sekali fungsinya dalam menarik konsumen, secara umum ia menuturkan menyatakan bahwa gambar dapat :

• Menarik perhatian pembaca.

• Merangsang minat untuk membaca pesan secara keseluruhan.

• Menonjolkan salah satu ke istimewahan produk.

• Menjelaskan suatu pernyataan.

• Memenangkan persaingan dalam menarik perhatian diantara rentetan pesan lainnya dalam satu media yang sama.

• Menciptakan suasana yang khas.

• Mendramatisir pesan.

• Menonjolkan suatu merk / menunjang seboyan yang ditampilkan.

• Mendukung judul iklan.

2.2.1 Gambar Fotografi

Fotografi merupakan alat komunikasi yang sangat kuat. Foto memiliki kemampuan berkomunikasi, menjelaskan, mempengaruhi pendapat, menjual produk serta mendramatisir suasana. Menurut A E. Arnston dalam bukunya Graphic Design Basic7, fotografi dapat dibedakan menjadi berbagai macam tipe berdasarkan kegunaannya, tipe-tipe tersebut adalah :

• Documentation photography

5 Prentice Hall General Reference, Third Collage Edition Webster’s New World Dictionary, (Ohio : Simon & Schuster inc, 1991), p.673.

6 Dendi Sudiana, Komunikasi Periklanan Cetak, (Bandung : Reamaja Karya CV Bandung, 1986), p.37.

7 A. E, Arnston, Graphic Design Basic, (USA : Hold, Reinhart and Winston, Inc, 1988), p.158.

(8)

Foto yang digunakan sebagai dokumentasi instansi pemerintahan, perusahaan ,perpustakaan dan lian-lain. Merupakan sarana penting untuk memberikan gambaran sebenarnya dari sesuatu.

• Art photography

Foto yang dibuat dengan tujuan seni pada benda berobyek, tempat makhluk hidup dan abstrak. Dalam hal ini sering sekali foto yang dihasilkan dimanipulasi dengan teknik-teknik tertentu baik melalui negatif film ataupun dengna bantuan komputer dengan tujuan hasil yang menarik.

Tipe foto ini sering digunakan pada keperluan promosi dan periklanan.

• Product photography

Foto yang dibuat dengan tujuan untuk membantu kelancaran menjual suatu produk seperti makanan, furnitur, pakaian dan benda-benda lain.

Sering digunakan pada produk kemasan, katalog, billboard dan iklan cetak.

• Corporate photography

Foto bagian-bagian perusahaan yang diigunakan sebagai sarana untuk mendapatkan citra positif pada konsumen. Biasanya perusahaan- perusahaan besar dan terkenal membutuhkan foto-foto tentang dirinya yang nantinya digunakan dalam laporan tahunan, presentasi dan berbagai publikasi lainnya agar mendapatkan citra yang baik.

• Editorial photography

Foto yang menjelaskan suatu artikel dan pada umumnya tidak semua foto dari artikel merupakan foto kejadian sesungguhnya, pada artikel tersebut foto ditata sedemikian rupa untuk menjelaskan maksud dari isi artikel tersebut.

• Journalism photography

Tipe foto ini sering sekali ditemukan pada koran dan majalah. Fungsinya adalah untuk mengkomunikasikan suatu kejadian secara visual beserta dengan omsi dibalik foto tersebut.

• Potrait photography

Foto yang dibuat dengan tujuan tertentu seperti foto pernikahan dan foto sekolah. Biasanya dibuat dalam studio ataupun outdoor dengan susunan

(9)

busana yang kontras dengan latar belakang dan disertai dengan pengaturan ekspresi wajah yang sangat jelas.

2.2.2 Gambar Ilustrasi

Gambar ilustrasi merupakan bagian penting pada iklan, karena berfungsi untuk memperjelas dan mempertegas daya tarik visual semua gagasan yang terdapat pada iklan itu sendiri dan pada umumnya konsumen mempunyai berkecenderungan tertarik pada iklan yang memiliki gambar daripada iklan yang hanya menggunakan kata-kata .

Menurut Otto Kleppner8 penyajian ilustrasi dalam perancangan layout pada media cetak dapat dikelompokkan menjadi :

• Illustration of the product alone

Menempatkan produk itu sendiri, tanpa dipadukan dengan unsur visual lainnya.

• Illustrattion of the product in setting

Produk ditempatkan dengan paduan unsur-unsur yang mendukung dengan tujuan agar kualitas atau ciri-ciri spesifikasi produk tersebut semakin menonjol. Latar belakang dsini berperan sebagai pendukung penampilan produk tersebut

• Illustration of the product in use

Ilustrasi yang menampilkan produk dalam proses penggunaannya dengan maksud menonjolkan penggunaan produk ketika digunakan daripada produk lainnya.

• Illustration of a benefit from the use of the product or a loss or disadvantages from not using the product

Ilustrasi yang menggambarkan hasil penggunaan produk tersebut dengan keuntungan yang diperoleh jika menggunakannya dan kerugian jika tidak menggunakan produk tersebut.

• Dramatization of single situation

8 Klepner, Otto, Advertising Procedure, (New Jersey : Prantice Hall Ingelwood, 1950), p.37

(10)

Mendramatisir situasi tunggal, mungkin headline tidak menerangkan ilustrasi tetapi penjelasan ulustrasi dapat diketemukan pada teks yang menyertainya (caption).

• Dramatization of a headline

Ilustrasi yang mendramatisir tema sentral, menonjolkan tema sentral yang termuat dalam headline lewat suatu visualisasi.

• Dramatization of evidence

Penggambaran yang menunjukkan pada pembutkian fakta-fakta melalui tes-tes ataupun ujian-ujian tethadap produk yang telah dilakukan.

• Continuenity strip dramatization of sequence

Penggambaran yang menujukkan urutan atau rangkaian cerita pengalaman seseorang berhubungan dengan penggunaan produk.

• Dramatization of detail

Menggambarkan suatu detail suatu produk dengan melalui pemindahan bentuk dari gambar produk itu dan digambarkan tersendiri dalam gambar insert.

Detail ditunjukkan dengan penggunaan tanda anak panah, lingkaran atau gambar detail produk yang diperbesar seolah-olah terlihat dari kaca pembersar.

• Camparison

Ilustrasi yang menggambarkan suatu perbandingan dimana kemudian akan ditunjukkan keunggulan produk. Perbandingannya harus suatu hal yang dapat diasosiasikan atau diidentikkan dengan produk yang ditawarkan, serta membawa suatu selling point yang menguntungkan produk yang diiklankan.

• Contrast

Menggambarkan perbedan tajam antara dua produk atau pemggambaran suatu obyek yang dihadapklan decara kontras dengan obyek itu pada saat yang berbeda.

• Cartoon

Penggambaran produk dengan gaya kartun secara tunggal.

• Trade character

(11)

Penggambaran melalui seseorang / teks / gambar yang dirancang untuk mewakili suatu produk ataupun produsen. Penggambaran tersebut harus mampu menampilkan ciri-ciri khusus produk atau perusahaan tersebut.

• Charts of diagrams

Penggambaran dengan diagram atau grafik dengan maksud untuk menunjukkan data-data statistik dan kenyataan lain.

• Phantom or ghost diagrams

Penggambaran sistem operasi atau konstruksi dari bagian mekanis suatu produk. Memperlihatkan gambar sedemikian rupa sehingga menjelaskan bagian dalam produk (penggambaran seperti dengan teknik sinar x atau rontgen).

• Simbolism

Penggambaran produk melalui perlambangan atau simbolisasi yang telah mendapatkan arti lain secara lebih mendalam maknanya dari sekedar harafiah.

• Decoration ornament abstract

Penggambaran produk dengan teknik visualisasi dekoratif ornamentik abstrak yang dterapkan pada garis tepi, typografi dan latar belakang.

2.3. Logo

Berasal dari kata logo, type ( Merriam-Webster Dictionary ), merupakan sebuah huruf atau sebuah plat yang dicetakkan yang memiliki makna, yang biasa dipergunakan sebagai nama surat kabar atau lambang (1816). Logo adalah lambang atau simbol yang dibentik dengan elemen grafis yang bisa berwujud abstrak atu realis membentuk figur tertentu (John Murphy & Michael Rowe, How To Design Trademark and Logos, 1988).

Logotype merupakan bentuk ekspresi dan bentuk visual dari konsepsi perusahaan, produk, organisasi maupun institusi. Logotype merupakan lambang visual, yang memiliki bentuk yang berasal dari filosofi organisasi yang bersangkutan. Selain itu logotype biasanya menggunakan elemen bentuk yang memiliki filosofi khusus, misalnya lingkaran sebagai simbol persatuan, daun sebagai simbol pemerintahan,dan lain sebagainya. Dalam perkembangannya,

(12)

Logo mengalami deformasi bentuk mulai dari bentuk-bentuk logo yang rumit hingga menjadi sebuah bentuk yang sederhana dan mudah diingat. Pelbagai pilihan elemen-pun ikut bertambah, mulai dari penggunaan inisial, nama perusahaan, monogram maupun pictogram. Seiring dengan perkembangan dunia periklanan, peran logo menjadi amat penting terutama dalam pembuatan strategi branding sebuah produk. Fungsi identitas merupakan ukuran sebuah logotype, dengan hanya melihat logo seseorang akan ingat, tertarik, lalu membeli. Dari fungsi ini, logo kemudian menjadi ukuran sebuah citra, baik citra sebuah produk, perusahaan maupun organisasi.

2.3.1 Klasifikasi Logo

Pada masa awal perkembangannya, pembagian jenis logo tidaklah serumit sekarang. Mula-mula logo hanya berupa bentuk yang tak terucapkan seperti gambar, yang dibuat oleh perajin untuk lambang kerajaan. Seiring dengan berkembangnya jaman, logo tidak hanya digunakan untuk kepentingan kerajaan saja, melainkan untuk memberi tanda pada barang-barang yang dijual di pasar. Pembagian jenis logo secara sederhana terbagi atas dua bagian yaitu Word Marks atau Brand Name yaitu logo yang tersusun dari bentuk terucapkan, serta Device Marks atau Brand Mark yang tersusun dari bentuk tak terucapkan.

Bisa pula logo terdiri atas keduanya, yang merupakan kombinasi dari brand Name dan brand mark.

Sebagai contoh untuk brand name adalah logo Sony yang hanya tersusun dari kata sony, dan Shell logo untuk brand mark yang tersusun dari gambar kerang. Sedangkan paduan keduanya adalah seperti logo rokok Djarum, yang terdiri dari tulisan Djarum dan gambar jarum.

gambar 2.2. Logo Standar

(13)

Kemudian dengan semakin bertambahnya jumlah produk di pasar, serta semakin kompleknya karakteristik pasar muncul berbagai jenis logo, yang pada dasarnya merupakan paduan dari dua jenis logo diatas. Berikut kami sajikan beberapa jenis logo, yang penggolongannya berdasarkan pendapat John Murphy dan Michael Rowe * :

• Name Only Logo

Logo yang diambil dari sebuah nama, dengan menggunakan gaya grafis khusus. Logo jenis ini memberi ketegasan dan pesan langsung kepada konsumen. Contoh logo jenis ini seperti pada produk sandang karya perancang ternama Yves Saint Laurent, produk elektronik Sony, Toshiba, Panasonic, produk kamera Nikon, Leica, Yashica, peralatan fotokopi Xerox, dan lain-lain.

• Pictorial Names Logo

Pictorial Names Logo Adalah logo yang menggunakan nama produk atau organisasi sebagai komponen penting dari gaya logo, yang secara keseluruhan logo ini memiliki gaya yang sangat khusus. Perusahaan yang

gambar 2.6. Pictorial Names Logo gambar 2.5. Name Only Logo

(14)

menggunakan logo jenis ini, biasanya adalah perusahaan yang sudah terkenal, seperti Coca Cola, Kodak, McDonald, Rolls Royce dan lain sebagainya. Karena kuatnya image perusahaan/produk yang memakai logo ini, maka bila terjadi peniruan logo tersebut oleh produk atau perusahaan lain maka citra yang dihasilkannya tetap mengarah pada produk atau perusahaan yang ditiru.

• Name / Symbol Logo

Logo yang terdiri dari nama perusahaan atau produk dengan gaya tipografis yang berkarakter kuat, tersusun atas bentuk-bentuk grafis seperti oval, lingkaran atau kotak. Sebagai contoh adalah logo Ford, Du Pont, Hertz dan banyak lagi. Kelebihan jenis logo ini adalah pada bentuknya yang ringkas dan fleksibel karena jenis logo seperti ini mampu berdiri sendiri.

• Abstract Logo

gambar 2.7. Name / Symbol Logo

gambar 2.7. Abstract Logo

(15)

Logo jenis ini adalah logo yang dapat menimbulkan beraneka kesan, yang dipengaruhi oleh daya pemahaman konsumen. Ini terjadi karena bentuk visual logo ini sangat abstrak. Diantaranya mengambil suatu bentuk struktural yang dikreasikan dengan efek optis yang bervariasi.

Sebagai contoh adalah logo Citroen. Logo jenis ini sangat disukai di Amerika, karena logo jenis ini mampu dibuat dengan bermacam variasi dan sangat orisinil sehingga terjadinya kemiripan sebuah logo dengan logo yang lainnya akibat dari banyaknya produk dan perusahaan yang tumbuh di Amerika bisa dihindari. Bentuk logo abstrak yang ada di Indonesia adalah seperti logo Bakrie Brothers. Abstract logo pertama kali digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar Jepang, yang kemudian perusahaan-perusahaan tersebut mengalami kesuksesan di negara barat, sehingga menjadi ide baru bagi perkembangan logo di dunia barat. Logo jenis ini sekarang menjadi standar disain logo kontemporer. Kelemahan dari jenis logo ini adalah bentuknya yang abstrak, sehingga sukar dipahami oleh konsumen serta tidak memiliki pengertian yang benar-benar tepat seperti apa yang diinginkan.

• Allusive Logo

Logo yang bersifat kiasan, seperti logo Mercedes Benz yang terdiri dari bentuk bintang segitiga yang merupakan representasi dari sistem kemudi mobil, bentuk A pada perusahaan penerbangan Alitalia yang dideformasikan dari bentuk ekor pesawat yang berfungsi sebagai penyeimbang. Logo jenis ini memiliki hubungan yang tidak langsung antara nama dengan logonya sehingga logo jenis ini sulit untuk dipahami,

gambar 2.9. Allusive Logo

(16)

dan memerlukan waktu lebih agar seseorang bisa memahami apa maksud dari logo yang bersangkutan.

• Associative Logo

Logo yang berdiri bebas yang biasanya tidak memuat nama produk atau perusahaan, tetapi memiliki asosiasi langsung dengan nama, produk atau wilayah aktifitasnya. Sebagai contoh logo perusahaan pembuat pesawat terbang Aerospatiale, logonya terdiri dari kalimat Aerospatiale yang membentuk bola planet yang dengan jelas memperlihatkan jangkauan aktifitasnya yakni penerbangan, logo perusahaan minyak Shell yang menunjukkan gambar kerang sebagai asosiasi dari fosil penghasil minyak, kemudian logo 20th Century Fox, yang menggambarkan gemerlap dan megahnya dunia perfilman dan masih banyak lagi. Jenis logo seperti ini mempunyai daya tarik kuat dan mudah untuk dipahami.

• Initial Letter Logo

gambar 2.10. Associative Logo

gambar 2.11. Initial Letter Logo

(17)

Logo yang menggunakan huruf awal (inisial) dari nama produk atau perusahaan dan menjadikannya sebagai elemen utama dari logo tersebut.

Logo jenis ini terkadang menunjukkan gabungan nama pemilik perusahaan seperti logo produsen hardware komputer Hewlett-Packard. Selain contoh diatas banyak contoh lain seperti logo Bank BCA, IBM, RCTI, dan lainnya.

2.3.2 Syarat-syarat Logo yang Baik

Logo dibuat dan diperhadapkan pada konsumen dan calon konsumen, oleh karena itu dalam membuat logo ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar logo itu dapat diterima oleh masyarkat, menurut David E Carter sebagai wakil dari Barat, logo yang baik harus memiliki syarat sebagai berikut :

• Original

Memiliki kekhasan yang unik dan tersendiri.

• Simple

Sederhana, mudah ditangkan dan dimengerti dalam waktu yang singkat.

• Easily memorable

Cukup mudah diingat karena keunikan dan kekhasan bahkan dalam waktu yang singkat.

• Easily assoiciated with the company

Mudah diasosiasikan dengan jenis usaha dan citra perusahaan.

• Easily apllied in all media

Mudah diaplikasikan pada berbagai media pendukung logo itu ditampilkan.

Selain terdapat syarat-syarat logo yang baik David E Carter juga merumuskan beberapa hal yang harus dihindari dalam membuat suatu logo, antara lain :

• Garis terlalu tipis.

• Tergantung pada warna untuk berhasil.

• Menggunakan insial yang mendekati abstrak pada huruf pertama.

• Tidak sesuai dengan jenis usahanya.

(18)

• Proposdi yang salah.

• Terlalu ramai.

• Bentuk huruf yang tidak sesuai dengan syarat.

• Kurang imajinasi.

• Logo dibuat secara asal-asalan.

Evelyn Lip sebagai wakil dari Timur mempunyai pendapat yang dapat pula dipertimbangkan dalam pembuatan logo, pendapat itu adalah :

• Sesuai dengan kebudayaan.

Simbol yang diadopsi dalam logo harus relevan dengan kebudayaan dan latar belakang sejarah perusahaan.

• Menyandang citra yang diinginkan.

Penyesuaian citra usaha dengan logo ini menguntungkan dalam menarik konsumen yang dituju dan lebih bersifat menjual serta komunikatif.

• Menjadi alat komunikasi.

Maksud logo harus jelas, sehingga pesan dapat disampaikan dengan mudah kepada konsumen.

• Seimbang apabila diaplikasikan kedalam warna hitam-putih.

• Menggambarkan suatu irama atau proporsi.

• Artistik, elegan, sederhana tapi punya point of interest.

Logo yang artistik, elegan dan sederhana lebih banyak disukai oleh konsumen sehingga potensi teringatnya logo pada konsumen menjadi lebih besar.

• Harmonis, kombinasi huruf dan tulisan uang tepat sehingga logis dan jelas.

• Menguntungkan secara feng shui, seimbang unsur yin-yang.

2.4 Iklan

Iklan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai arti (1) berita pesanan (untuk mendorong, membujuk) kepada khalayak ramai tentang benda dan jasa yang ditawarkan; (2) pemberitahuan kepada khalayak ramai mengenai barang atau jasa yang dijual dalam media massa seperti surat kabar dan majalah9.

9 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta : Balai Pustaka, 1994), p.332.

(19)

Sedangkan secara umum iklan mempunyai makna kegiatan menyampaikan berita atas pesanan atau sponsor dari pihak yang ingin produknya disukai, dipilih dan dibeli, dalam prakteknya ini iklan tidak situjukan kepada semua orang tapi hanya pada beberapa kelompok orang yang dituju dan dianggap memenuhi syarat. Jadi iklan menunjuk pada benda atau wujud dari suatu pesan komersial dan kegiatan iklan itu sebenarnya identik dengan bagaimana mengkomunikasikan suatu pesan kepada orang lain.

Komunikasi sendiri mempunyai arti segala kegiatan atau usaha menyampaikan pesan baik secara verbal maupun visual. Komunikasi dalam prakteknya terdapat dua macam yaitu komunikasi satu arah yang berarti komunikasi yang tidak memungkinkan terjadinya interaksi secara langsung antara pendengar dan pemberi informasi (koran, iklan, ceramah, rambu lalu lintas dan lain-lain), dan komunikasi dua arah yang mempunyai pengertian komunikasi interaktif karena memungkinkan terjadinya interaksi antara pemberi pesan dan penerima pesan secara langsung (pembicaraan antara 2 orang atau lebih, acara televisi interaktif, kegiatan belajar mengajar dan lain-lain).

Iklan dijadikan sebagai cara bagi para prosuden barang dan jasa untuk mengkomunikasikan sebuah pesan dan informasi tentang barang dan jasa yang bersangkutan, tanpa iklan produk dan jasa yang hendak ditawarkan pada sasaran akan sulit sekali sampai dengan baik dan berkecenderungan lambat. Agar iklan itu dapat efektif menjangkau konsumen maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatannya, seperti :

• Communicator

Berkaitan dengan figur yang digunakan untuk mengkomunikasikan produk.

Figur tidak selalu orang tapi bisa digantikan dengan tokoh kartun ataupun binatang.

• Execution

Berkaitan dengan tampilan iklan tesebut secara keseluruhan yang akan direposn langsung oleh konsumen. Bila iklan tersebut bagus dan menarik maka respon yang didapatkan adalah respon yang positif.

(20)

• Brand

Berkaitan dengan produk atau merk itu sendiri, diharapkan ketika melihat sebuah iklan, konsumen memiliki pandangan dan pemikiran positif mengenai produk yang diiklankan.

Iklan sebagai sarana berpromosi mempunyai tujuan akhir menciptakan brand image dan brand loyalty termasuk brand equity yang baik. Iklan yang merupakan karya kreatif dan mengusung sejumlah teori psikologis jika sukses maka produk tersebut akan tertanam pada benak konsumen.

2.4.1 Jenis Iklan 2.4.1.1 Iklan Surat Kabar

Surat Kabar merupakan media komunikasi yang dicetak untuk kalangan masyarakat umum dan berita yang disajikan seputar kejadian sehari-hari baik dalam maupun luar negri. Koran ini benar-benar untuk masyarakat umum selain beritanya yang umum juga harganya yang sangat terjankau.

Kelemahan-kelemahan mengiklankan di surat kabar itu adalah :

• Umur baca yang sangat pendek (cepat basi) yaitu 1 hari.

• Clutter, isi yang dipaksakan di halaman surat kabar yang tidak memiliki manajemen tata letak yang baik, akan membuat orang malas memperhatikan atau membacanya.

• Kesulitan dalam memperagakan suatu produk.

Kelebihan mengiklankan di surat kabar adalah:

• Market covarege yang luas.

• Catalog value, surat kabar sering sekali dijadikan konsumen sebagai catalog dalam membeli suatu produk.

• Flexible, pengiklanan yang mudah dan waktu pemrosesan yang relatif cepat.

• Positive consumer attitudes, memuat hal-hal aktual sehingga konsumen percaya pada apapun yang terdapat pada surat kabar, termasuk iklan.

2.4.1.2 Iklan Majalah

(21)

Majalah adalah media komunikasi yang lebih segmented dan dihadirkan dengan ukuran yang lebih kecil daripada koran, biasanya berbentuk seperti buku.

Majalah ini sering kali dihadirkan dengan isi yang terfokus pada topik suatu masalah tertentu saja, misalnya majalah khusus handphone, bisnis, berita selebriti dan lain-lain, majalah banyak sekali diminati oleh masyarakat karena kualitas cetakannya yang bagus dan dapat memilih berita sesuai dengan kebutuhan.

Kelemahan dari pengiklanan melalui media majalah adalah:

• Limitted Flexibility, karena antrian jadwal tayang pada majalah yang terkenal sangat panjang dan tidak dapat diubah-ubah.

• Biaya tayang yang cukup tinggi.

• Distribusi yang cenderung lambat, tidak selalu ready stock dan jaringan distribusi yang kadang kurang tepat.

Kelebihan dari pengiklanan melalui media majalah adalah :

• Pasar yang sudah tersegmentasi.

• Memungkinkan pemuatan informasi yang banyak.

• Penerimaan produk yang diiklankan melalui majalah yang tinggi.

• Long life span, usia edar dan pembacaan yang panjang.

• Kualitas cetakan yang tinggi

• Sangatlah efektif untuk promosi penjualan produk.

2.4.1.3 Iklan Radio

Kelemahan dari mengiklanan pada media radio adalah :

• Track of picture, pengiklan tidak dapat mendemonstrasikan produknya.

• Menyiarkan iklan hanya sekilas.

• Pengiklan mengalami tumpang tindih dalam jangkauan pasar.

• Hanya memenuhi area lokal.

Keunggulan dari mengiklankan pada media radio adalah :

• Segmentasi konsumen jelas.

• Merupakan media intrusive yang dapat memaksa orang mendengarkan iklan.

• Biaya produksi rendah.

(22)

• Dapat mendukung kampanye periklanan melalui media lain.

• Merupakan media yang fleksibel.

• Bukan media musiman.

• Merupakan media yang murah.

• Tarif iklan didasarkan pada rating konsumen, daya beli konsumen dan berdasarkan skala pasar.

• Karena biaya murah, pengiklan dapat beriklan berulang kali.

• Imajinatif, membuat pendengar untuk berpersepsi atau membayangkan pesan yang disampaiakan.

• Mudah dibawa atau didengarkan dimana saja.

• Mampu menghanyutkan pendengar.

2.4.1.4 Iklan Televisi

Kelemahan menginklanlan melalui media televisi adalah :

• Biaya produksi dan penayangan yang sangat besar.

• Khalayak tidak efektif.

• Kesulitan dalam hal teknis, penjadwalan yang sulit dan tidak dapat diubah- ubah.

Kelebihan dari mengiklankan melalui media televisi adalah :

• Efisiensi biaya karena mampu menjangkan khalayak sasaran yang sangat luas.

• Berdampak yang kuat pada konsumen karena keunggulan media yang mampu menghadirkan bentuk suara dan gambar.

• Berpengaruh kuat pada masyarakat.

2.4.1.5 Iklan Outdoor

Kelemahan pengiklanan melalui media billboard adalah :

• Hanya efektif bagi para orang yang duduk di depan pada kendaraan bermotor.

• Waktu pembacaan efektif yang sangat singkat yaitu 3 detik.

• Tidak dapat menghadirkan informasi secara lengkap.

Keuntungan-keuntungan yang ditawarkan dari pengiklanan melalui media billboard adalah:

(23)

• Ukuran yang besar sehingga dapat dilihat dari jarak jauh dan mengundang perhatian.

• Tampilan yang manarik.

• Penempatan yang strategis sangatlah menguntungkan.

• Pemasangan iklan selama 24 jam.

• Dapat menjangkau secara cepat sesuai dengan segmen daerah yang dituju.

2.4.2 Fungsi Iklan

Iklan yang sehari-hari berada dalam kehidupan manusia memiliki fungsi- fungsi yang spesifik10, fungsi-fungsi iklan adalah :

1. Fungsi Pemasaran

• Identifikasi produk serta menjelaskan perbedaan dengan produk yang lain.

• Mengkomunikasikan produk.

• Menganjurkan (memberitahukan) produk baru secara bertahap dan akhirnya tetap bagi para konsumen.

• Membangun suatu kesetiaan terhadap produk sehingga konsumen tidak berpindah ke produk lainnya.

2. Fungsi Komunikasi

• Memberikan penerangan dan informasi tentang suatu barang, jasa dan gagasan yang lebih diketahui suatu pihak dan dijual ke pihak lain agar ikut mengetahuinnya.

• Memberikan pesan pendidikan.

• Menciptakan pesan yang menghibur.

• Mempengaruhi khalayak agar selalu membeli produk yang sama dalam jangka waktu yang lama.

3. Fungsi Pendidikan

• Fungsi pendidikan merupakan fungsi komunikasi dari iklan yang lebih banyak mengutamakan unsur tindakan positif.

4. Fungsi Ekonomi

10 Yan, Diktat Komunikasi Periklanan, (Surabaya : UK Petra , 2003)

(24)

• Berisikan informasi mengenai barang dan jasa sehingga diharapkan dapat mendatangkan keuntungan finansial, informasi yang diberikan biasanya berupa informasi tentang harga, keunggulan dan cara memperolehnya.

5. Fungsi Sosial

• Fungsi ini berfungi sebagai motor dalam menggerakkan massa untuk memberitahukan bantuan pada masyarakat yang lain.

2.4.3 Kekuatan Iklan

Iklan yang beredar dan telah berkembang dengan pesat akhir-akhir ini sebenarnya merupakan perpaduan dari seni dan ilmu. Seni menyumbang keindahan unsur grafis (gambar, layout, pewarnaan), suara atau lagu dan permainan kata-kata dalam iklan sedangkan ilmu menyumbang pengenalan tentang keadaan psikologis manusia dan bagaimana cara memberikan suatu pesan agar dapat dicerna sesuai dengan yang diinginkan. Dari gabungan dua ilmu inilah, seperti penggunaan psikologis warna bagi manusia, kata-kata yang mampu memaksa kita berpikir secara sadar maupun tidak serta mampu memaksa kita membaca keseluruhan pesan dari iklan tanpa merasakan adanya unsur paksaan (penataan layout), yang mampu mempengaruhi seseorang dalam mengiyakan apa yang telah disampaikan.

Gabungan dari seni dan ilmu yang disebut iklan inilah yang menyimpan kekuatan untuk mempengaruhi manusia dalam berpikir, menentukan pilihan, memandang sesuatu, memilih atau mengkonsumsi suatu merk dari sekian banyak merk lain sejenis dan mampu mengelompokkan manusia pada golongan kelompok tertentu.

2.4.4 Strategi Kreatif Iklan

Seorang pengiklan biasanya akan berpikir bahwa strategi kreatif merupakan orientasi pemasaran yang diberikan kepada orang-orang kreatif sebagai pedoman dalam membuat suatu iklan. Sedangkan bagi orang-orang kreatif, strategi kreatif sering dianggap sebagai hasil terjemahan dari berbagai informasi mengenai produk, pasar, dan konsumen sasaran , ke dalam suatu posisi tertentu di dalam komunikasi yang kemudian dapat dipakai untuk merumuskan

(25)

tujuan iklan. Ditinjau dari segi apapun strategi kreatif tidak akan terlepas dari strategi pemasaran secara keseluruhan.

Pengerjaan kreatif dilakukan setelah strategi kreatif ditetapkan. Pengerjaan ini mencakup pelaksanaan dan pengembangan konsep atau ide yang dapat mengemukakan strategi dasar dalam bentuk komunikasi yang efektif. Termasuk pembuatan judul atau kepala tulisan (headline), perwajahan, dan naskah, baik dalam bentuk kopi untuk iklan-iklan media cetak, tulisan untuk iklan-iklan radio, maupun storyboards untuk iklan-iklan televisi.

Menurut Gilson dan Berkman11, proses perumusan suatu strategi kreatif terdiri atas tiga tahapan :

1. Mengumpulkan dan mempersiapkan informasi pemasaran yang tepat agar orang-orang kreatif dapat dengan segera menemukan strategi kreatif mereka. Biasnya informasi yang akan sangat bermanfaat adalah informasi yang menyangkut rencana pemasaran dan komunikasi, hasil penelitian tentang konsumen sasaran, data-data tentang produk, persaingan di pasar, serta rencana dasar tentang strategi media, yaitu menyangkut kapan dan dalam media apa saja iklan tersebut akan dimunculkan.

Informasi ini sebaiknya tidak berasal dari hanya satu sumber saja, karena sumber informasi yang beragam memungkinkan perolehan perspektif atau wawasan yang lebih luas. Atau kata Leo Burnett, juga seorang pakar periklanan kaliber internasional dari Amerika Serikat, keingintahuan tentang aspek kehidupan manusia masih merupakan kunci sukses bagi orang-orang kreatif. Hanya, mungkin perlu diperjatikan mana sumber yang layak dipercaya atau tidak.

2. Selanjutnya orang-orang kraetif harus “membenamkan” diri mereka ke dalam informasi-informasi tersebut untuk menetapkan, suatu posisi atau platform dalam penjualan serta menentukan tujuan iklan yang akan dihasilkan. Kedua hal ini akan dapat memberikan gambaran yang jelas kepada orang-orang kreatif mengenai cara yang paling efektif, berikut berbagai kendalanya, untuk mengkomunikasikan posisi tersebut dengan suatu pesan iklan yang dapat ditangkap secara efektif oleh konsumen dan

11 Kasali, Rhenald, Majaemen Periklanan, (Jakarta : PT. Pustaka Utama Grafiti, 1993), p.81.

(26)

kemudian ditanggapi. Pada tahap inilah ide-ide, yang merupakan jantung dari seluruh proses perumusan strategi kreatif, dicetuskan dan dikembangkan. Biasanya untuk memperoleh hasil kerja yang optimal, dilibatkan pula suatu diskusi yang sanagt hati-hati di antara otrang-oarng kreatif.

3. Dalam sebuah biro iklan, langkah terakhir yang dilakukan adalah melakukan presentasi di hadapan pengiklan atau klien untuk memperoleh persetujuan sebelum rancangan iklan yang telah dibuat diproduksi dan dipublikasikan melalui media-media yang telah ditetapkan.

2.4.5 Aspek Penting Iklan

Menurut Frank Jefkins, membuat iklan sama dengan mendesain sesuatu oleh karena itu ada beberapa hal prinsip dasar desain yang harus diterapkan, prinsip-prinsip itu adalah: hukum kesatuan, hukum keberagaman, hukum keseimbangan, hukum ritme, hukum keserasian, hukum keproposinalan, hukum skala dan hukum penekanan.

• Hukum Kesatuan (Law of Unity)

Semua bagian dari suatu layout harus menyatu guna membentuk keseluruhan layout. Kesatuan bagian layout dapat dikacaukan o1eh Suatu batasan yang mengganggu, terlalu banyak jenis huruf yang berbeda dan berlawanan, warna yang didistribusikan dengan sembarangan, unsur-unsur yang kurang proporsional, atau layout yang ‘semarak’ dengan bagian-bagian yang membingungkan.

• Hukum Keberagaman

Dalam suatu layout harus ada suatu perubahan dan pengkontrasan seperti menggunakan jenis huruf tebal (bold) dan medium, atau juga memanfaatkan ruang kosong dalam keseluruhan layout. Iklan, selayaknya tidak menirnbulkan kesan monoton, serta kesan keabu-abuan dari huruf yang tercetak harus diimbangi dengan sub-judul. Keberagaman juga dapat dihasilkan dengan pemanfaatan gambar-gambar.

(27)

• Hukum Keseimbangan

Adalah mendasar sekali bahwa suatu iklan harus nienampilkan kcseimbangan.

Keseimbangan optis adalah sepertiga bagian bawah suatu ruang iklan, bukan setengahnya, suatu gambar atau headline (judul) mungkin memakan ternpat sepertiga, dan teks iklan dua pertiganya, sehingga memenuhi syarat keseinihangan optis. Keseimbangin simetris dicapai dengan pembagian, sehingga suatu rancangan (design) dapat dibagi menjadi dua bagian yang sama, seperempat bagian, dan seterusnya, tetapi kehati-hatian mesti tetap diterapkan untuk tidak membagi suatu iklan menjadi dua bagian sehingga mengesankan mirip iklan yang terpisah.

• Hukum Ritme (Irama)

Meski iklan cetak bersifat statis, namun masih memungkinkan untuk menimbulkan kesan gerakan sehingga mata pembaca dapat dibawa dan diarahkan ke seluruh bagian iklan. Satu perangkat sederhana adalah memasukkan teks pada setiap awal paragraf (seperti dalam buku atau laporan suratkabar), sehingga mata pembaca diarahkan dari paragraf yang satu ke paragraf berikutnya. Namun demikian, aliran secara keseluruhan terhadap desain harus menyiratkan irama yang nyaman.

• Hukum Harmoni (Law of harmony)

Dalam rancangan atau layout iklan selayaknya tidak ada kekontrasan yang menyolok, membosankan, serta menyentak kecuali hal itu merupakan hal yang sengaia dilakukan seperti dalam iklan heberapa jenis toko tertentu atau iklan yang mengharapkan respon secara langsung yang biasanya menggunakan taktik yang mengejutkan dan bombastis. Biasanya seluruh unsur iklan harus harmonis serta membantu menciptakan kesatuan dari iklan itu sendiri.

• Hukum Proporsi (Law of Proportion)

Hal ini khususnya berkenaan dengan jenis ukuran huruf yang digunakan untuk, lebarnya naskah atau copy iklan, makin lebar suatu naskah (atau ukuran) makin besar ukuran huruf yang harus digunakan, dan demikian pula sehaliknya. Suatu iklan yang memiliki ruang yang sempit (kecil) memerlukan jenis teks yang kecil pula, tetapi suatu iklan yang lebar (besar) memerlukan

(28)

jenis huruf teks yang lebih besar, kecuali jenis teks naskah itu diatur dalarn kolom-kolom.

• Hukum Skala (Law of Scale)

jarak penglihatan (visibility) tergantung pada skala nada serta warna, beberapa tampak kurang menyolok, sementara yang lain tampak terlalu menyolok.

Warna-warna pucat pastel, merupakan warna yang kurang menyolok, sedangkan warna menyolok ditampakkan oleh warna primer. Warna hitam lehih nampak oleh mata daripada warna abu-abu, dan warna merah adalah warna yang paling dominan. Warna hitam dengan kombinasi warna kuning atau oranye akan nampak sangat menyolok sedang warna putih dengan kuning sangat kurang menyolok. Hukum skala dapat digunakan dengan desain tipografis ketika headline serta subheadline (subjudul) dibuat kontras dengan area warna abu-abu dari huruf teks, Apabila warna dipertimbangkan, prinsip ini dapat cliterapkan ketika warna putih digunakan dalarn iklan cetak, iklan TV, poster, dan kemasan.

• Hukum Penekanan (Law of emphasis)

Aturannya di sini adalah bila semua ditonjolkan maka yang terjadi adalab tidak ada hal yang ditonjolkan (all emphasis is no emphasis) seperti yang terjadi hila terlalu banyak jenis huruf tebal yang digunakan, atau terlalu banyak huruf kapital yang digunakan. Suatu kalimat yang ditulis dalam kombinasi huruf hesar dan kecil lehih mudah dibaca daripada suatu kalimat yang sernuanya ditulis dengan hurut besar. Namun demikian, penekanan merupakan hal yang penting, dan hal ini berkaitan erat dengan hukurn lainnya terutama hukurn keberagaman dan skala. Sebuah iklan dapat dibuat sehingga tampak menarik, jika ada penekanan seperti jenis huruf tebal atau misainya kata-kata tertentu diberi penekanan dengan menggunakan warna lain.

Ruang atau bidang yang dibiarkan kosong (white space) kecerahan juga dapat menjadi cara yang efektif untuk menghasilkan penekanan. Setiap inci ruang tidak harus diisi dengan kata-kata, hanya karena ruang tersebut telah dibayar.

Bentuk lain suatu kekontrasan adalah dengan menggunakan metode putih di atas hitam, suatu metode yang sering digunakan dengan logotype dan plat nama (name-plates). Metode putih di atas hitam ini harus dilakukan dalam

(29)

proporsi yang cukup dan tidak herlebihan. Penggunaan yang berlebihan, cenderung mengurangi tingkat keterbacaan. Suatu kesalahan yang sangat fatal adalah dengan menggunakan sejumlah teks yang dicetak dalam, warna putih diatas latar belakang warna hitam atau berwarna

2.5 Konsumen

Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia, konsumen memiliki arti pemakai barang-barang hasil produksi (1), penerima pesanan iklan (2) dan pemakai jasa (3)12.

2.5.1 Tipe Konsumen

Secara umum menurut Johnstone13, psikolog Inggris, klasifikasi usia dan gender konsumen dapat dibagi menjadi 4 tipe yaitu :

• Pria Dewasa

Ciri-ciri tipe pria dewasa seabgai konsumen adalah : 1. Mudah terpengaruh oleh bujukan penjual.

2. Sering tertipu karena tidak sabaran untuk memilih terlebih dahulu sebelum membeli sesuatu.

3. Punya perasaan kurang enak jika memasuki toko tanpa membeli.

4. Kurang begitu berminat untuk berbelanja sehingga sering terburu-buru mengambil keputusan untuk membeli.

5. Mudah dipengaruhi oleh nasihat yang baik, argumentasi yang obyektif.

• Wanita Dewasa

1. Tidak mudah terbawa arus atau bujukan penjual.

2. Lebih tertarik pada warna dan bentuk, bukan pad akegunaannya, karena wanita lebih berperasaan daripada pria.

3. Lebih banyak tertarik pada gelaja mode.

4. mementingkan status sosial

12 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta : Balai Pustaka, 1994), p.522.

13 Dr. A.A. Anwar Prabu Mangkunegara, Perilaku Konsumen Edisi Revisi, (Bandung : PT Refika Aditama, 2002), p.57.

(30)

5. Menyenangi hal-hal yang romantis daripada obyektif, dapat diperhatikan pada bunyi reklame yang biasanya berkisar antara kesejahteraan anak, kebahagiaan rumah tangga, kesehatan suami dan lain-lain.

6. Mudah meminta pandangan, pendapat ataupun nasihat dari orang lain.

7. Kurang begitu tertarik pada hal-hal teknis dari barang yang dibelinya.

8. Senang berbelaja sehingga sering sekali sukar untuk cepat menentukan barang mana yang akan dibelinya.

9. Cepat merasakan suasana toko.

• Remaja (laki-laki dan perempuan)

1. Sangat mudah terpengaruh oleh rayuan penjual dan iklan.

2. Mudah terpikat oleh kemasan.

3. Tidak berpikir hemat.

4. Kurang realistis.

5. Suka pada hal-hal yang romantis

• Orang Tua (pria dan wanita)

1. Pola berpikir yang sesuai dengan pengalaman hidupnya, sering menampilkan seolah-olah mereka adalah yang terpandai.

2. Tidak dapat mengikuti perputaran zaman sehingga nampak kolot.

3. Tidak terburu-buru dalam memutuskan untuk membeli barang, lebih senang berbincang-bincang terlebih dahulu dengan penjualnya sebelum membeli.

4. Bersikap tenang dan ramah, terutama kaum wanitanya yang cenderung untuk menunjukkan rasa keibuannya pada siapupun juga.

2.5.2 Minat dan Menarik

Minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah dan keinginan14.

14 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta : Balai Pustaka, 1991), p.583.

(31)

Menarik mempunyai pengertian Menyenangkan (menggirangkan, menyukakan hati oleh karena indahnya, cantiknya dan bagusnya) (1) dan mempengaruhi dan membangkitkan hasrat untuk memperhatikan (2)15.

Minat konsumen dipengaruhi oleh persepsi konsumen terhadap suatu produk.

Media iklan dan kemasan memberikan suatu informasi suatu produk dan jasa yang pada akhirnya akan menjadi stimulus untuk membentuk suatu persepsi tersendiri.

Setiap produsen pasti mengharapkan persepsi yang diterima oleh konsumen melalui iklan merupakan persepsi yang positif sehingga barang dan jasa yang ditawarkan dapat lebih mudah tertanam dalam pikiran konsumen tersebut.

2.5.3 Proses Penerimaan Informasi Konsumen

Proses penerimaan informasi dapat dirinci menjadi 5 tahapan dasar pada model pemrosesan informasi yang dikembangkan oleh Willian Mcguire. Tahap- tahap ini dapat didefinisikan :

• Pemaparan (exposure) : Pencapaian kedekatan terhadap suatu stimulus sedemikian rupa sehingga muncul peluang diaktifkannya satu atau lebih dari kelima indera manusia.

• Perhatian : Alokasi pemrosesan untuk stimulus yang masuk

• Pemahaman : Tafsiran atas stimulus.

• Penerimaan : Tingkat sejauh mana stimulus mempengaruhi pengetahuan dan sikap orang yang bersangkutan.

• Retensi : Pemindahan tafsiran stimulus kedalam ingantan jangkat panjang.

Tahap awal penerimaan informasi adalah sensasi, sensasi diterima dengan adanya sense yang diterima oleh pengindraan. Jika alat indra mengubah informasi yang diterima menjadi impuls syaraf yang daapt dibaca otak, maka terjadilah sensasi. Sensasi bagian dari persepsi, persepsi terjadi karena adanya snsasi yang diterima alat indra, meskipun demikian untuk menginterpretasikan suatu informasi tidak hanya melibatkan sensasi tetapi atensi, motivasi, akspetasi dan memori16.

15 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta : Balai Pustaka, 1994), p.1011.

(32)

Bagan 2.2. Proses Informasi

Sumber : Engel, Perilaku Konsumen (JakBar : Binapustaka Aksara,1995),p.5.

2.5.4 Persepsi Konsumen

Menurut Iwan Wirya persepsi adalah proses manusia mengadakan kontak dengan lingkungannya dan bagaimana manusia beraksi pada bentuk dan visual suatu obyek tertentu17, secara umum menurut Bilson Simanora persepsi memiliki arti suatu proses dimana seseorang menyeleksi, mengorganisasikan dan

16 Rackmat, Jalaludin, Psikologi Komunikasi, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2001), p.5.

Stimulus didominasi pemasaran

Pemaparan

Perhatian

Pemahaman

Penerimaan

Retensi

Ingatan

Ingatan

(33)

menginterpretasikan stimuli kedalam suatu gambaran dunia yang berarti dan menyeluruh18.

Setiap hari manusia dihadapkan degan ribuan stimuli yang dapat dibedakan menjadi 2 jenis. Jenis pertama adalah stimuli fisik yang datang dari lingkungan sekitar. Jenis kedua adalah stimuli psikis (berasal dari dalam individu) dalam bentuk harapan, motivatsi, pembelajaran yang berdasarkan pengalaman sebelumnya. Gambaran dari 2 jenis persepsi ini dapat menghasilkan gambaran yang bersifat probadi, hal ini terjadi karena manusia adalah makhluk yang unik, dengan pengalaman, keinginan, kebutuhan, hasrat dan pengharapan yang unik, sehingga persepsi yang ditimbulkan juga unik19

Persepsi sering sekali berbicara lebih kuat daripada fakta yang ada dan persepsi suatu kelompok dapat berbeda dengan kelompok yang lain, hal ini disebabkan kecenderungan melibatkan sebagain besar informasi tersebut kedalam pengertian pribadinya sendiri-sndiri serta karena adanya perbedaan perceptual perception, perceptual organization dan perceptual interpretation tiap individu.

Biasanya informasi yang diterima adalah informasi yang mendukung sikap dan kepercayaan mereka. Kecenderungan ini masih dipengaruhi juga oleh status sosial, usia, pendidikan, kekontrasan stimuli diantara stimuli yang lainnya, kepribadian, kemampuan pribadi, kebudayaan tempat dimana mereka tinggal serta harapan-harapan pribadi terhadap suatu obyek.

Dalam memenangkan persaingan dimasa sekarang ini suatu produk dan jasa harus mampu mempersepsikan dirinya pada suatu hal tertentu agar lebih mudah untuk diingat dan mendapatkan perhatian karena pada kenyataannya banyak sekali ditemukan produk dan jasa yang hampir mirip sehingga sulit sekali bagi konsumen untuk memilih, hal ini sesuai dengan pendapat dari Anistatia R Miller dan Jared M. Brown tentang pembuatan image (gambar maupun citra) yang baik bagi suatu produk suatu perusahaan yang harus disesuaikan dengan asal dari perusahaan itu berdiri, darimana produk itu berasal berasal atau ciri khas yang

17 Wirya, Iwan, Kemasan Yang Menjual (Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama, 1999), p.9.

18 Simamora, Bilson, Panduan Riset Perilaku Konsumen (Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama, 2002), p.102.

19 Ibid, p.105.

(34)

dimiliki agar dapat lebih mudah diingat dan dibedakan dengan produk dan jasa lainnya.

Prinsip persepsi yang terutama adalah kesederhanaan. Mata dan otak membutuhkan kesederhanaan pada segala sesuatu yang dilihat dan cenderung menghindari keruwetan serta menolaknya. Hal ini sesuai dengan hukum persepsi yang berkata bahwa bagian pusat cenderung diisolir dan yang lain kurang diperhatikan, keruwetan pada bagian utama cenderung mengganggu pandangan dan menghilangkan dampak dari desain.

Warna juga berpengaruh dalam menciptakan suatu dampak, menambah daya tarik dan memberi pengenalan kualitas yang lebih baik. Hal inilah yang terjadi pada kasus Coca Cola dengan Pepsi, dimana sekelompok orang diberi kedua minuman ini tanpa label merk masing, mereka lebih memilih Pepsi karena rasa lebih enak, tetapi pada saat minuman diberikan dengan label masing-masing merk, sekelompok orang itu lebih memilih Coca Cola dengan alasan lebih enak.

Referensi

Dokumen terkait

Namun dari angka yang diperoleh responden tingkat pendidikan dasar memperoleh nilai paling rendah lagi, hal ini di duga responden dari

Secara parsial, variabel kualitas layanan yang terdiri dari: dimensi variabel bukti fisik (tangibles) dan empati (emphaty) berpengaruh secara signifikan dan

Aktivitas guru dalam pembelajaran menggunakan media grafis bagan, Aktivitas siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan media grafis bagan dalam

Setelah didapatkan dan dimasukkan data meteorologi tersebut pada model, maka dengan model Gaussian yang sudah diprogram pada model bersama data lain akan dihitung rata-rata

Peneliti yang pernah dilakukan oleh Ody Adrian (2016) yang menggunkan metode KNN menerangkan bahwa aplikasi ini dapat mermberikan rekomendasi pemilihan laptop secara baik

Hubungan yang tepat antara alat perkembangbiakan dengan cara pemencarannya terdapat pada ….. Alat perkembangbiakan

Tindakan mereka untuk menetap di Tanah Melayu telah membawa kepada wujudnya masyarakat majmuk di mana orang India dan Cina merupakan masyarakat yang

Pengaruh pemberian berbagai jenis lahan organik terhadap sifat kimia tanah pada pertumbuhan dan produksi tanaman ubi jalar di entisol ngrangkah pawon, Kediri.. Mutu buah tomat