REITERASI LEXICAL PADA LIRIK LAGU ARIANA GRANDE DALAM ALBUM POSITIONS TAHUN 2020
Fridolini1; Anita Anjar Pratiwi2 Universitas Darma Persada
Abstrak
Kajian ini mendeskripsikan hubungan semantik yang dapat disebut kohesi antara konstruksi teks dan hubungannya dengan konstruksi lainnya. Ada dua jenis gabungan: kohesi gramatikal dan kohesi leksikal.
Kohesi kosakata dapat dicapai dengan memilih kosakata. Tujuan pertama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis apa saja yang terkandung dalam lirik lagu Ariana Grande di album Positions.
Tujuan kedua adalah untuk apa fungsi kohesi leksikal digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan lirik lagu Ariana Grande. Album ini berisi 14 lagu. Untuk melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan teori kohesi leksikal Halliday dan Hasan (1976). Ini termasuk pernyataan ulang (pengulangan kata, sinonim atau sinonim serupa, kata tingkat tinggi, dan pengulangan kata umum) dan kolokasi. Hasil penelitian ini menunjukkan deskripsi ulang semua jenis kohesi leksikal dan tidak menganalisis kolokasi leksikal dalam lirik album Position Ariana Grande.
Selanjutnya, fungsi kohesi leksikal dalam restatement lirik lagu Ariana Grande adalah untuk mendeskripsikan, menekankan, memperkuat, dan menyumbangkan pesan kata-kata dengan makna yang saling terkait untuk mengartikulasikan lagu tersebut. Studi ini akan membantu pembaca dan penulis masa depan menganalisis kohesi leksikal
Kata Kunci: Kohesi, Kohesi Leksikal, Reiterasi, Kolokasi, Lirik lagu
Abstrak
This study describes the semantic relationship that can be called the cohesion between the construction of the text and its relationship with other constructions. There are two types of joins: grammatical cohesion and lexical cohesion. Vocabulary cohesion can be achieved by selecting vocabulary. The first objective of this researchis to find out what types are contained in Ariana Grande's lyrics in the Positions album. The second objective is what the lexical cohesion function is used for. This study uses a qualitative approach and uses Ariana Grande's song lyrics. This album contains 14 songs. To conduct this research, the researcher uses the lexical cohesion theory of Halliday and Hasan (1976). This includes restatement (repetition of words, synonyms or similar synonyms, high-level words, and repetition of common words) and collocations.
The results of this study indicate a re-description of all types of lexical cohesion and do not analyze lexical collocations in the lyrics of the album Position Ariana Grande. Furthermore, the function of lexical cohesion in the restatement of Ariana Grande's song lyrics is to describe, emphasize, strengthen, and contribute the message of words with interrelated meanings to articulate the song. This study will help future readers and writers analyze lexical cohesion
Keywords: Cohesion, Lexical Cohesion, Reiteration, Collocation, Lyrics song
A. PENDAHULUAN
Musik menjadi hal yang sangat lumrah untuk dihabiskan dan dinikmati setiap saat dan menjadi kebiasaan dalam gaya hidup. Musik menunjukkan kata-kata, bahasa, dan instrumen yang sangat aneh yang membuat orang nyaman ketika mendengarkannya. Seperti yang diungkapkan oleh (MacDonald et al., 2017) bahwa musik dapat diatur ulang sebagai komunikasi yang hebat dalam masyarakat, dan melalui musik, orang dapat berbagi perasaan, sentimen, dan niat mereka dengan semua orang. Orang dapat mengetahui apa yang mereka rasakan dan apa yang ada di pikiran mereka saat itu. (Cortney
S. Warren PhD, 2014) dia mengungkapkan terkadang musik dapat menggairahkan, memotivasi dan dapat membuat orang merasa menyatu dengan musik. Dalam beberapa hal, orang cenderung memilih lagu musik yang memiliki pesan kuat, menyentuh perasaan orang dan memiliki kondisi yang sama dengan mereka pada saat itu.
Pada umumnya orang sering membuat lagu berdasarkan perasaannya dan tidak sedikit juga yang membuat lagu sesuai dengan pengalamannya dan dibagikan kepada orang lain. Untuk para artis terkadang mereka membuat dan menyanyikan sebuah lagu dengan beberapa lirik yang menjelaskan kondisi mereka. Jika mereka jatuh cinta dengan seseorang, mereka akan membuat lagu cinta. Saat sedih mereka akan memainkan lagu sedih dan saat senang mereka akan memainkan lagu gembira. Beberapa orang juga menggunakan lagu untuk
melibatkan diri dan mendorong mereka agar tidak menyerah secara efektif setelah mendapatkan beberapa masalah. Dewasa ini pemikiran tentang kajian analisis wacana musik meningkat dari waktu ke waktu.
Ada banyak pembahasan peneliti tentang analisis wacana musik di awal tahun. Dalam linguistik, wacana adalah bahasa lisan atau tulisan alami dalam konteks, terutama ketika teks lengkap sedang dipertimbangkan (Collins, 2022). “Analisis wacana telah dihubungkan dalam tiga cara untuk musik terkenal: dalam studi lirik lagu sebagai bahasa yang ditampilkan, dalam deskripsi wacana atau tentang musik, dan dalam analisis musik sebagai wacana” seperti Brad oleh ( Aleshinskaya, 2013). Ada tiga cara bagi individu untuk menganalisis wacana musik yaitu: pertama, mereka dapat menganalisis dengan menganalisis musik populer menggunakan lirik lagu sebagai bahasa biasanya, yang kedua adalah menganalisis deskripsi wacana musik atau dapat berbicara tentang musik, ketiga adalah menganalisis musik sebagai wacana.
Selain itu, kohesi memiliki hubungan yang kuat dengan analisis wacana. Ada analisis wacana yang kohesif, yang dapat berupa wacana tertulis atau lisan. Ada banyak sumber wacana tertulis dan lisan.
Salah satunya adalah lirik. Penelitian analisis wacana lirik lagu lisan dan tulisan memiliki banyak tujuan. Lagu itu sendiri adalah bahasa lisan dan liriknya ditulis. Kohesi gramatikal, di sisi lain, menganalisis teks
berdasarkan karakteristik gramatikal penggunaan teks, dan kohesi leksikal menganalisis teks berdasarkan kosakata atau kata-kata yang digunakan dalam teks. Kohesi gramatikal kemudian dibagi menjadi empat jenis: referensi, substitusi, elipsis, dan konjungsi, dan kohesi leksikal dibagi menjadi repetisi dan kolokasi.
Ariana Grande-Butera atau populer disebut Ariana Grande. Dia lahir 26 Juni 1993 di Boca Raton, Florida, AS Menurut (Britannica, 2022.), dia adalah penyanyi dan aktris pop Amerika yang terjun ke kancah musik pop pada awal 2010- an dan menjadi salah satu genre paling populer. pemain yang sukses, dikenal dengan jangkauan empat oktafnya. Grande mulai bernyanyi dan berakting ketika dia masih muda. Sambil mengejar karir aktingnya, Grande
B. METODE PENELITIAN
Bab ini membahas metode dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang digunakan dalam penelitian kohesi leksikal dalam lirik lagu Ariana Grande di album posisi dan berisi informasi rinci mengenai pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini.
Penelitian ini menggunakan pendekatan menyempurnakan nyanyiannya. Pada tahun 2011 ia merilis single "Put Your Hearts Up".
Album debutnya, Yours Truly, muncul dua tahun kemudian, dan itu menampilkan single populer "The Way", sebuah kolaborasi dengan rapper operator Mac Mill. Album debutnya di nomor satu di tangga
lagu Billboard 200 dan dipuji secara luas. Dengan kesuksesan ini, Grande mulai mengalihkan fokusnya ke musik. Album keduanya, My Everything, dirilis pada tahun 2014, dan menjadikannya sebagai bintang pop.
Saya tertarik untuk menganalisa album Positions ini karena album ini dirilis pada tanggal 30 Oktober 2020, dan menduduki peringkat 4 besar album most streaming yang dirilis pada tahun 2020 di Spotify. Kajian ini akan berfokus pada Lexical Cohesion yang digunakan pada lagu-lagu Ariana Grande dalam album Positions. Penelitian ini akan mengambil semua lirik lagu yang ada di album position. Saya berharap penelitian ini dapat berbagi ilmu dan dapat memberikan kontribusi bagi bidang studi linguistik khususnya, dalam Kohesi Leksikal.
Kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data penelitian dalam penelitian ini. Metode kualitatif adalah proses penelitian di mana analisis data dibangun secara induktif dari pertanyaan dan prosedur baru, data biasanya dikumpulkan dari lingkungan partisipan, rincian tentang masalah umum, dan menafsirkan makna data.
Termasuk peneliti. Suatu pendekatan untuk menguji teori objektif dengan meneliti hubungan antar variabel (Creswel, 2016 sebagaimana dikutip dalam Meinawati, 2022). Menggunakan deskriptif untuk menganalisis data, peneliti mengambil analisis kebutuhan untuk mengumpulkan data. Menurut Manuel dan Mendel (n.d), metode deskripsi meliputi
deskripsi, analisis, dan interpretasi data penelitian. Ini digunakan untuk mengumpulkan semua data kohesi leksikal dalam lirik lagu Ariana.
Penelitian ini menggunakan lirik lagu-lagu Ariana Grande sebagai album sebagai obyek penelitian dan lirik ini diambil dari musik streaming Spotify. Data dalam penelitian ini adalah lirik dalam album lagu Ariana Grande yang dirilis pada tahun 2020 sebagai data penelitian. Saya mendengarkan musik dan membaca lirik di album “Positions" 2020 dari streaming musik oleh Spotify untuk memudahkan saya menganalisis.
Penelitian ini dilakukan selama satu semester atau kurang lebih enam bulan. Lokasi penelitian ini berada di Universitas Darma Persada. Pencarian data penelitian berasal dari berbagai sumber internet, khususnya buku teori, jurnal, dan website terpercaya yang berkaitan dengan topik penelitian.
Menurut Sugiyono (2016, sebagaimana dikutip dalam Rada, 2022), teknik pengumpulan data merupakan langkah yang dianggap strategis dalam penelitian, karena memiliki tujuan utama untuk memperoleh data. Selain pengumpulan data, teknik yang digunakan dalam menganalisis adalah teknik analisis deskriptif.
Saya melakukan beberapa langkah yang dibagi menjadi beberapa tahap:
1. Saya mendengarkan lagu di album Positions dari streaming musik beberapa kali
2. Membaca dan membaca ulang lirik yang akan dianalisis
3. Pilih kata-kata dalam lagu yang mengandung kohesi leksikal.
Setelah mengumpulkan data, saya menganalisis kohesi leksikal dalam lirik lagu yang digunakan (M.
Halliday & Hasan, 1976 sebagaimana dikutip dalam Meinawati 2022) teori kohesi leksikal. Jadi, saya mengambil langkah-langkah berikut:
1. Mengkategorikan beberapa kata lirik lagu Ariana Grande yang mengandung kohesi leksikal 2. Menganalisis setiap jenis kohesi
leksikal dalam lirik lagu Ariana Grande berdasarkan teori Halliday & Hasan
3. Menganalisis fungsi kohesi leksikal dalam lirik lagu Ariana Grande Membuat kesimpulan berdasarkan analisis data.
C. HASIL DAN PEMBAHASAN 1) Kata yang Sama (Pengulangan)
Menurut Halliday & Hasan (1976) kata atau repetisi yang sama termasuk dalam kohesi leksikal, yaitu pengulangan kata, frase atau kalimat yang dilakukan atau diucapkan lebih dari satu kali.
Sebenarnya di bait lagu ini saya temukan di lagu ketiga berjudul
“Motive” dari album Positions.
Kemudian saya menemukan dua pernyataan yang
diindikasikan sebagai kohesi leksikal yang merupakan pengulangan.
Song 3 (Motive) [Verse 1]
(1st)Mu-Mu-Mu-Murda
(2nd)Tell me why I get this feeling (3rd)That you really wanna turn me on (4th)Tell me why I get this feeling (5th)That you really wanna make me yours,
Pengulangan pertama terdapat pada lagu ketiga dan bait pertama lagu tersebut. Saya menemukan dua yang terindikasi sebagai pengulangan, yang pertama ada di kalimat “Tell me why I get this feeling”, dan yang kedua ada di kalimat “That you really want”.
Pengulangan pertama terdapat pada kalimat “Tell me why I get this feeling” kalimat ini disebutkan pada baris ke-2 dan juga terdapat pada baris ke-4, kalimat ini diucapkan dua kali. Pengulangan kedua terdapat pada kalimat That you really want turn me on pengulangan ini terdapat pada baris ke 3 dan juga dinyatakan lagi pada baris ke 5 pada kalimat That you really want make me yours ah pengulangan ini diulang dua kali.
Secara khusus, fungsi pengulangan ini adalah untuk membuat pembaca memahami lagu tersebut dengan jelas, pengulangan ini juga untuk menekankan perasaan yang dialami Ariana Grande.
Sebenarnya lagu ini tentang bagaimana rasa suka pria itu terhadap Ariana Grande bisa muncul, seperti apa sih yang dilakukan pria itu hingga membuat ariana grande ini merasakan perasaan itu. Karena
dia diperlakukan seperti seorang ratu dan Ariana Grande selalu melihat pria ini berusaha mendekatinya dan Ariana Grande sangat bingung tentang motif apa yang dilakukan pria itu padanya sehingga perasaan ini selalu muncul untuk Ariana Grande. Ungkapan That you really want dan kalimat Tell me why I get this feeling menekankan perasaan mengapa perasaan ini muncul tetapi pria itu tidak mengatakan apa yang dia inginkan dari semua yang dia lakukan pada Ariana Grande.
Selain itu, saya menemukan kalimat yang sama yang disebutkan pada baris ke-2 pada kalimat “Tell me why I get this feeling” dan juga ditemukan pada baris ke-4 pada kalimat “Tell me why I get this feeling”. Pengulangan kedua terdapat pada baris ke-3 pada kalimat That you really want turn me on dan juga dinyatakan lagi pada baris ke-5 pada kalimat That you really want make me yours, ah.
Selain itu, dalam ayat ini saya tidak menemukan indikasi sebagai anafora dan katafora. Anaphora adalah pengulangan suatu entitas yang ditampilkan dalam sebuah kalimat. Cataphora adalah kebalikan dari anafora, yaitu informasi yang tidak ditampilkan sebelumnya dalam sebuah kalimat.
2) Persamaan Kata
Penulis menggunakan sinonim, yaitu kata- kata terkait dengan arti yang mirip, daripada mengulang frasa yang sama. Meski menandakan hal yang sama, penulis sengaja menggabungkan istilah yang berbeda untuk memberikan terminologi baru pada lagu tersebut.
Pada bagian ini, saya menemukan beberapa kata dari data di atas yang memiliki kesamaan makna. Yang pertama ditemukan di lagu pertama berjudul "Shut Up" dari album Positions.
Song 1 (Shut up) [Verse 1]
(1st)My presence sweet and my aura bright (2nd)Diamonds cover my appetite (3rd)Guess it fuckin' just clicked one night
(4th)All them demons helped me see shit differently
(5th)So don't be sad for me
Pada ayat tersebut, saya menemukan bahwa ada yang diindikasikan sebagai sinonim.
Sebenarnya, sinonim terjadi ketika kata tersebut memiliki ide yang sama dan juga memiliki arti yang sama.
Pada ayat tersebut kata “kehadiran”
pada baris (1) “My presence sweet and my aura bright” memiliki arti dan arti yang sama dengan kata
“aura” pada baris (1) “My presence sweet and my aura bright”
kemudian, saya mengklasifikasikan bahwa kedua kata itu diidentifikasi sebagai semacam sinonim. Di bait lagu ini, saya berasumsi bahwa Ariana Grande merasa kehadirannya sangat berharga dan dia bisa mengetahui omong kosong seseorang. Itu terbukti di kalimat baris ke-1 “My presence sweet and my aura bright” dan diperjelas di baris ke-4 dalam kalimat “All them demons helped me see shit differently“.
Penggunaan sinonim kata
“presence” dan “aura” dalam syair lagu ini, ditegaskan bahwa dia merasa kehadirannya sangat berharga dan memancarkan aura
tersendiri. Dalam bait lagu ini, Ariana Grande juga mengatakan bahwa tidak perlu menangis untuknya karena dia tahu semua omong kosong. Fungsi sinonim dalam syair lagu adalah mengulang suatu kata dengan makna yang sama dalam kata yang berbeda sehingga suatu lagu memiliki kata yang berbeda.
Selain itu, dalam ayat ini saya menemukan beberapa kata yang memiliki arti yang sama dan juga memiliki ide yang sama. Kata
“presence” dan “aura” disebutkan pada baris pertama kalimat “My presence sweet and my aura bright”.
Selain itu, dalam syair lagu ini, saya tidak menemukan indikasi sebagai anafora dan katafora..
3) Superordinat
Menurut Halliday dan Hasan (1976:278) superordinate adalah sebutan untuk kelas yang lebih umum. Ini digunakan untuk merujuk pada kata yang memiliki sifat umum, bukan yang spesifik. Pada bagian ini, saya menemukan kata atau objek yang dapat digunakan untuk mewakili seluruh kelas atau kategori dalam banyak hal. Saya temukan di lagu kedua berjudul “34+35” dari album Positions.
Song 2 (34+35)
(1st) You'll drink it just like water (2nd) You'll say, “It tastes like candy” (3rd) So what you doing tonight?
(4th) Better say, “Doin' you right”
(5th) Watching movies, but we ain't seen a thing tonight
Dalam bait lagu ini, saya menemukan satu kata yang diindikasikan sebagai superordinate.
Jadi, superordinate adalah klasifikasi dari sebuah kata atau objek yang dapat digunakan untuk mewakili seluruh kelas atau kategori dari banyak hal. Dengan maksud tersebut, kata “drink” pada baris
(1) merupakan superordinat dari kata “water” yang terjadi pada baris (1) pada kalimat “You'll drink it just like water”. Dalam syair lagu ini, minuman mewakili seluruh kelas kategori, karena air memiliki hubungan horizontal satu sama lain.
Fungsi superordinat yang digunakan dalam lagu tersebut, Ariana ingin menekankan apa yang harus dilakukan saat itu.
Representasi “drink” dan “water”
diidentifikasi sebagai suatu keharusan yang harus dilakukan oleh pria yang bersamanya saat itu tetapi hal itu tidak serta merta terjadi karena Ariana mengajukan pertanyaan untuk memastikannya.
Hal itu terlihat pada baris ke-3 dalam kalimat “So what you doing tonight?”
dan di baris pertama kalimat “You'll drink it just like water”
4) Kata Umum
Berdasarkan bait lagu tersebut, saya menemukan sebuah kata yang diindikasikan sebagai kata umum.
Kata benda umum termasuk benda, orang, lakukan,... digunakan secara kohesif ketika mereka memiliki referensi yang sama dengan apa pun yang mereka pikirkan. Pada bagian ini, saya menemukan kata benda umum yang mengacu pada kata-kata seperti orang, tempat, dan benda yang mudah dipelajari. Saya temukan di lagu kesebelas yang berjudul “Love Language” dari album Positions.
Song 11 (Love Language) [Verse 1]
(1st)Ooh, I know you're probably thinkin’ what's the use
(2nd)I promise it's the little things that you do
(3rd)That make me wanna give it all to you (4th)You know I do, baby
Pada bait lagu tersebut, saya menemukan satu kata umum yaitu
“do”. Kata umum adalah kata yang memiliki arti umum dari kata yang mengandaikan berbeda. Pada bait lagu ini, kata umum “do” pada baris ke-2 dalam kalimat “I promise it's the little things that you do” mengacu pada kata “the little things” yang ditandai dengan menggunakan garis bawah pada pernyataan sebelumnya. pada baris lagu. Pada bait lagu, saya juga menemukan di lirik yang diindikasikan sebagai presupposed item yaitu “it”. Kata “it”
yang ditandatangani dengan menggunakan underilne pada baris ke-3 pada kalimat “That make me wanna give it all to you” mengacu pada frase “wanna give” yang juga
ditandatangani dengan
menggunakan garis bawah pada baris tersebut. Kata “it” yang merujuk pada frasa “wanna give”
diidentikkan sebagai referensi anaforis karena mengacu pada pernyataan sebelumnya.
Selain itu, fungsi kata umum yang digunakan Ariana Grande pada lirik lagu tersebut adalah untuk menggeneralisasikan kondisi yang dia rasakan saat itu. Pada saat itu dia tahu apa yang dilakukan orang itu yang membuatnya ingin memberikan semua yang dia miliki
untuk orang itu, itu terbukti pada baris pertama lirik dalam kalimat
“Ooh, I know you're probably thinkin’ what's the use” dan juga pada baris ke-3 dalam kalimat “That make me wanna give it all to you”.
Penggunaan kata umum dalam lirik lagu adalah untuk menyederhanakan bahasa lagu yang memudahkan semua orang mendengarkan lagu tersebut.
D. SIMPULAN DAN SARAN Bab ini mencakup kesimpulan berdasarkan analisis Reiterasi Leksikal pada Lirik Lagu Ariana Grande dalam Album “Positions”
2020. Ada dua jenis kohesi leksikal yang dikemukakan oleh Halliday &
Hasan (1976), yaitu reiterasi dan kolokasi. Dalam reiteration Halliday
& Hasan (1976) menyebutkan bahwa ada beberapa kategori dalam reiteration yaitu, kata atau suku kata yang sama, sinonim atau sinonim dekat, kata superordinat dan umur kata. Tujuan analisis ini adalah untuk mengetahui jenis kohesi leksikal yang digunakan dalam lirik lagu Ariana Grande dalam album Positions 2020 dan juga untuk mengetahui fungsi kohesi leksikal yang digunakan dalam lirik lagu dengan menggunakan teori kohesi leksikal Halliday dan Hasan (1976).
Berdasarkan temuan tersebut, saya menyimpulkan bahwa hanya ada satu jenis kohesi leksikal yang digunakan dalam lirik lagu Ariana Grande di album Positions 2020, yaitu reiteration. Menurut Halliday dan Hasan (1976) ada dua jenis kohesi leksikal, yaitu pengulangan dan kolokasi. Dalam analisis ini,
saya tidak menganalisis kolokasi leksikal karena studi kohesi leksikal ini hanya berfokus pada pengulangan leksikal yang digunakan oleh Ariana Grande dalam lirik lagu di album Positions 2020. Secara khusus, penulis tidak menemukan semua jenis kohesi leksikal dalam lirik lagu Ariana Grande di album Positions 2020.
Saya menemukan reiteration, yaitu kata atau repetisi yang sama pada lagu ketiga yang berjudul “Motive”, sinonim atau sinonim yang hampir sama dengan lagu pertama yang berjudul “Shut Up”, superordinate di lagu kedua berjudul “34+35”, dan kata-kata umum di lagu kedua
“34+35”.
Secara khusus, fungsi kohesi leksikal yang digunakan dalam lirik lagu Ariana Grande di album Positions 2020 adalah untuk menekankan, menekankan, mengilustrasikan, memperkuat, berkontribusi pada dua kalimat yang maknanya saling berhubungan, dan juga untuk menceritakan kesamaan melalui sinonim.
Namun secara umum, fungsi kohesi leksikal adalah agar pembaca memahami pesan atau ide lagu secara jelas, dan membuat kalimat terstruktur dengan baik dan nyaman untuk dikonsumsi pendengar. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya, khususnya bagi peneliti yang berminat dengan jenis penelitian ini; Disarankan untuk membahas kohesin leksikal lebih dalam. Peneliti lain harus menganalisis kohesi leksikal dalam
kehidupan nyata, tidak hanya dalam lagu, film, buku, atau karya lainnya.
Selain itu, peneliti lain diharapkan dapat menemukan lebih banyak lagi pendekatan Leksikal Kohesi atau pakar lain dari penelitian ini. Jika Anda membahas Kohesi Leksikal dalam lirik lagu, Anda juga harus menemukan kolokasi dalam lirik lagu. Selain itu, penulis berharap pembaca dapat memperoleh dan menambah pengetahuan tentang leksikal dengan menggunakan pendekatan kohesi leksikal. Akan sangat menghargai dan menerima kritik dan saran atas ketidaksempurnaan penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
Aleshinskaya, E. (2013). Key components of musical discourse analysis. Research in Language, 11(4), 423–444.
Retrieved from
http://archive.sciendo.com/RE LA/re la.2013.11.issue-4/rela- 2013- 0007/rela-2013- 0007.pdf
Britannica, T. E. of E. (n.d.). Ariana Grande. Encyclopedia Britannica. 22 June 2022.
Retrieved from
https://www.britannica.com/bi ogra phy/Ariana-Grande
Collins. (n.d.). Discourse. 2022.
Retrieved July 5, 2022, from
Retrieved from
https://www.collinsdictionary.c om/
dictionary/english/discourse Cortney S. Warren PhD, A. (2014).
Music Is What Feelings Sound Like Music can help us express emotions that are hard to verbalize. Oct 23. Retrieved from
https://www.psychologytoday.c om/i ntl/blog/naked- truth/201410/music-is-what- feelings-sound
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016).
Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage publications.
Retrieved from
https://books.google.co.id Gee, J. P., & Handford, M. (2013). The
Routledge handbook of discourse analysis.
Routledge.Halliday, M. A. K., &
Hasan, R. (2014). Cohesion in english. Routledge.
Halliday, M., & Hasan, R. (1976).
Cohesion in language. London:
Longman.
MacDonald, R., Hargreaves, D. J., &
Miell,
D. (2017). Handbook of musical identities. OxfordUniversity Press.
Malah, Z. (2015). Lexical cohesion in academic discourse: exploring applied linguistics research articles abstracts. Research Journal of English Language and Literature, 3(4),291–299.
Retrieved from
http://www.rjelal.com/3.4.15/
29 1-299 Zubairu malah.pdf Sari, N. E. P., & Anindita, W. K. (2020).
Lexical Cohesion Analysis on Adele’s Songs Lyrics inthe Album 25.
Surakarta English and Literature Journal, 3(1), 22–28. Retrieved from
https://ejournal.unsa.ac.id/inde x.ph
p/selju/article/download/360/
220
Schmitt, N. (2013). An introduction to applied linguistics. Routledge.
Retrieved from https://books.google.co.id Wisniewski, E. J., & Murphy, G. L.
(1989).
Superordinate and basic category names in discourse: A textual analysis. Discourse Processes, 12(2), 245–261. Retrieved from https://doi.org/10.1080/01638 538 909544728