• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber data primer yaitu sumber data yang diperoleh langsung dari pengelola Setia Farm di Dusun Gesikan Desa Depokrejo Kec

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Sumber data primer yaitu sumber data yang diperoleh langsung dari pengelola Setia Farm di Dusun Gesikan Desa Depokrejo Kec"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IIIMETODE PENELITIAN METODE PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian ini dilakukan di Setia Farm di Dusun Gesikan, Desa Depokrejo, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, sedangkan waktu penelitian dimulai pada tanggal 9 Juni sampai 30 Juni 2022.

3.2 Jenis dan Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode teknik observasi, teknik wawancara dan dokumentasi guna memperoleh data yang lengkap dan terperinci. Ditinjau dari segi sifat-sifat data, penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Moleong, 2018).

Jika ditinjau dari sudut kemampuan atau kemungkinan penelitian dapat memberikan informasi atau penjelasan, maka penelitian ini termasuk penelitian termasuk penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskriptifkan mengenai unit sosial tertentu yang meliputi individu, kelompok, lembaga dan masyarakat (Moleong, 2018).

Dalam hal ini peneliti berupaya mendeskripsikan tentang kewirausahaan bidang peternakan sapi di Setia Farm Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

Alasan peneliti menggunakan studi kasus dalam mengkaji bagaimana kewirausahaan bidang peternakan sapi di Setia Farm Purworejo, Provinsi Jawa Tengah dikarenakan beberapa alasan yaitu studi kasus dapat memberikan informasi penting mengenai hubungan antara variabel serta proses-proses yang memerlukan penjelasan dan pemahaman yang lebih luas dan studi kasus memberikan kesempatan untuk memperoleh wawasan

(2)

mengenai konsep dasar kesuksesan berwirausaha. Dalam wawancara peneliti mengajukan pertanyaan sesuai dengan panduan wawancara.

3.3 Jenis dan Sumber Data

Adapun sumber data yang digunakan terdiri dari:

1. Sumber data primer yaitu sumber data yang diperoleh langsung dari pengelola Setia Farm di Dusun Gesikan Desa Depokrejo Kec. Ngombol, Kabupaten Purworejo. Dalam hal ini hasil wawancara dengan responden (Pendiri Setia Farm beserta Karyawan) yang memiliki kemampuan untuk menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh peneliti (sebagai pewawancara).

2. Sumber data sekunder yaitu sumber data yang diperoleh dari bahan-bahan kepustakaan yang ada relevansinya dengan penelitian ini, seperti buku-buku, majalah, skripsi, tesis, disertasi dan laporan-laporan ilmiah lainnya (Saleh, 2013).

3.4 Teknik Pengumpulan Data 1. Teknik Observasi

Observasi adalah salah satu teknik pengumpulan data kualitatif yang dianjurkan untuk mendapatkan data-data deskriptif. Teknik observasi berasal dari kata observation yang berarti pengamatan. Teknik observasi digunakan untuk memahami pola, norma, dan makna perilaku dari informan yang diteliti (Jogiyanto, 2014). Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan cara mengamati suatu fenomena yang ada dan terjadi.

Observasi yang dilakukan diharapkan dapat memperoleh data yang sesuai atau relevan dengan topik penelitian. Hal yang akan diamati yaitu kegiatan wirausaha Setia Farm Purworejo, Provinsi Jawa Tengah dan pengelolaan wirausaha di Setia Farm Purworejo, Provinsi Jawa Tengah di Dusun Gesikan Desa Depokrejo Kec. Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

(3)

2. Teknik Wawancara

Wawancara yaitu percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak yaitu pewawancara (Mengajukan Pertanyaaan) dan narasumber (memberikan Jawaban) atas pertanyaan itu (Moleong, 2018). Wawancara dilakukan terhadap pengelola Setia Farm untuk menggali data mengenai latar belakang berdirinya Setia Farm, karakteristik berwirausaha dan faktor-faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi kewirausahaan di Setia Farm. Dalam hal ini responden yang dijadikan obyek penelitian diwawancarai sebagaimana mestinya dan subyek yang diteliti ditentukan dari semula karena sejak semula sudah diketahui baik identitasnya maupun kapasitasnya sebagai obyek yang diteliti.

3. Teknik Dokumentasi

Dokumentasi yaitu penggunaan dokumen sudah lama digunakan dalam penelitian sebagai sumber data karena dalam banyak hal dokumen sebagai sumber data dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan, bahkan untuk meramalkan (Moleong, 2018). Adanya dokumentasi untuk mendukung data hal-hal yang akan didokumentasikan dalam penelitian ini adalah dokumen tertulis sejarah berdirinya Setia Farm, dokumen pengelolaan wirausaha dan identitas pengelola baik pendiri dan karyawan.

3.5 Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses pengorganisasian dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan pendekatan analisis data kualitatif yaitu menganalisis keseluruhan data dengan tidak menggunakan angka-angka statistik tetapi menggunakan analisis interaktif. Menurut Sugiyono (2016), analisis interaktif adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan dan dokumentasi dengan mengorganisasikan data ke dalam kategori dan menjabarkan dalam unit-unit serta menyusun, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh

(4)

peneliti maupun orang lain. Definisi tersebut dapat disimpulkan langkah pertama dalam menganalisis data dengan mengumpulkan data kemudian menyusun secara sistematis dan menarik kesimpulan dari hasil analisis, setelah itu mempresentasikan hasil penelitian.

Adapun dalam metode penelitian ini digunakan pendekatan metode deskriptif sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki, dengan menggambarkan/melukiskan keadaan obyek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Dalam konteksnya dengan penelitian ini yang digambarkan adalah karakteristik berwirausaha di Setia Farm, Purworejo. Demikian pula penulis gunakan cara berpikir ilmiah yang berangkat dari kesimpulan yang umum menuju kepada yang khusus (metode deduktif), dan sebaliknya mengurai dari yang khusus menuju pada kesimpulan umum (metode induktif). Beberapa tahapan model analisis interaktif menurut Sugiyono (2016) melalui empat tahap, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

3.5.1 Pengumpulan Data (data colection)

Data diperoleh dari 1 orang key informan selaku pendiri peternakan Setia Farm, 4 orang karyawan melalui hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dicatat dalam catatan lapangan yang terdiri dari dua aspek, yaitu deskripsi dan refleksi. Catatan deskripsi merupakan data alami yang berisi tentang apa yang dilihat, didengar, dirasakan dan dialami sendiri oleh peneliti tanpa adanya pendapat dan penafsiran dari peneliti tentang fenomena yang dijumpai. Pertanyaan-pertanyaan dalam wawancara membahas bagaimana membentuk skill dan sikap percaya diri terhadap kesuksesan Setia Farm, menumbuhkan tingkat kepercayaan Setia Farm dengan konsumen, bentuk motivasi minat pemuda dalam berwirausaha serta pertanyaan seputar faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan wirausaha di Setia Farm.

Sedangkan catatan refleksi yaitu catatan yang memuat kesan, komentar tafsiran peneliti tentang temuan yang dijumpai dan merupakan bahan rencana pengumpulan data untuk tahap berikutnya. Untuk

(5)

mendapatkan catatan ini peneliti melakukan wawancara dengan beberapa informan.

3.5.2 Reduksi Data (data reduction)

Reduksi data merupakan proses seleksi, penyederhanaan, dan abstraksi. Cara mereduksi data adalah dengan melakukan seleksi, membuat ringkasan atau uraian singkat, menggolong-golongkan ke pola-pola dengan membuat transkrip, penelitian untuk mempertegas, memperpendek, membuat fokus, membuat bagian yang tidak penting dan mengatur agar dapat ditarik kesimpulan.

Data yang berasal dari hasil wawancara dengan subyek penelitian dan dokumentasi yang didapat akan diseleksi oleh peneliti. Kumpulan data akan dipilih dan dikategorikan sebagai data yang relevan dan data yang mentah.

Data yang mentah dipilih kembali dan data yang relevan sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian akan disiapkan untuk proses penyajian data.

3.5.3 Penyajian Data (Data Display)

Penyajian data yaitu sekumpulan informasi tersusun sehingga memberikan kemungkinan penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.

Agar sajian data tidak menyimpang dari pokok permasalahan maka sajian data dapat diwujudkan dalam bentuk matrik, grafis, jaringan atau bagan sebagai wadah panduan informasi tentang apa yang terjadi.

Penyajian data ini harus mengacu pada rumusan masalah yang telah dirumuskan sebagai pertanyaan peneliti sehingga narasi yang tersaji merupakan deskripsi mengenai kondisi yang rinci untuk menceritakan dan menjawab setiap permasalahan yang ada. Penyajian data ini disusun dengan pertimbangan permasalahannya dengan menggunakan logika penelitian.

3.5.4 Penarikan Kesimpulan (Conclusion)

Penarikan kesimpulan adalah usaha untuk mencari atau memahami makna, keteraturan pola-pola penjelasan, alur sebab akibat atau proporsi.

(6)

Kesimpulan yang ditarik segera diverifikasi dengan cara melihat dan mempertanyakan kembali sambil melihat catatan lapangan agar memperoleh pemahaman yang lebih tepat. Selain itu juga dapat dilakukan dengan mendiskusikan. Hal tersebut dilakukan agar data yang diperoleh dan penafsiran terhadap data tersebut memiliki validitas sehingga kesimpulan yang ditarik menjadi kokoh (Bungin, 2015).

Penarikan kesimpulan dalm mendapatkan hasil kesimpulan data yang valid, maka perlu diperhatikan langkah-langkah berikut ini:

1. Mencatat poin-poin terpenting yang didapat dari lapangan, kemudian diuraikan secara luas dan dikembangkan sesuai dengan keadaan, pengamatan, dan hasil data di lapangan.

2. Peneliti mengumpulkan data dari berbagai sumber informasi. Peneliti mengambil data secara detail mulai dari foto-foto, pengamatan, hasil wawancara dan dokumentasi.

3. Pemilihan informan yang tepat sesuai dengan pemilihan data.

4. Peneliti harus jeli dalam memperhatikan proses di lapangan agar hasilnya maksimal dan dapat dipertanggungjawabkan.

3.6 Uji Keabsahan Data

Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Teknik triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu (Moleong, 2018). Triangulasi dibedakan menjadi tiga macam, yaitu triangulasi teknik, triangulasi sumber dan triangulasi teori.

Triangulasi teknik berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama.

Triangulasi sumber berarti peneliti menggunakan sumber yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dengan teknik yang sama (Moleong, 2018).

Triangulasi teori dilakukan dengan membandingkan hasil akhir penelitian yang berupa rumusan informasi dengan perspektif teori yang relevan untuk menghindari bias dan subjektivitas peneliti atas temuan yang dihasilkan.

Adapun uji keabsahan data dalam penelitian ini digunakan triangulasi sumber

(7)

yang dilakukan dengan cara membandingkan data hasil angket, tes, dan data hasil wawancara serta dokumentasi.

Referensi

Dokumen terkait

1 HUBUNGAN STATUS GIZI, PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, STATUS IMUNISASI DASAR DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN AKUT (ISPA) PADA ANAK USIA 12-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GLUGUR

Untuk ekstraksi fitur tekstur akan didapatkan nilai dari histogram fitur yang dihasilkan dan akan dilakukan pengujian dengan kuantisasi panjang histogram, sedangkan

Pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan budaya sekolah terhadap mutu sekolah yang ada Di S M P Negeri dan Swasta Wilayah Kota Bandung, dari

Dapatan yang diperolehi menunjukkan bahawa premis makanan yang tidak mempamer logo halal namun memiliki status pemegang sijil halal Malaysia adalah sebanyak 13 buah premis.. Jumlah

Melalui Seminar Nasional Teknik Mesin 11 ini, karya-karya penelitian yang telah diseleksi diharapkan dapat memberikan solusi secara efektif, efisien, serta ramah lingkungan

Pasar tradisional dikelola tanpa inovasi yang berarti mengakibatkan pasar menjadi tidak nyaman dan kompetitif (Kasali, 2007).Revitalisasi pasar merupakan salah satu

(1) Para Pihak terkait Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik di lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan wajib mematuhi etika pengadaan sebagaimana

Hal ini disebabkan terhalang oleh lapisan-lapisan tajuk pohon yang ada pada hutan tersebut, sehingga tumbuhan bawah yang tumbuh dekat permukaan tanah kurang mendapat cahaya,