Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perlakuan terhadap Orang Meninggal dalam Tradisi Penguburan Masyarakat Desa Trunyan Bali T2 752012015 BAB I
Teks penuh
Dokumen terkait
TRADISI PERSEMBAHAN MAKANAN KEPADA ORANG MENINGGAL DALAM UPACARA KEMATIAN MASYARAKAT TIONGHOA DI KOTA MEDAN.. 棉兰华人在丧葬期间使用的食物供品的意义和作用分析研究 Mianlan
menggunakan Sepu’ kapanpun dan dimanapun, namun orang Toraja ‘tau diri’ jika menggunakan Sepu’ dalam upacara adat tertentu. Orang Toraja di Salatiga, khususnya
Orang Toraja melaksanakan Rambu Solo’ bagi jenazah orang yang dicintai dan sebelum Rambu Solo’ dilaksanakan, maka jenazah belum dianggap meninggal secara adat,
Bagi orang Nias, symbol penghargaan dan relasi antara beberapa pihak berada pada sirih (Afo). Karena itu segala acara adat, tidak akan berjalan bila sirih atau afo tidak
Menjelaskan bahwa keluarga merupakan kelompok primer tempat pembentukan dan inteenalisasi norma-norma. Tjandrarini menambahkan bahwa apa yang terjadi dalam lingkungan
Kepada Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang telah membantu dalam keterlibatan mereka sebagai pihak yang diwawancarai terutama kepada keluarga besar masyarakat dan para pemangku
Upacara atau ceremony adalah sistem atau rangkaian tindakan yang ditata oleh adat atau hukum yang berlaku dalam masyarakat yang berhubungan dengan berbagai macam
mempengaruhi keluarga Kristen untuk terlibat dalam praktek tradisi Kaeng Berkat. dan nilai luhur yang terkandung