• Tidak ada hasil yang ditemukan

Heti Liyana E

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Heti Liyana E"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

PEMBUATAN DASHBOARD KEPEGAWAIAN SEBAGAI 

ALAT BANTU MENGUKUR KINERJA PEGAWAI 

BERDASARKAN INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) 

KEMENKEU‐FOUR DAN KEMENKEU‐FIVE PADA KANTOR 

PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA (KPPN)

Heti Liyana E

5209108713

(2)

Latar Belakang

Reformasi birokrasi pada Kementrian Keuangan

terutama pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan

dimulai pada pertengahan tahun 2007 yang ditandai

dengan dimulainya program Kantor Pelayanan

Perbendaharaan Negara (KPPN) Percontohan di 

beberapa kota besar di Indonesia, salah satunya

adalah pada KPPN Surabaya II.  KPPN Perconcohan

melaksanakan tugas dan fungsi pokoknya berdasarkan

Standard Operational Procedure (SOP) baru. SOP baru

tersebut mengganti alur kerja menjadi lebih pendek

sehingga proses kerja menjadi lebih cepat yang 

(3)

Latar Belakang cont’d

Sehubungan dengan pelaksanaan reformasi birokrasi

tersebut, Menteri Keuangan mengeluarkan Keputusan

Menteri Keuangan Nomor 454/KMK.01/2011 tentang

Pengelolaan Kinerja di Lingkungan Kementrian Keuangan. 

Keputusan tersebut merupakan ketentuan mengenai

pengelolaan kinerja di lingkungan Kementrian Keuangan

dengan asas objektivitas, keadilan, dan transparansi. 

Keputusan tersebut ditetapkan untuk menjadi pedoman

penyusunan perencanaan dan penilaian kinerja organisasi

dan pegawai serta menjadi standar metode penilaian

organisasi dan pegawai, mulai dari tingkat Menteri

Keuangan (Kemenkeu‐wide) hingga tingkat pelaksana atau

pejabat setingkat eselon lima (Kemenkeu‐five).

(4)

Latar Belakang cont’d

Pada saat ini perhitungan capaian kinerja pegawai

pada KPPN berupa prosentase perbandingan realisasi

hasil kinerja dengan target kinerja sesuai dengan

tanggung jawab IKU masing‐masing pegawai. Laporan

tersebut tidak dapat langsung menunjukkan

perbandingan capaian kinerja antara satu pegawai

dengan yang lainnya. Sehingga perlu dibuat suatu alat

bantu perhitungan pencapaian kinerja pegawai yang 

juga dapat menampilkan hasil perhitungan dalam

bentuk dashboard sehingga dapat menampilkan

perbandingan antara pencapaian kinerja pegawai

yang satu dengan yang lainnya.

(5)

Rumusan Masalah

Permasalahan yang akan terselesaikan dalam tugas 

akhir ini adalah:

Bagaimana cara menghitung capaian kinerja

pegawai berdasarkan KMK No.454/KMK.01/2011?

Bagaimana cara memvisualisasi data hasil

perhitungan capaian kinerja pegawai dalam

bentuk dashboard?

(6)

Batasan masalah

Tugas akhir ini terbatas pada perhitungan Capaian 

Kinerja Pegawai dan pembuatan dashboard 

mengunakan data laporan hasil kinerja Semester I 

Tahun 2012 untuk pelaksana dan kepala seksi pada 

KPPN Surabaya II.

(7)

Tujuan

Tujuan dari proyek akhir ini adalah :

Membuat perhitungan capaian kinerja pegawai

berdasarkan KMK No.454/KMK.01/2011.

Membuat dashboard yang dapat memvisualisasi

data perhitungan capaian kinerja pegawai.

(8)

Relevansi atau manfaat

Dashboard ini dapat digunakan untuk 

menampilkan informasi mengenai tingkat kinerja

pelaksana dan kepala seksi, dibandingkan dengan

target yang terdapat pada kontrak kinerja yang 

telah ditandatangani pada awal periode.

Dashboard ini mempermudah kepala kantor

dalam melihat apakah penataan formasi dan

pembagian tanggung jawab IKU pegawai sudah

cukup efektif dan efisien.

(9)

Tinjauan Pustaka

BI Dashboard

Dashboard adalah visualisasi dari sekumpulan data yang 

berupa grafik hasil olahan data. Pembuatan dashboard

tersebut dilakukan dengan cara mengolah data transaksi yang 

kemudian diolah menjadi data analisis melalui suatu proses 

yang disebut ETL (Extraction, Transformation, Loading). Data 

anasisis tersebut kemudian ditampilkan dalam berbagai grafik

atau indikator yang memudahkan pengguna memahami

informasi yang ada. Grafik untuk memvisualisasikan data 

dapat berupa grafik batang, grafik garis, pie chart, gauge, dan

lain‐lain.

(10)

Tinjauan Pustaka

Indikator Kinerja Utama

IKU adalah suatu ukuran finansial dan non‐finansial

yang digunakan untuk mengukur tujuan yang 

mencerminkan strategi kinerja suatu organisasi. 

(Andonov‐Acev, 2008)

(11)

Tinjauan Pustaka

(12)

Tinjauan Pustaka

Balanced Scorecard

Balanced Scorecard disebut juga Kartu Skor

berimbang pertama kali dikenalkan oleh Robert S. 

Kaplan dan David P. Norton pada tahun 1990 dan

terus berkembang sampai dengan saat ini. Kartu skor

digunakan untuk mencatat hasil kinerja organisasi

atau pegawai sebagai bahan evaluasi kinerja yang 

telah dicapai. Terdapat empat perspektif dalam

Balanced Scorecard yang digunakan untuk mengukur

(13)

Tinjauan Pustaka

IKU Kemenkeu

IKU Kemenkeu terbagi dalam enam tingkatan : 

Kemenkeu‐wide untuk Menteri Keuangan.

Kemenkeu‐one untuk Pejabat Struktural Eselon I.

Kemenkeu‐two untuk Pejabat Struktural Eselon II.

Kemenkeu‐three untuk Pejabat Struktural Eselon III.

Kemenkeu‐four.

(14)

Tinjauan Pustaka

Capaian Kinerja Pegawai

Formula Perhitungan CKP :

• Menghitung capaian IKU yaitu prosentase realisasi dibagi target setelah dipolarisasi menjadi maximize untuk pejabat atau pegawai yang tidak memiliki peta strategi.

Polarisasi maximize merupakan nilai pencapaian yang  ditargetkan melebihi target yang terdapat dalam kontrak kinerja.

• Menghitung Nilai Variabel yaitu menjumlah hasil perkalian antara capaian IKU dengan Bobot IKU (berdasarkan variabel

cascasing dan non‐cascading).

• Menghitung CKP dengan menjumlah hasil perkalian antara Nilai Variabel dengan Bobot Variabel (berdasarkan tingkat validitas dan tingkat kendali).

(15)
(16)

Analisa dan desain

Analisa Proses Perhitungan Realisasi Kinerja Pegawai

• Analisa Proses Perhitungan Capaian Kinerja Pegawai

Proses persiapan data dengan mng-copy kemudian paste data

laporan capaian IKU ke dalam 1 lembar kerja yang sama.

Pembuatan Desain Dashboard yang akan menampilkan daftar

(17)

Implementasi

Pemilihan Software ‐> Ms. Excel

Persiapan Data membuat tabel perhitungan capaian

kinerja

Kolom Isi

NIP Berisi Nomor Induk Pegawai (NIP) KPPN Surabaya II

Nama Berisi Nama Pegawai KPPN Surabaya II

IKU Berisi Jenis IKU yang menjadi tanggung jawab masing‐masing pegawai

Target S1 Berisi Target Kinerja Semester pertama masing‐masing pegawai per IKU yang menjadi tanggung jawabnya

Realisasi S1 Berisi Realisasi Kinerja Semester pertama masing‐masing pegawai per IKU yang menjadi tanggung jawabnya

Indeks Capaian Berisi hasil persentase Realisasi dibagi Target

Bobot IKU Berisi bobot IKU berdasarkan jenisnya

Bobot Variabel Berisi bobot variabel berdasarkan tingkat validitas dan tingkat kendali

Bobot Tertimbang

Bobot tertimbang merupakan prosentase antar bobot IKU masing‐masing pegawai berdasarkan jenisnya

Nilai Berisi Nilai Capaian Kinerja masing‐masing pegawai per IKU yang merupakan hasil perkalian antara indeks Capaian dengan Bobot Variabel dan Bobot Tertimbang

(18)

Persiapan Data

Menghitung Capaian Kinerja Pegawai dengan

formula yang telah disediakan oleh Microsoft Excel 

disesuaikan dengan formula perhitungan Capaian

Kinerja Pegawai yang terdapat dalam KMK Nomor

454/KMK.01/2011.

Menghitung data yang didapatkan sehingga

didapat Capaian Kinerja masing‐masing pegawai

sesuai tanggung jawab IKU dalam kontrak kinerja.

(19)

Pembuatan Dashboard

• Dashboard dibuat dengan menggunakan data hasil perhitungan Capaian Kinerja Pegawai untuk masing‐masing IKU yang menjadi tanggung jawabnya.

• Dengan memanfaatkan Microsoft Excel pada fitur charts dibuat suatu grafik garis yang menampilkan daftar pegawai dan capaian kinerja nya dengan menggunakan formula sumifs

• Kemudian dibuat pie‐chart untuk melihat perbandingan jumlah pegawai berdasarkan tingkatan capaian IKU menggunakan

formula countifs

• Membuat suatu tampilan yang menampilkan nama pegawai yang memiliki capaian kinerja paling tinggi. dengan

(20)
(21)
(22)

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tugas akhir ini, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Pembuatan dashboard dilakukan melalui tahapan :

• Menghitung data hasil kinerja dengan menggunakan formula masing‐masing

IKU untuk memperoleh Realisasi.

• Menghitung indeks capaian dengan membagi Realisasi dengan Target.

• Menghitung Nilai Variabel dengan mengalikan Indeks Capaian dengan Bobot

Tertimbang IKU (Persentase bobot variabel berdasarkan kombinasi antara tingkat validitas dan tingkat kendali).

• Menghitung Capaian Kinerja masing‐masing IKU dengan mengalikan Nilai

Variabel dengan Bobot IKU berdasarkan cascading/non‐cascading.

Memvisualisasikan hasil perhitungan dengan memanfaatkan fitur Charts dan

macro pada Microsoft Excel.

2. Capaian Kinerja Pegawai akan dapat mencapai nilai maksimal pada saat IKU  yang menjadi tanggung jawab pegawai memiliki porsi yang seimbang

berdasarkan jenis dan variabelnya serta pegawai mempunyai output kerja yang  mencapai atau melebihi target dalam kontrak kinerja.

(23)

Kesimpulan

3. Keputusan yang dapat diambil setelah melihat grafik pada dashboard : • Penyelenggaraan bimbingan dan konsultasi bagi pegawai yang 

memiliki CKP di jauh di bawah 80%, sebab pegawai yang memiliki CKP  kurang dari 77,14% tidak memenuhi syarat poin minimal Nilai Kinerja Pegawai sebagai syarat kenaikan peringkat pegawai sesuai dengan PMK No 246/PMK.01/2011. 

• Peninjauan kembali terhadap IKU yang sampai dengan semester 1  masih menunjukkan realisasi sebesar 0% apakah pada periode

berikutnya masih akan dipakai atau tidak.

• Peninjauan kembali IKU yang telah ditetapkan dalam kontrak kinerja bagi pegawai yang realisasinya kinerjanya sebagian besar mencapai atau hampir mencapai target namun memiliki CKP kurang dari 80%  dikarenakan bobot IKU yang dimiliki sebagian besar nilainya sedikit,  jika dimungkinkan dilaksanakan adendum atau perubahan kontrak kinerja.

(24)

Saran

Beberapa saran yang diharapkan dapat dipertimbangkan untuk penelitian mendatang antara lain:

• Perlu diadakan evaluasi hasil kerja yang dilakukan setiap bulan sebagai dasar pembuatan langkah‐langkah dalam mencapai realisasi kerja yang maksimal bagi setiap pegawai sehingga tujuan organisasi dapat tercapai. 

Pembuatan dashboard dengan menggunakan analisa dan data 

profilling pegawai akan dapat digunakan sebagai perbandingan

kesesuaian kemampuan pegawai dengan IKU yang menjadi tanggung jawabnya dalam kontrak kinerja.

Referensi

Dokumen terkait

3) Pegawai melakukan pembandingan antara target dan realisasi untuk mengukur capaian nilai indikator kinerja setiap sasaran. 4) Pegawai melakukan perhitungan nilai capaian

(5) Nilai Kontribusi Kinerja Pegawai terhadap IKU Unit Kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c merupakan hasil penilaian Kontribusi Kinerja Pegawai terhadap IKU

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2014 | v Tabel III.29 Capaian IKU Potensi konflik di kalangan. masyarakat dan

narasumber memberi nilai faktor kunci, tahapan selanjutnya yaitu menghitung bobot, rating, dan bobot tertimbang. Hasil bobot tertimbang IFE dan EFE kemudian

Pengukuran capaian kinerja sasaran strategis meliputi pengukuran atas realisasi 11 IKU dominan (yang paling mempengaruhi capaian sasaran strategis) dari 35 IKU yang telah

Rata-rata hasil perhitungan tingkat kepuasanuntuk Kinerja Layanan Konfirmasi Surat Setoran adalah sebesar 4.40, sehingga capaian IKU Kemenkeu-Four Seksi Bank “Indeks Kepuasan

Capaian kinerja Pusdiklat Pegawai Kemendikbudselama kurun waktu 2010- 2014, berisi capaian kinerja sasaran yaitu:(1)Peningkatan kompetensi lulusan dengan melaksanakan

Indikator Kinerja Utama (IKU) ... Target kinerja sasaran strategis ... Perjanjian Kinerja ... Capaian Kinerja Organisasi ... Realisasi Capaian BAPPEDA dalan Indikator Kinerja Daerah