• Tidak ada hasil yang ditemukan

OTONOMI DESAPAKRAMAN DI BALI SETELAH KELUARNYA UU NO 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "OTONOMI DESAPAKRAMAN DI BALI SETELAH KELUARNYA UU NO 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA."

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Bidang Unggulan : Sosial, Ekonomi Dan Bahasa Kode/ Bidang Ilmu : 596 / Ilmu Hukum

LAPORAN PENELITIAN HIBAH UNGGULAN PROGRAM STUDI

OTONOMI DESAPAKRAMAN DI BALI SETELAH

KELUARNYA UU NO 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA

TIM PENELITI

A.A Cede Oka Parwala ,SH MSi (0031125763)

Dewa Nyoman Rai Asmara Putra, SH MH (0010045603)

AA Ketut Sukranatha, SH MH (005065707)

DIBIAYAI DARI DANA DIPA UNIVERS1TAS UDAYANA

) EN CAN SURAT PERJANJIAN PELAKSANAAN PENELITIAN NOMOR

959A/UN14.1.I1/KU/2015,TANGGAL04MEI2015

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS UDAYANA

(2)

Judul Penelitian

HALAMAN PENGESAHAN

: Otonomi Desa Pakraman di Bali Setelah

Keluarnya UU No 6 Tahun 2014 Tentang Desa

I

2.Ketua Peneliti a.Nama Lengkap b. Jenis Kelamin c.NIP/NIDN d.Jabatan

Struktural e.Jabatan

Fungsional f.Fakultas/

Jurusan g.Pusat Penelitian h.

Alamat i Telp/Faks h.

Alamat Rumah g.Telpon/

: AA Cede Oka Parwata, SH MSi

: Laki-laki

: (0361) 294804 / [email protected]. id

(3)

RINGKASAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana otonomi desa pakraman di Bali setelah keluarnya UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa). Berdasar ketentuan Pasal 6 UU Desa disebutkan desa adalah desa dan desa adat. Ketentuan ini memerlukan telaahan akademis karena dengan ketentuan ini desa pakraman di Bali yang telah mempunyai otonominya sendiri menjadi dipertanyakan eksistensinya. Mengingat selama ini kesatuan masyarakat hukum adat yang di Bali dikenal sebagai desa pakraman telah memiliki otonomi asli, yaitu kewenangan untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Lebih lanjut penelitian ini bertujuan untuk menemukan jawaban yang tepat dalam penentuan desa dan desa adat yang sesuai dengan kondisi di Bali karena tidak boleh _ dilupakan secara konstitusi desa pakraman sebagai kesatuan masyarakat hukum adat dilindungi berdasar Pasal 18 B Ayat 2 UUD NKRI 45. Dengan demikian diperoleh solusi te'rhadap permasalahan yang terkait, sehingga tidak ada keraguan lagi dalam menentukan pilihan atas desa dinas atau desa adat.

Penelitian ini dikualifikasikan sebagai yuridis normatif ( didukung juga dengan penelitian lapangan sebagai pendukung dalam penelitian normatif ) yaitu berarti bahwa semua permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini, akan selalu mengacu pada tinjauan hukum, baik secara normatif maupun berdasarkan doktrin ilmu hukum. Pokok-pokok permasalahan dibahas dengan dua jenis pendekatan yaitu pendekatan perundang-undangan, dan pendekatan konseptual. Pengumpulan bahan hukum sendiri dilakukan melalui teknik telaah kepustakaan (study

document) yang dilakukan dengan mengumpulkan dan mempelajari serta

memahami isi dari masing-masing informasi yang diperoleh dari bahan hukum primer, sekunder maupun tersier. Untuk mendukung bahan hukum yang •. _r._!isis. dilakukan pula wawancara di lapangan dengan stake holder terkait - ! . . _ _ : : otonomi desa pakraman. Analisisnya sendiri secara normatif-kualitatif

yaitu containt analisis. Analisa ini adalah dilakukan terhadap pasal-pasal ataupun

ketentuan dalam peraturan perundang-undangan.

Agar kajian dan hasil lebih komprehensif, dilakukan juga Focus Grup Discussion dengan terfokus menelaah permasalahan dalam penelitian ini. Pihak yang dilibatkan adalah stake holder terkait, praktisi, akademisi, jajaran pengambil .-.er _:usan strategis dalam menentukan bagaimana otonomi desa pakraman setelah

keluarnya UU Desa tersebut.

Kata Kunci : Otonomi , Desa Pakraman, UU Desa

(4)

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan Fuji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa,

karena berkat Anugrahnya sehingga pelaksanaan kegiatan penelitian ini dapat

terlaksana dengan lancar dan semestinya sesuai dengan rencana dan jadwal yang

telah ditetapkan.

Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini, dituangkan dalam bentuk

laporan yang berjudul " Otonomi Desa Pakraman Di Bali Setelah Keluarnya UU

No 6 Tahun 2014 Tentang Desa "

Keberhasilan pelaksanaan penelitian ini tidak terlepas dari bantuan dari para pihak

diantaranya:

1. Fakultas Hukum Universitas Udayana yang mendukung sepenuhnya

baik dari pendanaan melalui dana DIPA sehingga dapat mewujudkan

penelitian ini dari awal hingga selesai

2. Rekan-rekan dosen Fakuktas Hukum Universitas Udayana

yang

memberi masukan untuk menambah dan menyempurnakan penelitian

ini melalui bahan-bahan hukum yang dimiliki terkait dengan materi

penelitian ini.

3. Semua pihak yang tak dapat disebutkan satu persatu dalam penelitian

ini yang juga tidak kalah penting perannya dalam memberi dukungan

terhadap proses dan hasil penelitian yang kami lakukan.

Kami menyadari bahwa kegiatan dan laporan penelitian yang kami

hasilkan jauh dari sempurna . Semoga hasil kegiatan dan laporan penelitian

tentang Otonomi Desa Paikraman setelah kemarnyaUU No 6 Tahun 2014 Tentang

Desa ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Oktober, 2015

(5)

-D A F T A R I S I

JTDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

RESGKASAN ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... v

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang Masalah ... 1

1.2. Perumusan Masalah ... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 3

BAB III TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN ... 9

BAB IV METODE PENELITIAN ... 10

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN ... 12

BAB VI SIMPULAN DAN SARAN ... 24

DAFTAR PUSTAKA

Referensi

Dokumen terkait

Desa sebagaimana yang termuat dalam UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan

Desa sebagaimana yang termuat dalam UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan

(3) Pengelolaan kekayaan milik Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dibahas oleh Kepala Desa bersama Badan Permusyawaratan Desa berdasarkan tata cara pengelolaan

Peraturan Daerah tentang Desa Adat di Bali secara umum mengatur materi pokok mengenai: Ketentuan Umum, Kedudukan dan Status Desa Adat, Unsur Pokok Desa Adat,

Keuntungan yang dimiliki dari Desa Dinas yaitu Desa Dinas merupakan Desa yang sebenarnya dimaksud dalam pengaturan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa

Menurut Pasal 6 UU Desa, jenis desa terdiri dari Desa dan Desa Adat, penyebutan Desa atau Desa Adat disesuaikan dengan penyebutan yang berlaku di daerah setempat. Desa

15 Pengingkaran terhadap desa adat dipandang suatu hal yang tercela dan merusak hidup krama desa (warga desa), di samping ada pula pengingkaan-pengingkaran yang

Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 hanya mengakomodir warga kategori krama desa adat sebagai subjek pembangunan, sedangkan untuk menjadi warga kategori krama desa adat