BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebagai salah satu media komunikasi elektronik, televisi memberikan pengaruh dalam kehidupan manusia (Ardianto & Erdinaya, 2005:125). Pengaruh yang diberikan seperti berkurangnya interaksi sosial terhadap sesama, menurunkan prestasi belajar, memicu tindak kekerasan, menimbulkan perilaku konsumtif, mengurangi konsentrasi, membuat penonton menjadi pasif, dan jika program acara yang ditayangkan televisi kreatif maka hal tersebut akan mengajak penonton untuk berpikir kreatif pula (Admin, 2015). Televisi memiliki program acara yang dikemas untuk memenuhi kebutuhan
audiencenya, seperti program acara hiburan, pendidikan, dll (Morisan,
2008:200).
Televisi sebagai salah satu media massa, memiliki fungsi sebagai media pendidikan, informasi dan hiburan (Effendy, 2000:54) yang memberikan wawasan banyak kepada penonton, seperti berita, film dokumenter, flora dan fauna, sains dll. Bagi perkembangan peradaban manusia, televisi di akui telah banyak memberikan sumbangsih. Namun di balik hal-hal positif yang dibagikan kepada audience, televisi juga kerap dituding sebagai media yang menyebarkan kekerasan, pornografi, ataupun tayangan yang berbau mistik (Atha, 2016). Dengan demikian industri televisi dituntut untuk membuat tayangan-tayangan yang mampu mengembangkan rasa kreatif penonton dan mampu menginspirasi penonton. Fungsi entertaint atau hiburan dapat dikatakan program acara non drama atau non-fiksi merupakan program acara yang dibuat untuk menghibur penonton. Program hiburan merupakan program acara yang dimiliki industri televisi, program hiburan tersebut memiliki prosentase terbesar dalam stasiun televisi, untuk itulah stasiun-stasiun televisi saling berlomba dalam menghadirkan program hiburan terbaik dilayar kaca. Hal inilah yang memicu stasiun-stasiun televisi untuk mengemas program acara dengan kreatif untuk memenangkan persaingan dan merebut perhatian audience.
Pesbukers merupakan salah satu program acara hiburan variety show di televisi (ANTV) yang tayang setiap hari pukul 16.00 live dengan pemandu acara Raffi Ahmad, Ruben Onsu, Melani, zazkia Gotik dan Ayu Ting-Ting. Ironisnya, program acara komedi televisi yang sifatnya menghibur ini ternyata banyak mengandung unsur kekerasan, tayangan yang disajikan penuh dengan unsur kekerasan. Kekerasan merupakan sebuah ancaman, usaha atau penggunaan kekuatan fisik oleh satu orang atau lebih yang dapat menyebabkan kerusakan fisik atau non-fisik pada seseorang atau banyak orang (Weiner dalam Sunarto, 2009:55).
Tidak hanya kekerasan fisik saja yang muncul pada program acara Pesbukers, namun juga melalui perkataan yaitu menampilkan ucapan-ucapan yang penuh dengan unsur kekerasan dan terkesan kurang beretika. Hal ini dapat terlihat bahwa baru-baru ini, pada bulan Oktober 2019 KPI menegur program acara Pesbukers karena ucapan dari Lucinta Luna yang kasar.
Gambar 1.
Ucapan Lucinta Luna Ini Bikin KPI Tegur Keras Pesbukers Sumber : Tamimi, 2019
Akibatnya program acara Pesbukers kerap beberapa kali menuai kontroversi dari masyarakat dan mendapat teguran dari KPI sehingga KPI harus memberhentikan sementara program acara tersebut. Nuning Rodiyah selaku Komisioner KPI Pusat Periode 2016-2019 menjelaskan bahwa banyak sekali aduan dari masyarakat dan MUI terkait tayangan program acara Pesbukers (Anggraini, 2019).
Gambar 2.
Salah Satu Teguran dari KPI untuk pesbukers pada Maret 2019 Sumber : Web KPI, 2019
Sejak bulan Juli 2012 hingga pada bulan Februari 2018 program acara Pesbukers sudah mendapat teguran dari KPI sebanyak 7 kali, dengan sanksi berat penghentian sementara program acara tersebut (WartaKota, 2018). Sebelumnya, Pesbukers sudah vakum beberapa bulan dari layar televisi. Kemudian pada tanggal 11 Februari 2019 program yang menggandeng Ruben Onsu, Raffi Ahmad, Melani, Zaskia Gotik dan Ayu Ting Ting sebagai bintang utamanya ini kembali tayang. Namun sesudah kembali tayang, lagi-lagi Pesbukers kembali mendapat teguran dari KPI sebanyak 2 kali, yaitu pada bulan Maret 2019 dan Mei 2019.
Kerap mendapat teguran dari KPI dan menuai kontroversi dari masyarakat, ternyata Pesbukers Ramadhan memiliki rating yang tinggi sebagai program acara
hiburan nomor satu yang dijadikan berbuka makin meriah pada 21 Mei 2018 berdasarkan data Nielsen. Selain itu, ANTV juga memiliki rating yang tinggi sebagai salah satu stasiun televisi yang sukses menghadirkan program-program hiburan nomor 1 (berdasarkan data Nielsen, 4 Juni 2018)
Gambar 3.
Ramadahan sebagai program acara hiburan nomor 1 pada 21 Mei 2018 berdasarkan data Nielsen
Gambar 4.
ANTV Sukses hadiran program hiburan nomor 1 berdarakan data Nielsen 4 Juni 2018
Sumber : Instagram Vice President Director ANTV dan TV One
Dan Selama bulan Ramadhan (06/05/19 – 04/06/19) dengan mengusung tema Risalah Cinta Ramadhan program acara Pesbukers tayang 2x dalam sehari dengan durasi 2 jam untuk masing-masing tayangan, yaitu pukul 16.00 dengan nama acara Pesbukers Ramadhan dan pukul 02.00 dengan nama acara Sahurnya Pesbukers dan masing-masing tayangan terbagi menjadi 5 segmen, tak tanggung-tanggung pula acara ini ditampilkan secara live.
Pada bulan Ramadhan tepatnya pada hari Jumat, 17 Mei 2019 tayangan Pesbukers menuai kontroversi baru dari masyarakat. Pasalnya, konten dalam program acara tersebut melanggar Standar Program Siaran (SPS) yaitu UU No. 32 Tahun 2002 pasal 36 yang memuat tentang isi siaran. SPS adalah standar isi siaran
yang berisi tentang batasan-batasan, pelanggaran, kewajiban, dan pengaturan penyiaran, serta sanksi berdasarkan Pedoman Perilaku Penyiaran yang ditetapkan oleh KPI (www.kpi.go.id).
Dalam tayangan Pesbukers Ramadhan (pukul 16.00 WIB) episode 12 tepatnya di segmen 4 live pada hari Jumat, 17 Mei 2019, 2 pembawa acara pesbukers yaitu Melani dan Ruben Onsu membuat prank kepada Haruka Nakagawa yang menjadi bintang tamu dalam acara tersebut, Haruka dituduh mencuri jam tangan Raffi Ahmad yang harganya 2 milliar rupiah. Prank yang dilakukan tersebut mengandung unsur kekerasan sampai membuat Haruka menangis. Prank merupakan bentuk slang atau sebutan tidak resmi untuk kejenakaan yang diadaptasi dari particle joke dan bertujuan untuk membuat korban merasa terjahili sehingga menimbulkan rasa kepuasaan pada si pembuat
prank tersebut (Ida, 2018). Memang ekspresi korban saat prank tidak dapat
diprediksi, tetapi hal tersebut dapat dicegah jika sesuatu buruk terjadi. Biasanya, korban akan menonton kembali rekamannya saat di prank. Jika korban tidak ingin rekaman tersebut ditayangkan, ia dapat menolak. Saat ditayangkan, acara akan menampilkan pesan bahwa aksi prank tersebut telah mendapat persetujuan dari korban (Excel, 2018). Dalam kasus yang menimpa Haruka ini, acara Pesbukers ditayangkan secara langsung tidak ada persetujuan, semua kejadian langsung ditayangkan dilayar kaca. Kejadian ini pun membuat fans dari Haruka Nakagawa membuat petisi supaya tayangan Pesbukers dihentikan.
Gambar 5.
Petisi untuk hentikan dan hapus acara pesbukers ANTV Sumber : Tunas, 2019
Dari pembahasan di atas peneliti ingin mengetahui penerapan UU No.32 tahun 2002 pasal 36 terhadap dimensi kekerasan pada Haruka Nakagawa di tayangan
variety show program acara Pesbukers episode 12 segmen 4 tayang live hari Jumat,
17 Mei 2019 dengan menggunakan analisis isi kualitatif. Analisis isi kualitatif digunakan sebagai metode penelitian karena menurut peneliti, metode ini dirasa lebih mendalam dan detail untuk memahami isi media dan mampu menghubungkannya dengan konteks sosial atau realitas yang terjadi sewaktu pesan dibuat.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana penerapan UU No.32 tahun 2002 pasal 36 terhadap dimensi kekerasan pada Haruka Nakagawa dalam tayangan variety show program acara Pesbukers episode 12 segmen 4 tayang live pada hari Jumat, 17 Mei 2019 di ANTV?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan penerapan UU No. 32 tahun 2002 pasal 36 terhadap dimensi kekerasan pada Haruka Nakagawa di tayangan variety show program acara Pesbukers episode 12 segmen 4 tayang live pada hari Jumat, 17 Mei 2019 di ANTV.
1.4 Manfaat Penelitian
Dalam penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat sebagai berikut:
1.4.1 Secara Praktis
Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan agar kritis dalam mengonsumsi media (televisi). Penelitian ini juga diharapkan dapat memberi sumbangan wawasan dan refrensi bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.
1.4.2 Secara Teoritis
Penelitian ini diharapkan mampu menambah khasanah ilmu kepada peneliti dan pembaca, khususnya dalam bidang komunikasi serta memberikan penjelasan kepada para pengguna televisi dan masyarakat secara luas mengenai analisis isi tentang dimensi kekerasan pada Haruka Nakagawa di tayangan variety show program acara Pesbukers.
1.5 Batasan Penelitian
Dalam penelitian ini membuat Batasan agar penelitian ini fokus dan tidak melebar. Penelitian ini hanya berfokus pada penerapan UU No. 32 tahun 2002
terhadap dimensi kekerasan pada Haruka Nakagawa di tayangan variety show program acara Pesbukers episode 12 segmen 4 tayang live pada hari Jumat, 17 Mei 2019 di televisi.
1.6 Definisi Konseptual 1.6.1 Kekerasan
Kekerasan merupakan sebuah ancaman, usaha atau penggunaan kekuatan fisik oleh satu orang atau lebih yang dapat menyebabkan kerusakan fisik atau non-fisik pada seseorang atau banyak orang (Weiner dalam Sunarto, 2009:55).
1.6.2 Televisi
Televisi adalah media pandang sekaligus media dengar (audiovisual) untuk proses penyampaian pesan kepada khalayak, Televisi juga mempunyai program siaran yang dikemas untuk memenuhi kebutuhan audiencenya (Morissan, 2008:200).
1.6.3 Variety show
Variety show merupakan salah satu jenis program hiburan, format acara TV ini
dikombinasi dengan berbagai format lainnya seperti Talk Show, Magazine Show,
Quiz, Game Show, Music Concert, Drama, dan Sit Kom (Naratama, 2006:160).
Dengan demikian, Variety show merupakan program yang penuh dengan ide-ide menarik dimana terdapat berbagai macam konsep acara dalam satu program tunggal
1.6.4 UU No. 32 tahun 2002
Menurut UU No. 32 tahun 2002 tentang penyiaran, penyiaran di selenggarakan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar republik Indonesia tahun 1945 dengan asas manfaat, adil dan merata, kepastian hukum, kemanan, keberagaman, kemitraan, etika, kemandirian, kebebasan, dan tanggung jawab. (www.kpi.go.id)