C
Oleh :
Tukidjan
Wakil Kepala Sektor Tekno Arkeologi
Proyek Pemugaran Candi Borobudur
KONDISI CANDI BOROBUDUR
SEBELUM PEMUGARAN II
Candi Borobudur merupakan warisan dunia dilaksanakan oleh Theodore Van Erp pada
(World Heritage) terbesar di Indonesia. Secara tahun 1907-1911.
administrasi Candi Borobudur terletak di Desa Pada pemugaran tersebut, bagian candi
Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten yang mengalami perbaikan adalah pagar
Magelang, Propinsi Jawa Tengah. Secara langkan dan gapura lorong 1 sampai dengan 5,
astronomi Candi Borobudur terletak pada garis
0
Lintang Selatan (LS): 7 36'29'' dan garis Bujur
0
Timur (BT): 110 12'14'' atau pada koordinat Universal Transverse Marcator (UTM), X: 412.184 meter dan Y: 158.962 meter. Candi Borobudur dibangun diatas bukit pada ketinggian + 265,740 meter dari permukaan air laut, beriklim tropis dengan curah hujan cukup tinggi, yakni mencapai 621 mm. Candi Borobudur terbuat dari susunan batu andesit masing-masing berukuran rata-rata panjang 50 cm, lebar 30 cm dan tingginya 22 cm. Pada masa Pemerintahan Belanda, Candi Borobudur
p e r n a h m e n g a l a m i p e m u g a r a n y a n g Hasil pemugaran Th. van Erp pada Arupadhatu
halaman lereng bukit. Cekungan-cekungan di dengan lorong 4 tingkat 6 terbagi menjadi 9
lantai lorong dikarenakan melesak diisi dengan bidang, yaitu berturut-turut dari kanan-kiri
lapisan beton tras kemudian di atasnya disebut dengan bidang a, b, c, d, e-f, g, h, I dan j.
dipasangi dengan batu lantai baru. Celah-celah Sisi bujur sangkar di atasnya, yakni lorong 5
(siar) batu pada seluruh permukaan batu lantai tingkat 7 terbagi menjadi 5 bidang, yaitu
lama dan batu lantai baru diisi/ditutup dengan berturut-turut dari kanan ke kiri disebut bidang a,
mortar/spesi, sehingga air hujan di atas candi b, c-d, e dan f. Sedangkan batur tingkat 8 sampai
yang melimpas di permukaan batu lantai dapat dengan batur 3 tingkat 10 dan stupa pusat
mengalir melalui jaladrawa/saluran air di tiap berbentuk lingkaran.
tingkatan. Sementara dinding-dinding candi lorong 1 sampai dengan 4 tetap dibiarkan dalam posisi miring dan melesak, sehingga semakin lama semakin parah.
D a r i h a s i l p e n e l i t i a n p a r a a h l i menunjukkan, bahwa kondisi tanah bukit di bawah candi merupakan salah satu faktor penyebab kerusakan pada Candi Borobudur. Hal ini disebabkan karena struktur tanah bukit dasar candi terdiri dari lapisan tanah lempung. Salah satu sifat tanah lempung adalah jika terkena air, daya dukung/kekuatan tekannya menjadi sangat rendah mengakibatkan
dinding-dinding candi mengalami penurunan. Denah Candi Borobudur
Kearah vertikal, Candi Borobudur terdiri
PENAMAAN BAGIAN-BAGIAN CANDI dari 3 bagian, yakni berturut-turut dari bawah ke
atas disebut dengan:
Denah Candi Borobudur berbentuk bujur 1. Kamadhatu : Mencakup undag tingkat 1,
sangkar yang dilengkapi dengan tangga pada selasar tingkat 2 dan kaki
2. Rupadhatu : Mencakup lorong 1 tingkat 3 undag dalam, masing-masing terdiri atas 6
sampai dengan lorong 5 lapis batu. Di tempat-tempat tertentu lapisan
tingkat 7. Kelima lorong ini batu dinding undag luar tersisa 4-5 lapis
dibatasi oleh dinding (dalam) bata. Sedangkan dinding undag dalam
dan pagar langkan (luar) masih cukup baik.
y a n g p e n a m a a n n y a 2. Selasar
mengikuti nama lorongnya. Dinding selasar terdiri dari 10 lapis batu.
Contoh lorong 1 dibatasi oleh Kondisi dinding selasar masih cukup baik,
dinding lorong 1 dan pagar kecuali pada sudut barat daya dan sudut
langkan lorong 1. timur laut telah mengalami sedikit
3. Arupadhatu : Mencakup batur 1 tingkat 8 penurunan. Di beberapa tempat terdapat
sampai dengan batur 3 renggangan nat batu tetapi tidak begitu
tingkat 10 dan seterusnya besar.
dan stupa pusat. 3. Kaki candi
Kaki candi Borobudur terletak di belakang selasar dan sebagian besar tertutup oleh selasar tersebut, tepatnya kaki candi tersebut berada di bawah pagar langkan lorong 1. Bangunan ini terdiri dari 27 lapis batu. Nat-nat (siar) batunya masih rapat belum ada yang renggang dan permukaan atas batas atas kaki candi tersebut masih Irisan Candi Borobudur
rata. Ukuran kaki Candi Borobudur cukup tinggi, namun karena di depan kaki candi KONDISI ELEMEN CANDI
terdapat bangunan selasar dan undag
A. Bagian Kamadhatu (berfungsi sebagai penahan), maka candi
1. Undag tersebut masih dalam kondisi baik dan
Dinding undag merupakan bagian terbawah stabil.
dan terluar Candi Borobudur. Dinding undag
terdiri dari dinding undag luar dan dinding Kaki candi sudut tenggara yang ditampakkan
B. Bagian Rupadhatu
1. Dinding dan pagar langkan lorong 1
Pembatas lorong 1 di bagian dalam adalah dinding lorong 1. Dinding ini terdiri dari 17 lapis batu, tetapi di tempat-tempat tertentu sebagian (bagian bawah) dinding tertutup oleh batu lantai. Hal ini diperkirakan dinding-dinding di tempat tersebut mengalami penurunan.
Pada pembongkaran batu lantai untuk penelitian tanah dasar candi diperoleh data, bahwa lapisan batu lapisan di bawah dinding lorong 1 sebanyak 2-3 lapis batu. Selain mengalami penurunan, sebagian besar dinding lorong 1 dalam kondisi miring keluar dan banyak ditemukan nat (siar) batu yang renggang (melebar).
Bagian bawah dinding lorong 1 tertutup oleh lantai baru
Pembongkaran batu lantai lorong 1 Pembongkaran batu lantai lorong 1 untuk penelitian
tanah dasar candi tahun 1969
Dinding lorong 1 yang paling parah Untuk mengurangi beban yang didukung
dialami oleh dinding-dinding yang terletak di oleh dinding lorong 1 di kuadran barat laut dan
kuadran barat laut dan timur laut. Kemiringan timur laut, maka pada tahun 1965 (sebelum
0
dinding di kuadran ini ada yang mencapai 9 , meletusnya pemberontakan G 30 S PKI)
yakni di bidang e-f sisi utara. Kondisi dinding dilakukan kegiatan pembongkaran dan
lorong 1 bidang a sisi utara sudah sangat penurunan batu-batu pagar langkan lorong 2
mengkhawatirkan, maka dinding tersebut dan 3 di kuadran tersebut. Batu-batu hasil
didukung (ditopang) dengan menggunakan pembongkaran pagar langkan tersebut disusun
kayu gelondongan agar tidak runtuh. kembali dan ditempatkan di halaman.
Pada lorong 1 terdapat pagar langkan setinggi 20 lapis batu dan gapura di atas tangga yang menyatu dengan pagar langkan tersebut. Pagar langkan ini bertumpu pada kaki candi dan dilengkapi dengan relung-relung yang di dalamnya terdapat arca Buddha menghadap keluar. Pada pagar langkan lorong 1 terdapat 104 relung dengan puncak berupa keben.
Kondisi pagar langkan lorong 1 masih cukup baik, namun demikian ada beberapa Kondisi dinding lorong 1 bidang d sisi utara
Dinding lorong 1 bidang a sisi utara (kuadran barat laut) yang ditopang dengan kayu
Bangunan perancah di sudut barat laut untuk menurunkan batu-batu pagar langkan lorong 2 dan 3 kuadran timur laut dan barat laut tahun
bagian yang rusak dan hilang. Gapura lorong 1 pendek lorong 2 banyak ditemukan
sebanyak 4 buah, semuanya rusak dan hilang. renggangan nat batu yang cukup lebar.
Beberapa buah relung rusak dan hilang seperti pada bidang c sisi timur dan bidang c sisi barat masing-masing 3 buah relungnya hilang. Prosentase keutuhan pagar langkan lorong 1 masih 91%.
Daftar persentase keutuhan pagar langkan lorong
2. Dinding dan pagar langkan lorong 2
Bagian dalam lorong 2 dibatasi oleh dinding lorong 2 setinggi 14 lapis batu. Dinding-dinding candi di lorong 2 sebagian besar miring ke dalam. Hal ini berlawanan dengan dinding-dinding lorong 1 di bawahnya yang miring keluar. Kondisi yang demikian diasumsikan, bahwa gaya yang bekerja pada dinding lorong 2 adalah gaya horizontal berupa tarik dari dinding lorong 1, sebagai akibat penurunan dinding lorong 1 yang cukup dalam. Asumsi ini sangat dimungkinkan karena pada dinding-dinding
Lokasi Gapura Relung Arca Budha Prosentase keutuhan pagarlangkan Utuh Rusak Hilang Utuh Rusak Hilang Ada Hilang
Sisi Timur - - 1 bh 9 bh 13 bh 4 bh 22 bh 4 bh 87 % Sisi Selatan - - 1 bh 15 bh 7 bh 4 bh 25 bh 1 bh 94 % Sisi Barat - - 1 bh 13 bh 13 bh - 26 bh - 92 % Sisi Selatan - - 1 bh 12 bh 12 bh 2 bh 23 bh 3 bh 92 % Jumlah - - 4 bh 49 bh 45 bh 10 bh 96 bh 8 bh +91 %
Kondisi bidang d dinding lorong 2 sisi utara Kondisi bidang panjang dinding lorong 2 sisi
batu lama (asli) dengan posisi miring keluar. Nat- lorong 2 nat batu lantai diisi dengan mortar, sehingga air
hujan yang melimpas di lorong 2 tersebut akan mudah mengalir melalui jaladwara. Penutupan nat-nat batu lantai tersebut juga mengurangi meresapnya air ke dalam susunan batu-batu dinding lorong 1.
Pagar langkan lorong 2 yang bertumpu pada dinding lorong 1 terdiri dari 14 lapis batu,
juga dilengkapi dengan relung-relung yang di 3. Dinding dan pagar langkan lorong 3
dalamnya terdapat Arca Buddha menghadap Dinding lorong 3 sebagai pembatas lorong 3
keluar. Pada lorong 2 terdapat bangunan gapura di bagian dalam, terdiri dari 12 lapis batu.
di atas tangga yang menyatu dengan pagar Posisi dinding ini relatif tegak dibanding
langkan. Jumlah relung yang terdapat pada dengan dinding-dinding di bawahnya. Pada
pagar langkan lorong 2 sebanyak 104 buah, pembongkaran batu lantai guna penelitian
dengan puncak berupa stupa-stupa kecil. tanah dasar candi diperoleh data, bahwa
Kerusakan yang terjadi pada pagar lapisan batu isian di bawah dinding lorong 3
langkan lorong 2 cukup parah. Di beberapa berkisar antara 13-15 lapis batu, sehingga
tempat bagian atasnya rusak dan hilang, bagian dinding tersebut masih tegak. Renggangan
yang tersisa tinggal beberapa lapis batu. nat batu juga tidak banyak. Di tempat-tempat
Sebagai contoh, bidang e-f sisi timur tertentu, dinding bagian bawah setinggi 2
tersisa 2 lapis batu dan bidang h sisi timur juga lapis batu tertutup oleh batu lantai baru. Hal
tersisa 2 lapis batu saja. Bangunan gapura ini menunjukkan bahwa dinding lorong 3
sebanyak 4 buah, rusak 3 buah dan lainnya tersebut mengalami penurunan.
hilang. Prosentase keutuhan pagar langkan lorong 2 sebanyak 46%
Lokasi
Gapura Relung Arca Budha Prosentase Keutuhan Pagarlangkan Utuh Rusak Hilang Utuh Rusak Hilang Ada Hilang
Sisi Timur - - 1 bh 6 bh 7 bh 13 bh 26 bh - 32 % Sisi Selatan - 1 bh - 1 bh 19 bh 6 bh 24 bh 2 bgh 53 % Sisi Barat - 1 bh - 5 bh 18 bh 3 bh 26 bh - 45 % Sisi Selatan - 1 bh - - 17 bh 9 bh 20 bh 6 bh 53 % Jumlah - 3 bh 1 bh 12 bh 61 bh 31 bh 96 bh 8 bh +46 %
Kondisi bidang panjang lorong 3 yang miring dan mendesak
Permukaan lantai lorong 3 juga merupakan Daftar persentase keutuhan pagar langkan
lantai batu baru seperti halnya pada lorong lorong 3
1. Di bawah lantai batu baru terdapat lapisan beton tras dan lantai batu lama terletak di bawah lapisan beton tras tersebut dengan pemukaan miring ke dalam.
Bangunan pagar langkan lorong 3 terletak di depan dinding lorong 3, terdiri dari 14 lapis batu. Pagar langkan ini juga dilengkapi
dengan relung-relung yang di dalamnya 4. Dinding dan pagar langkan lorong 4
terdapat arca Budha menghadap keluar. Dinding lorong 4 terdiri dari 12 lapis batu
Jumlah relung pada pagar langkan lorong 3 dengan posisi relatif tegak dan renggangan
sebanyak 88 buah. Stupa-stupa kecil nat batu tidak lebar. Di beberapa bidang,
menghiasi lorong 3 sebagai puncak pagar lapisan batu dinding di bagian bawah
langkan. Pada lorong 3 ini juga terdapat 4 t e r t u t u p o l e h b a t u l a n t a i . H a l i n i
buah gapura yang menyatu dengan pagar menunjukkan bahwa dinding lorong 4 juga
langkan. mengalami penurunan seperti yang terjadi
Kondisi pagar langkan lorong 3 tidak jauh pada dinding lorong 1 dan 3.
berbeda dengan kondisi pagar langkan Batu-batu lantai lorong 4 di bagian
lorong 2. Bagian atas pagar langkan ini telah atas juga berupa batu-batu yakni berukuran
banyak yang rusak dan hilang. Bahkan di 40 cm x 30 cm dan tebalnya 10 cm. Di bawah
beberapa tempat pagar langkan tersebut batu lantai baru terdapat lapisan beton tras
tinggal tersisa beberapa lapis batu saja. dan kemudian di bawahnya lagi terletak batu
Seperti pada bidang j sisi selatan tersisa 3 lantai lama (asli) yang permukaannya miring
lapis batu dan bidang e-f sisi barat tersisa 3 ke dalam.
lapis batu saja. Begitu juga dengan 4 gapura Pagar langkan lorong 4 terdiri dari 14
di lorong ini, seluruhnya dalam kondisi lapis batu, kondisinya relatif masih cukup
rusak. Prosentase keutuhan pagar langkan baik. Pagar langkan lorong 4 ini juga
lorong 3 sebanyak 58%. dilengkapi dengan relung-relung yang di
dalamnya terdapat arca Budha menghadap
Lokasi
Gapura Relung Arca Budha Prosentase Keutuhan Pagarlangkan UtuhRusak Hilang Utuh Rusak Hilang Ada Hilang
Sisi Timur - 1 bh - 2 bh 18 bh 2 bh 22 bh - 59 % Sisi Selatan - 1 bh - 4 bh 12 bh 6 bh 21 bh 1 bh 63 % Sisi Barat - 1 bh - 7 bh 7 bh 8 bh 19 bh 3 bh 54 % Sisi Selatan - 1 bh - 4bh 15 bh 3 bh 21 bh 1 bh 54 % Jumlah - 4 bh - 17 bh 52 bh 19 bh 83 bh 5 bh +58 %
keluar. Jumlah relung di lorong 4 ini lantainya berupa batu baru. Batu-batu lantai
sebanyak 72 buah dan di atasnya terdapat lama dengan posisi miring kedalam terletak
stupa-stupa kecil sebagai puncak pagar jauh di bawah batu lantai baru. Ruang
langkan. Di lorong ini juga terdapat gapura di antara lantai batu baru dan batu lama diisi
atas tangga yang menyatu dengan pagar dengan lapisan beton tras. Dinding batur 1
langkan. merupakan pembatas lorong 5 di bagian
Meskipun pagar langkan lorong 4 ini dalam akan dibahas pada pembahasan
masih dalam kondisi baik, tetapi ada bagian Arupadhatu berikutnya.
beberapa bidang pagar langkan rusak atau Pagar langkan lorong 5 bertumpu
hilang di bagian atasnya. Sebagai contoh, pada dinding lorong 4, merupakan pagar
bidang i sisi selatan tersisa 3 lapis batu dan langkan teratas pada Candi Borobudur.
bidang i sisi utara juga tersisa 3 lapis batu Bangunan ini terdiri dari 14 lapis batu juga
saja. Sedangkan gapura di lorong ini masih dilengkapi dengan relung-relung yang di
ada yang utuh, yakni gapura sisi timur dan dalamnya terdapat arca Budha menghadap
barat. Gapura sisi utara rusak dan di sisi keluar. Relung-relung di lorong ini berjumlah
selatan hilang. Prosentase keutuhan pagar 64 buah dan dipuncaki dengan stupa-stupa
langkan lorong 4 sebanyak 72 %. kecil. Gapura di atas tangga sebanyak 4
buah menyatu dengan pagar langkan.
Daftar persentase keutuhan pagar langkan Kondisi pagar langkan lorong 5
lorong 4 masih cukup baik. Pagar langkan yang
mengalami kerusakan terdapat pada bidang c-d dan f sisi barat serta bidang a sisi utara. Bagian yang paling parah terdapat pada bisang f sisi barat, yakni setengah bidang tersisa 2 lapis batu saja. Satu-satunya gapura yang masih utuh adalah gapura di
5. Pagar langkan lorong 5 atas tangga sisi utara. Sedangkan gapura di
Lantai lorong 5 merupakan bagian teratas sisi timur dan selatan dalam kondisi rusak
Rupadhatu, batu-batu lantainya sama dan di sisi barat hilang. Prosentase keutuhan
dengan lantai lorong 4, dimana batu-batu pagar langkan lorong 5 ini cukup tinggi,
Lokasi
Gapura Relung Arca Budha Prosentase Keutuhan Pagarlangkan Utuh Rusak Hilang Utuh Rusak Hilang Ada Hilang
Sisi Timur 1 bh - - 10 bh 6 bh 2 bh 16 bh 2 bh 92 % Sisi Selatan - - 1 bh 4 bh 8 bh 6 bh 18 bh - 56 % Sisi Barat 1 bgh - - 5 bh 12 bh 1 bh 17 bh 1 bh 86 % Sisi Selatan - 1 bh - 4 bh 12 bh 2 bh 17 bh 1 bh 55 % Jumlah 2 bh 1bh 1 bh 23 bh 38 bh 11 bh 68 bh 4 bh +72 %
yakni 93 %. dan tegak. Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa bagian bawah dinding batur 1 ini
Daftar persentase keutuhan pagar langkan sebanyak 2 lapis batu tertutup oleh batu
lorong 5 lantai lorong 5. Dengan demikian dinding
batur 1 tersebut telah mengalami penurunan (lihat foto no. 3.12 di bawah ini). Pada lantai batur 1 terdapat 32 buah stupa, yang di dalamnya terdapat arca Budha menghadap keluar. Sebuah stupa dalam kondisi rusak (tersisa 7 lapis batu) tetapi arca Budhanya
Sedangkan prosentase keutuhan pagar ada, yakni terdapat di kuadran timur laut.
langkan lorong 1 sampai dengan lorong 5 sebanyak + 72%.
Daftar prosentase keutuhan pagar langkan Candi Borobudur
2. Dinding batur 2
Dinding batur 2 merupakan pembatas lantai
C. Bagian Arupadhatu batur 1 di bagian belakang dan pendukung
1. Dinding batur 1 lantai batus 2. Dinding batur 2 ini terdiri dari 8
Dinding batur 1 merupakan pembatas lapis batu dalam kondisi baik dan masih
lorong 5 di bagian belakang dan merupakan tegak. Pada lantai batur 2 terdapat 24 buah
pendukung lantai batur 1. Dinding ini terdiri stupa, yang di dalamnya terdapat arca
dari 8 lapis batu dan kondisinya cukup baik Budha menghadap keluar. Sama dengan
Lokasi
Gapura Relung Arca Budha Prosentase Keutuhan Pagarlangkan Utuh Rusak Hilang Utuh Rusak Hilang Ada Hilang
Sisi Timur - 1 bh - 16 bh - - 16 bh - 93 % Sisi Selatan - 1 bh - 16 bh - - 15 bh 1 bh 95 % Sisi Barat - - 1 bh 10 bh 3 bh 3 bh 13 bh 3 bh 89 % Sisi Selatan 1 bh - - 16 bh - - 16 bh - 95 % Jumlah 1 bh 2 bh 1 bh 58 bh 3 bh 3 bh 60 bh 4 bh +93. % Lokasi
Gapura Relung Arca Budha Prosentase Keutuhan Pagarlangkan Utuh Rusak Hilang Utuh Rusak Hilang Ada Hilang
Lorong 1 - - 4 bh 49 bh 45 b h 10 bh 96 bh 8 bh 91 % Lorong 2 - 3 bh 1 bh 12 bh 61 bh 31 bh 96 bh 8 bh 46 % Lorong 3 - 4 bh - 17 bh 52 bh 19bh 83 bh 5 bh 58% Lorong 4 2 bh 1 bh 1 bh 23 bh 38 bh 11 bh 68 bh 4 bh 72 % Lorong 5 1 bh 2 bh 1 bh 58 bh 3 bh 3 bh 60 bh 4 bh 93 % Jumlah 3 bh 10 bh 7bh 159 bh 199 bh 74 bh 403 bh 29 bh +72 %
Dinding batur 1 bagian bawah tertutup batu lantai baru sedalam 2 lapis batu
pada lantai batur 1, pada lantai batur 2 ini DAFTAR PUSTAKA juga terdapat sebuah stupa yang rusak
(tersisa 7 lapis batu) dan arca Buddhanya ada, terdapat di kuadran barat laut.
3. Dinding batur 3
Dinding batur 3 merupakan pembatas lantai batur 2 di bagian belakang dan juga merupakan pendukung lantai batur 3. Dinding batur 3 terdiri dari 8 lapis batu masih dalam kondisi baik dan tegak. Pada lantai batur 3 terdapat 16 buah stupa, yang di d a l a m n y a t e r d a p a t a r c a B u d d h a menghadap keluar. Selain 16 buah stupa tersbut, pada lantai batus 3 ini juga terdapat sebuah stupa pusat, yang merupakan puncak Candi Borobudur. Stupa-stupa tersebut masih dalam kondisi baik.
Dumarcay, Jacques, 1982. The Varous Stages
During The Building of the Candi Borobudur. Document CC/ VI/ 7/ 1977, Pelita Borobudur Seri CC No. 6. Jakarta :
Proyek PELITA Restorasi Candi Borobudur, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Ismijono. 1982. Remeasuring The West and
East Sides, Doc. CC/ VIII/ 4/ 1979, Pelita
Borobudur Seri Cc No. 8. Jakarta : Proyek PELITA Restorasi Candi Borobudur, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Kempers, A.J. Bernet dan Soekmono, 1974.
Candi Mendut, Pawon dan Borobudur.
GANACO NV. Bandung-Jakarta.
Samidi, 2000. Metode Pencocokan Batu
Lepas (Anastilosis) Pagarlangkan Candi Borobudur. Jakarta : Tesis program
Studi Ilmu Arkeologi Bidang Ilmu Budaya Program Pascasarjana, Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Sampurno, 1973. Penelitian Tanah Dasar
Candi Borobudur, Pelita Borobudur Seri B No. 1. Jakarta : Proyek PELITA
R e s t o r a s i C a n d i B o r o b u d u r , D e p a r t e m e n P e n d i d i k a n d a n Kebudayaan.
Soekmono, R, 1972. Laporan Kegiatan Proyek
Restorasi Tjandi Borobudur, Pelita Borobudur seri A No. 1, Riwajat Usaha Penjelamatan Tjandi Borobudur (sampai akhir 1971). Jakarta : Proyek PELITA
R e s t o r a s i C a n d i B o r o b u d u r , Kondisi bagian Arupadhatu yang masih baik
Kebudayaan.
Tukidjan, dkk. 2007. Tinjauan Korelasi
Teknis-Arkeologis Candi Borobudur, Pawon, Mendut dan Ngawen. Balai Konservasi
Peninggalan Borobudur.
Tukijan, dkk. 2008. Pola dan Dimensi Lorong 1
Candi Borobudur. Balai Konservasi
Peninggalan Borobudur.
BIODATA PENULIS
Tukidjan, BA, lahir di Kabupaten Kulonprogo pada
tanggal 25 Mei 1952. Menamatkan pendidikan di STM Negeri
Jurusan Bangunan Gedung pada tahun 1970 dan menjadi
peserta program up-grading Kader Teknisi Purbakala Angkatan
I Bidang Tekno Arkeologi pada tahun 1971-1973. Pada tahun
1973-1983 menjabat sebagai Wakil Kepala Sektor Tekno
Arkeologi pada Proyek Pemugaran Candi Borobudur dan
kemudian mendapatkan tugas belajar pada tahun 1980-1981 di
Perancis dalam bidang Topografi dan Fotogrametri. Dengan
selesainya Proyek Pemugaran Candi Borobudur, kemudian
menjadi pegawai Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala
Provinsi DIY sampai tahun 1999 dan mulai tahun 2000 dipindah
menjadi pegawai di Balai Konservasi Peninggalan Borobudur
sampai pensiun pada tahun 2008.
Dokumentasi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur Dokumentasi pribadi penulis
Dokumentasi pribadi Yudhi Atmaja dan Brahmantara
Cover depan : Hasil pemugaran I oleh Theodore van Erp Cover belakang : Candi Borobudur sekarang
Halaman ii : Kondisi Candi Borobudur setelah ditemukan dan dibersihkan (akhir abad 19) Halaman iv-v : Kondisi Candi Borobudur sebelum dipugar oleh Theodore van Erp (akhir abad 19) Halaman vi-vii : Candi Borobudur sebelum pemugaran I, pada stupa induk dibangun shelter
Halaman viii : Stupa-stupa Candi Borobudur yang masih rusak parah sebelum dipugar oleh Theodore van Erp Halaman xiv : Kondisi Arupadhatu yang masih rusak parah sebelum dipugar oleh Theodore van Erp
Halaman 18-19 : Borobudur after restoration without the chattra Halaman 20 : Borobudur after restoration without the chattra
Halaman 34 : Chattra dan Unfinish Buddha di Museum Karmmawibangga, zona 2 Kawasan Candi borobudur Halaman 54 : Relief awadana-jataka panil no 119 yang terkena lapisan oker
Halaman 62-63 : Stupa pada tingkatan ke-7 Candi Borobudur
Halaman 64 : Arca Dhyani Buddha di lantai delapan Candi Borobudur Halaman 80 : Relief Karmmavibhangga panil no. 21
Halaman 98 : Lanskap kawasan Borobudur pada awal abad ke – 20 Halaman 122 : Relief pada Candi Pawon
Halaman 140 : Letak Arupadhatu pada Candi Borobudur
Halaman 162 : Pemandangan lingkungan sekitar Candi Borobudur pada masa sekarang Halaman 184-185: Situasi pemugaran II Candi Borobudur
Halaman 186 : Pemandangan Candi Borobudur dari atas setelah pemugaran II Halaman 206 : Sunset in Borobudur
Halaman 220 : Situasi pemugaran II Candi Borobudur Halaman 232 : Situasi pemugaran II Candi Borobudur Halaman 247 : Pemandangan Candi Borobudur dari atas