• Tidak ada hasil yang ditemukan

GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR

PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR 7 TAHUN 2012

TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA

BADAN LAYANAN UMUM DAERAH SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (BLUD-SPAM)

PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR, Menimbang

Mengingat

:

:

a. bahwa berdasarkan Peraturan Gubernur NTT Nomor 19 Tahun 2010 telah ditetapkan Organisasi dan Tata Kerja Badan Layanan Umum Daerah Sistem Penyediaan Air Minum (BLUD-SPAM) Provinsi Nusa Tenggara Timur;

b. bahwa telah terjadi perubahan dalam struktur organisasi pada BLUD SPAM NTT, sehingga Peraturan Gubernur dimaksud perlu ditinjau kembali;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Gubernur tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Layanan Umum Daerah Sistem Penyediaan Air Minum (BLUD-SPAM) Provinsi Nusa Tenggara Timur;

1. Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat 1 Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 115, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1649);

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang

Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesian Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

(2)

5. Udang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tetang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang

Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4502);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4503);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik indonesia Nomor 4578);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang

Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);

13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 1998 tentang Bentuk Hukum Badan Usaha Milik Daerah;

(3)

14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah;

16. Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor 7 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Yang Menjadi Kewenangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (Lembaran Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2008 Nomor 007 Seri E Nomor 005, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor 0016);

17. Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor 10 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Lembaran Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2008 Nomor 010 Seri D Nomor 003, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor 0019);

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN LAYANAN UMUM DAERAH SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (BLUD-SPAM) PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR.

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Gubernur ini yang dimaksud dengan: 1. Daerah adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. 3. Gubernur adalah Gubernur Nusa Tenggara Timur.

4. Dinas adalah Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur.

5. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur.

6. Badan Layanan Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BLUD adalah Unit Kerja pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dibentuk untuk memberi pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan air minum yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktifitas.

7. Sistem Penyediaan Air Minum yang selanjutnya disebut SPAM merupakan satu kesatuan sistem fisik (teknik) dan non fisik dari prasarana dan sarana air minum.

(4)

8. Badan Layanan Umum Daerah Sistem Penyediaan Air Minum Provinsi Nusa Tenggara Timur yang selanjutnya disingkat BLUD-SPAM adalah suatu badan yang dibentuk pada Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk memberikan pelayanan berupa penyediaan air minum yang dijual kepada masyarakat tanpa mengutamakan pencarian keuntungan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisien dan produktifitas.

9. Pejabat Pengelola BLUD-SPAM adalah Pimpinan BLUD-SPAM yang bertanggungjawab terhadap operasional BLUD-SPAM,Pejabat Administrasi Umum, Personalia dan Keuangan serta Pejabat Teknik.

10. Satuan Pengawas Internal yang selanjutnya disebut Pengawas Internal BLUD-SPAM adalah Pejabat Perangkat BLUD-SPAM yang bertugas melakukan pengawasan dan pengendalian internal dalam rangka membantu pimpinan BLUD-SPAM dan untuk meningkatkan kinerja pelayanan, keuangan dan pengaruh lingkungan sosial sekitarnya (social

Responsibility) dalam menyelenggarakan bisnis sehat.

11. Dewan Pengawas BLUD-SPAM yang selanjutnya disebut Dewan Pengawas adalah perangkat/pejabat yang bertugas melakukan pengawasan terhadap pengelolaan BLUD-SPAM.

12. Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PNS, adalah Pegawai Negeri Sipil di lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

13. Rencana Bisnis dan Anggaran BLUD, yang selanjutya disingkat RBA adalah dokumen perencanaan bisnis dan penganggaran tahunan yang berisi program, kegiatan, target kinerja dan anggaran BLUD dengan tahap mengacu kepada rencana strategis bisnis lima tahunan atau Rencana Pembangunan Jangkah Menengah Daerah.

14. Air Baku untuk Air minum rumah tangga,yang selanjutnya disebut air baku adalah air yang dapat berasal dari sumber air permukaan,cekungan air tanah dan /atau air hujan yang memenuhi baku mutu tertentu sebagai air baku untuk air minum.

15. Air minum adalah air minum rumah tangga yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.

16. Penyediaan air minum adalah kegiatan penyediakan air minum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar mendapatkan kehidupan yang sehat,bersih dan produktif.

17. Pengembangan SPAM adalah kegiatan yang bertujuan membangun, memperluas dan atau meningkatkan sistem fisik (teknik) dan non fisik (kelembagaan, manajemen, keuangan, peran masyarakat dan hukum) dalam kesatuan yang utuh melaksanakan penyediaan air kepada masyarakat menuju keadaan yang lebih baik.

18. Penyelenggaraan pengembangan SPAM adalah kegiatan merencanakan, melaksanakan konstruksi, mengolah, memelihara, merehabilitasi, memantau dan/atau mengevaluasi sistem fisik (teknik) dan non fisik penyediaan air minum.

19. Pelanggan adalah orang perseorangan, kelompok masyarakat, atau instansi yang mendapatkan pelayanan air minum dari penyelenggara yang bermukim di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

20. Masyarakat adalah masyarakat Kota Kupang dan Kabupaten Kup

BAB II Pasal 2

Dengan Peraturan Gubernur ini, dibentuk Organisasi dan Tata Kerja Badan Layanan Umum Daerah Sistem Penyediaan Air Minum (BLUD-SPAM) Provinsi Nusa Tenggara Timur.

(5)

BAB III

VISI DAN TUJUAN Bagian Kesatu

Visi Pasal 3

Visi BLUD SPAM adalah mengembangkan sistem penyediaan air minum untuk menjamin agar setiap orang bisa mendapatkan air minum yang memenuhi syarat kualitas, kuantitas dan kontinuitas bagi kebutuhan pokok minimal sehari –hari guna memenuhi kehidupan yang sehat, bersih dan produktif.

Bagian Kedua Tujuan Pasal 4

BLUD-SPAM bertujuan meningkatkan pelayanan air minum kepada masyarakat secara kontinu dan memenuhi syarat kualitas kesehatan dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip ekonomi dan produktif, dan penerapan praktek bisnis yang sehat, efektif dan efesien.

BAB IV KEDUDUKAN

Pasal 5

(1) BLUD-SPAM merupakan unit kerja Pemerintah Daerah di bawah Dinas yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan air minum yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efesien dan produktifitas.

(2) BLUD-SPAM dipimpin oleh seorang kepala BLUD SPAM yang dalam melaksanakan tugasnya di bawah dan bertanggungjawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah, yang secara teknik dan hirarkis berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Kepala Dinas.

BAB V

TUGAS DAN FUNGSI Pasal 6

(1) BLUD-SPAM mempunyai tugas melaksanakan kebijakan penyelenggaraan pelayanan umum (penyelenggaraan pelayanan SPAM) dengan praktek bisnis yang sehat, dengan tetap menganut pola pengelolaan keuangan BLU dan menetapkan organisasi, tata laksana, akuntabilitas (termasuk pengamanan aset negara), dan transportasi, dengan prinsip efesien dan efektif.

(6)

(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), BLUD-SPAM berfungsi sebagai penanggungjawab penyelenggaraan pengembangan SPAM (operasional dan keuangan BLUD-SPAM) yang melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

a. menyusun Rencana Strategis Bisnis penyelenggaraan pengembangan SPAM;

b. menyusun RBA tahunan;

c. mengelola keuangan (pendapatan dan belanja, kas, utang-utang, barang, aset tetap dan investasi);

d. menyelenggarakan SIM keuangan, akuntansi, termasuk menyusun laporan keuangan;

e. mengelola administrasi kepegawaian, hubungan pelanggan dan peralatan;

f. melaksanakan kegiatan teknik (sistem fisik) meliputi: kegiatan merencanakan, melaksanakan konstruksi, mengelola, memelihara, merehabilitasi, memantau dan/atau mengevaluasi sistem fisik (teknik); g. menyelenggarakan pemeriksaan intern BLU-SPAM;

h. melaksanakan kegiatan pelatihan, penyuluhan dan penelitian /pemeriksaan kualitas (mutu) air minum;

i. menjelaskan prosedur dan tata cara mendapatkan air minum;

j. mengawasi dan membimbing tenaga teknis dalam operasi, pemeliharaan dan rehabilitasi sarana air minum;

k. memberikan informasi mengenai program air minum kepada masyarakat;

l. melakukan pengawasan penyelenggaraan air minum kepada pihak terkait terutama Kepala Dinas;

m. menyampaikan pertanggungjawaban kinerja operasional dan keuangan BLUD SPAM.

BAB VI

STRUKTUR ORGANISASI Pasal 7

(1) Struktur organisasi BLUD-SPAM terdiri atas: a. Pembina/Penasehat;

b. Pembina Teknik (Kepala Dinas Pekerjaan Umum);

c. Dewan Pengawas yang terdiri atas : Ketua, Sekretaris dan Anggota (3 orang);

d. Kepala BLUD;

e. Kepala Bidang Keuangan dan Umum, yang membawahi: 1. Kepala Seksi Akuntansi dan Keuangan;

2. Kepala Seksi Umum dan Personalia; 3. Kepala Seksi Hubungan Masyarakat. f. Bidang Teknik, yang membawahi:

1. Kepala Seksi Perencanaan; 2. Kepala Seksi Produksi; 3. Kepala Seksi Pemeliharaan.

g. Koordinator Operasional/Produksi SPAM Tilong/Tulun; h. Koordinator Operasional SPAM Kota.

(2) Bagan Struktur Organisasi BLUD-SPAM sebagaimana dimaksud pada ayat (1), adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Gubernur ini.

(7)

Pasal 8

(1) Kepala BLUD-SPAM sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) huruf d, mempunyai tugas :

a. memimpin, mengarahkan, membina, mengawasi, mengendalikan, dan mengevaluasi penyelenggaraan kegiatan BLUD;

b. menyusun renstra bisnis BLUD; c. menyiapkan RBA;

d. mengusulkan calon pejabat pengelola keuangan dan pejabat teknis kepada kepala daerah setelah berkonsultasi dengan Kepala Dinas sesuai ketentuan;

e. menetapkan pejabat lainnya sesuai kebutuhan BLUD selain pejabat yang telah ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan; dan f. menyampaikan dan mempertanggung-jawabkan kinerja operasional

serta keuangan BLUD kepala Gubernur.

(2) Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala BLUD-SPAM sebagaimana dimaksud pada ayat (1), mempunyai fungsi sebagai penanggungjawab umum operasional dan keuangan BLUD-SPAM.

Pasal 9

(1) Kepala Bidang Keuangan dan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) huruf e, mempunyai tugas:

a. mengkoordinasi penyusunan RBA;

b. melakukan penataan, pembinaan dan pengembangan personalia;

c. melakukan pelayanan administrasi umum, humas dan teknis yang meliputi urusan tata usaha, perlengkapan, rumah tangga, perjalanan dinas;

d. menyiapkan DPA-BLUD;

e. melakukan pengelolaan pendapatan dan biaya; f. menyelenggarakan pengelolaan kas;

g. melakukan pengelolaan utang-piutang;

h. menyusun kebijakan pengelola barang, aset tetap dan insentif; i. menyelenggarakan sistem informasi manajemen keuangan; dan; j. menyelenggarakan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan. (2) Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Bidang Keuangan dan Umum

sebagaimana dimaksud pada ayat (1), mempunyai fungsi sebagai penanggungjawab keuangan dan administrasi BLUD dan bertanggung jawab kepada Kepala BLUD-SPAM NTT.

Pasal 10

(1) Kepala Bidang Teknik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) huruf f, mempunyai tugas :

a. menyusun kegiatan teknis operasional;

b. melakukan kegiatan teknis operasional sesuai RBA; c. melakukan kegiatan pelaksanaan dan produksi; d. melakukan pemeliharaan teknis;

e. mempertanggungjawabkan kinerja teknis operasional.

(2) Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Bidang Teknik sebagaimana dimaksud pada ayat (1), mempunyai fungsi sebagai penanggungjawab teknis operasional yang menyangkut mutu, standarisasi, administrasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan sumber daya lainnya dan bertanggung jawab kepada Kepala BLUD-SPAM NTT.

(8)

Pasal 11

(1) Koordinator Operasional /Produksi SPAM Tilong / Tulun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) huruf g, mempunyai tugas :

a. membuat jadwal rencana operasional genset dan pompa;

b. mencatat dan melaporkan penggunaan bahan bakar solar, tawas dan koparit;

c. mengontrol dan dan menyesuaikan permintaan pasokan air dari WTP Tulun sampai pada daerah distribusi Kota;

d. mencatat dan mengontrol air yang dipasok dari Tulun ke Water Meter Distribusi yang dialirkan ke PDAM Kabupaten Kupang dan PDAM Kota Kupang;

e. mengontrol jaringan pipa transmisi dari Tilong ke Tulun.

(2) Dalam melaksanakan tugasnya, Koordinator Operasional /Produksi SPAM Tilong / Tulun sebagaimana dimaksud pada ayat (1), bertanggungjawab kepada Kepala BLUD-SPAM Provinsi NTT.

Pasal 12

(1) Koordinator Operasional SPAM Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) huruf h, mempunyai tugas :

a. merencanakan dan menyusun Rencana Induk Pengembangan SPAM, study kelayakan pengembangan SPAM dan perencanaan teknis pengembangan SPAM;

b. melaksanakan konstruksi SPAM; c. pengelolaan SPAM;

d. pemeliharaan, rehabilitasi, pemantauan dan evaluasi;

e. melakukan koordinasi dengan PDAM Kota Kupang tentang perluasan dan pengembangan jaringan air minum Kota Kupang;

f. membuat jadwal rencana pendistribusian air minum pada PDAM Kota Kupang;

g. mengontrol pasokan air dari Tulun yang masuk melalui Reservoir PDAM Kota Kupang termasuk Water Meter Distribusi PDAM Kota Kupang;

h. memantau hasil pasokan air minum yang didistribusikan pada PDAM Kota Kupang.

(2) Dalam melaksanakan tugasnya, Koordinator Operasional SPAM Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1), bertanggungjawab kepada Kepala BLUD SPAM Provinsi NTT.

Pasal 13

(1) Dewan Pengawas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) huruf c, mempunyai tugas :

a. melakukan pemeriksaan keuangan pada BLUD-SPAM menyangkut pendapatan, belanja, kas, utang piutang, barang, aset tetap dan investasi;

b. melaporkan hasil pemeriksaan kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah.

c. Dalam melaksanakan tugasnya, Dewan Pengawas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), mempunyai fungsi sebagai penanggungjawab etika pemeriksaan.

(9)

BAB VII

PEJABAT/PETUGAS PENGELOLA Pasal 14

(1) Pejabat pengelola dan pegawai BLUD-SPAM dapat berasal dari PNS maupun Non PNS yang profesional sesuai kebutuhan.

(2) Pejabat Pengelola dan pegawai BLUD-SPAM yang berasal dari non-PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dapat dipekerjakan secara tetap atau berdasarkan kontrak.

(3) Pengangkatan dan Pemberhentian Pejabat Pengelola dan Pegawai BLUD-SPAM yang berasal dari PNS disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(4) Pengangkatan dan Pemberhentian Pejabat Pengelola dan Pegawai BLUD-SPAM yang berasal dari Non PNS dilakukan berdasarkan pada prinsip efisiensi, ekonomis dan produktif dalam meningkatkan pelayanan.

BAB VIII

PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 15

(1) Pejabat Pengelola BLUD-SPAM diangkat dan diberhentikan oleh Gubernur. (2) Kepala BLUD-SPAM bertanggungjawab kepada Gubernur melalui

Sekretaris Daerah setelah berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Kepala Dinas.

(3) Kepala Bidang Keuangan dan Umum dan Kepala Bidang Teknik pada BLUD-SPAM bertanggungjawab kepada Kepala BLUD-SPAM.

(4) Pengangkatan dan Pemberhentian Pejabat Pengelola dan Pegawai BLUD-SPAM yang berasal dari PNS dan Non-PNS ditetapkan dengan Keputusan Gubernur sesuai kebutuhan organisasi dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

BAB IX PEMBIAYAAN

Pasal 16

Biaya penyelenggaraan BLUD-SPAM berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan sumber-sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

(10)

BAB X

KETENTUAN PENUTUP Pasal 17

(1) Pada saat Peraturan Gubernur ini mulai berlaku, Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 19 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Layanan Umum Daerah Sistem Penyediaan Air Minum (BLUD-SPAM) Provinsi Nusa Tenggara Timur (Berita Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2010 Nomor 022) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

(2) Peraturan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ditetapkan di Kupang

pada tanggal 01 Pebruari 2012

GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR,

TTD

FRANS LEBU RAYA

Diundangkan di Kupang

pada tanggal 01 Pebruari 2012 SEKRETARIS DAERAH

PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR, TTD

FRANSISKUS SALEM

BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2012 NOMOR 07

(11)

LAMPIRAN : PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR : TAHUN 2012

TANGGAL : 2012

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI

BADAN LAYANAN UMUM DAERAH SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (BLUD-SPAM)

PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR,

FRANS LEBU RAYA PEMBINA/PENASIHAT

PEMBINA TEKNIK

KEPALA BLUD -SPAM

DEWAN PENGAWAS

KEPALA BIDANG KEUANGAN & UMUM

KEPALA BIDANG TEKNIK KEPALA SEKSI HUBUNGAN MASYARAKAT KEPALA SEKSI PERENCANAAN KEPALA SEKSI PRODUKSI KEPALA SEKSI

AKUNTANSI & KEUANGAN KEPALA SEKSI UMUM & PERSONALIA

KEPALA SEKSI PEMELIHARAAN

KOORDINATOR

OPERASIONAL/PRODUKSI SPAM

Referensi

Dokumen terkait

dikembangkan sesuai dengan kondisi kemampuan anak didik. Untuk mengajar Metode Qiroati ini tidak sembarang orang yang mengajar karena sebelum mengajar para Ustadz- ustadzahnya

Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.arya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.... SISTEM SIRKULASI

Etika merupakan suatu ilmu yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.Dan etika profesi terdapat suatu kesadaran

Setelah melakukan penelitian prediksi kepribadian Big five menggunakan TF-IDF dan dengan metode k-NN ini dapat ditarik kesimpulan ,yaitu akurasi tertinggi dari

Penelitian ini menyimpulkan (a) lima indikator faktor Sumber Daya Berbasis Teknologi merupakan estimator faktor Sumber Daya Berbasis Teknologi, (b) tiga indikator

6erdasarkan uraian di atas# kami akan menganalisis tentang  pengendalian internal yang diterapkan pada !T Telkom "ndonesia# Tbk  berdasarkan kerangka kerja

 Semua karya tulis untuk tujuan apa pun, baik berwujud skripsi, tesis, disertasi, maupun penelitian para dosen, atau juga jurnal/majalah ilmiah, mempunyai format dan ketentuan

Mengingat bagi perusahaan multinasional, isu transfer pricing dan manajemen laba adalah merupakan isu penting, terkait perencanaan pajak agresif, terlebih dengan