IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Perusahaan
Pada bab pembahasan ini, menguraikan gambaran umum Restoran Macaroni Panggang (MP) seperti sejarah, struktur organisasi, visi dan misi, strategi bauran pemasaran restoran Macaroni Panggang.
4.1.1 Sejarah Restoran Macaroni Panggang
Awal mula berdirinya Restoran Macaroni Panggang melalui arisan keluarga yang mempertemukan antara Ibu Baby Ahnan, Ibu Susi Gunadi, dan Ibu Tintin Kuraesin. Dalam setiap pertemuan pada arisan keluarga tersebut Ibu Baby selalu menyajikan menu favorit yaitu Macaroni Panggang dan Pie Apple. Tamu-tamu yang hadir dalam arisan ini sangat menyukai kedua makanan ini. Kemudian melalui pembicaraan tiga orang ibu tersebut sepakat untuk menjual makanan favorit tersebut secara luas.
Pada tahun 1999, ketiga ibu tersebut mulai menjual pia apel dengan brand Pia Apple Pie di Bogor, Jawa Barat. Berkembangnya usaha Pia Apple Pie yang pesat, meningkatkan keinginan ibu-ibu tersebut untuk mengembangkan usahanya dengan mendirikan Restoran Macaroni Panggang. Lokasi berdirinya Restoran Macaroni Panggang tidak jauh dari lokasi Pia Apple Pie pada tanggal 1 Oktober 2001. Dalam membuka usaha, place harus dipertimbangkan. Yang harus memiliki prospek usaha yang bagus. Lokasi Restoran Macaroni Panggang terletak di Jalan Salak No. 24, Bogor. Pada saat itu belum terdapat saingan di Bogor. Perkembangan kedua restoran ini kemudian membuat ketiga ibu ini mendirikan beberapa restoran lagi yaitu Death by Chocolate dengan menu andalan coklat serta Pizza meteran yang menyajikan pizza, Rumah Cup Cake dengan menu andalan kue-kue dan makanan menarik lainnya.
4.1.2 Struktur Organisasi
Struktur organisasi pada Restoran Macaroni Panggang ini sangat sederhana dan berlandaskan pada kekeluargaan. Hal ini dapat dilihat dari kedekatan antar
karyawan maupun antara karyawan dengan atasan mampu menciptakan suasana kerja yang baik. Usaha ini dimiliki oleh Ibu Baby Ahnan, Ibu Susi Gunadi dan Ibu Tintin Kuraesin.
Restoran Macaroni Panggang ini ditangani oleh seorang supervisor dan wakilnya dan membawahi enam divisi yang masing-masing memiliki tanggung jawab dan tugas yang berbeda. Divisi counter bertanggung jawab sebagai kasir untuk melayani konsumen yang akan melakukan transaksi atau pembayaran. Divisi waiter bertanggung jawab pada penyajian makanan dan pelayanan lainnya kepada konsumen. Divisi gudang bertanggung jawab atas persediaan bahan makanan dan minuman. Divisi bar bertanggung jawab atas segala minuman yang akan dihidangkan. Divisi dapur bertanggung jawab atas semua makanan yang dipesan oleh konsumen. Divisi Umum bertanggung jawab menangani fasilitas parkir, kebersihan restoran, dan lain-lain. Struktur organisasi restoran ini ditunjukkan pada Gambar 7.
Gambar 7. Struktur organisasi Macaroni Panggang (MP) 4.1.3 Visi dan Misi Perusahaan
Pemilik Perusahaan Kepala Divisi Umum Kepala Divisi Dapur Kepala Divisi Bar
Kepala Divisi Gudang Kepala Divisi Waiter Kepala Divisi Counter Wakil Supervisor Supervisor
Visi merupakan tujuan strategis yang ingin dicapai perusahaan. Sedangkan misi merupakan langkah-langkah yang diambil perusahaan untuk mencapai visi yang telah ditetapkan. Visi MP yaitu “Menjadi Restoran Terkemuka dengan Pelayanan Terbaik dan Mutu Produk yang Berkualitas”. Sedangkan misi dari Restoran Macaroni Panggang yaitu:
1. Meningkatkan mutu produk dan pelayanan restoran
2. Menciptakan iklim kerja yang profesional yang berlandaskan semangat kekeluargaan dalam perusahaan
3. Mengembangkan potensi karyawan dengan memberikan beasiswa kepada karyawan yang berprestasi
Macaroni Panggang berkomitmen untuk membantu masyarakat sekitar dengan menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan beasiswa pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Hal ini diyakini mampu memberikan pengaruh positif kepada karyawan agar termotivasi untuk melakukan yang terbaik bagi perusahaan.
4.1.4 Strategi Perencanaan Pasar dan Bauran Pemasaran Restoran Macaroni Panggang
1. Segmentasi, Pasar Sasaran, dan Pposisi Pasar
Pemasaaran berasal dari kata market (pasar). Pasar dapat diartikan sebagai tempat pembeli dan penjual, bertemu untuk melakukan tukar-menukar barang. Pemasaran merupakan kegiatan menyalurkan produk atau jasa yang dihasilkan produsen sampai ke tangan konsumen akhir. Untuk itu kegiatan pemasaran salah satu aspek sangat penting dapat mempertahankan keberlangsungan perusahaan. Rencana pemasaran merupakan instrumen penting untuk mengarahkan dan mengkoordinasikan upaya pemasaran. Dalam perencanaan pemasaran yang akan dilakukan perusahaan harus memperhatikan segmentasi pasar (segmentation), menentukan posisi pasar (targetting), dan menetapkan pasar sasaran (positioning).
a. Segmentation (Segmentasi Pasar)
Pasar terdiri banyak sekali pembeli yang berbeda dalam beberapa hal, misalnya keinginan, kemampuan keuangan, lokasi, sikap pembelian, dan praktek-praktek pembeliannya. Dari perbedaan dapat dilakukan segmentasi pasar. Manajemen dapat
melakukan pengkombinasian dari beberapa variabel untuk mendapatkan suatu cara yang paling pas dalam segmentasi pasarnya (Umar). Beberapa aspek utama untuk mengsegmentasikan pasar adalah aspek geografis, demografis, dan psikografis. Komponen utama dari tiap aspek antara lain adalah :
• Aspek geografis, komponen-komponennya adalah seperti bangsa, negara, provinsi dan kebupaten/kotamadya (Umar). Untuk aspek ini segmen pasar yang dituju adalah jabodetabek tetapi tidak menutup kemungkinan masyarakat di luar jabodetabek pun dapat mengkonsumsi Macaroni Panggang.
• Aspek demografis, komponen-komponennya adalah seperti usia, jenis kelamin, pendidikan (Umar). Macaroni Panggang dapat dikonsumsi oleh semua umur. Selain memiliki cita rasa yang enak dan lezat juga terdapat kandungan gizi yang mendukung peningkatan kesehatan masyarakat. Harga jual yang cukup tinggi sehingga segmen pasar yang dituju adalah masyarakat yang memiliki pendapatan menengah sampai menengah ke atas.
• Aspek psikografis, komponen-komponennya adalah seperti kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian (Umar). Segmen pasar yang dituju Restoran Macaroni Panggang adalah segmen masyarakat yang memiliki gaya hidup sehat dan serta mengetahui seberapa besar manfaat jika mengkonsumsi Macaroni Panggang.
b. Targetting (menentukan posisi pasar)
Setelah segmen-segmen diketahui, selanjutnya perusahaan perlu mengevaluasi dan dilanjutkan dengan memutuskan beberapa segmen pasar yang akan dicakup, lalu memilih segmen mana yang akan dilayani (Umar). Target pasar Macaroni Panggang pada umumnya anak-anak muda yang mengadakan perkumpulan, mengadakan diskusi-diskusi kecil, keluarga, perkumpulan arisan, orang-orang perkantoran. Mereka yang merasa bahwa restoran Macaroni Panggang tepat untuk mengadakan perkumpulan baik dengan teman, kerabat, dll.
Setelah perusahaan memutuskan segmen pasar yang akan dimasuki, selanjutnya harus diputuskan pula posisi mana yang ingin ditempati dalam segmen tersebut (Umar). Penempatan atau positioning adalah tindakan merancang produk, bauran pemasaran agar dapat tercipta kesan tertentu di ingatan konsumen, sehingga konsumen segmen memahami dan menghargai apa yang dilakukan perusahaan dalam kaitannya dengan para pesaing. Dalam hal ini, restoran Macaroni Panggang memposisikan pasar yaitu dengan memfokuskan bahwa produk yang dimiliki mempunyai sesuatu nilai lebih dari produk-produk sejenis lainnya, yaitu Macaroni Panggang. Kembali pada visi Macaroni Panggang yaitu “Menjadi Restoran Terkemuka dengan Pelayanan Terbaik dan Mutu Produk yang Berkualitas”.
2. Bauran Pemasaran
Strategi bauran pemasaran berperan penting untuk mencapai sebuah keberhasilan suatu perusahaan. Strategi bauran pemasaran tersebut terdiri dari strategi produk (product), harga(price), tempat (place), promosi (promotion), orang (people), bukti fisik (physical evidence) dan proses (process) atau lebih dikenal dengan 7P. Berikut uraian strategi bauran pemasaran yang dilakukan pada Restoran Macaroni Panggang.
1. Produk (product)
Restoran Macaroni Panggang memasarkan produk dengan mutu dan kualitas yang baik dengan menyediakan berbagai macam menu makanan dan minuman. Restoran ini memiliki menu makanan unggulan macaroni panggang yang biasa dan macaroni panggang yang special yang dilengkapi dengan keju dan daging yang lebih banyak. Terdapat tiga pilihan ukuran Macaroni Panggang (MP) yaitu berukuran kecil, sedang, dan besar. Restoran ini juga menyediakan berbagai macam menu makanan lainnya seperti aneka soup, french fries, salad, omelette, pancakes, snacks & desserts, aneka minuman, dan masih banyak menu lainnya. 2. Harga (price)
Harga merupakan hal yang paling sensitif bagi konsumen dalam memutuskan suatu pembelian. Penetapan harga pada restoran ini disesuikan dengan biaya bahan baku yang ditetapkan pemasok, biaya produksi, dan biaya operasional. Harga
makanan yang ditawarkan berkisar antara Rp 10.000,- sampai dengan Rp 155.000,-. Harga minumannya pun relatif terjangkau mulai harga Rp 1.000,- hingga Rp 25.000,-. Adapun harga Macaroni Panggang terlampir.
3. Tempat (place)
Macaroni Panggang (MP) terletak di Jalan Salak no. 24, Bogor. Lokasi terletak di kiri jalan dari jalan utama Jl. Padjajaran. Restoran Macaroni Panggang (MP) selalu rame pengunjung dari berbagai daerah. Mulai dari Bogor hingga pengunjung dari daerah luar Jawa.
4. Promosi (promotion)
Demi mencapai tujuan usahanya, restoran Macaroni Panggang memperkenalkan usahanya pada masyarakat luas dengan cara memasang iklan di beberapa majalah dan melalui jaringan internet. Melalui promosi ini diharapkan dapat menyampaikan pesan kepada masyarakat dan dapat mempengaruhi agar bersedia membeli , menerima, dan loyal pada produk yang ditawarkannya.
5. Orang (people)
Restoran Macaroni Panggang merupakan suatu usaha yang bergerak dibidang jasa pelayanan makanan. Oleh karena itu, pihak restoran lebih meningkatkan pelayanan disamping penyediaan makanan atau minuman. Salah satu manajer di restoran ini menyatakan bahwa pelayanan lebih diutamakan dengan selalu menjaga tutur kata yang baik dalam berkomunikasi dengan konsumen.
6. Bukti fisik (physical evidence)
Untuk melengkapi kenyaman konsumen, restoran Macaroni Panggang ini menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti westafel, toilet, mushola dan tempat parkir. Letak fasilitas-fasilitas tersebut pun diletakkan di tempat yang strategis dan menjaga kebersihan demi meningkatkan kenyaman konsumen.
7. Proses (process)
Berbagai divisi terdapat pada struktur organisasi di restoran Macaroni Panggang. Masing-masing memiliki tanggung jawab dan tugas secara spesifik. Hal ini bertujuan untuk menjamin kecepatan pelayanan seperti penyajian makanan atau minuman, kebersihan dan proses pembayaran.
4.2. Karakteristik Responden
Setiap responden memiliki karakteristik yang berbeda beda, hal ini dikarenakan banyak faktor yang mempengaruhinya. Penyebaran kuesioner pada penelitian ini dilakukan terhadap 100 orang konsumen Restoran Macaroni Panggang (MP) dengan berbagai karakteristik yang telah ditetapkan. Karakteristik responden menggambarkan keadaan konsumen secara umum. Karakteristik yang digambarkan pada penelitian ini terdiri dari jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan berasal dari kota manakah konsumen Macaroni Panggang.
4.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis kelamin
Penghimpunan data karakteristik responden melalui kuesioner berdasarkan jenis kelamin diperoleh hasil seperti pada Gambar 8 berikut ini:
Gambar 8. Karakteristik berdasarkan jenis kelamin
Hasil pengolahan data dari 100 responden pelanggan Macaroni Panggang, terdapat 40 orang responden berjenis kelamin pria, sedangkan responden wanita berjumlah 60 orang. Hal ini menunjukan bahwa pelanggan Macaroni Panggang banyak berasal dari golongan wanita. Mayoritas responden menyatakan berjenis kelamin wanita, minat akan wanita semakin tinggi untuk membeli sesuatu karena jumlah wanita yang besar.
4.2.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Berdasarkan data usia pelanggan Macaroni Panggang yang dihimpun dari 100 orang responden diperoleh hasil seperti yang terlihat pada Gambar 9 berikut:
40 60
pria wanita
Gambar 9. Karakteristik berdasarkan usia
Berdasarkan hasil pengolahan data seperti yang tercantum pada gambar 9 diketahui bahwa responden berusia < 20 tahun sebesar 22 persen, responden 20 sampai 30 tahun sebesar 53 persen, responden berusia 30 sampai 40 tahun sebesar 16 persen, responden berusia 40 sampai 50 tahun sebesar 8 persen, dan responden yang berusia > 50 tahun keatas sebesar 1 persen. Hal ini menunjukan bahwa mayoritas responden yang berusia 20 sampai 30 tahun disebut sebagai dewasa yang merupakan target pasar yang ditinjau oleh Macaroni Panggang.
4.2.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
Berdasarkan data pekerjaan pelanggan Macaroni Panggang yang dihimpun dari 100 orang responden diperoleh hasil seperti yang terlihat pada Gambar 10 berikut ini:
Gambar 10. Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan
Gambar karakteristik responden pada gambar 10 memperlihatkan dari 100 orang responden 19 orang menyatakan memiliki pekerjaan sebagai pegawai negeri, kemudia 49 persen menyatakan mahasiswa, 3 persen menyatakan ibu rumah tangga, 21 persen menyatakan pegawai swasta, 8 persen profesi lainnya. Hal ini menunjukan bahwa mayoritas responden menyatakan memiliki pekerjaan sebagai mahasiswa yang
22 53 16 8 1 < 20 tahun 20 ‐ 30 tahun 30 ‐40 tahun 40 ‐50 tahun > 50 tahun 19 49 3 21 8 Pegawai Negeri Mahasiswa/Pelajar Ibu Rumah Tangga Pegawai Swasta Lainnya
menjadi pelanggan Macaroni Panggang, dimana restoran ini menawarkan harga satuan Macaroni Panggang yang terjangkau. Sehingga dapat lebih terjangkau dalam hal harga oleh mahasiswa.
4.2.4 Karakteristik responden berdasarkan Asal Kota
Berdasarkan data asal kota pelanggan Macaroni Panggang yang dihimpun dari 100 responden diperoleh hasil seperti yang terlihat pada Gambar 11 berikut ini:
Gambar 11. Karakteristik konsumen berdasarkan domisili
Gambar karakteristik responden pada Gambar 11 memperlihatkan dari 100 responden, berdasarkan asal kota diketahui bahwa 12 persen menyatakan berasal dari Bandung, 5 persen berasal dari Bekasi, 45 persen menyatakan berasal dari Bogor, 1 persen menyatakan berasal dari Cianjur, 1 persen menyatakan berasal dari Cilegon, 1 persen menyatakan berasal Ciomas, 3 persen menyatakan dari Depok, 3 persen menyatakan dari Garut, 2 persen menyatakan berasal dari indramayu, 18 persen menyatakan berasal dari Jakarta, 2 peren menyatakan berasal dari Makasar, 3 persen menyatakan dari Sukabumi dan 4 persen menyatakan berasal dari Tanggerang. Hal ini menunjukan bahwa mayoritas responden menyatakan berasal dari Jakarta ataupun luar kota lainnya dari Bogor sendiri hanya beberapa orang. Hal ini dapat dengan jelas
12 5 45 1 1 1 3 3 2 18 2 3 4 Bandung Bekasi Bogor Cianjur Cilegon Ciomas Depok Garut Indramayu Jakarta Makassar Sukabumi Tanggerang
bahwa responden yang berada di luar kota Bogor sangat menggemari Restoran Macaroni Panggang ini.
4.3 Pengalaman Responden
Data pengalaman merupakan suatu data yang dapat memberikan gambaran mengenai pengalaman konsumen yang membeli Macaroni Panggang yang meliputi pengalaman konsumen terhadap info kuliner Macaroni Panggang, bersama dengan siapa membeli Macaroni Panggang, jenis apa yang diminati, atas inisiatif siapa dalam membeli, selain Macaroni Panggang jajanan khas apa yang diminati pelanggan.
4.3.1 Pengalaman Responden Berdasarkan Info Kuliner Kota Bogor
Penghimpunan data responden berdasarkan pengalaman responden mengenai dari mana mengetahui info kuliner kota Bogor khususnya Macaroni Panggang melalui penyebaran angket terhadap 100 responden yang disajikan dalam Gambar 12 berikut ini :
Gambar 12. Pengalaman responden berdasarkan info kuliner MP
Berdasarkan Gambar 12, diketahui bahwa mayoritas responden menyatakan bahwa mengetahui tentang info kuliner kota Bogor khususnya Macaroni Panggang ini dari teman sebanyak 62 persen, menyatakan bahwa mengetahui dari keluarga 22 persen serta menyatakan bahwa mengetahui dari orang lain 6 persen dan menyatakan mengetahui dari lainnya sebanyak 10 persen. Restoran Macaroni Panggang ini lebih mudah tersebar melalui info dari teman terlihat pada hasil pengolahan data yang mayoritas info tersebut berasal dari teman.
4.3.2 Pengalaman Responden Berdasarkan Bersama Dengan Siapa Membeli Macaroni Panggang 62 22 6 10 Teman Keluarga Orang Lain Lainnya
Penghimpunan data responden berdasarkan pengalaman bersama dengan siapa membeli Macaroni Panggang melalui penyebaran angket terhadap 100 reponden yang disajikan dalam Gambar 13 berikut ini:
Gambar 13. Pengalaman responden berdasarkan bersama dengan siapa membeli MP
Berdasarkan rincian hasil pengolahan data pada gambar 13 diketahui bahwa mayoritas responden menyatakan membeli Macaroni Panggang bersama dengan teman sebanyak 57 persen dan menyatakan membeli Macaroni Panggang bersama dengan keluarga sebanyak 36 persen. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata pelanggan membeli Macaroni Panggang dengan teman dan menganggap ada suatu keunikan tersendiri ketika membeli.
4.3.3 Pengalaman Responden Berdasarkan Inisiatif dalam Membeli MP
Penghimpunan data responden berdasarkan inisiatif dalam membeli macaroni Panggang melalui penyebaran angket terhadap 100 responden yang disajikan dalam Gambar 14 berikut ini:
Gambar 14. Pengalaman responden berdasarkan inisiatif dalam membeli
Berdasarkan rincian hasil pengolahan data pada Gambar 14 diketahui bahwa mayoritas responden menyatakan membeli atas inisiatif diri sendiri sebanyak 55 persen, lalu menyatakan membeli atas inisisatif keluarga sebanyak 22 persen, menyatakan membeli atas inisiatif teman sebanyak 14 persen dan menyatakan
57 36 2 5 Teman Keluarga Orang Lain Lainnya 55 22 14 9 diri sendiri keluarga orang lain lainnya
membeli atas inisiatif teman sebanyak 9 persen. Hal ini menunjukkan pelanggan mayoritas menyatakan membeli Macaroni Panggang atas keinginan dan inisiatif dari diri sendiri sesuai dengan kebutuhannya.
4.3.4 Pengalaman Responden Berdasarkan Jenis Restoran Lain yang Diminati
Penghimpunan data responden berdasarkan jenis jajanan lain yang diminnati melalui penyebaran angket terhadap 100 responden yang disajikan dalam Gambar 15 berikut:
Gambar 15. Pengalaman responden berdasarkan jajanan khas yang diminati
Berdasarkan rincian hasil pengolahan data pada Gambar 15 tersebut diketahui bahwa mayoritas responden menyatakan mengetahui dan memilih jajanan khas Dbc Spageti sebanyak 11 persen, lalu menyatakan mengetahui dan memilih roti unyil sebanyak 61 persen, lalu menyatakan mengetahui dan memilih Apple Pie sebanyak 14 persen dan menyatakan mengetahui dan Cup Cake sebanyak 14 persen. Hal ini menyatakan pelanggan mayoritas mengetahui dan memilih Roti Unyil diantaranya karena khas dari kota Bogor.
4.4. Gambaran Variabel Penelitian
Variabel – variabel yang diteliti pada penelitian ini adalah individu yang terdiri dari sumber daya konsumen, keterlibatan , motivasi, pengetahuan, sikap, kepribadian, nilai dan gaya hidup serta keputusan pembeli yang memiliki dimensi pilihan merek, pilihan produk, jumlah pembeli, saluran pembelian. Pada penelitian ini diteliti tanggapan responden mengenai variabel – variabel tersebut melalui penyebaran kuesioner.
4.4.1 Tanggapan Responden Terhadap Perbedaan Individu Pelanggan Macaroni Panggang 11 61 14 14 dbc spageti Roti Unyil Apple Pie Cup Cake
a. Tanggapan Responden Terhadap Perbedaan Individu Dimensi Sumber Daya Konsumen
Berdasarkan data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner terhadap 100 responden, maka dapat diketahui bagaimana tanggapan responden terhadap perbedaan individu dimensi sumber daya konsumen.
a) Sumber daya Ekonomi
Gambar 16. Taksiran rata-rata pengeluaran dalam membeli MP
Berdasarkan Gambar 16 tersebut, dapat diketahui bahwa taksiran rata – rata pengeluaran dalam membeli Macaroni Panggang menyatakan berjumlah <Rp 50.000 sebanyak 27 persen, lalu 40 persen menyatakan taksiran rata – rata pengeluaran Macaroni Panggang berjumlah Rp 50.000 – Rp. 100.000 dan taksiran rata – rata pengeluaran dalam membeli Macaroni Panggang antar Rp 100.000 sampai Rp 200.000 sebanyak 25 persen lalu taksiran rata – rata pengeluaran dalam membeli Macaroni Panggang antara > Rp 200.000 sebanyak 7 persen. Menyatakan taksiran rata – rata pengeluaran dalam membeli Macaroni Panggang antara Rp 50.000 sampai Rp 100.000 sebesar 40 persen dikarenakan keputusan konsumen sehubungan dengan produk dan merek sangat dipengaruhi oleh jumlah sumber daya ekonomi yang mereka punya atau mungkin mereka miliki.
b). Sumber Daya Temporal
27 40 25 71 < Rp 50.000 Rp 50.000‐Rp 100.000 Rp 100.000‐Rp 200.000 >Rp 200.000 lainnya
Gambar 17. Seberapa sering melakukan pembelian
Berdasarkan Gambar 17 di atas menyatakan bahwa intensitas pembelian yang dilakukan pelanggan sangat sering sebanyak 51 persen, lalu pelanggan yang menyatakan melakukan pembelian sering sebanyak 36 persen, lalu pelanggan yang menyatakan melakukan pembelian biasa sebanyak 8 persen dan pelangggan yang menyatakan melakukan pembelian jarang sebanyak 2 persen. Hal tersebut menunjukan pernyataan tentang intensitas pelanggan dalam melakukan pembelian Macaroni Panggang sebagaimana berlawanan dengan membeli lebih banyak hal, memerlukan sumber daya tambahan, yaitu waktu.
c). Sumber Daya Kognitif
Gambar 18. Tingkat perhatian terhadap produk
Berdasarkan hasil pengolahan Gambar 18 di atas menyatakan bahwa tingkat perhatian pelanggan terhadap Macaroni Panggang sangat tinggi sebanyak 5 persen, lalu menyatakan tinggi sebanyak 20 persen, lalu menyatakan tinggi sebanyak 20 persen dan menyatakan cukup tinggi sebanyak 47 persen. Pada tingkat perhatian rendah sebanyak 16 persen dan sangat rendah tidak sebanyak 12 persen. Hal tersebut menunjukan pernyataan tingkat perhatian pelanggan terhadap. Macaroni Panggang cukup tinggi dimana mereka harus selektif dalam cara mereka mengalokasikan sumber daya yang terbatas ini.
2 8 3 36 51 jarang biasa tidak pernah sering sangat sering 12 16 47 20 5 sangat rendah rendah cukup tinggi tinggi sangat tinggi
b. Tanggapan Responden Terhadap Perbedaan Individu Dimensi Motivasi
Berdasarkan data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner terhadap 100 responden, maka dapat diketahui bagaimana tanggapan responden terhadap perbedaan individu dimensi motivasi.
a) Kebutuhan Fisiologis
Gambar 19. Selalu memenuhi kebutuhan fisiologis dengan produk (MP)
Berdasarkan Gambar 19, yang merupakan hasil tabulasi data mengenai kebutuhan fisiologis, menyatakan bahwa tingkat pemenuhan kebutuhan fisiologis akan produk Macaroni Panggang sangat setuju sebanyak 24 persen lalu menyatakan setuju sebanyak 21 persen dan yang menyatakan memilih tingkat perhatian netral atau biasa sebanyak 48 persen. Pada tingkat perhatian sangat tidak setuju dan tidak setuju sebanyak 7 persen. Hal tersebut menunjukan pernyataan tingkat pemenuhan kebutuhan fisiologis dengan produk Macaroni Panggang dimana kebutuhan dasar manusia, yaitu kebutuhan tubuh manusia untuk mempertahankan hidup.
b) Afiliansi dan rasa memiliki
Gambar 20. Selalu ingin memiliki afiiasi yang kuat (Macaroni Panggang)
Berdasarkan Gambar 20 tersebut, menyatakan bahwa tingkat afiliansi dan rasa memiliki sangat tidak setuju sebanyak 3 orang atau 3 persen, lalu menyatakan tidak setuju sebanyak 33 persen, menyatakan memilih tingkat perhatian netral atau
7 24 48 21 sangat tidak setuju tidak setuju netral setuju 3 33 58 6 sangat tidak setuju tidak setuju netral setuju
biasa sebanyak 58 persen dan yang menyatakan memilih tingkat perhatian setuju sebanyak 6 persen. Hal tersebut menunjukan pernyataan tingkat afiliansi dan rasa memiliki akan produk Macaroni Panggang dimana individu akan memilih produk yang disenangi atau disetujui oleh teman dan kerabat dekatnya.
c) Prestasi
Gambar 21. Tanggapan responden terhadap individu dimensi motivasi
Berdasarkan Gambar 21 tersebut, yang merupakan hasil tabulasi data mengenai keinginan untuk berhasil dalam mencapai tujuan, dapat diketahui bahwa responden menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 8 persen , lalu menyatakan tidak setuju sebanyak 38 persen dan yang menyatakan memilih tingkat perhatian netral atau biasa sebanyak 45 persen. Pada tingkat keinginan untuk berhasil dalam pencapaian tujuan sangat setuju sebanyak 1 persen. Hal tersebut menunjukan pernyataan tingkat keinginan untuk berhasil dalam pencapaian tujuan akan memperoleh produk Macaroni Panggang sehingga keinginan dari individu untuk menjadikan dirinya sebagai orang terbaik sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Seseorang individu perlu mengekspresikan dirinya dalan suatu aktivitas untuk membuktikan dirinya bahwa ia mampu melakukan hal tersebut.
c. Tanggapan responden Terhadap Perbedaan individu Dimensi Keterlibatan
Berdasarkan data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner terhadap 100 responden, maka dapat diketahui bagaimana tanggapan responden terhadap perbedaan individu dimensi keterlibatan.
a) Faktor Pribadi 8 38 45 8 1 sangat tidak setuju tidak setuju netral setuju sangat setuju
Gambar 22. Tingkat pertimbangan faktor pribadi
Berdasarkan Gambar 22 di atas menyatakan bahwa tingkat pertimbangan faktor pribadi terhadap Macaroni Panggang sangat tinggi sebanyak 15 persen, lalu menyatakan tinggi sebanyak 19 persen dan yang menyatakan memilih tingkat pertimbangan faktor pribadi cukup tinggi sebanyak 5 persen. Pada tingkat pertimbangan faktor pribadi rendah sebanyak 37 persen dan sangat rendah sebanyak 24 persen. Hal tersebut menunjukan pernyataan tingkat pertimbangan faktor pribadi pelanggan terhadap Macaroni Panggang tinggi dikarenakan konsumen dalam membeli berdasarkan kebutuhan serta nilai yang didapat dalam membeli Macaroni Panggang dimana tanpa pengaktifan kebutuhan dan dorongan, maka tidak akan ada keterlibatan dan ini paling kuat bila produk atau jasa dipandang sebagai citra diri yang mempertinggi.
b) Faktor Situasi
Gambar 23. Tingkat pertimbangan faktor situasi
Berdsarkan Gambar 23 tersebut, menyatakan bahwa tingkat pertimbangan faktor situasi terhadap Makaroni Panggang sangat tinggi sebanyak 15 persen, lalu
24 37 5 19 15 sangat rendah rendah cukup tinggi tinggi sangat tinggi 25 35 2 23 15 sangat rendah rendah cukup tinggi tinggi sangat tinggi
menyatakan tinggi sebanyak 23 persen dan yang menyatakan memilih tingkat pertimbangan faktor situasi cukup tinggi sebanyak 2 persen. Pada tingkat pertimbangan faktor situasi rendah sebanyak 35 persen dan sangat rendah sebanyak 25 persen. Hal tersebut menunjukan pernyataan tingkat pertimbangan faktor situasi pelanggan terhadap Macaroni Panggang. Dimana keterlibatan situasi atau instrumental berubah sepanjang waktu. Keterlibatan situasi bersifat operasional atau dasar temporer dan memudar segera sesudah hasil pembelian dipecahkan.
d.Tanggapan Responden Terhadap Perbedaan Individu Dimensi Pengetahuan
Berdasarkan data yang diperoleh dari penyabaran keusioner terhadap 100 orang responden, maka dapat diketahui bagaimana tanggapan responden terhadap perbedaan individu dimensi pengetahuan.
Gambar 24. Tingkat pengetahuan mengenai produk (Macaroni Panggang)
Berdasarkan Gambar 24 tersebut, menyatakan bahwa tingkat pengetahuan mengenai produk Macaroni Panggang sangat tinggi sebanyak 22 persen, lalu menyatakan tinggi sebanyak 38 38 persen dan yang menyatakan memilih tingkat pertimbangan faktor situasi cukup tinggi sebanyak 7 persen. Pada tingkat pengetahuan produk Macaroni Panggang rendah sebanyak 27 persen dan sangat rendah 6 persen. Hal tersebut menunjukan pernyataan tingkat pengetahuan mengenai produk Macaroni Panggang pengetahuan sebagai informasi yang disimpan ingatan.
e.Tanggapan Responden Terhadap Perbedaan individu Dimensi sikap
Bardasarkan data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner terhadap 100 responden, maka dapat diketahui bagaimana tanggapan responden terhadap perbedaan individu dimensi sikap.
6 27 7 38 22 sangat rendah rendah cukup tinggi tinggi sangat tinggi
Gambar 25. Sikap konsumen terhadap produk
Berdasarkan Gambar 25, menyatakan bahwa responden yang memilih sangat setuju sebanyak 1 persen, lalu menyatakan setuju sebanyak 4 persen dan yang menyatakan memilih tingkat perhatian netral atau biasa sebanyak 34 persen. Sikap konsumen terhadap produk tidak setuju sebanyak 37 persen dan sangat tidak setuju sebanyak 24 persen. Hal tersebut menunjukan sikap konsumen terhadap produk Macaroni Panggang dimana menunjukan apa yang konsumen sukai dan tidak sukai baik terlihat pada jawaban pernyataan responden dalam memilih dan lebih menyukai produk Macaroni Panggang.
f. Tanggapan Responden Terhadap Perbedaan individu dimensi Kepribadian
Berdasarkan data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner terhadap 100 responden, maka dapat diketahui bagaimana tanggapan responden terhadap perbedaan individu dimensi kepribadian.
Gambar 26. Karakteristik psikologis terhadap produk
Berdasarkan Gambar 26, menyatakan bahwa responden yang memilih sangat setuju sebanyak 1 persen, lalu menyatakan setuju sebanyak 12 persen dan yang menyatakan memilih tingkat perhatian netral atau biasa sebanyak 59 persen. Sikap konsumen terhadap produk tidak setuju sebanyak 26 persen dan sangat tidak setuju sebanyak 2 persen. Hal tersebut menunjukan kepribadian berkaitan dengan adanya perbedaan
24 37 34 41 sangat tidak setuju tidak setuju netral setuju 2 26 59 121 sangat tidak setuju tidak setuju netral setuju sangat setuju
karakteristik yang paling dalam pada diri manusia, perbedaan karakteristik individu tersebut menggambarkan ciri unik dari masing– masing individu.
g. Tanggapan Responden Terhadap Perbedaan individu dimensi Gaya Hidup
Bardasarkan data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner terhadap 100 responden, maka dapat diketahui bagaimana tanggapan responden terhadap perbedaan individu dimensi gaya hidup.
a) Gaya hidup melalui kegiatan
Gambar 27. Kesesuaian kegiatan dengan produk
Berdasarkan Gambar 27 tersebut, menyatakan bahwa responden yang memilih sangat tinggi sebanyak 24 persen, lalu menyatakan tinggi sebanyak 33 persen dan yang menyatakan memilih tingkat perhatian cukup tinggi sebanyak 9 persen Sikap konsumen terhadap produk rendah sebanyak 32 persen dan sangat rendah sebanyak 2 persen. Hal tersebut menunjukan sebagai pola dimana orang hidup dan menghabiskan waktu serta uang dan konsepsi ringkasan yang mencerminkan nilai konsumen yang diperlihatkan pada aktivitas serta minatya.
b) Gaya Hidup Melalui Minat
Gambar 28 . Minat terhadap produk (Macaroni Panggang)
Berdasarkan Gambar 28 tersebut, menyatakan bahwa responden yang memilih sangat tinggi sebanyak 19 persen, lalu menyatakan tinggi sebanyak 29 persen dan yang menyatakan memilih tingkat cukup tinggi sebanyak 4 persen. Sikap konsumen
2 32 9 33 24 sangat rendah rendah cukup tinggi tinggi sangat tinggi 12 36 4 29 19 sangat rendah rendah cukup tinggi tinggi sangat tinggi
terhadap produk rendah sebanyak 36 persen dan sangat rendah sebanyak 12 persen. Hal tersebut menunjukan gaya hidup melalui minat akan produk Macaroni Panggang menggambarkan perilaku seseorang yaitu bagaimana ia hidup, menggunakan uangnya dan memanfaatkan waktunya. Intinya perubahan gaya hidup akan mengubah pola konsumen seseorang.
h. Tanggapan RespondenTerhadap Perbedaan Individu Dimensi Nilai
Berdasarkan data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner terhadap 100 responden, maka dapat diketahui bagaimana tanggapan responden terhadap perbedaan individu dimensi nilai.
Gambar 29. Kesesuaian nilai dengan produk
Berdasarkan gambar 29 di atas, menyatakan bahwa responden yang memilih sangat tinggi sebanyak 1 persen, lalu menyatakan tinggi sebanyak 2 persen dan yang menyatakan memilih cukup tinggi sebanyak 59 persen. Sikap konsumen terhadap produk rendah sebanyak 34 persen dan sangat rendah sebanyak 4 persen. Hal ini menunjukkan kesesuaian nilai pribadi individu dengan produk Macaroni Panggang dimana nilai merupakan hal yang penting dalam tahap pengenalan kebutuhan dari pengambilan keputusan konsumen. Nilai juga digunakan konsumen dalam menentukan kriteria evaluasi.
4.4.2 Tanggapan Responden Terhadap Respon Pembelian Pelanggan Restoran Macaroni Panggang
Keputusan pembelian adalah tahapan dalam konsep pengambilan keputusan pembeli benar pembeli benar-benar membeli produk, seperti yang terjadi jika konsumen merasakan bahwa produk atau jasa yang telah dicoba lebih memuaskan dari merek yang lain, maka konsumen akan mengulangi pembelian yang biasanya dalam jumlah yang besar karena konsumen merasa lebih yakin terhadap produk atau
4 34 59 2 1 sangat rendah rendah cukup tinggi
jasa yang ditawarkan. Keputusan membeli seseorang pada awalnya dipengaruhi oleh lingkungan, kebudayaan, keluarga, dan sebagainya, akan membentuk suatu sikap pada diri sendiri atau individu, kemudian melakukan pembelian. Respon pembelian yang memiliki dimensi pilihan merek, pilihan produk, jumlah pembelian dan saluran pembelian.
a. Tanggapan Responden Terhadap Pilihan Merek Macaroni Panggang
Berdasarkan data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner terhadap 100 responden, maka dapat diketahui bagaimana tanggapan responden terhadap keputusan pembelian dimensi pilihan merek.
Gambar 30. Tingkat pilihan merek
Berdasarkan Gambar 30 tersebut, menyatakan bahwa responden yang memilih sangat tertarik sebanyak 18 persen, lalu menyatakan tertarik sebanyak 34 persen dan yang menyatakan memilih cukup tertarik sebanyak 44 persen, serta sikap konsumen terhadap merek produk yang menyatakan sebanyak 4 persen. Hal ini menunjukkan tingkat pemilihan merek Macaroni Panggang dimana setiap merek memiliki perbedaan-perbedaan tersendiri, sehingga konsumen harus memutuskan merek mana yang akan dibeli.
b.Tanggapan Responden Terhadap Pilihan Produk Macaroni Panggang
Berdasarkan data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner terhadap 100 responden, maka dapat diketahui bagaimana tanggapan responden terhadap keputusan pembelian dimensi pilihan produk.
3 45 34 18 tidak tertarik cukup tertarik tertarik sangat tertarik
Tabel 31. Tingkat pilihan produk
Berdasarkan Gambar 31, menyatakan bahwa responden yang memilih sangat unggul sebanyak 23 persen, lalu menyatakan unggul sebanyak 31 persen, hasil yang menyatakan cukup unggul sebanyak 41 persen dan yang menyatakan memilih tidak unggul sebanyak 5 persen. Hal ini menunjukkan milihan tingkat keunggulan produk Macaroni Panggang dimana perusahaan harus memusatkan perhatiannya kepada konsumen yang berminat membeli sebuah produk serta alternatif yang mereka pertimbangkan berupa tingkat kualitas yang diharapkan oleh konsumen pada produk yang dibutuhkannya dari berbagai produk yang ada.
c. Tanggapan Responden Terhadap Pemilihan Saluran Pembelian Macaroni Panggang
Berdasarkan data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner terhadap 100 responden, maka dapat diketahui bagaimana tanggapan responden terhadap keputusan pembelian dimensi pemilihan saluran pembelian.
Gambar 32. Tingkat kemudahan memperoleh produk
Gambar 32 tersebut menyatakan bahwa responden yang memilih sangat mudah sebanyak 31 persen, lalu menyatakan mudah sebanyak 35 persen, hasil yang menyatakan cukup mudah sebanyak 25 persen dan yang menyatakan memilih tidak mudah sebanyak 9 persen. Hal ini menunjukkan milihan saluran pembelian Macaroni
4 42 31 23 tidak unggul cukup unggul unggul sangat unggul 9 24 35 32 tidak mudah cukup mudah mudah sangat mudah
Panggang dimana setiap konsumen berbeda-beda dalam hal penyalur, dikarenakan faktor lokasi yang dekat, harga yang murah, persediaan barang yang lengkap, kenyamanan berbelanja, keleluasan tempat dan sebagainya.
d.Tanggapan Responden Terhadap Jumlah Pembelian Macaroni Panggang
Berdasarkan data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner terhadap 100 responden, maka dapat diketahui bagaimana tanggapan responden terhadap keputusan pembelian dimensi jumlah pembelian.
Tabel 33. Tingkat jumlah pembelian produk
Berdasarkan Gambar 33 di atas, menyatakan bahwa responden yang memilih sangat banyak sebanyak 2 persen, lalu menyatakan banyak sebanyak 15 persen, hasil yang menyatakan cukup banyak sebanyak 28 persen, hasil yang menyatakan tidak banyak sebanyak 48 persen dan yang menyatakan memilih sangat tidak banyak sebanyak 7 persen. Hal ini menunjukkan penentuan jumlah pembelian Macaroni Panggang dapat mengambil keputusan tentang seberapa banyak produk yang akan dibelinya pada suatu saat. Pembelian mungkin dilakukan lebih dari satu kali. Selain keputusan pada suatu pilihan merek yang diambil konsumen, konsumen juga dapat menentukan jumlah produk yang akan dibelinya sesuai kebutuhan.
4.5. Analisis Data Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner
Kuesioner disebarkan sebelumnya kepada 30 orang responden untuk memperoleh data awal untuk diuji validitas dan reliabilitasnya. Setelah kuesioner tersebut valid maka penelitian dapat dilanjutkan melalui penyebaran kuesioner.
4.5.1 Hasi Uji Validitas Kuesioner
Uji validitas dilakukan menggunakan rumus korelasi Pearson Product
Moment dan hasilnya akan dibandingkan dengan nilai angka kritik tabel korelasi nilai 6 49 28 15 2 sangat tidak banyak tidak banyak cukup banyak banyak sangat banyak
r. Tujuan melakukan uji coba kuesioner ini adalah untuk mengetahui apakah pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner memenuhi syarat untuk dijadikan data utama penelitian. Sebagai penelitian awal, kuesioner disebarkan pada 30 orang responden. Seluruh responden diminta untuk mengisi kuesioner yang sama. Kemudian hasil kuesioner tersebut diuji validitasnya. Berdasarkan hasil validitasnya bahwa seluruh pertanyaan dalam kuesioner memenuhi syarat untuk diolah lebih lanjut (r hitung > r tabel, dimana r tabel = 0,361, untuk n=30). Hasil perhitungan uji validitasnya terlampir.
4.5.2 Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner
Realibitas adalah tingkat keandalan kusioner. Uji reliabilitas dilakukan untuk mengukur konsistensi reliabilitas kuesioner terhadap variabelnya. Berdasarkan hasil pengujian teknik Alpha Cronbach, untuk perbedaan individu diperoleh nilai alpha (a) 0.860, sedangkan hasil uji reliabilitas untuk respon pembelian diperoleh diketahui bahwa semua variabel reliabel, hal ini disebabkan nilai r hitung lebih besar dibandingkan dengan nilai r tabel yang bernilai 0.811 (terlampir).
4.5.3 Regresi Linier Sederhana
Pengujian ini dilakukan dengan Regresi Linier Sederhana digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua peubah pengukuran yang saling mempengaruhi. Dalam hal ini X merupakan karakteristik Individu dan Y merupakan Respon Pembelian. Untuk menguji hubungan antara perbedaan individu dengan keputusan pembelian Macaroni Panggang, maka dilakukan perhitingan regresi linier berganda dengan aplikasi software SPSS 13.0. untuk menguji signifikansi variabel Macaroni Panggang diperoleh uji t dengan hipotesis berikut:
Hipotesis:
Ho = Perbedaan Individu tidak berpengaruh nyata terhadap Respon Pembelian Ha = Perbedaan Individu berpengaruh nyata terhadap Respon Pembelian
Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap hipotesis dengan menggunakan uji t dua pihak, tingkat signifikan 0,05 serta menggunakan derajat kebebasan (n-k), dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:
• Jika –ttabel<thitung<ttabel maka Ho diterima
• Jika thitung<-thitung<ttabel atau thitung>ttabel maka Ho ditolak
• ttabel dilihat dengan derajat bebas = n – k
n = jumlah sampel, dalam hal ini bernilai 100
k = jumlah variabel yang digunakan. Dalam hal ini bernilai 2
sehingga derajat bebasnya adalah 98 (100-2). Oleh karena uji t yang dilakukan adalah uji 2 arah maka yang dibaca adalah t(½ 0,05) atau t 0,025.
Hasil uji statistik dilakukan dengan regresi linier berganda untuk mengetahui hubungan antara variabel perbedaan individu ( dengan dimensi sumber daya konsumen, keterlibatan, motivasi, pengetahuan, sikap, kepribadian, nila dan gaya hidup) dengan respon pembelian (dengan dimensi pilihan produk, pilihan merek, jumlah pembelian, daluran pembelian) Macaroni Panggang.
Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh korelasi hubungan antara perbedaan individu dengan respon pembelian Macaroni Panggang sebesar 0,624. Nilai 0,624 merupakan nilai r hitung. Angka ini menunjukkan korelasi positif atau hubungan yang kuat antara Perbedaan Individu dan Respon Pembelian.
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh harga t hitung sebesar 7,898 sedangkan t tabel 1,98 (t hitung > t tabel) maka disimpulkan Ho ditolak artinya Perbedaan Individu berpengaruh secara nyata (signifikan) terhadap Respon Pembelian, maka dapat disimpulkan bahwa:
• Hasil perhitungan koefisien korelasi dengan menggunakan SPSS 13.0 bahwa korelasi atau hubungan perbedaan individu dengan respon pembelian memperoleh hasil sebesar 0,624 (positif) dan korelasi termasuk kategori kuat • Perbedaan individu dengan respon pembelian mempunyai pengaruh yang
berarti yang dapat dilihat berdasarkan hasil uji t dua pihak dimana t hitung (7,898) > (t tabel (1,98)
• Adapun persamaan regresi Ŷ = 6, 025+0,195X Dimana Ŷ = Respon Pembelian
Dari persamaan dapat diuraikan bahwa setiap kenaikan 1 skor variabel Perbedaan Individu (X) dapat menaikkan 0,195 skor variabel Respon Pembelian. Respon Pembelian juga dapat dilakukan dengan melihat probabilitasnya dimana nilainya 0,000 lebih kecil dari 0,05.