• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lampiran Lampiran 1 Prosedur Pengoperasian Generator PT XYZ

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Lampiran Lampiran 1 Prosedur Pengoperasian Generator PT XYZ"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

xx Lampiran

Lampiran 1 Prosedur Pengoperasian Generator PT XYZ

Semua operator yang menjalankan pengoperasian generator harus mengikuti SOP (Standard Operation Procedure) yang telah dibuat dan ditentukan sebagai sebuah petunjuk bagi operator dalam mengoperasikan unit pembangkit. Ada empat tahapan secara umum dalam prosedur pengoperasian generator, antara lain:

1. Tahap Persiapan.

Pertama-tama operator harus melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.Pemeriksaan awal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi generator apakah berfungsi dengan baik. Selain itu, ada beberapa hal yang juga perlu diperhatikan dalam tahap persiapan ini, yaitu mengetahui sistem-sistem yang saling berkaitan pada kinerja gas turbin, antara lain:

a. Sistem start.

Operator terlebih dahulu mengetahui apa saja spesifikasi dari generator yang dioperasikan. Spesifikasi tersebut dapat diketahui dari buku manual yang dikeluarkan oleh perusahaan pembuat generator tersebut.

b. Sistem pendingin air pada generator.

Sistem pendingin diperlukan untuk menurunkan temperatur kerja pada generator.Air yang digunakan haruslah air murni, yang tidak boleh mengandung garam, silika ataupun kotoran-kotoran yang dapat menyebabkan korosi.

c. Sistem pelumasan.

Sistem pelumasan berfungsi untuk mensuplai pelumas yang dibutuhkan oleh gas turbin.Yang perlu diberi pelumas pada gas turbin adalah bantalan-bantalan dan auxiliary gear.Selain itu pelumasan juga berfungsi untuk memperkecil torsi pada saat memutar poros turbin dan pada bantalan.

d. Sistem udara pendingin ruang bakar.

Sistem udara pendingin ruang bakar berfungsi untuk mendinginkan ruang bakar.

e. Sistem pengambilan dan pembuangan udara.

Sistem pengambilan udara adalah sistem menyalurkan udara murni yang artinya udara yang masuk harus benar-benar bersih ke dalam ruang bakar dan sistem pembuangan adalah sistem menyalurkan gas sisa pembakaran ke luar dan juga berfungsi untuk meredam getaran, seperti knalpot pada umumnya.

f. Sistem pemutar poros hidrolik.

Sistem pemutar poros hidrolik ini bertujuan untuk membuat pendinginan yang merata setelah gas turbin set stop dengan memutar rotor. Pendinginan yang merata ini untuk menghindari pelengkungan poros.

g. Sistem compressor bleed valve.

Sistem ini berfungsi untuk membuang sebagian udara kompresi ke udara bebas selama proses start up dan shut down yang bertujuan untuk mencegah kerusakan pada kompresor.

h. Sistem penyalaan awal.

Sistem ini disebut ignition fuel system yang berfungsi untuk membakar bahan bakar yang digunakan pada saat turbin dinyalakan.

i. Sistem bahan bakar.

(2)

xxi

Sistem ini berfungsi untuk mengatur banyaknya udara yang masuk dari air intake system. Udara tersebut nantinya akan dikompresi kompresor utama gas turbin.

k. Sistem pendingin dan pengamanan aliran udara.

Sistem ini berfungsi untuk melindungi rotor dan bagian-bagian gas turbin lainnya dari gas panas.

l. Sistem pemantau rotor train.

Sistem pemantau ini berfungsi untuk mencegah kerusakan rotor turbin akibat kecepatan putar yang melebihi batas maksimal yang diizinkan atau karena terjadi getaran yang terlalu besar ketika sedang dioperasikan.

Apabila setelah sistem-sistem di atas dilakukan pemeriksaan dan hasilnya dinyatakan dalam kondisi baik, maka generator sudah siap untuk dioperasikan. 2. Tahap Menjalankan Generator.

Proses awal dalam menjalankan generator dilakukan dengan putaran rendah yang selanjutnya putaran dinaikkan ke putaran nominal. Setelah itu cek parameter apakah unit dalam keadaan normal.Jika status normal, maka mesin siap dilakukan pembebanan sesuai dengan yang telah diperintahkan.

3. Tahap Pembebanan.

Tahap selanjutnya adalah pembebanan.Jika unit sudah dinyatakan dalam keadaan normal.Adapun sifat pada pembebanan, yaitu resisitif, induktif, dan kapasitif tergantung dari jenis beban yang diterima oleh generator.

4. Tahap Menghentikan Generator.

Tahap terakhir adalah menghentikan generator. Pastikan untuk tidak menghentikan generator secara mendadak, tetapi dengan cara melepaskan beban secara perlahan hingga mesin bekerja tanpa beban untuk menyesuaikan temperatur kerja. Setelah generator benar-benar berhenti, maka dilakukan pemeriksaan lagi untuk mengecek keandalan mesin apabila dioperasikan kembali.

(3)

xxii Lampiran 2 FMEA Generator Gas Turbin

Item

Identification Function

Failure

mode Failure Cause

Failure detection mode Recommended Task Frequency of Task Responsible PIC Generator

Bearings Vibration Missalignment Vibration

check Realignment CI HAR Mekanik Bearings Over Clearence Aging Clearence Measurement Rebabbit CI HAR Mekanik Bearings Wear Out Lube Oil

Degradation Oil Analysis Oil Analysis 12W PdM

Bearings Wear Out Lack of

Lubrication Visual Check Visual Check 2X/Shift Operator Bearings Wear Out Improper

Installation Temp Check Temp Check 2X/Shift Operator Bearings Short Circuit Directed

Contact

Megger Measurement

Megger

Measurement CI HAR Listrik

Enclosure High Temp Dust,Dirty Visual Check Check and Clean BI HAR Listrik Stator Frame High Temp Dust,Dirty Visual Check Check and Clean BI HAR Listrik

Stator Core Short Circuit Corona Partial Discharge

Partial Discharge

Monitoring 12W PdM

Stator

Winding Short Circuit Corona

Partial Discharge

Partial Discharge

Monitoring 12W PdM

Stator

Winding High Temp Corona Temp Check Temp Check 2 x Shift Operator

Stator Winding

Separator

(4)

xxiii

FMEA Generator Gas Turbin (Lanjutan 1) Item Identification Function Failure mode Failure Cause Failure detection mode Recommended Task Frequency of Task Responsible PIC Generator

Stator Winding Isolation Deteoriation

Slot Wdges kendor

Tightening

Check Tighteness Check 2 X CI HAR Listrik Air Guide Inner

Face Over Clearence Aging Clearence Measurement Rebabbit CI HAR Mekanik Rotor Winding Isolation

Deteoriation Corona

Partial Discharge

Partial Discharge

Monitoring 12W PdM

Rotor Winding Short Circuit Directed Contact Megger Measurement Megger

Measurement CI HAR Listrik

Rotor Winding Over

Clearence Aging Clearence Measurement Rebabbit As Required HAR Mekanik Retaining Ring Crack Aging Visual Check Visual Check 2 X CI HAR Listrik Rotor Blade Fan Vibration Bolt

Looseness

Tightening

Check Tighteness Check 2 X CI HAR Listrik Rotor Blade Fan Crack Aging Visual Check Visual Check 2 X CI HAR Listrik Lubang Ventilasi

Rotor Wedge High Temp Clogging Visual Check Check and Clean BI HAR Listrik Slip Ring & Brush

Holder Over Clearence Aging Clearence Measurement Rebabbit CI HAR Mekanik Connection and Termination Short Circuit Directed

(5)

xxiv

FMEA Generator Gas Turbin (Lanjutan 2) Item Identification Function Failure mode Failure Cause Failure detection mode Recommended Task Frequency of Task Responsible PIC

Generator Slot Wedge

Stator Winding Vibration

Loose Bolt Tightening

Tightening

Check Monitoring CI HAR Listrik

Labirynth Seal Over

Clearence Aging

Clearence

Measurement Rebabbit CI

HAR Mekanik Brush Gear Over

Clearence Aging Clearence Measurement Dismantling & Replacement CI HAR Mekanik Neutral Earth Resistor Trafo Pengukuran rusak

Short Circuit Megger

Measurement Megger Check CI HAR Listrik Neutral Earth

Resistor

Resistor

rusak Kotor/karat

Check and

Clean Check and Clean CI

Neutral Earth Resistor

Resistor

rusak Short Circuit Leak Check

Cek kebocoran Cubicle dari air

masuk CI Neutral Earth Resistor Damage GFR tidak bekerja (Relay rusak)

Function Test Relay Check CI HAR Listrik Thermocouple

Journal Bearing

Measurement Failure

Calibration

Error Temp Check

Recalibration as

required CI

HAR Instrument

(6)

xxv Lampiran 3 RCFA Generator Gas Turbin

(7)
(8)

xxvii Lampiran 4 RPN Generator Gas Turbin

Function Failure

Mode Failure Cause OCC SEV DET RPN

Bearings Vibration Missalignment 2 7 2 28

Bearings Over

Clearence Aging 4 7 2 56

Bearings Wear Out Lube Oil

Degradation 4 7 2 56

Bearings Wear Out Lack of

Lubrication 4 7 2 56

Bearings Wear Out Improper

Installation 4 7 2 56

Bearings Short Circuit Directed

Contact 2 7 1 14

Enclosure High Temp Dust,Dirty 2 7 1 14

Stator Frame High Temp Dust,Dirty 2 7 1 14

Stator Core Short Circuit Corona 2 7 2 28

Stator Winding Short Circuit Corona 2 7 2 28

Stator Winding High Temp Corona 2 7 2 28

Stator Winding Separator

Deteoriation Aging 2 7 2 28

Stator Winding Isolation

Deteoriation Corona 2 7 2 28

Stator Winding Isolation Deteoriation Slot Wdges kendor 2 7 1 14 Air Guide Inner Face Over Clearence Aging 4 7 2 56

Rotor Winding Isolation

Deteoriation Corona 2 7 2 28

Rotor Winding Short Circuit Directed

Contact 2 7 2 28

Rotor Winding Over

Clearence Aging 4 7 2 56

(9)

xxviii

RPN Generator Gas Turbin (Lanjutan) Function Failure

mode Failure Cause OCC SEV DET RPN Rotor Blade

Fan Vibration Bolt Looseness 2 7 1 14

Lubang Ventilasi Rotor

Wedge

High Temp Clogging 4 3 1 12

Slip Ring & Brush Holder

Over

Clearence Aging 4 7 2 56

Blade Fan High Temp Dust,Dirty 4 3 1 12

Connection and Termination

Short Circuit Directed

Contact 2 7 1 14

Slot Wedge

Stator Winding Vibration

Loose Bolt

Tightening 4 3 2 24

Labirynth Seal Over

Clearence Aging 4 7 2 56

Brush Gear Over

Clearence Aging 4 7 2 56 Neutral Earth Resistor Trafo Pengukuran rusak Short Circuit 4 7 2 56 Neutral Earth Resistor Resistor rusak Kotor/karat 4 7 2 56 Neutral Earth Resistor Resistor

rusak Short Circuit 4 7 2 56

Neutral Earth Resistor Damage GFR tidak bekerja (Relay rusak) 4 7 2 56 Thermocouple Journal Bearing Measurement Failure Calibration Error 4 3 1 12

(10)

xxix Lampiran 5 Gambar Komponen Seal Half Ring

(11)

xxx Lampiran 6

Jadwal Usulan PdM GT Blok 1

Keterangan:

Ο : Penjadwalan usulan PdM GT 1.1 : Penjadwalan usulan PdM GT 1.2 : Penjadwalan usulan PdM GT 1.3

(12)

xxxi Jadwal Usulan PdM GT Blok 1

Keterangan:

Ο : Penjadwalan usulan PdM GT 2.1 : Penjadwalan usulan PdM GT 2.2 : Penjadwalan usulan PdM GT 2.3

Referensi

Dokumen terkait