• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Identitas Visual Batik Ganasan Dengan Pengembangan Motif Ganasan Melalui Media Huruf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perancangan Identitas Visual Batik Ganasan Dengan Pengembangan Motif Ganasan Melalui Media Huruf"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Perancangan Identitas Visual Batik Ganasan Dengan

Pengembangan Motif Ganasan Melalui Media Huruf

Deni Albar

1

, Andry Andriansyah

2

Program Studi Desain Komunikasi Visual; Fakultas Desain UNIKOM, Bandung

e-mail:

1

[email protected],

2

[email protected]

Abstrak

Huruf adalah media untuk berkomunikasi dengan menggunakan bentuk atau symbol

yang telah disepakati, seiring berkembangnya zaman huruf sudah banyak sekali macam

jenisnya. Saat ini huruf tidak hanya menyampaikan pesan saja, namun sekarang huruf juga bisa

menyampaikan kesan. Karena jika pesan yang sama jika di sampaikan dengan jenis huruf yang

berbeda, maka pesan yang akan diterimapun menjadi beda. Indonesia mempunyai banyak

sekali kebudayaan salah satunya adalah budaya batik, batik merupakan kebudayaan yang

sudah ada sejak lama, namun dibeberapa daerah batik ini adalah kebudayaan baru. Salah

satunya adalah Subang, batik Ganasan adalah motif batik khas Subang. Batik di Subang baru

berumur sepuluh tahun, oleh karena itu masih harus banyak dikembangkan lagi. Salah satunya

adalah dengan dikembangkan pada media huruf, karena huruf adalah media untuk

berkomunikasi maka peranannyapun pasti sangat penting. Dengan begitu diciptakannya huruf

dari motif batik Ganasan bisa menambah kekayaan media khususnya di Subang dan di

Indonesia sebagai huruf yang berkarakter nusantara.

Kata kunci—

Identitas, Visual, Batik, Ganasan, Huruf.

Abstract

Letters are a medium for communicating using agreed forms or symbols, as the times

have grown, there have been many kinds of types. Today letters do not only convey messages,

but now letters can also convey impressions. Because if the same message if delivered with a

different typeface, then the message to be received will be different. Indonesia has a lot of

culture, one of which is the culture of batik, batik is a culture that has existed for a long time,

but in some areas this batik is a new culture. One of them is Subang, batik Ganasan is a typical

Subang batik motif. Batik in Subang is only ten years old, therefore it still has a lot to develop.

One of them is to be developed in the media of letters, because letters are a medium for

communication, so their role must be very important. That way the creation of letters from the

Ganasan batik motif can add to the wealth of the media, especially in Subang and in Indonesia

asAI letters that have the character of the archipelago.

Keywords—

Identity, Visual, Batik, Ganasan, Type.

I. PENDAHULUAN

Perkembangan batik terus meningkat dari mulai zaman kesultanan Mataram, kesultanan Surakarta, kesultanan Yogyakarta dan masih terus dibudayakan sampai sekarang, sehingga batik merupakan salah satu ciri khas yang

sangat identik dengan budaya Indonesia. Karena batik Indonesia sangat istimewa, yang dari segala keberagaman motif, warna dan modelnya banyak membuat orang kagum. Oleh karena itu, perkembangan batik sekarang tidak hanya terkenal di Indonesia saja, namun sudah mulai dikenal di mancanegara.

(2)

Batik adalah identitas negara Indonesia, sebagai negara yang memiliki budaya yang luhur. Indonesia mempunyai banyak sekali berbagai macam ragam batik, diantaranya yang sudah umum dikenal masyarakat luas adalah batik Megamendung dari Cirebon, batik Tujuh Rupa Pekalongan dari Pekalongan, batik Keraton dari Yogyakarta, batik Bali dari Bali dan sebagainya, namun itu semua termasuk kedalam kategori batik klasik karena batiknya sudah muncul sejak lama secara turun-termurun dari warisan Nusantara. Hingga pada 2 oktober 2009, saat itu UNESCO mengukuhkan batik sebagai warisan budaya tak benda asli dari Indonesia. Dengan begitu batik yang awalnya dominan di pulau Jawa, sekarang sudah meyebar ke berbagai daerah lain yang sebelumnya tidak mempunyai kebudayaan membatik. Salah satunya adalah kota Subang yang sekarang mempunyai batik ciri khas sendiri yaitu batik Ganasan.

Gbr. 1. Motif Batik Ganasan

Ganasan sendiri berasal dari buah nanas yang merupakan indentitas kota Subang sejak lama sebagai salah satu penghasil nanas terbesar di Indonesia. Motif batik Ganasan ini menjadi kategori motif kontemporer atau modern, karena memang baru dikembangnkan pada tahun 2009. Batik Ganasan menjadi ikon salah satu batik dari Subang, sehingga hal ini menambah keberagaman batik yang dimiliki Indonesia.[7]

Agar batik Ganasan ini menjadi kebanggan budaya Subang sehingga bisa menjadi lestari, maka pengembangan batik menjadi media lain sangat dibutuhkan apalagi diperkembangan zaman yang sekarang bigitu cepat ini, sudah seharusnya bisa beradaptasi. Batik Ganasan memungkinkan bisa dikembangakan menjadi sebuah elemen desain yaitu huruf. Fungsi huruf yaitu membantu manusia dalam berkomunikasi, dalam ranah desain komunikasi visual huruf merupakan sebuah elemen desain yang sangat penting. Sihombing (2001) menjelaskan “Tipografi merupakan representasi visual dari

sebuah bentuk komunikasi verbal dan merupakan properti visual yang pokok dan efektif” (h.58).[4] Saat ini huruf tidak hanya berfungsi sebagai menyampaikan informasi namun huruf bisa bangun kesan berbeda dari setiap bentuk karakter huruf tersebut. Kalimat yang sama jika di sajikan dengan beda jenis huruf maka kesan yang diterima juga akan berbeda. Inilah yang menjadi kekuatan tipografi sebagai media untuk memperkuat sebuah identitas.

Dalam kondisi idealnya batik Ganasan sebaiknya mempunyai sebuah pengembangan lain yang mampu menjadi pengingat dalam setiap acara, nama toko, landmark dan sebagainya, dimana identitas tersebut mampu menambah nilai estetis sebuah media karena ada unsur motif batik Ganasan.

Dengan keadaan batik Ganasan Subang sekarang, maka perancangan ini menjadi penting dilakukan untuk mengembangkan kekayaan motif batik Ganasan yang diadaptasi dalam pembuatan jenis huruf baru. Karena di Subang sendiri di berbagai media masih sangat jarang di temukan unsur khas dari kebudayaan, padahal itu sangat bagus untuk memperkuat identitas lokal. Oleh karena itu pembuatan huruf ini bisa dimanfaat kepada media lain agar menjadi nilai estetis dan Sebagai upaya untuk melestarikan dan menumbuhkan kebanggaan pada batik Ganasan Subang. agar selalu menggali potensi-potensi kekayaan budaya yang bisa dikembangakan menjadi sesuatu yang baru.

II. METODE

Strategi kreatif menggunakan cara penyampaian informasi kepada masyarakat agar dapat menarik minat khalayak sasaran sehingga informasi dan pesan dapat tersampaikan dan diterima oleh khalayak sasar dengan mudah. Dalan strategi pada perancangan huruf ini, khalayak sasaran diajak untuk mengenali dan memahami huruf berkarakter dekoratif yang diambil dari motif batik Ganasan dan disampaikan melalui media booklet.

Strategi kreatif melalui booklet ini menggunakan unsur verbal yaitu berupa tulisan yang akan menyampaikan informasi mengenai huruf Batik Ganasan, serta menggunakan unsur visual yaitu beruapa huruf Batik Ganasan itu sendiri dengan berbagai media yang bisa diaplikasikan dengan huruf Batik Ganasan.

(3)

Target Audiens

Perancangan ini ditujukan kepada semua orang yang bisa memanfaatkan rancangan huruf ini untuk kebutuhannya, huruf memang banyak sekali jenisnya dan semua mempunyai karakteristik yang berbeda, karakter huruf ini bisa menyampaikan pesan. Dalam perancangan huruf Batik Ganasan ini berjenis dekoratif yang mempunyai pesan tentang kebudayaan Subang, tentunya huruf berjenis ini sebaiknya hanya digunakan pada huruf hias atau huruf display, agar tepat penggunaannya.

Untuk demografis, Usia 25 – 40 tahun, dalam rentang usia ini sebagian besar telah menjadi seorang profesional yang matang, tergolong dalam orang-orang yang fokus dan serius dalam berkarya

Status Ekonomi : Semua. Huruf ini dibuat agar dapat dimanfaatkan secara gratis untuk penggunaan pribadi setiap orang yang membutuhkannya dan terdapat pengecualian royalty untuk penggunaan komersial.

Pekerjaan : Desainer grafis, Seorang desainer grafis merupakan orang yang paling membutuhkan koleksi visual termasuk huruf dan sangat selektif untuk mempertimbangkan huruf yang digunakan dalam sebuah karya desain.

Kewarganegaraan : Indonesia, Sebagai warga negara yang paling bertanggung jawab atas eksistensi produk budaya yang dibanggakan

Untuk geografis ditujukan khusus untuk wilayah Subang yang merupakan daerah tempat batik Ganasan berasal, sehingga perancangan ini diharapkan dapat di implementasikan didaerah tersebut baik melalui unsur pemerintahan ataupun masyarakat.

Untuk psikografis diperuntukan bagi orang-orang yang sangat tertarik maupun antusias pada hal-hal yang visual seperti tipografi. Orang-orang yang lebih menyukai bentuk-bentuk ornamen atau dekoratif, dan Orang-orang yang bangga dan menghargai produk lokal.

Strategi Komunikasi

Rancangan karakter huruf yang diadaptasi dari motif batik Ganasan ini memiliki tahapan proses yang mengacu pada kaidah – kadiah perancangan tipografi, seperti mempertimbangkan Legibility dan Readability

sebagai pegangan untuk menciptakan masing – masing huruf mempunyai karakter yang otentik dan mudah dalam keterbacaannya, namun karena huruf ini berjenis dekoratif maka akan ada penambahan unsur oranamen atau dekoratif pada masing masin karakter huruf. Berikut tahapan – tahapan dalam proses perancangan huruf ini.

Tujuan dan Pendekatan Komunikasi

Tujuan komunikasi dalam perancangan huruf Batik Ganasan ini yaitu agar menambah kekayaan huruf yang sekarang ada di Indonesia. Karena saat ini masih sedikit huruf yang berkarakter nusantara, dan hanya kebudayaan tertentu saja yang menonjo sehingga belum bisa menggambarkan Indonesia dengan keberagamannya. Oleh karena itu perancangan huruf ini diambil dari kebudayaan lokal yairu motif batik Ganasan dari daerah Subang, Jawa Barat.

Unsur kekhasan budaya mampu memberikan bentuk yang unik dan otentik dalam karakter visual huruf. Penerapan motif batik Ganasan sebagai sumber inspirasi budaya dalam menciptakan karakter pada huruf ini, akan menghasilkan huruf dengan karakter yang kuat dan cenderung lebih menonjol sehingga dapat menarik perhatian audiens.

Pendekatan Visual nya adalah motif pada batik Ganasan terdiri dari berbagai macam bentuk buah nanas. Dalam perancangan ini diambil motif batik Ganasan yang bisa memungkinkan dijadikan identitas dari motif tersebut untuk diadaptasi pada perancangan huruf, bentuk khas yang diambil dari motif batik Ganasan ini yaitu yang mempunyai karakter ornamen yang menonjol, sehingga nanti penerapan pada huruf bisa terkesan , konsisten, dinamis, dan mempunyai ciri khas yang kuat dari motif batik Ganasan.

(4)

Pendekatan Verbalnya adalah pendekatan secara verbal yaitu menyampaikan dengan pesan melalui bahasa dan kata-kata. Penggunaannya disesuaikan padah khalayak sasaran yang dituju agar pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik. Dalam pendekatan verbal ini menggunakan bahasa indonesia yang formal agar udah diterima oleh khalayak sasaran.

Mandatory

Mandatory adalah pemerintah atau lembaga yang menjadi pemangku amanat. Dalam perancangan ini, mandatory merupakan bentuk kerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata wilayah Kabupaten Subang yang memiliki tugas untuk melaksanakn urusan pemerintah dalam bidang kebudayaan dan pariwisata yang berdasarkan asas otomomi daeranya. Perancangan huruf batik Ganasan ini bertujuan agar mengembangkan dan melestarikan kebudayaan dari motif batik Ganasan agar bisa menjadi media yang bisa digunakan oleh siapapun untuk kebutuhan pada huruf yang berkarakter dekoratif bermotif batik Ganasan.

Strategi Kreatif dan Media

Strategi kreatif menggunakan cara penyampaian informasi kepada masyarakat agar dapat menarik minat khalayak sasaran sehingga informasi dan pesan dapat tersampaikan dan diterima oleh khalayak sasar dengan mudah. Dalam strategi pada perancangan huruf ini, khalayak sasaran diajak untuk mengenali dan memahami huruf berkarakter dekoratif yang diambil dari motif batik Ganasan dan disampaikan melalui media booklet.

Strategi kreatif melalui booklet ini menggunakan unsur verbal yaitu berupa tulisan yang akan menyampaikan informasi mengenai huruf Batik Ganasan, serta menggunakan unsur visual yaitu beruapa huruf Batik Ganasan itu sendiri dengan berbagai media yang bisa diaplikasikan dengan huruf Batik Ganasan.

Copywriting

Copywriting digunakan untuk menarik perhatian juga minat khalayak sasaran pada perancangan huruf Batik Ganasan ini.

Copywriting yang digunakan pada perancangan

ini yaitu : Headline “HURUF BATIK GANASAN” Tagline “Huruf dari motif khas Subang”

Rancangan Visual

Tahap awal dalam perancangan huruf Batik Ganasan dilakukan dengan proses sketsa terlebih dahulu untuk mendapatkan bentuk yang sesuai dengan karakter visual yang terdapat pada motif batik Ganasan.

Gbr. 3. Sketsa huruf besar

(5)

Gbr. 5. Sketsa angka dan tanda baca

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Format Desain

Format desain media booklet ini, format yang digunakan yaitu ukuran A5 (14,8cm x 21cm) dengan komposisi yang konsisten agar diterima dengan baik oleh masyarakat khususnya khalayak sasaran. Media utama ini mengandung unsur visual yang terdiri dari text, illustrasi berupa font, dan gambar pendukung.

Tata Letak

Layout yang digunakan dalam perancangan booklet ini memngunakan komposisi yang

seimbang, yaitu bertujuan agar pembaca atau khalayak sasaran lebih mudah menyerap pesan yang disampaikan. Berikut adalah layout dari

booklet :

Gbr. 6. Layout cover booklet

Gbr. 7. Layout isi booklet

Tipografi

Tipografi merupakan representasi visual dari sebuah bentuk komunikasi verbal dan merupakan properti visual yang pokok dan efektif. (Sihombing, 2001, h.58).[4] Penggunaan tipografi pada perancagan ini menggunakan jenis huruf sans serif yang tingkat keterbacaannya baik serta beda jenis dengan

font Batik Ganasan yang dekoratif. Hal ini agar

terlihar lebih seimbang dan mudah untuk diterima secara visual. Adapun jenis huruf atau

font yang digunakan adalah sebagai berikut :

(6)

Gbr. 9. Font Batik Ganasan

Albar (2015, h 127) menjelaskan “Huruf sanserif atau tanpa kait seperi arial, tahoma dan sejenisnya tepat dan cocok untuk menjadi teks yang bersifat informasi dibandingkan huruf dekoratif”.[6] Jenis huruf Roboto ini mempunyai karakteristik bentuk yang sederhana dan jelas. Huruf ini digunakan bertujuan agar mudah di baca sehingga isi yang terdapat pada pesan bisa lebih mudah di terima oleh khalayak sasaran, sedangakan huruf Batik Ganasan digunakan untuk mejadi huruf judul, karena memang penggunaannya untuk huruf headline atau display.

Ilustrasi

Ilustrasi merupakan seni gambar yang dimanfaatkan untuk memberi penjelasan atas suatu tujuan dalam bentuk visual (Kusrianto, 2009, h.140). Ilustrasi dalam perancangan ini berupa huruf Batik Ganasan. Prosesnya adalah dengan cara pengambilan ornamen khas dari bentuk motif batik Ganasan. Bentuk ornamen disesuaikan pada huruf sehingga mempunyai proporsi yang ideal sehingga bisa mendapatkn identitas kuat dari batik Ganasan.

Gbr. 10. Metode perancangan huruf

Hasil dari media utama adalah berupa

booklet ini digunakan untuk memberi informasi

mengenai huruf dan menampilkan huruf yang telah dibuat dalam bentuk cetak, sehingga bisa melihat hasilnya. Isi dari booklet ini adalah mengenai penjelasan tentang batik Ganasan, proses pembuatan huruf, sampai pada penerapannya pada berbagai media. Booklet ini berukuran A5 atau 148 mm x 210 mm dengan menggunakan bahan kertas art paper 150 gram untuk lembar isi , dan art paper 210 gram untuk lembar bagian cover, dan dilaminasi dengan

doff, booklet ini di buat dengan menggunakan

digital printing.

Gbr. 11. Booklet

(7)

Gbr. 13. Contoh isi booklet 1

Media poster ini berfungsi untuk mempromosikan huruf Batik Ganasan dengan menampilkan visual dari huruf serta terdapat QR Code untuk mendapatkan font huruf Batik Ganasan secara gratis. Ukuran poster ini adalah ukuran A3 atau 297 mm x 420 mm. Menggunakan kertas art paper 210 gram dan difinishing dengan laminasi doff, proses pembuatan dengan cara cetak offset.

Gbr. 14. Poster

Media x-banner ini Mempunyai fungsi sama dengan poster yaitu sebagi media untuk mempromosikan huruf Batik Ganasan dengan menampilkan visual dari huruf serta terdapat

QR Code untuk mendapatkan font huruf Batik

Ganasan secara gratis. Media ini dipilih karen bisa mudah untuk di pindah-pindah dan mempunyai daya tarik yang lebih karen ukurannya lebih besar, pembuatan QR code pun di perbesar agar mempermudah dan pengambilan scan. Media ini bisa digunakan pada saat pameran di acara-acara . Ukurannya adalah 60 x 160 cm menggunakan bahan Luster dan dibuat dengan proses digital printing.

Gbr. 15. X-Banner

T-shirt ini mempunyai fungsi bisa

menampilkan huruf Batik Ganasan pada media pakaian, sehingga bisa sekaligus menjadi media promosi juga karena bentuk medianya yang bisa kenakan untuk pakaian. Desain ukuran pada

t-shirt ini berukuran 21 cm x 19 cm. Dicetak pada

bahan katun berwarna hijau tua dengan menggunakan teknik DTG.

(8)

Gbr. 16. T-Shirt

Media sticker label ini Mempunyai fungsi mempromosikan sekaligus sebagai media pengingat juga pada huruf Batik Ganasan. Media ini di buat dengan berbagai macam bentuk sticker agar terkesan unik. Media ini dipilih karena bisa ukurannya kecil dan bisa ditempel pada berbagai benda lain.

Gbr. 17. Sticker label

Media Paperbag ini Mempunyai fungsi mempromoskan karena media ini bisa digunakan untuk menyimpan benda sehingga menjadi sebuah wadah yang berfungsi mempunyai nilai lebih. Media ini menggunakan bahan kertas karton coklat yang berukuran panjang 20cm, tinggi 25cm, dan lebar 8cm.

Gbr. 18. Paperbag

IV. KESIMPULAN

Sebuah kebudayaan batik bisa dikembangkan lagi menjadi huruf agar menambah kekayaan huruf yang berkarakter nusantara di Indonesia, dan juga perancangan ini masih bisa dikembangkan lagi dengan menggunakan atau masih berkaitan dengan objek yang serupa.

V. SARAN

Untuk merancang huruf hal yang pertama adalah harus menentujakan jenisnya dan tujuan penggunaannya kemana, contohnya seperti untuk bodytext atau displaytype. Dalam perancangan ini adalah menciptakan huruf display yang berjenis dekoratif, huruf ini diadaptasi dari motif batik Ganasan. Yang mana dalam proses penciptaan harus menemukan key visual dari motif batik untuk di adaptasikan pada huruf agar semua bentuk bisa konsisten. Kebudayaan di Indonesia masih bisa dikembangkan lagi menjadi banyak media yang nantinya bisa diadaptasikan dengan berbagai hal.

UCAPAN TERIMA KASIH

Dengan kerendahan hati, ucapan terima kasih ini dikhususkan kepada orang tua yang memberikan dukungan moril dan materil. Juga kepada bapak Deni Albar yang telah membimbing dengan arahan dan masukan yang diberikan.

(9)

DAFTAR PUSTAKA

[1] Dedi S, Deden. (2018). Sejarah Batik Indonesia. Bandung: PT Sarana Pancakarya Nusa

[2] Kusrianto, Adi. (2014). Batik, Filosofi, Motif dan Kegunaannya. Yogya: Andi.

[3] Rustan, S. (2014). HuruFonTipografi, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

[4] Sihombing, D. (2015). Tipografi dalam Desain Grafis: Edisi diperbarui. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

[5] Simarmata, Murni Marlina. (2014). Mengenal Batik Nusantara. Jakarta: Lestari Kiranatama.

[6] Albar, D., Mahardika, W., Yunus, S., (2015). Desain Multimedia Interaktif Alat Bantu Belajar Sistem Reproduksi Manusia Untuk Usia Remaja..Bandung : Majalah Ilmiah UNIKOM

[7] Iskandar dan Eny Kustiyah. (2017). Batik Sebagai Identitas Bangsa Indonesia di Era Globalisasi. Surakarta: Jurnal UNIBA

[8] Ardiansyah, Gian. (2010). Promosi Buah Nanas Subang. Bandung: Tugas Akhir Fakultas Desain UNIKOM

[9] Santoso, Ogi Iman. (2009). Rancangan Promosi Nanas Simadu Subang. Bandung: Tugas Akhir Fakultas Desain UNIKOM

[10] Batik Ganasan Khas Subang. Diambil dari: https://infobatik.id/batik- ganasan-khas-subang/(3 November 2018).

[11] (2015). Mulyana, Konsisten Kembangkan Batik Khas Subang.Diambil dari: https://www.kotasubang.com/7228/7228. (3 November 2018).

Gambar

Ilustrasi merupakan seni gambar yang dimanfaatkan untuk memberi penjelasan atas suatu tujuan dalam bentuk visual (Kusrianto, 2009, h.140)

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan proyek Tugas Akhir perancangan ini adalah mengembangkan desain motif batik kreasi baru dengan pengolahan visual bentuk makanan HIK yang menggunakan teknik

Tujuan perancangan buku ini adalah untuk memperkenalkan motif dan filosofi yang terkandung pada motif Batik Garut secara mendalam untuk menambah wawasan

Motif yang terdapat pada batik Trusmi atau batik Cirebon tidak hanya mendapat pengaruh dari keraton saja, tetapi motif batik Trusmi atau batik Cirebon juga

Konsep tampilan visual ditetapkan berdasarkan strategi perancangan museum modern ò seven new trends in museum design ó sebagai bentuk transformasi motif batik

- Batik Basurek merupakan batik yang memiliki ciri khas yang berbeda dari pada batik lainnya, yaitu memiliki motif huruf Arab gundul yang di padukan dengan bunga

Strategi perancangan yang akan dibuat mengenai media informasi motif batik Merak Ngibing Garut & Tasikmalaya ini adalah dengan merancang media informasi yang tepat serta

motif batik mangrove, yang nantinya dapat memperkaya tipografi di indonesia. dan dapat mempromosikan motif Batik mangrove

Tujuan penelitian dan penciptaan seni ini adalah untuk menghasilkan motif batik khas Bali yang mempunyai bentuk unik dan karakteristik sehingga dapat mencerminkan