• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

9 1.1 State Of The Art

No. 1

Judul Jurnal

Jurnal Public Relations In Negerian University Libraries, The Case of Hezekiah Library, Obafemi Awolo University, Dalam Jurnal The electronic Library.

Nama

Penulis/Tahun Terbit Jurnal

Chinwe, M.T Nwezeh 2012

Hasil Public Relations In Negerian University Libraries, The Case of

Hezekiah Library, Obafemi Awolo University yang ditulis oleh Chinwe, M.T Nwezeh,2012”. Dalam jurnal di simpulkan bahwa sejumlah Mahasiswa tidak mengenal bahan-bahan disiplin ilmu. Penelitian juga menunjukan bahwa Universitas Hezeklah Owula belum berbuat banyak di bidang kegiatan promosi untuk menghasilkan pelayanan. Dalam rangka meningkatkan layanan

(2)

yang diberikan oleh Pihak University maka pihak perpustakan mengikuti program pelatihan dan dilatih untuk menggunakan media komunikasi untuk mempromosikan Jasa Perpustakaan dan untuk menanggapi pertanyaan media. Pemasaran informasi yang diberikan paling Prioritas harus ada pemasaran dan rencana Promosi serta kebutuhan penilaian harus dilengkapi dengan Survei pelanggan dengan tujuan untuk membangun perusahaan, pada akhirnya pelayanan Public akan terus berkembang di masa depan sehingga tujuan perusahaan untuk menunjang aktivitas Public Relations semakin baik”.

. Metode Penelitian Kualitatif Keterkaitan dengan penelitian

Pada jurnal di atas dalam rangka meningkatkan layanan berbagai acara dilakukan seperti pelatihan dan sebagainya, hal ini merupakan cara yang digunakan perusahaan untuk menunjang kemajuan perusahaan begitu juga dengan Summarecon Mal serpong yang terus menerapkan strategi Public Relations salah satunya melakukan Survei Pelanggan dengan tujuan membangun perusahaan sehingga pelayanan dapat berkembang secara maksimal.

Bervariasi Strategi yang ada menunjang sebuah perusahaan untuk berlomba membuat Strategi yang baik sehingga berdampak baik bagi citra suatu perusahaan, hal ini diperkuat oleh jurnal yang kedua.

(3)

No. 2

Judul Jurnal Strategi Public Relations PTTelkomsel Branch Manado dalam mempertahankan Citra Perusahaan”

Nama

Penulis/Tahun Terbit Jurnal

Nama Jurnal Acta Diurna, Datuela 2013

Hasil

Jurnal di atas menyebutkan bahwa dalam pemasaran public relations, perguruan tinggi Satya Wacana Christian University tidak hanya merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi publik pemasaran, strategi hubungan tetapi juga memiliki beberapa program Public Relations pemasaran bahwa mereka harus melaksanakan untuk kepentingan program promosi mereka. Sebagian besar universitas melibatkan media dalam membantu program promosi mereka. Selain itu, mereka juga punya program tindakan yang langsung menghubungkan dengan para pemangku kepentingan. Penggunaan media mulai dari iklan, advertorial, berita release. Mereka tidak hanya menggunakan media cetak surat kabar tersebut, tetapi juga melibatkan media elektronik seperti lokal televisi dan radio. Mereka biasanya menggunakan televisi dan radio untuk pembicaraan menunjukkan atau memperlihatkan profil universitas. Media bentuk baru yang sering digunakan oleh orang-orang universitas adalah website dan media sosial. Mereka berpikir bahwa itu adalah media yang paling cocok dan praktis yang orang mengakses saat ini untuk mendapatkan informasi tentang universitas, mereka menggunakan Facebook, Twitter, Blog dan Google plus. Contoh penggunaan media cetak adalah untuk advertorial, iklan dan berita rilis. Satu Public

(4)

Relations Praktisi menjelaskan bahwa "penggunaan iklan dan advertorial adalah suatu keharusan. Orang-orang akan cenderung untuk membaca dan melihat sisi positif dari universitas serta apa yang dilakukan tercermin dalam rilis berita”.

. Metode Penelitian Kualitatif Keterkaitan dengan penelitian

Melalui identifikasi Masalah tersebut terdapat kaitan yang sama dengan Strategi Public Relations Summarecon Mal Serpong. Dalam segi pemasaran Summarecon Mal Serpong memikirkan berbagai aspek yang perlu di diperhitungkan seperti Perencanaan, melaksanakan, mengevaluasi dan yang terpenting memikirkan berbagai aspek dalam bidang Promosi. Media dalam merupakan alat bantu program promosi mereka. Selain itu Public Relations Summarecon Mal Serpong juga menjalin hubungan yang baik dengan Media. Penggunaan media mulai dari iklan, advertorial, berita release. Selain itu bukan hanya media cetak surat kabar tersebut, tetapi juga melibatkan media elektronik seperti lokal televisi dan radio. Hal ini dilakukan untuk menunjang aktivitas Strategi Public Relations dalam membangun sebuah Brand Image melalui Media Relations.

Suatu Strategi tidak dapat berjalan maksimal apabila tidak ada pergerakan didalamnya. Salah satu hal yang menunjang aktivitas Strategi adalah Publisitas. Publisitas merupakan kegiatan pertama yang dilakukan oleh seorang Public Relations. Hal ini diperkuat dengan jurnal selanjutnya.

(5)

No. 3

Judul Jurnal

identifying Marketing Public Relations Strategies Implemented in Private Universities For Increasing Student Intake In Central Java”.

Nama

Penulis/Tahun Terbit Jurnal

Journal of arts, Science & Commerce. Wijaya 2013

Hasil Hasil Penelitiam ini Menyebutkan bahwa “pencitraan yang buruk oleh masyarakat yang dihasilkan oleh tidak maksimalnya penerapan strategi dalam hal ini pelayanan konsumen akibat ketidak efektifitas fasilitas yang ditunjukan oleh untuk konsumen. Hal ini dilihat dari analisis SWOT (Streght, Weakness, Opportunity, Threat) yang dilakukan. Dari produk yang di tawarkan khususnya kekuatan jaringan tidak merata yang mengakibatkan difungsi sementara dari produk tersebut, disisi lain Strategi Public Relations melalui Corporated Social Responbility atau yang biasa disingkat CSR tidak tepat sasaran karena kurangnya publikasi yang dilakukan, disisi lain survey yang dilakukan terhadap konsumen dilalukan via online dengan kata lain pihak PTTelkomsel tidak mengetahui respon langsung dari pada konsumennya. Faktor tersebut mempengaruhi citra yang dimiliki dari pada perusahaan yang ada. Melalui hal ini Public Relations branch Manado menerapkan strategi dengan mengkoordinasi masalah yang ada dengan beberapa pihak. Melalui identifikasi masalah tersebut Public Relations PTTelkomsel Branch Manado menerapkan strategi untuk

(6)

merangsang konsumen melalui pemasangan iklan, Selain itu pelaksanaan Event dan sponsorship untuk mempertahankan citra perusahaan”. . Metode Penelitian Kualitatif Keterkaitan dengan penelitian

Penulis Jurnal diatas, menulis tentang bagaimana Konsitensi pelayanan yang diberikan oleh perusahaan menjadi tolak ukur dalam kepuasaan pelanggan yang tentunya memiliki sebuah output terhadap citra yang dihasilkan terhadap perusahaan. Summarecon Mal Serpong menerapkan layanan yang baik kepada pengunjungnya melalui berbagai startegi yang dirancang oleh Public Relations, seperti pemasangan iklan, menjalin hubungan baik dengan media, pelaksanaan event dan sposorship. Hal ini di terapkan Summarecon Mal Serpong sebagai bentuk strategi dalam mempertahankan dan membangun brand image.

Sebuah citra tidak gampang timbul begitu saja, Citra timbul dari sebuah persepsi Masyarakat. Sebuah perusahaan memiliki strategi khusus untuk membangun sebuah citra salah satunya dibidang Publikasi, sebuah perusahaan memerlukan publikasi kemasyarakat melalui berbagai media massa. Hal ini diperkuat dengan jurnal selanjutnya.

No. 4

(7)

Judul Jurnal

Nama Journal Corporate Communications

Nama

Penulis/Tahun Terbit Jurnal

An International Journal yang ditulis oleh Augustine Pang

2010.

Hasil Dalam jurnal ini di tulis bahwa Untuk fungsi dominan dan kritis sistemik pendekatan perlu ditawarkan. dalam journal ini yang lebih ditekankan adalah model baru yang disebut mediasi dimana media yang dimaksudkan untuk membekali para praktisi untuk melakukan hubungan media secara sistematis dan normatif dengan cara yang bertujuan utama memenangkan wartawan ahli oleh pengetahuan pekerjaan mereka dan profesi mereka. Model mediasi ini didasarkan pada tiga hal penting yang pertama sebagai praktisi harus menyadari kebutuhan untuk terlibat yang disebut "Hubungan media proaktif." Tujuannya, adalah untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan kontrol atas media sehingga tujuan organisasi, seperti mempromosikan publik masalah agenda, dapat dicapai. ”hubungan media Proaktif” membutuhkan praktisi atau organisasi untuk mengasumsikan agresif, high-profile pendekatan yang dapat berjalan bertentangan dengan apa yang biasanya disukai, low profile dengan media Kedua, mengingat permusuhan lama dan antagonisme antara wartawan dan perusahaan praktisi harus mengasumsikan tanggung jawab yang membina hubungan baik

(8)

adalah tugas penting sebagai wartawan. Ketiga, jika praktisi tertarik untuk menumbuhkan hubungan yang layak dan positif dengan media, Tanggung jawab ada pada mereka untuk memahami bagaimana wartawan dan lingkungannya beroperasi.

Metode Penelitian Kualitatif Keterkaitan dengan penelitian

Kaitan dengan penelitian dalam jurnal diatas bahwa Mediasi dengan media sangat dibutuhkan oleh Public Relations mengingat hal ini bertujuan baik Internal maupun Eksternal yang mempengaruhi Internal adalah berpengaruh kepada pola pikir wartawan melalui rutinitas wartawan maupun ruang berita, Untuk pengaruh Eksternal adalah kekuatan ekstra-media dan media ideologi. Summarecon Mal Serpong dalam kegiatan Media Relations sering kali melakukan hal ini untuk menunjang menajemen Public Relations dalam meraih target menjalin hubungan baik dengan media yang bertujuan untuk mendorong Public Relations melihat diluar fungsi subsidi informasi merek untuk terlibat dalam pemikiran strategis dari media.Pemikiran Strategis meliputi kegiatan Media Relations dimana didalamnya memikirkan strategi apa yang digunakan dan proses mengevaluasi kembali, menegaskan kembali dan melakukan kembali perhatian operasional tertentu.

(9)

Judul Jurnal

Product Placement Efficiency in Marketing Communication Strategy Nama Journal International Business and Management

Nama

Penulis/Tahun Terbit Jurnal

Mustafa Soba & Müfit Aydin 2013

Hasil

Pada Jurnal ini dikatakan bahwa Salah satu peran yang sangat signifikan dari komunikasi pemasaran terpadu adalah membangun merek. "Sebagai alat pemasaran, branding tidak hanya kasus menempatkan simbol atau nama pada produk untuk mengidentifikasi produsen, merek adalah merek adalah aset atribut yang memiliki arti, gambar dan menghasilkan asosiasi dengan produk ketika seseorang mengingat merek produk. Pada keseimbangan, penempatan perencanaan memang menjadi strategi komunikasi pemasaran yang sangat populer dan besar. Filosofi bahwa "orang tidak harus melihat tetapi harus ingat" penempatan produk telah menciptakan platform yang ideal dan murah bagi pemasar untuk mempromosikan merek pada saat yang sama menyediakan pelanggan dengan pilihan apakah untuk menerima dan atau menolak pesan tanpa merasa tertekan. Dengan demikian, penempatan produk memiliki kemungkinkan pemasar untuk berkomunikasi secara halus dan pasar agresif (Falkow, 2010). Akibatnya, dibandingkan dengan bentuk lain dari iklan, penempatan produk memberikan pengembalian investasi dan secara signifikan meningkatkan brand merek”.

(10)

Metode Penelitian Kualitatif Keterkaitan dengan penelitian

Kaitan dengan penelitian dalam jurnal diatas bahwa Summarecon Mal Serpong mengedapankan komunikasi pemasaran terpadu guna membantu mencapai proses tujuan bisnis untuk menarik dan mempertahankan untuk pelanggan jangka panjang. Salah satunya adalah membangun merek. Selain itu Sebagai alat pemasaran, branding tidak hanya kasus menempatkan simbol atau nama pada produk tetapi juga untuk mengidentifikasi produsen sehingga proses membangun brand merek dapat terorganisir dengan baik dan mencapai target sudah direncanakan.

1.2 Landasan Konseptual 2.2.1 Komunikasi

Komunikasi adalah usaha penyampaian pesan antar manusia dan terdapat tiga unsur utama yang dapat kita bahas guna untuk mengidentifikasi apakah suatu peristiwa merupakan bagian dari komunikasi yang kita kaji atau bukan dan ketiga unsur itu adalah usaha, penyampaian pesan dan antar manusia (vardiansyah, 2004:9).

Terdapat definisi lain Menurut (Cangara, 2006:10) Komunikasi disebut komunikasi apabila memiliki beberapa unsur-unsur pendukung yang membangunnya sebagai body of knowledge yakni :

1. Sumber

Sumber yang biasa di sebut dengan komunikator merupakan pembuat atau pengirim pesan dalam proses komunikasi. Dalam komunikasi sumber bisa menjadi satu orang, satu lembaga atau perusahaan dan beberapa kelompok.

(11)

2. Pesan

Merupakan sesuatu yang di kirimkan oleh pengirim kepada penerima,isinya dapat berupa Hiburan, Informasi, Nasihat, Ilmu Pengetahuan dan sebagainya.

3. Media

Media yang biasa disebut dengan Channel atau medium adalah alat yang di gunakan untuk memindahkan pesan dari sumber kepada penerima dan Media komunikasi ada yang berbentuk saluran antar pribadi, media massa dan media kelompok.

4. Penerima

Penerima atau yang biasa di sebut dengan komunikan atau audience adalah pihak yang menerima sasaran pesan yang dikirim oleh sumber. Penerima bisa terdiri dari satu orang, Organisasi atau instansi,perusahaan,negara dan lain-lain.

5. Efek

Efek merupakan apa yang terjadi pada penerima setelah ia menerima pesan tersebut. Efek beda terjadi pada pengetahuan, sikap dan tingkah laku seseorang, misalnya penambahan pengetahuan, perubahan sikap, perubahan keyakinan dan perubahan perilaku. 6. Umpan Balik

Umpan balik adalah apa yang disampaikan penerima pesan kepada sumber pesan yang sekaligus di gunakan sumber pesan sebagai petunjuk mengenai efektivitas pesan yang di sampaikan sebelumnya, apakah dapat di mengerti, di terima, mengahadapi kendala dan sebagainya, sehingga sumber dapat mengubah pesan selanjutnya agar sesuai dengan tujuannya. Tidak semua respons penerima di sebut umpan balik.

Walaupun beberapa ahli mendefinisikan arti komunikasi dengan berbeda-beda, merujuk dari yang dikatakan oleh para ahli penulis menyimpulkan secara garis besar definisi komunikasi adalah suatu proses penyampain pesan atau informasi dari sumber kepada komunikan melalui media tertentu untuk mendapatkan efek dan

(12)

unsur-unsur komunikasi terdiri dari sumber, pesan, media, penerima serta efek dan unsur tersebut membentuk proses dari komunikasi.

Menurut (West,2009:5) Komunikasi Merupakan sebuah proses sosial dimana individu-individu menggunakan simbol-simbol untuk menciptakan dan menginterpretasikan makna dalam lingkungan meraka. Secara sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan. Dalam definisi ini juga memperjelas pandangan komunikasi mencakup komunikasi tatap muka maupun komunikasi dengan media

Harold Lasswel dalam (mulayana, 2012:). penjelasannya mengenai konseptualisasi komunikasi sebagai tindakan satu arah juga mengungkapkan cara terbaik untuk menggambarkan komunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan pertanyaan berikut “Who Says What in Which Channel To Whom With Wham Effect?” atau dapat dikatakan sebagai siapa yang Mengatakan Apa dengan saluran apa Kepada siapa dengan pengaruh Bagaimana?

Berdasarkan definisi Harold Satu sama lain yaitu: Sumber (Source), Pengirim (Sender), Penyandi (Endocer), Komunikator (Communicator), Pembicara (Speaker) atau Orginator.

Walaupun Beberapa ahli memilki definisi dan asumsi berbeda beda, merujuk dari apa yang dikatakan oleh para ahli ,peneliti menyimpulkan secara garis besar definisi komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling mempengaruhi dalam proses penyampaian informasi dari sumber kepada penerima melalui media tertentu untuk mendapatkan efek.

2.2.1.1 Komunikasi Massa

Menurut (West,2009:41) Komunikasi Massa adalah komunikasi kepada khalayak luas dengan menggunakan saluran-saluran komunikasi ini. Walaupun komunikasi massa biasanya merujuk kepada surat kabar, video, CD ROM, dan Radio menurut para ahli juga membahas teori baru berupa media baru (New Media) seperti Komputer, Email, Internet,

(13)

dan sebagainya. Hal ini juga yang menjadikan media massa sebagai alat komunikasi yang selalu menjadi andalan manusia dalam kesehariannya. Media Massa secara umum juga memiliki beberapa fungsi yang dirasakan oleh umat manusia seperti mendidik, untuk hiburan dan mempengaruhi. Maka dari itu beberapa ahli menyebutkan bahwa komunikasi Massa sebagai komunikasi kepada khalayak dalam jumlah besar melalui banyak saluran komunikasi.

Menambahkan dari pernyataan diatas (Cangara, 2006:36) mendefinisikan Komunikasi massa sebagai proses komunikasi yang berlangsung dimana pesannya dikirim dari sumber yang melembaga kepada khalayak yang sifatnya massal melalui alat-alat yang bersifat mekanis seperti radio, televisi, surat kabar dan film.

Dari kedua pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa baik komunikasi massa dan media massa saling berkaitan satu sama lain karena itu peneliti mendefinisikan bahwa komunikasi massa adalah komunikasi yang dilakukan melalui media massa sehingga komunikasi massa tidak akan terjadi apabila tidak ada media sebagai elemen terpentingnya. Sebaliknya media massa juga membutuhkan pesan atau informasi untuk di komunikasikan kembali.

2.2.2 Public Relations

Public Relations (PR) Merupakan bagian dari kegiatan berkomunikasi dengan ciri khas komunikasi dua arah (two-way communications) antara lembaga atau organisasi yang di wakili oleh khalayak ataupun sebaliknya. Menurut para pakar hingga saat ini belum terdapat definisi tetap mengenai Public Relations. Beragamnya definisi Public Relations yang telah dirumuskan baik oleh para ahli maupun oleh para profesional Public Relations di dasari oleh beberapa perbedaan sudut pandang khususnya memasuki era globalisasi saat ini.

(14)

Ada beberapa definisi menurut para ahli mengenai definisi Public Relations (Ruslan, 2010:15-16) The British Institute of Public Relations mendefinisikan Public Relations sebagai:

1. Aktivitas Public Relations adalah mengelola komunikasi antara organisasi dan publiknya.

2. Praktik Public Relations adalah memikirkan,merencanakan dan mencurahkan daya untuk membangun dan menjaga saling pengertian antara organisasi dan publiknya.

Serta Perintis Pendidikan Public Relations Rex Harlow (dalam Cutlip,Cenre dan Broom,2006:6) pernah menyusun definisi Public Relations hampir dari 500 sumber, Harlow melihat definisi itu beragam dari yang sederhana sampai dengan yang rumit. Berikut ini beberapa definisi Public Relations yang lebih ringkas dan sederhana menurut Rex Harlow:

1. Penampilan bagus dan di Hargai Masyarakat.

2. PR adalah singkatan dari Perfomance (Penampilan) dan Recognition (Pengakuan).

3. Bekerja dengan baik dan karenanya mendapat pujian.

4. Tindakan yang diambil untuk menunjang hubungan yang menguntungkan dengan masyarakat umum.

5. Usaha-Usaha Organisasi untuk mendapatkan kerja sama dari kelompok orang.

Harlow juga menambahkan definisi:

Public Relations is distinctive management function which helps establish and maintain mutual lines of communication, understanding, acceptance and cooperation between an organization management to keep informed on responsive to public opinions defines and emphasises the responbility of management to serve public interest help management the responbility of management keep abreasr of and anticipate trends and uses research and techinal communication techniques as its participal tools (Tench dan Yeomans,2006 :4).

Definisi dari Harlow ini terdiri dari berbagai tujuan berbagai proses dan berbagai tugas Public Relations. Tegasnya posisi dalam Public Relations dalam organisasi sebagai aspek sebuah peran manajemen. Definisi ini mencakup pula Fungsi Manajemen yang unik

(15)

yang membantu membangun dan memelihara jalur komunikasi, memunculkan pemahaman, kerjasama antara organisasi dan publiknya yang melibatkan manajemen permasalahan dan isu membantu manajemen untuk terus menginformasikan dan tanggap terhadap opini publik.

Dari berbagai definisi yang dibuat oleh beberapa ahli dan profesional peneliti menarik sebuah kesimpulan, Public Relations adalah Suatu Fungsi manajemen yang membuat, merancangkan, merencanakan hingga mengevaluasi seluruh kegiatan yang direncanakan dengan tujuan membangun hubungan baik antara organisasi dengan publik yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut.

2.2.2.1 Peran dan Fungsi Public Relations

Seperti yang telah di jelaskan pada penjelasan di atas bahwa Public Relations merupakan sebuah manajemen hubungan komunikasi yang nantinya berujung pada terciptanya suatu hubungan baik dengan berbagai pihak demi meningkatkan citra baik Individu maupun perusahaan. Pencitraan tersebut terbentuk dari beberapa fungsi Public Relations, apabila Fungsi Public Relations dan Peranan nya di pahami dengan baik akan berjalan dengan baik dan memiliki dampak yang baik pula sehingga tercipta sebuah tujuan yang di tetapkan oleh individu maupun organisasi Mengenai Konsep Fungsional Public Relations Berdasarkan ciri-ciri khas kegiatan Public Relations menurut pakar Public Relations Internasional (Cutlip 2011:12-20) yang merupakan Fungsi Public Relations dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Menunjang aktivitas utama manajemen dalam mencapai tujuan bersama yaitu fungsi melekat pada manajemen lembaga/organisasi.

(16)

2. Membina hubungan yang harmonis antara badan/organisasi dengan publiknya yang merupakan khalayak sasaran.

3. Mengidentifikasi segala sesuatu yang berkaitan dengan opini, persepsi dan tanggapan masyarakat terhadap badan/organisasi yang wakilinya atau sebaliknya.

4. Melayani keinginan publiknya dan memberikan sumbang sasaran kepada pimpinan manajemen demi tujuan dan manfaat bersama.

5. Menciptakan komunikasi dua arah timbal balik dan mengatur arus informasi,publikasi serta pesan dari badan atau organisasi kepublik nya atau sebaliknya demi tercapainya citra positif bagi kedua belah pihak.

Menurut Edward L.Bernay dalam (Ruslan, 2010:18) terdapat tiga fungsi utama Public Relations yaitu :

1. Memberikan penerangan kepada Masyarakat.

2. Melakukan persuasi untuk mengubah sikap dan perbuatan masyarakat secara langsung.

3. Berupaya untuik mengntergrasikan sikap dan perbuatan lembaga/badan sesuai dengan sikap dan perbuatan masyarakat atau sebaliknya,

Melengkapi pernyataan sebelumnya (Ruslan, 2010:20) Mengatakan peranan Public Relations dalam suatu organisasi dapat di bagi empat :

1. Penasehat Ahli (Expert Prescriber)

Seorang Pakar praktisi Public Relations yang berpengalaman dan memiliki kemampuan tinggi dapat membantu mencarikan solusi dalam penyelesaian masalah hubungan publiknya. Hubungan Praktisi pakar Public Relations dengan manajemen organisasi seperti dokter dan pasiennya Artinya pihak manajemen bertindak pasif untuk menerima dan mempercayai apa yang di sarankan dan di usulkan dari para pakar Public Relations untuk

(17)

memecahkan masalah dan mengatasi persoalan yang ditengah di hadapi oleh organisasi yang bersangkutan. 2. Fasilitator Komunikasi (Communication Fasilitator)

Praktisi Public Relations bertindak sebagai komunikan atau mediator untuk membantu pihak manajemen dalam hal untuk mendegarkan apa yang di inginkan dan diharapkan oleh publiknya, Di pihak lain Public Relations juga dituntut mampu menjelaskan kembali keinginan,kebijakan dan harapan organisasi kepada pihak publiknya, sehingga komunikasi timbal balik tersebut dapat tercipta saling pengertian, mempercayai, menghargai serta mendukung dan toleransi yang baik dari kedua belah pihak.

3. Fasilitator atau Pemecahan Masalah (Promblem Solving Process Fasiliator)

Peranan praktisi Public Relations dalam pemecahan persoalan Public Relations ini merupakan bagian dari tim manajemen, hal ini dimaksud untuk membantu pimpinan organisasi baik sebagai penasihat (adviser) hingga menagmbil tindakan eksekusi (keputusan) dalam mengatasi persoalan atau krisis yang telah di hadapi secara rasional dan profesional.

4. Teknisi Komunikasi (Communication Techinician)

Berbeda dengan tiga peranan praktisi Public Relations Professional sebelumnya berkaitan erat dengan fungsi dan peranan managemen organisasi. Peranan Communication technician ini menjadikan praktisi Public Relations sebagai jurnalist in resident yang hanya menyediakan layanan teknis komunikasi atau yang biasa dikenal dengan method of communication in organization. Sistem komunikasi dalam organisasi tergantung dari masing masing bagian atau tingkatan (level) yaitu secata teknis komunikasi baik

(18)

arus maupun media komunikasi yang di pergunakan dari tingkat pimpinan dengan bawahan akan berbeda dari bawahan ke tingkat atasan.

Ruslan juga menambahkan Peranan Public Relations bersifat dua arah yaitu:

1. Membina Hubungan baik ke dalam (Publik Internal) Yang dimaksud dengan Publik Internal adalah Publik yang menjadi bagian dari unit/badan/perusahaan atau organisasi itu sendiri. Seorang Public Relations harus mampu mengidentifikasi atau mengenal hal hal yang menimbulkan gambaran negatif di dalam masyarakat sebelum kebijakan itu dijalankan oleh organisasi.

2. Membina Hubungan keluar (Publik Eksternal)

Publik Eksternal adalah Publik umum atau Masyarakat yang mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran publik yang positif terhadap lembaga yang diwakilinya.

Peneliti dapat mengambil kesimpulan berdasarkan peran dan fungsi Public Relations sebagaimana yang telah dijelaskan diatas bahwa Seorang Public Relations harus mengetahui peranannya untuk dapat melaksanakan fungsinya yang merupakan proses kesinambungan dalam fungsional Public Relations dengan manajemen organisasi dalam upaya untuk mencapai tujuan bersama. Fungsi utama dari Public Relations terfokus untuk menjalin dan membina hubungan yang baik Eksternal maupun internal dengan para publiknya secara continue dalam rangka mempengaruhi perilaku publik demi tercapainya citra positif bagi kedua belah pihak.

2.2.2.2 Strategi Public Relations

Menurut (Nova, 2011:54) Strategi Public Relations adalah :

(19)

Setiap Fungsi dan tugas Public Relations adalah menyelenggarakan publikasi atau menyebarkan informasi melalui berbagai media tentang aktivitas atau kegiatan perusahaan atau organisasi yang pantas untuk diketahui publiknya. Setelah itu menghasilkan publisitas untuk memperoleh tanggapan positif secara luas dari masyarakat. Dalam hal ini tugas Public Relations adalah menciptakan berita untuk tujuan menguntungkan citra lembaga atau organisasi yang di wakilinya.

2. Event

Merancang acara tertentu atau lebih dikenal dengan peristiwa (Special Event) yang di pilih dalam jangka waktu, tempat dan objek tertentu yang khususnya sifatnya untuk mempengaruhi opini public. Biasanya event tersebut ada beberapa jenis :

a. Calender event

Calender Event yang rutin biasa disebut Regular Event yang dilaksanakan pada bulan tertentu sepanjang tahun.

b. Special Event

Acara atau Event yang bersifat khusus dan dilaksanakan pada moment tertentu diluar acara rutin dari program kerja Public Relations.

c. Moment Event

Acara atau Event yang bersifat Momentum atau lebih khusus lagi.

3. News (Menciptakan Berita)

Berupaya untuk menciptakan berita melalui Press Release, News Letters, Buletin dan lain lain yang biasanya mengacu kepada teknis penulisan “Piramida Terbalik” yang terpenting di letakan di batang berita.

(20)

Keterlibatan tugas sehari-hari Public Relations adalah mengadakan kontrak sosial dengan kelompok Masyarakat tertentu untuk menjaga hubungan baik dengan pihak organisasi atau lembaga yang diwakili.

5. Inform Of Image(Meraih Citra)

Ada 2 fungsi Utama Public Relations yaitu memberitahukan kepada Publik atau menarik perhatian sehingga diharapkan akan memperoleh tanggapan berupa citra positif dari proses “Nothing” Menjadi ”Something”. Dari yang tidak mengetahui kemudian diharapkan timbul sesuatu yaitu berupa Citra.

6. Lobby or Negotiation (Lobi atau Negosiasi)

Keterampilan untuk melobi secara pendekatan pribadi dan kemampuan bernegosiasi sangat diperlukan bagi seorang Public Relations. Tujuan bernegosiasi atau melobi adalah untuk memperoleh dukungan dari Individu atau lembaga yang berpengaruh terhadap kelangsungan bisnis perusahaan.

7. Social Responbility (Tanggung Jawab)

Memiliki tanggung jawab sosial dalam aktivitas humas menunjukan bahwa perusahaan memiliki kepedulian terhadap masyarakat. Hal ini akan meningkatkan citra perusahaan di mata publik. Saat ini perusahaan menjadikan kegiatan sosial sebagi aktivitas yang harus dilakukan bentuknya pun beragam.

2.2.3 Media Relations

Menurut Frans Jefkins dalam (Darmastuti, 2012:42) Media Relations atau yang sering disebut dengan Pers adalah usaha untuk mencari publikasi atau penyiaran yang maksimum atau suatu pesan atau informasi humas dalam rangka menciptakan pengetahuan dan pemahaman bagi khalayak dari organisasi perusahaan yang bersangkutan. Frans Jefkins mengategorisasikan media relations dalam

(21)

pemaknaan sama dengan press relations yaitu usaha publikasi yang maksimum atas suatu pesan atau informasi dalam rangka menciptakan pengetahuan dan pemahaman bagi khalayak dari organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.

Menambahi definisi Media Relations diatas (Iriantara,2011:29-30) mendefinisikan media relations sebagai bagian dari Public Relations Eksternal yang membina dan mengembangkan hubungan baik dengan media massa sebagai sarana komunikasi antara organisasi dan publik publiknya untuk mencapai tujuan organisasi.

Secara sederhana bila di gambarkan arus komunikasi dalam praktik media relations itu akan muncul seperti berikut ini :

Gambar 2.1 Arus Komunikasi dalam Media Relations

Sumber “Media Relations”(Iriantara, 2011:31)

Gambar tersebut menunjukan organisasi menyampaikan informasi, gagasan atau citra melalui media massa kepada publik. Sedangkan publik bisa menyampaikan ansipirasi harapan keinginan atau informasi melalui media massa pada organisasi, namun publik juga bisa menyampaikan secara langsung melalui saluran komunikasi yang tersedia antara publik dan organisasi.

Dari Beberapa Definisi tersebut Peneliti manyimpulkan Media Relations dapat diartikan sebagai Bagian dari Public Relations yang membina dan mengembangkan hubungan baik dengan media massa sebagai sarana komunikasi dengan publik publiknya untuk mencapai tujuan organisasi .

Media Massa

(22)

2.2.3.1 Bentuk Bentuk Kegiatan Media Relations

Dalam membina Hubungan dengan Pers menurut (Darmastuti, 2012:181) bentuk acara-acara Media Relations yang menjelaskan mengenai berbagai kegiatan Public Relations yang bersentuhan dengan media, antara lain : 1. Konfrensi Press (Press Conference)

Konferensi Pers adalah pertemuan para jurnalistik yang sengaja berkumpul untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan topik-topik yang sedang hangat dibicarakan (Jefkins, 1992:119). Bisa juga konferensi pers ini sengaja di lakukan oleh perusahaan untuk menjelaskan permasalahan-permasalahan yang ada di perusahaan untuk mejelaskan permasalahan yang sedang di hadapi perusahaan kepada jurnalis.

2. Resepsi Pers (Press Reception )

Resepsi Pers merupakan acara kumpul-kumpul para jurnalis dalam kondisi yang santai dan menyenangkan. Acara ini biasanya dilakukan secara informal dalam satu acara yang sudah di rencanakan dan terorganisasi. Dalam acara resepsi pers ini para pemburu berita di undang untuk meliput suatu acara, mendengarkan keterangan-keterangan resmi atau sekedar bercakap cakap dengan tujuan supaya terbangun kedekatan antara pemburu berita ini dengan pihak perusahaan atau organisasi yang berpersan sebagai penyelenggara acara ini.

3. Kunjungan Pers (Facility Pers)

Untuk memperjelas berita yang dibuat sering kali sebuah perusahaan atau organisasi mengundang wartawan atau pekerja media untuk mengunjungi perusahaan atau organisasi mereka. Oleh karena itu tidak jarang pekerja media untuk mengunjungi perusahaan atau organisasi suatu perusahaan.

(23)

4. Press Calls

Press Calls adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang yang praktisi Public Relations dari suatu perusahaan atau organisasi media atau organisasi untuk menyampaikan sebuah informasi atau berita kepada pekerja media menggunakan telepon selular.

5. Media Briefing

Media Briefing adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang Public Relations untuk memberikan penjelasan singkat kepada para jurnalis sebelum suatu kegiatan dilakukan, tujuannya agar wartawan yang terlibat dapat mengetahui tata cara dan aturan-aturan yang berlaku selama acara di laksanakan.

6. Media Events

Media Events adalah kegiatan yang dilakukan dengan mengundangan media massa baik cetak maupun eletronik ketika perusahaan menjadi sebuah sponsor dalam launching suatu produk.

7. Radio, Television, Newspaper and Magazine Interviews Acara acara lain yang dapat digunakan oleh Public Relations sebagai kegiatan Media Relations seperti Interview di Radio, Televisi, Koran maupun Majalah dan kegiatan itu meliputi wawancara dengan beberapa narasumber tentang topik yang sedang hangat menjadi perbincangan pada saat itu.

8. Meeting With Editors

Bertemu dengan editor yang menjadi satu hal yang penting. Ada banyak keutungan yang di dapat oleh Public Relations bertemu dan berdiskusi dengan editor keuntungangnya adalah akan menciptakan hubungan yang lebih dekat antara Public Relations dengan editor dan Institusi Media tempat editor itu bekerja.

(24)

Adapun menurut Jefkins (Dalam Nova, 2011:210) terdapat bentuk bentuk Media Relations yang memungkinkan kita untuk mengenal lebih dekat dengan media yaitu sebagai Berikut:

1. Kontak Pribadi (Personal Contact)

Pada Dasarnya keberhasilan pelaksanaan hubungan media dan pers tergantung “apa dan bagaimana” kontak pribadi antara dua belah pihak yang dijalin melalui hubungan informal. Hubungan harus dibangun atas dasar kejujuran, saling pengertian, saling menghormati, dan kerjasama yang baik demi tercapainya tujuan atas publikasi positif. 2. Pelayanan Informasi Pribadi (News Service) Pelayanan

yang maksimal dapat diberikan oleh Public Relations kepada pihak media dalam bentuk pemberian informasi, Publikasi dan berita baik tertulis maupun cetak seperti (Press Release, News Letter, Photo Press) maupun yang terekam seperti (Video Release, Casset Recorder, Slide Film).

3. Mengantisipasi kemungkinan Hal darurat (Contigency plan)

Demi menjaga hubungan baik dengan media seorang Public Relations harus siap mengantisipasi dan melayani adanya kemungkinan permintaan yang bersifat mendadak. Bentuknya berupa wawancara maupun konfirmasi yang dilakukan oleh pihak media.

Dari Beberapa definisi di atas Peneliti menyimpulkan bahwa Media sebagai sumber informasi sekaliguas sarana yang menghubung antar perusahaan dengan publik sehingga seorang Public Relations harus memberikan pesan atau informasi yang memiliki nilai-nilai berita dan menarik.

(25)

2.2.3.2 Strategi Media Relations

Menurut (Iriantara, 2011: 80-97) memaparkan bahwa strategi Media Relations terdiri dari :

1. Mengelola Relasi

Mengelola Relasi yang baik dengan media menjadi sangat penting untuk menunjang kegiatan Public Relations, hal ini tentunya dimaksudkan agar organisasi bisa berkomunikasi dengan baik oleh publiknya. Dalam mengelola relasi media, Public Relations bukan hanya untuk menjalin hubungan baik dengan institusi media massa, melainkan juga dengan pers wartawan.

Dalam menjalin relasi yang baik antara Public Relations dengan institusi media massa dan wartawan hal yang terpenting yang harus di ingat adalah hubungan antara dan profesi yang saling membutuhkan.Agar hubungan tersebut dapat terjalin dengan baik maka harus ada komunikasi yang cukup intens di antara kedua belah pihak yang berkenaan dengan tugas pokok masing-masing.

2. Mengembangkan Strategi

Penting bagi para Public Relations untuk mengembangkan strategi menjalakan media relations. Strategi ini pada dasarnya adalah strategi untuk berkomunikasi dengan publik publik yang menjadi khalayak sasaran kegiatan komunikasi dan relasi satu organisasi melalui praktir Public Relations khususnya Media Relations. Strategi media massa terjalin dan terpelihara dengan baik, maka Public Relations harus terus mengembangkan strategi yang sudah ada. Beberapa upaya mengembangkan strategi dengan cara mengembangkan materi-materi Public Relations untuk media massa, menambahkan jumlah media untuk menyampaikan pesan kepada publik, membangun dan memelihara kontak dengan relasi baru, mempromosikan organisasi sebagai sumber informasi

(26)

handal untuk media massa serta mempromosikan pimpinan organisasi sebagai juru bicara di berbagai kegiatan. Strategi pada dasarnya merupakan kebijakan untuk mencapai tujuan yang kemudian di jabarkan dalam sejumlah taktik untuk pencapaian tujuan yang sudah di tetapkan.

3. Mengembangkan Jaringan

Pengembangan jaringan merupakan aspek pokok dalam media relations organisasi. Bagaimana mengembangkan jaringan tersebut pada dasarnya mempertanyakan posisi kita dalam sistem komunikasi yang ada pada masyarakat. Banyak yang menyebutkan salah satu cara untuk mengembangkan jaringan tersebut adalah memasuki organisasi organisasi profesi atau memiliki kontak dengan organisasi profesi. Beberapa cara untuk mengembangkan Jaringan adalah memasuki organisasi-organisasi profesi, memliki kontak dengan organisasi profesi lain dan mengembangkan jaringan media baik yang bersifat lokal, nasional, sampai internasional.

Menurut Soleh (dalam Ardianto, 2011:23) memberikan rincian yang sangat jelas tentang strategi Media Relations yaitu:

1. By Serving the Media

Seorang Public Relations di tuntut untuk memberikan pelayanan kepada media dengan cara selalu siap dalam memberikan pelayanannya kepada media massa sesuai yang dibutuhkan oleh massa tersebut dengan menciptakan suasana kerjasama yang baik sehingga menghasilkan hubungan timbal balik yang menguntungkan.

(27)

2. By Estabilishing a reputation For Realibity

Strategi yang dilakukan oleh Public Relations dengan media untuk menegakan reputasi perusahaan supaya perusahaan tersebut tetap dapat dipercaya. Untuk membangun kepercayaan masyarakat Perusahaan atau Organisasi melakukan yang pertama membuat tulisan yang dikirimkan kepada Media Massa. Kegiatan kedua Melakukan kegiatan sosial kepada masyarakat yang kemudian di Publikasian kepada media Massa.

3. By Supplying Good Copy

Menyediakan materi perusahaan dalam bentuk yang baik dan jelas. Public Relations harus dapat menyediakan Press Release yang baik dan jelas tujuannnya suapaya release yang dikirimkan dapat di muat dan sesuai dengan ‘selera’ media massa.

4. By Cooperating in providing material

Strategi yang dilakukaan dengan kerjasama yang baik dalam menyediakan bahan informasi. Yang terpenting dalam strategi ini Penghargaan yang tinggi dari seorang Public Relations kepada media massa termaksud pekerja media. Maksudnya Seorang Public Relations di tuntut untuk menghargai media massa serta pekerja media dengan menyediakan waktu yang tepat dalam menghargai kedatangan mereka.

5. By Providing Verification Facilities

Selain ke empat Strategi di atas Seorang Public Relations juga mengajak dan memperhasilkan media dalam melakukan verifikasi (Membuktikan kebenaran) atas informasi yang mereka terima, misalnya dalam dunia Peluncuran Mal Baru Media di Undang dan di Ajak

(28)

melakukan Press Tour untuk melihat stand stand yang ada di dalam Mal.

6. By Building Personal Relationship With Media

Strategi Membangun hubungan baik dengan media yang di dasari oleh sikap saling menghormati antar profesi masing-masing. Strategi ini merupakan strategi yang dilakukan dengan membangun hubungan secara personal antara Public Relations dengan Media Massa (baik itu orang orang yang berada di Institusi media maupun dengan wartawan dan pekerja media lainnya).

Dari beberapa definisi yang dijabarkan diatas Peneliti mengambil kesimpulan bahwa dalam menjalin hubungan dengan Media dibutuhkan beberapa strategi yang harus dilakukan oleh Public Relations dalam menjalin hubungan baik dengan media untuk mendapatkan pemberitaan yang baik (Positif) dari media tidaklah sulit. Hubungan yang baik dengan pekerja media seperti Saling mengerti, saling memahami dan saling menghormati merupakan salah satu kunci dalam keberhasilan Media Relations yang dilakukan oleh praktisi Public Relations.

2.2.3.3 Fungsi dan Tujuan Media Relations

Public Relations dalam menjalankan kegiatan Media Relations memiliki fungsi dan tujuan yang ingin tercapai (Iriantara, 2011:90) menjelaskan tujuan yang hendak di capai melalui kegiatan Media Relations yang selalu dikelompokan menjadi tiga kategori yaitu :

1. Meningkatkan kesadaran, Misalnya kesadaran Merek(Brand Awareness) pada publik.

2. Mengubah sikap misalnya mengubah sikap dari anti menjadi netral dan dari netral menjadi mendukung terhadap tindakan yang dilakukan organisasi.

(29)

3. Mendorong Tindakan Misalnya mendorong untuk mendukung kebijakan proses produksi yang ramah lingkungan yang dilakukan oleh organisasi.

Menanggapi Fungsi Media Relations diatas (Ardianto, 2011: 270) menambahkan Fungsi Media Relations yaitu meningkatkan banyak potensi organisasi atau perusahaan untuk mencerminkan citra yang di inginkan, tetapi di samping itu para Pejabat Public Relations dapat berlatih mengontrol kemunculan pesan-pesannya dengan berlangganan dengan media tertentu.

Dibalik semua itu (Iriantara, 2011:19) menambahkan Fungsi media relations bukan hanya mengikuti mempublikasian kegiatan yang di selenggarakan oleh suatu organisasi melainkan juga bagaimana publikasi itu menopang juga memperkokoh citra organisasi di mata publiknya. Bukan juga sekedar memperbanyak jumlah kegiatan organisasi yang diliput media massa melainkan peliputan media massa itu menunjang pencapaian tujuan organisasi.

Berdasarkan pendapat para ahli diatas Peneliti menarik kesimpulan bahwa Fungsi Media Relations tidak hanya untuk menyebarkan pesan dan informasi sebagai kegiatan rutin sebagaimana yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi atau perusahaan melainkan dengan tujuan menciptakan pemahaman dan persamaan persepsi bagi setiap publiknya, juga untuk mengontrol peliputan media massa untuk menopang pencapaian tujuan organisasi.

2.2.4 Publisitas

Publisitas merupakan istilah yang populer bukan saja dalam dunia Public Relations tapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dalam dunia Publisitas praktisi-praktisi Public Relations di tantang untuk mengembangkan daya kreatifnya nyaris tanpa batas.

(30)

Menurut Cutlip dan Center (dalam Iriantara, 2011:190) Publisitas adalah Penyebaran Informasi secara sistematis tentang lembaga atau perorangan. Ada juga yang menyebutkan publisitas itu sekedar pemberian saran yang mengarahkan para wartawan untuk memasukan nama perusahaan atau produk ke dalam berita dikoran, majalah, acara Tv atau Radio dengan memberikan ide berita, orang yang di wawancarai, informasi latar dan bahan bahan lain.

Menurut (Cutlip, 2011:13) Publisitas adalah Sumber Sumber Public Relations yang menyediakan informasi yang mereka anggap pantas untuk di beritakan dengan harapan editor dan reporter akan menggunakan informasi tersebut. Pembuatan keputusan di media mungkin memanfaatkan atau tidak memanfaatkan informasi tersebut berdasarkan penilaian mereka atas nilai dan kepentingan informasi tersebut sebagai mana adanya.

Menambahkan dari definisi di atas Menurut Broom dalam .Publisitas berasal dari bahasa inggris yaitu:

“Publicity is information from an outside source that is used by the media because the information has news value, It is an uncontrolled the media because the source does not pay the media placement”. (Darmastuti, 2012 : 30).

Definisi ini memberikan pengertian bahwa publisitas adalah informasi yang berasa dari sumber luar yang digunakan oleh media karena informasi itu memiliki nilai berita. Publisitas ini merupakan sebuah metode yang tidak dapat di kontrol dalam penempatan pesan di media karena sumber tidak membayar media yang memuat berita yang mereka kirimkan.

Dari definisi di atas kesimpulan Publisitas adalah Penyebaran Informasi atau Pesan yang direncanakan secara sistematis tentang lembaga atau perorangan yang tidak dapat dikontrol dan informasi yang disediakan oleh sumber untuk tujuan tertentu dengan media yang sesuai dengan kebutuhan atau memiliki nilai berita.Tujuan utamanya adalah untuk kepentingan organisasi tanpa membayar kepada media.

(31)

2.2.5 Brand Image

Menambahkan definisi di atas (Ranjbarian, 2012) mengembangkan definisi Citra kedalam jurnal yang berjudul

“The Effect of Brand Extension Strategies upon Brand Image in the Sport Apparel Market “,mengatakan bahwa : “Brand image is a simple perceptual phenomenon which is influenced by the company's activities. Professor Kevin Keller, a leading scholar and theorist in the field of brand management, defines brand image as the consumer's perception of brand which is reflected in memory by the current brand associations. A positive brand image reduces the consumer's perceived risk about the brand and increases the level of consumer's satisfaction and loyalty. Similarly, a brand which has a good image in the consumer's mind will facilitate the process of determining the product's line, because a strong and positive brand image is easier to be carved in the consumer's mind (mohammadian & ronaghi, 2010). In fact, a brand' value is obtained from a general brand image which is perceived by individual consumer through associations (Michell et al, 2001).

Melalui Kutipan di atas dikatakan bahwa Brand Image adalah fenomena persepsi yang dipengaruhi oleh kegiatan perusahaannya. Profesor kevin keller, seorang pakar terkemuka dan teoretikus di bidang pengelolaan merek mendefinisikan brand image sebagai konsumen persepsi, merek yang tercermin dalam memori oleh asosiasi. saat ini Brand image yang positif atau baik akan meningkatkan tingkat kepuasan konsumen dan kesetiaan. Demikian pula, merek yang telah tergambar baik di konsumen sebuah pemikiran, akan mempermudah proses menentukan produk, baris, karena yang kuat dan positif Brand image lebih mudah untuk menjadi diukir di konsumen, pikiran ( mohammadian & amp; ronaghi, 2010 ). Bahkan, sebuah brand image diperoleh dari hal yang dirasakan oleh individu melalui asosiasi konsumen Karena itu brand image berdasarkan nilai-nilai yang berfungsi untuk membedakan satu merek.

Hal ini juga di diperjelas, Seperti yang dikutip pada penelitian sebelumnya yang Dilakukan oleh Afra Wibawa Makna Hayat yang mendefinisikan Brand Image .

“Merupakan pemahaman konsumen mengenai merek secara keseluruhan, kepercayaan konsumen terhadap merek tertentu dan

(32)

bagaimana konsumen memandang atau mempunyai persepsi tertentu pada suatu merek.

Brand Image yang baik akan membuat konsumen melakukan pembelian atas produk atau jasa seketika tanpa pikir panjang karena Brand Image yang baik akan memberikan konsumen tersebut rasa percaya diri yang tinggi (Kertajaya,2004:2). Setelah merek ditentukan kemudian membangun Brand Image agar merek tersebut dapat berlangsung lama dan tertancap dalam benak konsumen. Sebuah produk tanpa citra merek”.

Dari berbagai Definisi di atas maka peneliti menyimpulkan bahwa Brand Image Merupakan seperangkat asosiasi yang unik terbentuk dalam benak konsumen sebagai hasil persepsi konsumen atas identitas brand dan sebagai kepercayaan konsumen terhadap merek itu sendiri.

(33)

2.3 Kerangka Pikiran

Gambar 2.2 Kerangka Pikiran

Sumber: Diolah dari Hasil Penelitian

Tujuan Penelitian: Untuk Mengetahui

1. Strategi Media Relations dalam Membangun

Brand Image.

2. Kegiatan Media

Relations.

3. Upaya Untuk mengatasi Hambatan dalam

melakukan Media

Relations

Public Relations

Strategi Media Relations

Dalam Membangun Brand

Image

Strategi

Media Relations

Komunikasi Massa

Media Relations

Komunikasi

Bentuk

Kegiatan Media

Relations

(34)

Gambar

Gambar 2.1 Arus Komunikasi dalam Media Relations    Sumber “Media Relations”(Iriantara, 2011:31)
Gambar 2.2 Kerangka Pikiran  Sumber: Diolah dari Hasil Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Perjasa Trans Logistic memakai sistem manajemen tradisional dengan pencatatan pada dokumen penyertaan barang dan Microsoft Office , yang seringkali

menunjukkan bahwa power otot tungkai memberikan sumbangan yang kuat terhadap keterampilan melakukan smash kedeng artinya semakin baik power otot tungkai, maka

Adapun tugas utama LSPP AAMAI adalah menyelenggarakan ujian profesi profisiensi yang mengacu kepada unit kompetensi sertifikasi Ajun Ahli dan Ahli Asuransi Jiwa sesuai Standar

Berdasarkan pemeriksaan dengan uji netralisasi serum, dari 45 sampel serum sapi tersebut, terdapat 12 sampel (26,6 %) yang positif mengDANung antibodi terhadap virus BVD, dengan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa experiential marketing berpengaruh tidak signifikan terhadap loyalitas pasien rumah sakit Fatimah Banyuwangi.. hasil penelitian tidak dapat

Masuknya mata pelajaran umum dalam kurikulum madrasah terjadi secara tidak merata, dan dalam lingkup madrasah yang berbasis pada pesantren perkembangannya cukup lambat

Berdasarkan hasil penelitian, aplikasi pembelajaran grammar yang telah dibangun dapat meningkatkan pemahaman siswa – siswi dalam mempelajari topik pembelajaran

Merupakan komplikasi perikarditis yang paling fatal dengan gambaran klinis tergantung kecepatan akumulasi cairan perikardium; akumulasi cairan dapat menyebabkan kompensasi,