A. Jenis dan Pendekatan Penelitian
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research). Maksudnya, penelitian ini menggunakan data-data yang diperoleh dari studi lapangan dengan cara mengamati, mencatat dan mengumpulkan berbagai informasi dan data yang ditemukan di lapangan melalui studi kasus dan survei.1 Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan data dengan cara mendatangi langsung ke lokasi penelitian yaitu di Hypermart Pekalongan untuk mengumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkan, yaitu dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengambil data.
2. Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang menekan analisisnya pada data-data
numerical (angka) yang diolah dengan metode statistika.2 Pendekatan
kuantitatif mengikuti metode deduktif yang dimulai dari ide-ide abstrak, diikuti dengan prosedur pengukuran, dan diakhiri dengan data empiris yang mewakili ide-ide abstrak.3 Penelitian kuantitatif menekankan pengujian
1 Saifudin Azwar, Metode Penelitian (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 1999), hlm. 105. 2 Saifudin Azwar, Metode Penelitian…hlm. 105.
3 Tony Wijaya, Metodologi Penelitian Ekonomi dan Bisnis (Yogyakarta: Graha Ilmu,
2013), hlm. 34.
teori-teori melalui pengukuran variabel-variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik.4
Penelitian ini dilakukan untuk menguji adakah pengaruh promosi, emosi positif, store environment, dan hedonic shopping value terhadap perilaku impulse buying konsumen muslim pada Hypermart Pekalongan.
B. Setting Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Hypermart Pekalongan yang beralamat di Jalan Nusantara No.5 Pekalongan Timur, Kode Pos 51128, Plaza Pekalongan. Adapun waktu pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 Juni s/d 2 Juli2016.
C. Variabel Penelitian
Variabel dapat disamakan dengan sesuatu yang dapat digunakan untuk membedakan atau merubah nilai, sebagai sinonim dari konstruk yang dinyatakan dengan nilai atau angka.5 Variabel yang diteliti harus sesuai dengan permasalahan dan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian, yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah :
1. Variabel Independen
Variabel independen adalah variabel yang menjelaskan atau mempengaruhi variabel yang lain.6 Variabel independen dalam penelitian ini adalah promosi (X1), emosi positif (X2), store environment (X3), dan hedonic shopping value (X4).
4 Nur Indriantoro dan Bambang Supomo, Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akutansi &
Manajemen, Cet. Ke-6 (Yogyakarta: BPFE, 2014), hlm. 12.
5 Tony Wijaya, Metodologi Penelitian ekonomi dan Bisnis… hlm. 13. 6
2. Variabel Dependen
Variabel dependen adalah tipe variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen.7 Variabel dependen dalam penelitian ini adalah perilaku impulse buying (Y).
Tabel 3.1 Operasional Variabel
Variabel Definisi Operasional Indikator Pengukuran
Promosi (X1)8
Insentif jangka pendek untuk mendorong
pembelian atau
penjualan dari produk atau jasa. Periklanan Hadiah menarik Potongan harga Program undian Skala likert Emosi Positif (X2)9
Perasaan atau mood
yang dialami
seseorang yang
membawa dampak
pada keinginan yang sangat besar untuk melakukan impulse buying. Perasaan penuh kegembiraan Perasaan puas saat berbelanja Perasaan penuh semangat Menikmati kegiatan berbelanja Skala likert Store Environment (X3)10 Kombinasi dari karakteristik fisik toko, seperti
arsitektur, tata letak, penanda, pemajangan warna, pencahayaan, temperature, musik, serta aroma, yang secara menyeluruh akan menciptakan citra dalam benak konsumen. Suasana tenang yang membuat nyaman Aroma yang tidak menggangu dan musik yang menyenangkan Pengaturan tata letak tertata dengan baik Display produk yang menarik Skala likert
7 Nur Indriantoro dan Bambang Supomo, Metodologi Penelitian Bisnis… hlm. 63. 8
John C. Mowen dan Michael Minor, Perilaku Konsumen, terjemahan Lina Salim, Jilid 1, Edisi Kelima (Jakarta: Erlangga, 2002), hlm. 12-14.
9 John C. Mowen dan Michael Minor, Perilaku Konsumen… hlm. 208.
10 Peter, J. Paul dan Jerry C. Olson, Consumer Behavior: Perilaku Konsumen dan Strategi
Hedonic Shopping
Value (X4)11
Cerminan dari potensi belanja dan nilai emosi pelanggan dalam berbelanja. Belanja sebagai alat refreshing Belanja merupakan alat pembunuh waktu yang menyenangkan Belanja untuk alasan keinginan bukan kebutuhan Berbelanja sebagai hiburan dan pengalaman sosial Skala likert Impulse Buying (Y)12 Suatu tindakan
pembelian yang dibuat tanpa sebelumnya direncanakan terlebih
atau keputusan
pembelian dilakukan pada saat berada di dalam toko. Perasaan senang saat membeli secara spontan Tidak mempertimbang-kan konsekuensi Tidak dapat menolak keinginan Membeli tanpa rencana Skala likert
D. Populasi, Sampel, Teknik Pengambilan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.13 Populasi bisa disebut sebagai totalitas subjek penelitian.14
11
INSEAD, Kellog Graduate School of Management, London Business School, and The
Wharton School of the University of Pennsylvania, Mastering Marketing: Complete MBA Companion in Marketing, terjemahan Nina Kurnia Dewi (Jakarta: Indeks, 1999), hlm. 296.
12 Danang Sunyoto, Teori Kuesioner dan Analisis Data: Untuk Pemasaran dan Perilaku
Konsumen, Edisi Pertama (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2013), hlm. 113-114.
13 Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen (Bandung: Alfabeta, 2014), hlm. 148. 14 Tony Wijaya, Metodologi Penelitian ekonomi dan Bisnis…hlm. 27.
Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah konsumen muslim yang berbelanja di Hypermart Pekalongan, oleh karena itu populasi ini merupakan populasi tak terbatas atau tak terhingga karena tidak dapat diketahui secara pasti ukuran populasi sebenarnya dari konsumen muslim yang datang berbelanja di Hypermart Pekalongan.
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil atau ditentukan berdasarkan karakteristik dan teknik tertentu.15 Dalam pengertian lain, sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diselidiki dan dianggap bisa mewakili keseluruhan populasi (jumlahnya lebih sedikit daripada jumlah populasinya).16 Desain sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-probability sampling, yaitu semua elemen dalam populasi tidak memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel.17
Pada penelitian ini populasi yang diambil berukuran beasar dan jumlahnya tidak diketahui secara pasti. Dalam penentuan sampel jika populasinya besar dan jumlahnya tidak diketahui maka menurut Donald R. Cooper dan C. William Emory digunakan rumus sebagai berikut.18
15 Tony Wijaya, Metodologi Penelitian ekonomi dan Bisnis… hlm. 27. 16
Danang Sunyoto, Teori Kuesioner dan Analisis Data: Untuk Pemasaran dan Perilaku
Konsumen, Edisi Pertama (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2013), hlm. 130.
17 Tony Wijaya, Metodologi Penelitian ekonomi dan Bisnis… hlm. 28.
18 Donal R. Cooper dan C. William Emory, Metode Penelitian Bisnis. terjemahan Ellen G.
Di mana :
σp = kesalahan proporsi standar (0,01/1,96=0,051) p = proporsi populasi
q = 1 – p
pq = ukuran penyebaran sampel n = ukuran sampel
Tingkat keyakinan yang digunakan adalah 95% (1,96), margin kesalahan sebesar 10% (0,1) dan p = 0,5. Maka jumlah sampel dalam penelitian ini sebagai berikut:
Berdasarkan perhitungan yang diperoleh diatas, maka jumlah sampel yang diteliti adalah sebesar 97 responden. Untuk memudahkan penelitian maka peneliti mengambil sampel sebesar 100 responden.
3. Teknik Pengambilan Sampel
Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan convenience sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kemudahan. Sesuai dengan namanya, metode ini memililh sampel dari elemen populasi (orang atau kejadian) yang datanya mudah diperoleh peneliti. Elemen populasi yang dipilih sebagai subyek sampel adalah tidak terbatas sehingga peneliti memiliki kebebasan untuk memilih sampel yang paling cepat dan murah.
Kelebihan umumnya metode ini adalah waktu pelaksanaan yang relatif cepat dengan biaya yang relatif murah.19
Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsumen muslim yang berbelanja di Hypermart Pekalongan.
E. Instrumen Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data
1. Instrumen Penelitian
Menurut Syofian Siregar, instrumen penelitian merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk memperoleh, mengolah dan menginterpretasikan informasi yang diperoleh dari para responden yang dilakukan dengan menggunakan pola ukur yang sama.20 Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang akan dibagikan kepada para responden.
Skala pengukuran instrumen penelitian ini ialah skala likert, dimana skala tersebut dapat digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang tentang suatu objek atau fenomena tertentu.21 Skala ini menilai sikap atau tingkah laku yang diinginkan oleh peneliti dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan kepada responden. Kemudian responden diminta memberikan respons dalam skala ukur yang telah disediakan.22
19 Nur Indriantoro dan Bambang Supomo, Metodologi Penelitian Bisnis… hlm. 130. 20
Syofian Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif dilengkapi dengan Perhitungan Manual
& SPSS, Ed. I, Cet. Ke-2 (Jakarta: Kencana, 2014), hlm. 46.
21 Syofian Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif…hlm. 25.
22 Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan, Kompetensi dan Praktiknya, Cet. Ke-3
Kategori dari penilaian skala likert:
SS = Sangat Setuju diberi skor 5
S = Setuju diberi skor 4
R = Ragu-ragu diberi skor 3
TS = Tidak Setuju diberi skor 2 STS = Sangat Tidak Setuju diberi skor 1
Manfaat penggunaan skala likert yaitu keragaman skor (variability of
score) dengan menggunakan skala tingkat 1-5.23
2. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan metode yang digunakan dalam proses pengumpulan data primer maupun sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan di antaranya sebagai berikut.
a. Kuesioner
Kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan analis mempelajari sikap-sikap, keyakinan, perilaku dan karakteristik beberapa orang utama di dalam organisasi yang bisa terpengaruh oleh sistem yang diajukan atau oleh sistem yang sudah ada. Kuesioner yang digunakan merupakan kuesioner tertutup karena responden tidak diberi kesempatan untuk berpendapat.24
Kuesioner ini terdiri dari dua bagian, yaitu bagian A yang berisi pernyataan data dan keterangan pribadi responden, bagian B berisi pernyataan yang merupakan penjabaran dari operasional variabel
23 Nur Indrianto dan Bambang Supomo, Metodologi Penelitian Bisnis…hlm. 154. 24
promosi, emosi positif, store environment, hedonic shopping value, dan perilaku impulse buying.
Kuesioner yang telah diisi oleh para responden selanjutnya akan dicek untuk memastikan bahwa kuesioner tersebut terisi penuh. Selanjutnya jawaban-jawaban dalam kuesioner tersebut akan dijumlahkan skornya untuk kemudian dapat dianalisis dengan SPSS. Pengumpulan data kuesioner dilakukan dengan teknik Personally Administered Questionnaires, yaitu penggunaan teknik kuesioner yang disampaikan dan dikumpulkan langsung oleh peneliti.25
b. Studi Kepustakaan
Studi Kepustakaan adalah teknik pengumpulan data berupa informasi-informasi dari referensi-referensi yang relevan dengan topik penelitian. Informasi-informasi tersebut meliputi teori-teori, buku-buku bacaan, artikel jurnal, skripsi dan artikel dari internet. Data informasi dan referensi-referensi tersebut diperlukan untuk mendukung dalam penelitian.
F. Teknik Pengolahan dan Analisis Data
Sebelum melakukan analisis data, maka peneliti perlu melakukan tahap-tahap teknik pengolahan data sebagai berikut: 26
1. Teknik Pengolahan Data a. Pengeditan (Editing)
25 Nur Indrianto dan Bambang Supomo, Metodologi Penelitian Bisnis…hlm. 154.
26 Rosady Ruslan, Metode Penelitian Public Relations Dan Komunikasi (Jakarta: PT Raja
Editing merupakan proses pengecekan dan penyesuaian yang diperlukan terhadap data penelitian, yaitu untuk memudahkan proses pemberian kode dan pemrosesan data melalui teknik statistik, data diperoleh tersebut dihimpun oleh peneliti melalui teknik dan observasi, maka tindakan selanjutnya adalah memerlukan editing sebagai upaya menghindari kesalahan karena kemungkinan data yang telah masuk tidak memenuhi syarat atau tidak dibutuhkan.
b. Pemberian Kode (Coding)
Pemberian kode adalah proses identifikasi dan klasifikasi data penelitian ke dalam skor numeric atau karakter simbol-simbol tertentu. Teknis koding dapat dilakukan sebelum atau sesudah pengisian angket dan proses pemberian kode untuk memudahkan serta meningkatkan efisiensi data entry processing ke sistem progam komputer.
c. Scoring
Scoring yaitu mengubah data yang bersifat kaulitatif ke dalam bentuk kuantitatif. Dalam penentuan skor ini digunakan skala likert dengan lima kategori penilaian, yaitu:
1) Responden yang memberikan jawaban “Sangat Setuju” diberi skor 5. 2) Responden yang memberikan jawaban “Setuju” diberi skor 4.
3) Responden yang memberikan jawaban “Ragu-ragu” diberi skor 3. 4) Responden yang memberikan jawaban “Tidak Setuju” diberi skor 2. 5) Responden yang memberikan jawaban “Sangat Tidak Setuju” diberi
d. Tabulasi
Tabulasi adalah proses penyusunan data ke dalam bentuk tabel-tabel, dan tabulasi silang adalah untuk memecah data lebih lanjut dan dimana setiap kesatuan data dalam setiap kategori menjadi dua atau lebih sebagai sub satuan.
2. Analisis Data
Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Uji Instrumen
1) Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.27
Uji validitas ini dapat dilakukan dengan menggunakan korelasi antar skor butir pernyataan dengan total skor konstruk atau variabel. Setelah itu tentukan hipotesis H0: skor butir pertanyaan berkorelasi
positif dengan total skor konstruk Ha: skor butir pertanyaan tidak berkorelasi positif dengan total skor konstruk. Setelah menentukan hipotesis H0 dan Ha, kemudian uji dengan membandingkan rhitung
(tabel corrected item-total correlation) dengan rtabel (tabel Product
Moment dengan signifikan 0.05) untuk degree of freedom (df) = n-2,
27Imam Gozhali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Progam IBM SPSS19, Cet. Ke-5
dalam hal ini n adalah jumlah sampel. Suatu kuesioner dinyatakan valid apabila rhitung> rtabel.28
2) Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur konsistensi jawaban responden. Suatu kuesioner dikatakan reliabel jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu kewaktu.29 Pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:30
a) Repeated Measure atau pengukuran ulang
b) One Shot atau pengukuran sekali saja, pengukurannya hanya sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan.
Pengujian reliabilitas ini dilakukan hanya pada indikator-indikator konstruk yang telah melalui pengujian validitas, dan dinyatakan valid. Progam SPSS memberikan fasilitas untuk menguji reliabilitas yaitu dengan menggunakan uji statistik Cronbach Alpha. Suatu konstruk atau variabel dinyatakan reliabel jika menghasilkan Cronbach Alpha > 0.70, walaupun nilai 0,60 – 0.70 masih dapat diterima.31
28
Imam Gozhali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Progam IBM SPSS19... hlm.53.
29Imam Gozhali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Progam IBM SPSS19... hlm.47. 30Imam Gozhali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Progam IBM SPSS19... hlm.48. 31 Hengky Latan dan Selva Temalagi, Analisis Multivariate Teknik dan Aplikasi (Bandung:
b. Uji Asumsi Klasik
Untuk melakukan uji asumsi klasik atas data primer ini, maka peneliti melakukan uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas.
1) Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah residual data dari model regresi linear memiliki distribusi normal ataukah tidak. Model regresi yang baik adalah yang residual datanya berdistribusi normal. Jika residual data tidak terdistribusi normal maka kesimpulan statistik menjadi tidak valid atau bias. Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual data berdistribusi normal ataukah tidak yaitu dengan melihat grafik normal probability plot dan uji statistik one-sample kolmogorov smirnov test.32
Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan uji statistik one-sample kolmogorov smirnov test. Jika didapat nilai signifikansi > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal secara multivariate.33
2) Uji Linearitas
Uji linearitas merupakan uji untuk melihat apakah ada hubungan linear yang signifikan dari dua buah variabel yang sedang diteliti. Uji ini merupakan prasyarat penggunan analisis regresi dan korelasi. Pengujian Linearitas dengan menggunakan SPSS dapat dilakukan
32Hengky Latan dan Selva Temalagi, Analisis Multivariate Teknik dan Aplikasi... hlm. 56. 33
dengan perangkat Test for Linearity. Sama seperti pada standar defaultnya dengan menggunakan tingkat signifikansi alpha 5% maka suatu variabel memiliki hubungan linear dengan variabel lainnya jika nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05.34
3) Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen.35
Cara umum yang digunakan peneliti untuk mendeteksi ada tidaknya problem multikolinearitas pada model regresi adalah dengan melihat nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Nilai yang direkomendasikan untuk menunjukkan tidak adanya problem multikolinearitas adalah nilai Tolerance harus > 0,10 dan nilai VIF < 10.36
4) Uji Heteroskedestisitas
Uji heteroskedestisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu
34 Agung Edy Wibowo, Aplikasi Praktis SPSS dalam Penelitian (Yogyakarta: Gava Media,
2012), hlm. 73.
35 Imam Gozhali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Progam IBM SPSS19…hlm.105. 36
pengamatan ke pengamatan lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homokedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homokedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisistas.37
Ada beberapa cara untuk mendeteksi problem
heteroskedastisitas pada model regresi antara lain:38
a) Dengan melihat grafik scatterplot, yaitu jika ploting titik-titik menyebar secara acak dan tidak berkumpul pada satu tempat, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi problem heteroskedastisitas. b) Dengan melakukan uji statistik glejser yaitu dengan
mentransformasi nilai residual menjadi absolut residual dan meregresnya dengan variabel independen dalam model. Jika diperoleh nilai signifikansi utuk variabel independen > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat problem heteroskedastisitas.
c. Analisis Regresi Linear Berganda
Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan model regresi berganda. Analisis regresi linear berganda merupakan teknik analisis regresi yang dapat digunakan untuk menguji pengaruh beberapa variabel independen terhadap satu variabel dependen. Persamaannya dapat ditulis sebagai berikut:39
37Imam Gozhali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Progam IBM SPSS19…hlm. 139. 38 Hengky Latan dan Selva Temalagi, Analisis Multivariate Teknik dan Aplikasi…hlm. 66. 39 Hengky Latan dan Selva Temalagi, Analisis Multivariate Teknik dan Aplikasi…hlm. 84.
Di mana :
Y = Perilaku Impulse buying a = Konstanta
X1 = Promosi
X2 = Emosi positif
X3 = Store environment
X4 = Hedonic shopping value
b1 = Koefisien regresi untuk variabel Promosi
b2 = Koefisien regresi untuk variabel Emosi positif
b3 = Koefisien regresi untuk variabel Store environment
b4 = Koefisien regresi untuk variabel Hedonic shopping value
e = Standar Eror d. Uji Hipotesis
1) Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji t)
Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen.40 Jika nilai signifikansi yang dihasilkan uji t P < 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Cara lain untuk menguji signifikansi uji t adalah dengan membandingkan t statistik dengan t tabel. Jika t statistik > t tabel,
40
Imam Gozhali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Progam IBM SPSS19…hlm.98. Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e
maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.41
2) Uji Signifikansi Simultan (Uji F)
Uji F menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen atau terikat.42 Jika nilai signifikansi yang dihasilkan uji F P < 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa semua variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Cara lain untuk menguji signifikansi uji F adalah dengan membandingkan F statistik dengan F tabel. Jika F statistik > t tabel, maka dapat disimpulkan bahwa semua variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.43
3) Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan variabel independen dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi
41 Hengky Latan dan Selva Temalagi, Analisis Multivariate Teknik dan Aplikasi…hlm. 81. 42Imam Gozhali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Progam IBM SPSS19…hlm.98. 43
variabel dependen.44 Nilai koefisien determinasi 0.75, 0.50, dan 0.25 menunjukkan bahwa model kuat, sedang, dan lemah.45
Kelemahan mendasar penggunaan koefisien determinasi adalah bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model. Setiap tambahan satu variabel independen, maka nilai R2 pasti akan meningkat. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk menggunakan nilai Adjusted R2 pada saat mengevaluasi model regresi terbaik. Tidak seperti R2, nilai Adjusted R2 dapat naik atau turun apabila satu variabel independen ditambahkan kedalam model.46
Dalam kenyataan nilai adjusted R2 dapat bernilai negatif, walaupun yang dikehendaki harus bernilai positif. Menurut Gujarati dalam Ghozali jika dalam uji empiris didapat nilai adjusted R2 negatif, maka nilai adjusted R2 dianggap bernilai nol.47
44Imam Gozhali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Progam IBM SPSS19…hlm. 97. 45 Hengky Latan dan Selva Temalagi, Analisis Multivariate Teknik dan Aplikasi…hlm. 80. 46 Imam Gozhali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Progam IBM SPSS19…hlm. 97. 47