• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Bermain Anyaman Dan Melipat Kertas Origami Terhadap Kreativitas Anak Usia Dini Di PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh Bermain Anyaman Dan Melipat Kertas Origami Terhadap Kreativitas Anak Usia Dini Di PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

60 Pengaruh Bermain Anyaman Dan Melipat Kertas Origami Terhadap Kreativitas

Anak Usia Dini Di PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara The Effect Of Playing Woven And Folding Origami Paper On Early Childhood

Creativity In PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Ecd Medan Noth Sumatera Siti Zul Chairoh*, Lahmuddin Lubis, Nefi Darmayanti

Program Studi Magister Psikologi, Universitas Medan Area *Corresponding author: Email : [email protected]

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan bermain anyaman dan melipat kertas origami terhadap kreativitas anak usia dini di PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimen menggunakan model Pretest Posttest One Group Design. Populasinya adalah peserta didik rombongan belajar Abu Bakar dan Usman Bin Khattab pada PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara sejumlah 51 anak. Jumlah sampel 32 anak yang dipilih dengan Teknik Randam Sampling. Dengan jumlah sampel yang di ambil kemudian peneliti membagi menjadi dua kelompok di kelas Di kelas Abu Bakar berjumlah 16 anak melakukan Melipat Kertas Origami dan di kelas Usman Bin Khattab berjumlah 16 anak melakukan Bermain Anyaman. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis uji-t. Hasil analisis data menunjukkan : 1. Terdapat pengaruh bermain anyaman terhadap kreativitas anak usia dini di PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara, 2. Terdapat pengaruh melipat kertas origami terhadap kreativitas anak usia dini di PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara, dan 3. Terdapat perbedaan bermain anyaman dan melipat kertas origami terhadap kreativitas anak usia dini di PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara. Kata Kunci : Kreativitas, Bermain Anyaman, Melipat Kertas Origami

Abstract

This study aims to describe the differences in playing woven and folding origami paper on the creativity of early childhood in the Ar-Raudhatul Hasanah ECD in Medan, North Sumatra. This research is a Quasi Experiment study using the Pretest Posttest One Group Design model. The population is the students of Abu Bakar and Usman Bin Khattab's study group at the Ar-Raudhatul Hasanah PAUD in Medan, North Sumatra, with 51 children. A total of 32 children were selected with the Randam Sampling Technique. In the class of Abu Bakar the are 16 chidren playing Folding Origami Paper and in the class Usman Bin Khattab the are 16 children playing Woven. The instrument used is the observation sheet. Data were analyzed using t-test analysis techniques. The results of data analysis show : 1. There is an influence of playing webbing on the creativity of early childhood in the Ar-Raudhatul Hasanah PAUD Medan, North Sumatra, 2. There is the influence of folding origami paper on the creativity of early childhood in the Ar-Raudhatul Hasanah PAUD Medan, North Sumatra, and 3. There is a difference in playing woven and folding origami paper on the creativity of early childhood at the Ar-Raudhatul Hasanah PAUD in Medan, North Sumatra.

(2)

61 PENDAHULUAN

Menurut Maslow (dalam Munandar, 2014:27) “Kreativitas merupakan kebutuhan pokok manusia, yaitu kebutuhan akan perwujudan diri dan merupakan kebutuhan paling tinggi bagi manusia”. Oleh karena itu dengan kreativitas seseorang dapat mewujudkan karya berupa ide baru, metode baru dan produk baru secara berkualitas dan bermanfaat untuk kehidupan. Suatu karya yang kreatif akan memberikan kepuasan pribadi yang tak terhingga nilainya.

Menurut Gallagher kreativitas merupakan suatu proses mental yang dilakukan individu berupa gagasan atau produk baru, atau mengkombinasikan antara keduanya, yang pada akhirnya akan melekat pada dirinya (dalam Rachmawati & Kurniati, 2010).

Arti melipat atau origami yang dijelaskan oleh Sumanto (2005 : 99-100) adalah suatu bentuk karya seni atau kerajinan tangan yang umumnya dibuat dari bahan kertas, dengan tujuan untuk menghasilkan beraneka ragam bentuk mainan, hiasan, benda fungsional, alat peraga, dan kreasi lainnya. Bagi anak usia taman kanak-kanak melipat merupakan salah satu bentuk kegiatan bermain keatif yang menarik dan menyenangkan.

Melalui kegiatan ini dapat mengembangkan keterampilan motorik halus anak, kompetisi pikir, imajinasi, rasa seni, dan keterampilan anak. Secara khusus kegiatan melipat bertujuan untuk melatih daya ingat, pengamatan, keterampilan tangan, mengembangkan daya fantasi, kreasi, ketelitian, kerapian, dan perasaan keindahan.

Permainan melipat kertas (origami) saat ini masih kurang maksimal, dikarenakan kurangnya pemberian tugas

dari guru tentang origami. Banyak tema yang penugasannya bisa dilakukan dengan melipat kertas tidak hanya selalu mewarnai dan menempelkan saja. Padahal mewarnai kertas juga dapat membantu mengembangkan daya pikir atau imajinasi anak. Selain itu, melipat kertas juga dapat mengembangkan kreativitas anak (dalam Paat, 2012).

Peneliti akan menggunakan origami sebagai bahan dalam membuat anyaman ikan tersebut. Karena anak-anak sudah sering menggunakan origami sebagai bahan pembelajaran mereka di sekolah, selain itu juga yang menjadi pertimbangan peneliti origami mempunyai banyak warna, termasuk warna dasar yaitu merah, kuning, hijau yang tentu saja membuat anak lebih tertarik dalam mengerjakannya. Tidak hanya itu warna-warna origami tersebut juga akan merangsang indra penglihatan mereka.

Dengan bermain, anak sebenarnya sedang mempraktekkan keterampilan dan anak mendapatkan kepuasan dalam bermain, yang berarti mengembangkan dirinya sendiri. Anak dalam bermain, dapat mengembangkan otot kasar dan halus, meningkatkan penalaran dan memahami keberadaan lingkungannya, membentuk daya imajinasi, daya fantasi dan kreativitas.

Bermain merupakan seluruh aktivitas anak, bergerak, termasuk bekerja, penyaluran hobi, dan merupakan cara mereka mengenal dunia dan bermain yang dapat diterapkan untuk melipat kertas origami terhadap kreativitas anak pada PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara adalah dengan bermain anyaman.

Menganyam adalah salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan perkembangan anak, salah satunya adalah

(3)

62 meningkatkan kreativitas anak. Dengan

menganyam anak dapat menciptakan berbagai bentuk hasil karya yang indah seperti membuat anyaman tikar dan membuat anyaman berbentuk ikan.

Dengan jalan bermain anak melakukan eksperimen-eksperimen tertentu dan bereksplorasi, sambil mengetes kesanggupannya. Melalui permainan anak mendapatkan macam-macam pengalaman yang menyenangkan, sambil menggiatkan usaha belajar dan melaksanakan tugas-tugas perkembangan.

Semua pengalamannya via kegiatan bermain-main akan memberi dasar yang kokoh kuat bagi pencapaian macam-macam keterampilan. Yang sangat diperlukan bagi pemecahan kesulitan hidup dikemudian hari.

Bermain memberikan kesempatan pada anak untuk mengembangkan kreativitasannya. Ia dapat bereksperimen dengan gagasan-gagasan barunya baik yang menggunakan alat bermain atau tidak. Sekali anak merasa mampu menciptakan sesuatu yang baru dan unik, ia akan melakukan kembali pada situasi yang lain.

Kreativitas memberikan anak kesenangan dan kepuasan pribadi yang sangat besar dan penghargaan yang memiliki pengaruh nyata pada perkembangan pribadinya. Menjadi kreatif juga penting artinya bagi anak usia dini, karena menambah bumbu dalam permainannya.

Dalam bermain anak akan mengeksplorasi diri melalui gerakan, penglihatan, dan pendengaran terhadap benda-benda yang terdapat disekelilingnya, anak akan bereksperimen terhadap benda-benda yang dilihatnya, anak akan berekspresi dengan benda-benda yang dilihatnya. Bermain memberikan

kesempatan pada anak untuk mengembangkan kreativitasannya.

Anak dapat bereksperimen dengan gagasan-gagasan barunya baik yang menggunakan alat bermain maupun yang tidak menggunakan alat bermain. Sekali anak merasa mampu menciptakan sesuatu yang baru dan unik, maka ia akan melakukan kembali pada situasi yang lain.

Kreativitas akan memberikan kesenangan dan kepuasan pribadi serta penghargaan pada anak, juga memiliki pengaruh pada perkembangan pribadinya.

Anak-anak merupakan insan yang unik, memiliki rasa ingin tahu yang unik, anak yang aktif dan energik, berjiwa petualangan, dan suka berfantasi. Setiap individu pada hakekatnya sudah diberi oleh Tuhan, potensi untuk menjadi kreatif. Anak yang sudah terbiasa melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif, nantinya akan menjadi anak yang tumbuh dengan pribadi yang cerdas, tangguh, ulet, dan mandiri.

Jika dilihat dari sudut pandang pribadi, bahwa ciri-ciri kreativitas itu terdapat pada diri anak, namun tingkatan kreativitas anak itu berbeda-beda antara anak yang satu dengan anak yang lainnya.

Perbedaan-perbedaan pada anak-anak itulah yang menunjukkan adanya keunikan tersendiri pada anak-anak sebagai seorang pribadi, maka dengan karakter anak yang seperti itu anak akan mencoba menciptakan hal-hal baru yang sedang dipikirkannnya. Misalnya saja anak sedang mencoba-coba membuat rumah-rumahan yang bentuknya agak berbeda dengan yang biasa dilihatnya. Tentu akan muncul pertanyaan dari manakah anak kecil tersebut mendapatkan ide-ide? Dari mana muncul ide-ide tersebut? Jawabannya : pasti anak memiliki imajinasi yang tinggi

(4)

63 sehingga mampu membuat karya yang

kreatif.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi eksperimen, dan menggunakan model pretest-postest control group desain (desain kelompok kontrol tes awal-tes akhir).

Jenis penelitian ini melibatkan dua kelompok subyek yang terdiri atas kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan, kelompok kontrol tidak diberi perlakuan dan hasilnya diketahui melalui tes akhir. Menurut Iskandar (2008:64) menjelaskan bahwa :

“Penelitian eksperimen adalah merupakan suatu penelitian yang menuntut peneliti memanipulasi dan mengendalikan satu atau lebih variabel bebas serta mengamati variabel terikat, untuk melihat perbedaan sesuai dengan manipulasi variabel bebas (independent) tersebut atau penelitian yang melihat hubungan sebab akibat kepada dua atau lebih variabel dengan memperlakukan lebih (treatment) kepada kelompok eksperimen.

Untuk melihat pengaruhnya, maka kelompok eksperimen yang diberi treatment dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberi treatment, biasanya disebut kelompok kontrol”.

Menurut Jhon J.S (2007:395) menjelaskan bahwa kuasi eksperimen melibatkan prosedur-prosedur yang mirip dengan prosedur yang menjadi ciri eksperimen sejati. Secara umum, kuasi eksperimen melibatkan tipe intervensi atau treatment tertentu atau perbandingan, tetapi tidak memiliki derajat pengontrol seperti ditemukan dalam eksperimen sejati. Seperti randominasi yang menjadi tanda eksperimen sejati, tidak adanya

randominasi menjadi tanda kuasi-eksperimen.

Penelitian eksperimen kuasi dengan desain nonequivalent pretest- posttest control group design melibatkan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dan dilakukan pre-test dan post-test pada kedua kelompok tersebut untuk mengukur kontribusi perlakuan terhadap tingkat kreativitas anak usia dini pada dua kelompok siswa yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

Pada kelompok pertama yaitu kelompok eksperimen diberikan perlakuan dengan menggunakan treatment bermain anyaman dan pada kelompok kontrol diberikan perlakuan sebagaimana biasanya atau konvesional. Perbedaan hasil pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat menunjukkan efektivitas atau tidaknya perlakuan yang diberikan kepada kelompok eksperimen.

Penelitian ini dilaksanakan di PAUD Ar-Raudhatul Hasanah yang beralamat di Jalan Ledjamin Ginting km 11 Paya Bundung Simpang Selayang Medan Tuntungan, Kota Medan Sumatera Utara Kode Pos 20135 dan dilakukan penelitian ini dari bulan April sampai bulan Juni tahun 2019.

Sugiyono (2014:81) menjelaskan bahwa, “Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Yusuf (2014:150) mengemukakan, “Sampel adalah sebagian dari populasi yang terpilih dan mewakili populasi tersebut”.

Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling (SRS) yang merupakan dasar dalam pengambilan sampel random yang lain. Yusuf (2014:153) menjelaskan bahwa, “Pada sampel random setiap

(5)

64 individu mempunyai kesempatan yang

sama untuk dipilih, dan diambil secara random, menggunakan sampel random dalam penelitian kuantitatif berarti peneliti berupaya untuk meminimalkan kesalahan”

Sampel yang dijadikan dalam penelitian ini adalah anak usia dini kelas Abu Bakar dan Usman Bin Khattab berjumlah 32 anak, dengan populasi relative kecil dan peneliti bagi menjadi dua kelompok yaitu 16 anak di kelas Abu Bakar kelompok 1 melakukan perlakuan Melipat Kertas Origami dan 16 anak di kelas Usman Bin Khattab kelompok 2 melakukan perlakuan Bermain Anyaman.

Menurut Yusuf (2014:234) mengemukakan bahwa “Validitas suatu instrumen yaitu seberapa jauh instrumen benar-benar mengukur apa (objek) yang hendak diukur”. Proses pertama yang dilakukan pada uji validitas instrumen penelitian ini adalah menguji validitas konstruk yang dilakukan dengan cara meminta penimbang ahli (expert judgment) untuk menimbang instrumen yang disusun peneliti.

Yusuf (2014:242) mengemukakan bahwa, “Reliabilitas merupakan konsistensi atau kestabilan skor suatu instrumen penelitian terhadap individu yang sama dan diberikan dalam waktu yang berbeda”. Penentuan reliabilitas data pada penelitian ini dilakukan dengan memperhatikan nilai Alpha Cronbach hasil perhitungan dengan menggunakan bantuan program SPSS For Windows 16.0 Version.

Permainan diberikan sebagai suatu bentuk perlakuan dilakukan sebanyak 3 kali dalam seminggu sebanyak 6 kali perlakuan dalam waktu 3 bulan . Sebelum diberi perlakuan anak akan diberi Pre-Test dan setelah diberi perlakuan anak akan diberi Post-Test. Selanjutnya dalam melaksanakan

experimen, yaitu memberikan perlakuan berupa bermain anyaman dan melipat kertas origami kepada kelompok experimen. Selama perlakuan diberikan peneliti mengobservasi dinamika perilaku anggota kelompok selama bermain.

Penarikan kesimpulan dilakukan dengan cara melihat koefisen P-value data tersebut. Apabila P-value lebih kecil dari 0.05 maka dinyatakan bahwa perbedaan rata-rata tersebut signifikan, dan sebaliknya jika P-value lebih besar dari 0.05 maka dinyatakan bahwa perbedaan rata-rata tersebut tidak signifikan. Dalam hal ini peneliti menggunakan bantuan program aplikasi SPSS for windows 20.0 version. HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisis data adalah cara yang digunakan dalam mengolah data yang diperoleh sehingga dapat diambil suatu kesimpulan untuk menjawab hipotesis penelitian digunakan teknik analisis uji-t sampel berkolerasi. Adapun hasil analisis uji persyaratan yang harus dipenuhi sebelum melakukan uji-t sampel berkorelasi dan hasil uji hipotesis dijelaskan berikut ini.

1. Uji Normalitas

Adapun maksud dari uji normalitas sebaran ini adalah untuk membuktikan penyebaran data penelitian yang menjadi pusat perhatian setelah menyebarkan berdasarkan prinsip kurva normal. Uji Kelompok Data

Rata-rata Stan dar Devi asi K-S Sig. Ket Bermain Anyaman Pre test 29, 88 1,7 46 1,11 4 0,1 67 Normal Post test 53, 69 2,4 69 0,68 9 0,7 30 Normal Melipat Kertas Origami Pre test 29, 06 2,1 75 0,91 7 0,3 69 Normal Post test 50, 63 2,6 30 0,87 4 0,4 29 Normal

(6)

65 normalitas sebaran dianalisis dengan

menggunakan Uji normalitas sebaran data penelitian menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov. Berdasarkan analisis tersebut, maka diketahui bahwa pre test dan post test kreativitas anak usia dini yang diberi perlakuan bermain anyaman dan melipat kertas origami, mengikuti sebaran normal yang berdistribusi sesuai dengan prinsip kurva normal. Sebagai kriterianya apabila p > 0,05 sebarannya dinyatakan normal, sebaliknya dinyatakan apabila p < 0,05 sebarannya dinyatakan tidak normal. Rangkuman hasil perhitungan uji normalitas data tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

TABEL 4.4.

Rangkuman Hasil Perhitungan Uji Normalitas Sebaran

Hasil uji normalitas pada kelompok bermain anyaman memiliki distribusi data normal dengan hasil Kolmogorov-Smirnov pada pre test sebesar 1,114 dengan p = 0,167 (p>0,05) dan post test sebesar 0,689 dengan p = 0,730 (p>0,05). Begitu juga dengan uji normalitas pada kelompok melipat kertas origami memiliki distribusi data normal dengan hasil Kolmogorov-Smirnov pada pre test sebesar 0,917 dengan p = 0,369 (p>0,05) dan post test sebesar 0,874 dengan p = 0,429 (p>0,05). Hasil selengkapnya dari uji normalitas data penelitian dapat dilihat pada lampiran.

2. Uji Homogenitas

Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui kesamaan variansi atau untuk menguji bahwa data yang diperoleh berasal dari populasi yang homogen. Kriteria pengambilan keputusan diterima apabila nilai signifikan lebih besar dari 0,05 (signifikan > 0,05). Hasil uji homogenitas adalah sebagai berikut :

TABEL 4.5.

Rangkuman Hasil Uji Homogenitas

Kelompok F-hitung Sig. Kesimpulan

Pre tes Kreativitas 0,736 0,398 Homogen Post tes Kreativitas 0,349 0,559 Homogen

Berdasarkan hasil uji homogenitas variabel penelitian diketahui data pretest dan posttest antara data kreativitas pada kelompok bermain anyaman dan melipat kertas origami diperoleh nilai Fhitung untuk data pre test sebesar 0,736 dan sig = 0,398 dan nilai Fhitung untuk data post test sebesar 0,349 dan sig = 0,559. Karena nilai sig > 0,05 maka data pretest dan posttest pada kelompok bermain anyaman dan melipat kertas origami adalah homogen.

3. Pengujian Hipotesis

Untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini digunakan uji-t sampel berkorelasi atau t-test paired sample dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 20.00 adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah :

1. Pengaruh bermain anyaman terhadap kreativitas anak usia dini di PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara

Pengujian hipotesis ini dilakukan dengan teknik paired sample t-test untuk menganalisis hasil penelitian, peneliti menggunakan bantuan program SPSS versi 20.00. Adapun kriteria keputusan pengujian hipotesis adalah sebagai berikut :

a. Terima H0 dan tolak H1 apabila p-value (sig 2- tailed) ≤ α = 0.05

b. Tolak H0 dan terima H1 apabila p-value (sig – tailed) < α = 0.05

(7)

66 Berdasarkan Tabel 4.6 terdapat

perkembangan kreativitas anak usia dini sebelum dan sesudah diberikan bermain anyaman yang ditunjukkan oleh rata-rata pre test sebesar 29,88 (Mulai Berkembang) meningkat pada post test dengan rata-rata 53,69 (Berkembang Sangat Baik). Hasil uji statistik diperoleh nilai thitung sebesar 39.679 dengan nilai signifikansi 0.000 (sig < 0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, hipotesis pada penelitian ini dapat diterima, dimana terdapat perbedaan yang signifikan kreativitas anak usia dini sebelum dan sesudah diberi perlakuan bermain anyaman. Hal dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan bermain anyaman terhadap kreativitas anak usia dini di PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara.

2. Terdapat pengaruh melipat kertas origami terhadap kreativitas anak usia dini di PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara

Pengujian hipotesis ini dilakukan dengan teknik Paired Samples t-test. Untuk menganalisis hasil penelitian, peneliti menggunakan bantuan program SPSS versi 20.00. Adapun kriteria keputusan hipotesis adalah sebagai berikut :

a. Terima H0 dan tolak H1 apabila p-value (sig 2 – tailed) ≥ α = 0.05

b. Tolak H0 dan terima H1 apabila p-value (sig 2 – tailed) < α = 0.05

Berdasarkan Tabel 4.7 terdapat perkembangan kreativitas anak usia dini sebelum dan sesudah diberikan melipat kertas origami yang ditunjukkan oleh rata-rata pre test sebesar 29,06 (Mulai Berkembang) meningkat pada post test dengan rata-rata 50,63 (Berkembang Sesuai Harapan). Hasil uji statistik diperoleh nilai

thitung sebesar 37.838 dengan nilai signifikansi 0.000 (sig < 0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, hipotesis pada penelitian ini dapat diterima, dimana terdapat perbedaan yang signifikan kreativitas anak usia dini sebelum dan sesudah diberi perlakuan melipat kertas origami. Hal dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan melipat kertas origami terhadap kreativitas anak usia dini di PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara.

3. Perbedaan Pengaruh Bermain Anyaman dan Melipat Kertas Origami terhadap kreativitas anak usia dini di PAUD AR-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara

Pengujian hipotesis perbedaan pengaruh antara bermain anyaman dan melipat kertas origami terhadap kreativitas anak usia dini dilakukan dengan analisis uji-t independent sample t-test untuk menganalisis hasil penelitian, peneliti menggunakan bantuan program SPSS versi 20.00. Hasil perhitungan untuk hipotesis perbedaan pengaruh antara bermain anyaman dan melipat kertas origami terhadap kreativitas anak usia dini.

Berdasarkan Tabel 4.8 terdapat perbedaan post test perkembangan kreativitas anak usia dini yang diberi perlakuan bermain anyaman dan melipat kertas origami yang ditunjukkan oleh rata-rata post test kreativitas pada kelompok bermain anyaman sebesar 53,36 (Berkembang Sangat Baik), sedangkan rata-rata post test kreativitas pada kelompok melipat kertas origami sebesar 50,63 (Berkembang Sesuai Harapan). Perbedaan hasil post test kreativitas tersebut menunjukkan bahwa perkembangan kreativitas anak usia dini pada kelompok

(8)

67 bermain anyaman lebih tinggi dibandingkan

perkembangan kreativitas anak usia dini pada kelompok melipat kertas origami.

Hasil uji statistik diperoleh nilai thitung sebesar 3.396 dengan nilai signifikansi 0.002 (sig < 0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, hipotesis pada penelitian ini dapat diterima, dimana terdapat perbedaan yang signifikan post test kreativitas anak usia dini pada kelompok bermain anyaman dan melipat kertas origami. Hal dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pengaruh bermain anyaman dan melipat kertas origami terhadap kreativitas anak usia dini di PAUD AR-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara.

Temuan penelitian ini adalah Terdapat pengaruh bermain anyaman dan melipat kertas origami terhadap kreativitas anak usia dini di PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara, artinya bahwa bermain anyaman dan melipat kertas origami berpengaruh dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini. Untuk lebih memahami hasil penelitian secara konseptual, berikut akan dijelaskan pembahasan terhadap temuan peneliti. 1. Pengaruh Bermain Anyaman

Terhadap Kreativitas Anak Usia Dini di PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara

Dari hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa terdapat perkembangan kreativitas anak usia dini sebelum dan sesudah diberikan bermain anyaman yang ditunjukkan oleh rata-rata pre test sebesar 29,88 (Mulai Berkembang) meningkat pada post test dengan rata-rata 53,69 (Berkembang Sangat Baik). Hasil uji statistik diperoleh nilai thitung sebesar 39.679

dengan nilai signifikansi 0.000 (sig < 0,05),

maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan

demikian, hipotesis pada penelitian ini dapat diterima, dimana terdapat perbedaan yang signifikan kreativitas anak usia dini sebelum dan sesudah diberi perlakuan bermain anyaman. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan bermain anyaman terhadap kreativitas anak usia dini di PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara.

Adapun berpengaruh bermain dalam perkembangan anak, salah satunya ialah dengan bermain dapat merangsang kreativitas untuk terus berkembang dan meningkat. Menurut Santrock (2007) mengatakan bahwa bermain merupakan aktivitas atau kegiatan yang menyenangkan yang dilakukan oleh anak-anak untuk bersenang-senang tanpa ada paksaan. Salah satu permainan yang memiliki fungsi untuk membantu mengembangkan kreativitas anak yaitu dengan bermain konstruktif. Bermain konstruktif adalah kegiatan dimana anak mencoba untuk membangun sesuatu, seperti benteng yang dibuat dari balok atau gambar rumah yang dibuat dengan kertas dan pensil warna, menurut Forman & Hill, Scarlet (dalam Sari, 2013).

Nugraha (dalam Nuraeni, 2014:38) menunjukkan bahwa bermain anyaman berpengaruh dan memiliki hubungan terhadap kreativitas. Menganyam mempunyai banyak kegunaan, khusus nya bagi anak usia dini. Selain mempunyai unsur untuk pendidikan, menganyam juga dapat mengembangkan koordinasi antara mata dan tangan dan akan menimbulkan kreativitas anak.

Berdasarkan hasil deskriptif data perkembangan kreativitas anak usia dini sebelum perlakuan bermain anyaman

(9)

68 didapatkan 2 anak belum berkembang

(12,5%) dan 14 anak yang mulai berkembang (87,5%). Hal ini sesuai dengan apa yang menjadi latar belakang dilakukannya penelitian di PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara tersebut. Hasil pre-test sangat sesuai dengan kondisi yang ada pada sampel penelitian, di mana masih terdapat anak yang berperilaku tergantung terhadap orang lain untuk mengerjakan hal-hal yang seharusnya sudah mampu dilakukannya sendiri. Anak belum mampu melakukannya dengan maksimal karena dalam menggerakkan jari-jarinya atau masih belum berkembang.

Setelah diberikan perlakuan bermain anyaman sebanyak enam kali, di mana pada kegiatan itu kesukaran dalam bermain anyaman diberikan secara bertahap-tahap, seperti : anak terlebih dahulu diajarkan mengenali anyaman, teknik menganyam dua pola, kemudian di lanjutkan dengan mulai menganyam dengan potongan dalam jumlah kecil, jumlah sedang, kemudian sampai pada akhirnya menganyam dengan potongan dalam jumlah besar. Semua hal ini juga melatih dan membiasakan kreativitas anak, contohnya : anak bebas memilih warna kertas yang ingin dipilih sebagai bahan. Anak di minta bertanggung jawab dengan pekerjaannya. Anak tidak boleh berganti projek sebelum menyelesaikan pekerjaan yang sedang dikerjakan. Anak juga harus menyelesaikan tugasnya sendiri tanpa bantuan orang lain. Semua hal itu diharapkan agar anak juga terlatih mandiri.

Setelah seluruh rangkaian bermain anyaman selesai dilakukan maka dilakukanlah post-test. Hasil nya menunjukkan bahwa kreativitas anak mengalami peningkatan. Hal ini

ditunjukkan dengan skor rata-rata sebesar 53.69 yang berada pada kategori Berkembang Sangat Baik, dengan rincian sebanyak 3 anak berkembang sesuai harapan (18,8%) dan 13 anak berkembang sangat baik (81,2%). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perkembangan kreativitas anak usia dini sebelum dan sesudah diberikan perlakuan bermain anyaman.

Bermain anyaman yang merupakan perlakuan pada penelitian ini memberikan pengaruh pada peningkatan kreativitas anak. Hal ini dapat disebabkan karena melalui bermain anyaman anak, motorik halus anak menjadi berkembang sangat baik. Perkembangan itu tentu saja secara tidak langsung memberikan pengaruh kepada kreativitas anak, dimana kegiatan-kegiatan keseharian anak yang menunjukkan kreativitas banyak melibatkan kemampuan motorik. Dalam bermain anyaman pada penelitian ini anak juga dibiasakan untuk mengerjakan sendiri apa yang harus ia kerjakan, seperti menggunting bahan anyam, menjalin lungsi ke pakan, menjiplak bentuk-bentuk anyam dan bekerja sama dengan teman lain dalam menganyam benda yang besar. Hal ini juga turut memberikan pengaruh kepada kreativitas anak, karena anak menjadi terbiasa mengerjakan sendiri tugas-tugas yang telah mampu dan sudah seharusnya anak mampu melakukan sesuai dengan tugas kemampuannya.

Penelitian terdahulu dari Sujanna Astuti Siregar (2017) tentang Pengaruh Bermain Anyaman dalam Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus dan Kemandirian Anak Raudhatul Athfal Abatasa Yapuspenda Kota Medan Sumatera Utara. Hasil menunjukkan terdapat pengaruh bermain anyaman dalam

(10)

69 meningkatkan perkembangan motorik halus

anak di Raudhatul Athfal ABATASA Yapuspenda Medan.

2. Pengaruh Melipat Kertas Origami Terhadap Kreativitas Anak Usia Dini di PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara

Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perkembangan kreativitas anak usia dini sebelum dan sesudah diberikan melipat kertas origami yang ditunjukkan oleh rata-rata pre test sebesar 29,06 (Mulai Berkembang) meningkat pada post test dengan rata-rata 50,63 (Berkembang Sesuai Harapan). Hasil uji statistik diperoleh nilai

thitung sebesar 37.838 dengan nilai

signifikansi 0.000 (sig < 0,05), maka H0

ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian,

hipotesis pada penelitian ini dapat diterima, di mana terdapat perbedaan yang signifikan kreativitas anak usia dini sebelum dan sesudah diberi perlakuan melipat kertas origami. Hal dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan melipat kertas origami terhadap kreativitas anak usia dini di PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara.

Origami juga melatih anak berpikir sistematis, belajar perbandingan, membaca diagram, membuat mainan sendiri, serta anak belajar menemukan solusi bagi permasalahan yang dihadapi. Semua aspek ini akan membantu perkembangan kreativitas anak (dalam Arief, dkk, 2008). Hasil penelitian Arief, dk. (2008) menyimpulkan bahwa kegiatan bermain origami dapat meningkatkan kreativitas anak dari yang biasa menjadi yang sangat unggul. Hal ini disebabkan karena, dengan bermain origami, anak memiliki kesempatan untuk bebas mengungkapkan

daya kreatif dan inovatif yang dimilikinya sehingga dapat memacu kreativitas anak.

Kegiatan melipat kertas dapat mendorong kreativitas anak untuk melipat dan juga dapat membuat hasil yang diciptakan tidak selalu hal-hal yang baru, tetapi juga berupa gabungan (kombinasi) dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya (dalam Yana, 2016).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pre-test melipat kertas origami di PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara sebesar 29.06 yang berada pada kategori mulai berkembang. Perkembangan kreativitas anak usia dini sebelum perlakuan melipat kertas origami didapatkan 4 anak belum berkembang (25,0%) dan 12 anak yang mulai berkembang (75,0%). Hal ini sesuai dengan apa yang menjadi latar belakang dilakukannya penelitian di PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara tersebut. Hasil pre-test sangat sesuai dengan kondisi yang ada pada sampel penelitian, di mana masih terdapat anak yang berperilaku tergantung terhadap orang lain untuk mengerjakan hal-hal yang seharusnya sudah mampu dilakukannya sendiri, seperti : melipat kertas, mengerjakan prakarya, mencoret dengan pola yang sudah ditentukan, mengambil sesuatu dan menggosok gigi. Anak belum mampu melakukannya dengan maksimal karena dalam menggerakkan jari-jarinya atau masih belum berkembang.

Dari hasil penelitian observasi sebelum di lakukkan tindakan anak usia dini semua anak berada dikategori tidak kreatif atau belum berkembang di karenakan pemuasan dorongan emosi atau mood anak yang berubah ubah dan ketika mood anak lagi tidak stabil maka anak akan malas untuk melakukan sebuah permainan

(11)

70 melipat kertas origami, ada beberapa anak

ketika di beri permainan anak masih sering bertanya kepada guru dan masih ingin di perhatikan penuh. Di PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Kota Medan anak sudah di berikan permainan melipat origami sebelumnya namun anak belum dapat membuat bentuk origami sendiri dan masih di bantu oleh guru untuk menyelesaikan permainan melipat kertas origami.

Setelah diberikan perlakuan melipat kertas origami, kreativitas anak mulai meningkat yaitu sebanyak 12 anak berkembang sesuai harapan (75,0%) dan 4 anak berkembang sangat baik (25,0%). Anak yang telah diberikan permainan origami di PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Kota Medan mengalami peningkatan, di mana anak dapat mencoba pengalaman baru dalam membuat bentuk sendiri yang berbeda dengan baik, dan anak dapat bercerita bentuk origami yang di buat sendiri di depan teman-temannya tidak hanya ketika anak membuat lipatan origami dalam berbagai bentk anak juga berinisiatif sendiri menambahkan gambaran anyaman yang lebih menarik. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perkembangan kreativitas anak usia dini sebelum dan sesudah diberikan perlakuan melipat kertas origami.

Penelitian terdahulu dari Nurhasanah (2017) tentang Konsentrasi Belajar pada kegiatan Origami dengan menggunakan Metode Demonstrasi pada anak kelompok B TK Aba Gedongkiwono Kecamatan Mantrijeron Yogyakarta. Hasil penelitian ini adalah konsentrasi belajar anak kelompok B di TK ABA termasuk dalam ketegori sangat baik. Jika dilihat dari masing-masing indikator dengan nilai tertinggi dengan hasil presentasi 99.10% dan indikator yang memperoleh nilai

terendah adalah pemberian verbal dengan presentasi 55.17%.

3. Perbedaan pengaruh bermain anyaman dan melipat kertas origami terhadap kreativitas anak usia dini di PAUD AR-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara

Hasil uji statistik diperoleh nilai

thitung sebesar 3.396 dengan nilai

signifikansi 0.002 (sig < 0,05), maka H0

ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian,

hipotesis pada penelitian ini dapat diterima, di mana terdapat perbedaan yang signifikan post test kreativitas anak usia dini pada kelompok bermain anyaman dan melipat kertas origami. Hal dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pengaruh bermain anyaman dan melipat kertas origami terhadap kreativitas anak usia dini di PAUD AR-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara. Hasil menunjukkan bahwa bermain anyaman lebih baik dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini dibandingkan dengan melipat kertas origami.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat perbedaan post test perkembangan kreativitas anak usia dini yang diberi perlakuan bermain anyaman dan melipat kertas origami yang ditunjukkan oleh rata-rata post test kreativitas pada kelompok bermain anyaman sebesar 53,36 (Berkembang Sangat Baik), sedangkan rata-rata post test kreativitas pada kelompok melipat kertas origami sebesar 50,63 (Berkembang Sesuai Harapan). Perbedaan hasil post test kreativitas tersebut menunjukkan bahwa perkembangan kreativitas anak usia dini pada kelompok bermain anyaman lebih tinggi dibandingkan perkembangan kreativitas anak usia dini pada kelompok melipat kertas origami.

(12)

71 Bermain anyaman lebih baik dalam

meningkatkan kreativitas anak usia dini, karena sebelum bermain anyaman dilakukan, guru sudah mempersiapkan bentuk anyaman yang mudah dipermainkan anak, seperti kertas yang sudah digunting/dibentuk untuk dijadikan sebuah anyaman dan bentuk gambar ikan yang sudah digambarkan, agar anak usia dini lebih mudah dalam menimpa tindihkan kertas anyaman secara bergantian ke gambar anyaman yang sudah digambarkan oleh guru. Sedangkan untuk melipat kertas origami bukan tidak lebih baik, tetapi setelah diteliti ternyata si anak lebih kesulitan dalam melipat, masih banyak lipatan yang gak pas dan tidak sesuai.

Anak yang telah dilakukan tindakan bermain anyaman dan melipat kertas origami di PAUD AR-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara mengalami peningkatan, di mana anak dapat mencoba pengalaman baru dalam membuat bentuk sendiri yang berbeda dengan baik, dan anak dapat bercerita bentuk origami yang di buat sendiri di depan teman-temannya tidak hanya ketika anak membuat anyaman dari kertas origami anak juga berinisiatif sendiri menambahkan gambaran bermacam-macam anyaman dengan berbagai warna agar lebih menarik.

Menurut Susanto (2012:124), mengemukakan beberapa faktor pendorong yang dapat meningkatkan kreativitas, yaitu sarana bermain. Sarana untuk bermain dan kelak sarana lainnya harus disediakan untuk merangsang dorongan eksperimentasi dan eksplorasi, yang merupakan unsur penting dari semua kreativitas. Sarana mengembangkan kreativitas dan fleksibilitas anak adalah dengan bermain. Bermain memberikan kesempatan pada anak untuk mengekspresikan

dorongan-dorongan kreatifnya sebagai kesempatan untuk merasakan obyek-obyek dan tantangan untuk menemukan sesuatu dengan cara-cara baru, untuk menemukan penggunaan suatu hal secara berbeda, menemukan hubungan yang baru antara sesuatu dengan sesuatu yang lain serta mengartikannya dalam banyak alternatif.

Hasil penelitian ini sesuai dengan Tamrin, dkk (2017), bahwa kreativitas anak usia prasekolah di TK Dharma Wanita Tampingan Kecamatan Boja, setelah dilakukan tindakan dengan melakukan peramainan origami untuk meningkatkan kreativitas pada anak usia prasekolah di dapatkan hasil yang sangat baik. Anak yang telah di lakukan tindakan permainan origami di TK Dharma Wanita Tampingan Kecamatan Boja mengalami peningkatan, di mana anak dapat mencoba pengalaman baru dalam membuat bentuk sendiri yang berbeda dengan baik, dan anak dapat bercerita bentuk origami yang di buat sendiri di depan teman-temannya tidak hanya ketika anak membuat origami ikan anak juga berinisiatif sendiri menambahkan gambaran mata dan sirip agar lebih menarik. Hal tersebut di dukung oleh faktor sarana bermain yang mendukung.

Kreativitas memiliki keterkaitan dengan pola bermain, dan dinamika ini akan tampak pada kehidupan anak di usia dini. Memahami dunia bermain, Huiziga berpendapat bahwa bermain merupakan kegiatan yang dilakukan secara bebas dan sukarela, kegiatannya dibatasi oleh waktu dan tempat, menggunakan peraturan yang bebas dan tidak mengikat, memiliki tujuan tersendiri dan mengandung unsur ketegangan, kesenangan serta kesadaran yang berbeda dari kehidupan biasa. Melihat beberapa ciri di atas, bermain dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang

(13)

72 dilakukan secara sadar, suka rela tanpa

paksaan, dan tak sungguhan dalam batas waktu, tempat dan ikatan peraturan.

Dan penelitian terdahulu dari Selia Dwi Kurnia (2015) tentang Pengaruh Kegiatan Painting dan keterampilan Motorik Halus Terhadap Kreativitas Anak Usia Dini Dalam Seni Lukis. Hasil penelitian tersebut terdapat pengaruh interaksi antara kegiatan painting dan keterampilan motorik halus terhadap hasil terhadap hasil kreativitas anak usia dini dalam seni lukis. Dan hasil kreativitas anak usia dini dalam seni lukis pada kelompok anak yang memiliki keterampilan motorik halus rendah yang diberi kegiatan finger painting lebih rendah dibandingkan kelompok anak yang diberi kegiatan kegiatan brush painting.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dari pembahasan maka hal-hal yang dapat peneliti simpulkan sebagai berikut :

1. Terdapat pengaruh yang signifikan bermain anyaman terhadap kreativitas anak usia dini di PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara. Hasil tersebut diperoleh dari uji statistik dengan nilai thitung sebesar

39.679 dengan nilai signifikansi 0.000 (sig < 0,05). Perkembangan kreativitas anak usia dini sebelum dan sesudah diberikan bermain anyaman yang ditunjukkan oleh rata-rata pre test sebesar 29,88 (Mulai Berkembang) meningkat pada post test dengan rata-rata 53,69 (Berkembang Sangat Baik). 2. Terdapat pengaruh yang signifikan

melipat kertas origami terhadap kreativitas anak usia dini di PAUD Ar-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara. Hasil tersebut

diperoleh dari uji statistik dengan nilai

thitung sebesar 37.838 dengan nilai

signifikansi 0.000 (sig < 0,05). Perkembangan kreativitas anak usia dini sebelum dan sesudah diberikan melipat kertas origami yang ditunjukkan oleh rata-rata pre test sebesar 29,06 (Mulai Berkembang) meningkat pada post test dengan rata-rata 50,63 (Berkembang Sesuai Harapan).

3. Terdapat perbedaan yang signifikan pengaruh bermain anyaman dan melipat kertas origami terhadap kreativitas anak usia dini di PAUD AR-Raudhatul Hasanah Kota Medan Sumatera Utara. Hasil menunjukkan bahwa bermain anyaman lebih baik dalm meningkatkan kreativitas anak usia dini dibandingkan dengan melipat kertas origami.

DAFTAR PUSTAKA

Ardina, Y.R. 2016. Keterampilan Menganyam pada anak TK kelompok B Gugus II Kecamatan Pengasih Kulon Progo. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 04, 430-439

Amriliyanto, Ainun. 2013. “Pembelajaran Chaning Bermedia Origami Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Tunagrahita Sedang”. Jurnal Pendidikan Luar Biasa. Agustus 2013. Volume 1

Anonym.2015.Pengertian.Bermain.http://w ww.defenisi.pengertian.com/2015/4/

pengertian-bermain-konsep-pendidikan.html. Diakses tanggal 07 Desember 2017

Arief, Y. S., Dhianita, B. dan Ratri, I. 2008. Bermain Origami Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Sekolah.

(14)

73 Fakultas Keperawatan Universitas

Airlangga. Jurnal Ners Vol. 3 No . 1. 42 – 48

Hapsari, I.I. 2016. Psikologi Perkembangan Anak. Jakarta : Indeks

Hariwijaya, 2009. Pengertian Bermain. Makassar

Hurlock. E. B. 1991. Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan sepanjang rentang kehidupan. (edisi kelima). Jakarta : Penerbit Erlangga Munandar, Utami. 2014. Pengembangan

Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.

Munandar, Utami. 2002. Kreativitas dan Keberbakatan (Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif dan Bakat), Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, Hal : 12 Mulyani. N. 2016. Super Asyik Permainan

Tradisional Anak Indonesia, Yogyakarta. Diva Press

Nevvy Haryustianne. (2013). Motorik Kasar dan Motorik Halus. http://www.ibadunbalitaa.com/diskus

i/MOTORIK-KASAR-DAN-HALUS. Diakses tanggal 10 Desember 2018

Novi Mulyani, M.Pd.I. Pengembangan Seni Anak Usia Dini. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya

Nugraha (2014). Pengertian Menganyam. Jakarta

Nida, F. L. K dan Nurul, K. 2015. Model Bermain Sebagai Media dalam Pengembangan Kreativitas Anak. Palembang

Paat, Ravi Devi. (2012). Origami Pesta Buatanku Sendiri. Jakarta ; Gramedia Widiasarana Indonesia.

Pawestri, Clara Shinta. 2018. PENGARUH BERMAIN ORIGAMI TERHADAP KREATIVITAS ANAK USIA PRA SEKOLAH DI TK DHARMA

WANITATA TAMPINGAN

KECAMATAN BOJA. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. [email protected] Pratiwi Satya Dian (2013), Seni Melipat

Kertas Origami Binatang. Yogyakarta : Graha Ilmu

Pitamic. 2012. Kegiatan Menganyam. Bandung

Salim dan Syahrum, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Bandung : Cita Pustaka, 2009

Santrock, J. W. 2017. Perkembangan Anak, Jilid satu. Jakarta : Penerbit Erlangga Santrock, J. W. 2017. Perkembangan Anak,

Edisi ke Tujuh, Jilid dua. Jakarta : Penerbit Erlangga

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : Dinas Pendidikan

Sumanto. 2003. Pengembangan Kreativias Seni Rupa Anak TK. Indeks. Jakarta. Yusuf, A. M. 2014. Metode penelitian

kuantitatif, kualitatif dan penelitian gabungan. Jakarta : Kencana

Referensi

Dokumen terkait

Skenario yang diterapkan untuk pengendalian pencemaran Sungai Ciujung adalah, (1) skenario pesimis, yaitu dengan membiarkan dalam kondisi eksisting, (2)

Data hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memanfaatkan jurnal tercetak sebanyak 55 orang dengan persentase 65,4% menyatakan kadang-kadang memanfaatkan

KETIGA : Pelaksanaan Quick Wins sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDUA terkait dengan persyaratan, biaya, waktu, prosedur dan pelaporan berpedoman pada Peraturan

Pembuktian Kualifikasi terhadap peserta Calon Daftar Pendek Jasa Konsultansi Perencanaan Teknis Pembangunan Gedung Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Tuban

Based on the above mentioned bases philosophy of sustainable development from the Islamic perspective, can now be defined as sustainable development from Islam seeks to establish

Untuk dapat mengetahui persiapan dan perancangan seperti apa yang harus dilakukan agar setiap elemen terhubung dengan baik, maka sangat penting untuk mengetahui elemen

Produk yang ditawarkan oleh Fruity Rolls Cake adalah fruity rolls cake cup dan fruity rolls mini yang memiliki varian rasa buah naga, buah jeruk, dan buah

This survey recorded 11 species of bats and six species of non-volant small mammals with one new record for Kelantan ( Myotis muricola ) and four additional