Presentasi Tugas Akhir
Modifikasi Alat Penunjuk
Titik Pusat Lubang Benda
Kerja Dengan Berat Maksimal
Kurang Dari 29 Kilogram Untuk
Mesin CNC Miling
Oleh :
Mochamad Sholehuddin
NRP. 2106 030 033
Program Studi D3 Teknik Mesin
Fakultas Teknologi Industri
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Pendahuluan
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Batasan Masalah
Tujuan
Sistematika Penulisan
Latar Belakang
•
Tidak adanya batasan berat
maksimal benda kerja yang mampu
terdorong.
•
Alat penunjuk titik pusat yang telah
ada masih menggunakan sistem
manual.
Rumusan Masalah
a. Merancang ulang alat penunjuk titik pusat
lubang benda kerja berbentuk silinder dengan
dilengkapi sistem otomatis.
b. Perhitungan besar gaya dorong maksimal yang
dibutuhkan oleh pencekam untuk mendorong
benda kerja dengan berat maksimal yang telah
direncanakan.
c. Perhitungan daya yang dibutuhkan untuk
menjalankan alat penunjuk titik pusat.
Batasan Masalah
a. Percobaan dilakukan dalam batasan kemampuan
mesin yang ada di laboratorium CNC, DIII Teknik
Mesin ITS. Kondisi mesin yang digunakan dalam
keadaan baik.
b. Diameter minimal lubang benda kerja 100 mm,
kedalaman minimal lubang 60 mm, berat maksimal
benda kerja kurang dari 29 kg dan langkah
pencekaman sejauh 10 mm.
c. Penggunaan alat bantu ini memerlukan kontrol
gerak dari mesin CNC.
d. Getaran selama proses pengujian diabaikan.
e. Ketegaklurusan.
Tujuan
a. Merancang ulang alat penunjuk titik pusat
lubang benda kerja berbentuk silinder dengan
dilengkapi sistem otomatis.
b. Mengetahui besar gaya dorong maksimal
yang dibutuhkan pencekam untuk
mendorong benda kerja dengan berat
maksimal yang telah direncakan.
c. Mengetahui besar daya yang dibutuhkan
Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini bersikan tentang latar belakang, perumusan masalah, tujuan penulisan, batasan masalah dan sistematika penulisan.
BAB II DASAR TEORI
Pada bab ini akan dijelaskan beberapa teori penunjang yang dijadikan acuan dalam penyusunan Tugas Akhir ini.
BAB III METODOLOGI
Berisikan tentang metode-metode pembahasan yang dipakai untuk menyelesaikan karya ilmiah, serta bagan proses pelaksanaan tugas akhir dari awal sampai akhir.
BAB IV PERHITUNGAN
Pada bab ini akan dibahas perhitungan-perhitungan mengenai mekanisme alat, besar gaya dorong maksimal yang dibutuhkan oleh pencekam untuk mendorong benda kerja serta besar daya yang dibutuhkan untuk menjalankan alat penunjuk titik pusat.
BAB V PENGUJIAN DAN ANALISA
Pada bab ini akan diuraikan prosedur pemakaian alat, tahapan-tahapan proses pengujian serta hasil dari proses pengujian alat tersebut.
KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
Dasar Teori
Perencanaan Elemen Mesin
– Poros
– Bantalan
– Pasak
– Pegas
– Roda gigi payung (
Bevel Gear
)
– Ulir penggerak
• Studi Literatur
Studi literatur dilakukan dengan cara mempelajari dari berbagai sumber buku pegangan maupun dari penelusuran internet.
• Pengamatan Lapangan
Pengamatan lapangan dilakukan dengan tujuan mengetahui peralatan apa saja yang dibutuhkan. Dari pengamatan langsung di lapangan didapatkan data-data dan peralatan apa saja yang diperlukan dalam pembuatan dan perakitan alat.
• Desain Alat
Dari studi literatur yang ada dan pengamatan di lapangan dapat dibuat suatu gambar sketsa alat bantu penunjuk titik pusat lubang benda kerja berbentuk silinder. Dengan kapasitas beban maksimum benda kerja yang dapat terdorong oleh pencekam adalah kurang dari 29 kg, diameter minimal lubang benda kerja 100 mm dan kedalaman minimal lubang adalah 60 mm
• Dimensi Alat
Pada tahap ini ditentukan dimensi alat yang akan dibuat. Dalam menentukan dimensi alat tersebut mengacu pada data-data yang diperoleh di lapangan sehingga dimensi alat tidak terlalu besar maupun kecil.
- Diameter terluar alat tersebut 90mm. - Panjang alat 255mm.
- Jarak antara ujung alat dengan pencekam 45mm.
- Panjang langkah pencekaman ke arah sumbu x (horizontal) sejauh 10 mm.
- Panjang langkah gerakan poros tirus ke arah sumbu y (vertikal) sejauh 28 mm
• Perhitungan
Dalam tahap ini dilakukan perhitungan antara lain mengenai gaya dorong maksimal oleh pencekam melalui mekanisme gear payung yang ditransmisikan oleh ulir penggerak, sudut tirus, roda gigi, bantalan dan pasak. Apabila terdapat kesalahan pada tahap perhitungan dapat kembali ke tahap desain atau dimensi alat. Namun apabila telah benar mengenai perhitungan tersebut, maka dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.
• Pembuatan dan Perakitan Alat
Dengan hasil perhitungan yang ada, maka dapat dibuat sebuah rancangan alat bantu penunjuk titik pusat beserta modifikasinya.
• Pengujian Alat
Pada tahap ini dilakukan pengujian terhadap alat untuk mengetahui alat bekerja dengan baik atau tidak.
• Analisa Kegagalan
Berdasarkan pada tahap pengujian alat, akan didapatkan suatu kesimpulan apakah alat tersebut bekerja dengan baik atau tidak. Apabila terdapat kesalahan, maka pada tahap ini akan dianalisa, dimana letak kesalahan tersebut. Untuk mengefisiensikan waktu
penganalisaan harus teliti dimana letak kesalahan tersebut, sehingga apabila kesalahannya hanya terletak di perhitungannya saja tidak perlu sampai mengulangi lagi dari awal. Namun apabila seluruh tahap berjalan dengan lancar, maka dapat dilanjutkan ke tahap selanjutnya. • Pembuatan Laporan
Setelah mendapatkan data-data yang diperlukan dari hasil perhitungan, pembuatan alat serta pengujian alat, maka dibuat laporan mengenai hasil rancangan dan modifikasi alat tersebut.
Sket Alat Penunjuk Titik Pusat
Keterangan :
1. Rumah / dinding komponen
2. Poros ulir
3. Bevel gear
4. Motor listrik
5. Pencekam
6. Pegas
7. Tirus pendorong
8. Benda kerja
Prinsip Kerja Alat
Prinsip kerja dari alat bantu penunjuk titik pusat ini
hampir sama dengan cara kerja pencekam benda kerja pada
mesin bubut, tetapi alat ini mencekam bagian dalam lubang
benda kerja dengan mekanisme ketirusan.
Sistem penggerak alat ini menggunakan motor listrik yang
akan memberikan gerak putar pada pinion. Sedangkan pinion
sendiri akan menggerakkan gear yang bergabung dengan
poros ulir penggerak. Setelah itu poros ulir akan memberikan
gaya untuk menaikkan tirus pendorong yang nantinya tirus
pendorong tersebut akan meggerakkan lengan-lengan dari
pencekam secara bersamaan dan pencekam-pencekam
tersebut nantinya akan mencekam bagian dalam lubang
benda kerja.
Perhitungan Gaya Dorong Oleh Pencekam
Untuk mengetahui besar dari gaya dorong maksimal pencekam,
harus dicari terlebih dahulu :
•
Gaya Normal (benda kerja)
•
Gaya Gesek (B.K dengan meja eretan)
•
Gaya Dorong
Σ F
y= 0
W − N = 0 → W = N
F
gesek= N . μ
Gaya Normal
Σ F
y= 0
W − N = 0
W = N
W = m . g
W = 29 kg . 9,81 m/s
2W = 284,49 kg.m/s
2N = 284,49 Newton
Gaya Gesek
F
gesek= N . μ
F
gesek= 284,49 Newton . 0,1
F
gesek= 28,449 Newton
F
gesek= F
dorongF
dorong= 28,449 Newton
Hasil Perhitungan Gaya Dorong Oleh Pencekam
Sesuai dengan data berat maksimal benda kerja serta koefisien
gesek maka dapat diketahui gaya-gaya yang terjadi :
Gaya normal benda kerja = 284,49 N
Gaya gesek = 28,449 N
Sehingga dapat diketahui gaya dorong maksimal yang dihasilkan
oleh pencekam adalah sebesar 28,449 N
Roda Gigi Payung ( Bevel Gear ) Gear
Jumlah gigi gear = 39 buah Diameter pitch gear = 1,85 in Jarak antar gigi = 0,04 in
Bahan gear Steel case carburized dengan So = 30 ksi Lebar gigi pada gear = 0,232 in
Pinion
Jumlah gigi pinion = 17 buah Diameter pitch pinion = 0,787 in Jarak antar gigi = 0,04 in
Bahan pinion Steel case carburized dengan So = 30 ksi Lebar gigi pada pinion = 0,232 in
Poros Ulir Jenis ulir Acme threads Sudut ulir = 14,5o
Bahan Carbon Steel AISI 1040 Diameter mayor = 0,5 in
Panjang poros = 1,5 in