• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

49 3.1. Tipe Penelitian

Penelitian ini bersifat interpretatif menggunakan pendekatan kualitatif, metode kualitatif memungkinkan peneliti mendekati data sehingga mampu mengembangkan komponen-komponen keterangan yang analitis, konseptual dan kategoris dari data itu sendiri dan bukannya teknik-teknik yang telah dikonsepsikan sebelumnya. Tersusun secara kaku dan dikuantifikasikan secara tinggi yang memasukan dunia sosial empiris kedalam definisi oprasional yang telah disusun peneliti. Peneliti kualitatif dapat memahami prilaku sosial, karena ia menemukan definisi tentang realitas dan bagaimana mempengaruhi prilakunya.

Sifat penelitian ini adalah interpretatif, penelitian interpretatif memandang penelitian ilmiah tidaklah cukup untuk menjelaskan “misteri” pengalaman manusia sehingga diperlukan unsur manusiawi yang kuat dalam penelitian. Kebanyakan mereka yang berada dalam kelompok ini lebih tertarik pada kasus-kasus individu daripada kasus-kasus-kasus-kasus umum (Morissan, 2009). Sedangkan menurut Ghozali (2007) penelitian interpretatif memfokuskan pada sifat subjektif dari dunia sosial dan berusaha memahami kerangka berfikir obek yang sedang dipelajarinya. Fokusnya pada arti individu dan persepsi manusia pada realitas bukan pada realitas independen yang berada diluar mereka. Manusia secara terus menerus menciptakan realitas sosial mereka dlam rangka berinteraksi dengan

(2)

yang lain. Tujuan interpretatif adalah menganalisis realita sosial semacam ini dan bagaimana realita sosial itu terbentuk.

Penelitian interpretatif memiliki asumsi bahwa akses terhadap realitas hanya dapat dilakukan melalui konstruksi sosial. Yang dimaksud sebagai konstruksi sosial dalam penelitian interpretatif adalah metapora dan berbagai pengertian yang dimilikinya. Penelitian interpretatif tidak mendifinisikan terlebih dahulu variabel bebas maupun terikat, tetapi terfokus pada kompleksitas penalaran manusia saat muncul kejadian.66 Penelitian interpretatif mengadopsi metoda inkuiri pluralistik, yang mengkombinasikan metoda analitikal empirikal dalam mengamati dunia yang sifatnya teknikan dan metoda yang sifatnya reflektif untuk mengamati dunia sosial.67

Denis Mcquail berpendapat karakteristik utama dalam pendekatan semiotika bahwa semiotika merupakan suatu analisa yang bersifat kualitatif bukan kuantitatif.68

Menurut Basrowi Sadikin penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan penemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur prosedur statistik atau dengan cara kuantifikasi lainnya.69

66 Manasse Malo dan Sri Trisnoningtias, Metode penelitian masyarakat, pusat antar universitas ilmu ilmu social universitas Indonesia, Jakarta 1986, hal.28

67

B. Kaplan and J.A. Maxwell, Qualitative research methods, 1994, hal.45

68 Denis Mcquail, Teori Komunikasi Massa, Erlangga, Jakarta, 1987 hal.183

69 Basrowi Sudikin, Metode Penelitian kualitatif perspektif mikro, insancendikia, Surabaya, 2002

(3)

Bogdan dan Taylor menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah salah satu prosedur penelitian yang menghsilkan data interpretatif berupa ucapan atau tulisan dan prilaku orang-orang yang diamati.70

Melalui penelitian kualitatif peneliti dapat menggenali subjek dan merasakan apa yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari. Menurut definisi ini penelitian kualitatif menghasilkan data interpretatif sehingga merupakan rinci dari suatu fenomena yang diteliti.

Kirk dan Miller mendefinisikan kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada manusia dalam kawasannya tersendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasa dan dalam peristilahan.71

3.2. Metode Penelitian

Dalam penelitian kali ini peneliti menggunakan metode penelitian analisis semiotika. Semiotika dapat pula disebut sebagai Cultur Meaning, artinya semiotika selalu dikait-kaitkan dengan kebudayan. Pendekatan semiotik yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Roland Barthes. Dengan pertimbangan, semiotika melihat media sebagai struktur keseluruhan, ia mencari makna yang laten atau konotatif.

70

Robert c. Bogdan dan Stevcen, J.taylor, introducing to Qualitative research methods: a

phenomenological Approach in the social sciences, alih bahasa Arif Furchan, jhon wiley and son,

usaha nasional, Surabaya, 1992, hal.21-22

71 Jerome Kirk & Marc L Miller, Reliability and validity in qualitative research, vol 1, Sage

(4)

Metode semiotika pada dasarnya bersifat kualitatif-interpretatif (interpretation), yaitu sebuah metode yang memfokuskan dirinya pada tanda dan teks sebagai objek kajiannya, serta bagaimana peneliti menafsirkan dan memahami kode (decoding) di balik tanda dan teks tersebut. Metode analisis teks (textual analiysis) adalah salah satu dari metode interpretatif tersebut.72

3.3. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, penelitian akan menggunakan beberapa cara untuk mengumpulkan data-data yang akan dibutuhkan demi kelangsungan penelitian ini. Cara-cara tersebut akan diuraikan sebagai berikut :

3.3.1. Observasi Tanda

Data yang diperoleh langsung dari observasi obyek penelitian dengan cara mengamati dan menganalisa data yang ada, yaitu dua keping VCD (Video Compact Disk) film TAKEN. VCD tersebut diputar dengan MPEG Player, kemudian frame dari scene yang dianggap mewakili makna dipotong. Selanjutnya peneliti melakukan pencermatan pada obyek yaitu dengan mengamati, menganalisa dan mencatat tanda-tanda yang tergambarkan pada film TAKEN.

3.3.2. Data Sekunder

Penelitian juga melengkapi data-data dari berbagai sumber lainnya yang dapat mendukung penelitian ini. Data-data tersebut diperoleh dari studi kepustakaan dengan cara mempelajari literatur-literatur, sumber bacaan, karya

72

(5)

ilmiah, laporan penelitian dan buku-buku yang berkaitan dengan masalah penelitian ini. Penelitian juga melakukan pencarian data-data tambahan melalui media internet sebagai bahan pertimbangan lain dalam menunjang penelitian ini.

3.4. Unit Analisa

Untuk memudahkan dalam penelitian ini, hasil penelitian nantinya akan menjawab bagaimana representasi komunikasi antarpribadi ayah dan anak dalam film TAKEN, yang meliputi:

1. Proses pengiriman pesan 2. Proses penerimaan pesan 3. Beberapa efek

a. To Disclosure One Self, untuk menemukan jati diri.

b. To Discover the External World, untuk mengenal atau menemukan dunia luar.

c. To Establish and Maintain Meaningful Relationship, untuk memelihara dan menetapkan hubungan.

d. To Play and Entertaint, untuk menghibur dan kesenangan. e. To Help, untuk membantu.73

4. Beberapa umpan balik seketika.74 3.4.1. Definisi Konsep

Untuk memudahkan dalam penelitian ini, hasil penelitian nantinya akan menjawab bagaimana representasi komunikasi antarpribadi ayah dan anak

73

Effendy, Onong Uchjana, Opcit. hal 29-30

74

Effendy, Onong Uchjana, Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi, PT. Citra Adutya Bakti, Bandung, 2003. hal 59-60

(6)

dalam film TAKEN. Representasi adalah proses merekam ide, pengetahuan, atau pesan dalam beberapa cara fisik disebutkan representasi. Ini dapat didefinisikan lebih tepat sebagai kegunaan dari tanda yaitu untuk menyambungkan, melukiskan, meniru sesuatu yang dirasa, dimengerti, diimajenasikan atau dirasakan dalam beberapa bentuk fisik. Penulis menggunakan data-data yang berupa VCD film TAKEN. Adapun tanda yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah komunikasi antarpribadi ayah dan anak.

3.4.2. Unit Analisis

Penelitian ini memfokuskan pada penggambaran yang diambil dari data yang berupa VCD film TAKEN, yang nantinya melalui potongan-potongan gambar, dapat memaparkan tanda tanda atau simbol yang berupa gambar, teks atau dialog dengan pendekatan semiotika Roland Barthes, sehingga dapat menjelaskan maksud dan tujuan penelitian.

3.5. Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan upaya mencari dan menata secara sistematis catatan hasil observasi, studi pustaka dan lainnya untuk meningkatkan pemahaman peneliti tentang kasus yang diteliti dan menyajikannya sebagai temuan bagi orang lain. Hal ini bertujuan agar data yang telah diperoleh lebih mudah untuk dibaca dan diinterpretasikan.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis semiotika. Semiotika merupakan metode yang secara spesifik membahas masalah-masalah yang berhubungan dengan tanda (sign). Analisis semiotika

(7)

Roland Barthes adalah untuk menganalisis makna-makna yang tersirat dari pesan komunikasi yang disampaikan dalam bentuk lambang baik secara verbal maupun non verbal. Semiotika diterapkan pada tanda-tanda, simbol-simbol, lambang yang tidak memiliki arti pada dirinya sendiri. Karena fokus kajian Roland Barthes terletak pada sistem tanda tingkat kedua atau metabahasa.

Roland Barthes menetapkan bahwa suatu mitos atau sesuatu yang mempunyai banyak arti tambahan dari suatu sistem semiologi urutan kedua yang dibangun sebelum ada sistem tanda. Tanda dari sistem yang petama akan menjadi

signifier bagi sistem yang kedua.75

Film, lagu, novel, majalah dan sebagainya merupakan bagian dari budaya media yang dipenuhi oleh berbagai praktek penandaan (signifying practice), yang dapat dianalisis dari banyak sisi. Di dalam menerapkan semiotika film76, menjadi masuk akal bagi kita untuk memperhatikan aspek-aspek dari medium yang berfungsi sebagai tanda untuk membedakan sebagai pembawa tanda. Apa yang menarik dari film adalah pengambilan gambar dari kamera yang dilakukan untuk membantu memudahkan menangkap pesan-pesan yang ditimbulkan. Misal, untuk menggambarkan emosi, keadaan, tempat atau waktu secara lebih jelas maka kamera menangkap objek dengan teknik-teknik tertentu, yang berfungsi sebagai penanda dan apa yang bisa ditandai pada setiap pengambilan gambar sebagai berikut :

75 E.M Griffin (2003), op cit hal.358 76

(8)

Tabel 3.1

Teknik Pengambilan Gambar dari Kamera

Penanda (konotatif) Definisi Petanda (makna)

Close Up Hanya Wajah Keintiman

Medium Shot Hampir Seluruh Wajah Hubungan Personal

Long Shot Setting dan Karakter Konteks, Skope, Jarak, Publik

Full Shot Seluruh Tubuh Hubungan Sosial

Sumber : Arthur Asa Berger, Media Analysis Techniques, tahun 2000: 34 Film adalah medium yang kompleks yang menggunakan bahasa verbal, bahasa gambar dan suara untuk menghasilkan impresi dan ide-ide pada orang. Tugas yang dijalankan oleh ahli (peminat) semiotika tentang film untuk menjelaskan. Pertama, bagaimana hal tersebut mungkin dan kedua, bagaimana hal itu terjadi.

Peneliti dalam kaitannya dengan judul “ Komunikasi Antarpribadi Ayah Dan Anak Dalam Film TAKEN untuk mengkaji tentang pemaknaan atas tanda verbal dan non verbal, maka peneliti menggunakan metodologi Roland Barthes. Dimana dalam konsep semiotika Roland Barthes akan ditemukan adanya dua sifat makna.

(9)

Kedua sifat makna tersebut adalah :

“makna Denotatif dan makna Konotatif, makna Denotatif adalah makna yang tampak secara langsung (makna asli dari tanda). Sementara makna Konotatif adalah makna yang merupakan turunan dari makna denotatif dan lebih mengarah pada interpretasi yang dibangun melalui budaya, pergaulan sosial dan lain sebagainya”.77

Berikut ini akan diketengahkan bagan yang menjelaskan tentang makna konotatif dan denotatif dari studi semiotika :

Tabel 3.2

Tabel Peta Tanda Roland Barthes

1. Signifier (penanda)

2. Signified (petanda) 3. Denotative Sign (tanda denotatif)

4. CONOTATIVE SIGNIFIER (PENANDA KONOTATIF)

5. CONOTATIVE SIGNIFIED (PETANDA KONOTATIF) 6. CONOTATIVE SIGN (TANDA KONOTATIF)

Sumber : Paul Cobley & Litza Jansz, Introducing Semiotics, tahun 1999: 5

77 Effendy, Onong Uchjana, Opcit. hal. 69

(10)

Dari peta Barthes diatas terlihat bahwa tanda denotatif (3) terdiri atas penanda (1) dan petanda (2). Akan tetapi, pada saat bersamaan, tanda denotatif adalah juga penanda konotatif (4). Dengan kata lain, hal tersebut merupakan unsur material: hanya jika anda mengenal tanda “sign”, barulah konotasi seperti harga diri, keterangan dan keberanian menjadi mungkin (Cobley dan Jansz, 1999: 51 pada Alex Sobur, 2003: 69).

Sesuai dengan semiotika Roland Barthes, bila hendak menemukan maknanya, maka yang dilakukan pertama-tama adalah data dimaknakan secara

denotatif yang kemudian baru dimaknakan secara konotatif. Untuk langkah yang

terakhir adalah memaparkan mitos yang tersirat dalam pembungkus tanda.

Agar mudah dibaca dan dicerna, maka dibuatlah tabel hasil pemaknaan, sebagai berikut :

Tabel 3.3

Tabel Kerja Analisis

Shot Dialos/Suara/Teks Visual

(jenis shot)

(Tanda verbal dan non verbal)

(Gambar yang mewakili makna)

Denotasi Konotasi

(Makna realitas) (Makna Interpretatif)

Setelah semua itu dilakukan maka dapat diketahui pengambaran komunikasi antarpribadi ayah dan anak yang sesuai dengan perumusan masalah

(11)

yang ada untuk mencapai tujuan penelitian yaitu menyampaikan gambaran yang menyeluruh mengenai makna-makna dari data yang selanjutnya akan disajikan dan dideskripsikan secara kualitatif.

Referensi

Dokumen terkait

Kecamatan adalah sebuah daerah administratif di wilayah indonesia yang berada di bawah wilayah tingkat II (kabupaten) atau kota, serta terdiri dari beberapa kelurahan atau desa

kanan: “Hal yang paling mempengaruhi pada dinas kelautan dan perikanan adalah ku- rangnya sumber daya. Hal ini menyebabkan kurangnya pengawasan langsung dilapangan. Baik itu

Data jenis dan jumlah ikan digunakan untuk menganalisa komposisi ikan kerapu yang tertangkap di masing-masing zona, sedangkan data panjang total ikan digunakan

Perairan Muara Badak memiliki 24 jenis plankton, dari hasil analisis indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi menunjukkan bahwa perairan ini

Puji dan syukur serta ucapan terima kasih Penulis sampaikan kepada Bapa di Surga dan Tuhan Yesus Kristus, karena atas segala berkat dan bimbingan-Nya selama ini, penulis

Untuk itu ketika isi dokumen dengan bukti fisik tidak sesuai, maka penahanan barang di Balai Besar karantina Pertanian akan dilakukan.dalam hal tertahannya barang

Adapun konsep diri dari aspek fisik yang dirasakan oleh responden 2 sesuai dengan hasil wawancara adalah :Bahwa Septi merasa kalau ia berjilbab mode, ia akan terlihat

Jarak antara terminal penumpang dan landasan parkir dari garis landasan pacu untuk berbagai variasi tinggi bangunan, 1 : 7 = permukaan imajinatif yang sebaiknya tidak tertutup