• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKAN IKAN -- TINGKATKAN IMUNITAS, LAWAN COVID DAN STUNTING

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MAKAN IKAN -- TINGKATKAN IMUNITAS, LAWAN COVID DAN STUNTING"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

Webinar Kesuma (Kurangi Susut Makanan) Bergizi Seri ke-5 Jejaring Pasca Panen untuk Gizi Indonesia

Jakarta, 26 November 2020

Artati Widiarti

Direktur Direktur Jenderal

Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan

Kementerian Kelautan dan Perikanan

IMUNITAS,

(2)

ISU DAN TANTANGAN

(3)

Sumber : Renstra KKP 2015-2019

• Luas perairan 6,4 juta km2

• Panjang garis pantai 108 ribu km • Potensi lestari perikanan tangkap

12,54 juta ton/tahun

• Potensi budidaya air tawar 2,83 juta Ha (pemanfaatan 10,7%), budidaya air payau 2,96 juta Ha (pemanfaatan 21,9%), budidaya laut 12,12 juta Ha (pemanfaatan 2,7%)

• 8.500 species ikan, 555 species rumput laut, 950 species biota terumbu karang

• Potensi sumber daya non hayati yang melimpah (wisata bahari, deep

sea water, Ocean Thermal Energy Conversion/OTEC, bioteknologi,

industri maritim, jasa kelautan, produksi garam dan turunannya, biofarmakologi laut, dll)

Sumber : Renstra KKP 2015-2019

Potensi Laut Indonesia Besar,

Namun Belum Teroptimalkan

(4)

Kebutuhan Ikan Nasional Terus Naik,

seiring dengan Pertumbuhan Penduduk Indonesia

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

(5)

Sumber Gambar : Azhari, 2014

❑ Penduduk usia produktif menjadi modal pembangunan dan kemajuan bangsa;

❑ Usia produktif dengan aktivitas padat, gaya hidup moderen dan pola makan serba instan rentan terhadap stress dan

penyakit degeneratif

Tahun 2020 Indonesia memasuki era bonus demografi --Penduduk usia produktif (15-64 tahun) : 185,34 Juta Jiwa)

lebih banyak dibandingkan penduduk non-produktif (0-14

tahun) 66,07 juta dan >65 tahun sebesar 18,2 juta Jiwa;

Jumlah penduduk 2020

diprediksi mencapai 269,6 juta jiwa

Bonus Demografi : Peluang & Tantangan

Berdasarkan proyeksi penduduk 2015-2045 hasil Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) 2015, jumlah penduduk Indonesia akan

mencapai 269,6 juta jiwa pada 2020. Angka tersebut terdiri atas 135,34 juta jiwa laki-laki dan 134,27 jiwa perempuan.Sebanyak 66, 07 juta jiwa masuk kategori usia belum produktif (0-4 tahun), kemudian sebanyak 185,34 juta jiwa merupakan kelompok usia produktif (15-64 tahun), dan sebanyak 18,2 juta jiwa merupakan penduduk usia sudah tidak produktif (65+ tahun). Saat ini Indonesia

memasuki era bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibanding usia tidak produktif (usia belum produktif + usia sudah tidak produktif).(Baca Databoks: Jumlah Penduduk Indonesia 269 Juta Jiwa, Terbesar Keempat di

Dunia)(Baca Databoks: Berapa Jumlah Penduduk Usia Produktif Indonesia?)

Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS), 2019 Sumber : Katadata

(6)

Pandemi

COVID-19

Sumber: Kompas, Merdeka, CNN,GugusTugasPercepatanPenangananCovid-19

Dampak sosio-ekonomi pandemi

COVID-19 terhadap anak-anak di

Indonesia :

1. kemiskinan anak,

2. pembelajaran,

3. gizi,

4. pengasuhan dan keamanan

Sumber : COVID-19 dan Anak-Anak Indonesia, 11 Mei 2020

diunduh dari:

https://www.unicef.org/indonesia/sites/unicef.org.indonesia /files/2020-05/COVID-19-dan-Anak-anak-di-Indonesia-2020_1.pdf

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

(7)

Permasalahan Stunting di Indonesia

Stunting

❑ menimbulkan kerugian ekonomi negara sebesar 2-3 % dari PDB per tahun atau diperkirakan mencapai Rp 300 triliun per tahun

Sumber : Kepala Bappenas padaStunting Summit, 28 Maret 2018 ❑ berdampak pada tingkat kecerdasan,

kerentanan terhadap penyakit, penurunan produktivitas, & dampak kedepannya

menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan

kesenjangan

Sumber : Laporan World Bank Investing in Early Brief, 2016 ❑ Berdampak pada gagal tumbuh (berat

lahir rendah, kecil, pendek, kurus) ❑ Hambatan perkembangan kognitif dan

motorik

❑ Gangguan metabolic saat dewasa -- risiko pemyakit tidak menular (diabetes,

obesitas, stroke, penyakit jantung)

VS

Children from a traditional village in Sumba Island, East Nusa Tenggara.©UNICEFIndonesia/2014/Hasan

(8)

IKAN SEBAGAI SUMBER

PANGAN DAN GIZI

(9)

• Asam amino Taurin lebih lengkap dari bahan makanan lain. Taurin berfungsi

untuk merangsang pertumbuhan sel otak balita.

• Lebih tinggi dari serealia & kacang-kacangan

• Mudah dicerna, terutama bagi balita

yang sistem pencernaannya belum

sesempurna orang dewasa

• Zinc : membantu kerja enzim dan hormon

• Zat besi : membantu mencegah terjadinya anemia.

• Iodium : mencegah terjadinya penyakit gondok & hambatan pertumbuhan anak, bahkan juga kecerdasannya.

• Selenium : membantu metabolisme tubuh dan sebagai antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas, antioksidan mencegah penyakit degeneratif seperti jantung koroner.

• EPA dan DHA (Omega 3) : meningkatkan pertumbuhan sel otak anak & mata

• Asam lemak esensial untuk

mempertahankan kesehatan dan menjaga kestabilan kadar kolesterol

• Vitamin A : banyak terdapat pada minyak hati ikan untuk kesehatan mata dan kekebalan tubuh anak

• Vitamin D : membantu pertumbuhan dan kekuatan tulang

• Vitamin B6 : membantu metabolisme asam amino dan lemak serta

mencegah anemia serta kerusakan saraf

• Vitamin B12 : Membantu pembentukan sel-sel darah merah, membantu metabolisme lemak, dan melindungi jantung serta kerusakan saraf

MINERAL

LEMAK

VITAMIN

PROTEIN

Keunggulan Gizi Ikan

(10)

Jenis Ikan

Kandungan Gizi per 100 gram Kalori Protein

(gr)

Lemak (gr) Zat Besi (mg) Ikan Tongkol 111 24,0 1,0 0,7 Ikan Tuna 108 23,4 0,95 1,02 Ikan Kembung 112 21,4 2,3 0,9 Ikan Kakap 100 20,5 1,34 0,7 Ikan Kerapu 101 19,4 1,02 0,89 Ikan Bawal 84 18,2 0,7 0,4 Ikan Teri 77 16,0 1,0 0,05 Ikan Bandeng 84 14,8 2,3 0,3 Ikan Baronang 78 14,5 0,6 0,7 Ikan Kuwe 74 13,0 2,0 0,3 Ikan Salmon 116 19,9 3,45 0,77

Sumber : Tabel Komposisi Pangan Indonesia, 2009

Kandungan Protein Beberapa Jenis Ikan

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

10

Jenis Ikan

Kandungan Gizi per 100 gram Kalori Protein

(gr)

Lemak (gr) Zat Besi (mg) Ikan Gabus 74 25,2 1,7 0,04 Belut 112 21,4 2,3 0,9 Ikan Mas 130 18,3 5,8 1,3 Ikan Mujair 84 18,2 0,7 0,4 Ikan Patin 132 17,0 6,6 0,9 Ikan Baung 123 15,1 5,5 1,3 Ikan Lele 84 14,8 2,3 0,3 Ikan Belida 80 14,7 1,4 0 Ikan Lais 161 11,9 11,5 0 Ikan Seluang 361 10,0 3,2 4,7

(11)

Kandungan Omega-3 pada Ikan

dan Sumber Protein lainnya

* Mg/100 Gram bagian yang dapat dimakan Sumber : World Health & Seafood Congress, 2005

11

(12)

POTRET

KONSUMSI IKAN NASIONAL

(13)

Capaian Konsumsi Ikan Nasional

(14)

Preferensi dan Proporsi Ikan yang Dikonsumsi, 2018

15,93 15,40 7,85 5,31 5,27 4,65 4,22 3,81 3,36 3,32 0,00 5,00 10,00 15,00 20,00

Ikan segar basah lainya Tuna/Tongkol/Cakalang (TTC) Kembung Mas, Nila Bandeng Selar Makanan jadi (Ikan - goreng,Bakar,

Presto,Pindang,Pepes, dsb) Teri diawetkan

Mujair Lele

Preferensi Konsumen (%)

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia KIDS 82% KIDA 14% KIMJ 4%

KIDS : Konsumsi Ikan dan Udang Segar KIDA: Konsumsi Ikan dan Udang Awetan KIMJ: Konsumsi Ikan Makanan Jadi

(15)

15

7 Barriers Konsumsi Ikan Rumah Tangga

Sumber : Hasil riset Ethnomark (2018 ) di Jakarta, Bandung, Solo, Lampung dan Cirebon

7 Tier of Fish Consumption Barriers:

1. Menu hari ini: lack of habit (mahal, ribet, tidak suka,

alergi, pengetahuan manfaat ikan, ..

2. Belanja dekat rumah: tukang sayur tidak menyediakan

ikan, kualitas rendah, pasar jauh dari rumah

3. Belanja di pasar: stok tidak lengkap, handling tidak

baik, pengetahuan pedagang rendah, pengetahuan memilih ikan rendah

4. Pulang ke rumah: harus langsung pulang, kualitas ikan

akan turun kalau lama di jalan

5. Menyiapkan di dapur: bau amis, tangan kotor, ..

6. Memasak menu ikan di dapur: pengetahuan memasak

ikan rendah, menu monoton, …

7. Menyajikan di meja makan: membujuk anak makan

ikan, ….

1. MEMBELI IKAN

• Tidak bisa memilih ikan segar

• Tidak banyak tersedia di lokasi belanja : tukang sayur

• Malas untuk mencari ikan ke tempat -- ikan tidak menjadi prioritas • Tidak mau

membersihkan ikan • Ada mitos ikan dapat

menyebabkan

alergi/anak keracunan • Handling ikan dianggap

sulit oleh konsumen • Minim pengetahuan

dalam handling ikan bagi

konsumen & penjual

2. MEMASAK IKAN

• Tidak bisa memasak ikan

• Apabila bisa memasak ikan, hanya menu-menu standar (goreng, pindang, atau pepes). Menu pepes adalah menu yang sudah dianggap mewah • Malas untuk memasak

ikan

• Tidak mau repot (dalam penyiapan) • Tidak ada permintaan

dari keluarga untuk masak ikan

• Lebih memilih

memasak ayam, telur, & juga tempe karena lebih mudah untuk dimasak

3. MENYAJIKAN IKAN

• Masakan tidak enak, sehingga tidak disukai oleh anak & keluarga • Merasa sulit untuk

memasak, sehingga malas untuk

menyajikan

• Malas jika ditolak mentah-mentah, sudah masak ikan namun ditolak oleh keluarga

• Ikan memiliki duri dan menghambat anak untuk makan

(16)

GEMARIKAN

MEMASYARAKATKAN

MAKAN IKAN (GEMARIKAN)

(17)

Berpenghasilan Menengah-TinggiTransformasi struktural berjalan.

Produktivitas tenaga kerja meningkat.

Iklim investasi kondusif.

GNI per kapita USD 3.896 – USD 12.055.

Sejahtera

Kualitas hidup meningkat.

Perilaku disiplin dan beradab.

SDM berkualitas dan berdaya saing.

Indeks kebahagiaan meningkat.

Adil

Ketimpangan menurun.

Redistribusi berjalan baik.

Berkesinambungan

Memperhatikan daya dukung dan daya tampung (Low Carbon Development).

Selaras dengan agenda pembangunan global dan nasional.

“Indonesia Berpenghasilan Menengah-Tinggi yang Sejahtera,

Adil dan Berkesinambungan”

Tema Rancangan Teknokratik RRPJMN 2020-2024

(18)

Kerangka Pembangunan Rancangan Teknokratis RPJMN 2020-2024

Mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetititf di berbagai wilayah

yang didukung oleh SDM berkualitas dan berdaya saing Berdaulat, Maju, Adil Dan Makmur

VISI 2045

Development Constraints : Kondisi Pembiayaan Kondisi Sumber Daya Alam

2020-2024

Indonesia Berpenghasilan Menengah-Tinggi yang Sejahtera, Adil, dan Berkesinambungan

TEMA

PENGARUSUTAMAAN

Kaidah Pembangunan : Membangun Kemandirian Menjamin Keadilan Menjaga Keberlanjutan

Kerentanan Bencana dan Perubahan Iklim Tata Kelola (Governance) Kesetaraan

Gender Modal Sosial Budaya

18 Pariwisata, Ekonomi Kreatif

dan Digital FOKUS PEMBANGUNAN MANUSIA FOKUS PEMBANGUNAN KEWILAYAHAN FOKUS PEMBANGUNAN EKONOMI

Pelayanan Dasar dan Perlindungan Sosial Pangan Sentra-Sentra Pertumbuhan SDM Berkualitas dan Berdaya Saing FOKUS PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR Transportasi Telekomunikasi

Hukum dan Regulasi Pertahanan dan Keamanan

Politik 1 2 1 Energi 2 3 Industri Manufaktur 4 Komoditas Unggulan Daerah Pertumbuhan Perkotaan 1 2 3 1 2 1 2 3

Kelautan dan Kemaritiman 5

Sumber Daya Air 3

Perumahan dan Pemukiman 4

FOKUS PEMBANGUNAN POLITIK, HUKUM, PERTAHANAN & KEAMANAN

Pembangunan Karakter Bangsa

3

Pembangunan Berbasis Teknologi Digital

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

(19)

Arah Kebijakan Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan

KONDISI SAAT INI ISU STRATEGIS ARAH KEBIJAKAN

02

01 Ekspor Perikanan sebesar USD 4,86 Milyar di tahun 2018*, target 2019 sebesar USD 5,5 Milyar

Mahalnya Biaya Logistik & masih minimnya penanganan

Ikan

Rendahnya daya saing produk Olahan Perikana Skala UMKM

Ancaman gizi buruk (stunting)

Masih terbatasnya akses permodalan 01 02 03 04 05 . 06 Belum terfasilitasinya kebutuhan Inovasi Produk oleh peneliti dan perekayasa

03

Angka Konsumsi Ikan tahun 2018 50,69 Kg/Kap/Tahun dengan target 2019 sebesar 54,49 kg/kap/tahun setara ikan utuh segar

Nilai Investasi sektor KP sebesar Rp. 3,78 Triliyun** di tahun 2018 dengan target 2019 sebesar Rp. 6,69 triliyun

Volume produk olahan 6,5 Juta Ton di tahun 2018 dengan target 2019 sebesar 6,8 Juta ton

04

Peningkatan Ekspor Perikanan (Komoditas Unggulan)

Peningkatan Konsumsi Ikan Masyarakat untuk mengatasi gizi buruk (stunting)

Penguatan konektivitas (Sistem Logistik lkan Nasional)

Peningkatan minat investasi dengan menciptakan Iklim Usaha KP yang kompetitif bagi investor

Penyediaan sarpras rantai dingin dan gudang

pembekuan untuk mengatasi losses selama penangan

Diversifikasi Produk olahan yang marketable baik dipasar domestic maupun internasional

Implementasi Sistem Telusur Logistik Ikan Nasional

Penerapan sistem pengolahan Nirlimbah pada UMKM Pengolahan (zero waste)

Melanjutkan outcome (manfaat) Sentra kelautan dan Perikanan

Pengembangan SDM, Kapasitas Kelembagaan, dan Adaptasi terhadap Bencana

Potensi pasar global (captive)

(20)

Target Konsumsi Ikan Nasional

(Kg/Kapita setara ikan utuh segar)

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

(21)

“Upaya mendorong peningkatan konsumsi ikan nasional

melalui peningkatan kesadaran gizi individu dan kelompok

masyarakat”

1983 - 2002

GEMA INSANI

GENAPKAN

GEMARI

2004 GERAKAN NASIONAL

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA IBU MEGAWATI SOEKARNO PUTRI

2014- Sekarang 2010-2013

(22)

1 Pameran-pameran di dalam negeri 2 Bazar perikanan

3 Safari Gemarikan

4 Pemberian paket Gemarikan

5 Lomba inovasi menu masakan ikan

6 Lomba masak serba ikan tingkat Nasional 7 Festival perikanan nusantara

8

9 Pameran produk perikanan unggulan nasionalMedia cetak, elektronik dan sosial

Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan

Tujuan :

Membangun kesadaran gizi individu dan kolektif

masyarakat agar gemar mengkonsumsi ikan melalui : 1. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang

kandungan gizi & manfaat ikan;

2. Menumbuhkan kreativitas dalam mengolah ikan untuk konsumsi & usaha kuliner sebagai sumber pendapatan keluarga

3. Mendorong budaya makan & kuliner di masyarakat

Target Konsumsi Ikan Nasional :

Tahun 2020 : 56,39 kg/kapita (setara utuh ikan utuh segar)

Kegiatan Promosi dan Kampanye Melalui :

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

(23)

GEMARIKAN DALAM RANGKA

PENANGANAN COVID-19 DAN

STUNTING

(24)

Ikan Untuk Kesehatan dan Tingkatkan Imunitas Tubuh

❑ Ikan memiliki peran penting & strategis dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat (beberapa jenis ikan masuk dalam Barang Kebutuhan Pokok dalam Perpres 59/2020);

❑ Ikan memiliki keunggulan, antara lain sebagai sumber Protein, Omega-3, vitamin dan mineral yang dapat mendukung pemenuhan gizi dan imunitas masyarakat terdampak bencana (termasuk pandemi COVID-19);

❑ Pemanfaatan ikan/produk perikanan yang dihasilkan masyarakat membantu mengurangi dampak COVID-19 terhadap sosio-ekonomi keluarga dan masyarakat nelayan, pembudidaya, pengolah & pemasar hasil perikanan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

(25)

Memasukkan ikan segar & olahan ikan) dalam program perlindungan sosial masyarakat di pusat &

daerah

Penguatan Posisi dan Peran Ikan

Bantuan kepada Tenaga Medis & Pekerja Harian (Ojol & Supir Taksi)

Bantuan Ikan kepada Masyarakat & Dapur Umum PSBB

(26)

TUJUAN :

1. Membangun solidaritas sosial

2. Meningkatkan imuninitas melalui konsumsi ikan 3. Menyerap produksi ikan

Ayo Makan Ikan – Lawan COVID-19

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

(27)

27

POLA ASUH

POLA MAKAN

AIR BERSIH SANITASI

KOMPONEN PENANGGULANGAN STUNTING

Peran Ikan dalam Penanggulangan Stunting

IKAN SEBAGAI SUMBER PANGAN DAN GIZI

1. Kandungan Omega 3 tinggi untuk perkembangan mata, otak, & jaringan syaraf,

2. Komposisi asam amino lengkap, sehingga mudah dicerna & diserap tubuh,

(28)

Gemarikan - Intervensi Sensitif Pencegahan Stunting

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

KAMPANYE GEMARIKAN

❑ Penyebarluasan informasi mengenai kandungan gizi danmanfaat makan ikan ❑ Pemberian asupan protein ikan

❑ Pemberdayaan perempuan dalam penyediaan menu makanan dari bahan baku ikan

KELOMPOK TARGET

Peningkatan kesadaran,& praktik pengasuhan & gizi ibu & anak

Ibu Hamil Ibu Menyusui & Baduta Balita

DUKUNGAN INSTANSI LAIN:

1. Forikan Pusat, Provinsi & Kabupaten

2. TP PKK Pusat, Provinsi & Kabupaten

3. Posyandu

4. UMKM sektor KP

5. Mitra Gemarikan Lainnya

DUKUNGAN INSTANSI PEMERINTAH:

1. Kepala Daerah

2. Dinas KP Provinsi & Kabupaten 3. SKPD Provinsi & Kabupaten 4. Puskesmas 5. Instansi Pemerintah Lainnya

(29)

Gemarikan Mendukung Program Penanganan Stunting

Target

34

Kab/Kota Stunting

Capaian

81

Kab/Kota Stunting

NO PROVINSI NO KAB/KOTA KEG NO PROVINSI NO KAB/KOTA KEG NO PROVINSI NO KAB/KOTA KEG NO PROVINSI NO KAB/KOTA KEG

1 Aceh 1 Kab. Aceh Tengah 1 22 Kota Bogor 2 43 Kab. Malang 2 14 NTT 64 Kab. Belu 1

2 Kab. Aceh Utara 2 6 Jawa Tengah 23 Kab. Banjarnegara 1 44 Kab. Nganjuk 1 65 Kab. Manggarai Barat 1

3 Kab. Bireun 1 24 Kab. Banyumas 1 45 Kab. Ponorogo 1 66 Kab. Ngada 1

2 Bali 4 Kab. Badung 1 25 Kab. Karanganyar 1 46 Kab. Probolinggo 1 67 Kab. Sumba Timur 1

5 Kab. Buleleng 1 26 Kab. Kebumen 1 47 Kab. Sampang 2 68 Kab. Timor Tengah Selatan 1

6 Kab. Gianyar 1 27 Kab. Klaten 1 48 Kab. Tuban 1 69 Kab. Timor Tengah Utara 1

3 Banten 7 Kota Serang 1 28 Kab. Magelang 1 49 Kota Blitar 1 15 Papua 70 Kab. Boven Digoel 1

4 DKI Jakarta 8 Kota Jakarta Timur 1 29 Kab. Pati 1 50 Kota Kediri 1 71 Kab. Merauke 1

5 Jawa Barat 9 Kab. Bandung 1 30 Kab. Purbalingga 1 8 Kalimantan Barat 51 Kab. Ketapang 1 16 Riau 72 Kab. Siak 1

10 Kab. Bandung Barat 1 31 Kab. Rembang 1 52 Kab. Landak 1 73 Kota Pekanbaru 1

11 Kab. Bogor 2 32 Kab. Sragen 1 53 Kab. Sambas 1 17 Sulawesi Barat 74 Kab. Majene 1

12 Kab. Cianjur 2 33 Kab. Temanggung 1 54 Kab. Sintang 2 75 Kab. Mamuju 3

13 Kab. Cirebon 2 34 Kab. Wonogiri 1 9 Kalimantan Tengah 55 Kab. Kota Waringin Timur 1 18 Sulawesi Selatan 76 Kab. Bone 2

14 Kab. Garut 3 35 Kab. Wonosobo 1 10 Kalimantan Timur 56 Kota Balikpapan 1 77 Kab. Gowa 1

15 Kab. Indramayu 1 36 Kota Sragen 1 57 Kota Samarinda 1 78 Kab. Maros 1

16 Kab. Karawang 1 7 Jawa Timur 37 Kab. Banyuwangi 2 11 Lampung 58 Kab. Lampung Selatan 1 19 Sulawesi Tenggara 79 Kab. Konawe 1

17 Kab. Kuningan 1 38 Kab. Bojonegoro 1 12 Maluku 59 Kab. Maluku Tengah 1 20 Sumatera Barat 80 Kab. Solok 1

18 Kab. Majalengka 1 39 Kab. Jember 2 60 Kota Ambon 1 21 Sumatera Selatan 81 Kab. Musi Banyuasin 3

19 Kab. Purwakarta 1 40 Kab. Jombang 2 13 NTB 61 Kab. Bima 1

JUMLAH 103

20 Kab. Sukabumi 1 41 Kab. Madiun 2 62 Kab. Sumbawa 4

21 Kab. Sumedang 1 42 Kab. Magetan 1 63 Kab. Sumbawa Barat 1

Catatan: Total kegiatan Gemarikan telah dilaksanakan di 21 Provinsi 93 Kabupaten/Kota di 169 Lokasi Kegiatan

(dalam rangka mendukung program penanganan stunting/ membantu penanganan dampak COVID-19/membantu korban bencana alam, serta promosi dan edukasi lainnya)

53.600 paket Gemarikan

(ikan hidup/segar/beku/olahan dari UMKM di lokasi/sekitar lokasi kegiatan)

17.000 paket Gemarikan

(30)

Peringatan Hari Ikan Nasional ke-7

Puncak 26 November 2020 :

1. Makan Ikan Bersama di 34 provinsi;

2. Pamer produk perikanan unggulan daerah; 3. Launching Aplikasi Gemarikan;

4. Masak Ikan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan;

5. Talkshow “Ikan untuk Indonesia Maju”; 6. Konser Ikan.

Webinar Series

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

(31)

Referensi

Dokumen terkait

Bila dibandingkan dengan kondisi saat puncak krisis ekonomi tahun 1999 yang prevalensinya adalah 18.9% (sekitar 38.6 juta jiwa), maka baik prevalensi maupun jumlah