A. Analisis Hasil Penelitian 1. Statistik Deskriptif
Objek dalam penelitian ini adalah Corporate Social Responsibility (CSR) Return on Equity (ROE) terhadap Nilai Perusahaan di seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2011-2014
Tabel 4.1
Hasil Statistik Deskriptif
N Minimu
m Maximum Mean Srd Deviatio
n CSR ROE Tobin’s Q 40 40 40 ,34 ,005 ,8666 ,83 ,033 1,2483 ,6242 ,017 1,060865 ,12329 007 ,0854426 Sumber ; output SPSS 22
Dari hasil pengolahan data yang telah dilakukan dengan menggunakan SPSS 22, telah menunjukkan bahwa dari 40 sampel yang ada bisa kita ketahui dalam objek penelitian ini Corporate Social Responsibility ( CSR ) , Return on Equity ( roe ) pada Niali Perusahaan di seluruh perusahaan yang terdaftar nilai minimum dari keseluruhan bisa diketahui
Corporate Social Responsibility (CSR) mempunyai nilai minimu 034 persen yang dimiliki oleh Pt. Bank Nusantara Parahyangan, Tbk pada tahun 2011, sedangkan nilai maximum sebesar 0,83 persen yang dimiliki oleh Pt. Bank nasional Indonesia, Tbk. Pada tahun 2014, nilai rata-rata corporate
social responsibility (CSR ) sebesar 0,6242 persen , dengan standard deviasi 012329 persen.
Return on Equity (ROE) mempunyai nilai minimum 0,005 yang dimiliki oleh Pt. Bank OCBC NISP Tbk pada tahun 2011. Sementara nilai maximum 0,333 yang dimiliki oleh Pt. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. Pada tahun 2012, rata-rata nilai ROE adalah 0,017 dengan standadr deviasi sebesar 0,007. Nilai Perusahaan ( tobin’s Q) mempunyai nilai minimum 0,8666 yang dimiliki oleh Pt. Bank Nusantara Parahyangan, Tbk pada tahun 2013 , sementara nilai maximumnya sebesara 1,2483 yang dimiliki oleh Pt. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. Pada tahun 2011 rata-rata nilai Tobin’s Q sebesar 1060865 dengan standard deviai sebesar 0,0854426.
2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Penguian Normalitas dilakukan untuk memenuhi asumsi regresi yang mesyaratkan data harus berdistribusi normal, apabila model regresi tidak berdistribusi normal maka kesimpulan dari uji T masih meragukan. Karena uji T diturunkan dari distribusi normal. Pada penelitian ini ui normalitas dilakukan dengan menggunakan ui kolmograv-smirnov. Dengan menggunakan SPSS 22 diperoleh hasil uji normalitas sebagai berikut :
Tabel 4.2
Unstandardized Residual N
Normal Parameters Mean
Standard Deviation MostExtremeDifferents Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z
Asymp Sig (2-tailed)
40 ,000000 ,04995738 078 ,077 ,078 ,490 ,970
Berdasarakan tabel 4.2 terlihat bahwa nilai asymptotic significance yang diperoleh pada uji Kolmogorov-Smirrnov sebesar 0,970 diatas tingkat signfikan 0,05 (5%) maka dapat diartikan bahwa niali residual terdistribusi normal dengan demikian persamaan regresi yang diperoleh memenuhi asumsi normalitas dan dapat digunakan untuk mengambil keputusan.
b. Uji Multikolineritas
Uji Multikolineritas ini bertujuan untuk menguji keberadaan hubungan yang kuat antarvariabel independen. Adanya hubungan yang kuat antarvaribel independen dalam sebuah model peenlitian dapat menyebabkan koefisien estimasi tidak akurat untuk menjawab hipotess. Berikut ini ialah hasil pengujian multikorinralitas dengan menggunakan nilai VIF ( varian inflation factor )
Tabel 4.3
Hasil Uji Multikorenaritas
Variabel Independesi Tolerance VIF
Corporate Social Responsibility
Return On Equity ,788 ,410 1,269 2,442
Sumber : Output SPSS 22
Berdasarkan tabel 4.3 Nilai VIF pada variabel Independen perusahaan sampel tidak ada yang melebihi nilai 10 dan Tolerance Value lebih dari sama dengan 0,10. Dengan demikian variabel dalam penelitian ini tidak bermultikoloneritas.
c. Uji Autokorelasi
Uji Autokorelasi ini dilakukan untuk mengetahui apakah model regresi memiliki korelasi antara kesalahan pada asaaat ini (t) dengan kesalahan pada periode sebelumnya (t-1). Model yang baik adalah yang tidak memiliki autokorelai, dan untuk mengetahui ada atau tidaknya autokorelasi maka akan digunakan uji Durbin-Watsin
Tabel 4.4 Hasil Uji Autokorelasi
Model R R Square Adusted R
Square Std Error of the Estimate Durbin-Watson 1 ,811 ,658 ,596 ,05431 1,529 Sumber : SPSS 22
Pada tabel 4.4 menunjukkan hasil pengujian yang dilakukan dengan Durbin-Watson menunjukkan nilai sebesar 1,529, nilai ini akan dibandingkan dengan nilai tabel dengan menggunakan niali signifikasi 0,05 jumlah sampel 40
(n) dan jumlah variabel independen. Dari tabel 4.4 diatas maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat autokorelasi.
d. Uji Heteroskedastisitas
Uji heterokedastisitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah didalam model regresi teradi ketidaksamaaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain (Ghozali 2007). Jika di dalam penegamatan yang lainnya tetap maka terjadi homoedastisitas, sedangkan ika berbeda maka terjadi heteroskedisitas. Model regresi yang baik adalah model yang tidak terjadi heteroskedasistas.
3. Uji Kesesuaian Model a. Koefisien Determinasi
b. Koefisien Determinasi merupakan kuadrat dari koefieisn korelasi atau disebut uga sebagai R-Square. Koefisien Determinasi berfungsi untuk melihat berapa besar pengaruh yang diberikan oleh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Nilai koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel berikut
Tabel 4.5 Hasil Uji R
Model R R Square Adusted R
Square
Std Error of the Estimate
1 ,811 ,658 ,596 ,05431
Nilai adjusted R2 untuk penelitian ini adalah 59,60%. Hasil ini menunukkan bahwa 59,60% variasi pada variabel dependen yaitu Nilai Perusahaan dapat dijeloaskan oleh variabel-variabel independen yaitu Corporate social Responsibilty dan Return on equity. Dengan demikian sebesar 40,40% variasi pada Niali Perusahaan dijelaskan oleh variabel lain yang tidak deiidentifikasi dalam penelitian ini.
B. Uji Hipotesis a. Uji F
Ui Statistik F digunakan untuk menguji apakah semua variabel independen yang dimaksudkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-samaan terhadap variabel dependen. Hasil U i F dapat dilihat dalam tabel ANOVA. Jika nilai sig lebih kecil sama dengan 0,05 maka terdapat satu atau lebih variabel independenden yang mempengaruhi variabel dependen.
Tabel 4.6 Hasil Uji F
Model Sum of Squares Df Mean
squares F Sig Regression Residual Total ,187 ,097 ,285 6 33 ]39 ,031 ,003 10,588 ,000 Sumber SPSS 22
Dalam Tabel 4.6 diatas menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 10,588 dengan p-value 0,000. Karena p-value lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa model regresi berganda baik. Variabel independependen yang terdiri dari CSR dan Return on Equitydapat digunakan untuk mepredixi variabel dependen yaitu Nilai Perusahaan. Dengan F hitung hanya sebesar 10,588 maka pengaruh variabel independen terhadap nilai perusahaaan secara individu tidak terlalu kuat. Hal tersebut akan dibuktikan pada uji hipotesis berikutnya yakni uji t
b. Uji t
Uji t dilakukan untuk mengetahui signifikasi variabel independen secara individual terhadap variabel dependen dengan mengasumsikan variabel independenyang lain bersifat konstan jika nilai signifikan lebih besar dari tingkat signifikasi maka variabel independen tersebut tidak berpengaruh signifikasi terhadap variabel dependen.
Tabel 4.6 Hasil Uji t Model BN(Unstandardized Coefisien) Std Error (Unstandardized Coefisien) Beta (Standardized Coefisien) T Sig CSR ROE ,077 7,319 ,079 1,795 ,111 ,649 ,969 4,078 ,339 ,000 Sumber SPSS 22
Berdasarkan hasil penguian hipotesis menunukkan bahwa variabel CSR tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen nilai perusahaan. Hal ini terlihat dari nilai signifikasi sebesar 0,339 yang lebih besar dari signifikasi 0,05. Hasil pengujian ini menunujukkan bahwa H1 ditolak yang mana CSR tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menunukkan bahwa variabel Return on equity berpengaruh signifikasi terhadap variabel dependen nilai perusahaan. Hal ini terlihat dari nilai signifikasi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari signuifiaksi 0,05. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa H2 diterima yang mana Return On Equity berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
C. Analisa Regresi Linear Berganda
Analisa regresi linear berganda ini digunakan untuk mengetahui bagaimana arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Hal analisis regresi berupa koefisiensi untuk masing-masing variabel independen dari tabel 4,6 diatas dapat disimpulkan bahwa persamaan regresinya adalah sebagai berikut :
Y=a+bX1+bX2 dst
Dari persamaan diatas dapat diartikan bahwa :
Nilai Koefisien CSR bernilai positif sebesar 0,77% menggambarkan bahwa setiap peningkatan nilai CSR akan menaikkan nilai Tobin’Sq SEBESAR 0,77%
2) Nilai Koefisien ROE bernilai positif sebesar 7,319 Nilai Koefisien ROE bernilai positif sebesar 7,319%
Menggambarkan bahwa setiap peningkatan nilai IK akan menaikan nilai tobin’s Q sebesar 7,319%
Secara keseluruhan hasil hipotesis adalah sebagai berikut: Tabel 4.8
Kode Hipotesis Nilai Kesimpulan
H1 CSR signifikan terhadap NP 0,969 H1 ditolak
H2 ROE berpengaruh terhadap NP 4,078 H2 ditolak