Vol. 10, No. 1, 2010
CORRESPONDENCE ANALYSIS ON PUBLIC SERVICE
IN SABANG TOURISM AREA
Abstract. This research is proposed to identify the most visited tourism sites in
there is any different perceptions of the tourist and the public service providers, in this case, accommodation providers and sellers, towards the services (facilities, publication, sanitation, beauty, hospitality, transportation, and pri
other and the attributes (sanitation, hospitality, beauty, transportation, publication, facilities, and prices). The research is conducted in 20 tourism areas in Sabang and results in the fact that Ga Beach, Tugu KM 0, and Iboih Beach are the most visited tourism places in Sabang. Another fact says that the main activities performed by most of the tourists are, respectively, going to the beach, snorkeling, visiting historical sites, fishing, and sh
tourists and the accommodation providers are in the same perception regarding location services, hospitality, water supply, and facilities, with 0.920, 0.247, 0.667, 0.163, as the Asymp Sig Value. Last, the tourists have similar perception as the sellers do in terms of location services and bargaining attitudes, with Asymp Sig Value of 0.526 and 0.164. The correspondence analysis shows that the majority of the tourism sites have been in good level in terms of pub
sanitation, and hospitality.
Keywords : deskriptif, skala likert analysis.
I. PENDAHULUAN
Salah satu sektor strategis pembangunan yang mampu menunjukkan kinerjanya sebagai sektor prospektif dan handal dalam menopang pembangunan perekonomian termasuk penang gulangan kemiskinan adalah sektor pariwisata. Bila dikembangkan secara terpadu, sektor pariwisata akan melebihi sektor migas serta industri lainnya. Industri pariwisata akan berfungsi sebagai katalisator pembangunan sekaligus akan mempercepat proses pembangunan itu sendiri, antara lain akan berperan dalam peningkatan perolehan devisa, memperluas dan mempercepat proses kesempatan berusaha, memperluas kesempatan kerja, memepercepat pemera pendapatan, meningkatkan penerimaan pajak Negara, memperkuat posisi neraca pembayaran, mendorong pertumbuhan pembangunan wilayah yang memiliki potensi alam yang terbatas. (Yoeti, 2008).
Pariwisata di kawasan kota Sabang mempunyai potensi besar dalam rangka meningkatkan
CORRESPONDENCE ANALYSIS ON PUBLIC SERVICE
IN SABANG TOURISM AREA
Evi Ramadhani, Asep Rusyana
Jurusan Matematika
FMIPA Universitas Syiah Kuala
Darussalam - Banda Aceh
research is proposed to identify the most visited tourism sites in Sabang, to see if there is any different perceptions of the tourist and the public service providers, in this case, accommodation providers and sellers, towards the services (facilities, publication, sanitation, beauty, hospitality, transportation, and prices), and to study how the tourism sites relate to each other and the attributes (sanitation, hospitality, beauty, transportation, publication, facilities, and prices). The research is conducted in 20 tourism areas in Sabang and results in the fact that Ga Beach, Tugu KM 0, and Iboih Beach are the most visited tourism places in Sabang. Another fact says that the main activities performed by most of the tourists are, respectively, going to the beach, snorkeling, visiting historical sites, fishing, and shopping. The research also finds out that the tourists and the accommodation providers are in the same perception regarding location services, hospitality, water supply, and facilities, with 0.920, 0.247, 0.667, 0.163, as the Asymp Sig Value. ists have similar perception as the sellers do in terms of location services and bargaining attitudes, with Asymp Sig Value of 0.526 and 0.164. The correspondence analysis shows that the majority of the tourism sites have been in good level in terms of publication, beauty, sanitation, and hospitality.
deskriptif, skala likert scale, Mann Whitney test, and Correspondence
Salah satu sektor strategis pembangunan yang mampu menunjukkan kinerjanya sebagai sektor tif dan handal dalam menopang pembangunan perekonomian termasuk penang-gulangan kemiskinan adalah sektor pariwisata. Bila dikembangkan secara terpadu, sektor pariwisata akan melebihi sektor migas serta industri lainnya. Industri pariwisata akan berfungsi sebagai katalisator pembangunan sekaligus akan mempercepat proses pembangunan itu sendiri, antara lain akan berperan dalam peningkatan perolehan devisa, memperluas dan mempercepat proses kesempatan berusaha, memperluas kesempatan kerja, memepercepat pemerataan pendapatan, meningkatkan penerimaan pajak Negara, memperkuat posisi neraca pembayaran, mendorong pertumbuhan pembangunan wilayah yang memiliki potensi alam yang terbatas. (Yoeti,
Pariwisata di kawasan kota Sabang mempunyai rangka meningkatkan
pendapatan daerah dan peluang investasi yang besar untuk kemajuan daerah. Akan tetapi jika tidak didukung dan diiringi dengan pelayan yang maksimal maka sulit bagi kota Sabang ini untuk merebut hati wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk berkunjung. Apakah sektor pariwisata di kota Sabang Prov Aceh sudah menjalankan peranannya dengan baik dalam Pelayanan Publik, menarik untuk dikaji lebih lanjut. Untuk itu akan dilakukan penelitian untuk melihat tingkat kepuasan wisatawan terhadap pelayanan publik di kota Sabang.
Tujuan Penelitian :
1. Menentukan lokasi wisata yang paling banyak diminati oleh pngunjung.
2. Mengidentifikasi hubungan antar objek wisata dan juga atributnya (kebersihan, keramahan, keindahan, transportasi, publikasi, fasilitas dan biaya).
3. Mengidentifikasi perbedaan persepsi antara wisatawan dan pengelola atau
CORRESPONDENCE ANALYSIS ON PUBLIC SERVICE
Sabang, to see if there is any different perceptions of the tourist and the public service providers, in this case, accommodation providers and sellers, towards the services (facilities, publication, sanitation, ces), and to study how the tourism sites relate to each other and the attributes (sanitation, hospitality, beauty, transportation, publication, facilities, and prices). The research is conducted in 20 tourism areas in Sabang and results in the fact that Gapang Beach, Tugu KM 0, and Iboih Beach are the most visited tourism places in Sabang. Another fact says that the main activities performed by most of the tourists are, respectively, going to the beach, opping. The research also finds out that the tourists and the accommodation providers are in the same perception regarding location services, hospitality, water supply, and facilities, with 0.920, 0.247, 0.667, 0.163, as the Asymp Sig Value. ists have similar perception as the sellers do in terms of location services and bargaining attitudes, with Asymp Sig Value of 0.526 and 0.164. The correspondence analysis lication, beauty,
scale, Mann Whitney test, and Correspondence
pendapatan daerah dan peluang investasi yang besar untuk kemajuan daerah. Akan tetapi jika tidak didukung dan diiringi dengan pelayan yang maksimal maka sulit bagi kota Sabang ini untuk merebut hati wisatawan baik gara untuk berkunjung. Apakah sektor pariwisata di kota Sabang Prov Aceh sudah menjalankan peranannya dengan baik dalam Pelayanan Publik, menarik untuk dikaji lebih lanjut. Untuk itu akan dilakukan penelitian untuk melihat tingkat kepuasan dap pelayanan publik di kota
Menentukan lokasi wisata yang paling banyak diminati oleh pngunjung.
Mengidentifikasi hubungan antar objek wisata dan juga atributnya (kebersihan, keramahan, keindahan, transportasi,
litas dan biaya).
Mengidentifikasi perbedaan persepsi antara wisatawan dan pengelola atau
Correspondence Analysis on Public Service in Sabang Tourism Area (Evi Ramadhani, Asep Rusyana)
_______________________________________________________________________________________________________
37 pemilik hotel terhadap pelayanan (lokasi, keramahan, ketersediaan listrik, persediaan air, fasilitas dan kebersihan).
4. Membandingkan persepsi wisatawan dan pedagang terhadap lokasi, keramahan dan kesamaan harga).
II. METODOLOGI
Lokasi PenelitianLokasi penelitian dilakukan di Kota Sabang, tepatnya di 20 lokasi wisata Kota Sabang, yaitu pasir putih, teupin sirkui, danau aneuk laot, pantai kasih, teluk sabang, air terjun, air panas keuneukai, tugu kilometer nol, balohan, pantai reuteuk, pantai arun, pantai anoi itam, pantai paradiso, pantai sumur tiga, pulau rubiah, lueng angina, pantai iboih, teupin layee, pantai pria laot dan pantai gapang.
Data dan Teknik Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini umumnya bersifat kuantitatif. Sumber data yang diambil adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer diperoleh langsung dari lapangan melalui wawancara dan juga menggunakan kuesioner; sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari instansi pemerintah, media, dan juga hasil penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah quota sampling, yaitu memilih sebanyak 5 responden untuk setiap tempat wisata yang sering dikunjungi oleh wisataan.
Responden terdiri dari tiga kelompok. Kelompok pertama terdiri dari wisatawan lokal sebanyak 100 orang, kelompok kedua terdiri dari pedagang souvenir sebanyak 7 orang dan kelompok ketiga terdiri dari pemilik pengelola penginapan/hotel /bungalow sebanyak 18 orang.
Metode Penelitian 1. Statistika Deskriptif
Analisis ini digunakan untuk melihat karakteristik responden diantaranya jenis kelamin, jenis pekerjaan wisatawan, pendapatan wisatawan,
tujuan utama wisatawan mengunjungi kota Sabang, prioritas utama yang dikunjungi di kota Sabang , sumber informasi Kota sabang. 2. Uji mann Whitney
Uji ini digunakan untuk membandingkan pendapat penerima layanan (masyarakat /wisatawan) dengan pemberi layanan (pemilik hotel atau penginapan dan pedagang).
3. Analisis Korespondensi
Analisis korespondensi adalah sebuah teknik peubah ganda secara grafik yang digunakan untuk eksplorasi data dari sebuah tabel kontingensi. Memproyeksikan baris-baris dan kolom-kolom dari matriks data sebagai titik-titik ke dalam sebuah grafik dalam sebuah jarak Euclid. Mereduksi jumlah kategori dalam peubah, kategori-kategori yang mirip digabungkan dalam satu kategori. Menggambarkan hubungan antara dua atau lebih gugus peubah.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Keadaan Responden Wisatawan Responden dari wisatawan sebanyak 100 orang. Laki-laki sebanyak 53 persen dan perempuan sebanyak 47 persen. Perbandingan banyaknya wisatawan laki-laki dan perempuan tidak jauh berbeda supaya hasil penelitian dapat berlaku untuk jenis kelamin laki-laki atau perempuan.Jenis pekerjaan dan pendidikan terakhir wisatawan adalah berbeda-beda (Tabel 1). Dari jenis pekerjaan, mahasiswa adalah yang paling banyak berkunjung yaitu 33 persen, selanjutnya wiraswasta sebanyak 20 persen, responden yang bekerja di sektor swasta sebanyak 13 persen, PNS 12 persen, dan ibu rumah tangga sebanyak 9 persen sisanya berasal dari jenis pekerjaan lainnya. Dari pendidikan terakhir responden, responden yang paling banyak berkunjung adalah SMA, dan S1 masing-masing 57persen , dan 25 persen.
Tabel 1. Jenis Pekerjaan Wisatawan Pendidikan
Terakhir Wisatawan
Jenis Pekerjaan Wisatawan
Total Mahasiswa IRT PNS Wiraswasta Swasta Lainnya
SMP n 0 2 0 1 1 0 4
% .0% 2.0% .0% 1.0% 1.0% .0% 4.0%
SMA n 25 4 4 10 7 7 57
% 25.0% 4.0% 4.0% 10.0% 7.0% 7.0% 57.0%
% 2.0% S1 n % 1.0% S2 n % .0% Lainnya n % 5.0% Total n 33 % 33.0%
Pendapatan responden paling banyak adalah kurang dari Rp 1 juta dan paling sedikit Rp 3 juta s.d. 5 juta (Gambar 1). Pendapatan responden paling banyak adalah kurang dari 1 juta yaitu sebanyak 54 persen,
Responden datang ke Sabang mempunyai tujuan yang berbeda-beda yaitu kepentingan
pendidikan, tugas kerja, penelitian, dan lain Menurut Gambar 2, mayoritas responden datang untuk rekreasi yaitu 90 persen. Sedangkan responden sisanya sebanyak 10 persen datang ke tempat wisata sebagai kegiatan sampingan. Hal ini
Gambar 0 10 20 30 40 50 60 <= Rp. 1.000.000 P e rs e n a te se W is a ta w a n 1 2 Penelitian Tugas Kerja Rekreasi Pendidikan Lainnya T u ju a n D a ta n g 38 2.0% 2.0% 1.0% 1.0% .0% 1 1 6 8 4 1.0% 1.0% 6.0% 8.0% 4.0% 0 0 1 0 1 .0% .0% 1.0% .0% 1.0% 5 0 0 0 0 5.0% .0% .0% .0% .0% 33 9 12 20 13 33.0% 9.0% 12.0% 20.0% 13.0%
Pendapatan responden paling banyak adalah kurang dari Rp 1 juta dan paling sedikit Rp 3 juta s.d. 5 juta ). Pendapatan responden paling banyak dari 1 juta yaitu sebanyak 54 persen,
hal ini dapat disebabkan mayoritas wisatawan yang berkunjung ke Sabang adalah
Gambar 1. Diagram Pendapatan Wisatawan
Responden datang ke Sabang mempunyai tujuan beda yaitu kepentingan rekreasi, pendidikan, tugas kerja, penelitian, dan lain-lain. , mayoritas responden datang untuk rekreasi yaitu 90 persen. Sedangkan responden sisanya sebanyak 10 persen datang ke tempat wisata sebagai kegiatan sampingan. Hal ini
pada menunjukan bahwa Sabang sebagai kawasan wisata sudah diketahui oleh banyak responden.
Gambar 2. Tujuan utama Pendatang mengunjungi Sabang
<= Rp. 1.000.000 Rp 1.000.0001-Rp 2.000.000 Rp 2.000.001-Rp 3.000.000 Rp 3.000.001-Rp 5.000.000 > Rp 5.000.000 54 26 10 3
Pendapatan per Bulan
1 3 4 2 Total Wisatawan (%) 1.0% 7.0% 5 25 5.0% 25.0% 0 2 .0% 2.0% 0 5 .0% 5.0% 13 100 13.0% 100.0% hal ini dapat disebabkan mayoritas wisatawan yang berkunjung ke Sabang adalah mahasiswa.
unjukan bahwa Sabang sebagai kawasan wisata sudah diketahui oleh banyak responden.
> Rp 5.000.000 7
Correspondence Analysis on Public Service in Sabang Tourism Area (Evi Ramadhani, Asep Rusyana)
_______________________________________________________________________________________________________
39 Setiap responden memiliki prioritas tempat yang akan dikunjungi, lihat Gambar 3. Pantai Gapang, Tugu KM 0, dan pantai Iboih adalah prioritas utama tempat kunjungan. Pantai Gapang dipilih oleh 45 persen responden, tugu km dipilih oleh 17 persen, dan pantai Iboih dipilih oleh 15 persen. Prioritas tempat kunjungan kedua adalah pantai Gapang, Pantai Iboih, dan Pantai Sumur Tiga. Prioritas
tempat kunjungan ketiga adalah pantai Iboih, pantai Gapang, dan tugu KM 0. Hal ini menunjukan responden memiliki minat yang sangat tinggi pada daerah pantai Gapang, Tugu KM 0, dan pantai Iboih. Tiga daerah ini harus menjaga citranya sehingga wisatawan yang datang ke tempat tersebut tertarik untuk melanjutkan ke tempat wisata lainnya di Sabang.
Gambar 3. Tiga Prioritas Utama Tujuan Wisatawan Sumber informasi tentang Sabang
bermacam-macam sumbernya. Wisatawan memperoleh informasi berasal dari teman atau keluarga ada sebanyak 81 persen. Informasi berasal dari internet
adalah 15 persen. Selainnya informasi berasal dari pameran, media elektronik, media cetak, dan brosur.
Tabel 2. Asal Informasi Mengenai Kawasan Wisata di Sabang Asal Informasi mengenai Sabang Pameran Pariwisata Media Elektronika Media
Cetak Brosur Internet
Teman/ Keluarga Lainnya Tidak n 90 92 93 92 83 19 94 % 91.84 93.88 94.90 93.88 84.69 19.00 95.92 Ya n 8 6 5 6 15 81 4 % 8.16 6.12 5.10 6.12 15.31 81.00 4.08 Total n 98 98 98 98 98 100 98 % 100 100 100 100 100 100 100
2. Tingkat Kepuasan Wisatawan terhadap Penginapan
Hasil penelitian menunjukkan Responden wisatawan (penerima layanan) masih banyak yang belum puas terhadap penginapan di kawasan Sabang. Responden mempunyai penilaian ragu-ragu (R) dan tidak setuju
(TS) terhadap kemudahan memperoleh penginapan totalnya adalah 15 persen. Wisatawan mempunyai penilaian kurang terhadap keramahan pengelola hotel adalah 19 persen, dapat dilihat yang menjawab R dan TS masing-masing 16 persen dan 3 persen. Wisatawan mempunyai penilaian ketersediaan listrik kurang baik adalah
Pantai Gapang (45) Pantai Gapang (27) Pantai Gapang (14) Tugu KM 0 (17) Pantai Iboih (39) Tugu KM 0 (8) Pantai Iboih (15) Pantai Sumur Tiga (7) Pantai Iboih (15) 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 P ri o ri ta s1 P ri o ri ta s2 P ri o ri ta s3 Frekuensi Wisatawan P ri o ri ta s T e m p a t y a n g a k a n d ik u n ju n g i
40 18 persen. Wisatawan menganggap air belum lancar dan bersih adalah 35 persen. Wisatawan menganggap biaya kurang terjangkau adalah 22 persen. Wisatawan menganggap fasilitas di kamar kurang baik adalah 28 persen. Wisatawan menganggap kamar mandi penginapan sudah bersih dan terawat adalah 34 persen.
Tingkat kepuasan wisatawan yang rendah terhadap peubah-peubah masih diatas 15 persen. Hal ini berarti peubah-peubah masih harus ditingkatkan. Pihak terkait sebaiknya melakukan usaha-usaha untuk lebih mempermudah wisatawan dalam
memperoleh penginapan. Keramahan dari pelayan penginapan harus ditingkatkan. Ketersediaan listrik lebih ditingkatkan, listrik ini diusahakan cukup untuk penerangan dan sumber arus alat-alat elektronik. Air di penginapan diusahakan menjadi lebih lancar. Biaya penginapan supaya tidak mahal. Fasilitas kamar supaya disesuaikan dengan standar kamar. Kamar mand dipeihara kebersihannya.
Tabel 3. Tabel Frekuensi dan rata-rata jawaban responden wisatawan mengenai penginapan
No Pernyataan pada Kuesioner
Penilaian (%)
SS S R TS
Skor Rata-rata
1 Penginapan di kawasan Sabang mudah diperoleh 24 61 9 6 3.03
2 Pelayanan di penginapan sangat ramah 18 63 16 3 2.96
3 Ketersediaan listrik di tempat penginapan sudah
baik 14 68 14 4 2.92
4 Air di tempat penginapan lancar dan bersih 13 52 19 16 2.62
5 Biaya penginapan sangat terjangkau 9 69 15 7 2.8
6 Fasilitas di kamar hotel/ cottage/ bungalow Saudara sudah sesuai dengan standarisasi kamar yang
dipilih 10 62 21 7 2.75
7 Kamar mandi di tempat menginap Saudara bersih
dan terawat 14 52 17 17 2.63
Wisatawan dan pengelola penginapan memiliki persepsi yang tidak berbeda secara signifikan terhadap peubah lokasi, keramahan, air, dan fasilitas. Hasil uji pada Tabel 3 menunjukan Asymp. Sign. lebih besar dari 0.1 untuk keempat peubah diatas, artinya tidak ada perbedaan yang nyata antara wisatawan dan tempat penginapan terhadap lokasi, keramahan, air, dan fasilitas. Wisatawan memiliki nilai rata-rata 3.03, 2.96, 2.62, dan 2.75 masing-masing untuk lokasi, keramahan, air, dan fasilitas dapat dilihat pada Lampiran. Pengelola penginapan memiliki rata-rata 3.11, 3.17, 2.50, 3.00 (lihat Lampiran). Nilai rata-rata tingkat kepuasan wisatawan dan pengelola penginapan tidak berbeda secara nyata. Berdasakan nilai score 4 = sangat setuju, 3= setuju, 2 = ragu-ragu, dan 1 = tidak setuju, maka wisatawan dan pengelola penginapan menganggap lokasi penginapan, keramahan pelayanan, dan fasilitas kamar sudah baik; sedangkan air masih harus diperbaiki.
Wisatawan dan pengelola penginapan memiliki persepsi yang berbeda mengenai listrik, dan kebersihan. Rata-rata persepsi wisatawan untuk kelayakan listrik adalah 2.92 atau sudah baik;
sedangkan persepsi pengelola hotel untuk kelayakan listrik adalah 2.39 atau belum baik artinya wisatawan menganggap listrik sudah cukup sedangkan pengelola menganggap listrik belum cukup. Rata-rata persepsi wisatawan untuk kebersihan adalah 2.63, sedangkan rata-rata persepsi pengelola hotel adalah 3.06, hal ini menandakan pengelola hotel menganggap keadaan hotel sudah bersih sedangkan wisatawan menganggap kurang bersih.
Correspondence Analysis on Public Service in Sabang Tourism Area (Evi Ramadhani, Asep Rusyana)
_______________________________________________________________________________________________________
41
Tabel 5. Hasil Uji-Mann-Whitney untuk membandingkan Pendapat Wisatawan dan Penginapan Lokasi Ramah Listrik Air Fasilitas Bersih Mann-Whitney U 888.500 768.500 613.000 847.500 743.500 687.000 Wilcoxon W 5938.500 5818.500 784.000 1018.500 5793.500 5737.000
Z -.101 -1.157 -2.577 -.430 -1.396 -1.791
Asymp. Sig.
(2-tailed) .920 .247 .010 .667 .163 .073
Wisatawan menyatakan sebanyak 29 persen tamu yang menginap belum puas, lihat Gambar 9. Angka 29 persen belum puas bisa dilihat dari jawaban responden yang memilih R = ragu-ragu dan TP = tidak puas, memilih R sebanyak 20 persen dan TP sebanyak 9 persen. Hal ini menunjukan kualitas penginapan dan pelayanannya perlu ditingkatkan agar tingkat kepuasan menjadi 100 persen.
3. Tingkat Kepuasan Wisatawan terhadap Pedagang.
Ada wisatawan masih menganggap barang-barang/ souvenir tidak mudah dibeli, pedagang tidak ramah, barang-barang mahal, pedagang memberikan harga yang tidak sama terhadap pembeli. Wisatawan yang kurang puas memilih ragu-ragu (R) atau Tidak Setuju (TS). Pihak terkait harus meningkatkan hal-hal diatas agar memperkecil wisatawan yang tidak puas.
Tabel 6. Tabel frekuensi dan rata-rata jawaban responden wisatawan mengenai barang-barang No
Pernyataan pada Kuesioner SS S R TS
Rata-rata
1 Barang-barang yang pantas untuk oleh-oleh/
souvenir mudah di beli di kawasan Sabang 23 55 15 7 2.94
2 Para pedagang barang-barang/ souvenir di kawasan
Sabang ramah-ramah 29 56 10 5 3.09
3 Harga barang-barang/ souvenir di kawasan Sabang
sudah sesuai dengan barangnya ( tidak mahal ) 14 41 24 21 2.48
4 Pedagang menerapkan harga yang sama kepada
semua pembeli 11 31 45 13 2.4
5 Pedagang selalu melayani dengan ramah bila calon
pembeli menawar barang 23 65 10 2 3.09
Wisatawan dan pedagang memiliki persepsi yang sama terhadap lokasi dan pelayanan pedagang ketika ada tawaran dari pembeli. Kesamaan persepsi antara wisatawan dan pedagang bisa dilihat pada angka Asymp. Sign. yang lebih dari 0.1, sedangkan perbedaan persepsi sebaliknya (lihat Tabel 7). Wisatawan dan pedagang menganggap lokasi berjualan sudah strategis dan pedagang sudah melayani dengan baik ketika pembeli menawar barang dagangannya.
Wisatawan dan pedagang memiliki persepsi yang berbeda terhadap keramahan dan kesamaan harga (lihat Tabel 7). Rata-rata tingkat kepuasan wisatawan mengenai keramahan adalah 3,09;
sedangkan rata-rata pendapat pedagang mengenai keramahan adalah 3,57. Hal ini menunjukan, wisatawan menganggap pedagang sudah ramah; sedangkan pedagang menganggap mereka sudah sangat ramah. Rata-rata tingkat kepuasan wisatawan mengenai kesamaan harga adalah 2,40; sedangkan rata-rata pendapat pedagang mengenai kesamaan harga adalah 3,86. Hal ini menunjukan, wisatawan menganggap pedagang tidak memberikan harga yang sama kepada semua pembeli; sedangkan pedagang menganggap mereka sudah membelikan harga yang sama kepada semua pembeli.
42
Tabel 7.Hasil Uji-Mann-Whitney untuk Membandingkan Pendapat Wisatawan dan Pedagang
Lokasi Keramahan Kesamaan_Harga Ramah_Nawar
Mann-Whitney U 304.500 229.000 59.500 256.500
Wilcoxon W 332.500 5279.000 5109.500 5306.500
Z -.634 -1.702 -3.873 -1.391
Asymp. Sig. (2-tailed) .526 .089 .000 .164
4. Pendapat Pengelola Penginapan terhadap Penginapannya di Kota Sabang.
Secara umum penginapan memiliki letak yang strategis. Hanya 1 orang atau sebanyak 5,56 persen menyatakan ragu-ragu ( R ) terhadap lokasi penginapannya, lihat Tabel 8. Beberapa alasan yang dikemukakan adalah penginapan dekat dengan jalan raya, mudah dijangkau alat transportasi, dekat dengan pantai atau laut, pemandangan sekitar disekitar penginapan sangat indah, dan dekat pusat kota.
Secara umum pelayanan terhadap tamu dipenginapan sudah ramah. Hanya 1 orang atau 5,56 persen menyatakan ragu-ragu (R) terhadap keramahan ini. Alasan yang digunakan adalah pelayan penginapan sering menyapa tamu,
melayani dengan prima, tersenyum kepada tamu, memberikan fasilitas yang cukup, dan memberikan informasi mengenai keadaan sabang.
Pengelola masih ada yang menyatakan lingkungan penginapan belum bersih, listrik di penginapan belum memadai, dan air belum cukup memadai. Alasan lingkungan penginapan belum bersih adalah tidak ada perhatian dari pemko dan tidak terdapat tong sampah dilingkungan penginapan. Alasan listrik di penginapan belum memadai adalah hotel masih dalam perbaikan, hotel baru buka, sering mati lampu, dan genset kapasitasnya kecil. Alasan air penginapan belum memadai adalah air dibatasi tidak 24 jam, jika listrik mati maka air akan mati, kurang sejak bencana tsunami.
Tabel 8.Tabel frekuensi dan rata-rata jawaban responden pengelola/ pemilik penginapan mengenai usahanya
NO Pernyataan pada Kuesioner Penilaian Penilaian (%)
SS S R TS Rata-rata SS S R TS
1 Penginapan Saudara letaknya
strategis 3 14 1 0 3,11 16,67 77,78 5,56 0,00
2 Pengelola penginapan melayani
tamu dengan ramah 4 13 1 0 3,17 22,22 72,22 5,56 0,00 3 Lingkungan hotel sudah bersih 0 15 1 2 2,72 0,00 83,33 5,56 11,11 4 Listrik di penginapan Saudara
sudah memadai 0 11 3 4 2,39 0,00 61,11 16,67 22,22 5 Air pada penginapan Saudara
sudah memadai 1 11 2 4 2,5 5,56 61,11 11,11 22,22
6 Fasilitas di kamar sudah sesuai
dengan standar kelas kamar 1 16 1 0 3 5,56 88,89 5,56 0,00 7 Kamar mandi pada penginapan
Saudara sudah memadai 1 17 0 0 3,06 5,56 94,44 0,00 0,00
5. Pendapat Pedagang terhadap Usahanya di Kawasan Kota Sabang
Responden pedagang menganggap sudah melayani wisatawan dengan ramah, menerapkan harga yang sama, sudah menyediakan waktu untuk melayani pertanyaan wisatawan, dan tempat berjualan sudah
indah dan menarik. Hal ini dapat dilihat rata-rata penilaian lebih dari 3, lihat Tabel 9. Alasan sudah melayani wisatawan dengan ramah adalah pembeli merupakan raja, dan pembeli merupakan segala-segalanya. Alasan sudah menerapkan harga yang sama adalah pembeli sama saja, supaya mempunyai kesan yang baik, penting untuk menjaga
Correspondence Analysis on Public Service in Sabang Tourism Area (Evi Ramadhani, Asep Rusyana)
_______________________________________________________________________________________________________
43 kepercayaan dan kepuasan pelanggan, dan supaya pembeli tidak pindah ke tempat lainnya. Alasan menyediakan waktu untuk melayani wisatawan adalah kewajiban sebagai penjual, dan souvenir akan banyak terjual jika wisatawan puas datang ke Sabang.
Responden pedagang masih ada yang menganggap lokasi belum strategis, dan lingkungan berjualan belum bersih. Alasan lokasi tidak strategis adalah terletak tidak di tempat wisata. Alasan lingkungan berjualan belum bersih adalah tidak ada petugas khusus yang membersihkan di tempatnya berjualan.
Tabel 9. Tabel frekuensi dan rata-rata jawaban responden pedagang mengenai usahanya
No Pernyataan Kuesioner
Penilaian
SS S R TS
Rata-rata 1 Lokasi tempat Saudara berjualan cukup strategis
untuk di jangkau wisatawan 1 4 1 1 2,71
2 Saudara melayani wisatawan yang belanja dengan
ramah 4 3 0 0 3,57
3 Lingkungan tempat berjualan sudah bersih 0 5 1 1 2,57 4 Saudara memberikan harga yang sama kepada semua
pembeli 6 1 0 0 3,86
5 Saudara menyediakan waktu untuk melayani
pertanyaan wisatawan 3 4 0 0 3,43
6 Tempat saudara berjualan kelihatan indah dan
menarik 1 6 0 0 3,14
6. Analisis Korespondensi
Hasil Plot Korespondensi pada Gambar 4 di bawah ini menunjukkan bahwa sebagian besar objek wisata bergerombol di atribut publikasi, kebersihan, keindahan, dan keramahan. Terlihat pada Gambar 4 Pantai Iboih, Pantai Kasih, Balohan, Air Terjun, Teupin Sirkui, Pantai Pria laot, Pantai Gapang, Pulau Rubiah, Air Panas Keunuekai, Teupin Layee, Teluk Sabang, Danau Aneuk Laot bergerombol di atribut publikasi, kebersihan, keindahan, dan keramahan. Hal ini menunjukan bahwa objek wisata diatas relative telah lebih baik pada atribut publikasi, kebersihan, keindahan, dan keramahan.
Tugu KM 0 terlihat bergerombol dengan fasilitas; Pantai Paradiso, Pantai Sumur Tiga bergerombol dengan atribut Transportasi; sedangkan pantai Aroun dan Pantai Reuteuk bergerombol dengan atribut Harga. Tugu KM 0 dianggap memiliki fasilitas yang lebih baik
dibandingkan dengan tempat wisata lainnya. Pantai Paradiso, Pantai Sumur Tiga relative lebih mudah di jangkau oleh kendaraan dan memiliki jalan yang baik. Harga-harga di pantai Aroun dan Pantai Reunteuk relative lebih murah.
44 Gambar 4. Plot Analisis Korespondensi
KESIMPULAN
1. Lokasi yang paling diminati adalah Pantai Gapang, Tugu KM 0, dan Pantai Iboih. 2. Kegiatan utama wisatawan berturut-turut
adalah mengunjungi pantai, menyelam/ renang, mengunjungi tempat sejarah, memancing dan belanja.
3. Persepsi wisatawan dan pengelola penginapan mengenai listrik dan
4. kebersihan penginapan adalah berbeda, sedangkan mengenai lokasi, keramahan, ketersediaan air, dan fasilitas adalah sama. 5. Persepsi wisatawan dan pedagang adalah
sama pada lokasi dan pelayanan dalam
menawar barang, sedangkan pada kesamaan harga dan keramahan berbeda.
6. Sebagian besar objek wisata telah baik untuk atribut publikasi, keindahan, kebersihan dan keramahan.
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Aceh Institute dan Pemerintah Kota Sabang , sehingga penelitian ini dapat terlaksana dengan baik. REFERENSI
1. Demosthenes dkk, 2004, Interpretation of Epidemiological Data Using Multiple Correspondence Analysis and Log-linear Models, Journal of Data Science 2, hal 75-86. 2. Hendri Dermawan, 13 September 2005, Kota
Sabang, http://www.unhabitat-indonesia.org /files/rep-598.pdf
3. Chandra Ismayani, 2009, Perancangan dan Pembuatan Paket Aplikasi Promosi Wisata Kota Sabang. Skripsi. Unsyiah
4. Maryatin dkk, Analisis Korespondensi Data Kriminologi Polres Jember (Correspondence Analysis of Criminology list in Polres Jember), Jurusan Matematika, FMIPA Universitas Jember.
5. Michael dkk, 2006, Multiple Correspondence Analysis, Taylor and Francis Group, German. 6. Simar, W.Hardle L., 2003, Applied Multivariate
Statistical Analysis, Springer, Germany. 7. Tim Penyusun LGSP, 2009, Pengawasan
DPRD terhadap Pelayanan Publik, LGSP, Jakarta,http://pdf.usaid.gov/pdf_docs/PNADQ1 17.pdf.
8. Wayne dkk, 1989, Statistika Nonparametrik Terapan, Gramedia, Bandung.