• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

4.1 Hasil Pengumpulan Data

Pada penelitian ini penerapan MSA dilakukan pada tiga karakteristik produk yaitu

berat grid, berat jenis acid dan tebal grid. Pengukuran berat grid dilakukan dengan

menggunakan mass balance. Hydrometer digunakan untuk pengukuran berat jenis

elektrolit. Sedangkan tebal grid diukur dengan menggunakan jangka sorong.

Sebelum melakukan penelitian terdapat beberapa hal yang perlu ditentukan

terlebih dahulu. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut: jumlah appraisers disetiap penelitian : 2 orang,

jumlah part yang akan diukur pada setiap percobaan : 10 buah,

pengambilan sample part dilakukan secara acak dengan frekuensi pengambilan sesuai dengan yang tercantum pada control plan,

semua part diberi nomor mulai dari 1 hingga 10, tata cara pengambilan data, yaitu :

1. Pengukuran dimulai dengan appraiser A mengukur 10 part dalam posisi

acak pada trial pertama. Masukan data pada baris trial pertama dan kolom

yang sesuai dengan nomor part yang diukur.

2. Kemudian dilanjutkan dengan appraiser B mengukur 10 part tanpa melihat

hasil pengukuran masing-masing. Kemudian masukan data pada kolom yang

(2)

3. Lakukan langkah 1 & 2 hingga selesai 2 trial yang direncanakan.

4.1.1 MSA Berat Grid

Sample grid diambil secara acak dari mesin grid casting. Grid yang akan diukur

memiliki spesifikasi berat 60 ±6 gram. Timbangan yang akan dipakai untuk

mengukur berat grid memiliki kepresisian 0,01.

(3)

Data hasil pengukuran adalah sebagai berikut:

APPRAISER PART AVG

TRIAL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 A 1 59.55 59.71 58.08 61.35 59.54 62.57 62.04 61.58 61.06 64.35 60.98 2 59.55 59.72 58.10 61.36 59.54 62.58 62.04 61.58 61.06 64.35 60.99 AVERAGE 59.55 59.72 58.09 61.36 59.54 62.58 62.04 61.58 61.06 64.35 60.99 RANGE 0.00 0.01 0.02 0.01 0.00 0.01 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 B 1 59.53 59.70 58.10 61.36 59.54 62.57 62.04 61.58 61.06 64.36 60.98 2 59.53 59.71 58.08 61.36 59.54 62.57 62.05 61.58 61.06 64.35 60.98 AVERAGE 59.53 59.71 58.09 61.36 59.54 62.57 62.05 61.58 61.06 64.36 60.98 RANGE 0.00 0.01 0.02 0.00 0.00 0.00 0.01 0.00 0.00 0.01 0.01 PART AVERAGE 59.54 59.71 58.09 61.36 59.54 62.57 62.04 61.58 61.06 64.35 60.98 PART RANGE (RP) 6.26 0.005 0.002 UCLR 0.016 LCLR 0.000 R DIFF X

Tabel 4.1 Data pengukuran berat grid

Data pengukuran yang didapat kemudian dihitung nilai average, range, part

average ( X ), rata-rata dari semua range ( R ), XDIFF, UCLR, dan LCLR. Hasil sluruh perhitungan tersebut terdapat pada tabel 4.1. Rumus-rumus yang digunakan

dalam perhitungan adalah sebagai berikut:

1 Rata-rata ( ) pembacaan n i i part average n X X n = =

( )

( ) max ( ) mini i Range R = xx i i x Average X n =

(4)

i R Average Range n =

max(rata-rata ) min(rata-rata )

Part Average= range n trialrange n trial

=

Ri R n max min DIFF i i X = XX 4 R UCL = ×R D

, D4=3.247 untuk 2 kali trial, dan

0 R LCL =

, untuk trial yang kurang dari 7.

Selanjutnya dari hasil perhitungan numeric diatas dilakukan analisa. Analisa hasil

perhitungan tersebut akan menghasilkan perkiraan prosentasi variasi proses dari

keseluruhan sistem pengukuran serta nilai repeatability (EV), reproducibility (AV)

dan variasi part-to-part (PV).Berikut ini adalah perhitungannya :

Repeatability - Equipment Variation (EV)

1 0.005 0.874 0.00437 EV R x K x = = = 1 2 1 * K d = 2 *

d didapat dari tabel d2* yang terdapat pada lampiran A . Nilai d2* tergantung pada

jumlah trial (m) dan jumlah part dikali jumlah appraiser (g). Pada pengukuran berat

(5)

m = 2 g = 10 x 2 = 20 sehingga nilai 2 * d =1.14437. Maka 1 1 1.14437 0.874 = = K

Reproducibility - Appraiser Variation (AV) 2 2 2 ( DIFF ) EV AV X K nr ⎛ ⎞ = × −⎜ ⎝ ⎠

K2 tergantung jumlah appraiser dan merupakan kebalikan dari 2

* d yang diperoleh dari lampiran A 2 * d

tergantung dari jumlah appraiser (m) dan g. Pada percobaan ini

m=2 dan g=1.

Dari lampiran A tabel 2 *

d dengan m=2 dan g=1 diperoleh d2*=1.41421,

maka nilai K2 adalah

2 1 1.41421 0.707 K = =

Sedangkan n sama dengan jumlah trial dan r untuk jumlah trial. Pada penelitian ini

(6)

(

)

2 2 2 2 2 ( ) 0.005 0.002 0.707 10 2 0.001 DIFF EV AV X K nr ⎛ ⎞ = × −⎜ ⎝ ⎠ ⎛ ⎞ = × ×⎜ × ⎝ ⎠ =

Variasi sistem pengukuran untuk repeatability dan reproducibility (GRR)

2 2 2 2 ( ) ( ) 0.00437 0.001 0.004487 GRR= EV + AV = + = Variasi part (PV) 3 6.26 0.3146 1.97 p PV=R ×K = × = Total variasi (TV) 2 2 2 2 0.004487 0.001 1.97 TV= GRR +PV = + =

Setelah setiap faktor dalam system pengukuran ditentukan, nilai-nilai tersebut

dibandingkan dengan nilai total variasi. Presentasi nilai-nilai tersebut dihitung dengan

membandingkan setiap nilai (AV, EV, PV dan GRR) dengan total variasi dikalikan

100%. Namun penjumlahan dari keempat factor tersebut tidak akan sama dengan

(7)

0.00437 % 100 1.97 0.222 EV= ×⎜⎛ ⎞ ⎝ ⎠ = 0.001 % 100 1.97 0.052 AV= ×⎜⎛ ⎞ ⎝ ⎠ = 0.004487 % 100 1.97 0.2278 GRR= ×⎜⎛ ⎞ ⎝ ⎠ = 1.97 % 100 1.97 100 PV= ×⎜⎛ ⎞ ⎝ ⎠ =

4.1.2 MSA Specific Gravity (SG) Acid

Sample acid yang akan diukur diambil secara acak dari penyimpanan acid yang

ada di area mixing-formation kemudian ditempatkan pada gelas ukur. Spesifikasi SG

yang akan diukur adalah 1.28 g/cc ±0,1. Pengukuran menggunakan hydrometer.

Hydrometer

Gelas ukur

(8)

Data hasil pengukuran adalah sebagai berikut:

APPRAISER PART AVG

TRIAL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 A 1 1.238 1.278 1.280 1.280 1.279 1.280 1.279 1.255 1.278 1.280 1.273 2 1.238 1.277 1.279 1.279 1.279 1.280 1.279 1.255 1.278 1.280 1.272 AVERAGE 1.238 1.278 1.280 1.280 1.279 1.280 1.279 1.255 1.278 1.280 1.273 RANGE 0.000 0.001 0.001 0.001 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 B 1 1.239 1.278 1.280 1.280 1.280 1.280 1.280 1.255 1.278 1.280 1.273 2 1.238 1.278 1.280 1.280 1.280 1.280 1.279 1.255 1.278 1.280 1.273 AVERAGE 1.239 1.278 1.280 1.280 1.280 1.280 1.280 1.255 1.278 1.280 1.273 RANGE 0.001 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.001 0.000 0.000 0.000 0.000 PART AVERAGE 1.238 1.278 1.280 1.280 1.280 1.280 1.279 1.255 1.278 1.280 1.273 PART RANGE (RP) 0.042 0.00025 0.00035 UCLR 0.00082 LCLR 0.0000 R DIFF X R

Tabel 4.2 Data pengukuran SG acid

Selanjutnya dihitung nilai AV, EV, PV dan GRR.

Repeatability - Equipment Variation

1 0.00025 0.874 0.00022 EV R x K x = = = 1 2 1 * K d =

Pada penelitian ini jumlah trial 2,jumlah part 10 dan jumlah appraiser 2.

m = 2

g = 10 x 2 = 20

Dengan m dan g diatas maka dari tabel 2 *

(9)

2 * d =1.14437. 1 1 1.14437 0.874 = = K

Reproducibility - Appraiser Variation

= 2 2 1 * K d dari tabel 2 *

d pada lampiran A, m=2 dan g=1 diperoleh d2*=1.41421

maka nilai K2 adalah

2 1 1.41421 0.707 K = = Sedangkan n=10 dan r=2.

(

)

2 2 2 2 2 ( ) 0.00022 0.00035 0.707 10 2 0.000243 DIFF EV AV X K nr ⎛ ⎞ = × −⎜ ⎝ ⎠ ⎛ ⎞ = × ×⎜ × ⎝ ⎠ =

Variasi sistem pengukuran untuk repeatability dan reproducibility

2 2 2 2 ( ) ( ) 0.00022 0.000243 0.000326 GRR= EV + AV = + =

(10)

Variasi part 3 0.042 0.3146 0.01313 p PV=R ×K = × = Total variasi 2 2 2 2 0.00036 0.01313 0.013139 TV= GRR +PV = + =

Persentase AV, EV, PV dan GRR terhadap TV adalah sebagai berikut:

0.00022 % 100 0.013139 1.66274 EV= ×⎜⎛ ⎞ ⎝ ⎠ = 0.000243 % 100 0.013139 1.846 AV= ×⎜⎛ ⎞ ⎝ ⎠ = 0.000326 % 100 0.013139 2.4847 GRR= ×⎜⎛ ⎞ ⎝ ⎠ = 0.01313 % 100 0.013139 99.97 PV= ×⎜⎛ ⎞ ⎝ ⎠ =

(11)

4.1.3 MSA Tebal Grid

Grid yang akan dijadikan sample diambil secara acak dari hasil produksi salah satu

mesin yang ada di grid casting. Tebal grid yang diukur adalah 1.4 dengan toleransi

±0.2. Pada penelitian kali ini alat ukur yang digunakan adalah jangka sorong analog

dengan ketelitian 0.05.

Gambar 4.3 Jangka sorong analog

Hasil pengukuran dapat dilihat pada tabel 4.3.

APPRAISER PART AVG

TRIAL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 A 1 1.45 1.50 1.50 1.55 1.50 1.45 1.45 1.55 1.45 1.50 1.490 2 1.50 1.45 1.50 1.50 1.45 1.45 1.50 1.40 1.50 1.40 1.465 AVERAGE 1.48 1.475 1.500 1.525 1.475 1.450 1.475 1.475 1.475 1.450 1.478 RANGE 0.050 0.050 0.000 0.050 0.050 0.000 0.050 0.150 0.050 0.100 0.055 B 1 1.50 1.45 1.45 1.50 1.45 1.50 1.50 1.45 1.40 1.45 1.465 2 1.45 1.45 1.35 1.40 1.40 1.45 1.45 1.35 1.40 1.50 1.420 AVERAGE 1.475 1.450 1.400 1.450 1.425 1.475 1.475 1.400 1.400 1.475 1.443 RANGE 0.050 0.000 0.100 0.100 0.050 0.050 0.050 0.100 0.000 0.050 0.055 PART AVERAGE 1.475 1.463 1.450 1.488 1.450 1.463 1.475 1.438 1.438 1.463 1.460 PART RANGE (Rp) 0.050 0.055 0.035 UCLR 0.180 LCLR 0.000 R DIFF X

(12)

Selanjutnya dihitung nilai AV, EV, PV dan GRR pengukuran tebal grid.

Repeatability - Equipment Variation

1 0.0555 0.874 0.04806 EV R x K x = = =

Reproducibility - Appraiser Variation

(

)

2 2 2 2 2 ( ) 0.04806 0.035 0.707 10 2 0.02229 DIFF EV AV X K nr ⎛ ⎞ = × −⎜ ⎝ ⎠ ⎛ ⎞ = × ×⎜ × ⎝ ⎠ =

Variasi sistem pengukuran untuk repeatability dan reproducibility

2 2 2 2 & ( ) ( ) 0.04806 0.02229 0.05298 R R= EV + AV = + = Variasi part 3 0.05 0.3146 0.01573 p PV=R ×K = × =

(13)

Total variasi 2 2 2 2 ( ) ( ) 0.05298 0.01573 0.05526 TV= GRR + PV = + =

Persentase AV, EV, PV dan GRR terhadap TV adalah sebagai berikut:

0.04806 % 100 0.05526 86.966 EV= ×⎜⎛ ⎞ ⎝ ⎠ = 0.02229 % 100 0.05526 40.332 AV= ×⎜⎛ ⎞ ⎝ ⎠ = 0.05298 % 100 0.05526 95.864 GRR= ×⎜⎛ ⎞ ⎝ ⎠ = 0.01573 % 100 0.05526 28.463 PV= ×⎜⎛ ⎞ ⎝ ⎠ =

4.2 Analisa Data dan Pembahasan

%GRR data MSA diatas kemudian dibandingkan dengan kentuan yang ada tentang

kriteria keberterimaan lebar variasi (width error). Ketentuan tersebut adalah sebagai

berikut:

%GRR < 10% : secara umum dianggap sebagai system pengukuran yang layak

(14)

10 < %GRR < 30 : system pengukuran dapat dipakai dengan dasar kepentingan

aplikasi, biaya alat pengukuran, biaya perbaikan dan sebagainya.

%GRR > 30 : system pengukuran dianggap tidak layak digunakan. Diperlukan

usaha-usaha untuk memperbaiki system pengukuran.

Nilai %GRR dari ketiga penelitian diatas masing-masing adalah

0,228 untuk MSA berat grid.

2,48 untuk MSA SG acid.

95,864 untuk MSA tebal grid.

Dari ketiga MSA diatas diketahui bahwa nilai %GRR MSA tebal grid yang

menggunakan alat ukur jangka sorong diluar spesifikasi yang ada. Sehingga alat ukur

tersebut tidak layak digunakan untuk pengukuran tebal grid. Pemakaian jangka

sorong analog akan menghasilkan data pegukuran yang diragukan keabsahan dan

keterpecayaannya.

Appraiser variant (AV) dan equipment variant (EV) pada analisa sistem

pengukuran alat ukur jangka sorong keduanya besar. Nilai %GRR dipengaruhi oleh

besar kecilnya nilai AV dan EV. Mengingat nilai keduanya berbanding lurus dengan

besarnya %GRR maka diperlukan metode atau langkah-langkah perbaikan untuk

menurunkan kedua nilai tersebut.

Langkah pertama yang akan dilakukan adalah menurunkan nilai EV. Hal ini

dilakukan dengan pertimbangan bahwa diantara kedua nilai tadi nilai EV lebih besar

dibanding dengan AV. Langkah perbaikan yang akan dilakukan untuk menurunkan

(15)

jangka sorong digital. Pemilihan jangka sorong digital didasarkan pada beberapa

alasan, yaitu:

kemudahan dalam pengoperasian,

untuk meminimalisasi kesalahan pembacaan (paralaks), dan

untuk memperkecil varian pembacaan.

Jangka sorong yang akan digunakan memiliki ketelitian 0.01. Tebal grid yang akan

diukur memiliki spesifikasi 1.4 dengan toleransi ±0.2.

Gambar 4.4 Jangka sorong digital

Data hasil pengukuran grid dengan menggunakan jangka sorong digital dapat

(16)

APPRAISER PART AVG TRIAL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 A 1 1.43 1.40 1.45 1.36 1.45 1.43 1.38 1.38 1.44 1.39 1.41 2 1.40 1.43 1.41 1.40 1.42 1.42 1.39 1.43 1.42 1.43 1.42 AVERAGE 1.42 1.42 1.43 1.38 1.44 1.43 1.39 1.41 1.43 1.41 1.41 RANGE 0.03 0.03 0.04 0.04 0.03 0.01 0.01 0.05 0.02 0.04 0.03 B 1 1.43 1.43 1.43 1.39 1.38 1.34 1.36 1.38 1.39 1.33 1.39 2 1.44 1.41 1.41 1.33 1.38 1.33 1.35 1.36 1.33 1.36 1.37 AVERAGE 1.44 1.42 1.42 1.36 1.38 1.34 1.36 1.37 1.36 1.35 1.38 RANGE 0.01 0.02 0.02 0.06 0.00 0.01 0.01 0.02 0.06 0.03 0.02 PART AVERAGE 1.43 1.42 1.43 1.37 1.41 1.38 1.37 1.39 1.40 1.38 1.40 PART RANGE (Rp) 0.055 0.027 0.035 UCLR 0.088 LCLR 0.000 R DIFF X

Tabel 4.4 Data pengukuran tebal grid menggunakan jangka sorong digital

Selanjutnya dihitung nilai AV, EV, PV dan GRR.

Repeatability - Equipment Variation

1 0.027 0.874 0.02359 EV R x K x = = =

Reproducibility - Appraiser Variation

(

)

2 2 2 2 2 ( ) 0.02359 0.035 0.707 10 2 0.02418 DIFF EV AV X K nr ⎛ ⎞ = × −⎜ ⎝ ⎠ ⎛ ⎞ = × ×⎜ × ⎝ ⎠ =

(17)

Repeatability dan reproducibility 2 2 2 2 ( ) ( ) 0.02359 0.02418 0.0337809 GRR= EV + AV = + = Variasi part 3 0.055 0.3146 0.01730 p PV=R ×K = × = Total variasi 2 2 2 2 ( ) ( ) 0.03378 0.01730 0.03795 TV= GRR + PV = + =

Persentase AV, EV, PV dan GRR terhadap TV adalah sebagai berikut:

0.02359 % 100 0.03795 62.16335 EV= ×⎜⎛ ⎞ ⎝ ⎠ = 0.02418 % 100 0.03795 63.69753 AV= ×⎜⎛ ⎞ ⎝ ⎠ = 0.03378 % 100 0.03795 89.0037 GRR= ×⎜⎛ ⎞ ⎝ ⎠ =

(18)

0.0173 % 100 0.03795 45.8884 PV= ×⎜⎛ ⎞ ⎝ ⎠ =

Pada hasil penelitian dengan jangka sorong digital ini didapat nilai variasi alat

(EV) menurun dibanding dengan menggunakan jangka sorong analog. Maka jangka

sorong digital dapat dipakai untuk mengukur tebal grid. Sedangkan nilai AV masih

cukup tinggi sehingga perlu dilakukan upaya untuk menurunkan nilai AV.

Upaya yang dilakukan untuk menurunkan AV adalah dengan menentukan metode

pengukuran. Metode pengukuran yang akan dilakukan adalah menyamakan posisi

yang akan di ukur ketebalannya. Gambar posisi yang dimaksud terlihat pada 4.6.

Gambar 4.5 Posisi pengukuran tebal grid

Penelitian selanjutnya masih menggunakan jangka sorong digital namun dengan

posisi seperti yang terlihat pada gambar 4.6. Tebal plate yang diukur pada penelitian

(19)

APPRAISER Posisi PART TRIAL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 A 1 1 1,47 1,43 1,31 1,42 1,4 1,48 1,46 1,38 1,46 1,42 2 1,49 1,45 1,33 1,47 1,38 1,53 1,45 1,5 1,48 1,51 3 1,48 1,39 1,35 1,46 1,4 1,52 1,52 1,49 1,53 1,45 4 1,52 1,41 1,29 1,49 1,42 1,51 1,41 1,31 1,41 1,46 average 1,490 1,420 1,320 1,460 1,400 1,510 1,4600 1,420 1,470 1,460 2 1 1,53 1,33 1,39 1,3 1,5 1,44 1,52 1,28 1,51 1,48 2 1,47 1,4 1,39 1,48 1,47 1,49 1,49 1,42 1,38 1,5 3 1,55 1,34 1,45 1,48 1,49 1,48 1,51 1,3 1,44 1,43 4 1,45 1,33 1,29 1,42 1,38 1,39 1,48 1,28 1,35 1,47 average 1,500 1,350 1,380 1,420 1,460 1,450 1,500 1,320 1,420 1,470 B 1 1 1,52 ,1,32 1,34 1,32 1,46 1,42 1,5 1,32 1,49 1,38 2 1,5 1,38 1,34 1,35 1,43 1,45 1,47 1,38 1,43 1,42 3 1,53 1,33 1,36 1,36 1,45 1,44 1,49 1,35 1,39 1,37 4 1,49 1,31 1,28 1,29 1,38 1,37 1,46 1,31 1,37 1,39 average 1,510 1,340 1,330 1,330 1,430 1,420 1,480 1,340 1,420 1,390 2 1 1,49 1,29 1,42 1,43 1,49 1,51 1,46 1,42 1,44 1,36 2 1,52 1,36 1,33 1,35 1,39 1,48 1,43 1,48 1,42 1,39 3 1,46 1,34 1,45 1,39 1,48 1,49 1,44 1,46 1,38 1,37 4 1,45 1,29 1,32 1,35 1,48 1,48 1,39 1,4 1,36 1,4 average 1,480 1,320 1,380 1,380 1,460 1,490 1,430 1,440 1,400 1,380

Tabel 4.5 Data pengukuran tebal grid pada posisi yang ditentukan

Hasil pengukuran keempat posisi tersebut kemudian dirata-ratakan. Rata-rata

pengukuran yang akan dijadikan data perhitungan MSA. Berikut pada tabel 4.6 hasil

perhitungan average, range, part Average ( X ), rata-rata dari semua range ( R ),

DIFF

(20)

APPRAISER PART AVG TRIAL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 A 1 1,490 1,420 1,320 1,460 1,400 1,510 1,460 1,420 1,470 1,460 1,401 2 1,500 1,350 1,380 1,420 1,460 1,450 1,500 1,320 1,420 1,470 1,479 AVERAGE 1,495 1,385 1,350 1,440 1,430 1,480 1,480 1,370 1,445 1,465 1,440 RANGE 0,010 0,070 0,060 0,040 0,060 0,060 0,040 0,100 0,050 0,010 0,050 B 1 1,510 1,340 1,330 1,330 1,430 1,420 1,480 1,340 1,420 1,390 1,363 2 1,480 1,320 1,380 1,380 1,460 1,490 1,430 1,440 1,400 1,380 1,469 AVERAGE 1,495 1,330 1,355 1,355 1,445 1,455 1,455 1,390 1,410 1,385 1,408 RANGE 0,030 0,020 0,050 0,050 0,030 0,070 0,050 0,100 0,020 0,010 0,043 PART AVERAGE 1,495 1,358 1,353 1,398 1,438 1,468 1,468 1,380 1,428 1,425 1,421 PART RANGE (Rp) 0,1425 0,0465 0,0325 UCLR 0,1521 UCLR 0,0000 R DIFF X

Tabel 4.6 Data perhitungan menggunakan jangka sorong digital

Dibawah ini perhitungan nilai AV, EV, PV dan GRR.

Repeatability - Equipment Variation

1 0.0465 0.874 0.040641 EV R x K x = = =

Reproducibility - Appraiser Variation

(

)

2 2 2 2 2 ( ) 0.040461 0.0325 0.707 10 2 0.02111 DIFF EV AV X K nr ⎛ ⎞ = × −⎜ ⎝ ⎠ ⎛ ⎞ = × ×⎜ × ⎝ ⎠ =

(21)

Repeatability dan reproducibility 2 2 2 2 ( ) ( ) 0.040461 0.02111 0.045795 GRR= EV + AV = + = Variasi part 3 0.01425 0.3146 0.04483 p PV=R ×K = × = Total variasi 2 2 2 2 ( ) ( ) 0.045795 0.04483 0.064086 TV= GRR + PV = + =

Persentase AV, EV, PV dan GRR terhadap TV adalah sebagai berikut:

0.040641 % 100 0.064086 63.4165 EV= ×⎜⎛ ⎞ ⎝ ⎠ = 0.02111 % 100 0.045795 32.93643 AV= ×⎜⎛ ⎞ ⎝ ⎠ = 0.045795 % 100 0.064086 71.45951 GRR= ×⎜⎛ ⎞ ⎝ ⎠ =

(22)

0.04483 % 100 0.064086 69.95383 PV= ×⎜⎛ ⎞ ⎝ ⎠ =

hasil %GRR penelitian kali ini menurun dibanding yang sebelumnya. Penyamaan

metode pengukuran berhasil menurunkan AV.

Permukaan rahang jangka sorong yang menjadi bidang sentuh dengan permukaan

grid kecil menyebabkan luas permukaan yang teukur pun kecil. Hal ini juga yang

diperkirakan menyebabkan nilai EV yang tetap tinggi.

Upaya yang akan dilakukan untuk menurunkan nilai EV adalah dengan cara

memperluas bidang sentuh jangka sorong dengan permukaan grid. Perluasan bidang

sentuh dilakukan dengan memodifikasi rahang jangka sorong menjadi seperti terlihat

pada gambar 4.6

Gambar 4.6

Pengukuran dilakukan dengan metode pengukuran yang sama dengan pengukuran

(23)

OPERATOR PART AVG TRIAL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 A 1 1,49 1,52 1,51 1,43 1,46 1,49 1,50 1,46 1,44 1,43 1,47 2 1,49 1,51 1,51 1,42 1,46 1,48 1,50 1,46 1,44 1,40 1,47 AVERAGE 1,490 1,515 1,510 1,425 1,460 1,485 1,500 1,460 1,440 1,415 1,470 RANGE 0,000 0,010 0,000 0,010 0,000 0,010 0,000 0,000 0,000 0,030 0,006 B 1 1,51 1,51 1,49 1,42 1,45 1,50 1,48 1,46 1,46 1,43 1,47 2 1,49 1,51 1,50 1,42 1,46 1,50 1,50 1,46 1,45 1,46 1,48 AVERAGE 1,500 1,510 1,495 1,420 1,455 1,500 1,490 1,460 1,455 1,445 1,473 RANGE 0,020 0,000 0,010 0,000 0,010 0,000 0,020 0,000 0,010 0,030 0,010 PART AVERAGE 1,495 1,513 1,503 1,423 1,458 1,493 1,495 1,460 1,448 1,430 1,472 PART RANGE (Rp) 0,0900 0,0080 0,0030 UCLR 0,0262 LCLR 0,0000 R D I F F X

Tabel 4.7 Data perhitungan dengan menggunakan jangka sorong digital dengan jig

Dibawah ini perhitungan nilai AV, EV, PV dan GRR.

Repeatability - Equipment Variation

1 0.0080 0.874 0.00699 EV R x K x = = =

Reproducibility - Appraiser Variation

(

)

2 2 2 2 2 ( ) 0.00699 0.003 0.707 10 2 0.00143 DIFF EV AV X K nr ⎛ ⎞ = × −⎜ ⎝ ⎠ ⎛ ⎞ = × ×⎜ × ⎝ ⎠ =

(24)

Repeatability dan reproducibility 2 2 2 2 ( ) ( ) 0.00699 0.00143 0.00714 GRR= EV + AV = + = Variasi part 3 0.090 0.3146 0.02831 p PV=R ×K = × = Total variasi 2 2 2 2 ( ) ( ) 0.00714 0.02831 0.02920 TV= GRR + PV = + =

Persentase AV, EV, PV dan GRR terhadap TV adalah sebagai berikut:

0.00699 % 100 0.02920 23.94136 EV= ×⎜⎛ ⎞ ⎝ ⎠ = 0.00143 % 100 0.02831 4.90957 AV= ×⎜⎛ ⎞ ⎝ ⎠ = 0.00714 % 100 0.02920 24.43957 GRR= ×⎜⎛ ⎞ ⎝ ⎠ =

(25)

0.02831 % 100 0.02920 96.96756 PV= ×⎜⎛ ⎞ ⎝ ⎠ =

nilai %GRR menjadi 24.43957. Menurut ketentuan yang ada, 10<%%GRR<30, maka

Gambar

Tabel 4.1 Data pengukuran berat grid
Tabel 4.2 Data pengukuran SG acid  Selanjutnya dihitung nilai AV, EV, PV dan GRR.
Gambar 4.3 Jangka sorong analog  Hasil pengukuran dapat dilihat pada tabel 4.3.
Gambar 4.4 Jangka sorong digital
+6

Referensi

Dokumen terkait

Sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan dalam penelitian, maka penelitan ini dilaksanakan di Kabupaten Kampar dimana titik pengambilan data penelitian tentang

Halaman Pemesanan Saya Pada Gambar 11, merupakan halaman pemesanan saya yang diakses oleh member setelah melakukan pemesanan untuk melihat data pemesanan yang belum

Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh pertumbuhan lapangan usaha Jasa Keuangan dan Asuransi yang tumbuh sebesar 7,17 persen, lapangan usaha

beberapa waktu lalu, terjadi banyak kejadian dan fenomena sosial yang berawal dari perbedaan dan keragaman. Misalnya kasus dugaan penistaan agama yang gagal dipahami

Perlakuan yang menggunakan Rhizobium dan penambahan mulsa jerami padi menunjukkan hasil panen yang meliputi bobot biji per tanaman, bobot biji per petak panen, jumlah

Mari kita kembali kepada Tuhan, biarlah diri kita berada dalam kuasa Yesus untuk mengalahkan iblis.. Jangan pernah menyerah terhadap iblis karena Yesuslah yang lebih

o Mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan dan ditanggapi oleh kelompok yang mempresentasikan. o Bertanya atas presentasi yang dilakukan dan peserta

Menetralkan permukaan logam untuk mencegah bahan pembersih terbawa ke dalam proses Phosphating, sebab pembersih yang bersifat basa yang terbawa oleh benda kerja akan menetralisasi