22
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Tahapan Penelitian
Tahapan penelitian yang dilakukan oleh penlis yaitu langkah-langkah yang dilaksanakan, pada hal-hal yang berhubungan dengan penelitian sebagai berikut :
Gambar III.1 Langkah-langkah Penelitian Identifikasi Masalah
Studi Pustaka
Menentukan Variabel Dan Sumber Data
Hipotesis
Menentukan dan Menyusun Instrumen Penelitian (Kuesioner)
Mengumpulkan Data
Analisis Data
Berdasarkan hasil tahapan-tahapan yang digambarkan diatas, agar penulis lebih mudah memahami, maka dilakukan rincian penjelasan langkah-langkah yang akan disajikan dalam penelitian ini sebagai berikut :
1. Identifikasi Masalah
Melakukan identifikasi tentang masalah apa yang akan dibahas berkaitan dengan kualitas informasi (information quality) dan kualitas sistem (system
quality) website toko Inbloom Stuff menggunakan DeLone dan McLean.
2. Studi Pustaka
Mempelajari literatur yang akan digunakan sebagai kajian teori dalam penelitian ini.
3. Menentukan Variabel Dan Sumber Data
Menentukan variabel-variabel dan data-data seperti apa yang dibutuhkan berdasarkan populasi, sampel dan cara pengambilan sampel. Kemudian menentukan respondenya.
4. Hipotesis
Mengemukakan pertanyaan berdasarkan kerangka konsep pengaruh antar variabel dan seberapa besar hubunganya.
5. Menentukan dan Menyusun Instrumen Penelitian (Kuesioner)
Tahap ini adalah penentuan instrumen penelitian yaitu dengan menggunakan kuesioner.
6. Mengumpulkan Data
Merekap hasil kuesioner yang telah disebarkan kepada responden selanjutnya pengolahan data, pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan software SPSS versi 23
Menganalisa hasil pengolahan data berdasarkan hasil penelitian dan teori yang ada.
8. Kesimpulan
Kesimpulan diambil berdasarkan analisis data dan diperiksa apakah sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian.
3.2 Instrument Penelitian
Instrumen atau alat ukur dalam penelitian ini berupa kuisioner atau angket yang berisi butir-butir pernyataan atau pertanyaan untuk diberi tanggapan oleh para pengunjung toko Inbloom Stuff. Penyusunan angket tersebut didasarkan pada konstruksi teoritik yang telah disusun sebelumnya. Kemudian atas dasar teoritik tersebut dikembangkan dalam indikator-indikator dan selanjutnya dikembangkan dalam butir-butir pernyataan atau pertanyaan. Menurut (Nasution, 2016) Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur nilai variabel yang diteliti. Dengan demikian jumlah instrumen yang akan digunakan untuk penelitian-penelitian akan tergantung pada jumlah variabel yang diteliti.
Berikut indikator dari variabel-variabel penelitian yang digunakan sebagai penyataan kuesioner :
Tabel III.1 Instrumen Penelitian Kualitas Sistem (System Quality)
No. Kode Pernyataan
1 A1 Menurut saya website toko Inbloom Stuff termasuk kreatif 2 A2 Menurut saya website toko Inbloom Stuff tersebut
menarik perhatian
3 A3 Pengambilan foto produk di website toko Inbloom Stuff menarik
4 A4 Penulisan deskripsi produk pada website toko Inbloom Stuff sesuai dengan aslinya
5 A5 Menu-menu dalam website toko Inbloom Stuff terlihat jelas
Kualitas Informasi (Information quality)
No. Kode Pernyataan
1 B1 Terdapat informasi harga produk dan ukuran produk dalam website toko Inbloom Stuff
2 B2 Tulisan yang disampaikan dalam
website toko Inbloom Stuff mudah dibaca
3 B3 Terdapat informasi mengenai deskripsi produk dalam website toko Inbloom Stuff 4 B4 Terdapat informasi kontak yang bisa dihubungi dalam
website toko Inbloom Stuff
5 B5 Terdapat informasi bagaimana cara melakukan pemesanan dalam website toko Inbloom Stuff
Kepuasan Pelanggan (user satisfaction)
No. Kode Pernyataan
1 C1 Pelayanan yang diberikan toko Inbloom Stuff sangat memuaskan
2 C2 Toko Inbloom Stuff terlihat asal-asalan dan kurang baik dalam melayani konsumen
3 C3 Saya cukup bangga telah memilih produk di toko Inbloom Stuff yang akan saya berikan kepada seseorang
4 C4 Packing barang yang dibuat sangat aman hingga barang sampai tanpa ada yang rusak
5 C5 Toko Inbloom Stuff mau mendengarkan dengan baik apa yang disampaikan oleh konsumen
Sumber : Hasil Penelitian (2020)
Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Febtriko & Puspitasari, 2018).
Dalam penelitian ini, digunakan 5 (lima) kategori penilaian dimana masing-masing pertanyaan diberi skor 1-5 seperti pada tabel berikut ini:
Tabel III.2 Skala Likert
Keterangan Skor
Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Cukup Setuju (CS)
Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS)
5 4 3 2 1 Sumber : (Yadi, 2018)
3.3 Metode Pengumpulan Data, Populasi dan Sampel Penelitian
Dalam penelitian tentunya diperlukan suatu metode penelitian yang dapat membantu dan memudahkan penulis dalam memperoleh data yang diperlukan sesuai dengan tujuan dan permasalahan yang ada.
Metode penelitian menurut (Surahman, 2016) adalah cara berpikir berbuat yang dipersiapkan dengan baik-baik untuk mengadakan penelitian dan untuk mencapai suatu tujuan penelitian. Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Menurut (Almas, 2020) metode survei adalah bentuk pengumpulan data yang menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada sekelompok orang. Respons yang diberikan memungkinkan peneliti untuk menarik
kesimpulan mengenai keseluruhan kategori orang-orang yang diwakili oleh responden.
Menurut (Sondak, 2019) Pengumpulan data adalah suatu proses pendekatan kepada subjek yang diperlukan dalam suatu penelitian. Langkah-langkah dalam pengumpulan data bergantung pada rancangan penelitian dan teknik instrumen yang digunakan.
3.3.1 Metode Pengumpulan Data
Penulis mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk membuat hasil penelitian dengan menggunakan metode yaitu;
A. Observasi
Observasi yang dilakukan untuk mengindetifikasi data dengan tepat dan cermat dengan memperhatikan secara langsung dan mengambil data efektif dan sistematis sehingga dimaksudkan tidak ada data penting yang terlewatkan pada observasi toko inbloom stuff.
B. Wawancara
Wawancara langsung dilakukan dengan cara tanya jawab kepada pemilik toko inbloom stuff untuk mendapatkan data yang diperlukan dari sejarah awal toko dibangun.
C. Studi Pustaka
Pengumpulan data informasi dengan cara membaca buku-buku, paper/jurnal dan referensi yang dapat dijadikan acuan dalam pembahasan masalah yang berhubungan dengan tingkat kepuasan pengguna menggunakan model DeLone dan McLean dan aplikasi media sosial.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah survei dengan menggunakan kuesioner berupa daftar pertanyaan untuk responden dan diisi sendiri oleh responden sendiri.
3.3.2 Populasi
Definisi populasi menurut (Ibrahim, 2017) yaitu “wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diciptakan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan”. Populasi adalah keseluruhan objek penelitian. (Ramadhanty & Malau, 2020). Berdasarkan kedua pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa populasi adalah keseluruhan kelompok orang, kejadian, hal minat atau objek yang ingin peneliti pelajari dan ditarik kesimpulannya. Populasi pada penelitian ini adalah rata-rata pengunjung toko Inbloom Stuff per hari yang melakukan transaksi sebesar 50 orang.
3.3.3 Sampel Penelitian
Menurut (Pratiwi, 2016) “Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Penulis menggunakan teknik
sampling accdental. Menurut (Imron, 2019) sampling accdental adalah teknik
pengambilan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan penulis dapat digunakan sebagai sampel, apabila orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
Adapun kriterianya sebagai berikut: 1. Pengunjung toko inbloom stuff
2. Pengguna smartphone dan mengikuti media sosial toko inbloom stuff
Untuk menetukan sampel yang dijadikan responden penulis memakai rumus slovin yakni:
n =
Dimana n = jumlah sampel N= Jumlah populasi e = Kesalahan 10%
=
=
=
= 33,33 = 33
Berdasarkan perhitungan diatas yang akan dijadikan sebagai responden penelitian hasil pembulatan sampel berjumlah 33 responden. Jadi sebanyak 33 orang yang di temui penulis secara kebetulan dan memenuhi kriteria diatas.
3.4 Metode Analisa Data 3.4.1 Uji Validitas
Validitas menunjukan sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang ingin di ukur. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari data yang di dapatkan dalam penelitian, apakah data itu valid atau tidak. Item angket dalam uji validitas dikatakan valid jika harga r hitung > r tabel pada nilai signifikasi 5%. Sebaliknya item dikatakan tidak valid jika harga r hitung < r tabel pada nilai signifikasi 5%. (Widi, 2016)
3.4.2 Uji Reliabilitas
Uji reabilitas adalah ukuran yang menunjukan seberapa tinggi suatu instrumen dapat dipercaya atau dapat diandalkan, artinya reabilitas menyangkut ketepatanalat ukur. Jika suatu instrumen yang sama diukur berkali-kali dengan alat ukur yang sama, hasil yang diperoleh juga sama maka instrumen yang bersangkutan
mempunyai derajat reabilitas yang tinggi. Uji reabilitas dilakukan untuk menguji tingkat ketepatan yang konstan dan akurat atau tidak. Kuesioner yang reabilitas berarti mampu mengungkap data yang dapat dipercaya. Koefisien keandalan menunjukan mutu seluruh proses pengumpulan data suatu penelitian. Koefisien
Alpha Cronbach, suatu metode perhitungan yang dikembangkan Cronbach. Suatu
angket dikatakan reliable atau tidak dapat dilihat dari nilai Alpha-nya, jika hasil perhitungan menunjukan angka > 0,6 maka dapat disimpulkan bahwa instrumen yang bersangkutan dinyatakan reliable (Walukow, 2016).
3.4.3 Uji Asumsi Klasik A. Uji Normalitas
Uji normalitas pada model regresi digunakan untuk menguji apakah nilai residual yang dihasilkan dari regresi terdistribusi secara normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah yang memiliki nilai residual yang terdistribusi secara normal. Beberapa uji normalitas yaitu dengan melihat penyebaran data pada sumber diagonal pada grafik normal P-P Plot of regresion standardized residual atau dengan ujiOne sampel Kolmogorov. Menurut (Ginting & Silitonga, 2019) Uji normalitas bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu;
1. Metode Grafik
Uji normalitas residual dengan metode grafik yaitu dengan melihat penyebaran data pada sumber diagonal pada grafik Normal P-P Plot of regresion standardized residual. Sebagai dasar pengambilan keputusannya, jika titik menyebar sekitar garis dan mengikuti garis diagonal maka nilai residual tersebut telah normal.
2. Uji One Sample Kolmogorov Smirnov
Uji One Sample Kolmogorov Smirnov digunakan untuk mengetahui distribusi data, apakah mengikuti distribusi normal, poisson, uniform, atau exponential. Dalam hal ini untuk mengetahui apakah distribusi residual terdistribusi normal atau tidak. Residual berdistribusi normal jika nilai signifkasi lebih dari 0,05.
B. Uji Multikolineritas
Multikolineritas adalah keadaan di mana pada model regresi ditemukan adanya korelasi yang sempurna atau mendekati sempurna antar variabel independen. Pada model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi yang sempurna atau mendekati sempurna di antara variabel bebas (korelasinya 1 atau mendekati 1). Beberapa metode uji multikolineritas yaitu dengan melihat nilai Tolerance dan Inflation Factor (VIF) pada model regresi atau dengan membandingkan nilai koefisien determinasi individual (r2) dengan nilai determinasi secara serentak (R2). Batas nilai VIF yaitu kurang dari 10 dan mempunyai angka tolerance lebih dari 0,1(Akila, 2017).
Terjadi multikolineritas jika, nilai tolerance < 0.10. Terjadi multikolineritas jika, nilai VIF > 10,00.
C. Uji Heteroskedastisitas
Heteroskedastisitas merupakan indikasi varian antar residual tidak homogen yang mengakibatkan nilai taksiran yang diperoleh tidak lagi efisien. Situasi heteroskedaktisitas akan menyebabkan penaksiran keofisien-koefisien regresi menjadi tidak efisien dan hasil taksiran dapat menjadi kurang atau melebihi dari yang semestisnya. Dengan demikian, agar koefisien-koefisien regresi tidak menyesatkan, maka situasi heteroskedaktisitas tersebut harus dihilangkan dari model regresi. Uji
heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi antara variabel terjadi ketidak samaan varians.(Priliyani, 2019)
Berdasarkan Grafik Heteroskedaktisitas jika titik-titik menyebar dan tidak membentuk pola tertentu. Titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 dan penyebaran titik-titik tidak berpola. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas.
3.4.4 Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier berganda adalah analisis untuk mengukur besarnya pengaruh antara dua atau lebih variabel independen terhadap satu variabel dependen dan memprediksi variabel dependen dengan menggunakan variabel independen. Dalam regresi linier berganda terdapat asumsi klasik yang harus terpenuhi, yaitu residual terdistribusi normal, tidak adanya multikolineritas, tidak adanya heteroskedaktisitas, dan tidak adanya autokorelasi pada model regresi. (Supriyadi, 2017)
R dalam regresi linier berganda dalam tabel diatas menunjukan nilai korelasi berganda, yaitu korelasi antara variabel bebas yang terdiri dari kulitas sistem (X1), kualitas informasi (X2) terhadap variabel dependen yaitu kepuasan pengguna (Y). Nilai R berkisar antara 0 sampai 1. Jika mendekati 1 maka hubungan semakin kuat, tetapi jika mendekati 0 maka hubungan semakin lemah.
R Square (R2) atau kuadrat dari R, yaitu menunjukan koefisien determinasi. Angka ini akan diubah ke bentuk persen, yang artinya persentase sumbangan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.
3.4.5 Uji t (Pengujian hipotesis secara parsial)
Uji t (uji parsial) adalah jenis pengujian statistika untuk mengetahui apakah ada perbedaan dari nilai yang diperkirakan dengan nilai hasil perhitungan statistika. Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel bebas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat.(Anggraini, 2019).
Jika t hitung>t tabel dan t sig < (α = 0,05) berarti variabel bebas secara parsial berpengaruh terhadap variabel terikat.(Nastiti, 2019)
Uji t atau uji koefisien regresi secara parsial digunakan untuk mengetahui apakah secara parsial variabel kualitas sistem (system quality) dan kualitas informasi
(information quality) website toko Inbloom Stuff berpengaruh signifikan positif