1
Keselamatan Pasien
Keselamatan Pasien
STUDI DI UNIT ICU
• 97% medication error di ICU di 2 rumah
sakit pendidikan di Indonesia
• 1.7 errors/patient/day
di RS Pendidikan
3
Di Rumah Sakit :
Banyaknya jenis
obat,jenis
pemeriksaan dan prosedur, serta
jumlah pasien dan staf Rumah Sakit
yang cukup besar, merupakan hal yang
potensial bagi terjadinya
kesalahan.
Patient Safety adalah isu terkini, global, penting (high
profile), dalam Pelayanan RS, praktis belum lama, dimulai sejak laporan IOM th 2000.
WHO memulai Program Patient Safety th 2004 : WHO memulai Program Patient Safety th 2004 :
“
“Safety is a fundamental principle of patient care and Safety is a fundamental principle of patient care and
a critical component of quality management.” a critical component of quality management.” (World (World
Alliance for Patient Safety, Forward Programme WHO,2004)Alliance for Patient Safety, Forward Programme WHO,2004)
KOMITE KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT (KKP-KOMITE KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT
RS)RS) dibentuk PERSI, pd tgl 1 Juni 2005
MENTERI KESEHATAN bersama PERSI & KKP-RS telah
mencanangkan Gerakan Keselamatan Pasien Rumah Sakit pd Seminar Nasional PERSI tgl 21 Agustus 2005, di JCC
Telah terbit *BUKU PANDUAN NASIONAL
5
Ternyata MUTU Pelayanan saja tidak cukup,
tanpa KP.
Proses hukum di RS sangat meningkat, RS &
Profesi
gencar menjadi sasaran serangan tudingan.
KESELAMATAN PASIEN mengubah “Blaming
Culture”
ke “Safety Culture”, dan mengurangi LITIGASI
di RS
(Hillary Rodham Clinton and Barack Obama : Making Patient Safety the Centerpiece of Medical Liability Reform.
New Engl J Med 354;21 www.nejm.org May 25, 2006.)
KP-RS Bobot Berat Bobot Ringan Litigasi RS 1 Mutu Mutu (Dr Nico L)
KTD / Adverse Event
KNC / Near Miss tidak cederaPasien
Pasien cedera Medical Error Medical Error Proses of Care (Non Error) •Kesalahan proses •Dpt dicegah
•Pelaks Plan action
tdk komplit
•Pakai Plan action yg
salah
•Krn berbuat : commission •Krn tdk berbuat: omission
Kejadian Tidak Diharapkan = Suatu kejadian yg mengakibatkan cedera yg tdk diharapkan pada pasien karena suatu tindakan (“commission”) atau krn tdk bertindak (“omission”), ketimbang krn “underlying disease” atau kondisi pasien.
(KKP-RS)
Kejadian Nyaris Cedera =
1. Dpt obat “c.i.”, tdk timbul (chance) 2. Plan, diket, dibatalkan (prevention) 3. Dpt obat “c.i.”, diket, beri anti-nya
(mitigation) (Unpreventabl (Unpreventabl e) e) (Preventable) (Preventable) ( Dr Nico L )
7
Keselamatan Pasien Rumah Sakit - KPRS
(Patient safety)
•
Suatu sistem dimana RS membuat asuhan pasien lebihaman.
•
Hal ini termasuk: *asesmen risiko, *identifikasi & pengelolaan hal yg berhubungan dgn risiko pasien,*pelaporan & analisis insiden, *kemampuan belajar dari insiden & tindak lanjutnya serta *implementasi solusi utk meminimalkan timbulnya risiko
.
•
Sistem ini mencegah terjadinya cedera yg disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tdkmengambil tindakan yg seharusnya diambil. (KKP-RS) ( Dr Nico L )
KejadianTidak Diharapkan (KTD) (Adverse event)
Suatu kejadian yg mengakibatkan cedera yg tdk diharapkan pada pasien karena suatu tindakan (“commission”) atau krn tdk bertindak (“omission”), ketimbang krn
“underlying disease” atau kondisi pasien. (KKP-RS)
KTD yang tidak dapat dicegah (Unpreventable adverse event)
Suatu KTD akibat komplikasi yg tdk dapat dicegah dgn pengetahuan yg mutakhir.
(KKP-RS)
Kejadian Nyaris Cedera (KNC) (Near miss)
Suatu kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan (commission) atau tdk
mengambil tindakan yg seharusnya diambil (omission), yg dpt mencederai pasien, tetapi cedera serius tdk terjadi, * krn “keberuntung an” (mis., pasien terima suatu
obat kontra indikasi tetapi tidak timbul reaksi obat), ** krn ”pencegahan” (suatu obat dgn overdosis lethal akan diberikan, tetapi staf lain mengetahui & membatalkannya sebelum obat diberikan), *** atau ”peringanan” (suatu obat dgn overdosis lethal diberikan, diketahui secara dini lalu diberikan antidotenya). (KKP-RS)
9
Kesalahan Medis (Medical errors)
Kesalahan yg terjadi dlm proses asuhan medis yg mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan cedera pd pasien. Kesalahan termasuk gagal
melaksanakan sepenuhnya suatu rencana atau menggunakan rencana yg salah utk mencapai tujuannya. Dpt akibat melaksanakan suatu tindakan (commission) atau tdk mengambil tindakan yg seharusnya diambil (omission).(KKP-RS)
Kejadian Sentinel (Sentinel Event)
Suatu KTD yg mengakibatkan kematian atau cedera yg serius; biasanya dipakai utk kejadian yg sangat tdk diharapkan atau tidak dapat diterima seperti : operasi pada bagian tubuh yg salah.
Pemilihan kata “sentinel” terkait dgn keseriusan cedera yg terjadi (mis. Amputasi pd kaki yg salah, dsb) shg pecarian fakta terhadap kejadian ini mengungkapkan adanya masalah yg serious pd kebijakan & prosedur yg berlaku.(KKP-RS)
Siklus Kegiatan Keselamatan
Siklus Kegiatan Keselamatan
Pasien
Pasien
Yan RS Yan RS yang lebih yang lebih aman aman Pelaporan Pelaporan Insiden Insiden Analisis/Belajar Analisis/Belajar Riset Riset Pengembangan Pengembangan Solusi Solusi Panduan Panduan Pedoman Pedoman Standar Standar Pelatihan Pelatihan Seminar Seminar Implementasi & Implementasi & “ “Measurement”Measurement” Patient Patient Involvement/ Involvement/ Communicatio Communicatio n n•Risk Grading Risk Grading Matrix
Matrix
•Risk Analysis : Risk Analysis : RCA, RCA, FMEA FMEA 2. 2. 3. 3. 4. 4. 5. 5. 6. 6. 1 1 . .
11
Tujuan Sistem Keselamatan Pasien
RS
1. Terciptanya budaya keselamatan pasien di RS
2. Meningkatnya akuntabilitas RS terhadap
pasien dan masyarakat
3. Menurunnya KTD di RS.
4. Terlaksananya program2 pencegahan
sehingga tidak terjadi pengulangan KTD
Buku Panduan Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit, DepKes RI, 2006
KKP-RS NO 001-VIII-2005
TUJUH LANGKAH
MENUJU KESELAMATAN
PASIEN RUMAH SAKIT
PANDUAN BAGI STAF RUMAH SAKIT
(KKP-RS)
Buku Panduan Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit, hal 15 – 18, DepKes RI, 2006
13
BANGUN KESADARAN AKAN NILAI KP
1. Ciptakan kepemimpinan & budaya yg terbuka & adil. PIMPIN DAN DUKUNG STAF ANDA
PIMPIN DAN DUKUNG STAF ANDA
2. Bangunlah komitmen & fokus yang kuat & jelas tentang KP di RS
INTEGRASIKAN AKTIVITAS PENGELOLAAN
INTEGRASIKAN AKTIVITAS PENGELOLAAN
RISIKO
RISIKO
Kembangkan sistem & proses pengelolaan risiko, serta lakukan Kembangkan sistem & proses pengelolaan risiko, serta lakukan identifikasi & asesmen hal yang potensial bermasalah.
identifikasi & asesmen hal yang potensial bermasalah.
3.
KEMBANGKAN SISTEM PELAPORAN
KEMBANGKAN SISTEM PELAPORAN
Pastikan staf Anda agar dgn mudah dapat melaporkan kejadian / Pastikan staf Anda agar dgn mudah dapat melaporkan kejadian / insiden,
insiden, serta RS mengatur pelaporan kpd KKP-RS.serta RS mengatur pelaporan kpd KKP-RS.
4.
LIBATKAN DAN BERKOMUNIKASI DENGAN PASIEN
5. Kembangkan cara-cara komunikasi yg terbuka dgn pasien.
BELAJAR & BERBAGI PENGALAMAN TTG KP
Dorong staf anda utk melakukan analisis akar masalah untuk belajar bagaimana & mengapa kejadian itu timbul.
6.
CEGAH CEDERA DNG IMPLEMENTASI SISTEM KP
CEGAH CEDERA DNG IMPLEMENTASI SISTEM KP
Gunakan informasi yang ada tentang kejadian
Gunakan informasi yang ada tentang kejadian / masalah untuk / masalah untuk melakukan perubahan pada sistem pelayanan.
RS:
RS:
Kebijakan : tindakan staf segera setelah insiden, langkah kumpul fakta, dukungan kepada
Kebijakan : tindakan staf segera setelah insiden, langkah kumpul fakta, dukungan kepada
staf, pasien - keluarga
staf, pasien - keluarga
Kebijakan : peran & akuntabilitas individual pada insiden
Kebijakan : peran & akuntabilitas individual pada insiden
Tumbuhkan budaya pelaporan & belajar dari insiden
Tumbuhkan budaya pelaporan & belajar dari insiden
Lakukan asesmen dengan menggunakan survei penilaian KP.
Lakukan asesmen dengan menggunakan survei penilaian KP.
Tim:
Tim:
Anggota mampu berbicara, peduli & berani lapor bila ada insiden
Anggota mampu berbicara, peduli & berani lapor bila ada insiden
Laporan terbuka & terjadi proses pembelajaran serta pelaksanaan tindakan / solusi yg tepat.
Laporan terbuka & terjadi proses pembelajaran serta pelaksanaan tindakan / solusi yg tepat.
1.
Prins
ip pe
nting
:
Buda
ya Sa
fety b
erart
i Staf
sela
lu sa
dar
terha
dap h
al2 K
TD po
tensi
al, da
n Sta
f
bese
rta R
S sel
alu m
ampu
men
gaku
i
kesal
ahan
, bela
jar da
ripad
anya
, &
berti
ndak
untu
k me
mper
baiki
15
•
Ada anggota Direksi yg bertanggung jawab atas KP Ada anggota Direksi yg bertanggung jawab atas KP•
Di bagian2 ada orang yg dapat menjadi ”penggerak” (champion) KP Di bagian2 ada orang yg dapat menjadi ”penggerak” (champion) KP•
Prioritaskan KP dalam agenda rapat Direksi / ManajemenPrioritaskan KP dalam agenda rapat Direksi / Manajemen•
Masukkan KP dalam semua program latihan stafMasukkan KP dalam semua program latihan stafTim:
Tim:
•
Ada ”penggerak” dalam tim untuk memimpin Gerakan KPAda ”penggerak” dalam tim untuk memimpin Gerakan KP•
Jelaskan relevansi & pentingnya, serta manfaat gerakan KPJelaskan relevansi & pentingnya, serta manfaat gerakan KP•
Tumbuhkan sikap kesatria yg menghargai pelaporan insiden.Tumbuhkan sikap kesatria yg menghargai pelaporan insiden.2.
Prins
ip pe
nting
:
Pelak
sana
an KP
-RS b
utuh
moti
vasi
&
komi
tmen
Dire
ksi, P
impin
an Kl
inis &
Mana
jerial
dari
selur
uh ja
jaran
pelay
anan
, dan
tamp
ak ny
ata d
i
lapan
gan
RS:
RS:
•
Struktur & proses mjmn risiko klinis & non klinis, mencakup KPStruktur & proses mjmn risiko klinis & non klinis, mencakup KP•
Kembangkan indikator kinerja bagi sistem pengelolaan risiko Kembangkan indikator kinerja bagi sistem pengelolaan risiko•
Gunakan informasi dari sistem pelaporan insiden & asesmen risiko & Gunakan informasi dari sistem pelaporan insiden & asesmen risiko & tingkatkan kepedulian terhadap pasien.tingkatkan kepedulian terhadap pasien.
Tim:
Tim:
•
Diskusi isu KP dalam forum2, untuk umpan balik kepada mjmn terkaitDiskusi isu KP dalam forum2, untuk umpan balik kepada mjmn terkait•
Penilaian risiko pada individu pasienPenilaian risiko pada individu pasien•
Proses asesmen risiko teratur, tentukan akseptabilitas tiap risiko, & Proses asesmen risiko teratur, tentukan akseptabilitas tiap risiko, & langkah memperkecil risiko tsblangkah memperkecil risiko tsb
3.
Prins
ip pe
nting
:
Mana
jeme
n Ris
iko te
rinte
grasi
bera
rti
pelaj
aran
dari s
uatu
area
risiko
dapa
t
sege
ra dis
ebark
an ke
area
risik
o yan
g
lain
17
•
Lengkapi rencana implementasi sistem pelaporan insiden, ke Lengkapi rencana implementasi sistem pelaporan insiden, ke dalam maupun ke luar - yg harus dilaporkan ke KPPRS - PERSI. dalam maupun ke luar - yg harus dilaporkan ke KPPRS - PERSI.Tim:
Tim:
•
Dorong anggota untuk melapor setiap insiden & insiden yg telah Dorong anggota untuk melapor setiap insiden & insiden yg telah dicegah tetapi tetap terjadi juga, sebagai bahan pelajaran ygdicegah tetapi tetap terjadi juga, sebagai bahan pelajaran yg penting. penting. 4. Prinsip pe nting : •Staf pent ing memah ami APA in siden KP y g harus dilap orkan (sem ua insiden yg menyebab kan / dapa t menyeba bkan cedera, ti dak hanya yg sentin el), dan BAGAIMAN A cara me laporkann ya •RS selekt if melapor kan inside n penting ke KKPRS
•
Kebijakan : komunikasi terbuka ttg insiden dgn pasien & keluarga•
Pasien & kel. mendapat informasi bila terjadi insiden•
Dukungan, pelatihan & dorongan semangat kepada staf agar selalu terbuka kepada pasien & kel. (dlm seluruh proses asuhan pasien)Tim:
•
Hargai & dukung keterlibatan pasien & kel. bila telah terjadi insiden•
Prioritaskan pemberitahuan kpd pasien & kel. bila terjadi insiden•
Segera setelah kejadian, tunjukkan empati kpd pasien & kel.5. Prinsip pe nting : •Banyak pa sien sdh “ ahli” tent ang kondis inya, shg dpt m embantu i dentifkas i risiko & merencan akan solu si terhada p masalah KP, & pasien ing in terlibat sbg mitra d lm proses asuhan. •Staf perl u melibatk an pasien dlm proses D/, Th/, diskusi ris iko, monito ring, sege ra diskusi kan KTD dgn empat i. •Hal2 ini m embantu p asien akan lebih baik dlm KTD
19
•
Staf terlatih mengkaji insiden secara tepat, mengidentifikasi sebabStaf terlatih mengkaji insiden secara tepat, mengidentifikasi sebab•
Kebijakan : kriteria pelaksanaan Analisis Akar Masalah (Root Cause Kebijakan : kriteria pelaksanaan Analisis Akar Masalah (Root Cause Analysis/RCA) atau Failure Modes & Effects Analysis (FMEA) atau Analysis/RCA) atau Failure Modes & Effects Analysis (FMEA) atau metoda analisis lain, mencakup semua insiden & minimum 1 X per metoda analisis lain, mencakup semua insiden & minimum 1 X pertahun utk proses risiko tinggi. tahun utk proses risiko tinggi.
Tim:
Tim:
•
Diskusikan dalam tim pengalaman dari hasil analisis insiden Diskusikan dalam tim pengalaman dari hasil analisis insiden•
Identifikasi bagian lain yg mungkin terkena dampak & bagi Identifikasi bagian lain yg mungkin terkena dampak & bagi pengalaman tsb. pengalaman tsb. 6. Prinsip pe nting : •Bila Insid en terjadi, isu pentin g bukanlah “SIAPA yan g salah” t etapi “ME NGAPA hal itu terjadi”. •Belajar se cara siste matik : tip e insiden yg perlu dilap or, informasi apa & kapa n diperlukan , bagaima na menga nalisis ds b
•
Tentukan solusi dengan informasi dari sistem pelaporan, asesmen risiko, kajian Tentukan solusi dengan informasi dari sistem pelaporan, asesmen risiko, kajian insiden, audit serta analisisinsiden, audit serta analisis
•
Solusi mencakup penjabaran ulang sistem, penyesuaian pelatihan staf & kegiatan Solusi mencakup penjabaran ulang sistem, penyesuaian pelatihan staf & kegiatan klinis, penggunaan instrumen yg menjamin KP.klinis, penggunaan instrumen yg menjamin KP.
•
Asesmen risiko untuk setiap perubahan Asesmen risiko untuk setiap perubahan•
Sosialisasikan solusi yg dikembangkan oleh KKPRS - PERSI Sosialisasikan solusi yg dikembangkan oleh KKPRS - PERSI•
Umpan balik kepada staf ttg setiap tindakan yg diambil atas insidenUmpan balik kepada staf ttg setiap tindakan yg diambil atas insiden
Tim
Tim
•
Kembangkan asuhan pasien menjadi lebih baik & lebih aman.Kembangkan asuhan pasien menjadi lebih baik & lebih aman.•
Telaah perubahan yg dibuat tim & pastikan pelaksanaannya.Telaah perubahan yg dibuat tim & pastikan pelaksanaannya.•
Umpan balik atas setiap tindak lanjut tentang insiden yg dilaporkanUmpan balik atas setiap tindak lanjut tentang insiden yg dilaporkan. .7. Prinsip pe nting : •Dari solu si, buat sis tem baru s ehingga st af mudah me laksanaka n asuhan y ang lebih baik & lebih am an •Pastikan sistem ba ru termas uk asesme n risiko, diev aluasi teru s meneru s dlm jang ka panjang, t ermasuk b elajar teru s menerus (“sustaine d learning ”)
21
Perubahan Budaya yang Diharapkan :
• Culture of Safety • Blame-Free Culture • Reporting Culture • Learning Culture
Diperlukan upaya transformasional yang menyangkut intervensi multi level dan multi dimensional yang terfokus pada misi dan strategi organisasi, leadership style, serta budaya organisasi.
Perlu adanya “National Leadership” dalam upaya perubahan budaya tersebut PERSI membentuk Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KKPRS).
Sentinel event
• An unexpected occurrence:
– Involving death, or major loss of function or major injury
– That is associated with treament, lack of treatment or delay in treatment of patient illness or underlyaing
condition
• Specifically, any of the following events
– Wrong type of procedure/surgery – Wrong site of procedure/surgery – Wrong patient procedure/surgery
23
Service recovery process
• Listen
– When a complaint comes to you, it belongs to
you
– Identify yourself, patient and family members
– Listen carefully, avoid interupting, becoming
angry or defensive
• Apologize
– Apologize for the patient’s experience
– Do not blame others
Service recovery process
• Fix the problem
– Ask the patient for their desired solutions
– Use the service recovery discretionary fund/kit if available & if necessary
– If the problem is beyond your ability to fix, find someone who can help
• Thak you
– Thank the patient for taking the time to bring you the problem
– Tell the patient/customer our goal is excellent service
• Follow up
25
Komite Keselamatan
Pasien Rumah Sakit
KKP-RS
• Suatu sistem dimana RS membuat asuhan pasien lebih
aman. Hal ini termasuk:
- asesmen risiko,
- identifkasi & pengelolaan hal yg berhubungan dgn risiko pasien,
- pelaporan & analisis insiden
- kemampuan belajar dari insiden & tindak lanjutnya - implementasi solusi utk meminimalkan timbulnya
risiko.
• Sistem ini mencegah terjadinya cedera yg disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan
atau tdk mengambil tindakan yg seharusnya diambil.
27
•
KP adalah mengidentifkasi &
mengontrol risiko yg dapat
mencederai pasien
•
KP adalah mencegah terjadinya
cedera
•
KP adalah membuat asuhan
pasien
aman.
“CAP” (Concern-Action-Prospect) :
Untuk Komunikasi Efektif Saat Komplain
• C – Concern
: menunjukkan perhatian (empati)
pada pasien & keluarga yang terkena musibah
KTD
• A – Action
: menunjukkan/menjelaskan
tindakan apa saja yang SUDAH dikerjakan
dalam menangani/mengatasi musibah KTD
• P – Prospect
: menjelaskan tindakan apa saja
yang AKAN dilakukan dalam pengelolaan
pasien selanjutnya untuk mencegah terulangnya
KTD
29
APABILA TIMBUL KEJADIAN YANG TIDAK DIHARAPKAN
• Lakukan komunikasi yang efektif dengan pasien
– Keterampilan berkomunikasi dapat dipelajari dan harus dipraktekkan juga
• Sebagian besar profesional adalah perfeksionis sehingga kegagalan akan menyebabkan penurunan moril secara pribadi dengan akibat kinerja yang menurun yang justru menimbulkan potensi untuk melakukan kesalahan.
Oleh karena itu :
- Hindari tuduhan secara pribadi - Ciptakan lingkungan yang kondusif • Pertanyaan pimpinan :
– Apa yang telah terjadi ? (bukan “siapa yang melakukan itu ?”) – Hambatan apa yang menghalangi kemampuan anda
melaksanakan tugas secara efisien ?
Asas : Pasal 2 : RS diselenggarakan berasaskan Pancasila dan
didasarkan kpd nilai kemanusiaan, etika & profesionalitas, manfaat, keadilan, persamaan hak & anti diskriminasi, pemerataan, perlindungan dan keselamatan pasien, serta mempunyai fungsi sosial.
Tujuan : Pasal 3 ayat b : memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien, masyarakat, lingkungan RS dan SDM di RS
SDM : Pasal 13 ayat 3 : Setiap tenaga kes ….harus bekerja sesuai
std profesi…. dan mengutamakan keselamatan pasien.
Kewajiban RS : Pasal 29 ayat b : memberi pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, anti diskriminasi, & efektif dgn mengutamakan
Keselamatan Pasien Dalam
Keselamatan Pasien : Pasal 43 :
1. RS wajib menerapkan Standar Keselamatan Pasien
2. Std Keselamatan Pasien dilaksanakan melalui pelaporan insiden, menganalisa, & menetapkan pemecahan masalah dalam rangka menurunkan angka KTD.
3. RS melaporkan kegiatan ayat 2 kepada komite yg membidangi keselamatan pasien yg ditetapkan oleh Menteri.
4. Pelaporan insiden keselamatan pasien pd ayat 2 dibuat secara anonim & ditujukan utk mengkoreksi sistem dlm rangka meningkatkan keselamatan pasien.
5. Ketentuan lebih lanjut mengenai keselamatan pasien ayat 1 & ayat 2 diatur dgn Peraturan Menteri
Keselamatan Pasien Dalam
Doctor
Patient
Patient
Invasive-Noninvasive Exam Treatment Nursing care Doctor System System Medical Surgical System System Error/ PSI Error Error Erro rSebelum th 2000
Mutu Stand ar Yan M edis KBB/EB M Audit Medis/K linis Stand ar Aske p TQM ISOb. . . . .(Kohn LT, Corrigan JM, Donaldson MS, eds. To err is human: building a safer health system. Washington, D.C.: National Academy Press, 2000.)
RS - RS
AE
(>50% krn ME)Mati
Pasien RS di US : Admisi /year Pasien tsb :Mati sb AE (Extrapolasi) Mati sb lain Di Colorado & Utah(1992) 2.9 % 6.6 % 33.6 juta44,000
-98,000
!!! Estimasi biaya: $17 - $50 milyar - KLL : 43,458 -Cancer : 42,297 -AIDS : 16,516 Di New York(1984) 3.7 % 13.6 % TO ERR IS HUMAN TO ERR IS HUMANBuilding a Safer Health System
Building a Safer Health System
Laporan
Laporan
Institute of Medicine - IOM
Patient Safety Problem
• Transfusion error
• ADE: Adverse Drug Event • Wrong-site surgery
• Surgical injuries
• Preventable suicides
• Restraint-related injuries/death • Hosp-acquired infection
• Other treatment related infection • Falls
• Burns
• Pressure ulcers • Mistaken identity • ….
(WHO : World Alliance for Patient Safety, Forward Programme, 2004)
Study Study focus
(date of admissions) No of Hosp Ad- mission No of AE AE Rate (%)
1.USA(NewYork State) (Harvard Medical Practice Study) (1,2) 2.USA (Utah-Colorado Study (UTCOS)) (10) 3.USA (UTCOS)1 (10) 4.Australia (Quality in Australian Health
Care Study (QAHCS)(3) 5.Australia (QAHCS)2(10) 6.UK (4)
7.Denmark (12)
8.New Zealand (6,7) 9.Canada (8)
1.Acute care Hosp (’84) 2.Acute c.Hosp(‘92) 3.Acute c.Hosp(‘92) 4.Acute c.Hosp(‘92) 5.Acute c.Hosp(‘92) 6Ac c.Hosp(‘99-’00) 7.Acute c.Hosp(‘98) 8.Acute care (‘98) 9.Ac&Com.Hosp(‘01) 30 195 14 565 14 565 14 179 14 179 1 014 1 097 6 579 3 720 1133 475 787 2353 1499 119 176 849 279 3.8 3.2 5.4 16.6 10.6 11.7 9.0 12.9 7.5
Clinical Risk Management Upaya Umum (Klasik) Keselamatan Pasien *Organisasi/Manajm n *Pelayanan KTD KTD KNC KNC
KERANGKA KERJA KOMPREHENSIF KESELAMATAN PASIEN RS
Upaya Khusus (Baru) Keselamatan Pasien *7 Langkah KPRS *7 Standar KPRS & Akreditasi KPRS * WHO – WAFPS Prgrm *Upaya Diagnostik *Upaya Diagnostik & Solusi & Solusi KTD KTD Risiko
Risiko RisikoRisiko
1.
1.
3.
3.
2.
2.
4.
4.
Taksonomi Keselamatan Pasien
1.IKP, 2.Hasil-Dampak,KTD/KNC, 3.KTD tidak dpt dicegah,
Upaya Umum (Klasik) Keselamatan Pasien
*Organisasi/Manajemen 1. Regulasi RS
2. Regulasi Profesi (UU Pradok, KKI, MKDKI) 3. Standar Yan RS, Standar Profesi
4. Standar Profesi, Good Professional Practice, EB Practice
5. Good Corporate Governance, Komite Etik RS
6. Good Clinical Governance, Komite Medis, Komite Etik, Medical Audit, Clinical Indicator,
Credentialling, EBM
7. Konsep & Evaluasi Mutu : QA, TQM, PDCA, Akreditasi, ISO
8. Sistem Rekam Medis, Informed consent 9. …dsb…
*Pelayanan
1. Pengendalian Infeksi Nosokomial 2. Safe blood transfusion
3. Yan Peristi
4. Hospital Pharmacy, Penggunaan obat rasional
5. Yan Laboratorium, Radiologi (D/, Th/), Penunjang Medis lain
6. ….dsb….
1.
Upaya Khusus (Baru) Keselamatan Pasien
Upaya Khusus (Baru) Keselamatan Pasien *
* 7 LANGKAH MENUJU KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT7 LANGKAH MENUJU KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT
1. Bangun kesadaran akan nilai Keselamatan Pasien 2. Pimpin dan dukung staf anda
3. Integrasikan aktivitas risiko 4. Kembangkan sistem pelaporan
5. Libatkan dan berkomunikasi dengan pasien 6. Belajar dan berbagi pengalaman tentang KP 7. Cegah cedera melalui implementasi sistem KP
*
*STANDAR KESELAMATAN PASIEN RS & AKREDITASI YAN KPRSSTANDAR KESELAMATAN PASIEN RS & AKREDITASI YAN KPRS I. Hak pasien
I. Hak pasien
II. Mendidik pasien dan keluarga
II. Mendidik pasien dan keluarga
III. Keselamatan pasien dan asuhan berkesinambungan
III. Keselamatan pasien dan asuhan berkesinambungan
IV.
IV. Penggunaan metoda peningkatan kinerja, utk melakukan evaluasi & meningkatkan KPPenggunaan metoda peningkatan kinerja, utk melakukan evaluasi & meningkatkan KP V. Peran kepemimpinan dalam meningkatkan KP
V. Peran kepemimpinan dalam meningkatkan KP
VI. Mendidik staf tentang KP
VI. Mendidik staf tentang KP
VII.Komunikasi merupakan kunci bagi staf untuk mencapai KP
VII.Komunikasi merupakan kunci bagi staf untuk mencapai KP
WHO – WAFPS – 12 ACTION AREAS
WHO – WAFPS – 12 ACTION AREAS
1)Global Patient Safety Challenge, 2)Patients for PS, 3)Research for PS, 4)International
1)Global Patient Safety Challenge, 2)Patients for PS, 3)Research for PS, 4)International
Classification for PS, 5)Reporting and Learning PS, 6)Solutions for PS, 7)High 5s,
Classification for PS, 5)Reporting and Learning PS, 6)Solutions for PS, 7)High 5s,
8)Technology for PS,9)Knowledge Management on PS, 10)Eliminate central line-associated
8)Technology for PS,9)Knowledge Management on PS, 10)Eliminate central line-associated
2.
2. 2. 3. 3. 4. 4. 5. 5. 1 1 . . 6. 6. KTD Yan RS yang lebih aman
Upaya Diagnostik &
Solusi
Patient Patient Involvement/ Involvement/ Communicatio Communicatio n n•Risk Grading Risk Grading Matrix
Matrix
•Risk Analysis : Risk Analysis : RCA, RCA, FMEA FMEA
3.
3.
Pelaporan Pelaporan IKP IKP Analisis/Belajar Analisis/Belajar Riset Riset Pengembangan Pengembangan Solusi Solusi Panduan Panduan Pedoman Pedoman Standar Standar Pelatihan Pelatihan Seminar Seminar Implementasi & Implementasi & “ “Measurement”Measurement”Insiden Keselamatan Pasien
Hasil / Dampak Hasil / Dampak pd Pasien pd Pasien KTD Tidak dpt dicegah Forseeable - unavoidable, Acceptable, UnforseeableIKP= Setiap kejadian atau situasi yg dpt mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan harm (penyakit, cedera, cacad, kematian dll) yang tidak
seharusnya terjadi.
KTD / KNC Dpt dicegah Medical Error, Medical Negligence,dsb
Cedera (Adverse Event) Tidak cedera (Near Miss)
Analisis : Matrix grading, RCA, 5
Analisis : Matrix grading, RCA, 5
Why Why Penyebab IKP Faktor Kontribusi 1 2 3 4 5 6 (Preventable) (Preventable) (Unpreventable) (Unpreventable)
KTD=Kejadian Tidak Diharapkan
KTD=Kejadian Tidak Diharapkan
KNC=Kejadian Nyaris Cedera
KNC=Kejadian Nyaris Cedera
4.
43
Most Common Root Causes of Medical Errors
Most Common Root Causes of Medical Errors
1.
1.
Communication problems
Communication problems
2.
2.
Inadequate information flow
Inadequate information flow
3.
3.
Human problems
Human problems
4.
4.
Patient-related issues
Patient-related issues
5.
5.
Organizational transfer of knowledge
Organizational transfer of knowledge
6.
6.
Staffing patterns/work flow
Staffing patterns/work flow
7.
7.
Technical failures
Technical failures
8.
8.
Inadequate policies and procedures
Inadequate policies and procedures
(AHRQ Publication No. 04-RG005, December 2003. ) -Agency for Healthcare Research and
Quality-Diagnostic
• Kesalahan atau keterlambatan Diagnosis
• Tidak menerapkan Tes yg sebenarnya diindikasi • Mengunakan Tes / Terapi yg sdh tdk dipakai
• Tidak bertindak atas hasil monitoring atau hasil tes
Treatment
• Kesalahan pada Operasi, Prosedur atau Tes • Kesalahan pada pelaksanaan Terapi
• Kesalahan metode pengunaan suatu obat
• Keterlambatan dlm pengobatan / merespon thd hasil tes yg abnormal
• Asuhan yg tidak layak / diindikasi
Preventive
• Tidak memberikan terapi profilaktik
• Monitoring atau follow up yg tidak adekuat pd suatu pengobatan
Other
• Gagal melakukan komunikasi • Kegagalan Alat
Dimana kesalahan dibuat ? (Type of
Errors)
45