• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

20

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru atau calon guru yang bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran agar apa yang menjadi tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Salah satu ciri PTK adalah adanya kerjasama antara praktisi (guru, kepala sekolah, siswa, dll) dan peneliti dalam pemahaman kesepakatan tentang permasalahan, pengambilan keputusan yang akhirnya melahirkan kesepakatan (action) (Arikunto,2007: 63). Tujuan utama PTK adalah untuk memperbaiki pembelajaran di kelas.

3.2 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian a. Setting Waktu

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan 2 kali dalam satu minggu yakni siklus I pada tanggal 18-19 Maret dan siklus II 25-26 Maret 2014 atau setelah Ulangan Tengah Semester II tahun pelajaran 2013-2014. b. Setting Tempat

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di kelas IV SD N Gebugan 01, Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Jumlah siswa di kelas IV adalah 24 siswa, laki-laki berjumlah 15 siswa sedangkan perempuan berjumlah 9 siswa.

c. Karakteristik Subyek Penelitian

Karakteristik subyek dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu siswa kelas IV SD N Gebugan 01 Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 24 siswa terdiri dari laki-laki 15 siswa dan perempuan 9 siswa. Kondisi ekonomi orang tua/wali siswa beragam, ada yang menengah ke atas, ada yang cukup, bahkan ada yang menengah ke bawah (kurang mampu). Pekerjaan orang tua atau wali siswa sebagian besar adalah petani, pedagang, dan wiraswasta.

(2)

3.3 Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat tiga variabel, yaitu satu variabel bebas dan dua variabel terikat.

3.3.1 Variabel Bebas

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain atau variabel terikat. Variabel ini dilambangkan dengan huruf X. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan penggaris. Model RME adalah suatu model pembelajaran yang berorientasi pada dunia nyata, keterampilan, dan diskusi kelompok sehingga siswa diharapkan dapat menemukan sendiri pengetahuannya. Penggaris adalah sebuah alat pengukur dan alat bantu gambar untuk menggambar garis lurus. Terdapat berbagai macam penggaris mulai dari yang lurus sampai berbentuk segitiga. Perbaikan pembelajaran ini menggunakan alat bantu penggaris yang terbuat dari sterofom dengan ukuran yang cukup besar. 3.3.2 Variabel Terikat

Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain atau variabel bebas. Variabel ini dilambangkan dengan huruf Y. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah keaktifan dan hasil belajar matematika. Keaktifan siswa adalah segala kegiatan yang dilakukan siswa baik fisik atau pun mental untuk membangun pemahaman secara mandiri atas persoalan yang diberikan oleh guru guna mencapai tujuan pembelajaran. Hasil belajar matematika adalah prosedur yang dilakukan guru yang berupa angka untuk mengetahui sampai dimana pemahaman siswa dalam menguasai materi khususnya mata pelajaran matematika yang telah diberikan.

3.4 Rencana Tindakan

Rancangan penelitian tindakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model spiral yang dikemukakan oleh C. Kemmis dan Mc. Taggart, R melalui siklus yang terdiri dari 3 tahap yakni rencana tindakan, tindakan dan

(3)

observasi, dan refleksi. Adapun gambar rancangan penelitian model spiral adalah sebagai berikut :

Gambar 3.1

PTK Model Spiral dari Kemmis S. dan Mc.Taggart, R. Gambaran rancangan penelitian di atas adalah sebagai berikut : 1. Perencanaan I.

2. Implementasi Tindakan dan Observasi I. 3. Refleksi I.

4. Rencana II.

5. Implementasi Tindakan dan Observasi II. 6. Refleksi II.

1. Rencana Siklus I a. Perencanaan

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah penyusunan perangkat pembelajaran meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tentang operasi hitung bilangan bulat, alat peraga yang berhubungan dengan materi yaitu penggaris yang terbuat dari sterofom, lembar kerja kelompok (LKK), perangkat evaluasi yang meliputi rubrik penilaian dan butir-butir soal, serta lembar observasi untuk mengamati keaktifan siswa. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam siklus ini dibuat untuk dua kali pertemuan dalam (4 x 35 menit).

(4)

b. Implementasi Tindakan dan Observasi

Kegiatan yang dilakukan tahap ini adalah menerapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat. Guru mengajar menggunakan model RME berbantuan penggaris. Kegiatan observasi dilakukan sebagai sarana pengumpulan data yang berkaitan dengan pelaksanaan tindakan penelitian. Observasi dilakukan oleh observer untuk mengamati kegiatan pembelajaran yang menerapkan model RME berbantuan penggaris. Observer menggunakan lembar observasi untuk mengumpulkan data aktivitas pembelajaran yang meliputi: aktivitas guru dan siswa dalam mengikuti pembelajaran. c. Refleksi

Data dikumpulkan kemudian dianalisis oleh peneliti. Analisis dilakukan dengan cara mengukur, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Data yang diperoleh dikumpulkan kemudian dianalisis bagaimana keaktifan dan hasil belajar siswa. Kemudian direfleksikan hasil analisis yang telah dikerjakan.

a) Apakah proses pembelajaran menggunakan model RME berbantuan penggaris berjalan efektif ?

b) Apakah ada hambatan ketika proses pembelajaran menggunakan model RME berbantuan penggaris ?

c) Berapakah jumlah siswa yang mengalami peningkatan keaktifan dan hasil belajar?

d) Apakah pembelajaran menggunakan model RME berbantuan penggaris telah mencapai target yang diinginkan sesuai dengan yang diharapkan?

Refleksi ini dilakukan untuk mengevaluasi kelemahan dan kelebihan dari tindakan pembelajaran yang telah dilakukan, hasil tindakan serta hambatan-hambatan yang dihadapinya. Hasil refleksi ini berguna untuk menentukan tingkat keberhasilan dari tindakan yang telah dilakukan dan sebagai dasar pertimbangan untuk menyusun rencana kegiatan siklus II.

(5)

2. Rencana Siklus II a. Perencanaan

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini sama dengan siklus I yaitu penyusunan perangkat pembelajaran meliputi RPP tentang operasi hitung bilangan bulat, lembar kerja kelompok (LKK), lembar penilaian dan butir soal, serta lembar observasi. RPP dalam siklus ini juga dibuat dua kali pertemuan dalam (4 x 35 menit). Pada Siklus II ini perencanaan dilakukan dengan mempertimbangkan hasil refleksi siklus I. Tindakan pada siklus II ini disertai dengan penambahan atau penyesuaian kegiatan yang diperkirakan dapat mengatasi masalah pada siklus I.

b. Tindakan dan observasi

Peneliti melakukan tindakan ulang pada siklus I, setelah melihat hasilnya. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah menerapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat. Guru mengajar menggunakan model RME berbantuan penggaris. Kegiatan observasi dilakukan sebagai sarana pengumpulan data yang berkaitan dengan pelaksanaan tindakan penelitian. Observasi dilakukan oleh observer untuk mengamati proses pembelajaran menggunakan model RME berbantuan penggaris. Observer menggunakan lembar observasi untuk mengumpulkan data aktivitas pembelajaran, yang meliputi: aktivitas guru dan siswa dalam mengikuti pembelajaran. c. Refleksi

Peneliti menganalisis semua tindakan pada siklus I dan siklus II, kemudian melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang dilakukan dalam tindakan kelas dan diharapkan siswa mengalami peningkatan keaktifan dan hasil belajar matematika. Data yang telah dicatat dalam lembar pengamatan keaktifan dan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan tes evaluasi dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan. Selanjutnya peneliti mencatat hasil analisis, apakah pada setiap tahapan di siklus I dan II siswa sudah menunjukkan

(6)

peningkatan keaktifan dan prestasi atau belum. Hasil refleksi ini berguna untuk menentukan tingkat keberhasilan dari tindakan yang telah dilakukan.

3.5 Teknik dan Alat Pengumpulan Data 3.5.1 Teknik Pengumpulan Data

Penelitian ini menggunakan dua teknik pengumpulan data, yaitu teknik tes dan non tes. Teknik tes yang berupa tes tertulis melalui evaluasi digunakan untuk mengukur kemajuan hasil belajar siswa. Teknik non tes yang berupa observasi digunakan untuk mengetahui aktivitas siswa ketika proses perbaikan pembelajaran berlangsung. 3.5.2 Alat Pengumpulan Data

Alat pengumpulan data dibagi menjadi dua, yaitu butir soal tes dan lembar observasi. Butir soal tes digunakan sebagai alat pengumpulan data untuk mengukur hasil belajar siswa dalam pelajaran matematika setelah dilaksanakan tidakan atau pembelajaran menggunakan model RME berbantuan penggaris. Lembar observasi adalah alat yang digunakan untuk mengetahui aktivitas atau perkembangan serta kemajuan siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Lembar observasi berisikan catatan kejadian selama proses perbaikan pembelajaran berlangsung.

3.6 Instrumen Pengumpulan Data a. Variabel Terikat

Instrumen yang digunakan dalam variabel terikat adalah keaktifan siswa belajar matematika dalam bentuk lembar observasi dan hasil belajar matematika dalam bentuk tes tertulis. Tes tertulis dilakukan untuk mendapatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran kooperatif dengan model RME berbantuan penggaris sedangkan lembar observasi digunakan untuk mengukur tingkat keaktifan siswa dalam menigukti pembelajaran. Dalam pengukuran keaktifan mencakup 4 indikator ketrampilan-ketrampilan kooperatif. Setiap indikator menggunakan skala rating scale, karena dengan skala ini data yang diperoleh berupa angka.

(7)

Jawaban dapat dibuat skor 1, 2, 3, dan 4. Sedangkan hasil belajar menggunakan tes tertulis dengan tes evaluasi di akhir siklus. Adapun kisi–kisi instrumen keaktifan dan hasil belajar sebagai berikut:

Tabel 3.1

Kisi-Kisi Observasi Keaktifan

Tabel 3.2

Kisi-Kisi Soal Tes Siklus I

Kompetensi Dasar Indikator No Item Soal

5.2 Menjumlahkan bilangan bulat.

1. Menjumlahkan bilangan positif dan bilangan negatif.

1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 2. Menjumlahkan dua bilangan

negatif.

11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18,

19, 20

Jumlah 20

Nomor Aspek yang dinilai

1 Ikut aktif dalam mengerjakan tugas kelompok.

2 Aktif dalam kelompok menjawab tugas yang diberikan guru.

3 Ikut aktif secara kelompok dalam memecahkan masalah.

4 Ikut aktif dalam mencari solusi yang tepat atas masalah yang

diberikan oleh guru.

5 Aktif bertanya kepada siswa dalam satu kelompok atau

kepada guru jika tidak memahami masalah yang diberikan.

6 Ikut aktif dalam mencari informasi atas permasalahan yang

dihadapi dalam kelompok.

7 Aktif dalam memberikan pendapat di dalam kelompok.

(8)

Tabel 3.3

Kisi-Kisi Soal Tes Siklus II

b. Variabel Bebas

Instrumen yang digunakan dalam variabel bebas adalah lembar observasi. Lembar observasi digunakan untuk mengukur aktivitas guru dan siswa ketika proses pembelajaran dengan menerapkan model RME berbantuan penggaris. Instrumen penelitian lembar observasi diukur dengan ranting scale. Dalam model ranting scale, akan didapat jawaban 1, 2, 3, dan 4. Lembar observasi ini berbentuk cheklist yaitu dengan cara mengisi jawaban dengan memberi tanda centang (√) pada kolom jawaban 1, 2, 3, dan 4 sesuai dengan penerapan yang dilakukan ataupun aktivitas guru dan siswa. Adapun kisi–kisi instrumen pembelajaran RME berbantuan penggaris yaitu sebagai berikut :

Kompetensi Dasar Indikator No Item soal

5.3 Mengurangkan bilangan bulat.

3. Menjelaskan cara mengurangkan dua bilangan positif.

3, 9, 10, 11, 12, 18, 20 4. Menjelaskan cara mengurangkan

bilangan positif dan bilangan negatif.

2, 4, 5, 6, 7, 8, 13, 16

5. Menjelaskan cara mengurangkan dua bilangan negatif.

1, 14, 15, 17, 19

(9)

Tabel 3.4

Kisi-Kisi Observasi Guru

No Kegiatan Indikator No Item

soal 1 Awal - Guru mengawali pembelajaran dengan memberi

apersepsi yang berkaitan dengan materi.

- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

1, 2

2 Inti - Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual.

- Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan. - Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan

kompetensi (tujuan) yang akan dicapai dan sesuai karakteristik siswa.

- Melakasanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan.

- Menggunakan media secara efektif dan efisien. - Melibatkan siswa secara aktif dalam pemanfaatan

media.

- Menggunakan bahasa lisan dan tulis secara jelas, baik, dan benar.

- Melakukan penilain akhir sesuai dengan kompetensi (tujuan).

3, 4 ,5, 6, 7, 8, 9,

10

3 Akhir - Guru membimbing siswa untuk menarik kesimpulan bersama dan melakukan refleksi. - Guru memberi tindak lanjut berupa PR atau soal

evaluasi.

11, 12

(10)

Tabel 3.5

Kisi-Kisi Observasi Siswa

No Kegiatan Indikator No Item

soal 1 Awal - Siswa memperhatikan dan menanggapi

apersepsi yang diberikan guru.

- Siswa mendengarkan secara seksama ketika dijelaskan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.

1, ,2

2 Inti - Memperhatikan dengan serius ketika dijelaskan materi pelajaran.

- Adanya interaksi positif diantara siswa.

- Siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran.

- Siswa mencatat berbagai penjelasan yang diberikan.

- Adanya interaksi positif saat media pembelajaran disajikan.

- Siswa semakin jelas dan konkrit saat penjelasan materi yang disajikan dengan media pembelajaran.

- Penjelasan dapat dengan mudah dimengerti oleh siswa.

- Mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan guru dengan benar

3, 4 ,5, 6, 7, 8, 9,

10

3 Akhir - Siswa menarik kesimpulan bersama dan melakukan refleksi.

- Siswa menerima tindak lanjut berupa PR atau soal evaluasi.

11, 12

(11)

3.7 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Tes 3.7.1 Uji Validitas

Uji validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan sebuah instrumen. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Uji validitas tes dihitung dengan cara mengkorelasikan antara nilai yang diperoleh dari setiap butir soal dengan keseluruhan yang diperoleh. Menurut Sugiyono (2010: 126), suatu item instrument penelitian dianggap valid jika memiliki koefisien corrected item total correlation > 0,3. Uji validitas masing–masing soal dalam tes kemampuan awal ini dilihat dari korelasi antara skor–skor butir soal dengan skor totalnya. Validitas butir ini dihitung dengan menggunakan Statistical Package For The Social Science (SPSS) versi 16.0.

Berikut hasil uji validitas soal evaluasi siklus I dan siklus II di SD N Panjang 04, Ambarawa dengan responden 21 siswa.

Tabel 3.6

Hasil Uji Validitas Soal Tes Siklus I

Nomor soal yang valid Nomor soal yang tidak valid 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11,

12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20

---

Tabel 3.7

Hasil Uji Validitas Soal Tes Siklus II

Nomor soal yang valid Nomor soal yang tidak valid 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 9, 10, 11, 12,

13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20

(12)

3.7.2 Uji Reliabilitas

Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah dianggap baik. Reliabel artinya dapat dipercaya juga dapat diandalkan. Untuk menguji reliabilitas instrument dilakukan analisis factorial dengan konstruk satu faktor untuk setiap perangkat dengan merujuk teori koefisien reliabilitas alpha dari Cronbach. Kriteria untuk menentukan tingkat reliabilitas instrument digunakan pedoman yang dikemukakan oleh George dan Mallery sebagai berikut:

≤ 0,7 : Tidak dapat diterima 0,7 < a ≤ 0,8 : Dapat diterima 0,8 < a ≤ 0,9 : Reliabilitas bagus > 0,9 : Reliabilitas memuaskan

Hasil perhitungan reliabilitas soal tes di SD Negeri Panjang 04, Ambarawa menunjukkan bahwa nilai Cronbach’s Alpha pada siklus I dan siklus II adalah 0,89 dan 0,92 yang artinya reliabilitas bagus. 3.8 Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan dari penelitian ini adalah ketercapaian rata-rata keaktifan dan hasil belajar siswa dalam satu kelas. Pada penelitian ini, peneliti memberikan patokan 75% dari jumlah keseluruhan siswa yang telah aktif mengikuti pembelajaran dengan memberikan patokan skor ≥ 24 dan 75% dari jumlah keseluruhan siswa dengan memperoleh nilai ≥ 60. Patokan skor ≥ 24 dihitung dari skor 3 (aktif) x 8 indikator keaktifan. Siswa yang mendapat skor < 24 termasuk siswa yang tidak aktif, dan yang mendapat ≥ 24 termasuk siswa aktif. Patokan hasil belajar ≥ 60 disesuaikan dengan (KKM=60). Siswa yang mendapat nilai < 60 termasuk siswa yang tidak tuntas (KKM=60), sedangkan yang mendapat ≥ 60 termasuk tuntas (KKM=60) .

(13)

3.9 Teknik Analisis Data

Data yang telah diperoleh akan dianalisis menggunakan deskriptif komparatif dan deskriptif kualitatif. Deskriptif komparatif digunakan untuk menganalisis data kuantitatif dengan membandingkan hasil tes siswa saat kondisi awal, hasil tes siswa setelah siklus I dan siklus II. Deskriptif kualitatif digunakana untuk menganalisis data kualitatif berdasarkan hasil observasi dan refleksi dari tiap–tiap siklus. Analisis data terhadap hasil penelitian dijelaskan sebagai berikut:

a. Data kuantitatif diperoleh dari hasil tes siswa dengan menghitung rata-rata dalam satu kelas dan hasil belajar dengan cara persentase dengan menghitung ketuntasan belajar siswa secara individu.

b. Data kualitatif diperoleh dari observasi yang dilakukan oleh peneliti mengenai keaktifan siswa dengan menggunakan lembar observasi ketika proses perbaikan pembelajaran menggunakan model RME berbantuan penggaris berlangsung.

Referensi

Dokumen terkait

penilaian juga dilakukan baik secara afektif maupun psikomotorik tentang Pendidikan Lingkungan Hidup yang mendukung terselenggaranya program Adiwiyata. Aktualisasi

Dari beberapa bahasan di atas dapatlah disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: a) Pasien Jamkesmas yang dirawat di 10 rumah sakit dengan kasus penyakit katastropik bulqn

PENGGANDAAN PERSIAPAN LEMBAR JAWAB 1 Senin, 10 dan 17 Januari 2011 Robby Setyo Aji Eri Wahyu U Basit Adhi Prabowo 2 Selasa, 11 dan 18 Januari 2011 Dhono Anggoro Robby Setyo Aji

Bentuk pola hamburan disebabkan oleh karakteristik dari difuser masing-masing, difuser MLS dengan desain lebar 0,04 m memiliki pola hamburan yang merata pada frekuensi 4250

Apakah Persepsi Manfaat berpengaruh signifikan terhadap niat untuk menggunakan Mobile Banking pada nasabah BRI di Surabaya. 1.4

PUG dilaksanakan melalui: (a) konsultasi, konsultasi dimaksudkan untuk melaksanakan singkronisasi dan harmonisasi rencana dan penyelenggaraan pendidikan politik yang

Pada saat pengiriman paket, paket tersebut dapat melewati jaringan yang berbeda.Intermediary device, seperti router adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk menghubungkan

yang telah dipaparkan, maka ditemukanlah judul “Pengembangan Web Pembelajaran Geografi Pada Materi Pelestarian Lingkungan Hidup dalam Kaitannya dengan Pembangunan