FINAL REPORT
PELATIHAN TEKNIS EFISIENSI ENERGI
DI PDAM KABUPATEN GRESIK
KERJASAMA :
ETC
ESP
MLD
PDAM KABUPATEN GRESIK
AKADEMI TEKNIK TIRTA WIYATA
1
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ... 1 DAFTAR GAMBAR ... 2 DAFTAR TABEL ... 3 DAFTAR ISTILAH ... 6 RINGKASAN ... 7 1. PENDAHULUAN ... 11 1.1 LATAR BELAKANG ... 11 1.2 TUJUAN ... 111.3 RUANG LINGKUP KEGIATAN ... 11
1.4 METODOLOGI ... 12
2. PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SEKUNDER ... 13
2.1 SPESIFIKASI POMPA DAN MOTOR ... 14
2.2 KONSUMSI DAN BIAYA ENERGI ... 17
2.3 PRODUKSI AIR ... 20
3. PENGUKURAN LAPANGAN (DATA PRIMER) ... 20
3.1 PERPOMPAAN UNIT LEGUNDI ... 22
3.2 PERPOMPAAN UNIT CERME ... 24
3.3 PERPOMPAAN UNIT KRIKILAN ... 27
3.4 PERPOMPAAN INTAKE LEGUNDI ... 28
3.5 PERPOMPAAN UNIT SEGOROMADU ... 29
4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN DATA ... 32
4.1 UMUM... 32
4.2 ANALISIS DAN PEMBAHASAN DATA... 34
5. KENDALA – KENDALA YANG DIHADAPI ... 56
6. KESIMPULAN ... 57
2
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Data nameplate motor pompa 3 Krikilan ... 15
Gambar 2. Grafik Konsumsi Energy Bulanan Unit Legundi ... 17
Gambar 3. Grafik Konsumsi Energy Bulanan Unit Cerme ... 18
Gambar 4. Grafik Konsumsi Energy Bulanan Unit Krikilan ... 19
Gambar 5. Grafik Konsumsi Energy Bulanan Unit Segoromadu ... 19
Gambar 6. Skematik perpipaan PDAM Kab. Gresik ... 20
Gambar 7. Skematik Perpompaan Unit Legundi ... 22
Gambar 8. Pengukuran data motor listrik menggunakan power meter di unit Legundi ... 23
Gambar 9. Pengukuran putaran pompa di unit Legundi ... 23
Gambar 10. Skematik perpompaan ground reservoir Cerme ... 25
Gambar 11. Skematik Perpompaan Unit Cerme (menuju reservoir Giri) ... 25
Gambar 12. Pengukuran debit di pompa distribusi (menuju Manyar) ... 26
Gambar 13. Skema IPA Krikilan ... 27
Gambar 14. Pengukuran putaran motor pompa di Krikilan ... 27
Gambar 15. Contoh hasil pembacaan power meter (di Krikilan) ... 28
Gambar 16. Skematik perpompaan unit Segoromadu ... 30
Gambar 17. Pengukuran putaran motor pompa di unit Segoromadu ... 30
Gambar 18. Pengukuran data listrik (panel motor) di unit Segoromadu ... 30
Gambar 19. Grafik fluktuasi pemakaian air ... 31
Gambar 20. Grafik demand di pompa distribusi menuju Manyar ... 32
Gambar 21. System perpompaan unit Legundi ... 35
Gambar 22. Pompa baru (I), WTP I Legundi ... 40
3
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Ringkasan hasil kegiatan Efisiensi di PDAM Gresik ... 8
Tabel 2. Potensi savings/ penghematan dan Rekomendasi ... 9
Tabel 3. Data nameplate motor dan pompa WTP I, Legundi ... 14
Tabel 4. Data nameplate motor dan pompa WTP II, Legundi ... 14
Tabel 5. Data nameplate motor dan pompa unit Cerme ... 15
Tabel 6. Data nameplate motor dan pompa unit Krikilan ... 15
Tabel 7. Data nameplate motor dan pompa submersible, intake Legundi ... 16
Tabel 8. Data nameplate motor dan pompa unit Segoromadu... 16
Tabel 9. Konsumsi dan biaya listrik unit Legundi ... 17
Tabel 10. Konsumsi dan biaya listrik unit Cerme ... 18
Tabel 11. Konsumsi dan biaya listrik unit Krikilan ... 18
Tabel 12. Konsumsi dan biaya listrik unit Segoromadu ... 19
Tabel 13. Produksi air di Legundi, Krikilan dan Segoromadu : ... 20
Tabel 14. Data hasil pengukuran lapangan di unit Legundi (WTP I) ... 23
Tabel 15. Data hasil pengukuran lapangan di unit Legundi (WTP II) ... 23
Tabel 16. Data hasil pengukuran motor listrik tiap phasa (pompa WTP I) ... 24
Tabel 17. Data hasil pengukuran motor listrik tiap phasa (pompa WTP II) ... 24
Tabel 18. Data hasil pengukuran lapangan unit Cerme... 26
Tabel 19. Data hasil pengukuran motor listrik tiap phasa , unit Cerme ... 26
Tabel 20. Data hasil pengukuran lapangan unit Krikilan ... 28
Tabel 21. Data hasil pengukuran motor listrik tiap phasa, Krikilan ... 28
Tabel 22. Data hasil pengukuran lapangan intake Legundi ... 29
Tabel 23. Data hasil pengukuran lapangan unit Segoromadu ... 31
Tabel 24. Data hasil pengukuran motor listrik tiap phasa, unit Segoromadu ... 31
Tabel 25 Konsumsi Energi Spesifik (SEC) perpompaan unit Legundi (WTP I dan WTP II) :... 35
Tabel 26. Konsumsi Energi Spesifik (SEC) system I unit Legundi (system I) ... 36
Tabel 27. Konsumsi Energi Spesifik (SEC) system I unit Legundi (system II ... 36
dan III) ... 36
Tabel 28. Analisis Efisiensi dan Konsumsi Energy Spesifik, Unit Legundi (WTP I) ... 37
Tabel 29. Analisis Efisiensi dan Konsumsi Energy Spesifik, Unit Legundi (WTP II) ... 38
Tabel 30. Analisis/ penilaian energy motor, Unit Legundi: ... 39
Tabel 31. Spesifikasi pompa baru Legundi ... 40
Tabel 32. Potensi Saving Penggantian Pompa di system II, Unit Legundi ... 41
4
Tabel 34. Potensi Saving Pemasangan Kapasitor Bank di system II, Unit Legundi ... 43
Tabel 35. Potensi Saving Pemasangan Kapasitor Bank di system III, Unit Legundi ... 43
Tabel 36. Analisis investasi dari penggantian pompa di unit Legundi ... 44
Tabel 38. Konsumsi Energi spesifik (SEC) perpompaan unit Cerme ... 45
Tabel 39. Konsumsi Energi spesifik (SEC) pompa distribusi (Menuju Manyar) ... 45
Tabel 40. Konsumsi Energi spesifik (SEC) pompa transmisi ... 45
Tabel 41. Analisis Efisiensi dan Konsumsi Energy Spesifik, Unit Cerme ... 46
Tabel 42. Analisis/ penilaian energy motor unit Cerme ... 47
Tabel 43. Hasil perhitungan potensi saving (penghematan) dan investasi di unit Cerme (distribusi menuju Manyar) ... 47
Tabel 44. Hasil perhitungan potensi saving (penghematan) dan investasi di unit Cerme (transmisi menuju Res. Giri) ... 48
Tabel 45. Analisis investasi dari penggantian pompa di unit Cerme ... 49
Tabel 46. Konsumsi Energi spesifik (SEC) perpompaan unit Krikilan ... 49
Tabel 47. Analisis Efisiensi dan Konsumsi Energy Spesifik, Unit Krikilan ... 50
Tabel 48. Analisis/ penilaian energy motor unit Krikilan ... 51
Tabel 49. Hasil Perhitungan Potensi Saving Penggantian Pompa di Unit Krikilan ... 51
Tabel 50. Hasil Perhitungan Potensi Saving Pemasangan Kapasitor Bank di Unit Krikilan (WTP I) ... 52
Tabel 51. Analisis investasi penggantian pompa di Unit Krikilan ... 52
Tabel 52. Analisis investasi pemasangan kapasitor bank di unit Krikilan ... 53
Tabel 53. Specific Energy Consumption bulanan (January – Juli 2008) ... 53
Tabel 54. Konsumsi Energi spesifik (SEC) perpompaan unit Segoromadu ... 54
Tabel 55. Analisis SEC system perpompaan unit Segoromadu : ... 54
Tabel 56. Analisis Efisiensi dan Konsumsi Energy Spesifik, Unit Segoromadu ... 55
Tabel 57. Analisis/ penilaian energy motor unit Segoromadu ... 56
Tabel 58. Ringkasan evaluasi pompa unit Legundi ... 58
Tabel 59. Rekomendasi system I, unit Legundi ... 59
Tabel 60. Rekomendasi pompa 3, Legundi ... 60
Tabel 61. Rekomendasi pompa 5, Legundi ... 60
Tabel 62. Ringkasan evaluasi pompa unit Cerme ... 61
Tabel 63. Rekomendasi pompa distribusi, Cerme ... 62
Tabel 64. Rekomendasi pompa transmisi no.1, Cerme ... 62
Tabel 65. Rekomendasi pompa transmisi no.4, Cerme ... 63
Tabel 66. Rekomendasi pompa transmisi no.5, Cerme ... 63
Tabel 67. Ringkasan evaluasi Perpompaan unit Krikilan ... 64
5 Tabel 69. Rekomendasi pompa no.3 , Krikilan ... 65 Tabel 70. Ringkasan dan rekomendasi perpompaan unit Segoromadu ... 65
6
DAFTAR ISTILAH
Nama Keterangan
Ampere (A) Satuan Arus Listrik
Faktor daya atau Cos phi perbandingan antara pemakaian daya dalam Watt dengan pemakaian daya dalam Volt- Ampere Faktor Ketidak Seimbangan Tegangan perbandingan komponen tegangan urutan negative
terhadap komponen tegangan urutan positif
Hertz (HZ) Satuan frekuensi listrik
Jam nyala pemakaian kWH dalam satu bulan dibagi dengan kVA tersambung Kilo VoIt Ampere (KVA) Seribu VoItAmpere adalah satuan daya
Kilo Volt (KV) Seribu Volt, adalah satuan tegangan listrik
Kilo Watt (KW) Satuan daya listrik nyata (aktif)
Kilo Watt Hour (KWh) Satuan energi listrik nyata (aktif)
LWBP Luar Waktu Beban puncak (Jam 22.00-18.00)
Tagihan Listrik perhitungan biaya atas pemakaian daya dan energi listrik oleh Pelanggan setiap bulan
Tarif Dasar Listrik (TDL) ketentuan Pemerintah yang berlaku mengenai Golongan Tarif dan harga jual Tenaga Listrik yang disediakan oleh PLN
VAR daya reaktif
VoIt Ampere (VA) satuan daya (daya buta)
Volt (V) Satuan Tegangan Listrik
SEC (Specific Energy Consumption) perbandingan jumlah masukan energy KWh dan jumlah air yang diproduksi dalam satu juta liter air Waktu Beban puncak (WBP) waktu jam 18.00 sampai dengan jam 22.00 waktu
setempat
7
RINGKASAN
Pembiayaan terbesar untuk operasional (25-40%) di beberapa PDAM se-Indonesia terletak pada pembiayaan kelistrikan yang digunakan untuk system pompa. Bagian untuk pembiayaan ini tidak dapat dihindarkan, karena untuk sebagian PDAM biaya ini akan menjadi tinggi karena system operasi pompa yang tidak efektif, ukuran pompa yang tidak sesuai ataupun sudah tua, pemeliharaan yang kurang baik, tidak adanya alokasi biaya untuk penggantian pompa ataupun pemeliharaan secara berkala, dll.
Untuk mendukung PDAM dalam memecahkan permasalahan tersebut, ETC Netherlands dan ESP sebagai lembaga donor dan lembaga pelayanan lingkungan bekerjasama dengan Akademi Teknik Tirta Wiyata Magelang dan PT MLD (Mitra Lingkungan Duta Consult) untuk melaksanakan pelatihan teknis program Audit Efisiensi Energy dengan 3 PDAM di Jawa Timur : PDAM Sidoarjo, PDAM Kabupaten Gresik, dan PDAM Kota Malang. Dalam kegiatan ini juga termasuk memberikan pelatihan yang berkaitan dengan penyusunan dan pelaksanaan program kepada staff PDAM Kabupaten Gresik, Sidoarjo dan Kota Malang.
Laporan ini adalah hasil pelatihan audit efisiensi energy di PDAM Kabupaten Gresik yang dilaksanakan oleh team dari PDAM Kabupaten Gresik, ESP, MLD dan Akatirta. Pelatihan Audit efisiensi energy mencakup pompa – pompa di unit Legundi, Cerme, Krikilan dan Segoromadu dengan tujuan utama untuk melakukan identifikasi kemungkinan dilakukan efisiensi energy dan peningkatan skiil dan SDM PDAM agar kedepannya dapat melakukan efisiensi energy sendiri .
Dari hasil pengolahan dan analisis data maka di dapat ringkasan evaluasi efisiensi energy sebagai berikut :
8
Tabel 1. Ringkasan hasil kegiatan Efisiensi di PDAM Gresik
Wilayah Pompa Jenis pompa Name plate pompa lama Pengukuran
Effisiensi
pompa Selisih SEC Daya (Kw) Q (lps) h (m) Daya (Kw) Q (lps) h (m) (%) sistem personal pump
Legundi sistem I 2 WTP I HSC 132 100 80 130,8 70,17 82,5 48 26% 41% 3 ES 132 100 80 134,9 85,67 77,5 55 19% 1 WTP II ES 132 100 80 121 67 78,5 45 37% 2 HSC 132 100 80 126,6 86,67 79,5 64 11% sistem II 3 WTP II HSC 132 100 80 107,3 53,33 45,5 26 52% sistem III 5 WTP II ES 45 50 60 37 17,33 60,5 34 137% Cerme distribusi 1 ES 132 100 100 98,3 61,17 33 22 22% transmisi 1 ES 185 100 100 157,2 80,17 112 60 4% 6% 4 HSC 200 70 110 150,5 39,17 112 33 34% 5 HSC 200 70 110 146,3 59,67 112 52 14% krikilan transmisi 1 WTP I ES 110 100 100 110,3 75 72 53 34% distribusi 3 WTP II ES 90 100 80 72,7 37,5 84 47 121% Segoromadu distribusi ES 55 50 60 49,4 36,33 60 58 3% 24% distribusi ES 37 25 60 39,2 33,67 52 54 21%
9
Tabel 2. Potensi savings/ penghematan dan Rekomendasi
Wilayah Pompa Biaya tinggi Biaya Sedang Biaya Rendah
Rekomendasi Investasi (Rp) savings Payback period sedang biaya Investasi (Rp) savings Payback period Rekomendasi
Legundi sistem I 2 WTP I penggantian pompa - - - ganti impeller - - -
Pemindahan pompa no.2 WTP II dan pompa no.3
WTP I di lokasi lain yang sesuai
Pemeliharaan rutin seperti :
3
- Periksa jaringan perpipaan dari kemungkinan
kebocoran pipa
- Periksa dan bersihkan impeller
- Periksa koneksi – koneksi antar kabel pada panel control motor
- Memasang manometer yang dilengkapi keran pada suction dan discharge pompa
- Cek Billink PLN 1 WTP II 2 sistem II 3 WTP II penggantian pompa; 132
kw,100lps/80m 350 juta 209 juta 1,7 tahun
pemasangan kapasitor
bank 20 juta 31,4 juta 0,6 tahun
sistem III 5 WTP II
penggantian pompa; 45
kw,50lps/60m 160 juta 224 juta 0,7 tahun
pemasangan kapasitor
bank 220 juta 183 juta 1,2 tahun
Cerme distribusi 1 penggantian pompa, 110 kw, 100lps/100m 300 juta 167 juta 1,5 tahun ganti impeller - - -
Pemindahan pompa distribusi 1 ke lokasi lain yang
sesuai
Pemeliharaan rutin seperti :
transmisi
1 - - kebocoran pipa - Periksa jaringan perpipaan dari kemungkinan
4 penggantian pompa; 160 kw,70 lps/110m 400 juta 131 juta 3,4 tahun
- Periksa dan bersihkan impeller
- Periksa koneksi – koneksi antar kabel pada panel control motor
- Memasang manometer yang dilengkapi keran pada suction dan discharge pompa
10 5 - - - - - Cek Billink PLN krikilan transmisi 1 WTP I - - pemasangan kapasitor
bank, 80 juta 41 juta 1,9 tahun
Memindahkan pompa no.3 ke lokasi lain yang
sesuai
Pemeliharaan rutin seperti :
- Periksa jaringan perpipaan dari kemungkinan
kebocoran pipa ganti
impeller
- Periksa dan bersihkan impeller
- Periksa koneksi – koneksi antar kabel pada
panel control motor
- Memasang manometer yang dilengkapi keran
pada suction dan discharge pompa
- Cek Billink PLN
distribusi 3 WTP II pompa; 132 kw, penggantian
100lps/100m 350 juta 301 juta 1,2 tahun - - - - Segoromadu
distribusi 1 - - - - - impeller ganti
Pemeliharaan rutin : · Cek bearing
· Cek kopel --> ganti dengan lebih kecil · Periksa dan bersihkan impeller
distribusi 2 - - - - - impeller ganti
· Periksa koneksi – koneksi antar kabel pada panel control motor
· Bersihkan panel motor
11
1. PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pembiayaan terbesar untuk operasional (25-40%) di beberapa PDAM se-Indonesia terletak pada pembiayaan kelistrikan yang digunakan untuk system pompa. Bagian untuk pembiayaan ini tidak dapat dihindarkan, karena untuk sebagian PDAM biaya ini akan menjadi tinggi karena system operasi pompa yang tidak efektif, ukuran pompa yang tidak sesuai ataupun sudah tua, pemeliharaan yang kurang baik, tidak adanya alokasi biaya untuk penggantian pompa ataupun pemeliharaan secara berkala, dll.
Untuk mendukung PDAM dalam memecahkan permasalahan tersebut, ETC Netherlands dan ESP sebagai lembaga donor dan lembaga pelayanan lingkungan bekerjasama dengan Akademi Teknik Tirta Wiyata Magelang dan PT MLD (Mitra Lingkungan Duta Consult) untuk melaksanakan pelatihan teknis program Audit Efisiensi Energy dengan 3 PDAM di Jawa Timur : PDAM Sidoarjo, PDAM Gresik, dan PDAM Kota Malang. Dalam kegiatan ini juga termasuk memberikan pelatihan yang berkaitan dengan penyusunan dan pelaksanaan program kepada staff PDAM Gresik, Sidoarjo dan Kota Malang.
1.2 TUJUAN
Sasaran dari program pelatihan teknik ini memberikan penilaian efisiensi energy kepada masing-masing PDAM serta pelatihan kepada staf dan juga manager PDAM Sidoarjo, PDAM Gresik, dan PDAM Kota Malang serta analisis pembiayaan yang menguntungkan, yang mana akan ditunjukkan ke Management PDAM investasi yang dibutuhkan untuk EE ini agar dapat diterima. Pelatihan teknis dan audit efisiensi energy ini diarahkan untuk meningkatkan skill dan pengetahuan dari Sumber Daya manusia di PDAM sehingga pada akhirnya PDAM mampu melakukan program Efisiensi Energi ini sendiri.
1.3 RUANG LINGKUP KEGIATAN
Ruang lingkup kegiatan dari program pelatihan teknik dan audit efisiensi energy ini adalah penilaian pada system jaringan pompa di PDAM (bangunan pengolahan air serta jaringan distribusi), tetapi focus pada efisiensi energy, pelatihan teknis staff PDAM dengan topik pelatihan dasar yang berhubungan dengan system pompa seperti ilmu hidrolika, pemilihan
12 pompa dan motor yang mempunyai efisiensi tinggi, penentuan perbaikan secara teknik, dan analisis keuangan (cost-benefit).
Audit efisiensi energy di PDAM Kabupaten Gresik ini dilakukan pada unit pemompaan Legundi, Krikilan, Cerme, Intake Legundi dan Segoromadu, yang mencakup pengumpulan data sekunder serta melakukan beberapa jenis pengukuran dan analisa untuk mengevaluasi pemakaian energy dan identifikasi kegiatan/ program yang diperlukan untuk peningkatan efisiensi energy termasuk membuat perkiraan biaya investasi yang dibutuhkan serta manfaat dan jangka waktu pengembalian biaya investasi. Objek studi pada program ini hanya pada pompa – pompa yang mempunyai potensi cukup besar untuk dilakukan investasi.
Secara garis besar, parameter – parameter yang dikumpulkan / diukur dalam audit energy ini mencakup :
Parameter yang berhubungan dengan kinerja pompa, seperti tekanan, debit aliran
Parameter yang berhubungan dengan motor listrik, seperti data KW, KVA, Voltase, Ampere, pf dan KVAR
Data penunjang lainnya seperti produksi air, rekening listrik, dan lainnya.
1.4 METODOLOGI
Proses pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan urutan sebagai berikut : 1. Pengenalan EE dan Pelatihan Awal ke AKATIRTA
2. Koordinasi dan kunjungan di 3 PDAM 3. Training Teori ME & IK
4. Pengumpulan Data Sekunder
5. Pengukuran / Pengumpulan Data Lapangan
6. Olah Data dan Diskusi hasil kegiatan dengan PDAM
7. Membuat Draft Laporan dan analisis (ke ESP, MLD & PDAM)
Dari hasil olah data dan diskusi dengan PDAM, draft laporan dikirim ke PDAM, ESP dan MLD untuk dipelajari.
8. Diskusi internal PDAM tentang draft laporan
Diskusi dengan tim dari masing – masing PDAM untuk membahas draft laporan dan analisis hasil pengukuran
9. Revisi draft laporan
Dari hasil diskusi dengan team dari masing – masing PDAM ini apabila masih ada kekurangan, Akatirta membuat revisi dari draft laporan
13 Workshop dengan ketiga PDAM yaitu PDAM Gresik, PDAM Sidoarjo dan PDAM Malang pada satu tempat.
11. Final Report
1.1 GAMBARAN
UMUM PDAM GRESIK
System air bersih di PDAM Kabupaten Gresik dibangun sejak tahun 1913 dengan memanfaatkan sumber air di Desa Suci (15 L/dt) dan pada tahun 1932, kapasitas pruduksi ditambah 15 L/dt. Setelah kemerdekaan, pengelolaan air secara structural berada dibawah jajaran Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Surabaya. Pada tahun 1972, kabupaten Surabaya berubah menjadi kabupaten Gresik dan untuk pengelolaan air minum dibentuklah Perusahaan Saluran Air Minum (PSA) Kabupaten TK II Gresik. Pada tahun 1978 PSA dirubah menjadi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kab. Daerah TK II Gresik dimana Direksi bertanggung jawab kepada badan Pengawas PDAM yang dipimpin oleh Bupati. Pada tahun 1986 dikeluarkan Perda yang menyatakan bahwa PDAM berfungsi ganda disamping berperan sebagai social juga berperan berfungsi ekonomi.
Dalam perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat, PDAM Kabupaten Gresik pada tahun 1980 bekerjasama dengan PDAM Kota Surabaya. Pada tahun 1995 PDAM mendapat bantuan pembangunan instansi pengolah air di desa Legundi dan Krikilan kecamatan Driyorejo. Total kapasitas terpasang sampai dengan tahun 2008 adalah sebesar 685 l/dt dan kapasitas produksi sebesar 549 l/dt dengan jumlah sambungan terpasang sebanyak 58.004 sambungan yang tersebar di Kecamatan Gresik, Kebomas, Manyar, Driyorejo, Menganti Kedamean, Cerme dan Duduk sampean. Kali Surabaya mengalir di wilayah Kabupaten Gresik dengan memiliki debit antara 12.170 – 24.407 m3/detik.
2. PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN
DATA SEKUNDER
Pengumpulan data sekunder di PDAM Gresik mulai dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2009. Beberapa data sekunder yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan ini adalah semua data tentang pompa (jumlah, data name plate, kurva pompa, riwayat perbaikan, dsb), data rekening listrik, layout, dll. Beberapa data tersebut setelah diolah didapat hasil sebagai berikut :
14
2.1 SPESIFIKASI POMPA DAN MOTOR
Data spesifikasi pompa dan motor di ambil berdasarkan data name plate yang tertera pada bagian pompa dan motor yang kemudian di cocokkan dengan kartu inventarisir perpompaan dan panel di tiap unit perpompaan. Semua data tentang pompa dan motor di tiap unit perpompaan dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
1. Legundi
Tabel 3. Data nameplate motor dan pompa WTP I, Legundi
Tabel 4. Data nameplate motor dan pompa WTP II, Legundi
Pompa Name plate
Distribusi Motor Pompa
WTP 2 Merk Daya(kW) rpm Voltage/Phase Amp Hz cos phi effisiensi Tahun pemasangan Merk Capacity (L/dt) Head (m) Pump 1 metz
Frenstat 132 1480 380 volt/3 phase 245 50 0,86 2007
Southern
Cross 100 80
Pump 2 metz
Frenstat 132 1480 380 volt/3 phase 245 50 0,88 -
1996 pindahan
dari cerme Ebara 100 80
Pump 3 metz
Frenstat 132 1480 380 volt/3 phase 233 - 0,88 -
1996 pindahan
dari cerme Ebara 100 80
Pump 4 metz
Frenstat 45 1460 380 volt/3 phase 1996 GAE 50 60
Pump 5 metz
Frenstat 45 1470 380 volt/3 phase 80 0,87 1996 GAE 50 60
Pompa Name plate
Distribusi Motor Pompa
WTP1 Merk Daya(kW) rpm Voltage/Phase Amp Hz cos phi effisiensi
Th pemasangan Merk Capacity (L/dt) Head (m) Pump 1 Metz 132 1480 380 volt/3phase - 1996 Ebara 100 80 pump 2 Metz 132 1480 380 volt/3phase 242 2001 Grundfos 100 80 Pump 3 - 132 1490 380 volt/3phase 240,4 50 0,88 0,9 2005 southern Cross 100 80
15
2. Cerme :
Tabel 5. Data nameplate motor dan pompa unit Cerme
Pompa Name plate Motor Pompa Merk Daya (kW) rpm Voltage /Phase Amp Hz cos phi Eff. Tahun pemasangan Merk Capacity (L/dt) Head (m) ke Maspion /Manyar Western 131 2950 380/3 212 50 - - 2008 Grundfos 100 100
pump 1 Western 185 2975 380/3 322 50 - 2007 Grundfos 100 100
pump 2 Western 200 2971 380/3 50 0,92 0,95 2005 100 100 pump 3 Teco 175 1480 380 /3 2002 100 100 pump 4 AEG 200 1485 380 /3 370 50 0,86 - EX WONOKITRI 2002 (name plate 1981) AEG 70 110 pump 5 AEG 200 1485 380 /3 370 - 0,86 200kw/270 hp EX WONOKITRI 2002 AEG 70 110 3. Krikilan
Tabel 6. Data nameplate motor dan pompa unit Krikilan
Pompa
Name plate
Motor Pompa
Merk Daya(kW) rpm Voltage/Phase Amp Hz cos
phi effisiensi Tahun pemasangan Merk Capacity (L/dt) Head (m) Pompa ke Bambe (1) Western Electric motor 110 2980 380/660 195 50 0,91 0,94 2006 - - Pompa ke Perumnas (3) Western Electric motor 90 2965 380 160 50 0,92 0,93 2008 - -
Data di atas adalah data pompa yang pada saat pengukuran sedang di operasikan (pompa1 merupakan pompa distribusi menuju Bambe dan pompa 3 adalah pompa transmisi menuju Reservoir Perumnas), sedangkan data pompa yang tidak dioperasikan (off) yaitu pompa 2 tidak dicatat. Berikut ini contoh data nameplate motor pada pompa 3 Krikilan.
16
4. Intake Legundi
Tabel 7. Data nameplate motor dan pompa submersible, intake Legundi
Pompa
Name plate
Motor Pompa
Merk Daya(kW) rpm Voltage/Phase
Tahun pemasangan Merk Capacity (L/dt) Head (m) pump 1 30 2900 380 volt/3 phase 2001 Grundfost 50 45 pump 2 30 2900 380 volt/3 phase 2001 Grundfost 50 45 pump 3 30 2900 380 volt/3 phase 2003 Grundfost 50 45 pump 4 30 2900 380 volt/3 phase 2005 Grundfost 50 45 pump 5 18,5 2900 380 volt/3 phase 1996 Ebara 150 DL/ZDI 55 20 pump 6 37 2900 380 volt/3 phase 1996 Grundfost 50 50 pump 7 30 2900 380 volt/3 phase 1996 Grundfost 50 50 pump 8 18,5 2900 380 volt/3 phase 1995 Ebara 150 DL/ZDI 50 22 pump 9 37 2900 380 volt/3 phase 1995 Grundfost 50 50 pump 10 30 2900 380 volt/3 phase 1995 Grundfost 50 45 pump 11 37 2900 380 volt/3 phase 2005 Grundfost 50 50 5. Segoromadu :
Tabel 8. Data nameplate motor dan pompa unit Segoromadu
Pompa Name plate
Distribusi
Motor Pompa
Merk Daya(kW) rpm Voltage/Phase
Tahun pemasangan Merk Capacity (L/dt) Head (m) pump 50 l/dt metz 55 kurang jelas 380 volt/3 phase 1984 Torishima GAE 50 60 pump 25 l/dt metz Frenstat 37 2980 380 volt/3 phase 1983 Torishima GAE 25 60 pump 15 l/dt metz 18,5 2920 380 volt/3 phase 1984 Torishima GAE 15 60
17
2.2 KONSUMSI DAN BIAYA ENERGI
Berikut ini adalah tabel konsumsi dan biaya listrik pada bulan Januari sampai dengan Juli 2009 pada unit perpompaan :
1. Legundi
Tabel 9. Konsumsi dan biaya listrik unit Legundi
Bulan WTP I WTP II Kwh(WTP I) Rp. Kwh(WTP II) Rp. Januari 296.194 199.641.690 387.414 361.948.525 Februari 285.909 181.172.965 401.861 356.843.735 Maret 249.715 164.273.455 317.261 289.146.965 April 294.723 190.836.935 382.819 341.012.340 Mei 282.053 183.694.705 376.442 338.805.610 Juni 298.931 193.360.275 383.738 338.860.065 Juli 278.482 181.103.625 365.393 331.792.065
18
2. Cerme
Tabel 10. Konsumsi dan biaya listrik unit Cerme Bulan ∑ Kwh ∑ Rp. Januari 358.856 342.035.710 Februari 451.552 341.382.910 Maret 377.664 298.738.210 April 444.480 335.305.180 Mei 440.576 334.718.310 Juni 446.176 339.153.885
Gambar 3. Grafik Konsumsi Energy Bulanan Unit Cerme 3. Krikilan
Tabel 11. Konsumsi dan biaya listrik unit Krikilan
Bulan WTP I WTP II Kwh(WTP I) Rp. Kwh(WTP II) Rp. Januari 113.628 124.385.920 78.260 53.698.395 Februari 116.358 113.201.520 81.615 52.170.750 Maret 104.670 104.143.765 70.065 45.815.855 April 52.824 47.943.635 79.170 51.398.175 Mei 70.098 68.570.135 82.620 54.812.965 Juni 110.172 64.693.440 98.135 110.386.295 Juli 101.244 101.641.560 87.835 57.571.755
19
Gambar 4. Grafik Konsumsi Energy Bulanan Unit Krikilan
4. Segoromadu
Tabel 12. Konsumsi dan biaya listrik unit Segoromadu Bulan (Segoromadu ) ∑ Kwh ∑ Rp. Januari 168.670 40.926.090 Februari 57.120 34.502.465 Maret 59.510 36.283.495 April 25.860 12.032.290 Mei 57.450 34.748.380 Juni 58.510 35.538.295 Juli 56.300 33.891.400
20
2.3 PRODUKSI AIR
Berikut ini adalah data produksi air di PDAM Gresik unit :
Tabel 13. Produksi air di Legundi, Krikilan dan Segoromadu :
3. PENGUKURAN
LAPANGAN
(DATA
PRIMER)
RUMAH POMPA WILAYAH PELAYANAN AWIKUN RESERVOIR T P I 1000 m3 WILAYAH PELAYANAN PERUMNAS DRIYOREJO RESERVOIR GIRI 1000 m3 WILAYAH PELAYANAN KOTA GRESIK WILAYAH PELAYANAN MAYJEND.SUNGKONO WILAYAH PELAYANAN GIRI GAJAH WILAYAH PELAYANAN CERME RES IKK (GRAVITASI) I P A III RUMAH POMPA RES RESERVOIR CERME 500 m3 SKEMATIKPERPIPAAN PDAM KAB. GRESIK
WILAYAH PELAYANAN MENGANTI ¢ 600 mm SUMUR INTAKE I ¢ 300 mm ¢ 500 mm SUMUR INTAKE II ¢ 200 mm ¢ 1 5 0 m m ¢ 1 5 0 m m ¢ 1 5 0 m m ¢ 600 mm ¢ 300 mm ¢ 150 mm ¢ 100 mm ¢ 1 0 0 m m ¢ 350 mm ¢ 150 mm ¢ 3 0 0 m m ¢ 4 0 0 m m ¢ 300 mm ¢ 2 5 0 m m ¢ 4 0 0 m m ¢ 350 mm ¢ 500 mm WILAYAH PELAYANAN MOROWUDI & BENJENG
WILAYAH PELAYANAN MASPION MANYAR ¢ 400 mm WILAYAH PEL. MASPION ALTAP SEGOROMADU RESERVOIR ¢ 300 mm ¢ 150 mm RES. BRINGKANG 200 m3 I P A I I P A II ¢ 400 mm ¢ 3 5 0 m m WILAYAH PELAYANAN DUDUK SAMPEAN AMBENG-AMBENG Bulan (2009) Produksi air (m3)
Legundi Krikilan Segoromadu Januari 1.041.612 369.441 85.823 Februari 973.898 341.072 38.916 Maret 1.037.343 375.376 44.646 April 1.043.628 360.947 96.671 Mei 1.036.654 374.976 113.487 Juni 979.239 352.305 97.595
21
Pengukuran lapangan
Pengukuran lapangan di PDAM Gresik dilaksanakan pada tanggal 1 sampai dengan 4 Juni 2009 dengan 5 lokasi pengukuran yaitu unit Legundi, unit Cerme, unit Krikilan, Intake Legundi dan unit Segoromadu. Pengukuran meliputi pengukuran pompa yaitu flow rate (debit), dan head pompa, pengukuran motor listrik yaitu pada panel control motor dan pengukuran putaran pompa. Pengukuran pompa bertujuan untuk mengetahui effisiensi operasi pompa, sedangkan pengukuran motor listrik bertujuan untuk mengetahui kinerja motor. Peralatan utama yang digunakan dalam pengukuran ini adalah sebagai berikut :
1. Ultrasonic Flow Meter (UFM)
Tujuan utama dari penggunaan UFM ini adalah untuk mengetahui debit/ kapasitas aktual pada pompa. Selain itu, output dari UFM ini adalah kecepatan air dan integral. System kerja dari alat ini adalah menggunakan bantuan kerja sensor dimana sensor pada UFM dipasang/ ditempelkan secara khusus pada pipa outlet pompa yang akan di ukur. Pengukuran ini hanya dilakukan sesaat / sekali sehingga data hasil pengukuran dan pergitungan hanya merefleksikan kondisi pompa saat pengukuran saja. Namun demikian dalam studi ini diasumsikan bahwa kondisi pompa stabil. Merk UFM yang digunakan dalam pengukuran ini adalah Tokimec dengan seri UFP 10.
2. Manometer
Digunakan untuk mengukur tekanan air (head) pada pompa. Manometer di pasang pada sisi suction dan discharge (outlet) dari pompa. Namun kenyataan di lapangan beberapa pompa tidak dilengkapi dengan manometer, dan kalaupun ada kondisinya dalam keadaan kurang baik serta tidak dilengkapi kran. Selain itu, tidak ada tempat untuk pemasangan manometer di sisi suction. Bahkan ada beberapa pompa yang tidak ada tempat untuk pemasangan manometer di sisi discharge pompa seperti pada pompa 3 WTP 1 Legundi, pompa 5 Cerme dan pompa 1 Krikilan. Sehingga data tekanan ini dari asumsi lapangan.
3. Power meter/ power Analyzer
Power meter/ power Analyzer digunakan untuk mengetahui kinerja motor yang dilakukan secara sesaat pada panel motor. Data / parameter listrik yang diperoleh dari alat ini adalah Kw, KVA, KVAR, arus, tegangan, cos phi, frekwensi, Uunbalance, dsb. Pengukuran dilakukan pada motor yang sedang beroperasi saja. Merk yang digunakan pada pengukuran ini adalah Hioki tipe 3197.
22 4. Stroboscope
Untuk mengetahui putaran motor pompa maka digunakan alat stroboscope. Stroboscope yang digunakan dalam pengukuran ini adalah Digital Stroboscope model : DT – 2239A, dengan tingkat akurasi 0,05 % + 1 digit
5. Kamera
Digunakan untuk merekam semua kegiatan pengukuran termasuk data – data lapangan yang membutuhkan dokumentasi.
Berikut ini adalah kegiatan pengukuran dan hasilnya pada :
3.1 PERPOMPAAN UNIT LEGUNDI
Sumber air baku dari intake Legundi (Kali Surabaya) dan dialirkan secara gravitasi ke dalam dua buah bak penampung. Air baku akan dialirkan ke WTP Legundi dengan 11 buah pompa submersible untuk dilakukan proses pengolahan (WTP). WTP I kemudian ditampung di reservoir 1 untuk selanjutnya dialirkan menggunakan 2 buah pompa ke Reservoir Cerme (pompa 2 dan 3) dan WTP II ditampung di reservoir dan dipompa ke Reservoir Cerme (pompa 1 dan 2), reservoir TPI (pompa 3 dan 4) dan ke pelanggan cabang Driyorejo (pompa 5). Total kapasitas terpasang sampai dengan Juni 2009 di WTP Legundi adalah 450 L/dt. WTP I dengan kapasitas 200 L/dt dan WTP II dengan kapasitas 250 L/dt. Sedangkan kapasitas produksi adalah 378 L/dt.
23
Pelaksanaan pengukuran
Waktu : tanggal 1 sampai dengan 4 Juni 2009
Pelaksana : staff PDAM Kab. Gresik, MLD, ESP, dan AKATIRTA Metodologi : pengukuran pada panel listrik, putaran motor pompa, tekanan dan kapasitas air yang dialirkan oleh pompa (Q pompa)
Hasil pengukuran sebagai berikut :
Tabel 14. Data hasil pengukuran lapangan di unit Legundi (WTP I)
Pompa Actual data
Distribusi
Frek. kW Amp Volt Cos phi KVA KVAR Uunb rpm Kapasitas v p Diameter
WTP1 % m3/min l/dt outlet inlet outlet
Pump 1 off off off off off off off off off off off off off off off
pump 2 50,05 130,8 216,5 387,3 0,901 145,2 63 0,3 1490 4,21 70,17 0,97 8,55 250 300
Pump 3 49,87 134,9 225,3 389,1 0,889 151,9 69,7 0,0% 1488 5,14 85,67 1,11 - 250 300
Tabel 15. Data hasil pengukuran lapangan di unit Legundi (WTP II)
Pompa Actual data
Distribusi Frek. kW Amp Volt Cos phi KVA KVAR Uunb (%) rpm Kapasitas V P Diameter
WTP 2 m3/min l/dt inlet outlet
Pump 1 49,96 121 208 386,6 0,869 139,2 69 0,2 1485 4,02 67 0,91 8,1 250 300
Pump 2 50,12 126,6 213,9 389,7 0,877 144,3 69,4 0,30% 1490 5,2 86,67 1,16 8,2 250 300
Pump 3 50,1 107,3 228,6 387,2 0,7 153,3 109,5 0,8 1495 3,2 53,33 1,58 4,8 250 150
Pump 4 off off off off off off off off off off off off off off off
Pump 5 50,1 37 68,8 397,3 0,782 47,3 29,5 0,1 1492 1,04 17,33 0,91 6,3 250 150
Gambar 8. Pengukuran data motor listrik menggunakan power meter di unit Legundi
Gambar 9. Pengukuran putaran pompa di unit Legundi
24
Tabel 16. Data hasil pengukuran motor listrik tiap phasa (pompa WTP I)
Pompa I V Daya input motor
WTP1 R S T ave R S T ave kW
Pump 1 off off off off off off off off off
pump 2 215,8 218,8 214,8 216,5 388,1 387,4 386,4 387,3 130,8
Pump 3 227 225 223,8 225,3 389 389,6 388,9 389,1 134,8
Tabel 17. Data hasil pengukuran motor listrik tiap phasa (pompa WTP II)
Pompa I V Daya input motor
WTP 2 R S kW ave R S T ave kW
Pump 1 207,2 210,3 206,4 208 386,1 386,8 386,9 386,6 120,9
Pump 2 210,9 216,2 214,4 213,9 388,6 390 390,4 389,7 126,6
Pump 3 239,1 213,2 233,4 228,6 387,1 384,2 390,3 387,2 107,3
Pump 4 off off off off off off off off off
Pump 5 81,2 62,8 62,3 68,8 396,8 397,1 397,9 397,3 37,0
3.2 PERPOMPAAN UNIT CERME
Sumber air dari unit Legundi dialirkan dan kemudian ditampung di Reservoir Cerme. Dari reservoir Cerme air dialirkan menggunakan 8 buah pompa sebagai berikut :
- 1 buah pompa distribusi kearah Maspion/ Manyar - 4 buah pompa transmisi menuju ke Reservoir Giri
- 3 buah pompa distribusi menuju pelanggan cabang Cerme (IKK Cerme)
Dalam pelaksanaan program ini, pompa yang diukur hanya pompa – pompa besar dengan kapasitas lebih dari 100 Kw sehingga untuk unit Cerme ini pompa yang di ukur sebanyak 5 buah pompa, yaitu 1 buah pompa distribusi ke Maspion/ Manyar (di rumah pompa 1), 3 buah pompa transmisi (di rumah pompa 2).
25
IKK
RESERVOIR CERME 500 m3
Perpompaan Unit Cerme
Gambar 10. Skematik perpompaan ground reservoir Cerme
Gambar 11. Skematik Perpompaan Unit Cerme (menuju reservoir Giri) Pelaksanaan pengukuran
Waktu : tanggal 3 Juni 2009
26 Metodologi : pengukuran pada panel listrik, putaran motor pompa, tekanan dan kapasitas air yang dialirkan oleh pompa (Q pompa)
Gambar 12. Pengukuran debit di pompa distribusi (menuju Manyar)
Hasil pengukuran sebagai berikut :
Tabel 18. Data hasil pengukuran lapangan unit Cerme
Pompa Actual data Frekw. kW Amp Volt Cos phi KVA KVAR Uunb (%) rpm Kapasitas v P Diameter m3/min l/dt inlet outlet
ke Maspion
/Manyar 49,84 98,3 164 410,6 0,843 116,6 62,8 0,7 2925 3,67 61,17 0,52 3,5 250 150
pump 1 49,98 157,2 262,7 395 0,875 179,7 87,1 0,6 2980 4,81 80,17 2,35 11 350 200
pump 2 off off off off off off off off off off off off off off off
pump 3 off off off off off off off off off off off off off off off
pump 4 49,98 150,5 292,4 408,6 0,727 207 142,1 0,6 1491 2,35 39,17 1,17 11 350 200 pump 5 50,1 146,3 275,6 405 0,757 193,4 126,4 0,60% 1493 3,58 59,67 1,77 tidak ada tempat untuk manometer 500 200
Tabel 19. Data hasil pengukuran motor listrik tiap phasa , unit Cerme
Pompa
I V Daya input motor
R S T ave R S T ave Kw
ke maspion/Manyar 159,1 164,7 168,1 164 410,9 412,3 408,7 410,6 98,3
pump 1 254 262,7 271,4 262,7 392,6 395,3 397 395 157,2
pump 2 SB SB SB SB SB SB SB SB SB
pump 3 off off off off off off off off off
pump 4 289,8 282,6 304,9 292,4 407 407 411,1 408,6 150,5
pump 5 279,5 268,9 278,5 275,6 404,4 403,8 406,8 405 146,3
27
3.3 PERPOMPAAN UNIT KRIKILAN
Sumber air baku (intake) untuk pengolahan air di unit Krikilan ini adalah sungai Brantas yang di tampung di dua bak pengumpul secara gravitasi, kemudian dikirim ke WTP I dan II dengan 3 unit pompa submersible yang dioperasikan selama 24 jam setiap hari. Selanjutnya air didistribusikan dengan system perpompaan. Kapasitas terpasang sampai dengan Juni 2009 di unit Krikilan ini adalah 150 L/dt. Sedangkan kapasitas produksi adalah 136 L/dt.
Dalam pelaksanaan program, pompa yang diukur sebanyak 2 buah pompa, yaitu 1 buah pompa distribusi ke Bambe dan 1 buah pompa transmisi ke Reservoir Perumnas.
Gambar 13. Skema IPA Krikilan Pelaksanaan pengukuran
Waktu : tanggal 3 Juni 2009
Pelaksana : staff PDAM Kab. Gresik, MLD, ESP, dan AKATIRTA
Metodologi : pengukuran pada panel listrik, putaran motor pompa, tekanan dan kapasitas air yang dialirkan oleh pompa (Q pompa)
Gambar 14. Pengukuran putaran motor pompa di
28 Hasil pengukuran sebagai berikut :
Tabel 20. Data hasil pengukuran lapangan unit Krikilan
Actual data
Pompa Frekw kW Amp Volt Cos
phi KVA KVAR Uunb (%) rpm
Kapasitas
v P Diameter m3/min l/dt inlet outlet
Bambe 49,94 110,3 181,2 390,2 0,901 122,4 53,2 0,2 2966 4,5 75,0 1,02 - 250 300
Perumnas 50,01 72,7 120,4 386,3 0,902 80,5 34,8 0,5 2982 2,25 37,5 1,17 8,7 250 200
Tabel 21. Data hasil pengukuran motor listrik tiap phasa, Krikilan
Pompa I V Daya input motor R S T ave R S T ave Kw Pompa ke Bambe 181 180,4 182,1 181,2 389,5 389,8 391,3 390,2 110,3 Pompa ke Perumnas 118,6 122,2 120,4 120,4 387,1 386,8 385 386,3 72,7
3.4 PERPOMPAAN INTAKE LEGUNDI
Kali Surabaya dijadikan sumber air baku di Legundi (intake). Air dari sumber di tampung di dua bak pengumpul secara gravitasi, kemudian dikirim ke WTP Legundi dengan 11 unit pompa submersible yang dioperasikan selama 24 jam setiap hari. Selanjutnya air didistribusikan dengan system perpompaan.
Dalam pelaksanaan program ini, jumlah pompa yang diukur (panel motor) hanya 6 buah pompa submersible, sedangkan sisanya tidak di ukur dikarenakan jarak antar kabel pada panel control motor pompa tidak memungkinkan untuk dimasukkan alat.
29
Pelaksanaan pengukuran
Waktu : tanggal 4 Juni 2009
Pelaksana : staff PDAM Kab. Gresik, MLD, ESP, dan AKATIRTA
Metodologi : pengukuran pada panel listrik, putaran motor pompa, tekanan dan kapasitas air yang dialirkan oleh pompa (Q pompa)
Hasil pengukuran sebagai berikut :
Tabel 22. Data hasil pengukuran lapangan intake Legundi
Actual data Pump Frekw. kW Amp Volt Cos phi KVA KVAR Uunb (%) rpm Kapasitas V P m3/min l/dt
1 Tidak dapat di ukur
2 Tidak dapat di ukur
3 Tidak dapat di ukur
4 Tidak dapat di ukur
5 50,16 50,5 388,7
6 50,36 30,6 49,1 400,6 0,9 34 14,8 0,3
7 50,7 54 387,3
8 50 50,03 390
9 50,05 32,3 52,4 394,2 0,90 35,8 15,5 0,4 2,59 43,2 1,28 1,8
10 Tidak dapat di ukur
11 49,83 28,1 46,1 390,9 0,90 31,2 13,5 0,3 2,34 39,0 1,16 2
V = kecepatan P = tekanan
3.5 PERPOMPAAN UNIT SEGOROMADU
Di perpompaan unit Segoromadu ini sumber air berasal dari PDAM Surabaya (beli) yang ditampung di Reservoir Segoromadu untuk kemudian dipompa ke pelanggan. Kapasitas terpasang di WTP Segoromadu sampai dengan Juni 2009 adalah 50 L/dt dengan kapasitas produksi sebesar 38 L/dt. Unit perpompaan Segoromadu terdapat 3 buah pompa distribusi untuk pengaliran ke pelanggan Gresik Kota.
Dalam pelaksanaan program, hanya 2 buah pompa distribusi yang di ukur yaitu pompa 50 L/dt dan pompa kapasitas 25 L/dt. Untuk pompa dengan kapasitas 15 L/dt tidak dilakukan pengukuran karena space/ jarak antar kabel pada panel control motor yang terlalu dekat sehingga alat ukur (clamp sensor pada power meter) tidak dapat masuk.
30
Gambar 16. Skematik perpompaan unit Segoromadu Pelaksanaan pengukuran
Waktu : tanggal 4 Juni 2009
Pelaksana : staff PDAM Kab. Gresik, MLD, ESP, dan AKATIRTA
Metodologi : pengukuran pada panel listrik, putaran motor pompa, tekanan dan kapasitas air yang dialirkan oleh pompa (Q pompa)
Gambar 18. Pengukuran putaran motor pompa di unit
Segoromadu
Gambar 17. Pengukuran data listrik (panel motor) di unit
31 Hasil pengukuran sebagai berikut :
Tabel 23. Data hasil pengukuran lapangan unit Segoromadu
Actual data Pompa Frek. kW Amp Volt Cos phi KVA KVAR Uunb rpm Kapasitas v P Diameter % m3/min l/dt inlet outlet
P. 50 lps 50,09 49,4 96,5 392 0,755 65,5 43 0,4 1483 2,18 36,3 1,89 5,8 250 200 P. 15 lps 2977 0,9 15,0 0,79 150 200 P. 25 lps 50,25 39,2 69,3 396,5 0,824 47,6 27 0,5 2961 2,02 33,7 1,75 5 200 200
Tabel 24. Data hasil pengukuran motor listrik tiap phasa, unit Segoromadu
Pengukuran 24 jam
Selanjutnya pada tanggal 16 Juni 2009, dilakukan pengukuran selama 24 jam di wilayah perpompaan Cerme untuk mengetahui energy dan fluktuasi pemakaian air selama 24 jam, yaitu pompa distribusi arah Manyar. Hasil pengukuran adalah sebagai berikut :
Gambar 19. Grafik fluktuasi pemakaian air
Pompa I V cos phi Daya input motor
Distribusi R S T ave R S T ave R S T kW
pump 25 l/dt 69,6 69 69,3 69,3 395,8 396,3 397,5 396,5 0,477 0,473 0,477 39,2 pump 50 l/dt 97,8 97,5 94,2 96,5 393,4 391,3 391,4 392 0,431 0,441 0,436 49,4 pump 15 l/dt -
32 Dari grafik di atas terlihat bahwa pemakaian di perpompaan ini fluktuatif, pada kira – kira pukul 01.30 terdapat pemakaian air secara drastis. Ini dikarenakan ada perbaikan kebocoran pada jalur pipa tersebut.
Gambar 20. Grafik demand di pompa distribusi menuju Manyar
4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN DATA
4.1 UMUM
I. Analisis Teknis
a. Analisis Efisiensi Pompa dan Konsumsi Energy Specific
Konsumsi energy specific air didefinisikan sebagai jumlah energy listrik yang diperlukan untuk memperoleh sejuta liter air. Tujuan dari perhitungan efisiensi dan konsumsi energy spesifik pompa adalah untuk mengetahui efisiensi dan konsumsi energy spesifik dari data yang diperoleh berdasarkan pengukuran actual dibandingkan dengan perhitungan berdasarkan data spesifikasi pompa yang tertera pada name plate pompa dari masing – masing pompa. Konsumsi energy specific ini bisa dihitung berdasarkan tagihan listrik atau berdasarkan pengukuran langsung daya yang masuk per pompa di lapangan. Hasil perhitungan dalam bentuk efisiensi dan tingkat konsumsi spesifik dari tiap pompa akan memperlihatkan kelayakan dari pompa tersebut atau perlu rangkaian perbaikan guna meningkatkan performansinya atau jika perlu dengan penggantian pompa.
Menurut pengalaman di beberapa Negara Eropa, jika di dapat efisiensi pompa kurang dari 50% maka dianjurkan untuk penggantian pompa, jika efisiensi pompa antara 51 sampai
33 dengan 59 %, dianjurkan untuk renovasi pompa (misal housing, propeler, dsb), sedangkan jika efisiensi pompa lebih dari 60 %, maka pompa masih tergolong bagus.
b. Analisis Efisiensi Motor
Tegangan tidak stabil pada motor (Vunbalance) akan menurunkan kinerja dan memperpendek usia motor 3 phase dari waktu teknis sesuai desain. Ketidakstabilan tegangan pada terminal stator motor menyebabkan phase ketidakstabilan arus (I unbalance) jauh dari proporsi ke tegangan unbalance.
Ketidakstabilan arus mengakibatkan ketidakstabilan torsi, meningkatkan terjadinya getaran dan stress mesin, meningkatkan losses dan motor menjadi overheating, yang pada akhirnya akan menyebabkan usia insulasi gulungan menjadi pendek. Ketidakstabilan tegangan menyebabkan terjadinya ketidakstabilan arus yang tinggi bahkan ekstrem. Besarnya ketidakstabilan arus berkisar antara 6 hingga 10 kali lebih besar dari ketidakstabilan tegangan. Sebagai contoh untuk motor 100 hp, aliran arus pada beban penuh dengan 2.5 % ketidakstabilan tegangan akan mengakibatkan ketidakstabilan arus sekitar 27.7 %.
Sebuah motor akan lebih panas ketika beroperasi pada suplai daya dengan tegangan yang tidak stabil. Pertambahan suhu diperkirakan dengan persamaan sebagai berikut :
% pertambahan kenaikan suhu = 2 x (% ketidakstabilan tegangan) Penyebab terjadinya ketidakstabilan tegangan antara lain :
- Kesalahan pengoperasian akibat dari koreksi factor daya peralatan - Ketidakstabilan supply listrik dari PLN
- Ketidakstabilan trafo bank dalam menyuplai ke beban 3 phasa sehingga terlalu besar
untuk bank
- Tidak terdistribusi beban – beban phasa 1 dalam system daya (power) yang sama - Tidak teridentifikasi kesalahan phasa1 terhadap ground
- Terjadi sirkuit terbuka pada system distribusi primer.
Ketidakstabilan tegangan nantinya akan menimbulkan persoalan pada kualitas daya dan akan menyebabkan motor overheating dan motor menjadi cepat rusak. Jika tegangan – tegangan tidak stabil terdeteksi sedini mungkin, maka perlu dilakukan pengecekan menyeluruh untuk menentukan penyebabnya.
Berdasarkan standar NEMA, kinerja motor listrik dapat dikatakan baik jika deviasi tegangan kurang dari 10 %, ketidakseimbangan fasa tegangan kurang dari 1%, ketidakseimbangan arus kurang dari 10 % (juga standart US DOE), prosentase beban motor terhadap daya motor rated lebih dari 50 %, dan factor daya lebih dari 85 %.
34
II. Analisis Keuangan
a. Biaya dan Manfaat (Analisis potensi saving/ penghematan)
Saving/ penghematan adalah dari pemasangan kapasitor bank. Peluang penghematan energy dalam bentuk mengurangi atau menghilangkan denda KVAR yang disebabkan oleh rendahnya nilai factor daya yang diperlihatkan tiap individual motor. Scenario penghematan energy pada sisi motor listrik ini dilakukan dengan melakukan pemasangan kapasitor bank pada beberapa motor untuk menaikkan factor daya (cos phi) diatas 85% seperti disyaratkan oleh PLN.
Keuntungan yang diperoleh dengan dipasangnya kapasitor bank :
Menghilangkan denda PLN atas kelebihan pemakaian daya reaktif.
Menurunkan pemakaian kVA total karena pemakaian kVA lebih mendekati kW yang terpakai, akibatnya pemakaian energi listrik lebih hemat.
Optimasi Jaringan:
- Memberikan tambahan daya yang tersedia pada trafo sehingga trafo tidak kelebihan beban (overload).
- Mengurangi penurunan tegangan (voltage drop) pada line ends dan meningkatkan daya pakai alat-alat produksi.
- Terhindar dari kenaikan arus/suhu pada kabel sehingga mengurangi rugi-rugi. Peluang penghematan energy lainnya adalah penggantian pompa dengan pompa baru yang sesuai dengan instalasi jaringan yang terpasang.
b. Analisis investasi
Analisis kelayakan investasi akan dilakukan dengan menggunakan metode penilaian investasi : Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), dan Internal Rate of Return (IRR).
4.2 ANALISIS DAN PEMBAHASAN DATA
Dari hasil pengukuran di 5 unit perpompaan Kab. Gresik, maka dilakukan analisis data hasil pengukuran untuk masing – masing unit perpompaan sebagai berikut :
35
a. LEGUNDI :
Berikut ini adalah skema system perpompaan di unit legundi :
P2 WTP I P2 WTP II P1 WTP II P3 WTP I Reservoir Cerme P5 WTP II Driyorejo P4 WTP II P3 WTP II Reservoir TPI Skematik sistem jaringan perpompaan unit Legundi
I II III ES HSC ES HSC HSC ES ES ES = End Suction HSC = Horisontal Split case
Gambar 21. System perpompaan unit Legundi
Dari gambar skematik di atas terlihat bahwa antara pompa 2 dan 3 WTP I parallel dengan pompa 1 dan 2 WTP II. Sehingga terdapat tiga system perpompaan di unit legundi ini :
System I adalah pompa 2, 3 WTP I dan pompa 1, 2 WTP II
System II adalah pompa 3 dan 4 WTP II
System III adalah pompa 5 WTP II
I. Analisis Teknis
SEC global (WTP) :
Berikut ini adalah Konsumsi Energi Spesifik untuk unit Legundi :
Tabel 25 Konsumsi Energi Spesifik (SEC) perpompaan unit Legundi (WTP I dan WTP II) :
Bulan (2008) consumption Energy (kWh) Produksi air (m3) (kWh/Ml) SEC Januari 683.608 1.041.612 656 Februari 687.770 973.898 706 Maret 566.976 1.037.343 547 April 677.542 1.043.628 649 Mei 658.495 1.036.654 635 Juni 682.668 979.239 697
36 SEC masing – masing system :
System I :
Dikarenakan pompa 2, 3 (WTP I) dan 1,2 WTP II ini parallel, maka untuk perhitungan SEC adalah satu system dengan perhitungan sebagai berikut :
Tabel 26. Konsumsi Energi Spesifik (SEC) system I unit Legundi (system I) Parameter Pompa
Total Rated 2(WTPI) 3(WTPI) 1(WTPII) 2(WTPII)
lps 100 100 100 100 m3/h 360 360 360 360 1440 kw 132 132 132 132 528 SEC 367 Measured lps 70,17 85,67 67,00 86,67 309,50 m3/h 252,6 308,4 241,2 312 1114,2 kw 130,8 134,9 121 126,6 513,3 SEC 461 selisih SEC 26%
Dari tabel diatas terlihat bahwa terdapat selisih sebesar 26 % antara SEC actual dengan SEC calculated dimana SEC actual lebih tinggi . Berarti sudah ada penurunan efisiensi system perpompaan di unit ini. Ini bisa disebabkan karena system ini tidak memenuhi syarat pemasangan pompa parallel diantaranya yaitu :
Tidak boleh lebih dari 3 pompa yang diparalel
Spesifikasi (tipe dan karakteristik) pompa dan motor untuk masing – masing pompa harus sama
Selain itu juga adanya throotling (cekikan) pada beberapa pompa akan mengakibatkan penurunan efisiensi pompa.
System II dan III
Tabel 27. Konsumsi Energi Spesifik (SEC) system I unit Legundi (system II dan III)
Pompa SEC nameplate Sec actual Selisih SEC
3 (System II ) 367 559 52 %
37 Efisiensi pompa :
Tabel di bawah ini memperlihatkan hasil perhitungan analisis Efisiensi dan Konsumsi Energy Spesifik masing – masing pompa di unit Legundi :
WTP I :
Tabel 28. Analisis Efisiensi dan Konsumsi Energy Spesifik, Unit Legundi (WTP I)
Parameter Pompa dari WTP I Rated Parameter unit 2 3
Merk Grundfos southern Cross
Model NK-200-500/540/BAQE; MODEL :KE921000 - Flow lps 100 100 Head m 80 80 Motor Kw kW 132 132 Motor efficiency % - 0,948 Pump efficiency % - - Speed rpm 1480 1490
Operating hours jam 24 24
SEC rated kWh/ML 367 367
Measured Data unit 2 3
Actual Flow m3/min 4,21 5,14
lps 70,17 85,67
Discharge pressure bar 8,5 8,0
Suction pressure bar 0,25 0,25
Head m 82,5 77,5
Power kW 130,8 134,9
Hidraulic Kw kW 53,2 64,5
Speed rpm 1490 1488
Over all efficiency % 41 48
Pump efficiency - % 48 55 Current metod 45 52 SEC actual kWh/ML 518 437 Selisih SEC 41 % 19 %
Dari perhitungan dan analisis (tabel 25) terlihat bahwa efisiensi pompa di unit Legundi ini cukup kecil, yaitu 48 % untuk pompa 2, sedangkan pompa 3 relatif masih baik yaitu 55 %.
38 WTP II :
Tabel 29. Analisis Efisiensi dan Konsumsi Energy Spesifik, Unit Legundi (WTP II) Parameter Pompa dari WTP II
Rated Parameter unit 1 2 3 4 5
Merk
Southern
Cross Ebara Ebara GAE GAE
Model 0 250x150 CJN 250x150 CJN 250 X 150 CJN SKF 6313 2 RSI Flow lps 100 100 100 50 50 Head m 80 80 80 60 60 Motor Kw kW 132 132 132 45 45 Motor efficiency % Pump efficiency % Speed rpm 1480 1480/1485 1480 1460 1470
Operating hours jam 24 24 24 24 24
SEC rated kWh/ML 367 367 367 250 250
Measured Data
Actual Flow m3/min 4,02 5,2 3,2 1,04
lps 67,00 86,67 53,33 17,33
Discharge pressure bar 8,1 8,2 4,8 6,3
Suction pressure bar 0,25 0,25 0,25 0,25
Head m 78,5 79,5 45,5 60,5
Power kW 121 126,6 107,3 37
Hidraulic Kw kW 49,8 65,3 22,4 9,8
Speed rpm 1485 1490 1495 1492
Over all efficiency % 41 52 21 27
Pump efficiency - % 45 64 26 34 Current metod % 44 57 17 25 SEC actual kWh/ML 502 406 559 593 Selisih SEC 37% 11% 52% 137%
Dari tabel di atas terlihat bahwa efisiensi pompa maupun efisiensi total untuk pompa 1, 3 dan 5 kecil, yaitu kurang dari 50%.
39 Efisiensi motor :
Tabel 30. Analisis/ penilaian energy motor, Unit Legundi:
Lokasi Pompa Vunb Iunb
Deviasi frek. Terukur terhadap frek.rated Deviasi tegangan faktor daya terukur % beban motor terhadap daya motor rated Efisiensi R S T Current metod asumsi Legundi WTP I pompa 1 0,23% 0,8% -0,10% -0,21% -0,03% 0,23% 90% 0,85 0,9 pompa 2 0,05% 0,7% 0,26% 0,03% -0,13% 0,05% 89% 97% 0,87 0,92 WTP II pompa 1 0,13% 0,8% 0,08% 0,13% -0,05% -0,08% 87% 0,91 0,85 pompa 2 0,28% 1,4% -0,24% 0,28% -0,08% -0,18% 88% 0,8 0,87 pompa 3 0,77% 6,7% -0,20% 0,03% 0,77% -0,80% 70% 0,8 0,98 pompa 4 off pompa 5 0,13% 9,4% -0,20% 0,13% 0,05% -0,15% 78% 0,78 0,87
Dari tabel 27 terlihat bahwa secara umum kinerja dari motor di unit Legundi ini masih bagus, dilihat dari deviasi tegangan untuk hampir semua pompa di unit Legundi ini < 10 %, deviasi frekuensi < 5%, ketidakseimbangan antar tegangan (Vinb) juga < 1%. Begitu juga dengan ketidakseimbangan arus < 10 %.
Untuk parameter factor daya (cos phi), hampir semua pompa di unit ini relative bagus karena mempunyai faktor daya ≥ 85 %, kecuali pada pompa 3 dan 5 (WTP II) ditemukan cos phi ≤ 85 % yaitu
Pompa 3, cos phi : 70 % Pompa 5, cos phi : 78,2 %
II. Analisis Keuangan
a. Biaya dan Manfaat (Potensi saving/ penghematan) :
Penggantian pompa baru
Dasar perhitungan biaya investasi ini berdasarkan harga dan spesifikasi dari pompa Grundfos dan jasa instalasinya.
I. System I
Dari hasil perhitungan analisis data, maka pompa – pompa pada system I ini sudah tidak efisien kerjanya baik dilihat dari SEC maupun efisiensi pompanya. Dan pada kenyataannya, pompa – pompa transmisi pada unit Legundi ini sudah mengalami pergantian pompa pada pertengahan program (Juli 2009), yaitu 2 unit pompa WTP I
40 dan 3 unit pompa di WTP II (dari 5 unit pompa (1 stand by)) diganti dengan 2 unit pompa baru merk Goulds Pumps dengan spesifikasi masing - masing sebagai berikut :
Tabel 31. Spesifikasi pompa baru Legundi
Pompa
Name plate
Motor Pompa
Merk Daya(kW) rpm Voltage/Phase Arus (A) Hz cos phi effisiensi Tahun pemasangan Merk Capacity (L/dt) Head (m)
I, WTP I Teco 400 Kw 1490 380/ 3 phase 706 50 - - 2009 Goulds
pumps 250 100
II, WTP II Teco 400 Kw 1490 380/ 3 phase 706 50 - - 2009 Goulds
pumps 250 100
Perletakan pompa adalah 1 buah pompa di pasang di WTP I dan 1 buah pompa di pasang di WTP II. Sedangkan untuk 1 buah pompa menuju Driyorejo (pompa 5) sudah diputus. Instalasi travo yang semula untuk masing – masing pompa dihubungkan dengan sebuah travo, maka dengan penggantian pompa baru ini, semua travo lama diganti dengan sebuah travo induk dengan daya sebesar 1100 kVA. Untuk mengatasi kelebihan KVAR akibat kecilnya cos phi, pada instalasi yang baru ini juga sudah dilengkapi dengan kapasitor bank. Selain itu juga pada instalasi ini juga dilengkapi dengan soft starter (inverter)(*internal workshop). Untuk itu pada unit ini tidak dilakukan perhitungan analisis keuangan.
Berikut ini adalah contoh gambar untuk pompa baru yang ada di unit Legundi :
II. System II :
System II ini terdiri dari 2 buah pompa yaitu pompa 3 dan 4. Namun pada saat pengukuran pompa 4 dalam kondisi off (stand by) sehingga yang dikaji hanyalah pompa 3. Dari hasil perhitungan didapat selisih antara SEC rated dengan SEC measured sebesar 52 % lebih tinggi SEC measured. Begitu juga dengan efisiensi
Gambar 23. Pompa baru (I),
41 pompa yang kecil yaitu 26 %. Sehingga apabila pompa ini diganti pompa baru dengan spesifikasi seperti yang lalu, di dapat hasil perhitungan potensi saving sebagai berikut :
Tabel 31. Potensi Saving Penggantian Pompa di system II, Unit Legundi Bulan ∑ Kwh ∑ Produksi air
(m3) Total Actual : Januari 76.994 136.133 Februari 65.000 111.052 Maret 24.937 108.534 April 25.443 122.466 Juni 80.934 84.384 Juli 82.896 63.294 Total 356.204 625.863 SEC lama 569 Calculated : KW 132 Q (m3/h) 360 SEC 367 Lost operation (10%) 37
SEC baru (+lost operation) 403
Selisih SEC 29 %
Saving (S) :
Kwh/6 bulan 103.733
Rp./ 6 bulan 104,6 juta
Rp./tahun 209 juta
Investasi (Rp.)(I) 350 juta
Payback period 1,7
Dengan penggantian pompa baru di dapat saving sebesar Rp. 209 juta/ tahun, dengan investasi sebesar Rp. 350 juta, maka investasi akan kembali dalam waktu 1,7 tahun.
III. System III :
Pompa pada system III ini adalah pompa 5. Dari hasil perhitungan di dapat selisih SEC sebesar 137 %. sIni merupakan angka yang sangat besar, bahwa pompa 5 ini sudah tidak efisien. Begitu juga dengan hasil perhitungan efisiensi pompa sebesar 34 %. Apabila pompa ini diganti dengan pompa baru dengan karakteristik yang sama dengan pompa lama didapat hasil perhitungan potensi saving sebagai berikut :
42
Tabel 32. Potensi Saving Penggantian pompa di system pompa III, Unit Legundi
Bulan ∑ Kwh ∑ Produksi air
(m3) Total Actual : Juni 27.007,6 42.585 Juli 40.643,6 44.804 total 67.651,2 87.389 SEC lama 774 Calculated : KW 45 m3/h 180 SEC baru 250 Lost operation(10%) 25 SEC baru 275 Selisih SEC 64% Saving (S): Kwh/ 2bulan 43.619 Rp./2 bulan 37,4 juta Rp./tahun 224,5 juta
Investasi (I)(Rp.) 160 juta
I/S 0,7
Dengan penggantian pompa baru di dapat saving sebesar Rp. 224,5 juta, dengan investasi sebesar Rp. 160 juta, maka akan diperoleh pengembalian modal dalam waktu 0,7 tahun.
Pemasangan Kapasitor Bank
Dari hasil pengukuran diperoleh bahwa factor daya (cos phi) untuk pompa no. 3 WTP II (system II) dan pompa no. 5 WTP II (system III) di Legundi ini dibawah 85%, yaitu 70% dan 78%. Setelah dilakukan kroscek dengan data sekunder berupa rekening listrik, maka pada bulan Januari sampai dengan Juni 2009 untuk system II dan sampai dengan bulan Juli 2009 untuk system III terdapat kelebihan kVARh yang mengakibatkan PDAM harus membayar denda kelebihan kVARh yang tidak sedikit. Ini dikarenakan pada travo tidak dilengkapi dengan kapasitor bank. Untuk mengatasi hal ini dianjurkan untuk PDAM memasang kapasitor bank. Hasil perhitungan sebagai berikut :
43 System II
Tabel 33. Potensi Saving Pemasangan Kapasitor Bank di system II, Unit Legundi
KETERANGAN NILAI
Kelebihan kVARh tertinggi 2488
kVAR 3
Kapasitor Bank yg dibutuhkan 5
Saving/bulan Rp 2.617.656
Saving/tahun Rp. 31.411.877
Investasi Rp 20.000.000
Payback Period 0,6 tahun
Biaya investasi sebesar Rp 20.000.000 di peroleh dari asumsi harga kapasitor bank/ kVAR adalah sebesar Rp 4.000.000 dikali dengan kebutuhan kapasitor sebesar 5 kVAR, sehingga modal akan kembali dalam waktu 0,6 tahun atau 7 bulan.
System III
Tabel 34. Potensi Saving Pemasangan Kapasitor Bank di system III, Unit Legundi
KETERANGAN NILAI
Kelebihan kVARh tertinggi 35321
kVAR 49
Kapasitor Bank yg dibutuhkan 55
Saving/bulan Rp 15.273.720
Saving/tahun Rp 183.284.640
Investasi Rp 220.000.000
Payback Period 1,2 tahun
Biaya investasi sebesar Rp 220.000.000 di peroleh dari asumsi harga kapasitor bank/ kVAR adalah sebesar Rp 4.000.000 dikali dengan kebutuhan kapasitor sebesar 55 kVAR sehingga modal akan kembali dalam waktu 1,2 tahun.
44
b. Analisis Investasi
Analisis kelayakan investasi akan dilakukan dengan menggunakan metode penilaian investasi : Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), dan Internal Rate of Return (IRR).
Penggantian pompa
Tabel 36. Analisis investasi dari penggantian pompa di unit Legundi Penggantian Pompa PP NPV IRR
(tahun) (Rp) (%)
Legundi WTP II pompa 3
(system II) 1,7 753.334.045 43
Legundi WTP II pompa 5
(system III) 0,7 993.081.746 100
Hasil analisis menunjukkan indicator yang positif. Apabila penggantian pompa ini dilaksanakan, dengan IRR sebesar 43% dan 100% dan jangka waktu pengembalian biaya kurang dari dua tahun, maka program ini layak untuk dilaksanakan.
Pemasangan kapasitor bank
Tabel 37. Tabel Analisis investasi dari pemasangan kapasitor bank di unit Legundi Penambahan PP NPV IRR Kapasitor Bank (tahun) (Rp) (%)
Legundi sistem II 0,64 113.027.821 113
Legundi sistem III 1,2 574.452.970 60
Dari hasil analisis, apabila pemasangan kapasitor bank ini dilaksanakan maka terselamatkan dimanfaatkan secara maksimal maka biaya program dapat tercover kurang dari dua tahun dengan IRR lebih besar dari rate bank (14%).
b. CERME :
I. Analisis Teknis SEC :
Konsumsi energy specific ini bisa dihitung berdasarkan tagihan listrik atau berdasarkan pengukuran langsung daya yang masuk per pompa di lapangan. Karena tagihan/ rekening listrik menjadi satu maka SEC pompa Cerme dihitung berdasarkan daya yang masuk per pompa. Hasil dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
45
Tabel 38. Konsumsi Energi spesifik (SEC) perpompaan unit Cerme
Keterangan P.Dis P1 P4 P5
Q (L/dt) 3,67 4,81 2,35 3,58
Q (M3/jam) 220,2 288,6 141 214,8
kw 98,3 157,2 150,5 146,3
SEC 446 545 1067 681
Pompa distribusi di rumah pompa 1 merupakan pompa distribusi menuju Manyar/ Maspion, terdiri dari 2 buah pompa parallel. 1 pompa stand by sehingga hanya 1 pompa yang di ukur. Hasil analisis pengukuran terhadap SEC pompa ini adalah sebagai berikut :
35. Konsumsi Energi spesifik (SEC) pompa distribusi (Menuju Manyar) Parameter pompa 1 m3/h 360 kw 132 SEC lama 367 Baru : m3/h 220,2 kw 98,3 SEC baru 446 selisih SEC 22 %
Pompa pada rumah pompa dua di unit Cerme ini adalah pompa transmisi menuju reservoir Giri. Terdapat 5 buah pompa, hanya 3 buah pompa yang di ukur. 1 buah pompa rusak dan 1 pompa stand by. Karena pompa – pompa tersebut adalah pompa parallel, sehingga hasil perhitungan SEC system ini adalah sebagai berikut :
Tabel 40. Konsumsi Energi spesifik (SEC) pompa transmisi Parameter Pompa 1 Pompa 4 Pompa 5 Total
m3/h 360 252 252 864 kw 185 200 200 585 SEC lama 677 Baru : m3/h 288,6 141 214,8 644,4 kw 157,2 150,5 146,3 454 SEC baru 705 selisih SEC 4%