1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Dalam siklus manajemen, monitoring dan evaluasi (monev) merupakan unsur penting yang memberi input balik bagi perencanaan/program, karena evaluasi dapat menilai kinerja organisasi dalam kurun waktu tertentu. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut diharapkan dapat menentukan arah program dan kebijakan yang dituangkan dalam kegiatan untuk memenuhi tujuan organisasi dan keinginan pemangku kepentingan.
Dalam rangka memperoleh hasil yang diinginkan maka monev harus dilakukan secara terintegrasi mulai tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan hingga monitoring dan evaluasi. Hasil monev yang sifatnya terintegrasi ini akan dapat menyimpulkan secara utuh berhasil tidaknya suatu kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing fungsi atau sebagai bentuk akuntabilitas institusi itu sendiri.
Menurut Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 103/Permentan/OT.140/10/2013 tanggal 9 Oktober 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Pelatihan Pertanian ketindan, mempunyai tugas melaksanakan pelatihan fungsional bagi aparatur, pelatihan teknis dan profesi, mengembangkan model dan teknik pelatihan fungsional dan teknis dibidang pertanian bagi aparatur dan non aparatur pertanian. BBPP Ketindan perlu melaksanakan monev semua kegiatan yang diselenggarakan termasuk kegiatan Diklat. Monev Diklat ini dimaksudkan untuk memantau kesesuaian pelaksanaan Diklat dengan peraturan yang ada, mengetahui efektivitas serta efisiensi pelaksanaan Diklat dan hasilnya dijadikan salah satu bahan pertimbangan bagi pengambil keputusan untuk perbaikan program/kegiatan yang sedang berjalan maupun kebijakan dan perencanaan di masa mendatang. Hal ini sesuai dengan Permentan Nomor: 16/Permentan/OT.140/J/02/12 tanggal 27 Februari 2012, tentang
2 petunjuk pelaksanaan monitoring dan evaluasi pendidikan dan pelatihan pertanian.
B. Tujuan
Adapun tujuan pelaksanaan monev Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkatan II, adalah :
1. Meningkatkan efektifitas, efisiensi dan keberlanjutan pelaksanaan monev Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkatan II;
2. Mengidentifikasi permasalahan yang timbul pada kegiatan Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkatan II;
3. Menggali saran peserta untuk perbaikan Diklat yang akan datang; 4. Menyiapkan dan menyajikan hasil monev sebagai bahan
pengambilan kebijakan bagi pimpinan.
C. Sasaran
Sasaran monev Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkatan II adalah seluruh peserta Diklat, widyaiswara/fasilitator baik intern maupun ekstern dan penyelenggara Diklat, selama penyelenggaraan Diklat berlangsung.
1. Peserta
Peserta yang menjadi sasaran monev adalah peserta yang mengikuti Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkatan II. Adapun komposisi peserta Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkatan II dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1. Komposisi peserta Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkatan II
No Kantor Cabang Asal Peserta Rencana (orang) Realisasi (orang)
1. Ambon 3 3
2. Bakauheni 6 5
3. Batam 3 3
3 No Kantor Cabang Asal Peserta Rencana (orang) Realisasi (orang)
5. Jepara 1 1 6. Kayangan 1 1 7. Ketapang 2 2 8. Lembar 3 3 9. Merak 3 3 10. Merauke 2 2 11. Sape 3 3 12. Selayar 1 1 13. Surabaya 1 - TOTAL 30 28
Dari tabel 1 diketahui bahwa jumlah peserta yang hadir sebanyak 28 (dua puluh delapan) orang atau terealisasi 93,33% dari jumlah yang direncanakan 30 orang, hal ini dikarenakan calon peserta dari cabang Bahauheni hanya mengirimkan 5 (lima) orang dari jumlah yang direncanakan sebanyak 6 (enam) orang, dan dari cabang Surabaya tidak dapat hadir sebanyak 1 (satu) orang.
2. Fasilitator/widyaiswara
Fasilitator yang menjadi sasaran monev adalah fasilitator/ widyaiswara yang memberi materi pada Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkatan II. Daftar fasilitator/widyaiswara yang menjadi sasaran monev dapat dilihat pada tabel 2.
Tabel 2. Daftar fasilitator/widyaiswara pada Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkatan II
No. Nama Fasilitator Asal Materi
1. Drh. Djajadi Gunawan, M. Ph. BBPP Ketindan Moral dan Etika BIsnis
2. Dr. Umi Dayanti Universitas Negeri Malang
Mental Menjelang Pensiun
3. Ir. Dudy Dewayana, M. Ed. Praktisi Pengelolaan Keuangan Pasca Pensiun
4. Ferdy Permana PT. ASDP, Jakarta
Pengelolaan Dana Pensiun
4
No. Nama Fasilitator Asal Materi
Jagung (Tortila) Es Krim Ubi Jalar 6. Nunung Nurhadi, SP BBPP Ketindan Pengenalan
Hidroponik 7. Hadi Fwriyanto, STP BBPP Ketindan Pengolahan Hasil
Pisang (Prol) 8. Lina Novi Ariani, STP BBPP Ketindan Pengolahan Hasil
Jagung (Tortila) Es Krim Ubi Jalar 9. Ir. Luki Budiarti CV. Arjuna Flora Pengolahan Hasil
Pertanian
10. Basiri KUB Mini Maxi Kunjungan
Lapangan tentang budiday a tanaman hidroganik 11. Iwan Instalasi Budidaya Air Tawar (IBAT) Punten, Batu Kunjungan Lapangan tentang Budidaya Ikan 12. Drs. H. Moh. Rosyad Praktisi Pola Hidup Sehat
Pasca Pensiun
3. Penyelenggara Diklat
Penyelenggara Diklat yang menjadi sasaran monev adalah panitia pada Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkatan II. Adapun susunan kepanitiaan pada Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkatan II dapat dilihat pada tabel 3.
Tabel 3. Susunan kepanitiaan pada Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkatan II Penanggungjawab Program
Diklat : Kepala BBPP Ketindan Drh. Djajadi Gunawan, M. Ph. Penanggungjawab Kegiatan
Diklat : Plt. Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan Dadan Sunarsa, SP, MM
Ketua : Kasie. Pelatihan Non Aparatur
Ridwan Wardiana, SP, M. Si. Koordinator Akademik : Hadi Feriyanto, STP
Sekretaris : Sekretaris Pelatihan Non Aparatur
5 Suparjo, SST
Seksi-seksi
Seksi Materi : Petugas Materi pada Seksi Pelatihan Non Aparatur Ir. Nur Hidayah, MP
Seksi Keuangan : Staf Sub Bagian Keuangan Pipin Kiswanti, SE
Seksi Monitoring dan Evaluasi : Staf Seksi Evaluasi dan Pelaporan
Musdalipah, SP. MP
Seksi Kepesertaan : Petugas Kepesertaan pada Seksi Pelatihan Non Aparatur Agung Yulianto, A. Md. Seksi Sarana Prasarana : Petugas Sarana dan
Prasarana pada Seksi Pelatihan Non Aparatur Edi Saptono
Vivi Wulansari, A. Md. Seksi Akomodasi dan
Konsumsi
: Staf Sub Bagian Kepegawaian dan Rumah Tangga
Dra. Astutiningsih
D. Keluaran
Output dari kegiatan monev Diklat adalah tersedianya data, informasi dan rekomendasi berkenaan dengan :
1. Kesiapan penyelenggaraan Diklat, melalui Format LP 4, yang berisikan aspek yang dimonitor dalam penyelenggaraan Diklat; 2. Perkembangan perasaan peserta Diklat, melalui Format LP 5, yang
berisikan monitoring harian (Daily Mood) peserta Diklat;
3. Tingkat penguasaan/pemahaman materi oleh peserta Diklat, melalui Format LP 6, yang berisikan evaluasi penguasaan/pemahaman materi;
4. Perubahan sikap dan perilaku peserta Diklat, melalui Format LP 7, yang berisikan evaluasi terhadap sikap dan perilaku peserta;
5. Tingkat performansi widyaiswara/fasilitator, melalui Format LP 8, yang berisikan evaluasi terhadap widyaiswara/fasilitator;
6. Tingkat kepuasan peserta terhadap penyelenggaraan Diklat, melalui Format LP 10, yang berisikan tentang evaluasi kepuasan peserta non aparatur terhadap penyelenggaraan Diklat;
6 8. Tingkat kesesuaian tempat praktek lapangan, melalui evaluasi
kesesuaian lokasi praktek lapangan;
9. Tingkat efisiensi penyelenggaraan Diklat, melalui, evaluasi terhadap fasilitator/widyaiswara, evaluasi penguasaan/pemahaman materi dan evaluasi terhadap sikap prilaku peserta;
10. Tingkat efektivitas penyelenggaraan Diklat, melalui evaluasi harian (daily mood) dan evaluasi kepuasan terhadap penyelenggaraan Diklat;
11. Analisa data SPSS Versi 18 for window.
E. Hasil
Kegiatan monev penyelenggaraan Diklat ini diharapkan dapat menghasilkan :
1. Terukurnya tingkat efisiensi dan efektivitas penggunaan sumberdaya Diklat pertanian;
2. Terukurnya tingkat kemajuan kegiatan baik yang sedang berjalan maupun yang telah selesai sebagai bahan untuk pengambilan keputusan disetiap tingkatan manajemen;
3. Teridentifikasinya permasalahan-permasalahan yang timbul selama kegiatan Diklat berlangsung dan terkumpulnya saran-saran dari peserta Diklat;
4. Tersedianya data hasil penyelenggaraan monev Diklat sebagai evaluasi kepanitiaan pasca pelaksanaan Diklat;
5. Tersedianya umpan balik dari seluruh pemangku kepentingan dalam rangka penyempurnaan pelaksanaan Diklat selanjutnya;
6. Tersedianya laporan monev penyelenggaraan Diklat oleh Seksi Evaluasi dan Pelaporan BBPP Ketindan.
7 BAB II
PELAKSANAAN
A. Nama Diklat
“Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkatan II”
B. Dasar hukum
1. Keputusan Menteri Pertanian nomor : 103/Permentan/ OT.140/10/2013 tanggal 9 Oktober 2013 Tentang organisasi dan tata kerja BBPP Ketindan;
2. Permentan Nomor : 16/Permentan/OT.140/J/02/12 tentang petunjuk pelaksanaan monitoring dan evaluasi pendidikan dan pelatihan pertanian, tanggal 27 Februari 2012;
3. Surat Keputusan Kepala BBPP Ketindan nomor: 01/Kpts/ SM.110/I.14.3/09/2017 tanggal 04 September 2017 Tentang penyelenggaraan Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Angkatan II;
4. Petunjuk Teknis pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) Diklat tahun 2017.
C. Waktu dan tempat
Monev Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkatan II dilaksanakan mulai tanggal 10 sampai dengan 16 September 2017 di Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan.
D. Instrumen (LP4 – LP10)
Pelaksanaan monev pada Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkatan II meliputi beberapa penilaian, yaitu :
1. Format LP 4, kuesioner aspek yang dimonitor dalam penyelenggaraan Diklat;
8 3. Format LP 6, kuesioner penguasaan/ pemahaman materi;
4. Format LP 7, kuesioner evaluasi terhadap sikap dan perilaku peserta; 5. Format LP 8, kuesioner evaluasi terhadap widyaiswara/fasilitator; 6. Format LP 10, kuesioner evaluasi kepuasan peserta non aparatur
terhadap penyelenggaraan Diklat; 7. Soal Pre-Post Tes;
8. Kuesioner evaluasi kesesuaian tempat praktek lapangan.
E. Petugas/pengolah
Adapun susunan pelaksana kegiatan monitoring dan evaluasi Diklat ini adalah:
Penanggung Jawab Kegiatan Monev Diklat
: Kabid. Program dan Evaluasi (Dadan Sunarsa, SP., MM)
Ketua : Kasie. Evaluasi dan
Pelaporan
(Novi Nuraini, S. Si., MP)
Sekretaris : Staf Seksi Evaluasi dan
Pelaporan
(Musdalipah, SP. MP)
F. Metode
Metode yang digunakan pada kegitan monev, metode survey dengan menggunakan instrumen-instrumen yang tercantum pada Permentan Nomor : 16/Permentan/OT.140/J/02/12 tentang Petunjuk Pelaksanaan Monitoring Dan Evaluasi Pendidikan dan Diklat Pertanian, tanggal 27 Februari 2012. Juga menggunakan instrumen lain yang sudah disusun oleh BBPP Ketindan, yaitu (1). instrumen untuk mengukur tingkat kemajuan berlatih peserta dievaluasi melalui pelaksanaan pre dan post
test, dan (2). instrumen untuk mengukur kesesuaian lokasi praktek
lapangan.
G. Analisis data
Data yang diperoleh dianalisa secara diskriptif dan korelasi dengan menggunakan software SPSS Versi 18 for windows.
9 H. Pembiayaan
Seluruh pembiayaan kegiatan monitoring dan evaluasi Diklat dibebankan pada anggaran PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) tahun anggaran 2017.
10 BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan Diklat
Hasil monev Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkatan II, adalah sebagai berikut :
1. Diskripsi peserta
Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkatan II diikuti oleh 28 (dua puluh delapan) orang karyawan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang akan memasuki masa purna bhakti, dengan diskripsi sebagai berikut:
a. Diskripsi peserta Diklat berdasarkan umur peserta
Diskripsi peserta Diklat berdasarkan umur peserta disajikan pada tabel 4 berikut ini :
Tabel 4. Diskripsi peserta Diklat berdasarkan umur peserta
No. Umur Peserta Jumlah (Orang) Prosentase (%)
1. 45 - 54 8 28,57
2. > 54 20 71,43
T O T A L 28 100,00
Berdasarkan umur peserta, dari 28 (dua puluh delapan) orang peserta, yang berumur antara 45 sampai dengan 54 tahun sebanyak 8 (delapan) orang atau 28,57% dan yang berumur lebih dari 54 tahun sebanyak 20 (dua puluh) orang atau 71,43%. Adapun secara rinci diskripsi peserta berdasarkan umur dapat dilihat pada gambar 1 berikut ini :
11
8; 29%
20; 71%
Diskripsi peserta berdasarkan umur
45-54 > 54
Gambar 1. Diskripsi peserta Diklat berdasarkan umur
b. Diskripsi peserta Diklat berdasarkan tingkat pendidikan
Diskripsi peserta Diklat berdasarkan tingkat pendidikan disajikan pada tabel 5 berikut ini :
Tabel 5. Diskripsi peserta Diklat berdasarkan tingkat pendidikan No. Tingkat Pendidikan Jumlah (Orang) Prosentase (%)
1. SD 1 3,57 2. SLTP 3 10,71 3. SLTA 18 64,29 4. D3 1 3,57 5. ATT 2 7,14 6. ANT 1 3,57 7. S1 2 7,14 T O T A L 28 100,00
Berdasarkan tingkat pendidikan, dari 28 (dua puluh delapan) orang peserta, yang berpendidikan SD sebanyak 1 (satu) orang atau 3,57%, yang berpendidikan SLTP sebanyak 3 (tiga) orang atau 10,71%, yang berpendidikan SLTA sebanyak 18 (delapan belas) orang atau 64,29%, yang berpendidikan D3 sebanyak 1 (satu) orang atau 3,57%, yang berpendidikan ATT sebanyak 2 (dua) orang atau 7,14, yang berpendidikan ANT sebanyak 1 (satu) orang 3,57% dan yang berpendidikan S1
12 sebanyak 2 (dua) orang atau 7,14%. Adapun secara rinci diskripsi peserta berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada gambar 2 berikut ini :
1; 3% 3; 11% 18; 64% 1; 4% 2; 7% 1; 4% 2; 7%
Diskripsi peserta berdasarkan tingkat pendidikan SD SLTP SLTA D3 ATT ANT S1
Gambar 2. Diskripsi peserta Diklat berdasarkan tingkat pendidikan
c. Diskripsi peserta Diklat berdasarkan kantor cabang asal peserta Diskripsi peserta Diklat berdasarkan kantor cabang asal peserta disajikan pada tabel 6 berikut ini :
Tabel 6. Diskripsi peserta Diklat berdasarkan kantor cabang asal peserta
No. Kantor Cabang Asal Peserta Jumlah (Orang) Prosentase (%)
1. Ambon 3 10,71 2. Bakauheni 5 17,86 3. Batam 3 10,71 4. Bitung 1 3,57 5. Jepara 1 3,57 6. Kayangan 1 3,57 7. Ketapang 2 7,14 8. Lembar 3 10,71 9. Merak 3 10,71 10. Merauke 2 7,14 11. Sape 3 10,71 12. Selayar 1 3,57 T O T A L 28 100,00
13 Berdasarkan sebaran asal peserta, dari 28 (dua puluh delapan) orang peserta, yang berasal dari kantor cabang Ambon sebanyak 3 (tiga) orang atau 10,71%, dari cabang Bakauheni sebanyak 5 (lima) orang atau 17,86%, dari cabang Batam sebanyak 3 (tiga) orang atau 10,71%, dari cabang Bitung sebanyak 1 (satu) orang atau 3,57%, dari cabang Jepara sebanyak 1 (satu) orang atau 3,57%, dari cabang Kayangan sebanyak 1 (satu) orang atau 3,57%, dari cabang Ketapang sebanyak 2 (dua) orang atau 7,14%, dari cabang Lembar sebanyak 3 (tiga) orang atau 10,71%, dari cabang Merak sebanyak 3 (tiga) orang 10,71%, dari cabang Merauke sebanyak 2 (dua) orang atau 7,14%, dari cabang Sape sebanyak 3 (tiga) orang atau 10,71% dan dari cabang Selayar sebanyak 1 (satu) orang 3,57%. Adapun diskripsi peserta Diklat berdasarkan kantor cabang asal peserta disajikan pada gambar 3 berikut ini :
3; 11% 5; 18% 3; 11% 1; 3% 1; 3% 1; 3% 2; 7% 3; 11% 3; 11% 2; 7% 3; 11% 1; 4%
Diskripsi peserta berdasarkan kantor cabang asal peserta Ambon Bakauheni Batam Bitung Jepara Kayangan Ketapang Lembar Merak Merauke Sape Selayar
Gambar 3. Diskripsi peserta Diklat berdasarkan kantor cabang asal peserta
14 d. Diskripsi peserta Diklat berdasarkan jenis kelamin
Berdasarkan jenis kelamin, keseluruhan peserta (100%) Diklat berjenis kelamin laki-laki. Adapun diskripsi peserta Diklat berdasarkan jenis kelamin dapat digambarkan seperti pada gambar 4 berikut ini :
28; 100%
Diskripsi peserta berdasarkan jenis kelamin
Laki-laki
Gambar 4. Diskripsi peserta Diklat berdasarkan jenis kelamin
2. Hasil Evaluasi LP – 4 (Daftar rincian aspek yang dimonitor dalam penyelenggaraan Diklat)
Dari hasil evaluasi dan monitoring LP-4 diperoleh bahwa dari 21 (dua puluh satu) unsur yang dinilai terdapat 2 (dua) unsur yang dinilai “tidak sesuai”. Unsur yang dinilai “tidak sesuai” yaitu 1). unsur "penetapan jumlah dan asal peserta Diklat", alasan unsur ini tidak sesuai karena terdapat kantor cabang yang tidak mengirimkan peserta, yaitu kantor cabang Surabaya dan kantor cabang yang mengirim peserta kurang dari jumlah yang ditentukan, yaitu cabang Bakauheni; dan 2). unsur ”pelaksanaan rapat evaluasi panitia setelah penutupan Diklat”, alasan unsur ini tidak sesuai karena rapat evaluasi dilakukan pada saat rapat persiapan Diklat satu bulan kedepan atau pada saat briefing/coffee morning dengan Kepala Balai.
15 Adapun hasil evaluasi dan monitoring pada LP-4 secara rinci dapat dilihat pada tabel 7.
Tabel 7. Hasil Evaluasi LP – 4
No. Unsur Ada (Sesuai /Tdk Sesuai Tidak Ada Alasan (Tdk Sesuai/Tdk Ada) Upaya Penyelesaian Masalah A. Persiapan
1. Petunjuk Teknis dibuat selambat-lambatnya 7 hari sebelum Diklat dilaksanakan Sesuai 2. SK Panitia Penyelenggara Diklat dibuat selambat-lambatnya 7 hari sebelum Diklat dilaksanakan Sesuai 3. Persyaratan peserta Diklat Sesuai 4. Penetapan jumlah dan asal peserta Diklat Tidak Sesuai Kantor cabang Bakauheni tidak mengirimkan peserta sesuai dengan yang direncanakan dan kantor cabang Surabaya tidak mengirimkan peserta 5. Undangan pemanggilan peserta, paling lambat 7 hari sebelum pelaksanaan Diklat atau sesuai dengan Standar
Operating Prosedur
(SOP) masing-masing UPT Diklat dengan dilampirkan blanko biodata peserta Sesuai 6. Konfirmasi kehadiran peserta paling lambat 3 hari Sesuai
16 No. Unsur Ada (Sesuai /Tdk Sesuai Tidak
Ada Sesuai/Tdk Ada) Alasan (Tdk
Upaya Penyelesaian Masalah sebelum pembukaan Diklat 7. Pengiriman undangan pembukaan paling lambat 3 (tiga) hari sebelum pembukaan Diklat Sesuai 8. Undangan mengajar untuk fasilitator/narasumber / praktisi dilampiri jadwal Diklat dan dikirim minimal 1 minggu sebelum pelaksanaan Diklat
Sesuai
9. Bahan perlengkapan peserta tersedia 2 hari sebelum pembukaan Diklat
Sesuai
10. Bahan praktek telah tersedia sebelum praktek dilaksanakan
Sesuai
11. Penerimaan peserta harus sesuai dengan persyaratan yang tercantum dalam surat pemanggilan
Sesuai
12. Lama waktu Diklat sesuai dengan kurikulum Sesuai 13. Materi Diklat (modul/bahan ajar) diserahkan kepada panitia penyelenggara paling lambat 3 (tiga) hari sebelum pembukaan, untuk diperbanyak dan diberikan kepada peserta Diklat sebelum materi Sesuai
17 No. Unsur Ada (Sesuai /Tdk Sesuai Tidak
Ada Sesuai/Tdk Ada) Alasan (Tdk
Upaya Penyelesaian Masalah tersebut dilatihkan 14. Pelatih harus memenuhi kualifikasi sesuai dengan keahliannya Sesuai 15. Panduan dan Petunjuk Praktek Lapangan Diklat dibuat serta diperbanyak selambat-lambatnya 3 (tiga) hari sebelum Diklat Sesuai B. Pelaksanaan Diklat 1. Kehadiran fasilitator/ narasumber/praktisi paling lambat 10 menit sebelum dimulai Diklat Sesuai 2. Kehadiran peserta 10 menit sebelum pembelajaran dimulai Sesuai 3. Kesesuaian/relevansi tempat praktek lapangan (kunjungan lapangan) dengan tujuan materi yang disampaikan
Sesuai
4. Jumlah jam materi yang disampaikan sesuai dengan jadwal Diklat
Sesuai
5. Kesiapan sarana prasarana Diklat dan panitia penyelenggara Sesuai 6. Pelaksanaan rapat evaluasi panitia setelah penutupan Diklat Tidak
sesuai Rapat evaluasi dilakukan pada saat rapat persiapan Diklat satu bulan kedepan atau Rapat evaluasi panitia dilaksanakan terpisah dengan rapat persiapan
18 No. Unsur Ada (Sesuai /Tdk Sesuai Tidak
Ada Sesuai/Tdk Ada) Alasan (Tdk
Upaya Penyelesaian Masalah pada saat briefing/coffee morning dengan Kepala Balai
3. Hasil evaluasi perkembangan perasaan (daily mood) peserta Diklat Monitoring harian daily mood bertujuan untuk mengetahui dengan cepat tingkat perasaan peserta terhadap pelaksanaan Diklat sehingga dapat membangun motivasi belajar pada hari itu dan menggali saran-saran perbaikan untuk hari esok.
Berdasarkan hasil evaluasi perkembangan perasaan daily
mood menunjukkan bahwa selama 6 (enam) hari mengikuti Diklat
peserta merasa “senang” dengan nilai rata-rata 2,89 atau 96,23%. Dengan prosentase sebesar 96,23% berarti sudah mencapai target sasaran mutu ISO 9001:2015 BBPP Ketindan yaitu sebesar 83%. Adapun hasil evaluasi harian (daily mood) secara lengkap disajikan pada lampiran 1. Sedangkan perkembangan perasaan daily mood peserta Diklat selama mengikuti Diklat dapat dilihat pada gambar 5 berikut ini : 0 5 10 15 20 25 30
Senang Biasa Sedih
26
2
0
Grafik perkembangan perasaan (daily mood) peserta Diklat
Jumlah (Orang) Prosentase (%)
Gambar 5. Grafik perkembangan perasaan (daily mood) peserta Diklat
19 Dari gambar 5 terlihat bahwa selama mengikuti Diklat dari 28 (dua puluh delapan) orang peserta terdapat 26 (dua puluh enam) orang atau 92,86% merasa “senang”, 2 (dua) orang atau 7,14% merasa “biasa” dan tidak ada peserta yang merasa “sedih”. Dengan peserta merasa senang mengikuti Diklat diharapkan peserta lebih memahami dan menguasai materi-materi yang dilatihkan. Oleh sebab itu BBPP Ketindan harus dapat menjaga perasaan peserta Diklat selama mengikuti Diklat.
4. Hasil evaluasi penguasaan/pemahaman materi
Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan bahwa setelah mengikuti Diklat peserta menyatakan “cukup menguasai” yaitu dengan nilai rata-rata 3,13, berarti tingkat penguasaan/pemahaman materi peserta Diklat sebesar 62,54%, hal ini berarti belum mencapai target sasaran mutu ISO 9001:2015 BBPP Ketindan yaitu sebesar 77%. Adapun tingkat penguasaan/pemahaman materi tiap mata Diklat dapat dilihat pada gambar 6 berikut ini, sedangkan rekapitulasi hasil evaluasi penguasaan/pemahaman materi secara rinci dapat dilihat pada lampiran 2. 2,60 2,70 2,80 2,90 3,00 3,10 3,20 3,30 3,40 2,88 2,93 3,11 3,32 3,39 3,13 N il a i R a ta -r a ta Nama Materi
Grafik penguasaan/pemahaman materi peserta Diklat
Cukup Menguasai
20 Dari gambar 6 dapat dilihat bahwa dari 5 (lima) materi inti yang dilatihkan, peserta menyatakan "cukup menguasai" pada kelima materi tersebut.
Selain evaluasi penguasaan/pemahaman materi tiap materi dapat diketahui, bahwa dari 28 (dua puluh delapan) orang peserta Diklat terdapat 4 (empat) orang atau 14,29% yang menyatakan “kurang menguasai”, 19 (sembilan belas) orang atau 67,86% yang menyatakan “cukupmenguasai”, 4 (empat) orang atau 14,29% yang menyatakan “menguasai” dan 1 (satu) orang atau 3,57% yang menyatakan “sangat menguasai”. Hal ini dapat digambarkan seperti pada gambar 7 berikut ini.
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 4 19 4 1
Grafik tingkat penguasaan/pemahaman materi
Jumlah (Orang) Prosentase (%)
Gambar 7. Grafik Tingkat Penguasaan/Pemahaman Materi
5. Hasil evaluasi terhadap sikap dan perilaku peserta
Evaluasi terhadap sikap dan perilaku peserta bertujuan untuk mengetahui sikap perilaku peserta Diklat terhadap penerapan hasil Diklat. Evaluasi terhadap sikap dan perilaku peserta dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali selama proses Diklat berlangsung yaitu pada awal proses Diklat, tengah proses Diklat dan pada akhir proses Diklat. Ada 5 (lima) aspek penilaian dalam evaluasi terhadap sikap dan prilaku peserta yaitu disiplin, motivasi, kerjasama, prakarsa dan
21 kepemimpinan. Masing-masing aspek mempunyai bobot sendiri-sendiri yaitu 40% untuk disiplin, 20% untuk motivasi, 15% untuk kerjasama, 15% untuk prakarsa dan 10% untuk kepemimpinan.
Dari hasil evaluasi terhadap sikap perilaku peserta diketahui bahwa nilai terendah dari evaluasi terhadap sikap dan perilaku peserta adalah sebesar 73,70 sedangkan nilai tertinggi sebesar 78,10, dengan nilai rata-rata 75,33. Berikut ini adalah grafik evaluasi terhadap sikap dan perilaku peserta dari tahap awal Diklat sampai dengan akhir Diklat.
72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82
Awal Tengah Akhir Rata-rata
81,18 75,11 75,28 75,33 N il a i R a ta -r a ta Proses Diklat
Grafik evaluasi terhadap sikap dan prilaku peserta
Sangat Baik Baik
Gambar 8. Grafik hasil evaluasi terhadap sikap dan perilaku peserta
Pada gambar 8 dapat dilihat bahwa rata-rata sikap perilaku peserta Diklat terhadap hasil-hasil Diklat termasuk dalam kategori “baik” yaitu sebesar 75,33 atau 83,70%. Hasil evaluasi terhadap sikap perilaku peserta secara rinci yaitu pada awal proses Diklat nilai rata-rata sikap dan perilaku peserta mencapai 75,11, pada tengah proses Diklat nilai rata-rata sikap dan prilaku peserta mencapai 75,28 dan pada akhir proses Diklat nilai rata-rata sikap dan prilaku peserta mencapai 81,18. Adapun rekapitulasi hasil evaluasi terhadap sikap dan prilaku peserta secara rinci dapat dilihat pada lampiran 3.
22 6. Hasil evaluasi terhadap widyaiswara/fasilitator
Evaluasi terhadap widyaiswara/fasilitator bertujuan untuk mendapatkan masukan terhadap unsur-unsur kemampuan widyasiwara/fasilitator dari peserta dalam aspek pembelajaran. Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan bahwa selama pelaksanaan Diklat peserta menyatakan performansi widyaiswara/fasilitator “baik” dengan nilai rata-rata 3,88 atau 77,54%, hal ini berarti belum mencapai target sasaran mutu ISO 9001:2015 BBPP Ketindan yaitu sebesar 85%. Berikut ini disajikan grafik evaluasi terhadap widyaiswara/fasilitator.
0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 4,5 5 4,59 N il a i R a ta -r a ta
Nama Fasilitator dan Materi Yang Dilatihkan
Grafik evaluasi terhadap fasilitator/widyaiswara
Cukup Baik Baik Sangat Baik
Gambar 9. Grafik hasil evaluasi terhadap fasilitator/widyaiswara
Dari gambar 9 dapat dilihat bahwa dari 15 (lima belas) orang widyaiswara/fasilitator yang memberikan materi, terdapat 3 (tiga) orang fasilitator/widyaiswara yang dinyatakan peserta mempunyai performansi “cukup baik”, 11 (sebelas) orang fasilitator/widyaiswara yang dinyatakan peserta mempunyai performansi “ baik dan 1 (satu) orang fasilitator/widyaiswara yang dinyatakan peserta mempunyai performansi “sangat baik”. Adapun rekapitulasi hasil
23 evaluasi terhadap widyasiwara/fasilitator dapat dilihat pada lampiran 4.
7. Hasil evaluasi kepuasan peserta non aparatur terhadap penyelenggaraan Diklat
Evaluasi kepuasan peserta non aparatur terhadap penyelenggaraan Diklat bertujuan untuk mengetahui perasaan peserta Diklat (peserta merasa puas atau tidak) terhadap penyelenggaraan Diklat. Dari hasil evaluasi menunjukkan bahwa selama pelaksanaan Diklat peserta sudah merasa “puas” dengan penyelenggaraan Diklat di BBPP Ketindan, yaitu dengan nilai 2,57 atau 85,82%, hal ini berarti belum mencapai target sasaran mutu ISO 9001:2015 BBPP Ketindan yaitu sebesar 91%. Adapun rekapitulasi hasil evaluasi kepuasan terhadap penyelenggaraan Diklat dapat digambarkan seperti pada gambar 10 berikut ini, sedangkan hasil evaluasi kepuasan terhadap penyelenggaraan Diklat secara rinci dapat dilihat pada lampiran 5.
2,56 2,56 2,57 2,57 2,58 2,58 2,59 Pelayanan Administrasi Pelayanan Fasilitas Diklat Rata-rata 2,58 2,57 2,57
Grafik evaluasi kepuasan peserta terhadap penyelenggaraan Diklat
Puas
Gambar 10. Grafik hasil evaluasi kepuasan peserta non aparatur terhadap penyelenggaraan Diklat
24 8. Hasil evaluasi kemajuan berlatih peserta Diklat
Evaluasi kemajuan berlatih peserta dapat dilihat dari evaluasi
pre test dan post test. Pelaksanaan pre test dan post test merupakan
salah satu indikator penilaian yang sangat penting untuk mengetahui sejauhmana pengetahuan dan pemahaman peserta sebelum dan sesudah mengikuti Diklat. Pada evaluasi kemajuan berlatih peserta terdapat 4 (empat) parameter yaitu 1) parameter “kurang baik” yaitu apabila prosentase kenaikan setelah Diklat < 30%; 2) parameter “cukup baik” yaitu apabila prosentase kenaikan setelah Diklat 30% – 40%; 3) parameter “baik” yaitu prosentase kenaikan setelah Diklat 41% - 40%; dan 4) parameter “memuaskan” yaitu prosentase kenaikan setelah Diklat >50%. Adapun hasil pre test,
post test dan kenaikannya untuk masing-masing peserta dapat
dilihat pada tabel 8.
Tabel 8. Hasil pre test dan post test peserta Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkatan II
Kelamin Nama Kabupaten Nilai Pre Test Nilai Post Test Kenaikan Setelah Diklat Prosentase Kenaikan Keterangan L Abusiri Merak 29,17 82,50 53,33 182,86 Memuaskan Ahmad Mutawali Selayar 11,67 70,83 59,17 507,14 Memuaskan Aidil Sembiring Bakauheni 1,00 82,50 81,50 8150,00 Memuaskan Amat Ketapang 1,00 82,50 81,50 8150,00 Memuaskan Aswad Wahab Bitung 11,67 82,50 70,83 607,14 Memuaskan Gustani Bakauheni 11,67 70,83 59,17 507,14 Memuaskan Haryadi Merauke 23,33 77,33 54,00 231,43 Memuaskan I Gusti Ngurah Udara Lembar 17,50 60,83 43,33 247,62 Memuaskan I Ketut Ardhana Lembar 1,00 63,00 62,00 6200,00 Memuaskan I Wayan Gelgel Lembar 17,50 40,83 23,33 133,33 Memuaskan I Wayan Sumantri Kayangan 11,67 59,17 47,50 407,14 Memuaskan Iriaman Markali Merauke 1,00 82,50 81,50 8150,00 Memuaskan Ishak Jepara 1,00 77,33 76,33 7633,33 Memuaskan Iskandar Alam Sape 1,00 73,67 72,67 7266,67 Memuaskan Izac Tuamely Ambon 1,00 76,67 75,67 7566,67 Memuaskan Jalmo Merak 5,83 88,33 82,50 1414,29 Memuaskan Kasnan Bakauheni 1,00 63,00 62,00 6200,00 Memuaskan Leo Pogoh Ambon 1,00 81,33 80,33 8033,33 Memuaskan Nurheryadi Bakauheni 1,00 63,00 62,00 6200,00 Memuaskan
25
Kelamin Nama
Kabupaten
Nilai Pre
Test
Nilai
Post Test
Kenaikan
Setelah Diklat
Prosentase
Kenaikan
Keterangan
Ospar Silaban Sape 9,83 76,67 66,83 679,66 Memuaskan
Rudolf Silooy Ambon 4,00 78,33 74,33 1858,33 Memuaskan
Saepudin Batam 1,00 82,50 81,50 8150,00 Memuaskan
Saring Sutarno Merak 17,50 78,50 61,00 348,57 Memuaskan
Sudirman Sape 1,00 65,67 64,67 6466,67 Memuaskan
Supriyadi Ketapang 1,00 80,50 79,50 7950,00 Memuaskan
Surya Saputra Bakauheni 1,00 82,50 81,50 8150,00 Memuaskan
Yuliansyah Batam 1,00 82,50 81,50 8150,00 Memuaskan
Zail Ways Batam 1,00 55,67 54,67 5466,67 Memuaskan
L Total 6,69 73,63 66,93 4464,57 Memuaskan
Grand Total 6,69 73,63 66,93 4464,57 Memuaskan
Dari tabel 7 diketahui bahwa pada saat pre test, nilai terendah yang dicapai oleh peserta Diklat adalah 1, nilai tertinggi yang diperoleh oleh peserta Diklat 29,17 dengan nilai rata-rata sebesar 6,69. Selanjutnya di akhir kegiatan Diklat juga dilakukan post test untuk mengetahui tingkat kenaikan kompetensi peserta setelah mengikuti Diklat. Berdasarkan tabel 7 diatas diketahui bahwa nilai terendah pada saat post test adalah sebesar 40,83 sedangkan nilai tertinggi adalah sebesar 88,33 dengan nilai rata-rata sebesar 73,63. Hal ini berarti bahwa telah terjadi kenaikan sebesar 66,93 atau 4464,57%. Dengan prosentase sebesar 4464,57% berarti sudah termasuk parameter “memuaskan”. Adapun grafik hasil kenaikan nilai antara pre test dan post test dapat dilihat pada gambar 11.
0 5 10 15 20 25 30 Memuaskan 28 100,00%
Grafik kemajuan berlatih peserta setelah mengikuti Diklat
Jml (Org) Prosentase (%)
26 Dari gambar 11 dapat dilihat bahwa dari 28 (dua puluh delapan) orang peserta Diklat keseluruhan peserta kemajuan berlatihnya termasuk parameter “memuaskan”.
Untuk mempermudah dalam mengetahui kemajuan berlatih peserta dapat dilihat dari tingkat kesalahan peserta dalam menjawab soal pre dan post test. Idealnya tingkat kesalahan peserta dalam menjawab soal pre dan post test adalah menurun. Adapun tingkat kesalahan peserta dalam menjawab soal pre dan
post test dapat dilihat pada gambar 12 berikut ini :
24 23 24 26 26 25 27 26 26 27 27 27 28 28 28 7 6 5 10 20 2 0 0 3 28 23 1 2 2 7 0 5 10 15 20 25 30 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Grafik perkembangan hasil pre test dan post test
Jumlah Peserta Yang Menjawab Salah Pada Saat Pre Test Jumlah Peserta Yang Menjawab Salah Pada Saat Post Test
Gambar 12. Tingkat kesalahan peserta dalam menjawab soal pre dan post test
Dari gambar 12 dapat dilihat bahwa secara umum terjadi penurunan tingkat kesalahan dalam menjawab soal Pre dan Post
Test dan tingkat kesalahannya pun masih dibawah 30%, namun
masih terdapat 4 (empat) nomor soal yang tingkat kesalahannya masih tinggi (diatas 30%) yaitu soal nomor 4 dan 5 tentang materi “es krim ubi jalar”, soal nomor 10 dan 11 tentang materi “pengolahan hasil pisang (proll)”.
27 9. Hasil evaluasi kesesuaian tempat praktek
Praktek lapangan pada Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkatan II dilaksanakan sebanyak 2 (dua) kali, yaitu pada tanggal 12 September 2017 yang bertempat di Instalasi Budidaya Air Tawar (IBAT), Batu dan CV. Arjuna Flora, Batu dan pada tanggal 14 September 2017 yang bertempat di KUB Mini Maxi Hidroganik, Malang dan Peternak Ayam di Malang. Dari hasil evaluasi diketahui bahwa tempat praktek lapangan tersebut “sesuai”. Adapun hasil evaluasi kesesuaian tempat praktek lapangan dapat dilihat pada tabel 9, 10, 11 dan tabel 12.
Tabel 9. Rekapitulasi evaluasi kesesuaian tempat praktek di Instalasi Budidaya Air Tawar (IBAT), Batu
R % R % 1. 23 82,14 5 17,86 2. 23 82,14 5 17,86 3. 25 89,29 3 10,71 4. 25 89,29 3 10,71 24,00 85,71 4,00 14,29 Kesesuaian tempat praktek lapang dengan
tujuan pelatihan
Kesesuaian tempat praktek lapang dengan judul pelatihan
Kesesuaian tempat praktek lapang dengan isi materi yang dilatihkan
Kesesuaian tempat praktek lapang dengan kebutuhan peserta pelatihan dalam menambah pengetahuan/keterampilan
Rata -rata dan Prosentase
SESUAI BELUM SESUAI No Unsur yang dievaluasi
Dari tabel 9 dapat diketahui bahwa 85,71% peserta menyatakan tempat praktek lapangan tersebut “sesuai”, artinya tempat praktek lapangan sesuai dengan tujuan Diklat, sesuai dengan judul Diklat, sesuai dengan isi materi yang dilatihkan dan sesuai dengan kebutuhan peserta Diklat dalam menambah pengetahuan/ketrampilan peserta.
28 Tabel 10. Rekapitulasi evaluasi kesesuaian tempat praktek CV.
Arjuna Flora, Batu
R % R % 1. 28 100,00 0 0,00 2. 25 89,29 3 10,71 3. 25 89,29 3 10,71 4. 27 96,43 1 3,57 26,3 93,75 1,8 6,25
No Unsur yang dievaluasi SESUAI BELUM SESUAI
Kesesuaian tempat praktek lapang dengan tujuan pelatihan
Kesesuaian tempat praktek lapang dengan judul pelatihan
Kesesuaian tempat praktek lapang dengan isi materi yang dilatihkan
Kesesuaian tempat praktek lapang dengan kebutuhan peserta pelatihan dalam menambah pengetahuan/keterampilan
Rata -rata dan Prosentase
Dari tabel 10 dapat diketahui bahwa 93,75% peserta menyatakan tempat praktek lapangan tersebut “sesuai”, artinya tempat praktek lapangan sesuai dengan tujuan Diklat, sesuai dengan judul Diklat, sesuai dengan isi materi yang dilatihkan dan sesuai dengan kebutuhan peserta Diklat dalam menambah pengetahuan/ketrampilan peserta.
Tabel 11. Rekapitulasi evaluasi kesesuaian tempat praktek di KUB Mini Maxi Hidroganik, Malang
R % R % 1. 28 100,00 0 0,00 2. 27 96,43 1 3,57 3. 28 100,00 0 0,00 4. 28 100,00 0 0,00 27,75 99,11 0,25 0,89
No Unsur yang dievaluasi SESUAI BELUM SESUAI
Kesesuaian tempat praktek lapang dengan tujuan pelatihan
Kesesuaian tempat praktek lapang dengan judul pelatihan
Kesesuaian tempat praktek lapang dengan isi materi yang dilatihkan
Kesesuaian tempat praktek lapang dengan kebutuhan peserta pelatihan dalam menambah pengetahuan/keterampilan
Rata -rata dan Prosentase
Dari tabel 11 dapat diketahui bahwa 99,11% peserta menyatakan tempat praktek lapangan tersebut “sesuai”, artinya tempat praktek lapangan sesuai dengan tujuan Diklat, sesuai
29 dengan judul Diklat, sesuai dengan isi materi yang dilatihkan dan sesuai dengan kebutuhan peserta Diklat dalam menambah pengetahuan/ketrampilan peserta.
Tabel 12. Rekapitulasi evaluasi kesesuaian tempat praktek di Peternak Ayam, Malang
R % R % 1. 24 85,71 4 14,29 2. 25 89,29 3 10,71 3. 24 85,71 4 14,29 4. 24 85,71 4 14,29 24,25 86,61 3,75 13,39
No Unsur yang dievaluasi SESUAI BELUM SESUAI
Kesesuaian tempat praktek lapang dengan tujuan pelatihan
Kesesuaian tempat praktek lapang dengan judul pelatihan
Kesesuaian tempat praktek lapang dengan isi materi yang dilatihkan
Kesesuaian tempat praktek lapang dengan kebutuhan peserta pelatihan dalam menambah pengetahuan/keterampilan
Rata -rata dan Prosentase
Dari tabel 12 dapat diketahui bahwa 86,61% peserta menyatakan tempat praktek lapangan tersebut “sesuai”, artinya tempat praktek lapangan sesuai dengan tujuan Diklat, sesuai dengan judul Diklat, sesuai dengan isi materi yang dilatihkan dan sesuai dengan kebutuhan peserta Diklat dalam menambah pengetahuan/ketrampilan peserta.
10. Analisa SPSS
a. Hasil korelasi antara umur peserta dengan kenaikan nilai antara
pre test dan post test
Dari hasil korelasi antara umur peserta dengan kenaikan nilai diperoleh bahwa range umur peserta yang memperoleh rata-rata kenaikan nilai tertinggi (72,94) adalah antara umur 45 sampai dengan 54 tahun, sedangkan rata-rata kenaikan nilai terendah (64,53) adalah umur lebih dari 54 tahun. Adapun hasil korelasi antara umur peserta dengan kenaikan nilai peserta dapat digambarkan seperti pada gambar 13.
30 Gambar 13. Grafik hasil korelasi antara range umur peserta
dengan kenaikan nilai antara pre test dan post test
b. Hasil korelasi antara pendidikan peserta dengan kenaikan nilai antara pre test dan post test
Dari hasil korelasi antara pendidikan peserta dengan kenaikan nilai diperoleh bahwa rata-rata kenaikan nilai tertinggi (81,50) diperoleh peserta yang berpendidikan SD dan ANT, sedangkan rata-rata kenaikan nilai terendah (46,22) diperoleh peserta yang berpendidikan SLTP. Adapun hasil korelasi antara pendidikan peserta dengan kenaikan nilai peserta dapat digambarkan seperti pada gambar 14.
31 Gambar 14. Grafik hasil korelasi antara pendidikan peserta
dengan kenaikan nilai
c. Hasil korelasi antara kantor cabang asal peserta dengan kenaikan nilai antara pre test dan post test
Dari hasil korelasi antara kantor cabang asal peserta dengan kenaikan nilai diperoleh bahwa rata-rata kenaikan nilai tertinggi (80,50) diperoleh peserta yang berasal dari kantor cabang Ketapang, sedangkan rata-rata kenaikan nilai terendah (42,89) diperoleh peserta yang berasal dari kantor cabang Lembar. Adapun hasil korelasi antara provinsi asal peserta dengan kenaikan nilai peserta dapat digambarkan seperti pada gambar 15.
32 Gambar 15. Grafik hasil korelasi antara kantor cabang asal peserta
peserta dengan kenaikan nilai
d. Hasil korelasi antara evaluasi penguasaan/pemahaman materi dengan hasil post test (prosentase peserta dalam menjawab benar soal post test dalam setiap materi)
Dari hasil korelasi antara antara evaluasi penguasaan/pemahaman materi dengan hasil post test (prosentase peserta dalam menjawab benar soal post test dalam setiap materi), diperoleh hasil seperti tersaji pada gambar 16.
33 0,00 10,00 20,00 30,00 40,00 50,00 60,00 70,00 80,00 90,00 100,00 Es Krim Ubi
Jalar PengolahanHasil Jagung (Tortila) Pengolahan Hasil Pisang (Prol) Pengelolaan Keuangan Pasca Pensiun Pengenalan Hidroponik Jumlah Peserta Menjawab Benar (%) Evaluasi Penguasaan materi (%) Skala : ≥ 81% = Sangat Baik 71% - 80% = Baik 61% - 70% = Cukup Baik 51% - 60% = Kurang Baik < 51% = Tidak Baik
Gambar 16. Grafik hasil korelasi antara evaluasi penguasaan/pemahaman materi dengan hasil post test (prosentase peserta dalam menjawab benar soal post test pada
setiap materi)
Dari gambar 16 diketahui bahwa secara umum prosentase rata-rata evaluasi penguasaan/pemahaman materi masing-masing materi lebih rendah dibandingkan dengan prosentase jumlah peserta menjawab benar pada soal post test, hal ini dikarenakan adanya keengganan peserta untuk mengisi evaluasi penguasaan/pemahaman materi pada skala 4 (menguasai) atau 5 (sangat menguasai) walaupun peserta sudah mampu untuk menjawab soal post test dengan benar. Dari gambar 18 diketahui juga bahwa masih terdapat 2 (dua) materi yang tidak menyusun soal pre dan post test, yaitu materi “pengelolaan keuangan pasca pensiun” dan materi “pengenalan hidroponik”.
B. Permasalahan hasil monitoring dan evaluasi
Permasalahan yang dihadapi oleh tim evaluator pada saat pelaksanaan Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkatan II, sebagai berikut :
1. Menurut Hasil evaluasi LP-4 (Daftar Rincian Aspek yang Dimonitor dalam Penyelenggaraan Diklat) diperoleh dari 21 (dua puluh satu)
34 unsur yang dinilai terdapat 2 (dua) unsur yang dinilai “tidak sesuai”. Unsur yang dinilai “tidak sesuai” yaitu 1). unsur "penetapan jumlah dan asal peserta Diklat", alasan unsur ini tidak sesuai karena terdapat kantor cabang yang tidak mengirimkan peserta, yaitu kantor cabang Surabaya dan kantor cabang yang mengirim peserta kurang dari jumlah yang ditentukan, yaitu cabang Bakauheni; dan 2). unsur ”pelaksanaan rapat evaluasi panitia setelah penutupan Diklat”, alasan unsur ini tidak sesuai karena rapat evaluasi dilakukan pada saat rapat persiapan Diklat satu bulan kedepan atau pada saat briefing/coffee morning dengan Kepala Balai;
2. Menurut hasil evaluasi pemahaman/penguasaan materi belum mencapai target sasaran mutu ISO 9001:2015 BBPP Ketindan yaitu sebesar 77%;
3. Menurut evaluasi terhadap widyaiswara/fasilitator belum mencapai target sasaran mutu ISO 9001:2015 BBPP Ketindan yaitu sebesar 85%; 4. Menurut evaluasi kepuasan peserta terhadap penyelenggraan
Diklat belum mencapai target sasaran mutu ISO 9001:2015 BBPP Ketindan yaitu sebesar 91%;
5. Menurut hasil post test masih terdapat 4 (empat) nomor soal yang tingkat kesalahannya lebih dari 30%; dan
6. Menurut hasil korelasi evaluasi penguasaan/pemahaman materi dengan hasil pre post test terdapat 2 (dua) materi yang tidak menyusun soal pre post test.
C. Pemecahan masalah monitoring dan evaluasi
Upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi adalah perlunya dilakukan rapat evaluasi penutupan Diklat dengan dihadiri semua unsur yang berkompeten dalam penyelenggaraan Diklat dan khususnya berkaitan dengan temuan atau saran-saran peserta Diklat.
35 BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari hasil monev pada Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkatan II dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkatan II dapat berjalan dengan baik dan lancar;
2. Menurut Hasil evaluasi LP-4 (Daftar Rincian Aspek yang Dimonitor dalam Penyelenggaraan Diklat) diperoleh dari 21 (dua puluh satu) unsur yang dinilai terdapat 2 (dua) unsur yang dinilai “tidak sesuai”. Unsur yang dinilai “tidak sesuai” yaitu 1). unsur "penetapan jumlah dan asal peserta Diklat", alasan unsur ini tidak sesuai karena terdapat kantor cabang yang tidak mengirimkan peserta, yaitu kantor cabang Surabaya dan kantor cabang yang mengirim peserta kurang dari jumlah yang ditentukan, yaitu cabang Bakauheni; dan 2). unsur ”pelaksanaan rapat evaluasi panitia setelah penutupan Diklat”, alasan unsur ini tidak sesuai karena rapat evaluasi dilakukan pada saat rapat persiapan Diklat satu bulan kedepan atau pada saat
briefing/coffee morning dengan Kepala Balai;
3. Hasil evaluasi LP-5, yaitu monitoring harian (daily mood) peserta Diklat menunjukkan bahwa 92,86% peserta merasa senang, 7,14% peserta merasa biasa dan 0% peserta merasa sedih (tidak ada peserta Diklat yang merasa biasa dan sedih pada saat mengikuti Diklat);
4. Hasil evaluasi LP-6 (evaluasi penguasaan/pemahaman materi) menunjukkan bahwa dari 5 (lima) materi inti yang dilatihkan rata-rata peserta menyatakan “cukup menguasai” dengan nilai rata-rata 3,13 atau 62,54%;
5. Hasil evaluasi LP-7 (evaluasi terhadap sikap dan prilaku peserta) menunjukkan bahwa sikap perilaku peserta Diklat terhadap hasil-hasil Diklat termasuk dalam kategori “baik” dengan nilai rata-rata 75,33 atau 83,70%;
36 6. Hasil evaluasi LP-8 (evaluasi terhadap widyaiswara/fasilitator) menunjukkan bahwa performansi widyaiswara/fasilitator “baik” dengan nilai rata-rata 3,88 atau 77,54%;
7. Hasil evaluasi LP-10 (evaluasi kepuasan peserta non aparatur terhadap penyelenggaraan Diklat) menunjukkan bahwa selama pelaksanaan Diklat peserta sudah merasa “puas” dengan nilai rata-rata 2,57 atau 85,82%;
8. Hasil evaluasi kemajuan berlatih peserta menunjukkan bahwa setelah mengikuti Diklat pengetahuan peserta meningkat 66,93 atau 4464,57%;
9. Hasil evaluasi kesesuaian tempat praktek lapang menunjukkan bahwa keempat tempat praktek lapang dinyatakan peserta 91,29% “sesuai”;
10. Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkatan II sudah sangat efektif (dengan nilai rata-rata 91,02%) dan efisien (dengan nilai rata-rata 74,59%).
B. Saran–saran
Memperhatikan hasil pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan Diklat disarankan :
1. Perlunya pengelola program menetapkan target program (kenaikan nilai pre test dan post test) yang dinyatakan dengan prosentase, sehingga Diklat ini dapat dikatakan berhasil atau tidak karena rata-rata kenaikan nilai pre test dan post test sebesar 66,93 atau 4464,57%;
2. Adanya perbaikan dalam penyusunan soal pre dan post test karena masih terdapat materi yang tidak menyusun soal.
37 BAB V
PENUTUP
Hasil monitoring dan evaluasi pada Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkatan II menunjukkan bahwa penyelenggaraan Diklat persiapan purna bhakti karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) angkatan II sudah sangat efektif dan efisien, namun demikian masih ada beberapa hal yang perlu untuk ditingkatkan lagi yaitu 1). pada LP-4 (Daftar Rincian Aspek yang Dimonitor dalam Penyelenggaraan Diklat) diperoleh dari 21 (dua puluh satu) unsur yang dinilai terdapat 2 (dua) unsur yang dinilai “tidak sesuai”. Unsur yang dinilai “tidak sesuai” yaitu 1). unsur "penetapan jumlah dan asal peserta Diklat", alasan unsur ini tidak sesuai karena terdapat kantor cabang yang tidak mengirimkan peserta, yaitu kantor cabang Surabaya dan kantor cabang yang mengirim peserta kurang dari jumlah yang ditentukan, yaitu cabang Bakauheni; dan 2). unsur ”pelaksanaan rapat evaluasi panitia setelah penutupan Diklat”, alasan unsur ini tidak sesuai karena rapat evaluasi dilakukan pada saat rapat persiapan Diklat satu bulan kedepan atau pada saat briefing/coffee morning dengan Kepala Balai; 2). menurut hasil evaluasi pemahaman/penguasaan materi, evaluasi terhadap widyaiswara/fasilitator dan evaluasi kepuasan peserta terhadap penyelenggaan Diklat belum mencapai target sasaran mutu ISO 9001:2015; 3). menurut hasil post test masih terdapat 4 (empat) nomor soal yang tingkat kesalahannya lebih dari 30%; dan 4). menurut hasil korelasi evaluasi penguasaan/pemahaman materi dengan hasil pre post test terdapat 2 (dua) materi yang tidak menyusun soal pre post test. Unsur-unsur tersebut harus segera ditindak lanjuti oleh BBPP Ketindan agar penyelenggaraan Diklat yang akan datang dapat lebih baik lagi.