• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 2 DESAIN PEKERJAAN DAN PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Bab 2 DESAIN PEKERJAAN DAN PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Bab 2

DESAIN PEKERJAAN DAN

PERENCANAAN SUMBER DAYA

MANUSIA

(2)

Tujuan Pembelajaran

• Mendefinisikan Elemen Desain

Pekerjaan

• Mendiskusikan Analisis Jabatan

• Mengidentifikasi Permintaan SDM

• Menjelaskan Pasokan SDM

(3)

ELEMEN-ELEMEN DESAIN PEKERJAAN

• Elemen-elemen desain pekerjaan adalah

elemen-elemen yang harus diperhatikan pada

saat menyusun atau mendesain pekerjaan, baik

di awal maupun pada saat melakukan

penyusunan kembali karena pengembangan

organisasi atau restrukturisasi.

• Terdapat 3 elemen desain pekerjaan, yaitu:

• Elemen Organisasional,

• Elemen Lingkungan,

• Elemen Keperilakuan.

(4)

Elemen-elemen Organisasional

Elemen-elemen organisasional pada

desain pekerjaan berhubungan dengan

efisiensi.

Pekerjaan-pekerjaan yang dirancang

secara efisien akan memotivasi

karyawan untuk mencapai hasil

maksimal.

Time and motion study menuntun

manajemen pada desain pekerjaan

yang efisien, suatu pekerjaan yang

dilakukan secara berulang tanpa banyak

variasi akan menyebabkan hasil yang

lebih banyak dengan mutu dan tingkat

akurasi yang lebih bagus.

Terdapat 3 unsur yang diperhatikan

dalam mendesain pekerjaan dengan

elemen organisasional, yaitu:

Pendekatan mekanistik, berupaya menggabungkan

pekerjaan-pekerjaan yang sama yang dilakukan oleh banyak orang menjadi satu jenis pekerjaan yang dilakukan oleh satu orang dengan volume pekerjaan yang tinggi. Langkah ini memancing kreativitas manusia untuk menciptakan mesin atau robot yang dapat melaksanakan tugas-tugas yang berulang dengan volume besar itu. Pendekatan ini menekankan pada efisiensi waktu, tenaga, biaya tenaga kerja, latihan dan waktu belajar karyawan. Teknik ini masih secara luas digunakan dalam operasi-operasi perakitan dan lebih efektif bila karyawannya kurang tingkat

pendidikannya atau kurang pengalaman industrialnya

Praktek-praktek kerja, yang berupa kebiasaan atau kesepakatan kolektif juga mempengaruhi desain pekerjaan

Aliran kerja, desain pekerjaan juga sangat dipengaruhi oleh aliran, urutan dan prosedur kerja. Urutan pekerjaan

biasanya dimulai dari pekerjaan yang ringan dan diakhiri oleh pekerjaan berat, atau dimulai oleh pekerjaan kasar dan diakhiri pekerjaan halus yang memerlukan presisi sehingga mengharuskan quality control yang cermat.

(5)

Elemen-elemen Lingkungan

Kemampuan dan tersedianya karyawan.

Efisiensi yang diharap dalam elemen organisasional dalam penyusunan desain pekerjaan sering kali berbenturan dengan kemampuan dan tersedianya karyawan. Banyak dijumpai kemampuan karyawan yang tidak menjamin berlangsungnya suatu desain pekerjaan, yang kalau dipaksanakan akan berdampak pada kualitas produk yang kurang memuaskan.

2 faktor lingkungan yang

mempengaruhi desain

pekerjaan:

Berbagai pengharapan sosial.

Banyak karyawan yang mempunyai pengharapan yang tinggi meski kemampuan nya tidak mencukupi. Banyak tenaga kerja lokal disekitar pabrik ngotot untuk diterima bekerja dalam pabrik. Kondisi ini pasti akan mempengaruhi desain pekerjaan.

(6)

Elemen-elemen Keperilakuan

Elemen-elemen keperilakuan berhubungan dengan keperilakuan SDM sehari-hari

yang bersifat unik.

Elemen keperilakuan ini perlu dicermati karena dapat membawa kepada hal-hal

positif maupun sebaliknya ke arah negatif.

Meskipun keperilakuan bersifat abstrak dan intangibel namun kita dapat melihat dan

merasakannya dari perasaan yang diluapkan karyawan yaitu berupa perasaan senang,

bahagia, benci, tidak suka, atau biasa-biasa saja tidak senang ataupun tidak susah.

Elemen keperilakuan yang dapat didorongkan untuk menghasilkan kinerja positif

adalah berupa spesialisasi pekerjaan.

Meskipun terdapat trade-off antara spesialisasi dan efisiensi yaitu adanya tarik ulur

antara usaha untuk meningkatkan spesialisasi pekerjaan dengan harapan dapat

meningkatkan produktivitas namun seringkali berdampak pada berkurangnya

kepuasan kerja dan berdampak pada peningkatan biaya yang mengurangi efisiensi.

Spesialisasi adalah hasil pendekatan mekanistis desain pekerjaan yang berupaya

untuk mengidentifikasi setiap tugas dalam suatu pekerjaan agar tugas-tugas dapat

diatur untuk meminimumkan waktu dan tenaga karyawan, sehingga dapat

meningkatkan produktivitas.

Trade off Keperilakuan & Efisiensi: Pekerjaan-pekerjaan yang lebih efisien bisa

menyebabkan berkurangnya kepuasan kerja sebaliknya pekerjaan-pekerjaan yang

memuaskan bisa berakibat tidak efisien.

(7)

Elemen-elemen Keperilaku

an

Dalam gambar 3.1 tampak bahwa :

• produktivitas akan meningkat sejalan dengan bertambahnya spesialisasi pekerjaan. Sampai pada titik tertentu, produktivitas itu akan menurun sejalan dengan bertambahnya spesialisasi (gambar A).

• Searah dengan peningkatan produktivitas,

kepuasan karyawan juga akan meningkat dengan bertambahnya kadar Spesialisasi pekerjaan

sampai pada titik tertentu Kepuasan kerja itu menurun juga (gambar B).

• Dalam gambar C diterangkan hubungan antara Waktu dan Proses belajar. Untuk pekerjaan yang terspesialisasi diperlukan waktu yang lebih

pendek, sedang untuk pekerjaan yang tidak

terspesialisasi diperlukan waktu yang relatif lebih lama.

• Perputaran karyawan adalah lebih tinggi untuk karyawan yang mempunyai pekerjaan

terspesialisasi dibanding pekerjaan yang kurang terspesialisasi, hal ini terlihat pada gambar D.

(8)

ANALISIS JABATAN

• Analisis jabatan adalah

serangkaian kegiatan berupa

mengumpulkan,

mengevaluasi dan

mengorganisasi informasi

tentang pekerjaan-pekerjaan

secara sistematik yang

berhubungan dengan suatu

pekerjaan atau jabatan

tertentu.

• Luaran dari kegiatan analisis

jabatan adalah :

Job Description (Uraian Jabatan)

Job Spesification (Syarat Jabatan)

Job Performance Standard

(9)

ANALISIS JABATAN

Desain pekerjaan menjadi

rumit dan menantang:

• Pada hakekatnya sering terjadi konflik antara kebutuhan dan keinginan individual karyawan dengan kelompok karyawan. • Munculnya berbagai tanggapan dalam

wujud sikap, kegiatan fisik, dan produktivitas dalam pelaksanaan

pekerjaan tertentu, dikarenakan adanya sifat unik personal masing-masing

karyawan.

• Adanya perubahan lingkungan,

organisasional, dan perilaku karyawan yang menyebabkan perubahan desain pekerjaan.

Manfaat Analisis jabatan :

• Menetapkan basis rasional bagi struktur kompensasi atau penggajian.

• Menghapuskan persyaratan kerja yang dapat menyebabkan diskriminasi dalam pengadaan tenaga kerja.

• Memadukan dan mencocokkan antara lamaran dengan pengadaan tenaga kerja. • Mengembangkan rencana pengembangan

karyawan potensial.

• Menetapkan standar prestasi kerja yang realistik.

(10)
(11)
(12)

PERMINTAAN SDM

Kegiatan meramalkan permintaan SDM di masa yang datang akan muncul

manakala perusahaan berkembang sedemikian rupa sehingga

memerlukan dukungan ketersediaan SDM dalam jumlah, kualitas dan

waktu yang tepat.

Keperluan identifikasi tersebut tidak hanya diperlukan saat perusahaan

mau ekspansi saja tapi juga pada saat perusahaan mengalami masalah

kesulitas bisnis dan keuangan yang menyebabkan terjadi kelebihan SDM.

Peramalan kebutuhan SDM tidaklah gampang karena kondisi di masa

yang akan datang yang selalu berubah dan tidak pernah bersifat linier,

apalagi kondisi sekarang cenderung bersifat turbulansi.

Hal inilah yang terus memicu perusahaan untuk selalu memperbarui

perencanaan SDM nya.

Ukuran peramalan kebutuhan SDM jangka panjang bukanlah 5 tahun tapi

1 tahun, sementara jangka pendek hanya berdurasi 1 sampai 3 bulan saja.

Hal ini karena rentannya faktor-faktor pengaruh khususnya yang berasal

dari luar perusahaan yang cepat berubah.

Hal lain yang mempengaruhi keakuratan peramalan kebutuhan SDM

adalah ketepatan pemilihan metode atau teknik peramalan yang cocok

dengan kondisi yang ada.

(13)
(14)
(15)

PASOKAN SDM

 Pasokan untuk memenuhi kebutuhan atau lowongan SDM di masa yang akan datang dapat dipenuhi dari internal juga dari eksternal.

 Pasokan internal berarti berasal dari dalam perusahaan yaitu dengan memanfaatkan SDM yang ada di dalam perusahaan sekarang baik yang berasal dari satu departemen atau dari

departemen lain, baik yang berada dalam level yang sama maupun dari level yang lebih rendah sehingga memerlukan upaya promosi.

 Pasokan dari dalam tidak hanya menghitung jumlah tapi juga mengaudit kemampuan, keahlian dan ketrampilan masing-masing tenaga kerja yang tersedia, sehingga memungkinkan

manajemen mampu membuat peta SDM dengan baik.

 Terdapat 3 teknik forecasting yang biasa digunakan adalah: Inventarisasi SDM, Bagan

penempatan dan analisis Markov.

 Pasokan dari luar diperlukan manakala stock SDM dari dalam tidak mencukupi dalam jumlah, kualitas dan waktu. Untuk itu bisa diperoleh dari pasar tenaga kerja baik yang bersifat lokal, regional, maupun internasional.

 Bila suatu kualifikasi tenaga kerja tidak bisa dipenuhi dari lokal dimana unit usaha itu berada, maka lowongan itu harus dibuka di lokal yang lain bahkan mungkin di regional ataupun

internasional.

 Kita sering mendengar upaya banyak perusahaan mendatangkan tenaga kerja ke suatu daerah dimana di dalam daerah tersebut tidak mencukupi daya pasok tenaga kerja dalam jumlah dan kualitas. Tentu dalam kondisi ini beberapa faktor biaya seperti biaya transpor kepergian dan kepulangan, akomodasi selama di lingkungan perusahaan, dan lain-lain patut untuk dicermati.

(16)

AKHIR DARI BAB 2

JAWAB PERTANYAAN:

• Cobalah jawab Pertanyaan

yang tersedia untuk

memperkuat tercapainya

Tujuan Pembelajaran

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

• Cobalah diskusikan dengan

kawan dan dosen atas

pertanyaan yang mungkin

multi tafsir atau multi jawab.

• Bukalah perspektif seluas

mungkin, karena tidak ada

jawaban yang sempurna 100%

benar.

• Yang penting adalah

argumentasi dari setiap

jawaban.

Referensi

Dokumen terkait

Data 02.01.09 termasuk pematuhan maksim pujian dan maksim simpati karena seluruh siswa mampu menghargai dan memberikan rasa simpati pada guru. Pematuhan maksim

Sedangkan bahasa Sasak hanya mengenal klitik yang berperilaku seperti afiks, yaitu melekat pada bentuk dasarnya ( host ). c.) Klitik bahasa Indonesia selain dapat berdiri

Dalam pengelolaan keuangan desa dan pengelolaan ekonomi desa yang bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PADes), Alokasi Dana Desa (ADD),dan

Biaya overhead pabrik tidak langsung departemen (indirect departmental overhead expenses) Dalam perusahaan manufaktur untuk menghasilkan produk yang akan dipasarkan

Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the

Dalam studi manajemen, kehadiran konflik pendidikan tidak bisa terlepas dari permasalahan keseharian yang dirasakan oleh pengelola lembaga pendidikan. Konflik tersebut

Berdasarkan hasil survei dan pengolahan data menggunakan teknik contigency table analysis diperoleh hasil bahwa faktor utama yang akan mempengaruhi tingkat

• Perusahaan juga dapat memberikan kontribusinya, bila mungkin, untuk upaya masyarakat yang lebih luas dalam menghapus kerja paksa dan membantu membebaskan pekerja dari kerja