Update - Laporan Assurance KPMG
Rencana Aksi Final
2
Jumlah Rencana Aksi
Status
•
3 Ketidaksesuaian
•
7 Peluang untuk Perbaikan
•
7 Peluang untuk Perbaikan
•
14 Peluang untuk Perbaikan
Selesai
Selesai
Berlangsung
Tahap penyusunan
Pemenuhan Kepatuhan Pada Rencana Aksi
SFMP 2.0
Ketidaksesuaian
Rencana Aksi - Selesai
1. Pembangunan di areal gambut berhutan pada areal konsesi PT. Adindo Hutani Lestari di Kalimantan setelah tanggal moratorium sebagaimana disebutkan pada SFMP 2.0
2. Dari hasil analisa citra satelit, terdapat sekitar 486 ha hutan alam yang ditebang oleh PT Agronusa A. S. pada rentang waktu antara bulan April 2015 dan Juli 2016 pada areal yang belum menyelesaikan penilaian HCV/ HCS.
3. Daftar pemasok kayu pada Sustainability
Dashboard APRIL belum lengkap. Terdapat 4
pemasok dan 29 pemasok “HR” skala kecil yang tidak tertera pada Dashboard.
1. RENCANA AKSI SELESAI – Insiden ini diakui secara terbuka dan dilakukan penanaman kembali pada 39ha dengan jenis tanaman lokal. Selesai pada Januari 2016.
2. RENCANA AKSI SELESAI – Pemutusan kontrak efektif mulai September 2016 setelah menerima konfirmasi bahwa pemasok enggan melakukan tindakan perbaikan.
3. RENCANA AKSI SELESAI - APRIL Sustainability Dashboard telah memuat data lengkap areal yang dikelola oleh semua pemasok kayu - update terakhir adalah pada bulan Februari 2017. Daftar ini akan terus diperbaharui apabila ada penambahan atau pengurangan pemasok kayu.
Pemenuhan Kepatuhan Pada Rencana Aksi
SFMP 2.0
Peluang untuk Perbaikan
Rencana Aksi – Selesai
Peluang #3 – Tidak semua areal pemasok memiliki data citra landsat
Peluang #4 & #5 – Proses Uji Kelayakan (Due
Diligence) untuk menilai kepatuhan pemasok
terhadap SFMP 2.0 belum sepenuhnya disusun / diterapkan
Peluang #10 – Penetapan fungsi guna lahan pada sistem lacak (tracking system) GIS mencatat klaim lahan sudah terselesaikan sebelum proses klaim tersebut terselesaikan sepenuhnya.
RENCANA AKSI SELESAI – Semua areal konsesi pemasok di Indonesia telah dibuat data digital dan proses monitoring dimulai sejak bulan Agustus 2016. Monitoring areal pemasok kayu di Malaysia dimulai pada bulan Januari 2017. RENCANA AKSI SELESAI – Prosedur Operasi Standar
(SOP) Kepatuhan SFMP 2.0 selesai pada bulan November 2016; disetujui pada bulan Februari 2017, dan disosialisasikan pada Q1 2017. Departemen Sustainability bertanggung jawab untuk mengawasi dan memantau penerapan proses ini.
RENCANA AKSI SELESAI – Surat instruksi yang dikirim pada Februari 2017 mengharuskan operator Sistem GIS untuk memperbaharui sistem hanya ketika MoU penyelesaian klaim benar-benar telah ditandatangani. Hal ini disertai dengan audit internal untuk memastikan kepatuhan telah dilaksanakan.
Pemenuhan Kepatuhan Pada Rencana Aksi
SFMP 2.0
Peluang untuk Perbaikan
Rencana Aksi – Selesai
Peluang #22 – Kayu yang dibeli dari Malaysia tidak disertai dengan klaim tes legalitas (claim
for legality test).
Peluang #24 – Satu pemasok kayu tidak tertera di Sustainability Dashboard APRIL karena pemasok tersebut tidak memasok kayu sebelum Juni 2016.
Peluang #26 – Ada peluang untuk menambah jumlah pemasok kayu yang memiliki peta konsesi yang tersedia untuk publik.
RENCANA AKSI SELESAI – Dokumen dari pemerintah Indonesia dan Malaysia untuk ekspor/impor telah diserahkan kepada KPMG di bulan Feb 2017.
RENCANA AKSI SELESAI – APRIL Sustainability Dashboard telah menyediakan daftar lengkap dari semua pemasok kayu - update terakhir dilakukan pada bulan Februari 2017. Daftar ini akan terus diperbaharui apabila ada penambahan atau pengurangan pemasok kayu.
RENCANA AKSI SELESAI – Persyaratan data peta telah disertakan dalam SOP Kepatuhan SFMP 2.0. Peta dari semua pemasok kayu telah tersedia di Dashboard.
Peluang untuk perbaikan
Tenggat waktu: April 2017
Peluang #9 – APRIL belum memiliki data yang cukup baik untuk melaporkan secara akurat berbagai tindak lanjut yang telah disepakati dalam forum-forum pemangku kepentingan (stakeholder).
RENCANA AKSI BERLANGSUNG – APRIL akan membangun proses pelacakan yang lebih baik bagi Tim Community
Development untuk permintaan/
permasalahan/tindakan dari para pemangku
kepentingan. 783 dari 800 tindakan telah diselesaikan (Desember 2016); sisanya masih berjalan untuk menyesuaikan dengan keperluan masyarakat.
Pemenuhan Kepatuhan Pada Rencana Aksi
SFMP 2.0
6
Peluang untuk perbaikan
Tenggat waktu: Maret 2017
Peluang #7 – Sebagian besar dari rekomendasi IPEWG tidak disertai dengan tenggat waktu penyelesaian.
Peluang #27 – APRIL harus menyiapkan tanggapan resmi terhadap berbagai rekomendasi SAC disertai dengan rencana aksi dan tenggat waktu.
Peluang #28 – APRIL harus memprioritaskan aksi yang belum terpenuhi dari rekomendasi SAC dengan cara yang meminimalkan resiko ketidaksesuaian dengan SFMP 2.0.
RENCANA AKSI BERLANGSUNG – APRIL akan meninjau
berbagai rekomendasi IPEWG sebelumnya;
mengintegrasikan yang diperlukan ke dalam Roadmap dan Rencana Kerja; serta menghapus bagian yang tidak lagi diperlukan.
RENCANA AKSI BERLANGSUNG – Penyelesaian terkait dengan hasil presentasi dan diskusi pada rapat SAC di bulan Maret 2017.
RENCANA AKSI BERLANGSUNG – Penyelesaian terkait dengan hasil presentasi dan diskusi pada rapat SAC di bulan Maret 2017.
Pemenuhan Kepatuhan Pada Rencana Aksi
SFMP 2.0
Peluang untuk Perbaikan
Tenggat waktu: Mei, 2017
Peluang #25 – Ada peluang untuk
menghilangkan proses persetujuan manual
pada registrasi untuk Sustainability
Dashboard APRIL.
RENCANA AKSI BELANGSUNG – Sejak Januari 2017, APRIL telah menetapkan standar maksimum 2 hari kerja .
Peluang untuk perbaikan
Tenggat waktu: Agustus, 2017
Peluang #11 – Ketidaktahuan pemasok kayu mengenai prosedur penyelesaian keluhan yang ada untuk masyarakat.
Peluang #12 – Pengelola di tingkat estate dan
masyarakat yang berkepentingan tidak
mengetahui adanya peluncuran sistem
Penyelesaian Keluhan APRIL pada bulan
Agustus 2016.
RENCANA AKSI BERLANGSUNG – Sosialisasi dimulai pada November 2016.
RENCANA AKSI BERLANGSUNG – Sosialisasi dimulai pada November, 2016
Pemenuhan Kepatuhan Pada Rencana Aksi
SFMP 2.0
Peluang untuk Perbaikan
Tenggat waktu: Mei, 2017
Peluang #1, #2, #21 – Indikator Kinerja SFMP menunjukkan kekurangan data berdasarkan persyaratan pelaporan pemasok kayu
Peluang #6 – Memperbaiki pelaporan dari
perbandingan/rasio areal konservasi
terhadap areal tanaman pokok
Peluang #8 – APRIL belum menentukan cara terbaik untuk memonitor kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) lokal dari waktu ke waktu
Peluang #13 dan #14 – Mencegah perbedaan jumlah hektar dalam database Konflik Lahan antara klaim dan resolusi MoU.
Meninjau persyaratan data untuk pemasok dan memperbaiki persyaratan pelaporan data untuk Indikator Kinerja SFMP 2.0 berikutnya.
Meminta klarifikasi dari SAC (sesuai dengan arahan terbaru dari pemerintah Indonesia), tentang apa yang seharusnya diklasifikasikan sebagai areal konservasi.
APRIL akan menyelaraskan pelaporan dengan
indikator yang sedang disusun oleh
pemerintah Indonesia agar sejalan dengan Global SDGs PBB.
APRIL akan mengkaji perbedaan yang ditemukan
antara database dengan MoU serta
menyusun kontrol manajemen demi
mengurangi resiko ini.
Peluang untuk Perbaikan
Tenggat waktu: Mei, 2017
Peluang #15, #16, #17, #18 – Terdapat Mekanisme Penyelesaian Keluhan untuk tenaga kerja.
Peluang #19, #20 - % dari operasi PT. RAPP, pemasok dan kontraktor yang dilindungi oleh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OHS).
Peluang #23 – Demi penerapan transparansi penuh, jelaskan mengapa beberapa pemasok
Sebagai bagian dari uji kelayakan bagi pemasok, APRIL juga akan menilai keberadaan dari kebijakan, program atau praktek untuk menangani keluhan pekerja dan memantau kepatuhan penerapannya
Sebagai bagian dari uji kelayakan, APRIL juga akan menilai status dari sertifikasi OHS; mengidentifikasikan kontraktor yang secara hukum harus memiliki sertifikasi SMK3;
tenggat waktu untuk penyelesaian
persyaratan; dan mensyaratkan penerapan prosedur yang sama oleh para pemasok
APRIL akan secara jelas menunjukkan konsesi pemasok mana yang telah dikembangkan