• Tidak ada hasil yang ditemukan

, uuo't' IV- 36. Gambar IY.24.Elevasi Pondaqi Gantry Crane di GTG Lama (LAPI ITB,2006) ,u^:^i', rnu olon,,nr. 'i.oi. ,,ului",.."5'60 rcp.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan ", uuo't' IV- 36. Gambar IY.24.Elevasi Pondaqi Gantry Crane di GTG Lama (LAPI ITB,2006) ,u^:^i', rnu olon,,nr. 'i.oi. ,,ului",.."5'60 rcp."

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

penggabungan gantry crane pada PLTGU lama dan baru tidak dapat dilahrkan. Beda elevasi antara pile pondasi dapat dilihat dalam Gambar IV.24 sebagai berikut.

Saat ini, analisis untuk mengetahui perkiraan penyebab beda penurunan tidak dapat dilakukan secara pasti, mengingat tidak adanya gambar asbuilt kedalaman pondasi dan informasi pelapisan tanah lokal di daerah tersebut. Namun demikian, dari hasil penyelidikan tanah global dan data-data terdahulu, diketahui keberadaan lensa pasir yang tersebar dengan tidak merata pada elevasi -39.00 - 43.00 m. Hal ini menyebabkan adarrya beberapa pondasi yang terpancang hanya sampai pada elevasi lensa pasir, ada jtgayang terpancang pada tanah stiffclay.

, uuo'T' 1 4-q | ._ 4.41 4.42 .. _{5J 4. io 4,19 u0 [T__{r 4'J9 M0 dbl . $je \r,2 +..r0 -a40 ^,c ' 4,.)1.:r d.id . . 4 2it!l 4 { r . . . . ' . . 4 5 0 1 . 9 .l#o.oo r a n 4 5 5

,u^:^i', rnu olon,,nr.

5.{ I

'i.oi

,,ului", . ."5'60

rcp.'" 5qdr

(2)

Kemiringan dari crane disebabkan oleh terjadinya penurunan fondasi rel crane yang tidak sama yang mengakibatkan crane menjadi miring karena elevasi rel yang tidak sama. Perbaikan adalah dengan menambal dudukan rel sedemikian rupa sehingga elevasinya menjadi sama, seperti pada Gambn IY.25 dan Gambar IV.26.

Kaki Crane

f_erbedaan

f

Gambar IV.25. Penanganan Kaki gantry Crane (LAPI ITB,2006)

Setelah kaki crane diangkat kemudian diganjal dengan pelat baja. Dudukan beton untuk rel dikasarkan dan kemudian ditambal dengan adukan beton menggunakan semen "non-shrinkage" sehingga elevasinya menjadi sama. Crane dapat beroperasi apabila umur beton mencapai 28 hari crane. Jika tebal tambalan lebih dari 8 cm, beton tambalan diberi tulangan susut dengan diameter 10 mm.

Permukaan DIKASARKAN

Gambar IV.26. Bantalan untuk mengganjal di kaki crane (LApI IT8,2006)

(3)

IV.4.3. Solusi Terhadap Pile Cap Yang Menggantung

Dari gambar hasil analisis dengan metode elemen hingga terhadap penumnan grup tiang terlihat bahwa elevasi grup tiang lebih tinggi dari permukaan tanah. Di lapangan. Pile cap menggantung terhadap permukaan tanah. Menggantungnya pile cap tersebut adalah slip antara tiang dengan tanah. Tetapi untuk menghindari penambahan timbunan untuk mengisi ruang celah antara tanah dengan cap pondasi perlu ditambah penutup samping pada cap tiang sampai permukaan tanah. Konstruksi ini dimaksudkan untuk menutup lubang dibawah lantai Gedung akibat terjadinya penurunan tanah. Agar konstruksi penutup ini bebas dari pengaruh penunrnan tanatt yang masih berlangsung, maka sistim konstruksi harus terikat pada gedungnya seperti Gambar lV.27 dibawah ini :

Dyna Bolt

Rangka dari profil aluminium Penutup dar aluminium

Gambar tV.27. Penutup rongga bawah lantai (LApI ITB, 2006)

Penutup terbuat dari rangka aluminium atau baja profil yang digalvanis atau di cat anti karat dengan penutup aluminium. Rangka dibaut ke konstruksi dinding atau balok dari gedung seperti pada Gambar IV.28 di bawah ini :

(4)

Gambar 4.28. Penutup Dari Rangka baja (LAPI ITB, 2006)

IV.s. Keamanan Daya Dukung Aksial Pondasi Tiang

Analisis pondasi tiang pancang dilaksanakan untuk memastikan bangunan-bangunan masih berada dalam kondisi arnan, mesipun tanah di sekitarnya turun. Analisis ini akan mencakup perhitungan daya dukung aksial dengan memperhitungkan negative skin friction serta analisis hasil axial load test berdasarkan

data-data dari Sumitomo Co. dan PT. Pembangunan Perumahan (Irsyam, 1996a), kontraktor dan sub-kontraktor pembangunan PLTU/PLTGU.

Iv.5.l.Perhitungan Kapasitas l)aya Dukung Pondasi Tiang

Berikut ini akan disajikan perhitungan daya dukung tiang pada masing-masing lokasi :

(5)

Perhitungan daya dukung pondasi tiang IV.14 berikut ini :

ProFc{ :TAMBAKLOROGPOWERPLANT Ref. : INTME Pile PreiAd6 TlOe : PC PILE Dhmder : 0.60 m Thick : 0.10 m Pdimeter : 1.88 m Are4u : 0.28 m' AFs* : 0.09 m' Unitreighl : 21.00 kll/m3 Soil la)€r S : Sand CS :ChyleyStlt ML : Sift SS : Siltsione

pada lokasi intake disajikan pada Tabel

Calc. Method CmoKion Skin Friclim (Q") End Beanng GJ Urumde (Q{) Pu[ OLil Skin Fric{ion (Q.) PilsreighrWF) Uijmate (QFJ Ba$d m I&SPT 7'NSPr e'c,'psimded (c - $iD ?N-SPPPerimeter (0 - oil) grc""aH (c - $iD /0|+SPTa!tlD (d-siD <4OON-SPTav Q " + Q p 0.7 'Qs (@mpGsion) AHrs ' Unit weighi of Pile ' I Q " + Q p

Tabel IV.14. Perhitungan daya dukung pondasi tiang pada lokasi intake

Semua friksi di lapisan tanah dihitung, Qu : 2887 kN Friksi lapisan compressible tidak dihitung, Qu:2483 kN

(6)

Iv.5.2.Kapasitas Daya Dukung Pondasi Tiang Dari Loading Test

Kapasitas daya dukung tin (Q"rr) tiang yang dianalisis pada studi ini adalah mengambil dari Laporan Soil Conditions, Pile Driving Records, and Load Test Results (Irsyam, 1996). Dengan menggunakan hasil perhtungan di sub bab IV.5.1 tahanan friksi di lapisan kompressible dapat dihilangkan. Di Tabel IV.17 berikut ini terdapat nilai Qurr, Q" dati loading test yang adapadamasing-masing lokasi :

IV.5.3. Perhitungan Negatif Skin friction

Metode perhitungan menggunakan metode yang terdapat dalam sub bab II.3. Pada perhitungan negatif skin friction sebelumya dihitung letak titik netral. Memrut Prakash & Sharma (1990) titik netral terletak pada 0.75 L dari lapisan yang kompressible. Sedangkan perhitungan titik netral dilakukan menurut kaidah pada sub bab II.3. Jika titik netral terletak pada kedalaman lebih dari 25 m (dibawah lapisan yang kompressibel) maka dianggap titik netral terletak di kedalaman 25 m, karena lapisan di bawah kedalaman 25 m tidak mengalami konsolidasi.

Contoh Perhitungan Menentukan titik netral

Menurut Goudrealt & Fellenius (1994) titik netral terletak dielevasi dimana jumlah antara beban mati yang bekerja pada tiang + negafif skin friction : daya dukung ujung + positif skin friction, titik tersebut letaknya pada pertemuan antara garis beban (kurva B) dan garis daya dukung (kurva A). Gambar 1V.29 berikut ini adalah contoh letak titik netral yang letaknya pada kedalaman 31 m. Karena terletak pada kedalaman lebih dari 25 m, maka dianggap titik netral terletak pada perbatasan antara lapisan kompressibel dan lapisan tidak kompressibel.

Lokasi Loadine Test Perhitungan Q"rr (kN)

No Test Q"GN) Q u -Qf compressible (kN) Q u -Qf compressible ftN) Intake Tes 18 4400 3996 2483 I 140 PLTU Tes 2 3280 2876 3221 1120 Tes 4 3800 3396 PLTGU Tes 1l 2750 2102 2766 1 1 4 0

(7)

Perhitungan daya dukung pondasi tiang pada IV.14 berikut ini :

lokasi intake disajikan pada Tabel

Prcied :TAMBAXLOROGPOWERPIANT Ref. : INTAKE Pile Preperli6 Tlpe : PC PltE Oiam€ter : 0.00 m Thick : 0.'10 m Psim€ter ; 1.88 m Areaod : 0.28 m' Arear- : 0.09 m' Unilreight : 21.00 kl,l/m3 Soil layer S : Sand CS :Clayloys[ M L : S l SS ;SlBtone C8b. M€thod Cmorc$ih Skin Friction (QJ End B€air{ (Qe) Ultimat€ (Q,) Pu[ Or1{ gfi Frictjon (O.) Pilemigtrt(Wr) ultimate (QF) Basd m NSPT 7'NsPr q\.psimeleil (c - stD ?N-SPfporimeter ({ - siD ItC,'aH (c - $iD 4m+SPrafUD (0 - eiD <400"t',1-SPTav Q . + Q c 0-7 " Qs (mp6sim) Areaor ' Unit weight of Pile ' I Q " + Q p

Tabel IV.14. Perhitungan daya dukung pondasi tiang pada lokasi intake

Semua friksi di lapisan tanah dihitung, Qu : 2887 klrl Friksi lapisan compressible tidak dihitung, Qu:2483 kN

(8)

Perhitungan daya dukung pondasi tiang pada lokasi IV.15 berikut ini :

PLTU disajikan pada Tabel

Basd on N-SPT 7 * N-SPT a'cu'periri€,teil (e-son) 2'N-sPf perimetet {0 - $il) gtcu'area (c - soil) 40'N-SPTav"l/D (0 - soil) <400*N€PTav Q . + Q P 0.7 ' Qs (@mpBssion) A€ap- ' Unit reight of Pile ' I Q . * Q p Prcject Rd. Pile PloDefties Type Diametsr Thid Perimster Unil reight Soil l€yer CS M L SS

: TAMBAK LOROG POWER PLANT : PLTU : rc PILE : 0.60 m ; 0 - 1 0 m : 1.88 m : O.28 m' : 0.09 m' : 2l.OO kN/m3 : Sand : Clayley Silt : Silt : Siltstone Calc. Melhod CompEssion Skin Friction (QJ End &anng (QJ Ulttmate (QJ Full Oul Skin F,ition (QJ Pile reighr (WJ Ultimale (OF)

Tabel IV.15. Perhitungan daya dukung pondasi tiang pada lokasi PLTU Semua friksi di lapisan tanah dihitung, Qu : 3651 kN

Friksi lapisan compressible tidak dihitung, Q,:3221 kN

(9)

Perhitungan daya dukung pondasi tiang pada lokasi PLTGU disajikan pada Tabel IV.l6 berikut ini :

P@jec-t Ref. Pil6 Pi606rties Type Diameter Thick Perimsler Areap& Unii reight Soil layer s C S M L ss

: TAMBAK LOROG POWER PIANT : PLTGU : PC PILE : 0.60 m : 0 . 1 0 m : 1.88 m : 0.28 m' : 0.09 m' : 21.00 kN/m3 : Sand : Clayley Silt : Silt : Siltstone Calc. Method Compression Skin FricNion (QJ End Boaring (QJ Ultimate (Q,) Pull Out Skin Friciion (QJ Pile wight (We) Ullimale (OJ Based q N-SPT 7 - N€PT a"cu*psim€tel.l (c - eil) 2'N€PTTsrlmas(S - $il) g*Cu*ara (c - eil) 40'N-SPTaV'UD (0 - soil) <400'N-SPTav Q , + Q p 0.7 ' Qs (@mpression) Are€* ' Unil reighl of Pile ' I Q . + Q p

Tabel IV.l6. Perhitungan daya dukung pondasi tiang pada lokasi PLTGU

Semua friksi di lapisan tanah dihitung, Qu : 3414 kN Friksi lapisan compressible tidak dihitung, Qu:2766 kN

(10)

0.0 -5.0 -10.0 -15.0 -20.0 -25.0 -30.0 -35.0 40.0 45.0 -50.0 r r l - o ' a o

Gambar IV.29. Letak titik netral

Tabel tv.l8 memuat hasil dari perhitungan negatif skin friction dengan titik netral terletak pada kedalaman 0.75 L dari lapisan tanah yang kompressible.

Sedangkan Tabel IV.19 adalah hasil dari perhitunan negatif skin fricrtion dengan titik netral terletak pada kedalaman 25 m. Sedangkan untuk perhitungannya disajikan pada lampiran

(11)

Titik netral terletak pada 0.75 L: 19 m

Tabel tV.l8. Hasil perhitunan negatif skin friction dg titik nefal0.75 L POTONGAN

INTAKE PLTU PLTGU

P"n 1140 1120 1140 TIJ o

o

F |.U UNDRAINED PARAMETER Qnsr 335 361 500 Qun 2552 3290 2914 S F 1 . 9 4 2.62 2 . 1 2 DRAINED PARAMETER Qusr 595 572 723 Qut 2785 3431 31 80 S F 1 . 9 2 2.55 2 . 1 6 GAIN STRENGTH Qr.rsp 571 598 736 Qun 2647 3384 3009 SF 1 . 8 2 2.49 1 . 9 9 METODE EMPIRIS MAYERHOFF

Qrusr 820 799 832

Qun 289C 3553 3201

SF 1 . 8 2 2.46 2.08

METODE EMPIRIS GARLANGER

Qnsr 830 808

u3

Qur 2949 3601 3264

SF 1 . 8 6 2.49 2 . 1 2

METODE EMPIRIS VESIC

QNsr 663 653 665 Qrr 2833 3506 3140 S F 1 . 9 0 2.55 2 . 1 7 BITUMEN DRAIN Qnsp 229 251 201 Qur 253C 3259 2816 SF 2.02 2.69 2.29 BITUMEN UNDRAIN Qusr 71e 776 716 Qut 2709 3447 2992 SF 1 . 7 8 2.44 2.00

(12)

Titik netral dari perhitungan 25 m

POTONGAN

INTAKE PLTU PLTGU

tf,l

o

o

uJ E P"t 1140 1120 1140 Qut 2483 3221 2776 UNDRAINED PARAMETER Qr*sp 404 430 648 S F 1 . 8 2 2.49 1 . 8 7 DRAINED PARAMETER Qnsr 897 782 1137 S F 1 . 3 9 2 . 1 8 1 . 4 4 GAIN STRENGTH Qr.rsr 734 761 978 S F 1 . 5 3 2.2C 1 . 5 8 METODE EMPIRIS MAYERHOFF

Qnsr 1227 1132 1267

SF 1 . 1 0 1 . 8 7 1 . 3 2 METODE EMP]RIS GARLANGER

Qrusp 1296 1 1 8 9 1341

SF 1 . 0 4 1 . 8 1 1 . 2 6 METODE EMPIRIS VESIC

Qnsp 1 0 1 3 939 1039 S F 1 . 2 9 2.04 1 . 5 2 METODE POULOS Qrusr 967 803 1114 SF 1 . 3 3 2 . 1 6 1.46 BITUMEN DRAIN Qnsr 276 289 251 SF 1 . 9 4 2.62 2 . 2 1 BITUMEN UNDRAIN Qrusr 942 942 942 S F 1 . 3 5 2.03 1 . 6 1 Tabel IV.l9. Hasil perhitunan negatif skin friction dg titik netral di 25 m

Referensi

Dokumen terkait

Implementasi WebXR untuk aplikasi VR pada bidang kebidanan sebagai pendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada masa pandemi covid-19 Penelitian Inovasi-Multiyear (2 Years)

A gyerekeknek olvasott mesék vagy azok, amelyeket már ők maguk olvas- nak, segítik őket abban, hogy biztonságos helyzetben éljenek meg problémát jelentő érzelmeket,

perencanaan dan peruntukan lahan dalam kurun waktu tertentu yang dilakukan melalui analisis kawasan termasuk pengendalian dampak lingkungan, dan analisis pengembangan

Layanan Deposito Rabobank International Indonesia adalah produk simpanan di PT Bank Rabobank International Indonesia, penyetoran dan penarikana dapat dilakukan pada

data ragam bahasa tersebut terbagi menjadi 9 data ragam bahasa menggunakan kata sifat, 8 data berupa ragam bahasa dengan bentuk ungkapan halus, dan 15 data yang merupakan ragam

Informasi terkait adanya penambahan informasi terbuka pada Daftar Informasi Publik (Kepala) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian (Kepala) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Maret

Strukturalisme memasukkan gejala kegiatan atau hasil kehidupan (termasuk sastra) ke dalam suatu kemasyarakatan atau sistem makna yang terdiri dari struktur yang mandiri dan tertentu

Beberapa parameter, se- perti ukuran domain, jumlah elemen mesh, dan jenis kondisi batas juga diselidiki untuk mengetahui sebera- pa besar pengaruhnya terhadap hasil