BAB VII -
93
BAB VIIRENCANA PEMBANGUNAN INFRATRUKTUR CIPTA KARYA
Penyusunan dokumen RPIJMsemua kegiatan mengacupada sektor secara top down, yaitu mengikuti arahan dari pusat baik berupa output maupun subout put kegiatan pada masing-masing sektor. Adapun kelayakan aspek teknis tersebut antara lain.
7.1. SEKTOR PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN 7.1.1. Kondisi Eksisting
Penyebaran kawasan permukiman di Kabupaten Morowali terkonsentrasi di pusat – pusat kota dikarenakan ketersediaan infrastruktur penunjang, sehingga kawasan - kawanan permukiman di perkotaan menjadi kumuh. Sektor Pengembangan permukiman berusaha menyediakan infrastruktur penunjang guna mendukung aktifitas masyarakat di kawasan permukiman.
7.1.2. Isu Strategis, Permasalahan, dan Tantangan
Kawasan strategis Kabupaten Morowalimemiliki maksud untuk memilahkan wilayah perkotaandan perdesaan atas beberapa bagian yang mempunyai karateristik pengembangan tertentu, sehingga mempermudah penerapan dan pengendaliannya dilapangan serta memperjelas hirarki dalam pemenuhan fasilitas.
7.1.2.1. Isu Strategis
1. Sektor kawasan perkotaan
- Menghilangkan Kawasan Kumuh di ibukota kabupaten
- Meningkatkan Layanan infrastruktur di perkotaan
- Pemerataan Pembangunan Infratruktur disemua ibukota kecamatan
2. Sektor Kawasan Perdesaan
- Kabupaten Morowali sebagian besar perupakan kawasan sentral pertanian & Perikanan karena secara geografis berada di pesisir teluk tomini
- Meningkatkan Layanan infrastruktur di daerah perdesaan
BAB VII -
94
7.1.2.2. Permasalahan
Berdasarkan kondisi eksisting sektor pengembangan kawasan permukiman permasalahan dan tantangan yang di hadapi adalah
1. Permukiman tidak layak huni di perkotaan sehingga dapat menyebabkan terjadinya degradasi lingkungan,
2. Masih terbatasnya pelayanan infrastruktursaranadan prasarana dasar bagi masyarakat sehingga menyebabkan tersendatnyaarus perputaran ekonomi,
3. Keterbatasan pemahanan masyarakat terhadap kebijakan/peraturan pembangunan kawasan sangat terkendala dalam hal pembebasan lahan.
4. Untuk kawasan perdesaan permukiman masyarakat letaknya sangat berjauhan terutama di daerah pegunungan sehingga mempersulit akses ke desa tersebut,
7.1.3. Kondisi Eksisting berdasarkan Output sektor
Analisa kondisi exiting berdasarkan output kegiatan sector Pengembangan kawasan Permukiman. Kondisi eksisting secara keseluruhan terangkum dalam dokumen kegiatan yang secara umum dibagi dalam 2 output kegiatan yaitu perkotaan dan perdesaan.
BAB VII -
95
7.1.4. OutPut Kegiatan Sektor Pengembangan Kawasan Permukiman 1. Peraturan Pengembangan Kawasan Permukiman
Berisikan Dokumen Perencanaan Penataan Kawasan
No Nama Dokumen Perencanaan Wilayah Tahun
Penyusunan
1 SPPIP Kota Bungku
2 RPKPP Kota Bungku
3 SK Kawasan Kumuh Kota Bungku
4 Masterplan Agropolitan Morowali 5 Masterplan Minapolitan Morowali
2. Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Permukiman Perkotaan A. Kawasan Permukiman Kumuh
Fokus utama pemenuhan infrastruktur di kawasan kumuh di Kabupaten Morowaliadalah jalan lingkungan dan kebutuhan akan sanitasi lingkungan. Sejalan dengan penataan kawasan yang tertuang dalam RTRW Kabupaten Morowali, kawasan tersebut merupakan kawasan padat penduduk dan kawasan perdagangan.
BAB VII -
96
Luas Jumlah Penduduk Terlayani Air Minum Luas Genangan ( Ha ) ( Jiwa ) ( % ) Air LimbahPersampahan Drainase ( Ha ) 1 Kelurahan Matano 10 1,500 50.00 90.00 25.00 - 4.00 2 Kelurahan Lamberea 12 1,274 70.00 90.00 25.00 10.00 - 3 Kelurahan Marsaoleh 10 1,696 60.00 90.00 25.00 80.00 1.00 4 Kelurahan Tofoiso 10 800 60.00 90.00 25.00 75.00 1.00 5 Kelurahan Bungi 10 831 75.00 90.00 25.00 10.00 - 6 Desa Bahomohoni 15 1,477 30.00 90.00 - 10.00 4.00 7 Desa Bahomoleo 12 1,403 80.00 90.00 - 5.00 2.00 8 Desa Bente 13 2,681 35.00 80.00 - 5.00 2.00 9 Desa Ipi 10 665 70.00 90.00 - 15.00 1.00 10 Desa Matansala 10 1,254 70.00 90.00 - - 1.00 11 Desa Bahomante 18 1,274 80.00 90.00 - 10.00 - 12 Desa Sakita 13 1,663 75.00 80.00 - 5.00 1.00 13 Desa Tudua 10 367 90.00 90.00 - - - 14 Desa Bahontobungku 10 797 90.00 90.00 - - - 15 Desa Tofuti 11 832 90.00 90.00 - 15.00 - 16 Desa Bahoruru 10 1,381 75.00 90.00 - - 2.00 17 Desa Puungkoilu 10 851 75.00 90.00 - - -194 20,746 69.12 88.82 7.35 14.12 19.00 Terlayani Sanitasi (%) Total No Lokasi/Kawasan Kumuh TABEL7.1
DATA KAWASAN KUMUH
B. Permukiman RSH Yang Meningkat Kualitasnya
Seiring laju pertumbuhan penduduk berimbas akan kebutuhan pemenuhan hunian yang layak, pemerintah daerah Kabupaten Morowalibekerja sama dengan pengusaha dalam hal pengembangan perumahan rakyat telah membangun beberapa kawasan perumahan RSH, namun tidak semua kebutuhan infrastruktur dapat terpenuhi di kawasan RSH oleh pihak pengembang. Untuk itu fasilitas umum berupa sarana infrastruktur dibangun oleh pemerintah Kabupaten Morowali.
BAB VII -
97
Rencana Terbangun JlnLingkungan Air Bersih Air Limbah Persampahan Drainase
1 Griya IPI Permai Desa Ipi 125 19 ada ada ada Belum ada Belum ada Dalam Tahap
Pembangunan
2 PT Humaira Nusantara
Mandiri Desa Pada Baho 500 0 Belum ada Belum ada Belum ada Belum ada Belum ada
Dalam Tahap
Pembangunan
3 PT Tritura Manunggal KTM Tawaru 200 2 ada ada ada Belum ada Belum ada Dalam Tahap
Pembangunan
4 PT Mega Graha KTM Tawaru 200 12 ada ada ada Belum ada Belum ada Dalam Tahap
Pembangunan
5 PT Inti Pratama KTM Tawaru 200 8 ada ada ada Belum ada Belum ada Dalam Tahap
Pembangunan
6 PT Soliwu Cipta Persada Desa Bahodopi 100 0 Belum ada Belum ada Belum ada Belum ada Belum ada Dalam Tahap
Pembangunan
7 PT Bahodopi Bangun
Persada Desa Bahodopi 100 0 Belum ada Belum ada Belum ada Belum ada Belum ada
Dalam Tahap
Pembangunan
8 PT Bangun Bumi
Morowali Desa Bahodopi 100 0 Belum ada Belum ada Belum ada Belum ada Belum ada
Dalam Tahap
Pembangunan
Sarana Cipta Karya
Keterangan Lokasi Nama RSH No Jumlah Unit TABEL 7.2
KAWASAN RUMAH SEHAT SEDERHANA
Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Permukiman Perdesaan
A. Kawasan Permukiman Perdesaan Potensial yang Meningkat Kualitasnya
Wilayah Kabupaten Morowaliterbesar adalah kawasan perdesaan yang mana daerah tersebut merupakan sentra pertanian dan perikanan olehnya itu pemerintah Kabupaten Morowali. Dalam pengembangan kawasan sentra-sentra produksi membangun sarana dan prasarana penunjang skawasan produksi. Dinas yang berkompeten dalam pemenuhan infrastruktur sarana dan prasarana pendukung adalah dinas pertanian dan kelautan melalui program-program kerjanya terkait kegiatan diatas bidang cipta karya dalam pembangunan infrastruktur penunjang bersifat stimulan.
BAB VII -
98
TABEL 7.3 KAWASAN AGROPOLITAN/MINAPOLITAN No Nama Kawasan Lokasi PSD yang diperlukan Kecamatan Desa 1. Kawasan Tambak UngkayaWita Ponda Ungkaya
1. Jalan Produksi Tambak
2. Normalisasi Sungai/ Saluran
Primer
2. Kawasan
Tambak Solonsa Wita Ponda Solonsa
1. Jalan Produksi Tambak
2. Normalisasi Sungai/ Saluran
Primer 3. Air bersih 3. Kawasan Tambak Sampeang Taba
Wita Ponda Sampeang Taba
1.Jalan Produksi Tambak 2.Normalisasi Sungai/ Saluran
Primer 3.Rumah nelayan 4. Kawasan Tambak dan rumput laut Moahino
Wita Ponda Moahino
1.Jalan Produksi Tambak
2.Penjemuran rumput laut
3.Rumah nelayan
5. Kawasan
Tambak Pebatae Bumi Raya Pebatae
1. Jalan Produksi Tambak
2. Normalisasi Sungai/ Saluran
Primer 5. Kawasan Tambak dan rumput laut Pebotoa
Bumi Raya Pebotoa
3. Jalan Produksi Tambak
4. Penjemuran rumput laut
5. Rumah nelayan
6. Kawasan
Tambak Umbele Bumi Raya Umbele
6. Jalan Produksi Tambak
7. Normalisasi Saluran Primer
8. Rumah nelayan 7. Kawasan rumput laut Bungku Selatan Bungku Selatan Kepulauan Paku, salabangka, pulau bapa, paulau
pado-pado dan panimbawang
9. Sarana Penjemuran rumput
laut
10.Sarana transportasi laut
11.Rumah Nelayan 8. Kawasan rumput laut Menui Kepulauan Menui Kepulauan
Padei Laut, Padei Darat, Ulunipa,
Burangan, Samarengga, Pulau Tengah,
12.Sarana Penjemuran rumput
laut
13.Sarana transportasi laut
14.Rumah Nelayan
BAB VII -
99
Pulau tigaB. Kawasan Permukiman Rawan Bencana
Kabupaten Morowalisebagian besar merupakan dataran tinggi pegunungan yang rawan bencana tanah longsor dan sebagian permukiman berada kawasan pesisir, berdasarkan data dari badan penanggulangan bencana daerah mengidentifikasi daerah-daerah permukiman yang rawan bencana.
TABEL 7.4
DAERAH RAWAN BENCANA
No Desa Identifikasi Bencana Ket
Jenis Penanganan
1 Sakita Longsor Pembuatan Talut Pengaman
Tebing
2 Puungkoilu Longsor Pembuatan Talut Pengaman
Tebing
3 Bete-bete Longsor Pembuatan Talut Pengaman
Tebing
4 Tanghofa Longsor Pembuatan Talut Pengaman
Tebing
5 Buleleng Longsor Pembuatan Talut Pengaman
Tebing
6 Bahodopi Banjir Pembangunan Drainase
7 Lele Banjir Pembangunan Drainase
8 Dampala Banjir Pembangunan Drainase
9 Siumbatu Banjir Pembangunan Drainase
10 Tajung Harapan Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
11 Lalemo Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
12 Lereea Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
13 Sambalagi Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
BAB VII -
100
14 Laroenai Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
15 Torete Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
16 Puungkeu Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
17 Keurea Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
18 Bete-bete Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
19 Lalampu Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
20 Padabaho Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
21 Fatufia Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
22 Labota Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
23 Kolono Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
24 Geresa Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
25 Nambo Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
26 Bente Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
27 Bahomohoni Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
28 Bahomante Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
29 Wosu Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
30 Umpanga Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
31 Pebotoa Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
32 Bahonsuai Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
BAB VII -
101
33 Umbele Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
34 Ipi Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
35 Tofoiso Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
36 Matano Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
37 Tudua Abrasi Pantai Pembuatan Talut Penahan
Ombak
C. Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Untuk kawasan permukiman perbatasan dan pulau kecil terluar Kabupaten Morowalimemiliki,
TABEL 7.5 KAWASAN KHUSUS
No Nama Kawasan Lokasi
1 Perkantoran Komplek Perkantoran Bumi Funuasingko
Industri
KTM
Kec Bahodopi
2 Kec. Bungku Timur
Kec. Bungku Pesisir
Perdagangan
Kec. Bungku Tengah Kec. Bumi Raya Kec. Bahodopi
Pertambangan
Kec Bahodopi
3
Kec. Bungku PesisirKec. Bungku Timur
Perkebunan
Kec. Witaponda
4
Kec. Bumi RayaKec. Bungku Barat
5
AgropolitanKec. Witaponda Kec. Bumi Raya Kec. Bungku Timur
BAB VII -
102
Kec Bahodopi Kec. Bungku Barat
6
MinapolitanKec. Menui Kepulauan Kec. Bungku Selatan Kec. Witaponda Kec. Bumi Raya
7
Wisata Sambori Bawah Laut Kec. Menui Kepulauan7.2RENCANA INVESTASI SEKTOR PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN
1. Kondisi Umum
Penataan bangunan dan lingkungan adalah serangkaian kegiatan yang diperlukan sebagai bagian dari upaya pengendalian pemanfaatan ruang, terutama untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, baik perkotaan maupun di perdesaan,Visi sector Penataan Bangunan dan Lingkungan adalah: “ Terwujudnya bangunan gedung dan lingkungan yang layak huni dan berjati diri ”,
sedangkan misinya adalah:
1. Memberdayakan masyarakat dalam penyelengaraan bangunan gedung yang tertib, layak huni, berjati diri, serasi, dan selaras.
2. Memberdayakan masyarakat agar mandiri dalam penataan lingkungan yang
produktif dan berkelanjutan.
2. Isu Strategis, Permasalahan dan Tantangan a. Isu Strategis
Untuk merumuskan isu strategis sektor PBL dapat melihat agenda yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai agenda nasional yang salah satunya Kabupaten Morowaliditetapkan sebagai kawasan strategis nasional sehingga penataan kawasan akan lebih terarah. Isu dalam hal penataan kawasan di Kabupaten Morowaliantara lain :
1) Kawasan Yang Belum Tertata
2) Ruang Terbuka Publik yang masih Kurang
3) Belum tertanganinya kawasan/bangunan tradisional yang berpotensi kawasan swasta. b. Permasalahan
BAB VII -
103
umumnyaadalah
1. Status kepemilikan lahan terutama dalam KotaMorowalisebagian besar milik masyarakat sehingga dalam pembebasan lahan sering terjadi kendala
2. Masih minimnya pengertian masyarakat akan pentingnya penataan kawasan.
3. Kurang ditegakkannya aturan tata bangunan dan keandalan pada bangunan gedung termasuk pada daerah-daerah permukiman padat perkotaan. Bantaran sungai dan pesisir pantai.
4. Lemahnya pengaturan penyelenggaraan bangunan gedung di daerah, serta rendahnya kualitas pelayanan publik dan perisinan.
5. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap nilai keandalan dan keserasian dalam penyelenggaraan bangunan gedung.
Untuk itu pemerintah Kabupaten Morowalimelalui instansi pemerintah dalam hal ini badan pertanahan telah melakukan identifikasi tentang status kepemilikan lahan dan telah mengeluarkan perda yang terkait dengan lahan dan pengunannya yaitu Perda No 15 Tahun 2007 tentang Bangunan Gedung
3. Kondisi Eksisting dan Analisis Pengembangan Sektor PBL
Pencapaian sektor PBL di Kabupaten Morowaliadalah dengan adanya desa yang telah mendapat fasilitas berupa peningkatan kualitas infrastruktur permukiman melalui program-program pemerintah.Kondisi eksisting kawasan yang termuat dalam RTRW Kabupaten Morowalibelum semuanya tertangani karena adanya keterbatasan biaya dan kurangnya koordinasi antara dinas-dinas yang terkait.
4. Output Kegiatan Sektor Bangunan Gedung dan Lingkungan 1. Peraturan Penataan Bangunan dan Lingkungan
Merupakan Dokumen Perencanaan
No Jenis Perundangan-undangan
1 Perda No…… Tentang RTRW
2 PerdaNo………. Tentang Penataan Bangunan Gedung
BAB VII -
104
Bangunan gedung pemerintahan yang ada di Kabupaten Morowalisebagian besar merupakan bangunan lama, yang mana aksesibilitas bangunan maupun lingkungan belum memenuhi standar pelayanan, sehingga banyak masyarakat terutama penyandang cacat kesulitan dalam pelayanan.
TABEL 7.6
GEDUNG PEMERINTAHAN
No Gedung/ Kantor Lokasi
Kelengkapan Aksebilitas Gedung Lingkungan Tangga Penyandang Cacat KTR RTH 1 Kantor Bupati Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
2 Gedung DPRD Desa Bahoruru Belum Ada Ada Ada
3 Kantor BAPPEDA
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
4 Kantor DPPKAD
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
5 Kantor Inspektorat
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
6 Kantor Dinas PU
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
7 Kantor Dinas Kesehatan
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
8 Kantor Dinas Pendidikan
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
9 Kantor Dinas Kelautan &Perikanan
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
10 Kantor Dinas Pertanian ,Peternakan & Kesehatan Hewan
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
11 Kantor Dinas Kehutan & Perkebunan Komplek
BAB VII -
105
Funuasingko
12 Kantor Dinas Sosial,Tenaga Kerja & Tranmigrasi
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
13 Kantor Dinas Koperasi,UMKM,Perind
ustrian & Perdagangan
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
14 Kantor Dinas Perhubungan,Komunika
si,& Informatika Daerah
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
15 Kantor Dinas Perumahan & Penataan Ruang
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
16 Kantor Dinas Pemuda, Olah raga,Kebuadayaan & Pariwisata Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
17 Kantor Dinas Kependudukan &
Catatan Sipil
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
18 Kantor Dinas Energi & Sumber daya Mineral
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
19 Kantor Badan Kesatuan Bangsa,Politik
& Linmas
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
20 Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat & Pemerintah Desa Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
21 Kantor Badan Pelaksanaan Penyuluihan Pertanian,Perikanan & Kelautan Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
22 Kantor Badan Pemberdayaan
Perempuan & KB
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
23 Kantor Badan Kepegawaian,Pendidika
n & Pelatihan
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
24 Kantor Badan Ketahanan Pangan
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
25 Kantor Badan Penanaman Modal &
Promosi Daerah
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
26 Kantor Badan Lingkungan Hidup Komplek
BAB VII -
106
Funuasingko
27 Kantor Badan Penangulangan Bencana
Daerah
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
28 Kantor Badan Pelayanan Perijinan
Terpadu
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
29 Kantor Badan Pusat Statistik
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
30 Kantor Badan Pertanahan Nasional
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
31 Kantor Perpustakan & Arsip Daerah Kel Mendui Belum Ada Ada Ada
32 Kantor Satpol PP Desa
Bahomohoni Belum Ada Ada Ada
33 Kantor Kementerian Agama
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
34 Kantor Pengadilan Agama
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
35 Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Poso Kel Mendui Belum Ada Ada Ada
36 Kantor Pelayanan Penyuluhan &
Konsultasi Perpajakan Desa Ipi Belum Ada Ada Ada
37 Kantor KPU Desa
Bahomohoni Belum Ada Ada Ada
38 Kantor BNN Desa
Bahomohoni Belum Ada Ada Ada
39 Kantor SamSat
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
40 Kantor Camat Menui Kepulauan Kel Ulunambo Belum Ada Ada Ada
41 Kantor Camat Bungku Selatan Desa Kaleroang Belum Ada Ada Ada
42 Kantor Camat Bungku Pesisir Desa Lafeu Belum Ada Ada Ada
43 Kantor Camat Bahodopi Desa Bahodopi Belum Ada Ada Ada
44 Kantor Camat Bungku Timur Desa Kolono Belum Ada Ada Ada
45 Kantor Camat Bangku Tengah Kel Mendui Belum Ada Ada Ada
46 Kantor Camat Bungku Barat Desa Wosu Belum Ada Ada Ada
47 Kantor Camat Bumi Raya Desa Bahonsuai Belum Ada Ada Ada
48 Kantor Camat Wita Ponda Desa Lantula
Jaya Belum Ada Ada Ada
49 Gedung Rumah Sakit Umum Daerah Komplek
BAB VII -
107
Funuasingko
50 Gedung Olah Raga ( GOR )
Komplek Perkantoran Funuasingko
Belum Ada Ada Ada
51 Gedung Serba Guna Kel Matano Belum Ada Ada Ada
52 Gedung Kampus Untad 2 Kel Mendui Belum Ada Ada Ada
53 Gedung Rumah Jabatan Bupati Desa Matansala Belum Ada Ada Ada
54 Gedung Rumah Jabatan Wakil Bupati Desa Matansala Belum Ada Ada Ada
55 Gedung Rumah Jabatan Sekda Kel Marsaoleh Belum Ada Ada Ada
56 Gedung Rumah Jabatan Ketua DPRD Desa Bahoruru Belum Ada Ada Ada
57 Gedung Rumah Jabatan Wakil 1 Ketua
DPRD Desa Bahoruru Belum Ada Ada Ada
58 Gedung Rumah Jabatan Wakil 2 Ketua
DPRD Desa Bahoruru Belum Ada Ada Ada
3. Penyelenggaraan Penataan Lingkungan/Kawasan a. Bangunan Bersejarah
Guna pelestarian peninggalan bersejarah di Kabupaten Morowali yang memiliki beberapa peninggalan gedung/benda bersejarah, bangunan bersejarah yang ada di Kabupaten Morowaliumumnya berupa rumah adat serta situs-situs purbakala.
TABEL 7.7
BANGUNAN /PERMUKIMAN BERSEJARAH
No Nama Bangunan Lokasi
1
Rumah Raja Bungku
Kel Marsaoleh
2
Masjid Tua Bungku
Kel Marsaoleh
3
Benteng Fafotofure
Desa Bahotobungku
4
Permukiman Suku Bajo
Kec. Menui & Bungku Selatan
5
Permukiman Suku Wana
Kec. Bungku Barat
BAB VII -
108
b. Revitalisasi Kawasan
Sesuai dengan pembagian kawasan yang tertuang dalam RTRW tentang pemanfaatan lahan dan penataan kawasan.
TABEL 7.8
PENATAAN KAWASAN
No Nama Kawasan Lokasi
1 Perkantoran Komplek Perkantoran Bumi Funuasingko
2 Industri
KTM
Kec Bahodopi Kec. Bungku Timur Kec. Bungku Pesisir
3
PerdaganganKec. Bungku Tengah Kec. Bumi Raya Kec. Bahodopi
4
PertambanganKec Bahodopi Kec. Bungku Pesisir Kec. Bungku Timur
5
PerkebunanKec. Witaponda Kec. Bumi Raya Kec. Bungku Barat
6
AgropolitanKec. Witaponda Kec. Bumi Raya Kec. Bungku Timur Kec Bahodopi Kec. Bungku Barat
7
MinapolitanKec. Menui Kepulauan Kec. Bungku Selatan Kec. Witaponda Kec. Bumi Raya
BAB VII -
109
c. Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Dalam penataan Kota Morowaliperlu memperhatikan pemanfaatan ruang terbuka hijau
TABEL 7.9
KAWASAN RUANG TERBUKA HIJAU/TAMAN KOTA
No Nama Lokasi Luas Ket
1 RTH Funuasingko Fonuasingko 2 Ha Ruang Publik
2 Alun-Alun Bungku Kel Marsaoleh 1 Ha Lapangan
3 Alun-Alun Depan Rujab Desa Matansala 2 Ha Lapangan
4 Hutan Kota Kwsn KTM 68 Ha Arboretum
5 Median Jln Kota Bungku 26000 M2 Jalur Hijau
6 Stadion Fonuasingko 1,5 Ha Lapangan
d. Penanggulangan Bahaya Kebakaran
Kepadatan permukiman terutama di daerah perkotaan sangat rawan akan terjadinya kebakaran. Untuk itu identifikasi terhadap daerah rawan kebakaran sangat diperlukan sehingga kita bisa meminimalisasi bencana kebakaran dan penanganan terhadap kebakaran yang terjadi.
TABEL 7.10
IDENTIFIKASI DAERAH RAWAN KEBAKARAN
No Kawasan/ Pemukiman Luas Jumlah penduduk Jumlah
Rumah Rencana Sistem PK
1 Pasar Bungku 5 Ha Hidran Umum
2 Komplek Perkantoran
BAB VII -
110
TABEL 7.11
SARANA DAN PRASARANA PROTEKSI KEBAKARAN
No Sarana & Prasarana Jumlah Kondisi Ket
1 Mobil Pemadam 2 Unit Baik
2 Kantor 2 Unit Baik
3 Petugas Pemadam 20 Org Siap
7.3 RENCANA INVESTASI SEKTOR PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN
1. Kondisi Umum
Kondisi sektor PLP yang menangani kegiatan pengelolaan air limbah, drainase, dan persampahan secara umum di Kabupaten Morowalibelum maksimal karena penanganan kegiatan ini dilaksanakan secara per-spot kegiatandan kesadaran masyarakat akan sistem sanitasi perkotaan masih kurang peduli.
2. Isu Strategis, Pemasalahan dan Tantangan a. Isu Strategis
Pemenuhan akan sarana sanitasi, penanganan air limbah, persampahan dan jaringan drainase sesuai dengan standar kesehatan lingkungan di kawasan permukiman dan kawasan publik.
b. Permasalahan dan Tantangan
Permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam pemenuhan akan sanitasi terkendala beberapa aspek antara lain :
1. Kesadaran masyarakat akan pentingnya penanganan sanitasi masih kurang.
2. Masih banyak masyarakat yang BAB dan membuang sampah di sungai terutama di daerah perdesaan.
3. Kesulitan mendapatkan lahan yang akan digunakan pembangunan IPLT dan TPA
BAB VII -
111
3. Kondisi Eksisting dan Analisis Pengembangan Sektor PLP 1. Infrastruktur Air Limbah
Penanganan infrastruktur air limbah di Kabupaten Morowalimasih belum maksimal dikarenakan permasalahan yang telah diurai diatas, mengingat sangat penting dan perlunya akan penangan limbah terutama limbah permukiman dan industri yang mempunyai dampak langsung akan pencemaran lingkungan untuk itu pemerintah Kabupaten Morowalimelalui dinasmenangani limbah dengan cara sosialisasi dan penyediaan sarana penanganan limbah.
TABEL 7.12
KONDISI PENANGANAN AIR LIMBAH DI KABUPATEN
Sarana &
Prasarana Lokasi Jumlah Kapasitas
Sistem Lembaga Keterangan
Pengolahan Pengelola Kondisi
Truk Tinja Tidak
Ada - - - -
IPLT -
IPAL
Rumah
Sakit 1 Unit Rumah Sakit Baik
Desa
Sakita 1 Unit
Pemerintah
Desa Kurang Baik
Desa Bente 1 Unit Pemerintah
Desa Baik
Desa
Moahino 1 Unit
Pemerintah
Desa Rusak
a. Infrastruktur Air Limbah dengan Sistem Terpusat Skala Kota
Kabupaten Morowalibelum mempunyai IPLT, penanganan air limbah masih bersifat komunal, karena masih terkendala dalam penyiapan lahan, namun pemerintah telah berupaya dalam penyediaan sarana penanganan limbah dengan dibangunkannya MCK ++.
BAB VII -
112
TABEL 7.13
DATA SANITASI AIR LIMBAH OFFSITE
No Lokasi Sistem Dibangun
Thn
Cakupan
Layanan Kondisi
MCK + IPLT
1 Desa Lambelu 1 Unit 2016 200 Jiwa Baik
2 Desa Geresa 1 Unit 2016 200 Jiwa Baik
3 Desa Nambo 1 Unit 2016 200 Jiwa Baik
4 Desa Ulunambo 1 Unit 2016 200 Jiwa Baik
5 Desa Bungingkela 1 Unit 2016 200 Jiwa Baik
6 Desa Lalemo 1 Unit 2016 200 Jiwa Baik
7 Desa Tandaoleo 1 Unit 2016 200 Jiwa Baik
8 Desa Tangofa 1 Unit 2016 200 Jiwa Baik
9 Desa Parilangke 1 Unit 2015 200 Jiwa Baik
10 Desa Lembo Makmur 1 Unit 2015 200 Jiwa Baik
11 Desa Lantula Jaya 1 Unit 2015 200 Jiwa Baik
12 Desa Marga Mulya 1 Unit 2015 200 Jiwa Baik
13 Desa Matansala 1 Unit 2015 200 Jiwa Baik
14 Desa Ululere 1 Unit 2015 200 Jiwa Baik
15 Desa Kolono 1 Unit 2015 200 Jiwa Baik
16 Desa Bahomotefe 1 Unit 2015 200 Jiwa Baik
17 Desa Mahomante 1 Unit 2014 200 Jiwa Baik
18 Desa Umpanga 1 Unit 2014 200 Jiwa Baik
19 Desa Fatufia 1 Unit 2014 200 Jiwa Baik
20 Desa Solonsa 1 Unit 2014 200 Jiwa Baik
b. Infrastruktur Air Limbah dengan Sistem Setempat dan Sistem Komunal
Pada umumnya masyarakat di kawasan peerkotaan telah memiliki MCK, namun MCK yang berada di kawasan umum tidak terawat dikarenakan belum adanya petugas pengelola, untuk kawasan perdesaan belum semuanya memiliki masyrakat masih banyak yang BAB di sungai.
BAB VII -
113
TABEL 7.14
DATA SANITASI AIR LIMBAH ON SITE
No
Lokasi Jumlah PS Sanitasi
Kecamatan Desa
Pengumpulan Pengolahan
Jamban MCK Lainnya Septik
tank Cubluk Lainya
1 2
2. Infrastruktur Drainase Perkotaan
Dalam usaha penanggulangan bahaya banjir dan menghilangkan area/kawasan genangan setelah hujan, pemerintah kabupaten melalui dinas pekerjaan umum telah membangun/membuat drainase dengan segala dimensi di kawasan permukiman maupun kawasan-kawasan rawan banjir.
TABEL 7.15 DAERAH GENANGAN
No Lokasi/ Daerah/Kawasan Luas Genangan
1 2
TABEL 7.16
KONDISI EKSISTING SALURAN
No Kecamatan/Desa/Kelurahan
Panjang
Kondisi Existing Rencana Existing Belum
Tertangani M' M' M' 1 Kecamatan Bungku Tengah Kelurahan Tofoiso 6,500 2,500 4,000 2 Kelurahan Marsaoleh 10,000 7,000 3,000
BAB VII -
114
3 Kelurahan Mendui 5,500 1,500 4,000 4 Kelurahan Lamberea 3,000 200 2,800 5 Kelurahan Matano 8,000 1,000 7,000 6 Kelurahan Bungi 4,000 750 3,250 7 Desa Puungkoilu 4,500 350 4,150 8 Desa Tudua 2,000 300 1,700 9 Desa Bahontubungku 700 200 500 10 Desa Tofuti 4,500 - 4,500 11 Desa Sakita 3,000 100 2,900 12 Desa Matansala 7,000 850 6,150 13 Desa Bahoruru 12,000 200 11,800 14 Desa Ipi 15,000 500 14,500 15 Desa Bente 18,000 300 17,700 16 Desa Bahomohoni 25,472 870 24,602 17 Desa Bahomoleo 7,272 340 6,932 18 Desa Bahomante 5,834 130 5,704 19 Desa Lanona 35,834 150 35,684 Total 178,112 17,240 160,872 20 Kecamatan Bungku BaratDesa Bahoe'a
Reko-reko 25,034 100 24,934 21 Desa Wosu 37,734 700 37,034 22 Desa Larobenu 500 - 500 23 Desa Umpanga 1,000 - 1,000 24 Desa Tondo 1,500 - 1,500
BAB VII -
115
25 Desa Ambunu
2,000
- 2,000
26 Desa Marga Mulya
32,456 700 31,756 27 Desa Uedago 1,500 200 1,300 28 Desa Wata 600 250 350 29 Desa Topogaro 1,500 - 1,500 Total 103,824 1,950 101,874 30 Kecamatan Bumi Raya Desa Bahonsuai 12,500 320 12,180 31 Desa Parilangke 3,200 1,600 1,600 32 Desa Samarenda 4,500 200 4,300 33 Desa Atananga 7,000 250 6,750 34 Desa Pebatae 2,800 150 2,650 35 Desa Karaupa 13,000 1,400 11,600 36 Desa Umbele 2,000 250 1,750 37 Desa Pebotoa 1,035 - 1,035 38 Desa Lasampi 1,500 - 1,500
39 Desa Limbo Makmur
25,600 - 25,600 40 Desa Lambelu 10,400 - 10,400
41 Desa Beringin Jaya
8,400
- 8,400
42 Desa Harapan Jaya
9,000 - 9,000 Total 100,935 4,170 96,765 43 Kecamatan Wita Ponda Desa Sampeantaba 9,500 - 9,500
44 Desa Lantula Jaya
11,200
400 10,800
45 Desa Bumi Harapan
9,600
BAB VII -
116
46 Desa Emea 10,000 200 9,800 47 Desa Moahino 5,800 1,500 4,30048 Desa Solonsa Jaya
18,000
- 18,000
49 Desa Solonsa Utama
6,400 494 5,906 50 Desa Ungkaya 7,200 250 6,950 51 Desa Puntari Makmur 26,000 - 26,000 Total 103,700 2,844 100,856 52 Kecamatan Bungku Timur
Desa One Pute Jaya
1,000 - 1,000 53 Desa Bahomotefe 8,000 - 8,000 54 Desa Bahomoahi 6,000 - 6,000 55 Desa Ululere 6,000 - 6,000 56 Desa Kolono 17,000 - 17,000 57 Desa Geresa 300 - 300 58 Desa Laroue 3,000 - 3,000 59 Desa Nambo 1,600 - 1,600 60 Desa Unsongi 1,000 - 1,000 61 Desa Lahuafu 1,500 - 1,500 Total 45,400 - 45,400 62 Kecamatan Bahodopi Desa Bete-bete 2,100 300 1,800 63 Desa Padabaho 400 - 400
64 Desa Makarti Jaya
6,000 900 5,100 65 Desa Labota 2,000 - 2,000 66 Desa Fatufia 1,000 30 970
BAB VII -
117
67 Desa Keurea 4,800 400 4,400 68 Desa Bahomakmur 10,800 800 10,000 69 Desa Bahodopi 3,750 - 3,750 70 Desa Lalampu 6,000 - 6,000 71 Desa Simbatu 4,000 - 4,000 72 Desa Dampala 450 - 450 73 Desa Le-le 5,400 - 5,400 Total 46,700 2,430 44,270 74 Kecamatan Bungku Pesisir Desa Sambalagi 2,200 1,200 1,000 75 Desa Laroenai 1,350 530 820 76 Desa Buleleng 3,000 - 3,000 77 Desa Torete 1,150 - 1,150 78 Desa Tangofa 5,250 235 5,01579 Desa One Ete
1,200 - 1,200 80 Desa Tandaoleo 1,850 50 1,800 81 Desa Pungkeu 1,800 - 1,800 82 Desa Were'ea 1,370 - 1,370 83 Desa Lafeu 3,500 350 3,150 Total 22,670 2,365 20,305 84 Kecamatan Bungku Selatan Desa Sainoa - - - 85 Desa Polewali - - - 86 Desa Umbele - - -
87 Desa Pulau Dua
-
BAB VII -
118
88 Desa Bakala - - - 89 Desa Paku - - - 90 Desa Koburu - - - 91 Desa Buton - - - 92 Desa Jawi-Jawi - - - 93 Desa Kaleroang 500 220 280 94 Desa Bungingkela - - - 95 Desa Lakombulo - - - 96 Desa Buajangka - - - 97 Desa waru-waru - - - 98 Desa Padabale - - - 99 Desa Pado-pado - - -100 Desa Pulau Bapa
- - - 101 Desa Lalemo 2,500 - 2,500 102 Desa Lamontoli 500 450 50 103 Desa Bungintende - - - 104 Desa Panimbawang - - - 105 Desa Po'o - - - 106 Desa Boelimau - - -
107 Desa Pulau Dua
Darat
-
- -
108 Desa Umbele Lama
- - - 109 Desa Powaro - - - Total 3,500 670 2,830
BAB VII -
119
110 Kecamatan Menui Kepulauan Kelurahan Ulunambo 2,000 - 2,000 111 Desa Terebino 1,000 - 1,000 112 Desa Torukuno 1,800 900 900 113 Desa Ngapaea 100 - 100 114 Desa Padalaa 2,500 1,900 600 115 Desa Morompaitonga 1,500 1,123 377 116 Desa Kofalagadi 2,500 1,900 600117 Desa Padei laut
500
- 500
118 Desa Padei Darat
300 - 300 119 Desa Samarengga 1,000 - 1,000 120 Desa Masadian 1,000 - 1,000
121 Desa Pulau Tiga
1,000 - 1,000 122 Desa Matano 1,000 - 1,000 123 Desa Matarape 1,200 - 1,200 124 Desa Ulunipa - - - 125 Desa Wawongkolono 1,350 1,350 - 126 Desa Buranga - - - 127 Desa Dongkalan - - - 128 Desa Tafagapi 600 - 600
129 Desa Tanjung Tiram
2,000 - 2,000 130 Desa Tanjung Harapan 3,000 - 3,000 131 Desa Tanona 2,000 - 2,000
132 Desa Pulau Tengah
1,000
BAB VII -
120
No Sistem
Pengelolaan
Sarana &
Prasarana Kapasitas Jumlah Lokasi Kondisi Ket
1 Pewadahan Bin/Tong sampah 1,5 M3 51 Kota Bungku Baik/Rusak Gerobak sampah 0
Becak Sampah 0 Lainnya.... 0 Transfer Depo 0
Container 3 Kota Bungku Baik Lainnya.... 0
Dump Truck 4 Kota Bungku Baik Arm Roll Truck 5 Kota Bungku Baik TPS 3R 0
TPA 0
Open dumping 4,5 Ha 1 Desa Bahoruru 5 Pengolahan 2 Pengumpulan 3 Penampungan Sementara 4 Pengengkutan 133 Desa Mbokitta - - - Total 27,350 7,173 20,177 TOTAL 632,191 38,842 593,349 3. Infrastruktur Persampahan
Sampah merupakan momok bagi semua daerah baik daerah maju maupun berkembang begitu juga di Kabupaten Morowalipersoalan sampah sampai sekarang belum bisa tertangani dengan sempurna dikarenakan banyak faktor
.
TABEL 7.17
KONDISI EKSISTING PENANGANAN PERSAMPAHAN
a. Infrastruktur Tempat Pemrosesan Akhir Sampah
BAB VII -
121
TABEL 7.18
OPERASIONAL PELAYANAN PERSAMPAHAN TPA
No Uraian Volume Ket
1 Cakupan Layanan Kota Bungku
2 Perkiraan Timbulan Sampah 733.471 M3 3 Sampah yg terangkut
- Permukiman - Non Permukiman
- Total 5.171,14 M3
4 Kapasitas Pelayanan TPA
TABEL 7.19 OPERASIONAL TPA
No Sistem Pengelolaan
Sarana &
Prasarana Kapasitas Jumlah Lokasi Kondisi Ket
1 TPA Lokasi.... Sistem... Luas area Luas Pengolahan Peralatan Kapasitas Sarana lain Jalan Masuk Kantor
BAB VII -
122
Pos JagaBengkel Jembatan Timbang
b. Infrastruktur Tempat Pengolah Sampah Terpadu (3R)
Untuk mengurangi timbulan sampah di kawasan permukiman, pemerintah membangun sarana pengolahan sampah dengan skala kawasan yang dibangun di beberapa titik kawasan.
Tabel Operasional TPS 3R No Sistem Pengelolaan Sarana & Prasarana Kapasit
as Jumlah Lokasi Kondisi Ket
1 TPS 3R Lokasi.... Sistem... Luas area Luas Pengolahan Peralatan Kapasitas Sarana lain Jalan Masuk Kantor Pos Jaga Bengkel Jembatan Timbang
BAB VII -
123
7.4RENCANA SEKTOR PENGEMBANGAN KINERJA PENGELOLAAN AIR MINUM
1. Kondisi Umum
Pengembangan SPAM adalah kegiatan merencanakan, melaksanakan konstruksi, mengelola, memelihara, merehabilitasi, memantau, dan atau mengevaluasi system fisik teknik dan non teknik penyediaan air minum.
Kondisi secara umum penanganan penyediaan air minum di Kabupaten Morowali belum semua terlayani dikarenakan faktor daerah layanan yang tersebar dan tidak terhubung satu daerah dengan daerah lainnya sehingga dalam pelaksanaan kegiatan terputus satu daerah layanan. Tidak semua daerah layanan memiliki sumber air yang mencukupi sehingga biaya pelaksanaan menjadi sangat mahal.
2. Isu Strategis, Permasalahan dan Tantangan a. Isu Strategis
Isu strategis dalam pengembangan SPAM termuat dalam RPJMD Kabupaten Morowali. yaitu ;
1. Pemenuhan akan air bersih bagi semua masyarakat 2. Pemenuhan akan Air Bersih yang murah dan aman 3. Pemenuhan air baku untuk air minum
4. Penyelenggaran pengembangan air minum sesuai dengan kaidah teknis dan penerapan inovasi teknologi
b. Permasalahan dan Tantangan
Permasalahan dan tantanangan yang dihadapi dalam pengelolaan dan pengembangan SPAM di Kabupaten Morowali antara lain;
1. Lokasi daerah yang tidak terpusat/ menyebar 2. Tidak semua daerah memiliki sumber air baku 3. Laju Pertumbuhan penduduk di daerah perkotaan 4. Sumber dana daerah yang terbatas
3. Kondisi Eksisting sesuai output Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum
Masih ada masyarakat yang belum mendapat pelayanan air bersih secara tersistem terutama di daerah pedesaan, secara umum kondisi eksisting pemenuhan air bersih di Kabupaten Morowali
BAB VII -
124
No Kecamatan/Desa/Kelurahan Jumlah KK Pelayanan SPAM Kelurahan/Desa Keterangan PDAM Non PDAM Non Perpipaan KK KK KK 1 Kecamatan Bungku Tengah Kelurahan Tofoiso 174 0 121 53 2 Kelurahan Marsaoleh 334 77 132 125 3 Kelurahan Mendui 129 70 39 20 4 Kelurahan Lamberea 299 134 155 10 5 Kelurahan Matano 292 32 240 20 6 Kelurahan Bungi 201 0 201 0 7 Desa Puungkoilu 749 0 217 10 8 Desa Tudua 87 0 76 11 9 Desa Bahontubungku 214 0 208 6 10 Desa Tofuti 174 0 142 32 11 Desa Sakita 420 0 420 0 12 Desa Matansala 266 0 173 93 13 Desa Bahoruru 395 0 307 7 14 Desa Ipi 138 0 98 40 15 Desa Bente 567 0 292 275 16 Desa Bahomohoni 334 0 147 187 17 Desa Bahomoleo 266 0 60 206 18 Desa Bahomante 250 0 100 150 19 Desa Lanona 315 0 0 315 Total 5604 313 3128 1560 20 Kecamatan Bungku BaratDesa Bahoe'a
Reko-reko 248 0 200 48 21 Desa Wosu 632 0 0 632 22 Desa Larobenu 215 0 0 215 23 Desa Umpanga 234 0 0 234 24 Desa Tondo 139 0 0 139 25 Desa Ambunu 155 0 0 155
26 Desa Marga Mulya 261 0 0 261
27 Desa Uedago 78 0 0 78 28 Desa Wata 129 0 0 129 29 Desa Topogaro 292 0 0 292 Total 2383 0 200 2183 30 Kecamatan Bumi Desa Bahonsuai 360 0 0 360 31 Desa Parilangke 272 0 0 272
BAB VII -
125
32 Raya Desa Samarenda 127 0 0 127
33 Desa Atananga 123 0 0 123 34 Desa Pebatae 312 0 0 312 35 Desa Karaupa 106 0 0 106 36 Desa Umbele 141 0 0 141 37 Desa Pebotoa 122 0 0 122 38 Desa Lasampi 223 0 0 223
39 Desa Limbo Makmur 485 0 0 485
40 Desa Lambelu 311 0 0 311
41 Desa Beringin Jaya 185 0 0 185
42 Desa Harapan Jaya 257 0 0 257
Total 3024 0 0 3024 43 Kecamatan Wita Ponda Desa Sampeantaba 305 0 0 305
44 Desa Lantula Jaya 947 0 0 947
45 Desa Bumi Harapan 497 0 0 497
46 Desa Emea 535 0 0 535
47 Desa Moahino 410 0 0 410
48 Desa Solonsa Jaya 475 0 188 287
49 Desa Solonsa Utama 378 0 346 32
50 Desa Ungkaya 900 0 381 519 51 Desa Puntari Makmur 536 0 0 536 Total 4983 0 915 4068 52 Kecamatan Bungku Timur
Desa One Pute Jaya 213 0 213 0
53 Desa Bahomotefe 325 0 250 75 54 Desa Bahomoahi 130 0 0 130 55 Desa Ululere 246 0 196 50 56 Desa Kolono 327 0 0 327 57 Desa Geresa 180 0 180 0 58 Desa Laroue 174 0 100 74 59 Desa Nambo 194 0 186 8 60 Desa Unsongi 174 0 174 0 61 Desa Lahuafu 225 0 223 2 Total 2188 0 1522 666 62 Kecamatan Bahodopi Desa Bete-bete 214 0 0 214 63 Desa Padabaho 103 0 0 103
64 Desa Makarti Jaya 161 0 37 124
65 Desa Labota 143 0 0 143
66 Desa Fatufia 195 0 76 119
BAB VII -
126
68 Desa Bahomakmur 294 0 0 294 69 Desa Bahodopi 238 0 120 118 70 Desa Lalampu 79 0 0 79 71 Desa Simbatu 153 0 0 153 72 Desa Dampala 188 0 0 188 73 Desa Le-le 128 0 0 128 Total 2121 0 358 1763 74 Kecamatan Bungku Pesisir Desa Sambalagi 149 0 110 39 75 Desa Laroenai 54 0 54 0 76 Desa Buleleng 143 0 100 43 77 Desa Torete 149 0 92 57 78 Desa Tangofa 172 0 112 6079 Desa One Ete 50 0 15 35
80 Desa Tandaoleo 94 0 87 7 81 Desa Pungkeu 52 0 40 12 82 Desa Were'ea 39 0 0 39 83 Desa Lafeu 307 0 100 207 Total 1209 0 710 499 84 Kecamatan Bungku Selatan Desa Sainoa 260 0 0 260 85 Desa Polewali 118 0 0 118 86 Desa Umbele 95 0 95 0
87 Desa Pulau Dua 171 0 0 171
88 Desa Bakala 222 0 25 197 89 Desa Paku 135 0 20 115 90 Desa Koburu 66 0 10 56 91 Desa Buton 225 0 21 204 92 Desa Jawi-Jawi 110 0 76 34 93 Desa Kaleroang 314 0 0 314 94 Desa Bungingkela 169 0 0 169 95 Desa Lakombulo 133 0 10 123 96 Desa Buajangka 160 0 0 160 97 Desa waru-waru 149 0 39 110 98 Desa Padabale 74 0 0 74 99 Desa Pado-pado 144 0 0 144
100 Desa Pulau Bapa 86 0 0 86
101 Desa Lalemo 120 0 20 100
102 Desa Lamontoli 141 0 65 76
103 Desa Bungintende 117 0 0 117
BAB VII -
127
105 Desa Po'o 72 0 0 72
106 Desa Boelimau 118 0 0 118
107 Desa Pulau Dua
Darat 72 0 0 72
108 Desa Umbele Lama 154 0 0 154
109 Desa Powaru 85 0 13 72 Total 3733 0 617 3116 110 Kecamatan Menui Kepulauan Kelurahan Ulunambo 482 0 0 482 111 Desa Terebino 270 0 0 270 112 Desa Torukuno 88 0 0 88 113 Desa Ngapaea 65 0 0 65 114 Desa Padalaa 197 0 0 197 115 Desa Morompaitonga 96 0 0 96 116 Desa Kofalagadi 143 0 0 143
117 Desa Padei laut 206 0 0 206
118 Desa Padei Darat 207 0 0 207
119 Desa Samarengga 190 0 0 190
120 Desa Masadian 355 0 0 355
121 Desa Pulau Tiga 220 0 0 220
122 Desa Matano 105 0 0 105 123 Desa Matarape 155 0 0 155 124 Desa Ulunipa 159 0 0 159 125 Desa Wawongkolono 92 0 0 92 126 Desa Buranga 70 0 0 70 127 Desa Dongkalan 110 0 0 110 128 Desa Tafagapi 63 0 0 63
129 Desa Tanjung Tiram 44 0 0 44
130 Desa Tanjung
Harapan 73 0 0 73
131 Desa Tanona 53 0 0 53
132 Desa Pulau Tengah 50 0 0 50
133 Desa Mbokitta 49 0 0 49
Total 3542 0 0 3542
BAB VII -
128
Biaya Beban / M3 Tirta Dharma Komplek Perkantoran Fonuasingko ThnDibangun 30 Ltr/Dtk Bungku Tengah 5042 622 4420 10,000 7,500
2011 10 Ltr/Dtk Bungku Pesisir 1134 0 1134 2016 20 Ltr/Dtk Wita Ponda 4679 0 4679 2016 10 Ltr/Dtk Bungku Barat 2537 0 2537 2015 10 Ltr/Dtk Menui Kepulauan 3251 0 3251 2016 10 Ltr/Dtk Bahodopi 1646 0 1646 2017 10 Ltr/Dtk Bumi Raya 3053 0 3053 2018 10 Ltr/Dtk Bungku Timur 1987 0 1987 2018 10 Ltr/Dtk Bungku Selatan 3157 0 3157 120 Ltr/Dtk 26486 622 25864 Total Kapasitas IPA
Nama PDAM Lokasi
Pelayanan PDAM
Daerah layanan Jumlah Rumah Terlayani Sambungan Rumah Tarif/ Belum Terlayani
1. Penyelenggara SPAM Terfasilitas / Penyehatan PDAM
Pelayanan PDAM di Kabupaten Morowali masih terpusat di ibu kota kabupaten, dikarenakan faktor kemampuan dari PDAM dalam mengelola air minum.
BAB VII -
124
A. PAMSIMAS
Tabel Desa yang mendapat program PAMSIMAS
Lokasi Th. Pelaksa naan Jumlah Penduduk ( KK ) Terlayanai SPAM Ket Kecamatan Desa KK ( % )
Bungku Timur Geresa 2008 214 200 93,42
Bungku Timur Nambo 2008 202 69 34,12
Bungku Timur One Pute Jaya 2008 249 167 67,06
Bahodopi Fatufia 2008 235 101 42,97
Bahodopi Baho Makmur 2008 335 103 30,72
Bahodopi Keurea 2008 156 79 50,65
Bahodopi Lalampu 2008 201 160 79,62
Wita Ponda Bumi Harapan 2009 514 267 51,94
Wita Ponda Solonsa Tua 2009 370 320 86,49
Bungku Pesisir Buleleng 2009 339 192 56,64
Bungku Selatan Polewali 2009 127 0 0
Bungku Selatan Pulau Dua 2009 138 0 0
Bungku Selatan Umbele 2009 102 97 94,97
Bungku Selatan Paku 2009 117 48 41,09
Bungku Barat Bahoea Rekoreko 2010 194 98 50,58
Bungku Tengah Pu’ungkoilu 2010 234 170 72,61
Bungku Tengah Tudua 2010 113 91 80,62
Bungku Tengah Bahomante 2010 362 147 40,60
Bungku Timur Laroue 2010 192 160 83,37
Bungku Pesisir Laroenai 2011 83 80 96,24
Bungku Pesisir Tadaolea 2011 94 85 90,53
Bungku Pesisir Torete 2011 154 69 44,81
Bungku Selatan Bakala 2012 231 172 74,44
Bungku Selatan Buton 2012 227 162 71,38
Bungku Selatan Koburu 2012 73 70 95,97
Bungku Selatan Jawi Jawi 2012 117 86 73,56
Bungku Selatan Lokombula 2012 134 42 31,25
Menui Kep Matano 2012 98 66 67,36
Menui Kep Matarape 2012 270 156 57,75
Menui Kep Tanjung Harapan 2012 66 53 80,17
BAB VII -
125
Bungku Tengah Tofuti 2014 172 157 91,24
Bungku Tengah Lanona 2014 339 321 94,72
Bungku Timur Bahomoahi 2014 185 181 97,89
Bungku Timur Ululere 2014 168 164 97,61
Bahodopi Bete bete 2014 243 237 97,54
Bahodopi Padabaho 2014 131 125 95,32
Bahodopi Labota 2014 194 188 96,94
Bahodopi Dampala 2014 172 156 90,70
Bahodopi Lele 2014 144 137 95,21
Menui Kep Terebino 2015 243 66 26,00
Menui Kep Torukuno 2015 103 31 33,00
Bungku Barat Marga Mulya 2015 274 86 35,75
Bungku Barat Larobenu 2015 240 78 41,04
Bungku Barat Umpanga 2015 343 81 23,00
Wita Ponda Solonsa Jaya 2015 477 355 64,00
BUngku Timur Lahuafu 2015 237 127 56,00
Bahodopi Siumbatu 2015 214 40 30,00
Bumi Raya Limbo Makmur 2015 612 243 43,51
Bungku Timur Bahomotefe 2015 445 287 62,00
2. SPAM Di Kawasan Khusus
Di Kabupaten Morowali ada beberapa kawasan yang menjadi kawasan strategis yang memerlukan penanganan khusus termasuk pemenuhan akan air bersih antara lain
Tabel Kondisi Eksisting SPAM Kawasan Khusus
Kawasan Lokasi Kondisi SPAM Ket
Ada Tidak Ada
Industri KTM √
Perdagangan √
Perkantoran √