• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK PEMBIAYAAN MUSYARAKAH PADA USAHA MIKRO DAN KECIL (StudiKasus: BPRS KhasanahUmmatKembaranBanyumas)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK PEMBIAYAAN MUSYARAKAH PADA USAHA MIKRO DAN KECIL (StudiKasus: BPRS KhasanahUmmatKembaranBanyumas)"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

i

STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK

PEMBIAYAAN MUSYARAKAH PADA USAHA MIKRO DAN

KECIL (Studi Kasus: BPRS Khasanah Ummat Kembaran

Banyumas)

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Purwokerto untuk memenuhi Salah Satu Syarat

Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S.E.)

Oleh :

TIARA DINI ARIFAH NIM. 1223203083

JURUSAN EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

PURWOKERTO

2017

(2)

ii

STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK PEMBIAYAAN MUSYARAKAH PADA USAHA MIKRO DAN KECIL

(Studi Kasus: BPRS Khasanah Ummat Kembaran Banyumas)

TIARA DINI ARIFAH

E-mail: tiaradiniarifah92@gmail.com

Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto

ABSTRAK

Skripsi ini berjudul “Strategi pengembangan produk pembiayaan musyarakah pada Usaha Mikro dan Kecil (Studi Kasus: BPRS Khasanah Ummat Kembaran Banyumas)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi apa yang diterapkan oleh BPRS Khasanah Ummat Kembaran Banyumas, dan bagaimana analisis SWOT dari strategi pengembangan produk pembiayaan musyarakah pada UMKM.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analisis dengan pola deduktif yang diambil dari pernyataan yang bersifat umum lalu ditarik kesimpulan yang bersifat khusus sehingga dari yang khusus diketahui hasil dari strategi pengembangan produk pembiayaan musyarakah pada usaha, mikro dan kecil (UMKM) dan bagaimana analisis SWOT, Studi Kasus: BPRS Khasanah Ummat Kembaran Banyumas. Teknik pengumpulan data berasal dari observasi, wawancara pegawai BPRS Khasanah Ummat, dokumentasi yang bersangkutan dengan penelitian.

Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi pengembangan produk pembiayaan musyarakah pada usaha, mikro dan kecil (Studi Kasus: BPRS Khasanah Ummat) adalah dengan melakukan desain industri untuk memaksimalkan fungsi produk, pengembangan arsitektur tidak signifikan, strategi internal dan eksternal. Strategi internal berupa diskusi antara pihak bank dan karyawan dan melakukan promosi brosur yang disediakan di ruangan kantor BPRS Khasanah Ummat Kembaran Banyumas. Sedangkan strategi eksternal adalah dengan kegiatan melakukan promosi terus-menerus, melakukan MOU, mengadakan even, penambahan pasar yang dibina oleh BPRS Khasanah Ummat, dan analisis SWOT dengan mengoptimalkan mutu produk dan kualitas pelayanan.

Berdasarkan kesimpulan diatas, maka BPRS Khasanah Ummat Kembaran Banyumas dengan cara menekankan lagi ciri yang menonjol dari produk pembiayaan di banding dengan bank lain, pelayanan prima dan mengoptimalkan fungsi produk dengan mengapreasiasi para usahawan untuk meningkatkan penghasilannya.

(3)

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

PERNYATAAN KEASLIAN ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

NOTA DINAS PEMBIMBING ... iv

ABSTRAK ... v

HALAMAN MOTTO ... vii

HALAMAN PERSEMBAHAN... viii

PEDOMAN TRANSLITERASI ... x

KATA PENGANTAR ... xiv

DAFTAR ISI ... xvi

DAFTAR GAMBAR ... xix

DAFTAR TABEL……….. xx

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Definisi Operasional ... 7

C. Rumusan Masalah ... 10

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 11

E. Kajian Pustaka ... 12

F. Sistematika Pembahasan ... 17

BAB II LANDASAN TEORI ... 19

A. Strategi Pengembangan Produk Pembiayaan ... 19

(4)

iv

2. Manfaat Produk ... 23

B. Pengembangan Produk Perbankan...……… 27

1. Tahapan Pengembangan Produk ……….. 28

C. Pembiayaan Musyarakah……… 33

1. Pengertian Musyarakah……… 33

2. Landasan Hukum Musyarakah……… 35

3. Rukun Syarat dan Ketentuan Musyarakah……….. 35

4. Macam-macam Musyarakah………... 39

5. Prakti Pembiayaan Musyarakah pada Bank Syariah……. 41

6. Fitur dan Mekanisme Pembiayaan Musyarakah…………. 42

7. Manfaat Musyarakah……… 43

D. Usaha Mikro dan Kecil (UMKM)……….. 44

1. Pengertian UMKM……….. 44

2. Tujuan Pemberdayaan UMKM……… 45

3. Kriteria UMKM……… 45

E. Analisis SWOT……….. 47

BAB III METODE PENELITIAN... ….. 50

A. Jenis Penelitian ... … 50

B. Lokasi dan Waktu Penelitian………. 50

C. Subjek dan Objek Penelitian………. 51

D. Sumber Data……… 52

E. Teknik Pengumpulan Data ... …. 53

(5)

v

BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK PEMBIAYAAN MUSYARAKAH PADA UMKM DI BPRS KHASANAH UMMAT

KEMBARAN BANYUMAS ... 61

A. Gambaran Umum BPRS Khasanah Ummat. ... 61

1. Sejarah Singkat BPRS Khasanah Ummat ... 61

2. Organisasi dan Kelembagaan BPRS KU ... 64

3. Visi dan Misi BPRS Khasanah Ummat ... 65

4. Tujuan BPRS Khasanah Ummat ... …… 65

5. Struktur Organisasi ... …… 66

6. Produk-produk……… 67

B. Strategi Pengembangan Produk Pembiayaan Musyarakah di BPRS Khasanah Ummat Kembaran Banyumas ... …. 70

1. Strategi Pengembangan Produk Pembiayaan……… 70

C. Analisis SWOT Strategi Pengembangan Produk Pembiayaan Musyarakah di BPRS Khasanah Ummat Kembaran Banyumas. 78 1. Analisis Faktor Internal……… 78

2. Analisis Faktor Eksternal………. 81

3. Matriks SWOT Strategi Pengembangan Produk………….. 84

BAB V PENUTUP ... 90

A. Kesimpulan ... 90

B. Saran ... 91

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN DAFTAR RIWAYAT HIDUP

(6)

vi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Laporan Marketing BPRS Khasanah Ummat ... 6

Gambar 2.1 Proses Perencanaan Strategi ... 24

Gambar 2.2 Skema Penyaluran Dana Musyarakah……….. 47

(7)

vii

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Daftar Kekuatan dan Kelemahan Produk Pembiayaan Musyarakah…79 Tabel 1.2 Daftar Peluang dan Ancaman Produk Pembiayaan Musyarakah…… 81 Tabel 1.3 Matriks SWOT……….84

(8)

viii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Observasi

Lampiran 2 Surat Keterangan Telah Melakukan penelitian Lampiran 3 Pedoman Wawancara

Lampiran 4 Brosur Produk Pembiayaan, Dana dan Jasa Bank Syariah Mandiri Cabang Purwokerto

Lampiran 5 Aplikasi Pembiayaan Lampiran 6 Foto

Lampiran 7 Blanko Bimbingan Lampiran 8 Laporan Marketing Lampiran 9 Struktur Organisasi Lampiran 10 Daftar Riwayat Hidup

(9)

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Bank syari’ah adalah bank yang beroperasi dengan tidak mengandalkan pada bunga. Bank Islam atau biasa di sebut Bank Tanpa Bunga, adalah lembaga keuangan perbankan yang operasional dan produknya di kembangkan berdasarkan pada Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW. Bank adalah lembaga perantara keuangan atau biasa di sebut financial intermediary. Artinya, lembaga bank adalah lembaga yang dalam aktivitasnya berkaitan dengan masalah uang.1

Allah SWT sangat melarang adanya Riba walau sekecil apapun tetap saja riba dan Allah mengharamkannya. Di tegaskan dalam Al-Qur’an surat: Ali Imron ayat 130:                   

130. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan Riba dengan berlipat ganda [228] dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.

Pemasaran sangatlah penting bagi suatu perusahaan, tidak ada yang terlalu membedakan antara pemasaran bank dengan pemasaran lainnya, melainkan karakteristik produknya, dimana yang dijual oleh bank adalah lebih

1

Muhamad, “Menejemen Pembiayaan Bank Syariah”, (Yogyakarta: Unit Penerbit Dan

Percetakan Akademi Manajemen Perusahaan YKPN pada tahun 2005), hlm 21.

(10)

2

bersifat jasa dan bukan barang. Sehingga produk yang dijual sedikit abstrak atau tidak dapat dilihat secara nyata namun dapat dirasakan oleh nasabah.

Strategi pengembangan produk adalah salah satu aspek dari strategi pemasaran. Pengembangan produk perbankan merupakan usaha meningkatkan nasabah dengan cara memperkenalkan produk-produk baru perbankan. Tetapi dilihat dari jenisnya produk perbankan itu sendiri ada tiga yaitu produk penghimpunan dana, produk penyaluran dana, dan jasa.

Pentingnya pengembangan produk dalam perbankan ialah untuk membedakan antara produk suatu bank dengan bank yang lain, dalam hal ini pengembangan produk yang menonjol dapat mencuri perhatian nasabah untuk menggunakannya. Produk penyaluran dana perbankan khususnya adalah pembiayaan musyarakah ini hampir sama karakteristik, ciri, dan juga manfaatnya dengan produk perbankan pada umumnya. Hanya saja pasti ada yang membedakan apakah dilihat dari minimal nominal atau aspek yang lainnya.

Musyarakah adalah transaksi penanaman dana dari dua atau lebih pemilik dana dan /atau barang untuk menjalankan usaha tertentu sesuai syariah dengan pembagian hasil usaha antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang disepakati, sedangkan pembagian kerugian berdasarkan proporsi modal masing-masing.2 Pembiayaan musyarakah ini merupakan pembiayaan yang

2 Muhamad

(11)

paling dominan di BPRS Khasanah Ummat karena alokasi dan kebanyakan kebutuhan nasabah adalah untuk penambahan modal usahanya.

Lembaga Keuangan Mikro (LKM atau microfinance) keberadaannya sangat dibutuhkan bagi masyarakat sekitarnya untuk keperluan konsumtif maupun untuk UMKM untuk usaha produktif yang relative tidak bisa menjangkau lembaga keuangan formal. Lembaga keuangan mikro jenisnya bermacam-macam, ditinjau dari sisi kelembagaan, tujuan pendirian, budaya masyarakat, program pemerintah atau sasaran lainnya. Keberadaan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) menjadi pilihan masyarakat untuk menabung maupun mencari permodalan untuk usaha mereka. Strategi yang tepat tentu sangat diperlukan demi berkembangnya BPRS dan demi mempertahankan eksistensi BPRS tersebut. Peranan BPRS yang umum dilakukan adalah melakukan pembinaan dan pendanaan yang berdasarkan system syari’ah.

BPRS Khasanah Ummat ini merupakan Lembaga Keuangan Mikro yang bergerak dibidang Keuangan dengan berdasarkan konsep syariah. Dalam system perbankan syariah, terdapat beberapa produk yang telah dioperasikan atau diaplikasikan dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Prinsip layanan BPRS Khasanah Ummat adalah menciptakan kemudahan pengembangan ekonomi syariah, BPRS juga memiliki petugas yang berfungsi sebagai armada antar jemput setoran dan penarikan tabungan atau deposito termasuk setoran angsuran pembiayaan. Pelayanan ini sangat relevan dengan

(12)

4

kebutuhan masyarakat khususnya pengusaha mikro dan kecil yang cenderung tidak bisa meninggalkan usaha kesehariannya di pasar atau toko atau rumah.

Gambar 1.1 Laporan Marketing

Uraian Jan-16 Feb-16 Mar-16 Apr-16 May-16 Jun-16

Realisasi Pembiayaan

(nominal): Non AB Non AB Non AB Non AB Non AB Non AB

Murabahah 103,000,000 145,000,000 434,000,000 610,500,000 510,000,000 87,000,000 Musyarakah 420,000,000 869,000,000 791,000,000 192,000,000 530,000,000 103,000,000 Multijasa 47,000,000 107,000,000 42,000,000 213,000,000 76,500,000 12,000,000 Qardh - - - - Ijarah - - - - - - Total 570,000,000 1,121,000,000 1,267,000,000 1,015,500,000 1,116,500,000 202,000,000 Realisasi Pembiayaan (nasabah) : Murabahah 7 13 25 32 33 3 Musyarakah 27 32 23 10 16 5 Multijasa 7 8 4 13 5 1 Qardh - - - - Ijarah - - - - SPP Masuk 59 77 59 73 86 76 SPP Tolak 8 6 10 8 13 1 SPP Disetujui 38 46 32 48 52 53 SPP Batal 3 5 6 3 6 3 Baghas/Margin Masuk 148,498,825 130,697,893 153,870,335 166,340,410 174,298,033 187,039,607 Banyumas, 11 Juni 2016

(13)

Berdasarkan laporan marketing di atas 11 Juli 2016 dapat dilihat bahwa uraian realisasi pembiayaan Murabahah dari bulan Januari 2016 sebesar Rp 103.000.000,- sampai dengan bulan Juni 2016 Rp 87.000.000,- maka jumlah total pembiayaan yang terealisasi dari Januari sampai dengan Juli adalah sebesar Rp 1.889.500.000,- Sedangkan jumlah realisasi pembiayaan Musyarakah dari bulan Januari sebesar Rp 420.000.000,- sampai dengan bulan Juli sebesar Rp 103.000.000,- dengan total pembiayaan dari bulan Januari sampai dengan bulan Juli adalah sebesar Rp 2.905.000.000,- dan yang terakhir adalah realisasi pembiayaan Multijasa dari bulan Januari sebesar Rp 47.000.000,- sampai dengan bulan Juli sebesar Rp 12.000.000,- dengan jumlah total pembiayaan yang terealisasi dari bulan Januari sampai dengan bulan Juli adalah sebesar Rp 497.500.000,-

Dari penjelasan tersebut dapat kita simpulkan bahwa realisasi pembiayaan dari bulan Januari-Juli 2016 di BPRS Khasanah Ummat yang terbanyak adalah Pembiayaan Musyarakah, dan realisasi Pembiayaan Murabahah ada di posisi kedua dan yang terakhir adalah Pembiayaan Multijasa. Dari data tersebut maka peneliti tertarik dengan meneliti tentang bagaimana strategi pengembangan Produk Pembiayaan Musyarakah di BPRS Khasanah Ummat sehingga banyak nasabah yang menggunakan Produk pembiayaan tersebut, karena merupakan realisasi pembiayaan yang terbanyak pada 11 Juli 2016 di BPRS Khasanah Ummat.

Rata-rata nasabah yang dibiayai oleh BPRS Khasanah Ummat ini mempunyai usaha (UMKM), contoh: usaha tani jamur, usaha gula kelapa,

(14)

6

kelompok-kelompok tani dan Guru yang memiliki usaha sampingan. Alokasi dana untuk penambahan modal usaha sehingga memungkinkan menggunakan akad Musyarakah.3 Pemberian pembiayaan Musyarakah dari BPRS ini diharapkan dapat memajukan ekonomi pengusaha kecil. Golongan ekonomi lemah umumnya kekurangan modal, sehingga sering mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya. Pengusaha atau pedangan ekonomi lemah khususnya pengusaha kecil yang biasanya terdesak kebutuhan permodalan dari rentenir. Banyak pengusaha kecil yang tidak memperhitungkan akibat yang akan terjadi sehingga terjebak hutang yang makin lama makin bertambah dan lama kelamaan akan mematikan usahanya.

Pemberian pinjaman modal usaha sifatnya sementara dan sebagai rangsangan untuk mendorong produksi sehingga dapat meningkatkan pendapatan usaha kecil. Dengan meningkatnya pendapatan maka kesejahteraan dan keadilan masyarakat dapat terwujud dan tercapai. Dengan berdirinya BPRS Khasanah Ummat akan memberikan kemudahan pelayanan jasa semi perbankan, terutama bagi pengusaha atau pedagang golongan ekonomi lemah sehingga akan menggali potensi, meningkatkan produktivitas, meningkatkan pendapatan serta mengembangkan perekonomian di pedesaan.

Menurut Bapak Andri selaku Manager Marketing di BPRS Khasanah Ummat, Pembiayaan Musyarakah modal kerja yang disalurkan kepada para usahawan tentu memiliki dampak positif bagi perkembangan usahanya, para

3

Nasabah UMKM BPRS Khasanah Ummat Kecamatan Kembaran, data diperoleh

(15)

usahawan yang dulunya memiliki modal sedikit sekarang dengan bantuan pembiayaan menjadi memiliki modal yang banyak, dan para usahawan yang dulu memiliki omzet yang kecil dengan pengembangan usaha yang dilakukan menunjang peningkatan omzetnya.4

Berdasarkan pembahasan yang di paparkan dalam latar belakang penelitian di atas, maka peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK PEMBIAYAAN

MUSYARAKAH PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (Studi Kasus: BPRS Khasanah Ummat Kembaran Banyumas)”.

B. Definisi Operasinal

Sekripsi ini berjudul Strategi Pengembangan Produk Pembiayaan Musyarakah Pada Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (Studi Kasus: BPRS Khasanah Ummat Kembaran Banyumas). Untuk mempermudah pengertian dan maksud judul tersebut, terlebih dahulu disini penulis jelaskan arti kata atau istilah dari kata-kata penting yang terdapat dalam judul, diantaranya yaitu:

1. Strategi

Strategi bagi manajemen operasional pada umumnya dan manajemen organisasi bisnis khususnya ialah rencana berskala besar yang berorientasi jangkauan masa depan yang jauh serta ditetapkan sedemikian rupa sehingga memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif dengan linhkungannya dalam kondisi persaingan yang kesemuanya

4

Diperoleh dari wawancara dengan Bapak Andri (Manager Marketing) di BPRS Khasanah Ummat Kecamatan Kembaran, Jum’at 18 November 2016.

(16)

8

diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang bersangkutan.5

Dalam hal ini strategi apa yang digunakan khususnya oleh RO dalam mengembangkan produk pembiayaan Musyarakah bagi UMKM di BPRS Khasanah Ummat.

2. Pengembangan Produk Pembiayaan

Strategi pengembangan produk perbankan merupakan usaha meningkatkan jumlah nasabah dengan cara mengembangkan atau memperkenalkan produk-produk baru perbankan. Inovasi dan kreativitas dalam penciptaan produk menjadi salah satu kunci utama dalam strategi ini. Perusahaan dalam hal ini pihak bank selalu berusaha melakukan pembaruan atau pengenalan produk baru kepada nasabah yang dapat membantu memudahkan proses transaksi nasabah. Perusahaan tiada henti terus melakukan eksplorsi terhadap kebutuhan pasar dan berupaya untuk memenuhi terhadap kebutuhan pasar tersebut. 6 Dalam hal ini upaya apa yang dilakukan oleh BPRS Khasanah Ummat untuk meperbaharui produk supaya nasabah berminat dan menggunakannya.

3. Musyarakah (Kerja sama modal usaha)

Akad kerja sama antara dua pihak atau lebih, untuk melakukan usaha tertentu. Masing-masing pihak memberikan dana atau amal dengan kesepakatan bahwa keuntungan atau risiko akan ditanggung bersama

5

Sondang P siagian, Manajemen Stratejik, (Jakarta: Bumi Aksara, 2004), hlm.17 6 M. Nur Rianto,

Dasar-Dasar Pemasaran Bank Syariah, (Jakarta: Alfabeta, 2010), hlm. 79

(17)

sesuai kesepakatan. Musyarakah diaplikasikan dalam pembiayaan proyek atau investasi seperti pada lembaga keuangan modal ventura. Dalam perbankan konvensional pembiayaan jenis ini hampir sama dengan kredit investasi. Perbedaannya adalah Musyarakah menggunakan sistem bagi hasil sesuai dengan keuntungan hasil usaha, sedangkan kredit modal kerja menggunakan system bunga. Atau pengertian lain yaitu pembiayaan untuk memenuhi sebagian modal pada usaha produksi dan komersial lainnya yang berjangka panjang. Laba dari usaha yang dibiayai itu dibagi antara penyandang dana (shahibul maal) dengan pengelola usaha yang posisinya ditentukan sesuai dengan kontribusi masing-masing.7 Dalam hal ini adalah produk pembiayaan Musyarakah yang ditawarkan oleh BPRS Khasanah Ummat.

4. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.” Dalam hal ini ialah nasabah yang di biayai oleh BPRS Khasanah Ummat untuk penambahan modal yang

7

Ety Rochaety dan Ratih Tresnanti, Kamus Istilah Ekonomi, (Jakarta: Sinar Grafika

(18)

10

digunakan untuk usaha (UMKM). Dalam hal ini adalah nasabah yang memiliki usaha sendiri.

5. PT. BPRS Khasanah Ummat

Undang-undang No. 21 Tahun 2008 pasal 1 ayat 9 di sebutkan bahwa: Bank Pembiayaan Rakyat Syari’ah adalah Bank Syari’ah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.8 Sebagaimana BPRS Khasanah Ummat adalah sebagaimana dalam visi dan misinya yaitu menjadi BPRS yang amanah dan professional dalam rangka mengembangkan ekonomi syari’ah, menerapkan dan mengembangkan sistem perbankan syari’ah dan mendukung pengembangan ekonomi ummat melalui perluasan jaringan kerja.9

Dari definisi-definisi istilah di atas, maka yang di maksud “Strategi pengembangan Produk Pembiayaan Musyarakah pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dari BPRS Khasanah Ummat Kembaran Banyumas” adalah bagaimana strategi pengembangan produk pembiayaan Musyarakah dan bagaimana analisis SWOT strategi pengembangan produk pembiayaan Musyarakah pada pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah dari BPRS Khasanah Ummat Kembaran Purwokerto.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah identifikasi masalah di atas, maka dapat dirumuskan permasalahannya yaitu:

8

UU No. 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syari’ah Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 Ayat 9.

9

Visi dan Misi PT. BPRS Khasanah Ummat, data diperoleh dari Email pada hari Selasa

(19)

1. Bagaimana strategi pengembangan produk pembiayaan Musyarakah pada usaha mikro, kecil dan menengah yang dilakukan oleh BPRS Khasanah Ummat Kembaran Banyumas?

2. Bagaimana analisis SWOT strategi pengembangan produk pembiayaan Musyarakah pada usaha mikro, kecil dan menengah yang dilakukan oleh BPRS Khasanah Ummat Kembaran Banyumas?

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan dari penelitian ini adalah:

a. Mengetahui strategi pengembangan produk pembiayaan Musyarakah pada usaha mikro, kecil dan menengah yang dilakukan oleh BPRS Khasanah Ummat Kembaran Banyumas.

b. Mengetahui analisis SWOT strategi pengembangan produk pembiayaan Musyarakah pada usaha mikro, kecil dan menengah yang dilakukan oleh BPRS Khasanah Ummat Kembaran Banyumas.

2. Manfaat dari penelitian ini adalah: a. Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk melengkapi kajian teoritis yang berkaitan dengan lembaga keuangan mikro syariah yaitu tentang strategi pengembangan produk pembiayaan Musyarakah terhadap pengembangan usaha UMKM.

b. Praktik

(20)

12

Sebagai sarana untuk menambah wawasan keilmuan dan pengetahuan terkait dengan masalah penelitian serupa.

2) Bagi Mahasiswa

Sebagai bahan referensi pengetahuan mahasiswa tentang lembaga keuangan syariah. Dengan adanya penelitian ini diharapkan mahasiswa mengerti tentang Bagaimana strategi pengembangan produk pembiayaan Musyarakah terhadap perkembangan usaha mikro, kecil dan menengah pada Lembaga-lembaga Keuangan. 3) Bagi PT BPRS Khasanah Ummat

Memberikan saran dan masukan bagi BPRS Khasanah Ummat mengenai strategi pengembangan produk pembiayaan guna mendukung dan meningkatkan perkembangan UMKM.

E. Kajian Pustaka

1. Kerangka teori yang digunakan dalam penelian:

a. Dalam karangan M. Nur Rianto Al Arif, yang berjudul “Dasar-Dasar Pemasaran Bank Syariah” menjelaskan bahwa Strategi pengembangan produk perbankan merupakan usaha meningkatkan jumlah nasabah dengan cara mengembangkan atau memperkenalkan produk-produk baru perbankan. Inovasi dan kreativitas dalam penciptaan produk menjadi salah satu kunci utama dalam strategi ini. Perusahaan dalam hal ini pihak bank selalu berusaha melakukan pembaruan atau pengenalan produk baru kepada nasabah yang dapat membantu memudahkan proses transaksi nasabah. Perusahaan tiada

(21)

henti terus melakukan eksplorsi terhadap kebutuhan pasar dan berupaya untuk memenuhi terhadap kebutuhan pasar tersebut.10 b. Fandi Tjiptono dan Gregorius Chandra, dalam karyanya yang berjul

Pemasaran Strategik” menjelaskan bahwa Pengembangan produk merupakan upaya teknis yang berperan mengubah suatu konsep menjadi produk nyata. Dalam hal ini terdapat tiga kegiatan utama yang saling berkaitan:

1) Pengembangan arsitektur produk yang merupakan spesifikasi bagian-bagian, komponen, rakitan, dan teknologi serta keterkaitannya yang menghasilkan fungsi sesuai dengan apa yang diinginkan. Jadi, arsitektur produk merupakan rencana dasar yang memastikan bahwa konsep produk bakal diimplementasikan. 2) Aplikasi desain industri, yaitu proses menciptakan dan

mengembangkan spesifikasi produk yang dapat mengoptimalkan fungsi, nilai dan tampilan produk. Aktivitas ini biasanya dilakukan para perancang professional yang bekerja dalam tim fungsional. 3) Penilaian atas persyaratan/kebutuhan manufaktur dan uji kinerja

yang selanjutnya bermanfaat untuk memperoleh informasi berkenaan dengan keputusan penetapan harga dan biaya prmasaran lainnya.11

10

M. Nur Rianto, Dasar-Dasar Pemasaran Bank Syariah, (Jakarta: Alfabeta, 2010), hlm.

79 11

Fandi Tjiptono dan Gregorius Chandra, Pemasaran Strategik, (Yogyakarta: Andi

(22)

14

c. Jurnal Pengkajian Koperasi dan UKM oleh Sri Lestari Hs, yang berjudul “Perkembangan dan Strategi Pengembangan Pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)” menjelaskan bahwa peningkatan pembiayaan UMKM akan efektif paling tidak harus disertai strategi yang mencakup: (1) penciptaan iklim usaha dan investasi yang kondusif, (2) peningkatan kemampuan kewirausahaan, (3) peningkatan dalam jumlah dan kemudahan persyaratan dan perkreditan perbankan, (4) pengembangan perangkat penunjang bagi peningkatan pembiayaan seperti penjaminan kredit, (5) meningkatkan Lembaga Keuangan Mikro, (6) meningkatkan layanan KSP/USP koperasi, (7) peningkatan lembaga keuangan sekunder, (8) peningkatan jaringan informasi baik pusat maupun daerah, (9) pengembangan Multi Finance.12

Adapun beberapa Kajian Literatur Terdahulu yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Literatur terdahulu: Widiawati Emi yang berjudul “Strategi Pengembangan Produk Pembiayaan Dana Talangan Umrah Dalam Upaya Meningkatkan Minat Nasabah (Bank Jatim Syariah Surabaya)”, untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi pengembangan produk yang di ditetapkan Bank Jatim Syariah Surabaya. Ditengah proses berkembangnya perusahaan, Bank Jatim Syariah Surabaya semakin berkembangnya kondisi persaingan yang sangatlah kuat dengan kondisi nasabah pengguna

12

Sri Lestari, Perkembangan Dan Strategi Pengembangan Pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Jurnal Pengkajian Koperasi dan UKM. Volume 4 Agustus, 2009, hlm. 1

(23)

jasa Pembiayaan dana talangan umrah yang amatlah sedikit, dan penelitian ini dilakukan guna mengetahui strategi yang dilakukan untuk menarik banyak minat nasabah untuk menggunakan produk jasa dana talangan umrah ini dan berupaya meningkatkan minat nasabah.13

Persamaan: Penelitian terdahulu dan sekarang sama-sama untuk mengetahui strategi pengembangan produk pembiayaan. Perbedaan: skripsi ini menjelaskan strategi yang di lakukan Bank Jatim Surabaya dalam pengembangan produk pembiayaan dana talangan umrah dan upaya meningkatkan minat nasabahnya sedangkan peneliti sekarang yang diteliti adalah strategi pengembangan produk pembiayaan dengan akad Musyarakah dan diaplikasikan pada UMKM serta studi kasus yang berbeda yaitu di BPRS Khasanah Ummat Kec Kembaran Purwokerto. 2. Skripsi Siti Nurhaeni yang berjudul “Strategi Pengembangan Organisasi

Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Bina Ihsani Fikri Yogyakarta”, untuk mengetahui bagaimana strategi pengembangan organisasi yang dilakukan oleh (BMT) Bina Ihsanul Fikri Yogyakarta bahwa strategi yang digunakan adalah optimalisasi SDM yang ada di BMT, inovasi produk sesuai dengan kebutuhan masyaraka, visi dan misi yang jelas menjalin atau membangun komunikasi bisnis dan sosial, memperbanyak silaturahmi, hubungan yang

13

Widiawati Emi, Strategi Pengembangan Produk Pembiayaan Dana Talangan Umroh Dalam Upaya Meningkatkan Minat Nasabah Bank Surabaya, Thesis Surabaya: Fakultas Ekonomi Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya, 2015, hlm. 7

(24)

16

baik dan kemitraan, baik sebelum maupun sesudah menjadi nasabah atau anggota.14

Persamaan: peneliti terdahulu dengan sekarang sama-sama meneliti tentang strategi pengembangan. Perbedaan: peneliti terdahulu dengan sekarang memiliki perbedaan produk yang diteliti yaitu produk pembiayaan Musyarakah sedangkan peneliti terdahulu organisasinya, serta penelitian sekarang diaplikasikan dengan UMKM di BPRS Khasanah Ummat Kembaran Purwokerto.

3. Skripsi Didik Hartoko yang berjudul “Strategi Pengembangan Organisasi Rumah Tahfidz QU Deresan Yogyakarta”. Untuk pengembangan organisasi rumah tahfidz QU dengan cara memberdayakan dan memaksimalkan sumber daya manusianya, untuk mengelola rumah tahfidz dengan baik sesuai dengan karakter dan prinsip lingkungan sekitar. Yaitu dengan cara mengadakan pertemuan rutin setiap sepekan sekali dan sebulan sekali untuk membicarakan permasalahan rumah tahfidz QU sesuai dengan karakter masing-masing sebagai jembatan kemajuan rumah tahfidz kedepan. Untuk pengembangan rumah tahfidz QU, melalui gerbang struktur organisasi, yaitu membentuk struktur dengan garis instruksi langsung dari pimpinan ke pengurus dan pengurus bertanggung jawab kepada pimpinan melalui tahap yang telah ditentukan.15

14

Siti Nurhaeni, Strategi Pengembangan Organisasi BMT BIF Yogyakarta, Skripsi

Yogyakarta: Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga, 2009, hlm. 7 15

Didik Hartoko, Strategi Pengembangan Organisasi Rumah Tahfidz QU Deresan

(25)

Persamaan: peneliti terdahulu dengan sekarang sama-sama meneliti tentang strategi pengembangan. Perbedaan: peneliti terdahulu dengan sekarang memiliki perbedaan produk yang diteliti yaitu produk pembiayaan Musyarakah sedangkan peneliti terdahulu organisasinya, serta penelitian sekarang diaplikasikan dengan UMKM di BPRS Khasanah Ummat Kembaran Purwokerto.

F. Sistematika Pembahasan

Adapun sistematika penulisan ini merupakan kerangka skripsi yang maksudnya memberi petunjuk mengenai pokok-pokok permasalahan yang akan di bahas dalam skripsi ini. Sistematika penulisan terdiri dari 3 (tiga) bagian, yaitu bagian awal, bagian isi, dan bagian akhir.

Pada bagian awal terdiri dari halaman judul, pernyataan keaslian, halaman pengesahan, halaman nota pembimbing, abstrak, halaman moto, halaman persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar gambar, daftar tabel serta daftar lampiran-lampiran.

BAB I: Pendahuluan Menguraikan latar belakang masalah, perumusan masalah, definisi operasional, tujuan dan manfaat penelitian, kajian pustaka, serta sistematika pembahasan.

BAB II: Tinjauan Pustaka Menguraikan tentang landasan teori yang berkaitan dengan topik penelitian, pembahasan hasil-hasil penelitian sebelumnya yang menjadi acuan dalam penyusunan skripsi ini, kerangka pemikiran yang menerangkan secara ringkas tentang pengertian strategi, pengembangan produk pembiayaan Musyarakah dan pengertian UMKM.

(26)

18

BAB III: Metode Penelitian Penelitian menguraikan tentang jenis penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, serta teknik analisis data.

BAB IV: Hasil dan Analisis Penelitian Menguraikan Tentang Strategi Pengembangan Produk Pembiayaan Musyarakah Pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah Di BPRS Khasanah Ummat Kembaran Banyumas, yang meliputi sejarah berdirinya BPRS Khasanah Ummat, visi dan misi, struktur organisasi, serta produk pembiayaan. Kemudian akan dibahas pula mengenai bagaimana strategi yang digunakan untuk pengembangan produk pembiayaan Musyarakah terhadap UMKM dan bagaimana analisis SWOT.

BAB V: Penutup Mencakup uraian yang berisi kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian serta saran-saran. Selanjutnya pada bagian akhir skripsi akan disertakan daftar pustaka, lampiran-lampiran data yang mendukung, dan daftar riwayat hidup penulis.

(27)

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan produk pembiayaan musyarakah pada UMKM dan bagaimana implementasinya oleh BPRS Khasanah Ummat Kembaran Banyumas. Strategi yang diterapkan oleh BPRS Khasanah Ummat ini ternyata berdampak positif terhadap banyaknya nasabah yang menggunakan jasa pembiayaan musyarakah yang ada di BPRS Khasanah Ummat.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa secara umum strategi pengembangan produk pembiayaan musyarakah pada UMKM yang digunakan oleh BPRS Khasanah Ummat Kembaran Banyumas adalah dengan mengoptimalkan mutu produk, pengembangan arsitektur produk tidak signifikan karena merupakan produk jasa, aplikasi desain industry dengan cara mengoptimalkan fungsinya sebagai modal kerja, penilaian atas persyaratan/kebutuhan manufaktur sangatlah mudah dan cara pencairannya yang cepat. Dan untuk memaksimalkan pengembangan produk pembiayaan musyarakah ini ada 2 macam yaitu strategi pengembangan produk yang dilakukan di dalam kantor dan di luar kantor.

(28)

91

Strategi yang amat berpengaruh dalam pengembangan produk pembiayaan musyarakah pada UMKM ini adalah dengan cara strategi pengembangan produk yang dilakukan di luar kantor dengan cara terjun langsung yakni melakukan promosi terus-menerus, melakukan MOU, mengadakan even, penambahan pasar yang dibina oleh BPRS Khasanah Ummat Kembaran Banyumas. Analisis SWOT dari strategi pengembangan produk pembiayaan musyarakah ini terhadap UMKM adalah dengan mengoptimalkan fungsi produk pembiayaan musyarakah dan memperluas system informasi untuk meningkatkan mutu produk agar lebih menonjol, meningkatkan pelayanan untuk mendukung pengembangan produk dan mempromosikan dengan gencar pada nasabah.

B. Saran

1. Dalam upaya pengembangan produk pembiayaan musyarakah pada UMKM ini lebih di tekankan lagi dengan ciri yang menonjol dan ada perbedaan dengan produk pembiayaan yang lain.

2. Pelayanan prima dan kenyamanan nasabah harus lebih di tingkatkan guna meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap produk pembiayaan agar merasa puas dan bangga pada produk pembiayaan yang dipilihnya dan akan selalu setia menggunakan produk pembiayaan yang ada di BPRS Khasanah Ummat dan tidak ingin beranjak pada produk pembiayaan dari Lembaga Keuangan yang lainnya.

(29)

3. Mengoptimalkan fungsi produk pembiayaan dengan lebih maksimalkan dengan memberikan apresiasi pada nasabah yang memiliki prospek usaha jauh lebih baik di bandingkan dengan nasabah lain yang memiliki usaha juga.

(30)

DAFTAR PUSTAKA

Al Arif M, Nur Rianto. 2010. Dasar-Dasar Pemasaran Bank Syariah. Jakarta: Alfabeta.

Ananda, Fitra 2011. Analisi perkembangan usaha mikro dan kecil setelah memperoleh pembiayaan Mudharabah dari BMT At Taqwa Halmahera di Kota Semarang. Skripsi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan UNDIP.

Arikunto, Suharsimi. 2000. Menejemen Penelitian Edisi Baru. Yogyakarta: Rineka Cipta.

Asiyah, Binti Nur. 2014. Menejemen Pembiayaan Bank Syariah. Yogyakarta: Teras.

Asmuni. 2004. Aplikasi Musyarakah Dalam Perbankan Islam; Studi Fiqh terhadap Produk Perbankan Islam. Jurnal Hukum Islam Al-Mawarid, Edisi XI.

Boyd dkk. 2000. Manajemen Pemasaran Suatu Pendekatan Strategis dengan Orientasi Global. Jakarta: Erlangga.

Dokumen PT BPRS Khasanah Ummat, Kembaran, Banyumas.

Emi, Widiawati . 2015. Strategi Pengembangan Produk Pembiayaan Dana Talangan Umroh Dalam Upaya Meningkatkan Minat Nasabah Bank Surabaya, Thesis. Surabaya: Fakultas Ekonomi Bisnis Islam UIN Sunan Ampel.

Ety Rochaety dan Ratih Tresnanti 2005. Kamus Istilah Ekonomi, Jakarta: Sinar Grafika Offset.

Fandi Tjiptono dan Gregorius Chandra. 2012. Pemasaran Strategik. Yogyakarta: Andi Offset.

(31)

Fathoni, Abdurrahmat. 2009. Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi. Jakarta: Rineka Cipta.

Fatimah dan Elisabeth. 2013. Strategi Pemasaran Produk Pembiayaan Murabahah pada Bank X Syariah Cabang Tangerang Selatan, Jurnal Ekonomi dab Bisnis, Vol 12, No. 1 Juni.

Hadi, Amirul. 2005. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia. Hartoko, Didik. 2012. Strategi Pengembangan Organisasi Rumah Tahfidz QU

Deresan Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Dakwah.

Indriyantoro, Nur dan Bambang Supomo. 2002. Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta: BPFE.

Karnaen dan M.Syafi’i Antonio. 1992. Apa dan Bagaimana Bank Islam. Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf.

Kasmir. 2005. Pemasaran Bank. Jakarta: Kencana.

Lestari, Sri. 2009. Perkembangan Dan Strategi Pengembangan Pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Jurnal Pengkajian Koperasi dan UKM. Volume 4 Agustus,

Maleong, Lexy J. 2012. Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdayakarya

Margono. 2004. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Muhamad. 2005. Manejemen Pembiayaan Bank Syariah. Yogyakarta: YKPN. Muhamad. 2009. Model-model Akad Pembiayaan Di Bank Syariah. Yogyakarta:

UII Press.

Muhamad. 2014. Manajemen Dana Bank Syariah. Jakarta: Rajawali Pers. Nur Diana, Irfi 2008. Hadis-hadis Ekonomi. Malang: UIN Malang Press.

Nurhaeni, Siti. 2009. Strategi Pengembangan Organisasi BMT BIF Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga.

(32)

Siagian, Sondang P. 2004. Manajemen Stratejik. Jakarta: Bumi Aksara.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Sumarti dkk. 2006. Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta: CV. Andi Office. Suwiko, Dwi. 2010. Ayat-Ayat Ekonomi Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Tim Penyusun. 2012. Panduan Penulisan Skripsi STAIN. Purwokerto: Stain Press. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2008, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. UU No. 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syari’ah Bab I Ketentuan Umum

Pasal 1 Ayat 9.

UU No. 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syari’ah Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 Ayat 9.

Veithzal Rivai dan Arviyan Arifin 2010. “Islamic Banking: Sebuah Teori, Konsep, dan Aplikasi”. Jakarta: Bumi Aksara.

Gambar

Tabel 1.1 Daftar Kekuatan dan Kelemahan Produk Pembiayaan Musyarakah…79  Tabel 1.2 Daftar Peluang dan Ancaman Produk Pembiayaan Musyarakah…… 81  Tabel 1.3 Matriks SWOT……………………………………………………….84
Gambar 1.1   Laporan Marketing

Referensi

Dokumen terkait

Proses perancangan sistem untuk mengetahui kinerja modul GSM Trainer Scientech 2133 terdiri dari beberapa aplikasi, yaitu call/ panggilan, Short message Service (SMS) , dan

Aktivitas penjual di rumah dan di lapak jagung merupakan salah satu rutinitas yang dijalankan para penjual, kemudian alasan berdasarkan dalam hal ini bahan baku

PADP619 Pengembangan Media Pengajaran berbasis TIK (ICT-Based Teaching Media Development for Office Administration Education). PADP602 Seminar Administrasi Perkantoran (Seminar

• Dalam hal Anda menarik seluruh dana pada Nilai Akun yang ada dalam Polis, maka Anda dianggap melakukan penebusan Polis dan Penanggung akan membayarkan Nilai Tebus yang ada

kamar mandi” karya Gusmel Riyald, ald, dapat diketahui bahwa d dapat diketahui bahwa drama ini menggunakan rama ini menggunakan alur maju yaitu dari pertama terjadi suatu

Kemungkinan besar hal itu disebabkan oleh metode berfikir tradisional sudah tertanam sangat kuat sejak berkembangnya aliran teologi Asy’ariah, filsafat mendapat kecaman sejak

Slika 2.21: Prikaz organiziranega omrežja kolesarskih poti in spremljajoče infrastrukture Vir: RS, MPZ, DRSC, strategija razvoja državnega kolesarskega omrežja v RS, Ljubljana 2000

 (anagement of papulopustular rosacea and perioral dermatitis "ith emphasis on iatrogenic causation or exacerbation of inflammatory facial  dermatoses. Case report  :